Wednesday, November 30, 2022

RPH Baleendah Diduga Kerap Buang Limbahnya ke Parit, Kemana Satgas Citarum Sektor 6 Hendra Gunawan-Citarum




Kab Bandung, Warnus – Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian diduga kerap buang limbahnya ke parit. RPH yang berlokasi di Jl. Mekarsari Rt.06/23 Kel Baleendah Kec Baleendah masih belum maksimal dalam pengolahan limbah hasil potongan hewan sapi dan ayam potong, Jum’at (25/11).

Kolam Ipal di lokasi RPH tampak kurang bagus, meski di olah dengan cara biologi, lokasi juga tampak kumuh. Jalur drainase penuh dengan sisa-sisa hasil jagal hewan, baik kotoran, darah juga sisa isi jeroan hewan. Sapi jagal ada 3 bandar dan ayam potong ada 3 bandar, namun faktanya limbah mereka masih kerap cemari lingkungan.

Nia Kasubag RPH mengatakan, “kepala upt (Atep) di luar rapat, yah di RPH ini ada 3 bandar sapi dan 3 bandar ayam potong, kita akui memang belum maksimal dalam upaya mengolah limbahnya, namun kita berusaha terus untuk memaksimalkan  dalam perbaikan ipal kita ini, “ucapnya.

“Pengolahan ipal kita pakai biologi dan bisa di lihat ada beberapa kolam di sana, kolam awal dan kolam hasil dari pengolahan biologi, dan kita juga selalu uji lab di dinas, dan hasilnya baik layak untuk di alirkan air limbahnya ke sungai.

Untuk ayam potong, lanjut dia, “kita sedang lakukan perbaikan untuk ipalnya, karena mungkin terlalu jauh untuk di salurkan limbahya ke sini, jadi kemarin-kemarin masih kurang maksimal, sehingga limbahnya terutama bulu ayam masih di mana saja, maklum pak sekarang ini ada kemerosotan, biasa potong sehari 22 ekor, saat ini hanya 5 ekor saja, faktor PMK juga, “keluhnya.

Kita juga sebenernya dilema, di satu sisi PAD ditekan, namun di lapangan tidak tercapai, awalnya karema dampak korona terus PMK, tapi kita usahakan biar baik, saat ini juga banyak pesaing dari rumah potong swasta sehingga berpengaruh pada pendapatan, dan juga anggaran yang minim setahun 100 juta hanya untuk operasional, bila anggaran yang lain harus pengajuan dulu, jadi faktor-faktor itulah pengolahan limbah dalam kebutuhannya terbatas, “jelasanya.

Selamet selaku operator limbah RPH, ” saya pakai biologi dalam upaya pengolahan limbahnya, dan menurut saya sudah baik, memang kolam ini kolam lama yang tidak di bersihkan sehingga tampak kurang bagus, tapi kita sudah olah limbahnya, untuk limbah potong ayam saat ini kita masih lakukan upaya biar baik, “paparnya.

Nia juga menambahkan, “kita juga sering di datangi satgas citarum, terakhir lebaran haji, yah mereka lihat dan kontrol limbah RPH, saya lupa namanya tapi jaman pak cecep kepala upt nya sering kok satgas hadir di sini, untuk saat ini saya tidak tahu, apa lagi Kepala UPT (Atep) masih baru satu bulan, jadi belum paham betul, “katanya.

Sementara pihak ayam potong menjelaskan, “bila ke sini habis magrib atau agak malaman baru ramai, karena operasinya ayam potong malam, jadi bisa langsung lihat langsung pemotongan ayamnya, “imbuhnya.

Disambangi langsung ke Posko Utama Satgas Citarum Sektor 6 di Perumahan Stella Baleendah, saat di konfirmasi Dansektor tidak ada di tempat, keterangan posko dansektor sudah pulang, sampai berita ini di terbitkan. (Red)

Friday, October 7, 2022

Rombak Ruko dan Pengeboran Air Tanah Diduga Ilegal, Lurah dan Camat Baleendah Anteng Saja, Ada Apa ?


Kab Bandung, Warnus - Proyek rombak ruko 2 lantai menjadi 3 lantai dan sedang pembangunan. Ruko tersebut rencanya untuk komersil diduga klinik. Perombakan Ruko yang berlokasi di Komplek Matahari Square Jl. Siliwangi Simpang Baleendah dinilai salahi aturan dan pernah di laporkan kewilayahan, Jum'at (07/10).

Ruko yang saat ini masih dalam pekerjaan dan terlihat sedang melakukan pengambilan air tanah dengan cara pengeboran lebih dari 2 pekan, diduga kuat akan menggunakan air artesis, yang seharusnya ruko tersebut gunakan air pam.

Menurut tukang bor, "yah kita sedang bor air sudah beberapa hari ini belum dapat air, sudah ada 40 meter dan banyak material batu di dalamnya, jadi sulit di bornya, "katanya.

"Kita tidak tahu pemiliknya siapa, kita habya di suruh kerja saja oleh mandor, dan ini juga yang kerja kantornya di jakarta, kadang ada perwakilannya kontrol, tapi tidak sering.

Mandor proyek mengatakan, "kita memang kantor di jakarta dan pemilik saya juga tidak hafal, karena kerja di sini berdasarkan kantor pusat saja jakarta, ada perwakilannya suka ke sini kontrol, tapi seminggu sekali, nanti saya sampaikan bila datang mas, "ucap mandor.

Sementara si tempat terpisah, pihak satpol pp kelurahan baleendah sudah pernah di infokan untuk periksa proyek tersebut yang saat ini sedang lakukan pengeboran air tanah, dan siap mengeceknya nanti.

Ditempat lain, keterangan Rt, "bahwa proyek atau pengerjaan tersebut tidak pernah ada laporan ataupun izin, jadi saya sendiri tidak tahu bagaimananya, "tandasnya. (Chox).

Saturday, July 9, 2022

PT MAP Tertangkap Basah, Diduga Limbah Cair Sengaja Digelontorkan ke Selokan

 

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Para Pelaku Usaha ternyata masih belum serius dalam menyingkapi apa itu program citarum, hanya bisa mengucap saya mendukung citarum harum. Fakta di lapangan masih saja terjadi upaya pencemaran Aliran Sungai yang akan menjadi dampak lingkungan dan bisa saja menghambat suksesnya program pusat sebagai percontohan untuk Dunia, Jumat (08/07).

Jauh hari sebelumnya Pt. Multi Adira Plasindo (MAP) yang berlokasi di Komplek Kawasan Industri De Prima Terra Tegalluar Bojongsoang sudah pernah di peringati bahkan sempat di sidak dalam pendataan produksi biji plastiknya, namun masih belum bisa berkomitmen dalam upaya pencegahan pencemaran aliran sungai.

Diduga Pt. MAP sengaja buang limbah cair hasil cucian kabel plastik ke selokan, dengan buih putih susu dan agak kental. Sementara Satgas Citarum Harum masih baru dan hangat memberi arahan dan pendataan untuk menjaga jangan sampai hasil limbah cucian gilingan plastik di buang langsung ke selokan, harus di tampung dan tidak boleh sembarang buang.

Michael Edbert pihak Pt. MAP menjelaskan, “iya ini kecolongan, nyuci bahan putih, biasa ga dicuci, sudah dihentikan, itu kulit kabel putih cuma 1 karung dan bahan mentah 1 karung sekitar 25 kg, ini yang nyucinya kecolongan dan sudah saya peringatkan, saya katakan itu nyuci harusnya gak boleh langsung dibuang, “jelasnya lewat pesan singkat.

Di sisi lain, pihak DLH soreang akan mengagendakan untuk datang dan memeriksanya, “saya di pasir jambu kang nangani pacira sama tim badega nanti saya kerahkan dulu, kalau satgas sudah tau kang? Senin atau besok kita kesana kang, sudah di plot, “pungkas Robi.

Dari satgas citarum lewat Peltu Ade Nursaiman mengatakan, “besok saya datangi akan segera cek bersama jajaran, “ucapnya. (Red)

Pengangkutan Kohe Cipaku Banjaran Diduga Ada Pungli Dengan Meminta Pungutan ke Warga


Kab Bandung, Warnus – Pembersihan Kotoran Hewan (Kohe) Kp. Cipaku Rt01/03 Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran di eluhkan warga, pasalnya ada pungutan biaya bervariasi dalam pembersihan dan pengangkutannya dengan berbagai alasan agar dana warga bisa di tarik atau terkumpul oleh salah satu kordinator di lapangan, Jumat (08/07).

Awalnya penawaran pembersihan dengan menjanjikan bangun bak sampah di lokasi sekitar, terpikir hanya sampah warga saja, ternyata menyerempet pada kohe, dan meminta anggaran 1 juta pada warga untuk pembersihan dan pengangkutannya.

Pembersihan dan pengangkutan kohe yang berdekatan dengan anak sungai cisangkuy (citaluktug) alami polemik, pasalnya ada pungutan dana yang masih di pertanyakan, dengan alasan biaya penarikan, sewa loader, tambal ban loader dan lain-lain.

Menurut keterangan Ketua Rw 03, “bahwa giat pembersihan dan pengangkutan kohe kp cipaku warga dimintai dana, dengan alasan bayar mobil, sewa loader, tambal ban bocor dan lain-lain, dan pengangkutan kohe juga tidak semua terangkut, “ungkapnya.

Saya mau bertanya, lanjut Ketua Rw 03, “apakah yang seperti itu harus bayar atau di pungut anggaran?, harusnya kan ada keterbukaan karena memang warga juga menginginkan lingkungan bersih, kalau cuma sampah warga yah mungkin bisa saja di tarik iuran, kadang program juga di sembunyikan, program citarum juga kita dukung, “ucapnya.

Dansektor 21 Kol Arh Wahyu. J mengatakan, “Kalau sampah itu menggunakan truk kita, truk kita gak diisi bensin kita sifatnya bantu armada tapi tidak disertakan bbm nya, ya desa yang beli bbm nya. Tidak ada kerja sama dengan dinas lain, berarti itu murni dari pemda, dan Itu ya kendaraan PU sendiri, ok itu aja tq infonya, “lewat pesan singkat. (Red)

Sidak ke Lokasi Pergudangan, Sektor 6 Satgas Citarum Temukan Ratusan Karung Limbah Plastik PT MAP

 

BANDUNG – Terletak di kawasan Industri Pergudangan De Prima Terra Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Sektor 6 Satgas Citarum Harum melakukan Sidak Gudang-gudang milik perusahaan industri.

Petugas TNI dari Sektor 6 juga melakukan pendataan mengenai peruntukan gudang-gudang tersebut.

Berdasarkan pentauan dilokasi, Satgas Citarum Sektor 6 menemukan gudang milik PT Multi Adira Plasindo (MAP) yang menyimpan puluhan karung limbah gilingan plastik.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Peltu Ade Nursaiman itu, disimpulkan bahwa kawasan pergudangan di De Prima Tegalluar terdapat 200 tempat yang dijadikan pergudangan oleh perusahaan Industri.

Kendati begitu, ketika dilakukan monitoring, kawasan gudang tersebut kondisinya sangat kumuh dan banyak ceceran minyak diselokan. Terutama sampah plastik banyak berserakan.

“Saya juga melihat kawasan yang luas ini sangat kotor, ada seperti minyak lemak dan bercak lainnya, terutama sampah plastik sisa makanan dan pengendapan lumpur sedimentasi yang cukup tinggi” ungkap Ade.

Ketika melakuan sidak di gudang milik PT MAP yang bergerak dipengelolaan limbah plastik, kondisinya sangat tidak terawat dan berdebu.

Selain itu, hasil pembuangan dari proses pembersihan limbah plastik, tidak memiliki pengelolaan limbah. Padahal sangat jelas limbah plastik ini mengandung karbon. Apalagi limbah plastik ini berasal dari kabel-kabel bekas.

‘’Jadi sidak kali ini, Satgas Sektor 6 melakuan monitoring untuk mengingatkan kepada perusahaan-persusahaan yang memiliki gudang agar menjaga lingkungan,’’Kata Ade.

Selain itu, lanjut Ade, monitoring dilakukan agar perusahaan yang memiliki gudang tidak membuang limbahnya ke aliran sungai. Jika teguran ini diindahkan maka pihaknya tidak segan-segan untuk menindak.

Mendapat teguran dari Satgas Citarum Sektor 6. Perwakilan PT MAP yang bernama Michel mengaku, bahwa gudang penyimpanan limbah kabel plastik merupakan bahan baku untuk diolah kembali.

Limbah olahan kabel plastik ini sudah melalui proses penggilingan dengan berbentuk serbuk dan mudah terbawa angin.

Dia mengaku, pernah dikomplain oleh masyarakat karena sebuk limbah olahan membuat lingkungan sekitar berdebu. Namun, pergudangan miliknya sudah diperbaiki dengan menutup rapat seluruh ventilasi.

“ini debu karbon hitam yang banyak numpuk di produksi, dan itu bisa di pakai. Dulu memang debunya keluar dan pernah di komplen, namun saat ini kita tutup agar debu karbon tidak terbang ke luar, “ucapnya.

Sementara itu, untuk air cucian dan gilingan limbah kabel plastik ditampung terlebih dahulu dan dimasukan ke dalam drum dan dikirim ketempat pengelolaan IPAL.

‘’Jadi disimpan dulu di drum lalu di angkut mobil pick up keluar, kadang 1 bulan sekali, dan yang di tempat produksi yang sudah memiliki IPAL,’’ ujarnya.

‘’Untuk air yang terbawa keluar cuma dikit, dan itu air bilasan kabel plastik saja, karyawan pun sudah pernah kita kasih K3, minimal masker, namun mereka terbiasa kerja seperti itu, pakai masker katanya engap, “tambahnya lagi.

Sektor 6 Sidak dan Pendataan, PT MAP Diduga Bisa Cemari Lingkungan, DLH Diminta Cek Bersama

 

Kab Bandung, Warnus – Kawasan Industri De Prima Terra Tegalluar Bojongsoang di data Satgas Citarum Harum Sektor 6. Kawasan yang dulunya pergudangan berganti menjadi industri, dalam giatnya satgas citarum melakukan sidak sekaligus pendataan pabrik atau gudang yang ada di dalam kawasan tersebut, Kamis (07/07).

Tampak di lokasi Kawasan Industri Peltu Ade Nursaiman bersama jajaran sedang melakukan sidak dan pendataan yang menjadi teritorial sektor 6. Satgas citarum melakukan monitoring di dalam kawasan, dan salah satunya pabrik gilingan plastik Limbah Kabel Pt. Multi Adira Plasindo (MAP).

Menurut Peltu Ade Nursaiman yang menjadi suara Dansektor 6 Kol Arh M. Zaini mengatakan, “kawasan industri ini bukan hanya satu pabrik, tetapi sekitar 200 Pabrik atau gudang, berdasarkan informasi dari pihak pengelola kawasan industri de prima terra.

“Saya juga melihat kawasan yang luas ini sangat kotor dan kumuh, tampak paritnya penuh sampah dan juga ada sebagian seperti minyak lemak dan bercak lainnya, terutama sampah plastik sisa makanan dan pengendapan lumpur sedimentasi yang cukup tinggi” ungkap Ade.

Kita juga, lanjut peltu ade, “meninjau masuk Pt. MAP yang bergerak di bidang gilingan plastik kabel, yang dulu juga pernah kita sidak, di ketahui Pt MAP sangat kotor dengan banyaknya debu karbon sisa penggilingan kabel plastik, belum lagi hasil dari cucian plastik, yang sempat limbah cuciannya keluar masuk aliran parit beberapa waktu lalu.

Hari ini, kita kembali melakukan monitoring agar hal-hal yang sifatnya berpotensi mencemari sungai dan lingkungan, pelaku industri harus melakukan evaluasi maksimal agar tidak mencemarkan lingkungan dari hasil olahan limbahnya.

Michel perwakilan dari Pt MAP menjelaskan, “ini debu karbon hitam yang banyak numpuk di produksi, dan itu bisa di pakai. Dulu memang debunya keluar dan pernah di komplen, namun saat ini kita tutup agar debu karbon tidak terbang ke luar, “ucapnya.

“Air cucian dan gilingan limbah kabel plastik yang masuk di drum memang di angkut mobil pick up keluar, kadang 1 bulan sekali, dan yang di tempat produksi ada ipalnya, air tang terbawa keluar cuma dikit, dan itu air bilasan kabel plastik saja, karyawan sudah pernah kita kasih K3, minimal masker, namun mereka terbiasa kerja seperti itu saja, pakai masker katanya engap, “kata michel. (Red)

Friday, June 10, 2022

Kolaborasi Satgas Citarum Harum Sektor 6 dan Kapolsek Baleendah Beserta Jajarannya Dalam Giat Pembugarkan Tugu Juang Baleendah.

 





Kab. Bandung. Wartanusantara Jabar – satgas citarum harum sektor berkolaborasi dengan Kapolsek Baleendah beserta jajarannya, laksanakan pembugaran tugu juang baleendah dalam hal ini membersihan dan merapikan sekitar Tugu juang di Baleendah kab. Bandung.

Kolaborasi kepedulian antara TNI dan Polri patut diapresiasi guna memberikan stimulus langsung terhadap warga sekitar tugu juang Baleendah untuk menjaga kelestarian ikon sejarah yang masih ada di wilayah Baleendah, kab. Bandung.

Kegiatan TNI POLRI ini didukung penuh oleh semua ketua RW se baleendah, Babinsa baleendah, babinkamtibmas, pihak kecamatan baleendah dan beberapa kelompok masyarakat yang tergabung dalan sebuah komunitas, paguyuban sunda dan LSM, mereka ikut membersihkan rerumputan dan sampah yang kemudian diangkut langsung ke tempat pembuangan yang semestinya, dalam hal ini mereka ikut peduli dan meringankan kegiatan TNI dan POLRI. 

Kompol Sungkowo selaku Kapolsek Baleendah mengatakan : “kami dari pihak polsek Baleendah dan dari TNI satgas citarum harum sektor 6, bukan sekedar memperingati hari bayangkara yang ke 76, terlebih kami memberi stimulus kepada warga sekitar untuk menjaga dan melestarikan ikon sejarah yang ada disini. Saya selaku kapolsek baleendah mengucapkan terimakasih tanpa kecuali untuk sumbangsih tenaga dari setiap orang yang ambil bagian dalam kegiatan hari ini. Ujarnya.” 

Enjas sebagai komandan sub 07 Baleendah sektor 6 mengatakan, “saya selaku komandan sub 07 sektor 6 baleendah, sangat menghargai sekali dengan adanya kolaborasi antara TNI dan POLRI yang siap terjun langsung ke lapangan, untuk memberikan stimulus kepada warga yang menyaksikan giat ini. Tujuannya ya supaya mereka juga memiliki kepedulian yang sama untuk menjaga kebersihan terutamanya disini kan ada tugu juang sebagai ikon sejarah yang ada di baleendah. Sewajarnya warga sekitar juga bisa menjaga dan melestarikannya. Tanpa mengesampingkan tugas dan fungsi kami TNI – POLRI, hal kecil seperti kepedulian terhadap kebersihan ini perlu sosialisasikan dan direalisasikan secara nyata”. Ujarnya.

Dadik selaku Babinsa wilayah Baleendah, menyambung pembicaraan “ sosialisasi-sosialisasi seperti ini yang memang seharusnya terus dilakukan, jika hanya dalam bentuk dialog saja ya sulit untuk menerapkan dan sulit juga untuk memberi stimulus kepada warga, disamping mungkin SDM yang kurang memadai, kepeduliannyapun sangat minim. Giat seperti ini yang mungkin bisa secara langsung memberi stimulus kepada warga untuk terjun langsung, atau ikut serta dalam berbagai kegiatan seperti yang sedang kita lakukan sekarang. Sebagai bukti nyata ada saja warga yang ikut serta meski mereka tergabung dalam sebuah kelompok-kelompok tertentu. Tapi esensinya adalah kepedulian mereka nyata kami saksikan bisa bersama2 dengan TNI POLRI dalam giat hari ini”. Ujarnya.