Thursday, June 24, 2021

Bahaya Asbes Pada Kesehatan, Pemkot Bandung Sosialisasikan Perda Nomor 14 Tahun 2018 Bahan Bangunan. 


Bandung, Warnus - Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menungukapkan, bahan bangunan asbes berbahaya bagi kesehatan. Asbes bisa menyebabkan penyakit Asbestosis yang menyerang paru-paru, Kamis (24/06). 

Bahkan organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) menyatakan semua jenis asbes sebagai bahan karsinogenik penyebab kanker.  

Atas hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pun menuangkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 tahun 2018 tentang Bahan Bangunan.  

Dalam pasal 77 dijelaskan, bahan bangunan harus aman bagi kesehatan. Pengguna bangunan gedung tidak menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan serta penggunaannya dapat menunjang pelestarian lingkungan.  

Bahan bangunan harus memenuhi kriteria, tidak mengandung bahan berbahaya/beracun bagi kesehatan pengguna bangunan gedung.  

Tidak menimbulkan efek silau bagi pengguna, masyarakat dan lingkungan sekitarnya, tidak menimbulkan efek peningkatan temperature, sesuai dengan prinsip konservasi, dan ramah lingkungan.  

“Kita sadar bahwa asbes masih menjadi bahan bangunan pilihan yang murah. Namun, dijangka yang panjang asbestosis akan menimbulkan gejala,” tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana pada acara Workshop Bahaya Asbes, Rabu 23 Juni 2021.  

Ia mengatakan, masyarakat tentu tidak ingin terganggu kesehatannya. Untuk itu juga perlu sosialisasi dan pengertian kepada masyarakat bahaya asbes bagi kesehatan.  

“Kita lakukan sosialiasasi tentang bahaya asbes bagi kesehatan. Selain itu, menyediakan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan harga terjankau oleh masyakrakat,” tuturnya via zoom meeting yang diselenggarakan oleh  Indonesia Ban Asbestos Network (INA BAN).  

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga mengatakan, Kota Bandung satu-satunya di Indonesia yang mengeluarkan aturan daerah bahaya penggunaan bahan bangunan asbes.  

“Alhamdulilah akhirnya dapat tersealiasasi (Perda). Ini satu-satunya di Indoensia yang secara eksplisit (tegas) menyebutkan asbes sebagai bagian yang bahaya dilarang penggunaannya,” katanya.  

Meski masyarakat masih menggunakan asbes, ia yakin dengan sosialisasi, penggunaan asbes akan berkurang mengingat bahaya bagi kesehatan manusia.  

“Ini luar biasa bagi Kota Bandung, tentunya ini bagian upaya seluruh dunia untuk menghilangkan penggunaan asbes,” tegas Awangga. (Red)

Tetap Perangi Narkoba Meski Masa Pandemi


Bandung, Warnus - Meski tengah disibukkan dengan penanggulanggan pandemi Covid-19, pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional memastikan akan terus menekan angka peredaran dan penyalahgunaan  narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba), Rabu (23/06). 

Sebab BNN mencatatat, saat ini Indonesia sudah darurat narkoba. Angka prevalensi pengguna narkoba sudah mencapai 1,80 persen atau 4,9 juta orang. 

"Khusus di Jawa Barat, angka prevalensinya sama dengan nasional yaitu 1,80 persen dikali penduduk Jabar yaitu 900ribu-an," ungkap Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol Dr. Benny Gunawan pada Bandung Menjawab, di Auditorium Balaikota Bandung, Selasa 22 Juni 2021. 

Perlu diketahui, setiap 26 Juni ditetapkan sebagai Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI. Peringatan ini sebagai bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. 

HANI ditetapkan sebagai pengingat tujuan yang telah disepakati oleh anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mereka berkomitmen menciptakan masyarakat yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. 

Benny mengungkapkan, BNN Prov Jabar terus berupaya menurunkan angka pengguna narkotika sekaligus memberantas penyalahgunaan narkotika. 

"Kami terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder masyarakat mengkampanyekan gerakan war on drugs atau perang terhadap narkoba," tegasnya. 

Tak hanya itu, BNN juga terus memastikan strategi P4GN atau Pencegahan, Peredaran, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika diimplementasikan di setiap daerah agar terwujudnya Jawa Barat Bersinar (Bersih Narkoba) termasuk di Kota Bandung. 

Senada, Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial mengungkapkan, pada peringatan HANI tahun ini, pihaknya akan melaksanakan upaya-upaya pencegahan melalui sistem ketahanan dini masyarakat dan sistem ketahanan di lingkungan pendidikan, keluarga, dan lingkungan pekerjaan. 

Seperti kampanye masif "war on drugs" di seluruh kelurahan, lomba kreatif memerangi narkoba dengan aktivitas kreatif. 

Kemudian akan ada aksi pelajar dan mahasiswa di malam menjelang HANI. Para mahasiswa dan pelajar akan mendukung aksi P4GN untuk mendukung Bandung Bersinar (Bersih Narkoba) melalui P4GN. 

"Termasuk dilaksanakan program kelurahan bersinar, total sudah 31 kelurahan. Di sana lurah dan masyarakat diberikan ruang untuk melaksanakan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba," ucapnya. 

Sebab meski jumlah ungkap kasus narkotika di Kota Bandung pada tahun 2021 terjadi penurunan, tetapi berbagai upaya harus tetap dilakukan. Pasalnya, secara kualitas pengguna diduga mengalami peningkatan.  

Hal ini terbukti dari data pecandu yang mengakses layanan rehabilitasi mengalami kenaikan. 

"Tahun 2020 tercatat 185 kasus dan tahun 2021 Januari-13 Juni tercatat 103 kasus, terjadi penurunan data ungkap kasus namun secara kualitas terjadi peningkatan, didominasi oleh meningkatnya maraknya peredaran gelap narkotika," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Apep Insan Parid mengatakan, Pemerintah Kota Bandung akan memperingati HANI 2021 sesuai dengan kondisi saat ini, apalagi Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah menetapkan Bandung Raya Siaga Satu. 

"Sehingga pelaksanaannya tidak bisa melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang," tuturnya. 

"Dalam rangka HANI tadinya mau gebyar tapi karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan, dan sesuai arahan BNN sifatnya harus virtual dan penyemarakannya melalui media sosial," terangnya. 

Maka, terang Apep, HANI tahun ini hanya akan melaksanakan upacara serentak secara nasional pada 28 Juni 2021.  

"Secara virtual dan yang hadirnya akan sangat sangat terbatas," imbuhnya. 

Tapi di samping itu, Pemkot Bandung akan mengeluarkan Surat Edaran Walikota yang meminta seluruh OPD/Pimpinan BUMD/Camat/Lurah untuk turut serta berpartisipasi menyemarakan HANI 2021 demi terwujudnya Bandung Bersinar. 

"Seperti membuat ucapan di media sosial, pampflet, video dan lain-lain," tuturnya. (Red)

Lowongan Pekerjaan, Jobfair Online Kota Bandung di 30 Perusahaan


Bandung, Warnus - Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung menggelar jobfair onlie pada 22-23 Juni 2021 ini. Jobfair digelar online karena situasi Kota Bandung masih tengah pandemi Covid-19, Rabu (23/06). 

Pada jobfair online ini, ada sebanyak 30 perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan. Warga Kota Badung yang membutuhkan bisa mengunjungi situs jobfair.bandung.go.id.  

Atas hal tersebut, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial sangat mengapresiasi kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung.  

Ia juga mengapresiasi para perusahaan yang terus berkolaborasi dengan Pemkot Bandung dalam rangka penanggulangan pengangguran di Kota Bandung. 

“Semoga ini tidak mengurangi semangat kita untuk melakukan upaya-upaya memberikan solusi dan keseimbangan dalam rangka penanggulangan pengangguran di Kota Bandung,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Selasa, 22 Juni 2021. 

Untuk mengurangi angka pengangguran, Oded juga meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan pihak yang terkait untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga Kota Bandung. Sehingga bisa meningkatkan kapasitas dan kompetensi warga. 

“Sehingga warga masyarakat bisa memenuhi dan masuk dalam kriteria persyaratan yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan saat melamar kerja,” tutur Oded. 

Di samping itu, Oded menuturkan, penyebaran informasi terkait lowongan perkerjaan kepada warga juga harus gencar. 

“Tolong penyebaran informasi terus dilakukan, terus disampaikan kepada masyarakat  pencari kerja. Agar mereka tahu perusahaan mana yang sedang membutuhkan tenaga kerja. Itu tugas permerintah,” tegasnya. 

Oded mengakui, angka pengangguran di Kota Bandung memang naik sejak pandemi COvid-19 ini. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung mencatat ada kenaikan pengangguran akibat pandemi covid-19 di kota bandung sebesar 3 persen.  

Sebelum pandemi terdapat 105.067 penganggur dan bertambah menjadi 147.081 orang selama satu tahun pandemi. 

Atas kenaikan tersebut, Oded menjelaskan, angka pengangguran tersebut naik akibat sektor industri yang tidak berjalan normal selama masa pandemi. Dampaknya, menimbulkan PHK yang sangat luar biasa. 

“Juga disebabkan karena adanya bonus demografi yang mana jumlah penduduk usia produktif (usia 15 – 64 tahun) jauh lebih besar dari penduduk usia tidak produktif (di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun). Namun sebagian besar belum mendapatkan pekerjaan,” jelas Oded. 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung, Arief Syaifuddin mengatakan, pelaksanaan job fair yang dilakukan secara daring ini akan berlangsung sebanyak 2 kali yaitu pada 22-23 Juni dan Oktober mendatang. 

“Peserta yang mengikuti jobfair online tahun 2021 ini  ada 30 perusahan, sebanyak 3.000 lowongan pekerjaan,” kata Arief. 

Selain mengunjungi situs jobfair.bandung.go.id, warga juga bisa mendaftarkan diri melalui Aplikasi BIMMA. (Red)

RS Kota Bandung Tambah 36% Tempat Tidur


Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang sekaligus Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung menuturkan, saat ini telah berhasil menambah jumlah tempat tidur di 26 RS rujukan Covid-19 Kota Bandung hingga mencapai 36 persen atau sekitar 1.900 unit, Rabu (23/06). 

Hal ini setelah dikeluarkannya Surat Edaran Wali Kota Bandung no 443/SE.081-DINKES terkait penambahan kapasitas tempat tidur RS pada tanggal 15 Juni 2021 lalu. 

"Alhamdulillah di Kota Bandung ini sudah ada penambahan sebesar 36 persen atau berjumlah sekitar 1.900 tempat tidur di RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung. Dan kami akan terus upayakan untuk menambah hingga mencapai angka 40 persen," ungkap Oded. 

Oded mengungkapkan itu usai menghadiri Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat secara virtual di Pendopo Kota Bandung. 

Oded mengatakan, akan membuat skenario terbaik agar Kota Bandung dapat melayani pasien Covid-19. Mulai dari yang bergejala sedang hingga berat.  

Jika keterisian tempat tidur di RS mengalami peningkatan terus, maka akan ditambah hingga 50-60 persen dari total tempat tidur di RS terkait. 

"Namun apabila kondisi memburuk dan masih terjadi kekurangan tempat tidur, maka kita (Pemkot Bandung) akan segera berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk dapat menyediakan RS Darurat dalam penanganan pasien Covid-19 di Kota Bandung," ujar Oded. 

Oded mengungkapkan, selain terkait BOR, Gubernur Jawa Barat juga memberikan atensinya kepada Pemkot Bandung untuk melakukan pengawasan terhadap Perwal penanganan covid 19 terbaru yakni Perwal No 61 Tahun 2021. 

"Pak Gubernur juga menitipkan agar pengawasan terhadap Perwal yang kita keluarkan secara khusus. Salah satunya terkait kebijakan 'take away' bagi pelaku usaha kuliner di Kota Bandung untuk ditingkatkan," ungkapnya. 

Ia menjelaskan, kebijakan take away ini tertuang pada Perwal No 61 Tahun 2021 Pasal 14 ayat (5) yang berbunyi bahwa kegiatan di restoran, rumah makan di cafe dibatasi hanya untuk layanan dibawa pulang secara langsung (take away) dan tidak diperkenankan untuk makan ditempat (dine in). 

"Kami meminta pengertian kepada para pelaku usaha di bidang kuliner ini untuk dapat melaksanakan kegiatannya sesuai dengan peraturan yang kami buat. Karena mengingat kasus Covid-19 di Kota Bandung masih bertambah. Kini kita semua masih dalam status siaga satu," tutur Oded. 

Untuk itu, Oded akan instruksikan kepada para Gugus Tugas di kewilayahan dan khususnya kepada tim Satpol PP untuk memperketat pengawasan di lapangan mengenai kebijakan take away pada sektor kuliner yang ada di Kota Bandung. (Red)

Monday, June 21, 2021

Dansub Sektor 1 Tarumajaya Cek Progres Pembangunan TPS3R Di Kampung Lembang




Kab. Bandung, Warnus - Progres pengerjaan Pembangunan TPS3R di Kampung Lembang sudah mencapai 47 %. Hal tersebut di sampaikan Dansektor 1 Kolonel Kav Purwadi melalui Dansub Sektor 1 Desa Tarumajaya usai melakukan pengecekan progres pembangunan TPS3R di Kampung Lembang Sari RT. 05 RW. 09 Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kab. Bandung, kemaren Minggu (20/6/2021).

Dikatakannya juga bahwa, pembangunan TPS3R ini mulai pelaksanaan pengerjaannya pada tanggal 24 April 2021 dengan jumlah pekerja 16 orang serta ukuran TPS3R yang dikerjakan panjang 25 meter dan lebar 8 meter.

Pengerjaan saat ini yang sedang dilakukan adalah pemasangan hebel dan pengacian tembok, berjalan lancar tanpa hambatan. Sedangkan pelaksanaan pengerjaannya dilakukan oleh KSM Lembang Sari dengan susunan pengurus Ketua Nandang, Sekretaris Ipin dan Bendahara ibu Des Fatmasari.

Sunday, June 20, 2021

Dansub 2 Bojongsari Sektor 6 Koptu Asep Heryanto Memimpin langsung : Menggeruduk Area Bantaran Sungai




Kab. Bandung. Warnus – Minggu 20 juni 2021, Sub 2 bojongsari Satgas Citarum Harum sektor 6 melaksanakan pembersihan rumput liar di bantaran sungai, penanaman sereh wangi, perawatan dan terakhir pemasangan jala untuk budidaya ikan sebagai salah satu program ketahanan pangan percontohan bagi masyarakat sekitar.

Koptu Asep Heryanto sebagai komandan sub 2 bojongsari sektor sektor 6, menggerakan anggotanya, gober dan bantuan warga untuk melakukan pembersihan di bantaran sungai, pemangkasan rumput liar, penanaman dan perawaran tanaman serai wangi dan penanaman pohon flamboyan guna memperkuat pertahanan tepian sungai, selain itu juga agar tetap terlihat rapi dan terawat. Terakhir mereka memasang jala ikan untuk pembudidayaan dan terselesaikan tanpa ada kendala yang berarti.

Sebelum giat ini di lakukan, Ba Ops Yudi memberikan arahan-arahan guna berhati2 dan bertanggungjawab dalam melakukan kegiatan hari ini, tentunya yang berkaitan dengan keamanan dan keselamatan selama proses kegiatan berlangsung.

Koptu Asep menegaskan kepada anggotanya dan warga masyarakat agar setidaknya bisa menularkan sikap kepedulian terhadap lingkungan sekitar, karena mau tidak mau dampak positifnya bisa di rasakan oleh masing-masing individu atau yang di sebut dengan warga sekitar.

Kegiatan ini memberikan stimulus yang kuat untuk warga untuk menumbuhkan kesadaran bahwa apa yang dilakukan saat ini bukan hanya untuk kepentingan sesaat saja, namun untuk kenyamanan berkepanjangan untuk warga yang tinggal berdampingan dengan aliran sungai.

Kepedulian sekecil atau sebesar apapun terhadap lingkungan akan berdampak baik untuk keberlangsungan hidup warga masyarakat.

Komandan Sektor 1 Citarum Harum, Kol. Kav Purwadi Sambut Baik Tim Peneliti ITB Kunjungi Situ Cisanti Di Sektor 1 Satgas Citarum

 

Kab. Bandung,Warnus - Dalam rangka penelitian, Tim peneliti dari ITB kunjungi Situ Cisanti di Sektor 1 Satgas Citarum Harum di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kab. Bandung, Sabtu (19/6/2021).

Kunjungan lapangan dari ITB dalam rangka penelitian tentang penguwatan kapasitas masyarakat terhadap peran kebijakan penataan ruang dalam adaptasi penanggulangan bencana di daerah aliran sungai (DAS) Citarum Hulu.

Dalam pelaksanaannya, Dansektor 1 Satgas Citarum Harum Kolonel Kav Purwadi diwakili oleh Bintara Operasi (Ba Ops) Sektor 1 Serda I. Wayan, sedangkan dari Tim Peneliti ITB terdiri dari Ketua Peneliti Nurohman Wijaya, Anggota Peneliti Alhilal Furqon, Asisten Peneliti Tri Rahayu Wulansari bersama 2 orang anggota peneliti.

Kemudian rombongan dari Tim Peneliti ITB menuju ke Kilimeter 0 Citarum dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Setelah itu rombongan meninjau Mata Air Citarum dan Cikahuripan di Pangsiraman. Ditempat ini, rombongan juga melaksanakan foto bersama dan singgah sebentar di Taman Vertikal.

Dansektor 1 Satgas Citarum Kolonel Kav Purwadi melalui Ba Ops Serda I. Nyoman menyampaikan, " hari ini Sektor 1 mendapat kunjungan dari Tim Peneliti ITB yang di Ketuai oleh bapak Nurohman Wijaya dalam rangka penelitian tentang penguwatan kapasitas masyarakat terhadap peran kebijakan penataan ruang dalam adaptasi penanggulangan bencana di DAS Citarum Hulu ".

Saturday, June 19, 2021

Beberes Lembur Sektor 6 dan Sektor 21 Bersama Masyarakat, Kol Arh Didik S : Saya Harap Kesadaran Masyarakat Terhadap Lingkungan Semakin Menjamur


Kab Bandung, Warnus – Lokasi penampungan sampah sementara yang menjadikan dampak sampahnya terjun ke sungai dan sebabkan bau bisa jadi sumber penyakit, juga menghambat arus air sungai sebabkan banjir, menjadi kerja keras bersama antara komponen masyarakat Desa Lengkong Bojongsoang dan satgas citarum Sektor 6, meski hal tersebut tidak masuk teroterial wilayah sektor 6 karena masih anak sungai kab bandung, Jumat (18/06).

Pemilik lokasi sampah tersebut jauh sebelumnya sudah pernah di peringatkan dan sempat di panggil untuk memberikan penjelasan dengan di dampingi Yahuza (dansub) satgas citarum sektor 21 subsektor yang tidak di akuinya (alias tidak bertuan), hal ini pernah di sampaikan langsung oleh Ketua Satgas Harian Mayjen Dedi Thamim (Purn), dan menjadi antensi Ketua Harian Satgas Citarum, “tidak boleh ada wilayah tidak bertuan, “kata Ketua Harian.

Pada saat ini kerja extra satgas citarum sektor 6 Dansektor 6 Kol Arh Didik Suswandi bersama 70 personil dan gober terjun untuk membenahi lokasi tersebut di bantu oleh komponen masyarakat dan desa. Pihak Desa Lengkong Agus Salam Rahmat S.Pd (Kades) sangat apresiasi dengan satgas citarum sektor 6, karena menurutnya bisa akrab dan mampu menampung permasalahan yang ada di wilayahnya, khususnya sampah di RW 10,4 dan 7 sepanjang jalan ciganitri, “pungkasnya.

TNI bukan hanya mampu dalam bidang keamanan Negara, Kesetabilan Pangan, tapi juga mampu menjaga lingkungan. Saya menambahkan dalam membersihkan sampah yang ada di sekitar sungai ini, tanpa di bantu masyarakat kita, saya yakin kurang personil bila hanya andalkan satgas saja, dan sampah ini sudah lama bisa jadi sumber penyakit juga, dan sampah ini dikelola oleh personal bukan dikelola oleh dinas atau desa, “ucap kades.

Dansetor 6 Kol Arh Didik Suswandi menjelaskan,” hari ini kami satgas citarum sektor 6 bersama komponen masyarakat dan tokoh hadir untuk menuntaskan masalah ini bersama – sama dengan satgas citarum sektor 21.

“Hal ini terjadi akibat masyarakat yang kurang sadar hingga menyebabkan sampah menumpuk yang akan sebabkan sumber penyakit dan mengganggu jalannya arus sungai, saya harapkan hal ini jangan sampai terulang lagi dan masyarakat semua sadar batapa pentingnya menjaga kebersihan, khususnya sungai jangan sampai kotor apa lagi jadi tempat sampah “tegas Didik.

Tuesday, June 15, 2021

Ema Soroti Perilaku Siswa, Sekolah Paham Aturan Main PTMT

Bandung, Warnus - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menilai sejumlah sekolah telah memahami persyaratan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), Senin (14/06). 


Penilaian Ema tersebut berdasarkan hasil peninjauan ke sejumlah sekolah yang melaksanakan uji coba PTMT. Termasuk saat ia meninjau SMPN 43 Kota Bandung dan ke TK dan SMP Assalam Kota Bandung, Senin 14 Juni 2021. 


Menurutnya, para guru bersama Kepala Sekolah telah memahami alur pada saat siswa datang, hingga pada saat pulang. 


"Kebetulan ini (di SMPN 43) levelnya SMP jadi yang ada itu kelas 7,8, kalau 9 kan sudah keluar mau masuk ke kelas 10. Mereka sudah mengatur bagaimana pintu kedatangan atau alur kedatangan dan juga alur kepulangan dan mereka sudah tahu bahwa sesuai dengan ketentuannya," katanya. 


"Apabila nanti pelaksanaan PTMT maka maksimum dari kapasitas ruang dan dari jumlah siswa yang ada itu hanya 25 persen. Jadi misalnya rata-rata di sini per kelasnya, ada 32 siswa artinya itu maksimum hanya 8 orang," lanjutnya. 


Selain itu, siswa maksimum mendapatkan dua mata pelajaran dengan masing-masing 1 jam. Kemudian tidak ada waktu untuk istirahat, dan kantin tidak boleh buka. 


"Jadi mereka semua, kebiasaan jajan dan lain sebagainya tidak ada. Mereka rata-rata sudah membawa makanan dan minuman sendiri. Bahkan tadi saya cek mereka rata-rata sudah membawa hand sanitizer sendiri," ucap Ema. 


"Artinya informasi dan edukasi ke siswanya ini sudah berjalan cukup baik. Hanya yang jadi kendala umum adalah ternyata masih ada 30 persen siswa yang masih menggunakan jasa transportasi umum," katanya. 


"Perilaku inilah yang harus kita waspadai. Karena kita tidak tahu perilaku para siswa atau layanan di transportasi umum seperti apa. Tidak semua orang tua juga memiliki alat transportasi. Mungkin karena persoalan waktu, sibuk, tidak ada waktu mengantar anak," imbuhnya. 


Ema pun mengingatkan kepada para guru agar dapat mengawasi ketat terhadap siswa jika PTMT ini dilaksanakan. Sehingga jangan sampai dibiarkan terlalu bebas saat di sekolah. 


"Bahkan tadi saya melihat siswa mau toilet pun diantar. Jangan sampai nanti mereka misalnya arahnya tidak sesuai dengan kepentingan," katanya. 


"Begitu pun dalam proses pulang makanya kami mintakan 1-2 menit itu yang namanya pendidikan 5M harus disampaikan, perilaku mereka datang dan pergi tidak boleh ada ruang kesempatan mereka bermain. Karena dengan alasan sudah lama tidak bertemu dengan teman dan sebagainya." Lanjutnya. 


"Ada kerinduan, kemudian belok kiri belok kanan, bahkan ke mana pun, ini yang membahayakan. Karena tiba-tiba mereka tanpa sadar bergandengan tangan dan lain sebagainya Itu yang tentunya harus diingatkan," katanya. 


Ema menilai, secara umum sekolah sudah memahami apabila PTMT. Tapi melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini tetap harus waspada. 


"Secara umum, mereka sudah memahami apabila PTMT itu nanti akan diambil oleh Pak Walikota. Tapi saya katakan bahwa kalau melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini Bandung sedang dalam kondisi harus waspada Tinggi," katanya. 


"Karena kondisinya sekarang (kasus Covid-19) baik kumulatif termasuk aktif termasuk juga BOR kita ini semuanya sedang bergerak dan sedang mengkhawatirkan," ungkapnya. 


Ema mengatakan, angka positif aktif sebanyak 1.118 kasus. Sedangkan keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) mendekati angka 89 persen.  


"Jadi hampir semua rumah sakit sekarang ini okupansinya terjadi peningkatan. Kita sedang terus menambah tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan yang ada di kota Bandung," katanya. (Red)

Rakortas Arahan Presiden, Oded Mengikuti

Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang juga menjabat Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung mengingatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat pola kerja sama, Senin (14/06). 


Hal itu sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) melalui Video Confrence dengan Presiden RI, Joko Widodo terkait Penanganan Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM Mikro). 


Oded mengikuti rapat secara virtual didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara di Pendopo Kota Bandung, Minggu 13 Juni 2021. 


Menurut Oded, Jokowi mengingatkan kepada 4 Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta beberapa Kabupaten/Kota termasuk Kota Bandung. 


"Arahan pak Presiden, kita diminta harus meningkatkan pola kerjasama dengan Forkopimda. Bahkan sampai dengan Forkopimcam bersama Danramil, Kapolsek, termasuk dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus ditingkatkan," katanya. 


Kedua, Presiden juga mewanti-wanti agar 3T yakni Testing, Tracing, dan Treatment harus terus dilakukan.  


"Alhamdulillah Kota Bandung sampai hari ini konsisten (melakukan 3T). Insyaallah kita cukup baik saya kira," ucap Oded. 


Terkait PPKM Mikro, Oded menilai Kota Bandung sudah 'on the track' dan hanya terus mengawal dan memantaunya sampai ke tingkat RT. 


"Pola kerja sama kita (dalam PPKM Mikro) itu harus betul-betul diperkuat, Satgas di tingkat Kota dengan Kecamatan, sampai ke tingkat RT RW," katanya. 


Sedangkan terkait rumah sakit, dari sisi Bed Occupancy Rate (BOR), Jokowi pun mengarahkan agar memperbanyak tempat tidur di rumah sakit. 


"Kota Bandung memang walau pun sudah di angka 85 persen, tapi yang terbanyak itu yang (warga) dari luar Kota Bandung sebanyak 56 persen," katanya. 


Sedangkan tentang vaksinasi, Jokowi juga meminta percepatan. Oded menyebut, Jokowi meminta agar vaksin tidak distok. 


"Kemudian tentang PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas), tadi disampaikan oleh Pak Menko bahwa itu akan dievaluasi," katanya. 


"Termasuk sentra ekonomi juga harus jadi pertimbangan. Walau pun tentu saja kita harus mempertimbangkan dengan dampak pada kurva yang terjadi dari sisi kesehatan," ucap Oded. (Red)

Bangun Inovasi Era Digital, Oded Ajak Gen Z Jawab Tantangan Masa Depan


Bandung, Warnus - Teknologi digital merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa lepas dari kehidupan saat ini. Hal itu juga menjadi tantangan Kota Bandung menghadapi masa depan, Senin (14/06). 


Oleh karenanya, Kota Bandung memerlukan peran generasi muda khusunya generasi Z agar perkembangan digital saat ini bisa menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat dan membawa kemajuan bagi Kota Bandung. 


Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada saat membuka Webinar Nasional Literatalks 2.0 2021 di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 12 Juni 2021. 


“Kita harus terus membangun inovasi kebaikan dan gagasan yang positif dan konstruktif di antara manusia dalam rangka menyambut masa depan bersama,” kata Oded. 


Oleh karenanya, Ia berharap, kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda Kota Bandung dalam menjawab tantangan masa depan utamanya di masa pandemi saat ini.  


“Semoga para generasi muda ini bisa mendapatkan sebuah inspirasi baru dalam membuat inovasi digital guna melawan tantangan masa pandemi,” tuturnya. 


Namun di luar itu, Oded mengungkapkan, ada 2 hal yang harus dihadirkan dalam kehidupan jika ingin sukses. Pertama, menjaga hubungan baik dengan Allah SWT melalui ibadah.  


Kedua, membangun inovasi kebaikan sesama manusia. 


“Membangun hubungan dengan Allah SWT yang sangat kuat dan harmonis melalui ibadah dan pengabdian kita,” kata Oded. 


Oded pun mrmgapresiasi acara yang diinisasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung tersebut. 


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan menyampaikan, literasi saat ini tidak hanya terbatas pada membaca, menulis dan menghitung saja. Namun lebih dari itu harus terus ditingkatkan. 


Tedy mengatakan, ada 4 hal yang harus dilakukan dalam memenangi persaingan di era digital ini, yakni optimisme, keseriusan, inovasi dan networking. 


“Harus menghadirkan optimisme, harus serius (fokus), terus berinovasi, dan memperluas networking sebagi modal dasar membangun kolaborasi,” kata Tedy. 


Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Yayan A. Brilliyana mengatakan, untuk membangun Kota Bandung sebagai pionir smart city tentu tidak bisa berjalan sendiri. 


Menurutnya, dalam memanfaatkan keterbatasan sumber daya diperlukan kolaborasi dan dukungan yang melibatkan banyak pihak. 


“Harus menggandeng masyarakatnya, para gen Z, akademisi dan sebagainya, sehingga mudah-mudahan Bandung sebagai kota yang smart bisa terwujud dan terlaksana dengan cepat,” ujarnya. 


Perlu diketahui Webinar tersebut diikuti oleh 883 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari para pelaku UMKM juga para generasi Z. (Red)

Monday, June 7, 2021

Dansektor 19 Jelaskan Tentang Giat Pengerukan Sungai di Rengasdengklok, Widodo : Kasian Dengan Masyarakat Kena Banjir




Kab Karawang, Warnus - Pengerukan Sungai Rengasdengklok Dansektor 19 Kol CHB Widodo memberikan ruang untuk diskusi jawaban akan giat pengerukan sungai skala besar dengan melibatkan armada dump truck dan pick up kecil dalam pengangkutannya, Senin (07/06). 

Widodo selaku Dansektor 19 menjelaskan "saya yang bertanggung jawab di sektor 19 bukan bungkam, tapi memang kita tidak ketemu, di karenakan saat rekan media hadir saya ada kesibukan di luar, masih tentang citarum juga, hari minggu 6 juni 2021 saya berikan penjelasan. 

Tolong jangan di bilang bungkam, jujur saya kasian melihat masyarakat mas bila banjir daerah itu cukup luar biasa, apa lagi kemarin kita semua satgas sibuk di lapangan akibat bencana banjir kemarin, itu juga menjadi tugad dan tanggung jawab kita selaku satgas citarum "ucap widodo. 

"Terkait urugan yang di maksud, kita tidak ada niat memperkaya diri, tapi memang giat tersebut atas permintaan warga dan kepala desanya, dan kita kebetulan ada rekanan marcel yang sanggup mengerjakan tanggul sungai. 

"Kita kan tidak memiliki anggaran lebih dalam mengerjakan semua itu, dengan adanya pihak ke tiga yah merasa terbantu lah dari alat berat dan armada, yang terpenting warga sekitar jangan sampai terendam banjir, bayangkan bila sebelumnya ini tidak di lakukan, tentu banjir kemarin lebih parah daerah tersebut "ungkap widodo. 

Danki Supriyanto menambahkan "saya kebetulan memang ada giat membuat taman di lokasi sebelahnya, dan alhamdullilah kita dapat dukungan dana CSR dari kujang, mungkin karena semua sibuk jadi salah komunikasi mas "jelasnya. 

Pegawai Harian BBWS Ade angkat bicara "dalam giat tersebit kita juga selalu mepaporkan ke BBWS, kalau dulu sama pa yayat. Kegiatan ini juga BBWS tahu karena ada di OP 1, dan memang tidak ada anggarannya "kata ade. (Chox)