Thursday, March 30, 2017

JEMBATAN JADI AGENDA BOJONGSARI UNTUK SOLUSI MACET MUSIM BANJIR BANDUNG SELATAN

JEMBATAN menjadi solusi  JAlur alternatif lalulintas kendaraan ketika banjir bandung selatan. Persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten bandung  saat intensitas hujan tinggi  dikeluhkan warga.

Pasalnya, banjir telah menjadi agenda rutinan dan langganan, seperti yang di keluhkan salah satu warga di wilayah kecamatan bojongsoang kabupaten Bandung,  tentang persoalan banjir yang selalu dialami warga Karena menjadi langganan, persoalan banjir jadi musibah, “Saya mengharapkan agar pemerintahan Kabupaten Bandung  sangat-sangat tanggap dengan permasalahan ini ”ujarnya.

Selain itu juga, berharap akses jalan yang menghubungkan kecamatan Baleendah dengan kecamatan Bojongsoang, Menurutnya, ruas jalan tersebut mungkin bisa menjadi solusi ketika akses jalan di wilayah dayeuhkolot dan jalan terusan bojongsoang terendam banjir “ memang sangat diperlukan jalan alternatif  ketika jalan dayeuhkolot dan terusan Bojongsoang terendam banjir.

Semoga bisa jadi solusi ketika kepadatan kendaran yang macet sampai saya tidak bisa bekerja  ketika saat datangnya musibah banjir, ”kata pria yang menjadi pegawai swasta ini.

Ruas jalan tersebut juga jadi akses ekonomi warga. Oleh karenanya, ia berharap kepada pemerintah  setempat
“ semoga Itu menjadi sarana lalulintas dalam kegiatan warga masyarakat kami khususnya dan warga-warga yang lain umumnya,” pungkas nya.

Hal senada juga di sampai kan oleh Ketua APDESI kecamatan bojongsoang Syahrul Mulyaman ” Saya atas Nama APDESi Kecamatan bojongsoang dengan adanya rencana Pembangunan Jembatan penghubung  antara Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Bojongsoang.

Yang lokasinya di desa  bojongsari, itu sangat di perlukan kan sekali  di karenakan ketika banjir melanda khususnya di wilayah bojongsoang akses transportasi bisa lumpuh, bahkan macet total tidak bisa di lalui oleh kendaran karena air yang cukup tinggi sampai ke jalan raya.

Bahkan ketika air surut pun kemacetan  juga masih terjadi di jalan terusan bojongsoang ini, mudah-mudahan dengan ada rencananya pembangunan jembatan penghubung ini, semoga saja bisa menjadi solusi  kemacetan yang bisa menjadi akses jalan penghubung khususnya warga bojongsoang dan pada umumnya seluruh pengguna jalan tersebut “ ujar nya.

Menurut Kepala Desa Bojongsari   Ujang Ruhiyat dia mengakui adanya harapan masyarakatnya untuk  akses jalan tersebut, “Sebagai pemerintah didesa pastinya berjuang untuk pengusulan harapan tersebut, dan semoga harapan masyarakatnya dapat terwujud dalam waktu dekat ini.

Dikarenakan pada desember lalu dari pihak BBWS dan PU Kabupaten Bandung sempat meninjau dan mengukur lokasi yang akan menjadi jembatan penghubung ini ” ujar nya.

Ujang Ruhiyat kepala desa bojongsari mejelaskan kepada media “ sekitar pada Tahun  1935 menurut para tokoh di wilayah tersebut lokasi di situ, dulunya memang ada jembatan yang menghubungkan ke wilayah kecamatan baleendah, namun pada Tahun 1945 entah kenapa jembatan tersebut di roboh kan.

Salah satu bukti saya saksikan ketika pengerukan normalisasi citarum ada penyangga jembatan dari pohon jati dan itu di patahkan oleh alat berat Beko “ pungkasnya.




By: Wahyu Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, March 28, 2017

LCI GELAR SARESEHAN SENI BUDAYA SUNDA

Lintas Citra Indonesia (LCI)  terus menetapkan langkah pasti dengan menggelar saresehan seni budaya sunda  sosialisasi Lintas Citra Indonesia (LCI) Jawa barat.

Pelantikan dan pengukuhan kepengurusan Lintas Citra Indonesia (LCI) Jawa barat oleh Ketua umum LCI Nevy Dharsono yang digelar pada minggu 26 Maret 2017  di Pasar Baru Square Hotel Jl. Oto Iskandar dinata No. 81-89 Bandung yang di hadiri oleh beberapa Tokoh seniman dan budayawan di Jawa barat.

Salah satu nya Sam Bimbo, Acil Bimbo Dan yang lain nya
Sebagai langkah LCI dalam memantapkan visi missi kedepan. ” yang pasti LCI ini untuk kebutuhan masyarakat menciptakan lapangan pekerjaan khususnya di wisata dan budaya.

Nanti kita besinergi dengan intansi terkait, dan untuk bicara wisata  pasti tidak terelepas dari unsur masuk nya Narkoba karena kita pasti kedatangan tamu tamu dari luar turis turis yang datang , yang memang sekarang  di kita ini  lagi rawan “ tegas Ketua umum LCI Nevy Dharsono.

Ketua umum LCI Nevy Dharsono  juga sebagai salah satu  pendiri Laskar merah putih  indonesia menjelaskan  “ saya Tugas kan untuk  LCI jawa barat  dan saya percayakan  kepada  Ike Kartiwa  putri alm. Tubagus Tatang Kartiwa salah satu tokoh seniman asal bandung, karena ike kartiwa memang mepunyai link link banyak  untuk bersinergi dan di harap kan bisa amanah dalam tugas dan bisa mengembangkan    “ ujar nya.

Daerah jawabarat ini begitu banyak potensi  mengenai wisata Dengan ada nya LCI Jawa barat  ini diharap kan menjadi wadah menjadi sarana untuk para seniman dan budayawan di jawa barat ini  guna meningkat kan budaya dan  Wisata di jawa barat “ setelah penguhukan ini.

Ada beberapa progam yang akan kami laksana kan salah satu nya di bulan april akan di adakan workshop film dimana setelah di adakan worshop itu  kita akan melihat potensi potensi dan talenta talenta dari  para peserta  yang nanti akan di ambil guna produksi sebuah film paris van java yang di sutradarai oleh anggota LCI jawa barat  , juga mei yang akan datang ada progam  TOP MODEL Indonesia untuk di jawa barat LCI Jabar akan menjadi penyelenggara “ tegas Ike Kartiwa   ketua LCI jawa barat.

By: Wahyu Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, March 24, 2017

SMKN 3 BALEENDAH Kabupaten Bandung MINTA DUIT INI dan ITU TERHADAP SISWA DIDIKNYA...!!!

SMKN 3 Baleendah Kabupaten Bandung saat di konfirmasi langsung rabu 15-03-17 pukul: 12:20 wib, Kepala Sekolah (H. Asep Rusmana), Wakasek dan Dedi Mulyadi Tata Usaha (TU) tidak ada di tempat, tidak ada siapa-siapa, karena pejabat yang bertanggung jawab pada sekolah SMKN 3 ini semua keluar,  dan yang lainnya sedang tidak ada menurut keterangan security sekolah, lalu siapa yang ada...?, tidak ada siapa - siapa, nanti saja bila sudah ada,  bisa titip pesan atau apa, biar nanti di sampaikan, bisa juga besok ke sini lagi "tuturnya.

Dalam kepenasaran lalu yang ada siapa ? Menyambangi ruang TU ada beberapa guru yang sedang bersenda gurau, setelah di mintai keterangan pada guru tersebut, seolah-olah kaku dan takut, tidak menyebut nama, hanya bilang guru, sambil beranjak kesana kemari meninggalkan pertanyaan, setelah di sindir kelakuan seorang pengajar bersikap acuh, akhirnya menunjukan arah untuk ke pa topik (kesiswaan), walupun itu juga tidak ada di tempat, "aneh banyak yang tidak ada.

Setelah keliling lingkungan sekolah, akhirnya di pertemukan oleh Ade bagian Sapras (sarana dan prasarana) sekolah tersebut di ruangannya untuk ikut andil dalam menjelaskan, bahwa Latihan Gabungan (Latgab) itu butuh biaya, kebutuhannya jelas dan SMK jangan samakan dengan SMA, SMK lebih banyak kegiatan praktek di luar di banding teori, dan tidak mungkin non biaya, sementara kegiatan Latgab kerja sama dengan intansi yang profesional lebih aman dan terjamin, materi mengenai Bela Negara dan latihan lain-lain, masa tidak mungkin pembina atau pelatih tidak di bayar, karena ada juga dokter khusus di sana, mengenai yang lainnya mungkin langsung pada bagiannya, karena  saya fungsinya di sapras "tutur Ade.

Saat di minta hadir kembali rabu, 22-03-17 pukul: 11:00 wib,  Kepala Sekolah SMKN 3 (H. Asep), tidak ada di tempat karena sakit. Topik (kesiswaan)  SMKN 3 Baleendah saat di temui mengakui ada Pungutan awal sekitar 8,2 jt, dengan rincian sumbangan pembangunan, asuransi, seragam dll, mengenai keuangan lebih lanjut dan tahu bagian TU (Dedi), adapun kerjasama dengan asuransi jiwa siswa dengan Bumi Putra, mengenai Latgab serapan dana yang di keluarkan sekitar 55 s/d 60 jt, untuk keseluruhan siswa di SMKN 3 ini sekitar 1.115 siswa yang pindah 10 siswa jadi sisa 1.005 siswa,  untuk pengajar semua ada 100 orang guru, jumlah guru honorer ada 40, dan selebihnya PNS.

Sementara Dedi (TU) SMKN 3, hanya menjelaskan bahwa standar untuk pungutan sebesar 4 juta, dan lebih mengurusi gaji guru dan dana yang masuk untuk di buatkan laporan, masalah penggunaannya kembali pada mereka (guru) kurikulum dalam melakukan kegiatan, tapi dalam masalah dana memang kesulitan, dan melakukan subsidi silang,  dari yang mampu menutupi yang tidak mampu, kenyataannya banyak juga yang NOL,dalam pungutan kami juga melibatkan orang tua siswa dan komite, untuk masalah yang lainnya, lebih jelasnya kepala sekolah, karena dia yang punya kebijakan selaku pimpinan, ketidak tahuan saya, bukan berarti tidak tahu, saya tahu kegiatannya, karena menunggu dana dari Pemerintah Provinsi lama realisasinya,  sementara kebutuhan sekolah banyak "tutur Dedi.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, March 18, 2017

PTSL PROGRAM ATR/BPN Warga harus paham "Bukan SERTIFIKAT GRATISSS...!!!

ATR/BPN Kota Bandung saat di konfirmasi langsung di kantor pelayanan publik, pada hari jumat, 17-03-17 pukul: 14:10 wib, terkait kisruh di masyarakat umum mengenai Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) ATR/BPN, yang sempat di sosialisasikan terhadap masyarakat dalam kepengurusan bidang tanah, sempat di eluhkan Lurah, desas desus gejolak di masyarakat luar bahwa Progam PTSL itu ribet dalam prosesnya banyak embel embel, dan gratis mengurus sampai jadi Sertifikat Tanah, kenyataannya masih tetap harus bayar oleh pemohon yang akan membuat sertifikat.

Edi (panitia PTSL) ATR/BPN Kota Bandung menjelaskan, bahwa Program Nasional PTSL itu hanya di gratiskan dalam pengurusannya saja yang di tanggung oleh Negara, bukan untuk jadi Sertifikat, hanya dalam peta bidang pengukuran atas pemohon, yang kedepannya bila di sertifikatkan oleh pemohon sudah tidak ada kendala, dan di permudah, sertifikat tetap harus bayar, karena tidak di tanggung oleh Negara, dan program PTSL itu pada dasarnya memverifikasi data bidang tanah yang lama untuk di perbaharui, agar data tanah yang sekarang bisa valid, walaupun ATR/BPN sendiri masih mengacu pada data lama, masyarakatpun harus apresiasi dengan program ini di dukung oleh Lurah dan Kecamatan masing-masing, karena di gratiskan dalam kepengurusannya di ATR/BPN, walaupun ada juga Lurah yang tidak mendukung "tuturnya.

Bila masyarakat masih belum paham dan mengerti mengenai program PTSL ATR/BPN, seperti yang sudah pernah di sampaikan sebelumnya, saya (Edi) siap menjelaskan kembali atau membantu dengan turun langsung di masing-masing RW bila perlu, dengan data bidang yang sudah di siapkan (kolektif) oleh pengurus setempat, di harapkan masyarakat berani mengurus dan datang langsung secara personal dalam pengurusan PTSL tanpa harus di wakili, dan bila tidak paham bisa langsung bertanya, karena pada saat sosialisasi PTSL saya menyadari dengan keterbatasan waktu, dan anggaran yang juga terbatas serta kurangnya SDM tenaga pekerja yang sangat terbatas, makanya staff di bagi jamnya, pagi sampai jam 14:00 wib stanby ATR/BPN, setelah itu baru pantau lapangan untuk PTSL, dan Anggarannya hanya 5000 per meter, walaupun sekarang sudah ada dukungan dari Setda (Yossi) APBD Kota Bandung (tidak di jelaskan), kami harus siap demi berjalannya program PTSL ini dengan baik "tutur Edi.

By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, March 17, 2017

BBWS JABAR GELAR PERINGATAN HARI AIR DUNIA KE 25 PEDULI SUNGAI BERSIH "Faktanya Sungai Tercemar Limbah dan Sampah"

Peringatan Hari Air Dunia yang ke 25 di halaman BBWS Jabar pada hari selasa 14-03-17 pukul: 09:00 wib, bersama oleh BBWS Cipta Karya, Kogartap II Kolenel Taspen Hasan, Kolenel Asep Nurdin (Asop), Polsek Rancasari Kapolsek dan Wakapolsek serta jajaran,  Mahasiswa Unisba dan ITB, warga dan komunitas sungai turut meramaikan acara Hari Air Dunia yang ke 25.

Peringatan Hari Air Dunia ke 25 bertujuan untuk lebih peuli pada air sebagai sumber kehidupan, dan jangan ada pencemaran LIMBAH ke dalam aliran sungai, tapi fakta dab realitanya banyak daerah aliran sungai tercemar oleh limbah pabrik dan industri, sampai penanggulangan sampah saja sudah tidak teratasi, dan selalu hadir menyerang aliran sungai.

Tentu dalam kepedulian ini jangan sampai Hisapan Jempol Belaka, faktanya banyak sungai yang te7rbengkalai, dangkal, hitam, dan menjadi tempat sampah akibat kurangnya kepedulian, belum lagi limbah industri dan pabrik, yang selalu mewarnai sungai sampai saat ini masih menjadi dilema, butuh kerja sama semua elemen dan penanganan serta sentuhan yang cukup serius.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, March 16, 2017

CAFE ROEMPI TIDAK ADA IJIN WARGA DAN SENGAJA DI BIARKAN BEROPERASI

Cafe Roempi yang terletak di Jl. Anggrek No27 Kelurahan: Merdeka Kecamatan: Sumur Bandung Kota Bandung, tanpa kantongi ijin sudah beroperasi tanpa hambatan, Cafe Roempi yang di miliki oleh Nyonyo Wibisana. Pasalnya sudah pernah mendapatkan teguran oleh pengurus Rw 08 setempat, di karenaka meresahkan warga perumahan sekitar. Dengan maraknya usaha cafe di wilayah ini jelas merasa terganggu.

Taman Photografy sudah tidak lagi pada fungsinya,  melainkan menjadi Taman Pornografy, hal ini terjadi karena banyaknya pengunjung cafe muda mudi yang membawa pasangan, selalu memanfaatkan taman photo untuk pacaran, kadang mereka dalam keadaan mabuk, dan bisingnya kendaraan, selalu baik siang dan malam "dalam surat yang di layangkan pada kelurahan.

Menyingkapi kejadian tersebut selaku pengurus bergegas cepat, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar, membuat surat pengaduan terhadap Kelurahan Merdeka, Polsek Sumur Bandung untuk segera melakukan tindakan tegas penertiban, tapi pihak kelurahan kurang merespon pengaduan kami selaku pengurus dan warga, dalam hal ini kecewa dengan kinerja aparat, yang jelas sudah pernah di minta bantuannya dalam penertiban, seperti yang di urai dalam isi surat pada aparatur setempat.

Cafe Roempi saat di sambangi pada hari senin 19-02-17 dan rabu 21-02-17 pukul: 17:15 wib untuk di konfirmasi langsung, bahwa owner (pemilik) Nyonyo Wibisana tidak ada di tempat usahanya, menurut karyawannya sedang sakit, adapun cafe ini di kelola oleh anaknya, "tuturnya.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

DI DUGA KUAT TERJADI PUNGUTAN LIAR PASAR SADANG SERANG BANDUNG OLEH KEPALA PASAR

Di Duga Kuat terjadi Pungutan Liar pada pasar di kota bandung yang di kelola oleh PD. Pasar Bermartabat. Di Investigasi langsung Pasar Sadang Serang Bandung pada hari selasa 14-02-17 pukul: 11:15 wib, saat itu Kepala Pasar (Zepy) sedang tidak di tempat, hanya ada satu pengawas yang stanby,  selebihnya tidak ada (keluar), ada pungutan liar dalam lingkup pasar,  setiap pedagang pasar di pungut biaya oleh pengawas pasar (Siswandi) bervariasi per lokal, sesuai dengan ukuran dan jenis dagangannya, sebelumnya pungutan Restribusi harian memakai karcis perhari Rp. 2000 s/d Rp. 5000 besarannya, dan beralih menjadi bulanan dengan slip bukti mirip dengan rekening listrik, perbulan Rp. 85.000 s/d Rp. 90.000 bahkan lebih, itu pun belum dengan yang lain lagi,  pungutan listrik perbulan Rp. 60.000, dan kenyataannya tidak ada pungutan biaya listrik untuk pedagang.

Sementara Biaya Perpanjangan SPTB (Surat Pemakaian Tempat Berjualan) atau SSTU (Surat Sewa Tempat Usaha) per tahun di pungut biaya bervariasi antara Rp. 60.000, s/d Rp. 300.000 per lokal dan tergantung jenis dagangannya, untuk pedagang yang ngontrak di pungut biaya perbulan ada yang mencapai Rp. 250.000 s/d Rp. 300.000, toko kosmetik, tidak berurusan dengan perpanjang tahunan, sementara untuk pengurusan balik nama pedagang pasar dari pihak pertama ke pihak dua juga bervariasi dari Rp. 1.000.000 s/d Rp. 3.000.000, untuk ijin baru juga ada biaya, semua biaya yang di tarik oleh pengurus pasar di nilai sudah menipu pedagang,  pasalnya dana yang di tarik oleh pengelola pasar melebihi standar yang semestinya. Hal ini di lakukan terus - menerus dan berulang - ulang oleh petugas pasar (pengawas), dan di biarkan lama.  Kepala Pasar Sadang Serang (Zepy) jelas mengetahui akan hal ini, ada unsur kesengajaan dan pembiaran pengutan liar di tarik oleh staffnya demi keuntungan pribadi.

Untuk pungutan resmi tarif perpanjangan (SPTB/SSTU) sebesar Rp 18.000, akan tetapi pihak pasar memungut yang yang tidak semestinya,  dan dilakukan oleh petugas pasar pungutan sebesar Rp 50.000 s/d Rp. 100.000, artinya menarik pungutan pada pedagang ada selisih rata-rata sebesar Rp. 32.000 s/ d Rp. 78.000 pada setiap pedagang yang di pungut langsung oleh petugas pasar sadang serang, dan untuk biaya balik nama pedagang, tarif resmi dengan ukuran luas 4 meter berkisar Rp. 250.000, dan di pungut ke para pedagang sebesar Rp. 2.500.000 (data ini diperoleh langsung dari pedagangnya) artinya jelas ada mark up liar dalam melakukan pungutan para pedagang pasar mengenai biaya-biaya yang mereka bayar,  dan berulang terus terutama dalam perpanjangan SPTB 2.000.000 per pedagang, dan ini juga terjadi di pasar ciwastra perpanjangan tarif resmi sebesar Rp. 18.000, dan dipungut biaya sebesar Rp. 60.000, untuk balik nama resmi Rp.677.250, dipungut biaya sebesar Rp 3.000.000, cukup fantastik besar selisihnya sebesar Rp 2.332.750, dan keterangan ini langsung dari para pedagang, di mana semua biaya lebih yang di pungut ini, tidak di setor ke PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung, masuk kantong peibadi kepala pasar dan jajarannya, Pihak Direksi mengetahui akan hal ini, tetapi hanya dibiarkan saja dan terus berjalan, bahkan kepala pasar ciwastra yang sebelumnya menjabat Plt Kepala Pasar, di angkat menjadi Kepala Pasar Defenitif. Besar Dugaan Kepala Pasar setor hasil pungutan dana liar pada pimpinan.

Menurut siswandi (pengawas) pasar sadang serang, "dalam pungutan biasa saja tidak ada yang di lebihkan sesuai dengan perintah kepala pasar (Zepy), hanya kesulitannya dalam pungutan yang tadinya harian menjadi bulanan, bila pedagang tutup,  dan rata-rata pedagang lebih dari satu kepemilikannya, itupun di jadikan gudang,  tapi pasti di tarik pungutannya dalam restribusi. Pedadang pasar sadang serang sekitar 480 jongko,  dan di wajibkan setor restribusi demi menggenjot pendapatan,  sebulan bisa setor 23 juta kadang lebih, dan masih terus dalam pembenahan demi kenyamanan, selaku pengawas tugas kami hanya itu adapun yang lainnya saya tidak tahu,  bisa di tanyakan pada kepala pasar "tuturnya.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Ketum BKC Kota Bandung, Agung Satria Negara "Siap Membuat Prestasi Yang Lebih Baik"

Ketua Umum Bandung Karate Club (BKC) Kota Bandung, Agung Satria Negara menyatakan, kiblatnya BKC di seluruh Indonesia karena kita tahu BKC itu lahir dan adanya di Kota Bandung. Setelah kami ditugaskan mandat langsung dari Ketua Dewan Guru (KDG) untuk bisa membuat prestasi yang lebih baik dari kepengurusan yang sebelumnya. Menurut Agung, program kerja jangka pendeknya kita tanggal 12 maret 2017 menghadapi ujian kenaikan tingkat. Alhamdulillah, sudah seribu peserta yang mendaftarkan dan mungkin untuk bulan depan (April 2017) kita mengadakan Kejurcab di Kota Bandung.

“Di 2017 ini, target kita di Kejurnas di Batam kurang lebih akhir tahun inilah. Ajang Kejurcab di 23 april 2017 ini akan saya jadikan sebagai seleksi siapa-siapa saja yang bisa maju di Kejurnas. Kita akan mengirimkan apakah per wilayah? Apakah per provinsi? Karena kita ketahui bahwa Kota Bandung ini adalah salah satu anggota Wilayah I BKC. Jadi Wilayah I termasuk Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat dan Kota Bandung. Itu salah satu yang akan dibahas Rakor di Ciater-Subang itu untuk persiapan Kejurnas nanti,” kata Agung disela-sela Rakercab dan Pelantikan Pengurus Cabang BKC Kota Bandung masa bhakti 2017-2021 di Gedung DPD Partai Golkar Kota Bandung, Sabtu (4/3/2017). Mengangkat tema untuk BKC Kota Bandung lebih solid dan kuat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Guru BKC, Iwa Rahardian Arsanata dan undangan terkait lainnya.    

Disebutkan Agung, persiapan Kejurnas ini kita mengadakan TC seperti awal kemaren. Saya istirahatkan dulu setelah kita menghadapi Walikota Cup. “Alhamdulillah BKC Kota Bandung bisa memenangkan 5 medali emas, bahkan dari tiga medali emas tersebut akan mewakili dari Tim Porda Kota Bandung. Itu yang mungkin kita maksimalkan. MoU juga ada, seperti Orangtua Asuh, karena BKC ini berdiri sejak tahun 1966. Jadi yang merasa dirinya waktu SMP, masih kelahiran tahun 1960, 1970, yang bekerja di instansi-instansi, bisa dikerjasamakan. Tujuan untuk mensejahterakan atlit dan pelatihnya,” katanya.

Menurut Agung, jujur di BKC ini mempunyai 1.500 orang yang aktif sekarang ini tersebar di 68 Dojo yang ada di Kota Bandung.  Dan saya pikir itu jadi kebanggaan di BKC. Nah kelebihan di BKC ini pengkaderannya diutamakan kepada usia dini. Mulai dari usia SD, SMP, makanya jangan heran kalau akang-akang main ke SD-SD se Kota Bandung, semuanya pakai lambang BKC.

“Karena jujur karate ini begitu banyak animonya. Jadi persaingannya pun pasti akan ketat, tapi itu kita anggap sebagai persaingan yang sehat. BKC menjadi kiblat barometer khususnya untuk BKC seluruh Indonesia, karena BKC ini mempunyai cabang hampir di seluruh Perwakilan Indonesia. Karena Kota Bandung yang melahirkan BKC, otomatis Kota Bandung harus selangkah di depan daripada yang lain,” tambahnya.


By: Yefri Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, March 15, 2017

Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat, R. Fitrun Fitriansyah: “Sistem Politik Bagaimana Kepemimpinan Melayani Rakyat Tanpa Harus Berbenturan Dengan Persoalan Hukum”

Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat,  R. Fitrun Fitriansyah saat dijambangi di ruang kerjanya mengatakan, untuk 2018 pemimpin Jawa Barat harus pemimpin yang benar-benar dicintai oleh rakyat. Kalau dia dicintai ku rakyat minimal dia juga bersungguh-sungguh. Dia merasa terbebani seperti apa? Walaupun itu sederhana, susah. ditambah lagi pencitraan, tapi karena bagian dari ikhtiar teu nanaon.

Khusus pengkaderan, Kang Fitrun menjelaskan, kalau pengkaderan internal kita fokus saja sekarang. Untuk itu, semua DPC sedang mempersiapkan pendidikan politik yang begitu simultan. “Jadi kita berharap di pemilihan legislatif (pileg) 2019 itu benar-benar bisa menghasilkan kader yang bukan hanya ikut kontestasi saja, tapi mereka sudah memahami apa yang harus mereka lakukan. Jangan sampai mereka, ketika mereka siap bertarung. Kemudian ketika mereka menang mereka tidak siap melakukan kerja. Politik untuk membela rakyatnya itu yang harus di training. Soalnya kalau mereka sudah jadi, kadang mereka lupa dengan kesibukannya. Agenda kunker we , ka kaler ka kidul, ka kaler ka kidul, aya we teu beres-beres, teu karasa 5 tahun habis, pemilu lagi,” tandasnya.

Makanya, tutur Fitrun, di Hanura kita ada yang disebut apa namanya pendidikan politik sekolah kader. Mereka kita kasih bekal, bagaimana sistem politik, bagaimana kepemimpinan dan bagaimana melayani rakyat tanpa harus berbenturan dengan persoalan hukum. Kesadaran ini kan penting. “Kalau dia hanya berpikir berkuasa untuk mendapatkan kursi. Ya, akhirnya akan seperti ini juga. Kita harus punya warna tersendirilah. Insya Allah, apapun program yang hari ini kita lakukan kita harus bertahap menyelesaikan program kerja, sehingga menghasilkan Wakil-Wakil Hanura nu bararenar, kan begitu? Yang susah mah Wakil yang benarnya. Kalau yang ingin mah banyak,” selorohnya.   

Fitrun menyatakan, kita konsentrasi untuk menghadapi verifikasi di pilkada, Pertama, Verifikasi KPU, bagaimana kita lolos jadi peserta Pemilu di 2019 dan segala energi kita konsentrasi kesitu. Kedua, bicara partai adalah bicara bagaimana kita bisa melakukan tata kelola kekuasaan dengan baik, salah satu pintunya adalah jadi pemenang di Pilkada. “Jadi kita konsentrasi dua agenda besar itu, dan kita inginkan kader-kader kita adalah di daerah yang bisa merebut posisi pilkada itu,” katanya.

Harapan kedepan, imbuh Fitrun, target kita ga muluk-muluk, di 16 kota/kab se Jawa Barat. Target di internal kita itu, menang di 7 daerah. “Wabil Khusus di 5 daerah menjadi prioritas kita untuk mengusung kader sendiri, sehingga warna partai dan keputusan partai dalam rangka memberikan  pelayanan yang terbaik terhadap rakyat yang bisa kita dilakukan. 5 daerah itu yang mana? Ya, rahasia dapurlah.”



By: Yefri Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, March 14, 2017

BBWS JABAR GIRING PELAKU PENCEMARAN SUNGAI CIDURIAN UNTUK DI PROSES LEBIH LANJUT

Di saat Peringatan Hari Air Dunia ke 25, BBWS Provinsi Jabar dapat surprise 1 Box kotoran sapi. Humas BBWS Provinsi Jabar Joko, memergoki dan membawa oknum yang melakukan pencemaran sungai cidurian Jl. Inspeksi BBWS, pada hari selasa 14-03-17 pukul: 13:40 wib yang menurutnya, "ini sudah pelanggaran, kami yang merawat sungai, mereka yang mengotori sungai. Tersangka membuang Kotoran Sapi yang mencemarkan sungai, dengan kemasan memakai Blong Plastik ukuran 50 liter sebanyak 1 (satu) mobil Box Carry lengkap dengan alat mesin hisap dan selang serta viva paralon. Tersangka di giring langsung ke Kantor BBWS beserta barang bukti 1 unit Mobil Box No Pol D 8375 EI, warna hitam bertuliskan BIOMETHAGREEND lengkap dengan isinya, sontak saja semua jajaran BBWS keluar untuk melihat kejadian tersebut, tersangka pelaku yang cemarkan sungai langsung di mintai keterangan lebih lanjut di ruangan Humas BBWS.

Menurut keterangan dari supir (Yadin) dan 2(dua) orang kenek, dirinya sudah dua kali membuang kotoran sapi olahan yang di anggap gagal pada saat di olah, tidak menjadi pupuk dan gas, hanya menimbulkan Bau dan Asam tinggi serta bau menyengat hidung, seharusnya mereka mebawa limbah tersebut ke lokasi perusahan yang berlokasi di Jatisari Sumedang, hanya saja tanggung karena kebetulan habis menguras kotoran sapi yang gagal, dan akhirnya membuang di sungai cidurian, kotoran sapi olahan untuk keperluan masyarakat di gunakan pengganti Gas dan Pupuk, hanya gagal jadi di buang ke sungai, sekalian berencana pulang "tuturnya.

Naas mereka tertangkap tangan dan di giring langsung menuju kantor BBWS Provinsi Jabar, berkordinasi dengan Polsek Rancasari guna penyelidikan lebih lanjut untuk di prosess. BIOMETHAGREEND ini gagasan dari seorang yang bernama Dr. Muhamad Fatah Wiyatna, S.Pt., M.Si, yang juga Dosen UNPAD dan selaku Owner (pemilik) dari perusahaan, dalam programnya ramah lingkungan bukan kebalikannya (tidak ramah lingkungan). Selang beberapa lama pengurus Biomethagreend datang ke polsek rancasari guna mengurus sopir (pelaku) yang sedang dalam pemeriksaan, bahwa ini sebenarnya project BPLH Kota Bandung juga dan sebagai rekan dekan Walikota Bandung (Ridwan Kamil) "tutur Arsad.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

WARGA GBA BOJONGSOANG TOLAK TOWER ILEGAL PT DAYA MITRA TELEKOMUNIKASI "minta segera di BONGKAR"

Meninjau langsung ke lokasi berdirinya Tower Kombat (sementara) Pt. Daya Mitra Telekomunikasi sejak bulan Maret 2016 di Perumahan GBA 1 Blok C No.287 Rt 4/13. Desa: Bojongsoang Kecamatan: Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada hari kamis 09-03-17 pukul: 12:45 wib, saat di mintai keterangan di kediaman Dadang Sutisna (Ketua Rt 4), benar bahwa warga kami ada yang menolak dengan berdirinya Tower tersebut, yang sudah hampir setahun, yang sebelumnya bersifat sementara hanya 3 (tiga) bulan, ternyata berlangsung lama, bahkan berjanji untuk membangun jalan warga,  dan memberikan uang konpensasi buat warga untuk yang terdekat berkisar 1,5 jt dan yang sedikit agak jauh 500 ribu, selama jarak kena radius radiasi tower, tapi sampai saat ini tidak ada yang di berikan dari pihak tower, bahkan awalnya meminta ijin warga untuk segera tanda tangan, dan saya bingung dalam hal ini keuntungan dan kerugiannya harus di jelaskan dulu, dan bisa lebih jelas lagi tanya pa rana ketua rw 13, karena saya kurang paham "tuturnya.

Beranjak dari ketua rt 4 (Dadang Sutisna), menuju langsung ketua rw 13 (Rana Rusmantana), sayangnya saat itu ketua rw tidak ada di tempat, menurut istrinya (di bengkel). Tower Combat Ilegal tersebut masih berdiri dan sudah berkarat, warga panik dengan adanya tower, pasalnya pernah kejadian tv warga meledak akibat tersambar petir akibat adanya tower,  walaupun mendapat ganti rugi senilai barang yang rusak, belum lagi bila angin kencang, warga di sini khawatir tower setinggi 20 meter lebih rubuh dan menimpa rumah warga, karena tidak ada jaminan asuransi yang jelas, di tambah saat ini musim penghujan, angin cukup kencang dan petir yang cukup menggelegar, ngeri pak "tutur warga. Warga melayangkan surat pada pemerintahan setempat,  agar tower dengan ketinggian  kira kira 20 meter lebih itu segera di perjelas statusnya.  Pendirian tower sementara itu berfungsi untuk menanggulangi masalah trafik komunikasi di jalur padat.

Di konfirmasi langsung Pt. Daya Mitra Telekomunikasi senin 13-03-17 pukul: 11:15 wib, bertempat di Jl. Cilaki No 34 Kelurahan: Cihapit Kecamatan: Bandung Wetan Kota Bandung. Winarto dan Arif selaku Sitat (Staff Legal) mengakui, benar adanya bahwa permasalahan di lapangan belum kondusif dan masih rancuh, pihaknya langsung turun tangan, dan berusaha menyelesaikan masalah, dan mengakui bahwa selama ini belum kantongi IZIN, hanya mengantongi keterangan tanda tangan warga, walau ada salah satu warga yang menolak, tapi pihaknya masih berusaha, dan menunggu untuk di fasilitasi ketemu terhadap warga yang menolak, dari pihak yang sudah di bentuk, temasuk pihak dari babinsa, mengenai tower rubuh dan terjadi korban jiwa, pihaknya terdiam..? menurut saya izin untuk tower combat tidak perlu, karena sifatnya temporari (sementara), kecuali sudah permanen, baru kita ambil langkah urus perizinan, karena kami juga tidak mau sia-sia, dan kami asuransikan bila ada kerugian materi akibat tersambar petir, . "tutur Winarto.

Sudah hampir satu tahun tower combat ini berdiri, warga panik lantaran dampak radiasi dari tower tersebut, selain itu psikologi warga yang berada di sekitar lokasi juga terganggu, seharusnya tower sudah diturunkan  karena sifatnya hanya sementara (temoporari) hanya 3 bulan saja pada awal nya, akan tetapi sampai hari ini masih berdiri kokoh tower tersebut, ”kata salah satu warga sekitar.
Pada akhirnya puluhan warga Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang megeluhkan keberadaan Compact Mobile Base Station atau biasa dikenal dengan tower combat karena tidak memiliki izin sampai sekarang 2017. Tidak hanya itu saja, berdasar kan surat yang di tembus kan kepada bapak Bupati Bandung , jelas penolakan secara tertulis oleh pemilik rumah di samping tower itu berdiri , akan tetapi masih sangat berharap tower tersebut bisa di bangun permanen, "kamipun lakukan griliya untuk segera menemui pihak warga yang menurut kami tidak menjustice pemilik rumah  menolak, kami terus dalam 2 minggu sekali juga di kontrol bahkan dari pihak babinsa bojongsoang pa sugito lagi memidiasi agar segera di pertemukan dengan pemilik rumah samping tower agar ada solusi Bahkan jika memang tidak ada titik temu sampai akhir maret ini akan kami bongkar, "tutur winarto perwakilan dari mitratell kepada media.
 

Ralat Berita 

Selasa , 14 Maret 2017

Pada  Pemberitaan Selasa , 14 Maret 2017 terdapat berita berjudul  WARGA GBA BOJONGSOANG TOLAK TOWER ILEGAL PT DAYA MITRA TELEKUMUNIKASI  “ Minta Segera Di Bongkar ’. Pada berita tersebut terdapat kekeliruan atau ke khilafan kami akibat salah pengetikan di alinea  kalimat, yang tidak bermaksud untuk menyangkut siapapun atau intasi apapun khususnya terhadap TNI.


Atas kekeliruan tersebut Wartanusantarajabar Online News mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang bersangkutan. Ralat ini menjadi pelurusan atas kekeliruan pada berita tersebut. Terima kasih. (RED) 


By: Hdr/Wahyu Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, March 12, 2017

BRI BANDUNG PIMPINAN KANWIL M. FANKAR UMRAN “Kita Tetap Fokus Pada Pengembangan UMKM”

Pimpinan Wilayah Kantor BRI Bandung, M. Fankar Umran menyatakan, masalah inkubasi itu belum bisa diukur, berapa rupiah, tapi yang namanya inkubasi adalah bagaimana kita membuat yaitu pertama, yang belum berpikir bisnis harus berpikir bisnis bagaimana mengembangkan perbaikan inovasi-inovasi baru terhadap suatu produk. Kedua, bagaimana membuka akses pasar. Setelah itu baru kemudian dia butuh modal berapa?, “Kalau kita bicara tentang inkubator atau inkubasi bisnis, kita tidak bicara tentang volume bisnis, tapi bagaimana semakin banyak orang atau pelaku yang terlibat dalam urusan bisnis dalam hal ini termasuk UMKM pemula.

Banyak fasilitas-fasilitas BRI yang diberikan untuk mendukung pengembangan inkubasi terhadap binaan-binaan UMKM itu ”kata M.Fankar Umran disela-sela kegiatan CEO Talk dan Workshop mengenai Jurus Bisnis Rakyat, “Model Bisnis yang Bankable” di Graha Sanusi Kampus Unpad, Dipati Ukur, pada hari jumat (10/3/2017). Acara ini merupakan salah satu program Unpad BUMN Center of Excellent (Unpad-BCE) untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan BUMN. Saat di tanyakan seberapa besar porsi UMKM? M. Fankar Umran menjawab, “Porsi UMKM tahun 2016 sebesar 73%. Artinya hampir semua sudah banyak yang berkembang.

Sekarang BRI bertransformasi dari sangat konvensional masuk ke digital tetapi tidak berarti melupakan UMKM. Kita tetap Fokus pada pengembangan UMKM, tetapi bagaimana supaya mereka go-digital. Di tempat yang sama, Direktur Utama BRI Asmawi Syam kepada wartawan mengatakan, kita menyediakan tempat untuk mereka berkumpul bersama-sama menuangkan kreatifitas mereka untuk bisa saling mengisi satu dengan yang lainnya, dan kalau hasilnya ada, ini akan kita pantau kalau ini layak untuk mendapatkan permodalan kita biayai atau mungkin mereka ingin berkolaborasi dengan para pengusaha yang sudah berhasil.

Asmawi Syam menjelaskan, yang kita dapatkan selama ini karena mereka punya ide-ide tetapi mereka tidak punya modal, pilihan mereka bisa berkolaborasi dengan pengusaha yang sudah berhasil. Kita bantu melalui banking capital. Yang kita lakukan investasinya bukan hanya investasi property. Misalnya mesin atau teknologi-teknologi canggih, tetapi kita juga berinovasi, “Ya, kita didik. Kita kirim anak-anak muda itu untuk belajar di luar negeri mengambil master di bidang teknologi. Misalnya peluncuran satelit kita kirim 12 orang untuk mempelajari bagaimana satelit itu beroperasi, bagaimana satelit itu dikendalikan. Kemudian kita juga berinvestasi di bidang customer experience. Kita mendidik para nasabah juga untuk menggunakan digital banking dengan baik,” katanya.

Menurut Asmawi Syam, untuk full digital branch kita bangun di 13 tempat yaitu tiga di airport di Jakarta, Medan dan Makassar. Kemudia ada 10 di mal-mal yang saya resmikan di Kota Casablanca. “Jadi investasi itu tidak hanya di capital asset, tapi juga di human asetnya, kemudian kita juga melakukan campaign untuk memperkenalkan digital terhadap anak muda,” katanya.
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Unpad BUMN Center of Excellent (Unpad-BCE), Ernie Tisnawati Sule menjelaskan, Unpad-BCE mempunyai tiga program yaitu, Collaboration Center, Learning Center untuk peningkatan SDM dan Study Center yang didukung oleh pusat informasi dan data BUMN.  Acara ini bagian dari Collaboration Center yang tujuannya untuk menciptakan kerjasama antar BUMN, BUMN dengan  Unpad, dan dengan berbagai pihak.

Acara ini juga upaya untuk mengangkat BRI sebagai salah satu BUMN yang berperan pada peningkatan roda perekonomian, khususnya di sektor riil masyarakat mikro, karena BRI sudah memiliki brand identity khusus dalam pengembangan usaha kecil dan menengah. Kami melihat ini adalah peran CEO, pimpinan puncak BRI Asmawi Syam yang punya komitmen kuat untuk fokus pada pengembangan usaha rakyat, karena itu kita selenggarakan CEO Talk. Acara ini adalah salah satu program Unpad-BCE yang tidak hanya dengan BRI tapi bisa juga dengan BUMN lain mengenai kiprah BUMN dalam perekonomian bangsa ini,” katanya.


By: Yefri Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, March 10, 2017

APPI JABAR SIAP LEBARKAN SAYAP DAN CEGAH KORUPSI BERSAMA UNIVERSITAS UNIKOM

Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia Jawa Barat bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) gelar seminar nasional pada hari rabu 08-03-17 pukul: 10:00 wib, di gedung unicom bandung. Tekad Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia Jawa Barat (DPW APPI Jabar) untuk melebarkan sayapnya kali ini di wujudkan dengan mengadakan seminar nasional yang mengangkat tema tentang, Pengadaan Secara Elektronik dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi yang terselenggara berkat kerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia (FH UNIKOM).

Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan seminar nasional ini dan berharap dengan adanya seminar nasional ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan dalam bidang pengadaan di Indonesia. Seminar nasional ini juga mengundang instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta, universitas-universitas, sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta, ”ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Ketua LKPP Republik Indonesia, Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Dekan Fakultas Hukum Unikom dan Ketua Umum DPN APPI juga turut hadir sebagai narasumber dalam acara seminar nasional kali ini. Seminar nasional yang diselenggarakan pada Rabu (8/3/2017) di Auditorium Lt.17 Gedung Baru UNIKOM secara resmi dibuka oleh Rektor UNIKOM, Bapak Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto. Ketua Umum DPN APPI Sabela Gayo, SH., MH., Ph.D. selaku dalam sambutan mengatakan, dengan adanya kegiatan seminar nasional ini, maka diharapkan dapat mengidentifikasi, mengkolaborasi, dan mengumpulkan berbagai fakta, informasi, saran dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders).

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengenai pelaksanaan, hambatan dan tantangan baik secara teknis maupun hukum sekaligus proyeksi kedepan bagi perbaikan dan penyempurnaan penerapan sistem E-Procurement di Indonesia, seperti catalog elektronik (E-Cataloque), E-Purchasing, E-Tendering, dan E-Seleksi dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah, Sabela Gayo menjelaskan, semoga kegiatan seminar nasional ini dapat menjadi bahan diskusi awal yang memperkaya khasanah pengetahuan para stakeholders pengadaan barang/jasa pemerintah mengenai berbagai aspek hukum terkait dengan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Indonesia.

Senada dengan itu, Ucok Rolando Parulian Tamba, SH., MH., selaku Ketua DPW APPI Jabar yang dilantik sebelum acara pelaksanaan seminar nasional ini berlangsung mengucapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya untuk mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua DPW APPI Jabar. Dirinya berharap semua elemen masyarakat baik pemerintah maupun swasta dapat bersama-sama memahami serta mengerti mengenai proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik, yang mana merupakan salah satu metode Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dianggap dapat menurunkan tingkat penyimpangan dan praktik korupsi. Kita sudah tahu bersama bahwa praktik korupsi sangat merugikan masyarakat Indonesia  dan praktik korupsi sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, saya optimistis melalui seminar nasional ini dapat menjadi bekal yang positif bagi setiap elemen masyarakat, "katanya.   


By: Yefri Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, March 8, 2017

BANJIR DAN SAMPAH KEMBALI SERANG KABUPATEN BANDUNG

Pada hari selasa, 07-03-17 kira kira pukul: 21.00 wib, air mulai datang hingga saat ini hari rabu air di bertahan ketinggian 200 Cm, akibat lebat nya hujan semalam luapan air cikapundung dan citarum terus naik, mengakibatkan wilayah bojongsoang kp. cijagra RW 10 terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 200 cm lebih, dan mengakibat kan ruas jalan terusan bojongsoang macet total .

Di sisi lain para warga pengungsi yang di evakuasi oleh relawan dari berbagai elemen, turut membantu mengevakuasi warga korban banjir  di wilayah bojongsoang,  gudang tanggo milik pak joko yang menjadi tempat mengungsi para warga korban bencana banjir. Menurut asep kasie kesra desa bojongsoang "warga sementara yang mengungsi di sini,  ada 55 kepala keluarga dengan jumlah orang 295 jiwa, termasuk beberapa lansian dan balita, dua (2) orang warga yg di rujuk oleh puskesmas bojongsoang ke rumah sakit terdekat guna mendapat kan pelayanan kesehatan lebih baik  "tuturnya.

Hal senada juga di tuturkan oleh bapak ridwan selaku babinkamtimnas desa bojongsoang "masih sebagian warga rw 10 yang belum mengungsi ke gudang tanggo, tadi aja saya mencoba blusukan untuk memantau ke beberapa rumah di wilayah RT 01 sampai rt 08 masih banyak warga yg memilih bertahan di karenakan ada dua lantai rumahnya , dan ada juga tetangganya yang turut mengungsi dan baru sebagian kecil saja yg terjakau oleh nasi bungkus yg di sediakan oleh SIBAT PMI bojongsoang, di perkira kan ada 400 jiwa an " tambahnya.

sampai saat ini warga yg lain terus berdatangan untuk mengungsi dan dari pihak puskesmas juga telah memberikan pelayanan kesehatan untuk korban banjir yang di perkirakan masih terus berdatangan.


By: Wayhu Sunda Poa (Ina-ina)

AGUS RAMLAN KORBAN MALL PRAKTEK RS RAJAWALI dan CICENDO BUTA PERMANEN "Kembali Bersabar Tunggu Putusan PN Bandung"

Kembali di gelar kasus mall praktek yang menyebabkan Agus Ramlan Buta Permanen selama 20 Tahun pada hari rabu 07-03-17 pukul: 09:15 wib, Agus Ramlan kembali mengelus dada, setelah megikuti Mediasi dengan para tergugat, yang dipimpin oleh Kepala Pengadilan Negeri Kota Bandung (Budi Santoso).

Agus yang pada saat itu baru keluar dari  Ruang Mediasi sekitar pukul: 12:30 wib menyatakan keluh kesahnya kepada kami tentang kekecewaannya, dan mengungkapkan bahwa dia harus menunggu seminggu lagi.

Persolan di karenakan dari pihak tergugat I (satu) Dr Maryono  dan tergugat II (dua) RS Rajawali, belum ada kesepakatan dalam hal pelaksanaan putusan MA tertanggal 25 Agustus 2016, dimana gugatan kasasi tersebut kedua belah pihak diwajibkan untuk membayar ganti rugi kepada penggugat sebesar jumlah Rp 750.000.000..

Hal ini terurai dalam pernyataan yang disampaikan oleh Dr Maryono yang menyatakan pada saat ini tergugat I (satu) ini baru memiliki uang sebesar Rp 100 000 000.- sehingga belum bisa untuk membayar uang ganti rugi kepada Agus Ramlan, padahal surat pemberitahuan untuk pelaksanaan putusan MA ini sudah dikirim jauh-jauh hari.

Akhirnya Pimpinan PN Kota Bandung (Budi Santoso) menjawab, "bahwa hal ini dilaksanakan tanggung renteng dengan pihak RS Rajawali adapun pembagiannya diserahkan kepada pihak Tergugat". Dari pihak tergugat II (dua) mengakui dan menyatakan kebenarannya dari apa yang disampaikan Pimpinan Mediasi di PN Bandung, dan menyatakan agar Dr Maryono untuk segera berkomunikasi dengan pihak RS Rajawali agar bisa berkomunikasi dan berbagi pos keuangan untuk membayar ganti rugi kepada Agus Ramlan yang sudah di rugikan cukup lama sejak tahun 1992 sampai saat ini,  agar bisa dilakukan sesuai putusan MA, yaitu tanggung renteng dan di bayar seketika.

Hal tersebut di benarkan dan di jelaskan kembali oleh Budi Santoso dan akhirnya diputuskan agar pelaksanaan putusan MA ini di tunggu sampai Hari Selasa depan tanggal 14 Maret 2017 dan menegaskan kepada pihak tergugat I (satu) dan II (dua) untuk berkoordinasi dengan baik dan segera menyiapkan  kewajibannya, dan jangan berlarut-larut lagi.


By: Asep KW

Sunday, March 5, 2017

SAMPAH PASAR BALEENDAH KEMBALI JAYA DAN MENGGUNUNG SETINGGI ATAP GENTENG RUMAH

Saat di tinjau langsung ke lokasi Pasar Baleendah Kabupaten Bandung, minggu 05-03-17 pukul: 13:15 wib, betapa Ironis melihat situasi pasar tersebut yang begitu parahnya tumpukan sampah menghabisi hampir halaman bongkar muat pasar. Dasyatnya SAMPAH PASAR BALEENDAH Kabupaten Bandung, setinggi hampir rata dengan genteng rumah, ketidak becusan Pengelola Pasar dan Dispertasih Kabupaten Bandung yang kurang respect dalam pengelolaan sampah pasar ini, menjadi pemendangan yang tidak sedap.

Hal ini selalu terjadi dan terus berulang, di anggap biasa saja, padahal dampak dari sampah banyak membawa penyakit dan pemandangan yang cukup menyedihkan. Dalam kepedulian sampah harus di gerakan mengingat musim penghujan dan banjir di sejumlah wilayah kabupaten bandung,  dengan adanya aliran sungai tidak baik dan drainase yang cukup buruk, di tambah sampah yang cukup membeludak sampai menggunung, sampai belatung bertebaran ke jalan dan lalat  yang terbang berhamburan tapi menjadi pemandangan yang sangat buruk. 

Menurut pedagang pasar,  sampah pasar sudah sangat menghawatirkan dan meresahkan kami para pedagang, sampai halaman bobgkar muat barang saja hampir habis,  dan sulitnya untuk melakukan bongkar barang. Untuk kios permanen per tahun Rp. 100.000, untuk balik nama kios sekitar Rp. 1.000.000 restribusi tetap di ambil harian. Pungutan Restribusi harian sebesar Rp. 3000, biaya listrik Rp. 50.000 s/d Rp. 70.000 per bulannya,  dan sementara pengelola pasar baleendah sendiri tidak pernah tanggap dalam keluhan pedagang, khususnya kebersihan.

Pengelola Pasar hanya menjanjikan pepesan kosong mengenai pengangkutan sampah pasar, bila di tanya oleh pedagang selalu mengalihkan permasalahan ini kepada Dinas Dipertasih Kabupaten Bandung, dengan alasan yang kadang tidak masuk akal, para pedagang juga sudah bosan dengan janjinya, pengelola pasar hanya memikirkan uang restribusi pedagang saja, sementara pedagang tidak pernah susah dalam menarik uang kebersihan, tetapi kebalikannya sampah selalu di abaikan, harapan pedagang mengenai hal seperti ini baiknya ada kerja sama yang baik antara pengelola pasar dengan dinas terkait agar sinergis "tutur pedagang.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

ANDRI SALMAN DIRUM PD PASAR AROGAN DENGAN MELARANG MASUK DUA KABID DAN MENYEGEL RUANGAN

Direktur Umum dan Keuangan (Andri Salman) PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, cekal 2 (dua) orang Kabidnya Kabid Aset (Pengelolaan dan Pemeliharaan Asset) dan Kabid PPI (Pengembangan Produk dan Investasi) lewat security untuk di melarang ngantor masuk kerja, sementara masih status jelas sebagai karyawan, dalam hal ini seorang Direktur Umum (Andri Salman) PD Pasar terkesan Arogan dan tidak Profesional sebagai pimpinan. Kejadian bermula hari rabu 08-02-17, menginstrusikan kepada security kantor PD Pasar, untuk berjaga di depan kantor dan melarang Kabid Aset (Ir. Budianto Purba)  dan Kabid PPI (Ambrosius Dwi H, ST) untuk masuk kerja serta memasuki ruangan.

Sadar akan dirinya di halangi tidak di ijinkan masuk untuk bekerja oleh security PD Pasar Bermartabat atas perintah Andri Salman secara lisan kepada keamanan,  maka kedua kabid balik kanan. Keesokan harinya dua kabid ini kembali ngantor kamis 09-02-17, dan mendapatkan perlakuan yang sama seperti kemarin penolakan, di larang masuk kerja dan ruangan sudah di segel "menurut kabid Aset dan PPI.

Kedua kabid melayangkan Surat Klarifikasi yang sudah di persiapkan kamis tertanggal 09-02-17 untuk Pimpinan PD Pasar Bermartabat, perihal alasan dirinya di cekal dan di larang masuk kerja, sementara masih status jelas karyawan, dan batas waktu senin 13-02-17 untuk balasan jawaban suratnya. Sementara sampai saat ini tidak ada tanggapan dan penjelasan dari pihak Satuan Pengawas Internal maupun jajaran Direksi PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung, mengenai penolakan atau larangan akan dirinya untuk beraktifitas bekerja di kantor, bahkan mereka (kabid) merasa pimpinan tidak profesional dan di nilai permainkan harga diri karyawan selaku bawahan serta dzolim memperlakukan pekerja semena-mena tanpa ada kejelasan dan kepastian, sementara status masih karyawan PD. Pasar.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, March 4, 2017

KEJAR PROFIT PD PASAR BERMARTABAT BANDUNG TABRAK ATURAN

Saat di temui langsung pada hari selasa 21-02-17 pukul: 12:15 wib, Vekki (Humas dan Hukum) PD. Pasar Bermartabat Bandung menjelaskan, Dirut sedang tidak ada di tempat, dengan alasan sibuk dan tidak bisa di temui dalam waktu singkat, dengan konteks laporan harus valid tentang pengaduan, dirinya juga mengapresiasikan bahwa pemberitaan harus imbang. Dari awal di lantik sampai sekarang sudah 6 (enam) bulan,  para direksi penuh kesibukan, di karenakan banyak permasalahan di lapangan dan harus di selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,  dengan adanya direksi yang baru ini, pasar banyak perubahan, Pd Pasar berjalan berdasarkan Perwal Produk tahun 2008, maka dari itu berjalan sesuai dengan perwal,  kendala di lapangan banyak terjadi dalam hal income dan outcome, dan masih dalam terus di genjot "pedagang yang memiliki kios lebih dari satu, hanya membayar 1 kios dan ini sangat berpengaruh untuk pendapatan kami "menurut vekki.

Penyertaan modal 18 M angaran tahun 2015 hanya di peruntukan untuk biaya pembangunan pasar,  tidak di peruntukan operasional. Sebanyak 40 Pasar asset pemkot hanya beberapa saja yang sudah jadi sertifikat,  selebihnya belum ada,  dan masih di akselerasi,  karena aset yang sudah di pisahkan menjadi perusahaan daerah yang sebelumnya aset kedinasan,  dan sedang di genjot dalam memberikan profit untuk pendapatan daerah. Income tidak berbanding dengan operasional cost, dari jumlah 17 ribu pedagang, yang di tarik hanya 2 ribu pedagang, dengan alasan tidak berjualan dan tutup dari 40 pasar sekota bandung. Sementara biaya operasional meningkat dan Bila di cover semua seperti dengan benar asuransi, listrik, pbb, pajak maka akan mines dalam penghasilannya.
Maka PD. Pasar Bermartabat tidak mematuhi sedikit aturan yang berlaku,di bayangkan bila semua itu di lakukan,  tentu akan berpengaruh dalam hal pendapatannya. Sementara saya pribadi (Vekki) gaji saja masih di bawah dengan jabatan yang sekarang,  tapi saya enjoy saja dan berusaha terus untuk bekerja,  karena saat ini dapur saya si PD. Pasar Bermartabat, demi mengejar income agar dapat maksimal profitnya untuk pandangan bisnis, maka harus bisa di perhitungkan, walaupun saya tahu dan mengerti masalah ini di picu oleh siapa "tuturnya.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, March 3, 2017

PEMKOT BANDUNG BIARKAN MONOTEL HOTEL RAMPAS HAK PENGGUNA JALAN

Monotel Hotel yang terletak di Jl. Dewi Sartika No18 code pos 40251 Kota Bandung, dan sudah beroperasi sejak Juli 2016 dengan bangunan tinggi 4 (empat) lantai dan berjumlah 27 kamar, sewa kamar bervariasi dari harga 250 - 500 ribu/kamar. Terlihat Monotel Hotel berdiri di tengan kota yang berdekatan dengan Mall, dan Mesjid Agung Bandung,  saat di Investigasi selasa 17-01-17 pukul: 14:35 wib.

Irawan sang Owner Monotel Hotel tidak ada di tempat,  dan hanya petugas Reseptionis Hotel yang sedang menunggu tamu untuk menginap. Monotel Hotel sangat merugikan pengguna jalan lainnya,  pasalnya fasilitas umum jalan raya, yang sementinya di nikmati dan di gunakan untuk umum,  malah di salah gunakan untuk Parkiran Kendaraan Tamu yang akan menginap atau mengunjungi Monotel Hotel.

Hal ini terlihat jelas fungsi yang sudah tidak sesuai peruntukan, dan Pihak Dinas Terkait,  termasuk Walikota Bandung tidak merespon akan hal ini,  yang artinya tidak bisa menertibkan secara menyeluruh dalam pelaku pelanggaran dalam otoritas wilayahnya. Ini akan menimbulkan kecemburuan sosial untuk yang lainnya,  dengan contoh yang ada,  bahwa Walikota Bandung jangan tebang pilih dalam melakukan tindakan tegas untuk menertibkan.


By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)

SMAN 1 BOJONGSOANG ABAIKAN MURID BELAJAR "Memilih untuk PIKNIK"

SMAN 1 BOJONGSOANG  Kabupaten Bandung Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang telah mengadakan Study Tour (Piknik) pada hari minggu 26-02-17 pukul: 23:00 wib yang semestinya tidak di lakukan pada saat para pelajar mengikuti wajib belajar,  siswa kelas 11 seluruhnya kumpul persiapan berangkat ke Jogya, di ikuti oleh para guru dan Kepala Sekolah (Opan Sofwan) dan jajaran guru yang lainnya. Sebanyak 6 (enam) kelas dan jumlah 156 siswa/siswi sekolah mengikuti study tour selama 3 (tiga) hari dalam kunjungannya ke Jogya pada hari dan jam belajar Senin, Selasa, Rabu, yang semestinya para siswa wajib mengikuti belajar di sekolah duduk di kelas.

Di jumpai langsung sekolah SMAN 1 Bojongsoang, saat di konfirmasi selasa 28-02-17 pukul: 10:50 wib, guru membenarkan adanya kegiatan tersebut, dan terlihat para siswa lebih asik ngobrol dengan yang lain, dengan jumlah pengajar sebanyak 46, hanya sisa 11 guru,  selebihnya ikut rombongan ke JOGJA, dan ada juga guru yang tidak hadir,  di karenakan tidak ada jadwal mengajar,  sekitar 22 guru ikut meramaikan aksi jalan-jalan study tour kelas 11 (sebelas), termasuk Kepala Sekolah (Opan Sofwan) selaku penanggung jawab sekolah dan yang punya kebijakan, meninggalkan tanggung jawabnya selama proses mengajar dan belajar terhadap siswa/siswi yang lain.

Seperti itik kehilangan induk, sehingga situasi lingkungan sekolah menjadi tidak karuan, dan banyak siswa/siswi yang terlantar memilih nongkrong di sekolah,  karena jam belajar tidak maksimal,  cenderung lebih banyak bermain,  seperti taman kanak-kanak. Walaupun ada segelintir guru yang hadir, di karenakan ada ujian praktek kelas 12. Para siswa di pungut bayaran 1.000.000 per siswa untuk mengikuti Study Tour (Piknik) menuju Jogja selama 3 (tiga) hari kerja senin, selasa dan rabu malam yang rencananya kembali ke bandung,  yang semestinya itu tidak perlu di lakukan,  mengingat mereka semua harus banyak belajar dalam ruangan kelas, apapun alasannya pihak Kepala Sekolah (Opan Sofwan) SMAN 1 Bojongsoang dan para guru yang ikut serta,  telah mengabaikan anak murid didiknya dalam masa belajar dan mengajar, dan jelas itu hak mereka, tidak perlu membawa para muridnya untuk study tour (piknik) pada saat yang tidak tepat, khususnya dalam masa belajar saat jam kerja, kuat dugaan program study tour sekolah hanya alasan saja untuk meraup keuntungan pribadi.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, March 2, 2017

FELLA GOLF BANDUNG PEDULI WARGA KORBAN BANJIR

Dalam Rangka Milad  nya Hari jadi yang ke 35 tahun  FELLA GOLF  Bandung "Berbagi Kepedulian terhadap Korban banjir". Memasuki musim penghujan, warga yang berada di sekitar bantaran Sungai Citarum tampaknya harus bersiap menghadapi musibah banjir tahunan. Sebenarnya, pemerintah baik pusat maupun daerah sudah mengupayakan untuk mengendalikan banjir yang sering menyergap kawasan di Bandung Selatan.

Salah satu upaya pemerintah itu yakni dengan akan membangun kolam retensi di Kampung Cieunteung yang dianggap mampu mengendalikan luapan air di Sungai Citarum, Selain hal tersebut para donatur yang peduli terhadap korban banjir mulai peduli dan turut serta berbagi kepeduliannya, salah satunya  FELLA GOLF Bandung. Dalam Rangka Miladnya hari jadi yang ke 35 tahun  FELLA GOLF  Bandung, dalam usia ke 35 tahun tampak berbagi  kepedulian  terhadap korban banjir Bojongsoang khususnya, dan kabupaten bandung pada umumnya.

Beberapa kegiatan  sosial di beberapa daerah FELLA GOLF  Bandung turut juga peduli terhadap Bencana Nasional  di  Gunung Sinabung tanah Karo Sumatera.Pada hari ini tanggal 2 maret 2017  pengurus  FELLA GOLF  Bandung   bersama  panitia mencoba merasakan kepedihan yang di alami warga desa bojogsoang, yang hampir setiap tahun mengalami musibah banjir . Panitia dan seluruh pengurus  FELLA GOLF Bandung  sebagai bentuk keprihatinan dan empati sedalam - dalamnya, bisa berbagi dengan memberikan bantuan. Dan semoga bermaanfaat untuk semuanya juga bisa  menjadikan sedikit  berkah untuk warga desa bojongsoang yang mengalami musibah banjir  pada saat ini.

ROY MARJUKI  sebagi ketua  menuturkan kepada media "saya turut prihatin dengan musibah banjir  yang menimpa warga bandung selatan, khususnya warga desa bojongsoang ini, semoga tuhan bisa memberikan kekuatan  kepada seluruh warga yang terkena musibah banjir dan bantuan kami semoga bisa bermanfaat". 
Teguh selaku pengurus juga menjelaskan “ FELLA GOLF  Bandung yang terdiri dari 200 anggota member, setiap memperingati hari jadi  FELLA GOLF  Bandung,  kita setiap tahunnya membuat acara bukan hanya hura - hura main Golf dan senang - senang  kami juga ada kegiatan sosial  berbagi, dan di beberapa daerah  bencana khususnya bojongsoang  kabupaten bandung untuk peduli kepada korban Banjir “tegasnya. Hal senada juga di tuturkan oleh Ibu ida selaku pengurus FELLA GOLF  Bandung “semoga bisa bermanfaat  dan barokah untuk semuanya dari kami FELLA GOLF  Bandung “pungkasnya. Di sisi lain menurut kepala desa bojongsoang “saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus  FELLA GOLF Bandung  atas bantuannya yang sudi peduli kepada warga kami dan mudah – mudahan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena bencana banjir ini “.



By: Wahyu Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, March 1, 2017

PELETAKAN BATU PERTAMA TANDAI MITIGASI PEMBANGUNAN TEMPAT PENGUNGSIAN BAGI WARGA DESA DAYEUHKOLOT

Asisten Daerah II Kabupaten Bandung ,Marlan, yang mewakili Bupati Bandung pada hari ini 01/03/2017 hari rabu pagi meletakkan batu pertama Pembangunan Tempat pengungsian Bagi Warga Desa Dayeuhkolot. Acara yang  digelar di Desa Dayeuhkolot Kecamatan dayeuhkolot Kabupaten Bandung,  yang merupakan tempat dibangunnya  Rumah Pengungsian bagi warga Desa Dayeuhkolot.

Yang  Memang benar Selama datang nya bencana Banjir besar  di kantor desa dayeuhkolot warga yang mengungsi tidak muat, dan kadang harus di tampung juga ke koramil dan kantor kecamatan dayeuhkolot. Pada kegiatan ini di hadiri oleh PMI pusat, PMI provinsi, dan PMI Kabupaten Bandung, tidak luput juga berkesempatan hadir juga PMI internasional tampak dari luar negri yang sangat  peduli , serta  Camat Dayeuhkolot, kepala desa Bojongsoang dan dari beberapa Tamu undangan  yang tampak para SIBAT Dari Desa dayeuhkolot Bojongsoang.

SIBAT Citeureup  serta dari perwakilan tokoh pemuda tokoh masyarakat, FKPPI, perwakilan Kapolsek , perwakilan Koramil “saya selaku kepala desa sangat bersyukur atas bantuan dari progam CFR PMI Kabupaten Bandung, dan kebetulan untuk progam pembangunan ini sudah lama  saya rencanakan ,Pada dasar nya bantuan ini sangat bermanfaat sekali pada saat bencana banjir di dayeuhkolot , dengan ada na rumah pengungsian ini di harap kan  bisa mengevakuasi warga lansia , bayi dan warga yang lain nya  juga  bisa termonitor dari segi kesehatan nya dan  Hal lain lain nya, selain pembangunan rumah pengungsian ini juga di bikin penunjang nya juga seperi polindes, MCK , dan air bersih nya  akan di siap kan di tempat ini . “ Tutur Yayan  kepala Desa dayeuhkolot.


By: Wahyu Sunda Pos (Ina-Ina)