Thursday, June 30, 2016

KECAMATAN GEDE BAGE BIARKAN RUAS JALAN KOTOR DAN LICIN KALA HUJAN

Ketika di jumpai Camat Gede Bage (Bambang) Senin 20-06-16 pukul 14:10wib di ruangannya, ketika di tanya kenapa seputar wilayah Otoritas Kecamatan Gede Bage seolah-olah ada pembiaran mengenai proyek Sumarecon (pintu3) yang mengotori Jalan, yang di sebabkan oleh mobil yang bermuatan tanah urugan keluar masuk, sehingga menyebabkan banyak pengguna jalan terganggu akibat tanah yang tertinggal dan menempel pada ruas jalan umum, akibat mobil yang bermuatan tanah urugan. 

Dampaknya cukup jelas kebul yang cukup sesakan napas akibat dari debu yang beterbangan ke udara dan licin bila basah akibat hujan atau di siram, ini bisa membahayakan pengguna jalan lain khususnya R2 (motor), seharusnya pengusaha atau kontraktor memikirkan hal itu, sehingga bisa ramah lingkungan dan jangan rugikan pihak manapun, juga harus menyediakan tenaga pekerja yang siap membersihkan tanah yang tumpah ke jalan (ware house), karena tanggung jawab pemilik proyek, jangan ada pembiaran atau tidak di perhatikan oleh pihak yang terkait, yang akhirnya acuh, sehingga jalanpun cepat hancur.
Camat Gede Bage (Bambang) menjelaskan kepada media, dirinya sudah sering menegur dan menertipkan dengan cara memanggil dan mendatangi yang bersangkutan, bahkan sampai harus melibatkan Polsek setempat untuk mengamankan dan menertipkannya, sampai dirinyanya (Bambang) bosan, dan akhirnya merasa tidak enak karena yang sering berulah warganya (Karang Taruna Kelurahan), bahkan di jelaskan masing-masing wilayah/kekuasan yang terkena proyek yang bercokol.

Ironisnya lagi seorang Camat kembali meminta media untuk menegur/mendatangi mereka, guna mengingatkan bahwa sudah mengotori lingkungan khususnya jalan, siapa tahu saja mereka bisa dengar "tutur camat".


By: Hendra (Ina-Ina)

Wednesday, June 29, 2016

PT SCG DI DUGA KUAT TIDAK BERIJIN DAN SUDAH BEROPERASI "PEMDA ACUH DAN KENDOR DALAM TINDAKAN"

PT. SCG Distributor Coran yang berdiri dan sudah beroperasi satu bulan lebih yang lalu ternyata di Duga Kuat belum ada IJIN. Ketika di jumpai di kantor SCG Jl.Raya Sapan Tegalluar KM1 Desa Tegalluar Kec: Bojongsoang Kab: Bandung, pada hari selasa 28-06-16 pukul 13:13wib, Toto (Surveyor) dari Pt. SCG Coran itu menjelaskan, dirinya tidak tahu menahu mengenai perijinan itu. Setahu saya (Toto) bahwa ini sudah pernah di Segel oleh Polda pada beberapa hari yang lalu, dan sempat di panggil ke Polda (Pa Pri) di reskrim.
Setahu saya (Toto) bila menanyakan perijinan ada di Pusat (Jakarta), karena bila di sini tidak ada, saya hanya bertugas yang di percaya untuk mengawasi para pekerja dan mengatur operasi pekerjaan di sini, itu tugas saya, dan ini baru uji coba, adapun yang bertanggung jawab wilayah dengan pa viki "tutur toto" dengan nada bingung.
Dengan lemahnya penegakan hukum dalam peraturan, tidak menutup kemungkinan menjadikan tumbuh subur para pengusaha lain yang ingin mendirikan usahanya tanpa mengikuti aturan. Lalu dimana peran pemerintah setempat dalam memberantas para pengusaha yang membangkang dalam mendirikan usahanya tanpa mengikuti prosedur yang berlaku.
By: Hendra (Ina-Ina)

Tuesday, June 28, 2016

KAPOLDA JABAR ADAKAN BUKBER BERSAMA DENGAN INSAN PERS

Selasa 28-06-16 pukul 16:00wib, Kapolda Jabar Drs. Irjen Pol Bambang Waskito mengundang Buka Puasa (Bukber), acara tersebut di laksanakan di RM.Sederhana By Pass Soeta, dan mengundang seluruh Insan Pers di Bandung, guna menambah silahturohim dan keakraban Jajaran Kepolisian dan para Insan Pers di Jawa Barat.
Kapolda Jabar Drs. Irjen Pol Bambang Waskito (BW), mengajak insan pers agar tetap memberikan berita yang positif, dan bekerja sama dengan jajaran kepolisian jawa barat, dalam hal menyampaikan pemberitaannya dari media elektonik, cetak dan on line kepada masyarakat dalam hal yang positif, Kapolda Jabar juga mengucapkan terima kasih atas terbantunya kegiatan kepolisian jawa barat melaluli semua media yang di sampaikan kepada masyarakat luas.
Dalam acara bukber Kapolda Jabar juga menyerahkan cenderamata dan beberapa kenang-kenangan, yang di terima oleh Kapolda Jabar, agar menambah keakraban dan saling menjaga, juga menciptakan situasi tetap kondusif di masyarakat.
By: Hendra (Ina-Ina)

KELURAHAN DERWATI MARAK EXPLOITASI TANAH "GALIAN C LIAR"

Galian C LIAR di Kelurahan Derwati ini sudah beroperasi lebih dari satu bulan, kiranya Lurah Derwati (Safaat) tutup mata, padahal galian C itu tidak jauh lokasinya dengan kantor kelurahan, hanya berjarak beberapa meter saja dengan lokasi galian C. Saat di Investigasi di lokasi galian, selasa 28-06-16 pukul 13:15wib, terlihat ada beberapa unit mobil dump truck yang sedang parkir menunggu muatan tanah dan 1 (satu) unit alat berat (Beco) yang sedang mengeruk tanah untuk di muat ke mobil dump truck.
Ketika di tanya oleh sekumpulan orang yang jaga lokasi tersebut milik H. Asep. karena lokasi ada di dalam lingkungan pergudangan pribadi, dan di kelola oleh H. Aang selaku koordinator urugan tanah, tanah tersebut di jual seharga 50rb/mobil, jika terima di tempat dengan harga 150rb tergantung jarak. Galian C ini di perjual belikan untuk memenuhi kebutuhan kontraktor urugan tanah yang memesan, dengan adanya kegiatan tersebut jelas dampak lingkungan menjadi kotor dan berdebu mengakibatkan polusi udara, dan jalan umum menjadi kotor, membahayakan pengguna jalan, disebabkan bila hujan menjadi licin.
Ketika di konfirmasi puhak Kecamatan Rancasari, yang saat ini masih dalam masa pengenalan lingkungan, dengan alasan baru menjabat Sekcam, karena camat sedang tidak di tempat, Sekcam (Budi) kebingungan, dan tidak mengerti apa-apa. Hanya permasalahan ini akan saya laporkan langsung pada Camat (Dede), untuk dilakukan tindakan jika ada pelanggaran dan merugikan masyarakat, karena saya sendiri juga tidak tahu "tuturnya"
By: Hendra (Ina-Ina)