Sunday, July 31, 2016

PPDB 2016 TAK SESUAI REALITA MEMBUAT DILEMA PENDAFTARAN SISWA SEKOLAH BANDUNG

Rabu 13-07-16 pukul: 13:15wib Seperti biasa setiap akhir tahun ajaran para orang tua siswa yang mempunyai anak yang harus melanjutkan ke jenjang lanjutan baik SMP maupun SMA  disibukkan dengan pencarian Sekolah yang terbaik untuk anaknya, baik itu Negeri ataupun Swasta.Tapi kebanyakan Orang tua berharap bisa masuk Negeri karena menyangkut biaya pendidikan, Pendidikan di Negara Republik kita ini relatif mahal,sibuknya Orang tua ataupun siswa mencari informasi sekolah lanjutan,dan syarat untuk bisa masuk Sekolah Negeri tersebut.

Info pendidikan sangat di butuhkan saat ke lulusan, guna melanjutkan sekolah, tidak perduli dari mana atau siapa yang penting dapat informasi sekolah untuk anaknya,
Tak kalah juga dari Orang Tua dan Dinas Pendidikan Kota ( DISDIK KOTA BANDUNG ) sibuk menyiapkan penjadwalan dan banyak hal seperti penentuan panitia PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PPDB ,menyiapkan dewan perumus aturan, juga mempersiapkan aturan main, bahkan untuk Kota Bandung Wali Kota pun di ikut sertakan. Ini terkesan seperti mengahadapi sebuah Olympiade tingkat dunia,semua sibuk dengan wacana dan rencananya, sampai pengamanan pun sepertinya dipersiapkan agar tidak terjadi kecurangan atau penghianatan aturan yang di tetapkan, dan bila itu terjadi aturan hukum akan menuntunnya ke BUI, bila terjadi penyimpangan dan yang bermain dalam PPDB.

Setiap tahun selalu terjadi dan menjadi kebiasaan, Kesibukan yang kurang baik terjadi di KANTOR DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG.
Mulai dari Siswa perempuan dengan rambut panjang diikat satu berseragam Merah Putih yang menangis dituntun oleh Ibunya yang matanya juga keliatan sayu seolah kehilangan harapan dalam menempuh pendidikan, ketika didapa apa yang terjadi pada ibu tersebut, dan sang Ibu menoleh seolah putus asa dan berucap "saya ga ngerti Systemnya". sebagian  lagi laki laki bercakap dengan berbagai baju stelan yang berbeda , penasaran dengan kondisi itu, ketika didekati terdengar dari mereka " Sistemnya yang belum Siap atau tidak mengerti...??" Sebagian lagi laki laki dan perempuan berseragam sama, tampak bersemangat seolah merencanakan sesuatu sambil berdiskusi seolah-olah ada sesuatu, ketika di dekati mereka terdengar salah satunya lantang mengatakan : " Kita harus BELA MEREKAA" ketika dia betteriak sedikit hening lantas diikuti dengan kata SIIAAPP!!! ,rupanya ini yang dinamakan ormas/lsm yang konon katanya selalu siap membela rakyat.Kantor DISDIK KOTA BANDUNG lebih mirip PASAR MUSIMAN.cukup menarik dipotret oleh bule bule pelancong yang suka main oe il Dago atau Braga..
Tak lama mobil plat merah datang, kemudian diteriaki oleh orang yang kumpul tadi, mobil tersendat, macetlah jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan protokol di Kota Bandung ini. Sirine Polisi datang lengkap dengan Anggotanya dan membubarkan serta kembali mengatur orang yang bergerombol agar tidak mengganggu aktifitas jalan. Kejadian seperti ini berlangsung tidak kurang seminggu di Setiap Tahun Ajaran Baru. Sungguh miris potret suatu jenjang pendidikan harus ditempuh seperti ini setiap tahun selama 3 tahun belakangan ini, dan sebuah Dilema Pendidikan yang cukup meresahkan.

By: Asep KW

Thursday, July 28, 2016

DAGO ATAS TANAH MASIH GARAPAN ASEP MA'MUN, BUKAN ASSET PEMKOT "STATUS EIGENDOM PERVONDING"

Ditemui langsung di kediaman Asep Ma'mun senin 18-07-16 pada pukul: 21:15wib Tanah Dago Elos (Cirapuhan) masih asli garapan Asep Ma'mun sejak tahun 1962 seluas +15.000.000m2, pada saat Didi Koswara (Alm) ayahnya masih ada, dan saat ini tanah tersebut masih tetap garapan Asep Ma'mun, diakui oleh Kelurahan Dago, Kota Bandung, berdasarkan surat keterangan tertanggal 10 Jan 1986 Nomor 113/30/III/1986, tanah Ex Eigendom Verp. No. 3742 (seb) yang telah di garap secara terus menerus dan turun menurun sejak 1960, hingga sekarang masih di kuasai penggarapnya, dan tidak dalam sengketa.

Memang tidak salah tanah di kawasan dago atas merupakan tanah emas yang banyak diinginkan investor. Salah satunya proyek bangunan yang saat ini sedang berlangsung The Maj Collection Hotel & Apartemen, tidak memenuhi syarat PERIJINAN dalam membangun tidak mengikuti prosedur, tanpa memperhitungkan dampak lingkungan kedepannya. Tetapi Pemerintah setempat tutup mata dan telinga. Dan ada tanah yang masih asli garapan asep ma'mun terpakai oleh proyek tersebut, dan jelas merugikan pihak masyarakat, dengan alasan Tanah Sewa dengan PEMKOT, jelas dalam hal ini itu bukan tanah Asset Pemkot, dan masih status garapan seseorang (Asep Ma'mun), bahkan 1 Aprip 2015 proyek tersebut sempat di hentikan oleh Deddy Mizwar (Wagub), karena di anggap proyek tidak punya ijin lengkap dalam membangun.

By: Red (Ina-Ina)

LURAH PASIRLUYU REGOL DI DUGA PERMAINKAN DANA PIPPK 2015 "LPJ PERLU DI PERTANYAKAN"

Saat di wawancara kamis 19-05-16 pukul 10:45wub, Lurah Pasirluyu (Budi Muhtarom,S.T), bahwa memang Program PIPPK yang ada di wilayah Kelurahan Pasirluyu Kec: Regol, sudah di terapkan dengan baik dan benar, sesuai dengan presentasi yang di butuhkan masing-masing RW sekelurahan pasirluyu. Dana yang di gelontorkan pemerintah dengan Anggaran Rp.1.083.600.000 Realisasi Rp.1.062.917.075,- yang sudah di floot untuk kebutuhan kelurahan pasirluyu masing-masing Rw. Hal ini di nilai masih tidak transparan. Di jelaskan oleh masyarakat setempat, bahwa Lurah tidak terbuka mengenai Dana PIPPK yang menjadi andalan Ridwan Kamil (Walkot Bandung).

Hal ini menjadi kekecewaan warga khususnya pengurus tingkat Rw, bahwa kebutuhan per/Rw memang sudah di berikan dan terealisasi, sesuai dengan pengajuan yang di butuhkan untuk pembangunan di lingkungan masing masing, dalam pemakaian anggaran Lurah Pasirluyu tidak terbuka dan menjelaskan secara rinci mengenai pemakaian Anggaran PIPPK tersebut, padahal bila di hitung dalam realisasi belanja tidak sesuai dengan harapan apa yang di sebut dengan 100jt per/Rw, dan masih ada sisa dari beberapa item yang di belanjakan tidak habis, karena tidak memakan biaya besar dari semestinya yang sudah menjadi sebutan per/Rw 100jt tersebut "tutur salah satu Rw" kel pasirluyu.

Adapun dengan adanya proyek Pembangunan Infrastruktur seperti rambat beton, dinilai tidak transparan dengan adanya pihak ke-3 yang di libatkan, dan proyek yang lainnya sama melibatkan pihak ke-3, jelas pihak ke-3 ingin ada keuntungan dalam hal ini. Pengurus per/Rw di realisasikan berupa barang/material saja yang turun, dari pengajuan yang terealisasi Program PIPPK, jelas di nilai masih banyak kekurangannya, sementara pihak ke 3 jelas di untungkan dalam program PIPPK. Sementara Lurah Pasirluyu tidak becus dalam membuat LPJ hasil dari penggunaan dana Program PIPPK, dengan alasan laporan ini sudah dari sana dan harus sama, Lurah Pasirluyu hanya membuat laporan  berupa presentase dari anggaran dana PIPPK, sementara detail masing-masing item yang di belanjakan tidak disebutkan, hal ini jelas tidak transparan dan patut untuk di selidiki, mengingat tentang penyalahgunaan Anggaran Negara yang menyebabkan kerugian Negara, di duga kuat lurah pasirluyu berperan ganda sebagai pemborong proyek.

By: Hendra (Ina-Ina)

Sunday, July 17, 2016

KEBON BINATANG BANDUNG PANCING PENGUNJUNG DENGAN POP SUNDA UNTUK MENGHIBUR

Saat di temui di Bonbin (Kebon Binatang) Tamansari Bandung,  sabtu 16-07-16 pukul 11:30wib, pada saat pentas pop sunda KRISNA SEPTIAJI SUHAYA (8th) yang duduk di SDN Cijarokaso kelas 4, Putra dari Enjang Sahaya dengan sapaan Bocah (Krakatau) Grup Motekar Entertaiment dari Geger Kalong Kel: Geger Kalong Hilir Rt2/8 Kec:Sukasari Kota Cimahi Bandung, yang hobi menyanyikan lagu pop sunda dari 2,5th ini, ngevans dan hobi menyanyi lagu dari Alm Darso, sudah pernah masuk rekaman sejak umur 5th, dan pernah mengikuti audisi stasiun TVRI Bandung, pentas di Bandung TV dalam acara Bentang Parahyangan Pop Sunda, dan sering menziarahi makam alm pop sunda legendaris (Darso).

Harapan orang tua (Enjang), untuk Krisna (anak) dengan sapaan D'krakatau ini, bisa lebih Exist dan dikenal oleh masyarakat bandung melalui suara emasnya sebagai artis cilik Lokal Pop Sunda dengan bakat alami. Dan bisa membawa music tradisional sunda untuk lebih di cintai kawula muda jaman sekarang dan tidak membawa tradisi barat di pasundan, agar pop sunda dan seni kesundaan bisa tetap terjaga.

Dengan adanya konser di Bonbin sekaligus menghibur para pengunjung, juga rencananya ingin menaikan kembali citra Kebon Binatang Tamansari Bandung, yang sudah pernah di Somasi oleh Walikota  Bandung, bahwa masyarakat kota bandung jangan lagi berkunjung ke kebon binatang, semenjak adanya kejadian Gajah yang ada di lingkup bonbin mati karena kurang perawatan beberapa bulan yang lalu, dan bonbinpun sempat tutup dan sepi. Dengan kerja sama adanya hiburan Pop Sunda berharap bisa merubah kembali masyarakat kota bandung bisa ramai mau mengunjungi kembali ke bonbin tamansari bandung.

By: Hendra (Ina-Ina)

Monday, July 11, 2016

RSUD UJUNG BERUNG PERLU PERLUASAN LAHAN PARKIR DAN PENINGKATAN PELAYANAN, UTAMAKAN PASIEN BUKAN PENDAFTARAN

Senin 11-07-16 pukul 09:40wib, RSUD Ujung Berung pasien mengeluhkan susahnya dalam memakirkan kendaraan, khususnya bagi pengguna R4. Dalam hal ini seharusnya Pemkot Bandung perhatikan betul hal itu, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lain. Bukan hanya itu, pelayanan pasien yang kurang baik juga terjadi di RSUD Ujung Berung, yang seharusnya mengutamakan PASIEN yang sakit untuk segera mendapatkan pelayanan medis agar cepat, RSUD Uber lebih mengutamakan pelayanan pendaftaran pasien baru bisa di tangani. Jelas dalam pelayanan kurang baik terhadap pasien yang butuh pertolongan, bisa mengancam keselamatan pasien dalam penanganan, karena mengutamakan pendaftaran, dan banyak kasur (karpet busa) pasien yang sudah lapuk.

RSUD Ujung Berung juga lebih menyerahkan penanganan pasien kepada Dokter yang baru praktek, tentu saja ini mengurangi kualitas terhadap keamanan pasien, sehingga tidak Profesional dalam penangan, dan bisa mengancam keselamatan pasien karena masih dalam praktek (belajar). Ketika di jumpai di ruangan pelayanan informasi terlihat ruangan kosong, sehingga harus di panggil dulu, Hariss (Humas) RSUD Uber, yang saat itu terpaksa tugas menjelaskan tentang pelayanan di RSUD bagi yang ingin komplain, menurutnya saat ini baru masuk kerja, dan masih ada acara halal bi halal, setelah jelang libur lebaran. Jadi wajar bila sedang jumpa kangen selama libur lebaran. Mengenai kurangnya lahan parkir, dirinya (haris) selaku pegawai Rs, juga harus parkir jauh, apa lagi pasien, harap di maklum. Sebenarnya anggaran untuk perluasan lahan parkir ini, sudah ada sejak 5 tahun yang lalu, hanya keterbatasan pembebasan tanah yang banyak sengketa untuk di wilayah ini, bahkan RK pun sudah tahu, maka dari itu RSUD Uber ini kedepannya akan di pindahkan, demi pencapain yang maksimal "tutur haris". Adapun mengenai pelayanan yang kurang kami di sini minta di maklum, karena keterbatasan.
Dan bagi pasien yang ada di RSUD Ujung Berung, sebaiknya menolak untuk di tangani oleh Dokter yang masih belajar, tanpa di dampingi oleh Dokter yang sudah pengalaman.

Padahal RSUD Ujung Berung ini adalah satu-satunya yang menjadi unggulan Pemerintah Kota Bandung, khususnya warga bandung timur dan sekitarnya, bahkan banyak warga kabupaten bandung yang datang berobat di sini, karena di anggap lebih dekat, di harapkan Pemkot Bandung perhatikan betul RSUD Ujung Berung, guna pelayanan yang maksimal untuk masyarakat.

By: Hendra (Ina-Ina)

Saturday, July 9, 2016

WISATA ALAM DARAJAT PASS KURANG MEMILIKI FASILITAS UMUM "DAN MASIH JADI SASARAN PENGUNJUNG"

Wisata Alam Darajat Pass yang berlokasi di Samarang Garut Desa Arya Mekar Kec:Pasir Wangi Kab: Garut ramai dan padat pengunjung mencapai 2000 pengunjung di hari lebaran, walaupun tidak seramai tahun lalu mencapai 2500 pengunjung, ketika di wawancara Andri (marketing) wisata darajat pass pada hari Sabtu 09-07-16 pukul 15:30wib menjelaskan, pada hari biasa pengunjung hanya mencapai 100-200 orang, dengan tiket 25rb, sedangkan pada weekend pengunjung mencapai 500org dengan tiket 30rb, pada musim seperti (Lebaran) pengunjung mencapai 2000 lebih dengan tiket masuk 30rb, dengan unggulan wisata ini adalah Water Park, Outbond dan Restoran, denfan area seluas 4ha lebih di atas puncak pass samarang garut termasuk fasilitas parkir yang cukup luas masih tetap sesak.

Sebelumnya sudah terpikirkan pada musim lebaran pengunjung melonjak drastis. Sementara fasilitas umum seperti Kamar Ganti, dan Toilet ini tidak efisien dan cukup ironis, pengunjung harus rela antri panjang, karena minimnya fasilitas. Terlihat ada beberapa permainan Outbond yang cukup beresiko terhadap pengunjung yang mengfunakannya, salah satunya adalah area untuk ATV, area permainan ini masih bercampur dengan kendaraan pengunjung yang parkir di wisata ini. Fasilitas umum yang kurang ini harus segera di tambah demi pelayanan yang maksimak terhadap pengunjung, kedepannya pengelola wisata darajat pass ini akan menambah perluasan lahan mencapai 2ha, guna mengimbangi fasilitas yang ada dan akan di pisahkan sesuai dengan kebutuhan, termasuk kamar ganti dan toilet agar pengunjung tidak perlu lagi antri panjang dan lama.

Dalam pembangunan terdahulu Wisata Darajat Pass ini tidak terkonsep dengan baik tanpa site plane, ke depannya site plane sudah siap untuk penambahan perluasan pembangunan wisata darajat pass "tutur Andi", karena sudah ada konsultan yang di tunjuk oleh perusahaan. Dengan potensial yang cukup bagus Wisata Darajat Pass ini menjadi idola yang di buru pengunjung, untuk menikmati liburan nuansa alam samarang garut.

By: Hendra (Ina-Ina)