Tuesday, September 26, 2017

BBWS JABAR TUTUP MATA " PROYEK SUNGAI CIMANDE CITARIK KAB BANDUNG TIDAK BUTUH K3 "

Proyek Balai Besar Wilayah Sungai Citarum  (BBWS) Jawa Barat sepanjang 1300 Meter, Pekerjaan PENINGKATAN KAPASITAS SUNGAI CIMANDE (PACKAGE-A2: RIVER IMPROVEMENT AND COUNSTRUCTION RIVER STRUCTURES OF CIMANDE), dengan Nilai Kontrak  RP.93.155.180.000,00 Tahun Anggaran 2016-2018, No. Kontrak:  HK.02.03/PPK-SP.I/SNVT.PJSAC/41, yang di kerjakan  Tanggal 10 Agustus 2016, Pelaksana Proyek PT. WASKITA JAYA PURNAMA - PT.TARUNA PUTRA PERTIWI, KSO, dengan waktu 730 Hari Kalender.

Saat di Investigasi langsung, selasa 26-09-17 pukul: 16:55 wib, para pekerja masih beraktifitas, sampai pukul: 21:00 wib, pekerja mayoritas di dominasi orang luar, dan mereka di bayar borongan, tidak di jelaskan berapa borongannya, Proyek Sungai Cimande yang sudah berjalan 1 tahun baru di selesaikan 60%, dan tersisa satu tahun lagi, dari nilai kontrak di potong keuntungan 10%, saat di tanya Yono selaku Pelaksana di lapangan, bahwa para pekerja tidak biasa memakai Safety First (K3), walau sudah beberapa kali di berikan, karena mereka tidak biasa pakai K3 " ungkapnya.

Yono sendiri pelaksana dari Pt. Taruna Putra Pertiwi, dirinya sesikit enggan di tanya seputar proyek, bila jawabannya di rekam, alasannya biar lebih santay. Seharusnya mengenai K3 yang melanggar itu harus di sanksi tegas, terhadap yang melanggar, ini kan aturan K3 tidak tegas, seharusnya Pemerintah menegaskan aturan itu, karena rata-rata proyek melanggar aturan K3, bukan hanya ini saja, coba saja kroscek semua proyek, pasti banyak pelanggaran K3, karena umumnya pekerja tidak betah pakai K3, adapun dengan material yang di pakai, pasti sesuai dengan speck "tutur Yono.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, September 24, 2017

PEDULI COIN DAGO ELOS JANGAN GUSUR KAMI " WARGA KECEWA PEMERINTAH TUTUP MATA "

Forum Perjuangan Warga Dago Elos Rt 02 Rw 02 Kelurahan: Dago Kecamatan: Coblong Kota Bandung, berkumpul di Balai Rw 02, menyingkapi nasib warga kedepannya akan tempat tinggal, yang cepat atau lambat akan di gilas alat berat, akibat congkaknya mafia pertanahan yang masih bercokol. Forum Perjuangan Warga Dago Elos sangat antusias sekali, karena ini momen penting dalam sejarah dago, untuk berkumpul bersama dan menyingkapi masalah yang cukup komplek, jadi pada hari, minggu 24-09-17 pukul: 20:00 wib, merupakan momen Dago Bangkit.

Selama 3 (tiga) hari sejak 21 s/d 24 september 2017 warga dago turun ke jalan, dalam  Rangka Penggalangan Dana. PEDULI COIN DAGO ELOS, warga dago elos yang kecewa atas kurangnya Perhatian Pemerintah setempat, atas nasib dan tempat tinggal warga kedepannya, masihkah bertahan atau harus rela di gusur, karena bila di gusur kita harus pertahankan, walau mereka berpihak pada berkantong tebal, karena warga juga manusia yang punya hak selama puluhan tahun tinggal dengan aman, sekarang terusik lewat Putusan Pengadilan, yang di nilai tidak adil " tutur Asep.

Asep Mamun tokoh dan juga ketua Rw 02, dengan lantang berkumandang kepada Warga Dago Elos, " harus bertahan dan jangan mau di lemahkan oleh pihak-pihak yang memetik keuntungan pribadi, karena kebenaran tidak akan tertukar, dalam hal ini warga dago elos bersama dengan Pokmas Dago harus bersatu, jangan mau di pencarkan dan di adu, tetap pertahankan hak semua warga, demi perjuangan dago elos yang saat ini di lemahkan " ungkapnya.

Forum Warga Dago dalam kumpulannya di bali rw, di suguhkan juga Film Jakarta Afair, film dokumenter tentang kota yang tergusur, dan banyak korban penggusuran yang berakhir ironis, warga dago terlihat semangat dalam perjuangannya pertahankan hak kampung mereka yang akan di gusur. Harapannya warga tahu betul akan tantangan kedepannya bila nasib mereka akan di gusur, karena penggusuran akan meninggalkan penderitaan " ungkapnya.

Film tersebut menggambarkan kehidupan Indonesia sekarang, tentang perampasan hak, perampasan tempat tinggal, dan perampasan kehidupan banyak orang, Ibu marni korban penggusuran tanah jakarta bukit duri 2016 ikut hadir, sebagai saksi korban penggusuran pengusaha serakah, dan saat ini masih tinggal di bawah kolong kebon jeruk, dan masih dalam pengadilan, dan jangan mau di tindas pada pengusaha yang serakah, dan tidak pro rakyat "tuturnya.

Masdianto Agraria Centre Bandung, Dadan Ramdan Walhi Jabar, Sahri LBH Bandung, Gugun serikat petani pasundan, Ari Moderator AJI, turut hadir, dan berpesan "LAWAN" Tanah untuk Rakyat, bersertifikat atau tidak rakyat punya hak, atas tanah Ex Egindom yang sudah lama di garap, karena tidak menutup kemungkinan, masalah tanah banyak kongkalikongnya, PBB saja mengungkapkan, Penggusuran adalah Pelanggaran Hak Asasi Berat, apa lagi ini tanah Dago, jangan mau di pecah belah " ungkapnya.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, September 19, 2017

KADES GIRI MEKAR CILENGKRANG KAB BANDUNG MENUTUP INFORMASI PUBLIK TERKAIT SUMUR BERSIH ARTESIS

Saat di mintai keterangan langsung di lokasi Pengeboran Sumur Artesis untuk warga selasa 10-09-17 pukul: 12:15 wib yang berlokasi di Cigiringsing Kulon Rt 3 Rw 16 Desa Giri Mekar Kecamatan Cilengkrang Kabupaten: Bandung, pemborong proyek Pamsimas yang mengerjakan, di bayar borongan sebesar 30 juta, dan hanya jasa tenaga untuk pekerjaan, proyek berjalan sudah hampir 2 (dua) bulan, Adnan selaku penanggung jawab pekerja borongan, menjawab penanggung jawab penuh ibu erna, pt atau cv saya tidak tahu, untuk di lapangan yang bertanggung adalah Ketua RW 16 (Nandang), selaku pihak ketiga Ibu Erna sebagai  pemborong proyek Pamsimas, jarang ke lokasi sumur, biasanya oleh pa rw, dan saya hanya pekerja saja di lapangan, lengkapnya bisa tanya sama pa rw, dan memang dari awal tidak ada papan proyek, " tutur Adnan.

Saat di sambangi Ketua Rw 16 (Nandang), dirinya sedang tidak ada di rumah, di karenakan berjualan di Pasar Ujung Berung, sore baru pulang, menurut keluarganya. Kantor Desa Giri Mekar saat di konfirmasi, terkait Pamsimas, hanya menjawab tidak tahu, di karenakan ini Program SDA Provinsi Jabar. Akhirnya Wahyudi Kepala Desa di temui di kediamannya pukul: 16:45 wib, saat di tanya lebih banyak tidak tahu, karena ini langsung penerima manfaat, yang di ajukan sejak tahun 2014, baru terealisasi sekarang 2017, dari Provinsi juga tidak menyerahkan arsip atau keterangan dokumen, mungkin bendahara saya (Hari) tahu, karena data ada padanya, dan ini program dari provinsi SDA yang tidak di jelaskan dengan data, hanya penerima manfaat saja dan sudah di sosialisasikan, Wahyudi sempat naik pitam saat kembali di tanya tentang Pamsimas, kembali lagi ini dari provinsi, dan urusannya dengan pihak ke tiga (pemborong), ibu erna, dengan terkesan sombong, seorang pejabat publik tingkat desa hanya berkata tidak tahu, dan rencana ingin cari tahu, dengan memanggil pemborong "ungkapnya.

Saat kembali sore, Ketua Rw (Nandang) sedang ke Garut "menurut keluarganya, di duga kuat Nandang Ketua Rw 16 menghindar untuk dinkonfirmasi seputar pertanyaan Pamsimas di wilayahnya Rt 3 Rw 16, sosok bendahara desa (Hari), lakukan jawaban yang sama "tidak tahu", saat di temui, dan memang pihak SDA Provinsi Jabar tidak serahkan berkas apapun, hanya mengecek lokasi dan survey saja, yang jelas penerima manfaat untukbair bersih, dan  sudah lakukan verifikasi untuk Program Pamsimas, tanpa jelaskan apapun " tutur Hari.

Informasi Publik yang harusnya hak masyarakat agar di ketahui, seolah-olah di tutup rapat oleh Wahyudin (Kades Girimekar). Program Pamsimas Air bersih untuk masyarakat sengaja di gelapkan, Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang di atur dalam Undang-undang No 14 Tahun 2008 di abaikan Wahyudin selaku Kepala Desa Giri Mekar, pasalnya Kegiatan Proyek Pamsimas tidak ada secuil keterangan apapun, walau sudah berjalan hampir 2 (dua) bulan, bahkan pihak desa terkesan membiarkan acuh tak acuh.

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Sejalan dengan itu, di Tahun 2014, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019 dengan capaian target 100% akses air minum dan sanitasi bagi seluruh penduduk Indonesia.






By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, September 18, 2017

LURAH CIUMBULEUIT SESALKAN LAPORAN MASYARAKAT TERKAIT KISRUH BANGUNAN KOSAN

Di sambangi langsung Kantor Kelurahan Ciumbuleuit Jl. Kolam No 1 Kecamatan: Cidadap Kota Bandung pada hari rabu 13-09-17 pukul: 14:35 wib, Lurah Ciumbuleuit (Tatang Sumpena) menjelaskan saat di konfirmasi, bahwa dirinya menyesalkan pada masyarakat Rt 02 Rw 04, tentang laporan masalah kosan yang ada di lingkungan penduduk, terkait bangunan rumah kosan yang di anggap meresahkan dan tidak berizin, pada seorang Anggota Dewan DPRD Kota Bandung Komisi A (Dudi Himawan SH), " kenapa tidak langsung ke saya lapornya, jangan langsung ke dewan, selaku Lurah di sini, dan masalah yang kemarin tidak akan terjadi " tutur Lurah.

Memang sebelumnya pihak kecamatan cidadap menurunkan langsung ke lapangan Kasie Trantip (Thamimi), bersama saya (Lurah), mengecek di lokasi bangunan, dan keterangan tukang mengatakan milik Pa Hendro, jadi hasil di lapangan di laporkan langsung, dan saya selaku Lurah, tidak nyangka bakal kejadian seperti ini, dengan melayangkan surat subtansi resmi kecamatan untuk memanggil Pa Hendro selaku pemilik kosan, inisiatif saya akan melakukan pendekatan dan memanggil personal dulu, untuk menjelaskan, dan saya juga tidak tahu bila pimpinan (Camat) langsung keluarkan surat resmi, karena saya juga di bell pa camat, dalam pemberitahuan komplain bangunan kosan, jadi tidak langsung dari masyarakat, bila saya langsung takan terjadi hal seperti ini " ungkapnya.

Selama hampir 4 tahun lebih, saya jadi Lurah Ciumbuleuit, itu bangunan sudah dari tahun 2015, dan pernah di musyawarakan, masyarakat hanya khawatir bangunan tersebut longsor, material yang jatuh, sehingga menimbulkan kerugian, karena di bawah ada bangunan penduduk juga, masalah ini sudah lama dan pernah di selesaikan, walau setau saya bahwa dulunya punya pa hendro, dan sudah di jual, jelas wilayah ciumbuleuit masalah tanah cukup merisaukan, karena banyak tanah Ex Eigindom, ada juga yang sudah jadi,sertifikat, jelas banyak bangunan yang tidak di izinkan di sini, tapi pembangunan jalan, jadi kelurahan Ciumbuleuit tidak ada, karena di kelurahan ini banyak tanah bekas belanda, dan bangunan marak yang sebagian loncat, tidak ada izin " ungkapnya.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, September 16, 2017

WARGA CURIGA DI DUGA KUAT SUMMARECON PASANG PREMAN DI LOKASI URUGAN

Dalam riungan di Ruang kerja Camat (Drs.H.Bambang Sukardi M.Si), Warga protes dalam hal ini Summarecon memasang keamanan PAM Block di lokasi area urugan, guna pengamanan area di lokasi urugan dengan pemukiman tinggal warga, sementara luki sendiri tidak tahu apa arti PAM Block, tapi yang jelas memang ada keamanan internal sendiri dari Summarecon yang untuk mengamankan area lokasi urugan, tapi yang jelas bila ada seperti tolong lah laporan dengan namanya siapa dan yang mana orangnya, agar bisa di sampaikan langsung, agar di panggal dan di tegur "tutur luki.

Camat Gedebage (Drs.H.Bambang Sukardi M.Si) menganjurkan pada perwakilan Summarecon, bila perlu PAM Block dari warga saja, agar lebih kondusif, di karenakan bila warga yang di kerjakan, pasti akan lebih aman, bila terjadi sesuatu kan ada pengurusnya, bisa cepat bertanggung jawab, dan mudah di tegurnya, karena ada pengurusnya, dalam menjaga kondusifitas warga, dan bisa saling menjaga, dan pihak summarecon juga jangan memancing warga marah, dengan mengerjakan para PAM Block, bekerja sambil minum miras di area proyek, karena warga sendiri kurang suka, sampai ada yang ribut di lokasi urugan "tutur Camat.

Kapolsek Gedebage Kompol Sumari akhirnya angkat suara, tidak ada PAM Block yang berindikasi preman, dan mabuk-mabukan, baik preman, warga ataupun anggota saya yang mabuk-mabukan, apa lagi ini wilayah saya, harus kondusif, karena bila mabuk, orang itu akan berpikir lain, saya tegaskan, bila ada yang seperti itu segera laporkan pada saya, dan saya akan bertindak tegas selaku aparat kepolisian sektor gedebage, karena saya tidak mau di wilayah saya ada keributan, apa lagi dalam keadaan mabuk, dan kita harus saling menghargai " pungkasnya.

Warga juga berharap, summarecon lebih perhatikan warga yang terdekat dan bersentuhan langsung dengan Dampak dari proyek ini, karena jangan berikan kerugian saja kepada warga, Ketua Rw 04 (Enjang Supriatna), seharusnya pertimbangkan juga konpesasi di warga, termasuk bagaimana aturan tapak jalur, yang seharusnya ada 15 ribu peritase "tutur rw.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, September 12, 2017

SOSIALISASI DAN PENCANANGAN KAMPUNG KB ANTISIPASI SEMUA ASPEK DI LINGKUNGAN

Program Kampung KB ini di laksanakan di Kp. Sukanegla Rw 04 Desa Buahbatu Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, selasa 12-09-17 pukul: 09:00 wib, Program KB ini sudah lama dan termasuk program Presiden dengan Payung Hukum Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Penduduk dan Pembangunan, Program Kampung KB di Sosialisasikan di Desa Buahbatu Rw 04 Kecamatan: Bojongsoang.

Camat Bojongsoang (Aep Ahcmad),  Program Kampung KB harus menjadi perhatian, saat ini masing-masing Dinas punya unggulan, dan di harapkan semua UPT di undang agar di ketahui, bahwa desa buahbatu ada kampung KB, dan harus jadi binaan di Rw 4 tersebut, di harapkan semua harus mendukung, karena pada intinya mengacu di Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera (NKKBS), dan jangan hanya di canangkan saja, tapi di gerakan juga para kadernya "tutur Camat.

Kades Buahbatu (Asep Supriatna) selaku penentu kebijakan di pemerintahan desa, sangat mengapresiasikan dengan adanya Kampung KB, beberapa Kaderpun di berikan penghargaan, juga sepakat dengan Camat, jangan hanya di canangkan saja, tapi segera jalankan, dan siapkan posnya untuk jadi binaan, dan jangan takut tentang anggarannya, selama ada dana Pemerintah, anggarkan di Apedes, semoga ini menjadi pembuka dan kunci masuk untuk semua, khususnya segala elemen Pemerintah Desa dan Masyarakat, di bimbing semua kader yang sudah di bina, di harapkan para kader segera masukan usulan, untuk di has di Musrembang "tutur Kades.

Utusan Dinas DP2KBP3A di wakilkan oleh Sekdis H.M Hairun, yang di harapkan kampung ini harus ada wajib belajar untuk anak-anak, dan pengajian, serta jangan lupakan fungsi budaya, agar bisa terus menjadi generasi yang baik, dan jangan juga lupakan budaya sunda asli, dengan gaya modern sekarang anak-anak sudah maniak internet, dan perlu di pantau, sasaran Kampung KB, bukan hanya saja untuk suami istri, termasuk aspek remaja, dan lingkungan bersih, agar bersama-sama ikut mensosialisasikan Kampung KB, dan di harapkan bisa mengelola ekonomi keluarga, untuk membantu suami, di harapkan mencegah KDRT, Exploitasi anak, Sex Bebas, dan itu termasuk fungsi Program di Kampung KB " Ungkapnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

WARGA RANCAPACING GEDEBAGE RESAH AKIBAT GETARAN ALAT BERAT DAN DEBU URUGAN SUMARRECON

Saat di tinjau langsung di lokasi, Senin 11-09-17 terlihat Urugan Tahap Pertama Summarecon sudah berjalan di wilayah Kelurahan: Cisaranten Kidul Kecamatan: Gedebage Kp. Rancapacing sebanyak 3 Rt mengeluhkan khususnya Rt 3 Rw 4 karena Debu Tanah Merah yang cukup menyesakan pernafasan, dan getaran yang cukup kuat akibat alat berat jenis Vibro, Beco dan Dozer yang sedang beroperasi. Menurut Ketua Rw 04 (Enjang Supriatna), bahwa warga saya sangat khawatir dengan getaran rumah yang cukup kuat seperti lini, akibat alat berat yang berjalan dalam proyek urugan summarecon.

Bukan hanya getaran saja yang meresahkan, termasuk debu tanah merah yang beterbangan juga meresahkan warga saya, karena ini pemukiman padat warga, debu urugan cukup mengganggu, apa lagi di sini juga banyak anak-anak, kasian bila mereka sampai sesak nafas karena menghirup debu yang berlebihan, di tambah lagi para Kontraktor Urugan Pt. SII dan BAM tidak menghargai warga dan pengurusnya, tidak permisi apa lagi sosialisasi bila ada pekerjaan urugan, jelas warga kaget, karena merasa terganggu akibat kebul yang berlebih, seharusnya Summarecon bisa lebih menghargai terhadap warga "tutur Rw Enjang.

Sementara Ketua Rw 4 (Enjang Supriatna) mengadukan pada pihak terkait pada hari senin 11-09-17 pukul: 15:00 wib , khususnya Camat Gedebage (Drs.Bambang.Sukardi M.Si) untuk menanggapi keluhan warganya, dalam mengetas permasalahan urugan tanah merah yang cukup meresahkan, sementara pihak Summarecon menerjunkan Penjagaaan (PAM Block) sebanyak 10 orang lebih di lokasi urugan, agar warga tidak bisa mendekati dan menghentikan proyek yang sedang berlangsung.

Camat Gedebage (Drs.Bambang Sukardi M.Si) menyimpulkan, dalam permasalahan ini seharusnya pihak Summarecon bisa lebih Kula Nyuwun terhadap warga sekitar, dalam pekerjaaan proyek yang berjalan, saya sebenarnya sibuk acara Jokowi, tapi karena buat warga saya usahakan hadir, mengenai proyek summarecon yang saya harapkan itu kondusip, jangan lagi terdengar masalah, karena saya juga yang di tegur walikota, dan saya sangat antusias dalam proyek summarecon bisa kondusif.

Karena kedepannya cukup luar biasa, dan saya prioritaskan warga gedebage, tapi saya harapkan ada kerja sama antara summarecon dan warga, adapun bila ada masalah, harus ada penyelesaian, dalam hal ini saya selaku camat malu juga bila di terus ada masalah di warga, dan saya sangat berharap sekali pa luki selaku Kabag Humas Summarecon, tolonglah fasilitasi agar cepat selesai, dan bisa bekerja sama dengan baik, apa lagi masalah urugan yang saat ini berjalan warga merasa kekebulan, dan segera di selesaikan, walaupun sebenarnya wajar saja, karena warga berdekatan dengan proyek "tutur camat.

Luki selaku Kabag Humas Summarecon, dalam menyingkapi masalah warga, bahwa akan membuat benteng pembatas antara proyek dan warga, dan sebenarnya saya bukan siapa-siapa, bila sumarecon ada masalah di warga saya lagi yang turun, dan memang harus terjun langsung, khususnya untuk warga yang konflik, saya khawatir bila konflik warga menjadi masalah ke depannya, memang yang paling ruwet dalan proyek adalah masalah lahan, sejak awal mulai tahun 2015, dan di akui dalam proyek masalah pasti ada dampak di masyarakat, termasuk kekebulan dll.

Tapi saya tidak janji karena saya bukan penentu, anggap saja saya ibadah dalam bantu warga, dan akan saya sampaikan semua, yang penting bisa di kerja samakan, dan pekerjaan harus profesional, masalah kontraktor SII, itu kontraktor lama, yang sejak dulu mampu mengerjakan dalam rotasi 15 ribu/ritase, dan untuk BAM sendiri rekanan juga, dan saya juga tidak kenal dengan Rijal SII kontraktor, saya hanya sebagai penyambung lidah saja, antara warga dan SII "tutur Luki.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, September 8, 2017

CAMAT CIDADAP YASA HANAFIAH FITNAH NAMA BESAR OWNER CIPAKU

Owner Cipaku Garden Hotel (Hendro) kecewa terhadap Camat Cidadap (Yasa Hanafiah) terkait Surat Intansi Kecamatan Cidadap yang di layangkan untuk memanggil Bpk Hendro Cipaku, yang di laksanakan di Aula Kecamatan Cidadap pada hari rabu, 06 sept 2017 sempat menimbulkan ISU di masyarakat luas, karena menjatuhkan kredibilatas, nama baik dan fitnah yang tidak sedap, sehingga menimbulkan kerugian satu pihak, pasalnya apa yang di tuding oleh Camat Cidadap tidak benar.

Saat di konfirmasi langsung Kecamatan Cidadap Bandung jum'at 08-09-17 pukul: 10:00 wib, di ruangan Camat terlihat perwakilan dari Cipaku Andryas Wihardja (Wiwi), yang saat itu sedang komplain, terkait kredibilitas owner cipaku, yang menurutnya ini tidak benar, dan menimbulkan fitnah, apa lagi saudara Hendro itu seorang Arsitek, salah satu penggagas di Cipaku, dengan adanya surat edaran yang di lakukan seorang camat, telah membuat kondisinya ngedroop dan mengganggu kesehatannya, karena usia yang sudah uzur, karena Pa Hendro ini tidak tahu apa-apa "tutur Wiwi.

Camat Cidadap (Yasa Hanafiah) mengakui, bahwa dirinya telah melakukan kesalahan dalam hal ini, dengan mengeluarkan surat resmi kedinasan dengan tembusan sampai Walikota Bandung, tanpa konfirmasi dulu dari yang bersangkutan, sehingga menimbulkan kerugian pihak lain, karena keteledoran saya, tanpa lebih dahulu cari tahu terkait info yang di Laporkan oleh seorang Anggota Dewan Komisi A DPRD Kota Bandung  (Dudi Himawan), terkait bangunan Kostan "tutur Yasa.

Dan saya (Yasa) minta maaf, bila sudah menimbulkan kegaduhan, karena nama seseorang telah terusik, dan saya juga menyalahkan staff saya yang tidak kroscek secara detail di lapangan terkait laporan tersebut, hanya saja saya berniat mengamankan situasi agar masyarakat tidak demo, dan menurut saya ini ada Aktor Intelektual yang menggerakan masyarakat, sehingga Isu ini menjadi luas, dan memang saya kurang teliti dalam hal ini, karena data yang di maksud terkait bangunan tidak di temukan "pungkas Yasa.

Kesimpulannya selaku Camat Cidadap (Yasa Hanafiah), saya pribadi dan pejabat kecamatan akan minta maaf kepada Bapak Hendro Wibowo selaku Owner Cipaku Garden Hotel, perihal kejadian ini, yang mengganggu kenyamanan Pa Hendro, karena terus terang saja saya secara pribadi Malu terhadap Ibu Lusy Wibowo selaku Putri dan keluarga besar Cipaku, dan akan mengkordinir, Lurah, Rt, Rw dan  masyarakat/warga yang telah membuat kisruh tidak benar ini untuk minta maaf.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, September 7, 2017

PROV JABAR DESAK PEMERINTAH PUSAT HENTIKAN KEBIADABAN MILITER MYANMAR TERHADAP ETNIS ROHINGYA

Kantor Gubernur Jawa Barat dihentakkan dengan takbir dan iring-iringan massa pada hari senin, 04-09-17 pukul: 09:00 wib, kali ini segolongan masyarakat yang mengatas namakan dirinya FORUM
UKHUWAH ULAMA DAN TOKOH (FUT), berbondong datangi kantor Gubernur Jawa Barat. Demi untuk menyampaikan aspirasi mereka sebagai bagian dari rakyat Jawa Barat yang merasa bertanggung jawab dan ikut membantu atas tindakan KEKEJAMAN MILITER MYANMAR TERHADAP MASYARAKAT MUSLIM ROHINGYA.

Mengingat kejadian Pembantaian sudah cukup lama dan Menambah banyaknya korban Rohingya yang di bantai secara brutal oleh tentara Myanmar. Atas dasar itu FORUM UKHUWAH ULAMA DAN TOKOH (FUT) menuntut Pemerintah Indonesia bersikap lebih tegas dan segera mengirimkan TNI ke Myanmar, untuk peduli Rohingya, dan menyelamatkan pembantaian warga muslim rohingya, dan mengusir atau mencabut DUBES Myanmar dari Indonesia.

Desakan dari FORUM UKHUWAH ULAMA DAN TOKOH (FUT) ini Disambut dan diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar dan menyatakan akan menindak lanjuti aspirasi dari Forum Ukhuwah Ulama Dan Tokoh Jawa Barat. Selesai dari Kantor Gubernur, massa melanjutkan Aksi kembali, menggelar orasi di Kantor DPRD JAWA BARAT, dan berdialog guna menyampaikan kembali aspirasi, pada pukul: 10:20 wib , Massa FORUM
UKHUWAH ULAMA DAN TOKOH (FUT),dan di terima oleh ketua KOMISI V DPRD JABAR.

Dialog komunikasi berlangsung lancar dan saling menghormati bahkan mendapat sambutan baik dari ketua KOMISI V DPRD JABAR (Bapak Samsul), beliau sangat antusias dan mendukung atas gerakan FUT, mengingat ini adalah gerakan Peduli Kemanusiaan, apalagi
jika sampai benar terjadi penganiayaan, pembantaian bahkan pembunuhan secara bruta Muslim Rohingya, beliau perkuat dengan beberapa ayat sadur dari Al Qur’an dan Hadist Rasulullah Muhammad SAW yang artinya “Bahwa
sesungguhnya Ummat muslim yang satu dengan yang lainnya bersaudara, Ibarat jemari tangan jika satu jari sakit, maka jari lainnya akan merasa sakit".

Atas dasar pemahaman tersebut Bapak Syamsul selaku Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, yang juga bertindak atas nama DPRD Prov JABAR berjanji akan mewujudkan aspirasi FORUM
UKHUWAH ULAMA DAN TOKOH (FUT) dan Tokoh, bisa sampai ke Pemerintah Pusat. Acara penyampaian aspirasi ini berlangsung tidak terlalu lama sampai pukul: 11:30 wib, acara ditutup dengan sesi photo bersama antara pihak DPRD JABAR yang di wakili oleh KETUA KOMISI V BapakH. Syamsul Bachri. SH.MBA dengan Ketua forum Ukhuwah Ulama dan Tokoh Bapak K.H ALI BAYANULLAH AL HAFIZD.





By: ASEP KW

DESA NANJUNG MEKAR DI DUGA KUAT BANYAK PENYIMPANGAN DALAM GUNAKAN ANGGARAN DESA

Desa Nanjungmekar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung harus di Audit betul, karena di duga kuat ada  penyelewengan anggaran desa, terlihat bangunan yang masih menggatung tidak 100% selesai sejak tahun 2013. Asep Setiawan Kepala Desa Nanjungmekar saat di konfirmasi langsung di ruang kerjanya selasa, 05-09-17 pukul: 14:55 wib menjelaskan selama menjabat PLT Kades Nanjungmekar, dirinya hanya mengemban misi Penyelamatan Anggaran 2017 dan Pengawalan Pilkades yang di tugaskan oleh Camat Rancaekek.

Saat menjabat sekitar bulan mei 2016 menggantikan OJI sebagai PLT sebelum dirinya menjabat, dalam masa jabatan tidak ada Serah Terima, terkait tugas atau PR yang sudah menjadi keharusan. Asep juga menjelaskan, bahwa selama ini tidak ada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ), yang seharusnya di buat, lebih memahami mana saja yang menjadi sebuah tugas lanjutan dalam masa jabatan sebagai PLT di Desa Nanjungmekar. Saat di mintai keterangan terkait kisruh di desa mengenai penggunaan anggaran, menurutnya (Asep), ini sudah selesai secara musyawarah bersama, dan saudara Oji sudah menyanggupi untuk menyelesaikannya sampai bulan Oktober 2017, mengenai bangunan gedung PKK yang anggaran 2016 tidak selesai.

Adapun terkait bangunan lantai 2 yang tidak selesai sejak tahun 2013 tidak ada kesepakatan dengan Kades yang lama, dan BUMDES yang di bentuk tahun 2015 di anggarkan 3 s/d 5 juta, belum sempat di verifikasi dan di legalkan, maka saat 2016 PLT Kades yang di jabat oleh OJI menganggarkan Dana 50 juta untuk BUMDES, termasuk harus di legalkan berbadan hukum, dan terkait bangunan yang lama belum 100% selesai, terkait kades era 2013, saya tidak paham, karena hanya saat ini saja sedikit pemahaman saya terkait bangunan gedung PKK harus selesai, dan Oji sendiri sudah menyanggupinya, untuk di selesaikan, dan saya menyaksikan dalam hal ini, karena terkait anggaran 2017, adapun bila permasalahan yang ada, saya juga tidak mau di bebani, " masa masalah orang lain saya yang menanggung "tutur Asep.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, September 4, 2017

DI DUGA ANGGARAN DESA NANJUNGMEKAR RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG DI SELEWENGKAN

Kisruh Internal Desa Nanjungmekar Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, terkait tidak transparannya Penggunaan Anggaran Negara ADPD di tahun 2016 dan BUMDES yang Di DUGA di Selewengkan oleh Pejabat Sementara Oknum Kepala Desa (Oji), menjadi polemik di kalangan Masyarakat dan Internal Desanya, khususnya BPD Nanjungmekar, Pasalnya banyak anggaran desa yang tidak sesuai fungsi dalam penggunaannya, dan hari kamis 27-07-17 Kejaksaan Bale Bandung telah memanggil pihak terkait untuk di periksa, mengenai dugaan anggaran desa yang sempat di selewengkan oleh Kades (Oji) yang berstatus PLT.

Ketika di konfirmasi langsung di kantor Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung kamis, 27-07-17 pukul 14:40 wib, Baban Banjar (Camat) Rancaekek yang baru menjabat 6 bulan pada Januari 2017, menurutnya masalah Desa Nanjungmekar sudah di selesaikan, karena sudah pernah di tangani inspektorat langsung, dan sudah memberikan laporan, karena saat itu terjadi 2016 saya (Baban Banjar) belum di sini menjabat sebagai camat, masih camat yang lama (Haris), dan masalah ini sebenarnya internal, tidak boleh keluar atau di expost oleh wartawan, karena Oji sebagai PLT sudah pernah di periksa oleh Inspektorat, di periksa berupa laporan dan tidak ada masalah, hanya salah paham saja, karena komunikasi kurang baik internal desa, jadi selebihnya saya tidak bisa bicara banyak, dan merasa terganggu dalam fungsi saya selaku camat baru di sini, bila banyak yang menanyakan hal seperti ini baik dari Ormas, LSM dan wartawan, lalu kapan saya bekerjanya "tutur Baban.

Pihak kecamatan hanya memfasilitasi yang bersangkutan di desa, karena Kecamatan, Desa itu daerah Binaan, dan menurut pribadi saya selaku Camat, tidak ada permasalahan yang terjadi di masing-masing desa, bila binaannya jalan dan benar, karena jelas sebelumnya akan melakukan Monev, monitoring di setiap desa, untuk selalu memberikan arahan, bagi yang belum mengajukan LPJ mengenai anggaran, harus segera di percepat laporannya, menyangkut realisasi, baik masalah anggaran ataupun laporan akhir anggaran, itu pendapat saya, dan saya tidak mau membicarakan masalah camat yang lalu, dan saya selaku camat sekarang minta terhadap Media khususnya, jangan hanya muat berita Negatif saja, tapi ke arah yang positif juga, agar ada perimbangan dan ikut serta dalam membantu kemajuan bersama "pungkasnya.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)