Wednesday, May 31, 2017

WISATA RANCAKASUMBA ASRI DI RESMIKAN BUPATI BANDUNG

Sungai Citarum Koyod Desa Rancakasumba Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, di jadikan Kampung Wisata Rancakasumba Asri rabu 31-05-17 pukul: 15:00 wib, sisi sungai citarum yang sempat di jadikan produksi bata oleh masyarakat sekitar, kini telah menjadi wisata untuk umum.

Masyarakat menyambut sangat antusias terlihat dari mereka berkumpul menunggu Bupati Bandung (Dadang M Naser) hadir untuk di resmikan, dengan debu beterbangan, maklum lokasi Wisata Rancakasumba Asri terkepung tanah yang sudah kering sampai ke jalan, hal ini tidak menyurutkan mereka untuk tetap menyaksikan peresmian Kampung Wisata.

Terlihat Kadis DLH Provinsi Jabar(Anang Sudarna) hadir dalam mendukung kp wisata rancakasumba dengan menyediakan beberapa perahu karet, untuk memeriahkan acara tersebut. Bupati Bandung tiba di lokasi pukul: 16:55 wib, dan di sambut dengan arak-arakan, yang sudah di siapkan oleh Kepala Desa Rancakasumba (Jajat Sudrajat), tak luput Camat Solokan Jeruk (Moch Iqsa) hadir dan beberapa camat.

Dadang M Naser berikan sambutan, agar masyarakat kabupaten bandung untuk sadar lungkungan, khususnya jangan buang sampah sembarang, dan menjaga sungai bersama, walaupun sungai masih kotor akibat limbah pabrik, dan mengajarkan masyarakat agar protes pada pabrik yang mencemari lingkungan, berharap kedepannya sungai bisa lebih bersih lagi, dari limbah dan sampah "tutur Bupati.

Lanjut dengan gunting pita sebagai simbol kampung wisata rancakasumba asri resmi di buka, dan berkeliling sungai menaiki perahu sebagai alat transportasi wisata air, di dampingi dengan Kepala Desa (Jajat Sudrajat), Camat Solokan Jeruk (Moch Iqsa) dan Kadis DLH Prov Jabar (Anang Sudarna).



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, May 30, 2017

OKNUM SECURITY PREMAN DAN AROGAN DI PAKAI BPN KOTA BANDUNG

Saat ingin di konfirmasi Kepala Kantor BPN kota bandung kamis, 17 mei 2017 pukul: 11:35 wib, bahwa ketika ingin di di temui secara langsung, banyak berbelat belit, khususnya untuk security, walau sudah mengisi aplikasi form tamu.

Sempat sedikit bersitegang dengan oknum security BPN (Rodi) ketika di minta aplikasi form di antar ke atas, agar segera di sampaikan pada pejabat yang di tuju, tapi seolah-olah di abaikan, dan tidak seperti biasanya.

Bahkan Yana Maryana selaku Chief Security BPN sempat melerai, dan mengajak untuk berbicara di belakang kantor BPN (kantin). Situasi sudah mulai dingin, dan tiba-tiba hadir kedua security Rodi dan Edi,  dengan teriak dan mengamuk, memukul dan menendang kursi yang ada di lorong kantin belakang, sontak ramai, dengan berbicara jiwa corsa "tutut Edi.

Dengan kejadian itu, Elias Kepala Kantor (Kakan) BPN Kota Bandung angkat bicara, saya selaku Kakan tidak alergi dengan siapapun yang menemui saya, justru saya sangat senang, bila ada masyarakat mengeluhkan komplain ke saya, berarti benar ada masalah, dan atas kejadian perisitiwa ini, saya atas nama Kepala BPN Kota Bandung sebelumnya minta maaf "tutur Elias.

Mengenai status security di BPN, ada Pegawai Tidak Tetap dan Outsourcing, bila memang kejadiannya seperti itu, saya akan panggil mereka untuk mendengar penjelasan langsung, karena tidak mau sepihak, karena saya pikir hanya masalah bersitegang biasa saja, di sebabkan sama-sama ada kepentingan tugas masing-masing, jadi saya anggap wajar saja, dan saya selaku Kepala Kantor di sini, saya tidak alergi pada siapa saja, dan pasti tamu yang ingin menghadap, saya pasti terima "tutur Elias.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, May 29, 2017

PUSKESOS RANCACILI AKAN JALAN KEMBALI BULAN OKTOBER 2017 SETELAH MANGKRAK LAMA

Kabag Program Dinsos Kota Bandung (Dani Abdulrahman) saat di temui di ruangannya selasa, 16-05-17 pukul: 15:35 wib, terkait pembangunan PUSKESOS Rancacili Kecamatan Rancasari Kota Bandung, yang sempat terhenti dan terbengkalai dalam progres pembangunannya yang sudah mencapai 60%, yang seharusnya selesai 2011, harus mengalami berhenti pembangunannya, karena terkait anggaran yang tidak cukup.

Pembangunan PUSKESOS Rancacili  menghabiskan anggaran 64 milyar yang semestinya bisa selesai tahun 2011, dan terpaksa berhenti lama. Mengingat kebutuhan mengenai penanggulangan sosial kota bandung yang cukup tinggi, dan tidak memadainya panti sosial provinsi jabar dalam menanggulangi tentang gepeng, jompo, anak jalanan dll. Maka pada akhir lebaran, oktober akan di mulai kembali progres pembangunannya.

Sesuai dengan intruksi Walikota Bandung (Ridwan Kamil) 2018 PUSKESOS Rancacili harus sudah jadi, dan di siapkan anggaran 100 milyar. Apalagi Calon,Pemenang sudah ada di siapkan, karena lelang sudah berjalan, dan mudah-mudahan tidak ada kendala lagi, agar ini cepat berjalan dan segera selesai, mengingat kantor Dinson Kota Bandung akan pindah tempat di rancacili sesegera mungkin "tutur Dani.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, May 27, 2017

KECAMATAN RANCASARI BERBAGI BERKAH BERSAMA YATIM DAN DHUAFA DANA PRIBADI

Kecamatan Rancasari Kota Bandung gelar acara Berbagi Berkah Bersama Yatim Dan Dhuafa selasa, 23-05-17 pukul: 14:42 wib, tiap kelurahan di wakilkan 5s/d 10 orang. Kasi Pemberdayaan Indah Susanty sebagai panitia acara, dan di buka langsung oleh Camat Rancasari (Sri Kurniasih), dan di kordinir oleh Kasi Kesos, dengan Leading Sektor Camat Rancasari langsung. Saat di konfirmasi Asep (Staff Kesos) Kecamatan, menunjuk Indah Susanty selaku panitia acara, dan keterangan Indah mengarah Bu Camat,karena sebagai leading sektor yang bertanggung jawab, dan Bu Camat (Sri Kurniasih) menunjuk Asep karena selaku Kesos itu tugasnya "tutur Camat.

Para undangan dalam acara ini mengisi absensi daftar hadir terlebih dahulu, khususnya Dhuafa, Yatim menerima bingkisan berupa satu jinjing berisi makanan dan minuman bertuliskan,Metro, serta amplop putih berisi uang tunai, berkisar 25.000 atau lebih, di berikan setelah acara selesai. Seorang staff menjelaskan, bingkisan ini hanya untuk yatim dan dhuafa. Terlihat Dhuafa dan Yatimnya sedikit, dan lebih banyak yang biasa saja dalam menerima bingkisan dan amplop.

Dalam meminta keterangan mengenai acara tersebut, agak berbelat belit, seolah-olah mempingpong wartawa, ada kesan penasaran dalam kegiatan acara tersebut. Acara Berbagi Berkah Bersama Yatim dan Dhuafa sungguh hal yang sangat bagus dan positif, tapi perlu juga kejelasan mengenai acara tersebut. Akhirnya Sri Kurniasih (Camat) angkat bicara, setelah sekian jam di tunggu, dan menjelaskan acara tersebut. Acara di adakan karena menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan, sehinggi Kecamatan menggelar acara ini, dengan mengundang Dhuafa, Yatim, dan Team Gober dari masing-masing Kelurahan sekecamatan rancasari, mengenai acara ini di gelar, hanya sebagai inisiatif pribadi dan kepedulian, serta menyisikan sebagian riski, dan ada Donatur antara lain Metro, Borma, dan Griya, "tutur Camat.

Asep (staff kesos) menjelaskan, acara tidak memakai anggaran kecamatan, melainkan staff kecamatan yang di sisikan agar bisa acara ini berjalan, dan saya (asep) tidak mau menjelaskan berapa staff perorang di minta, dan sisanya dari para donatur yang di sebutkan bu camat, tapi berupa bingkisan saja, tidak ada materi, dan selebihnya saya tidak tahu, karena memang acara ini panitia bu indah susanty yang lebih tahu,dan bu camat selaku penanggung jawab "tutur asep.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, May 26, 2017

JELANG RAMADHAN PEMKAB BANDUNG MUSNAHKAN RIBUAN MIRAS HASIL SITAAN

Kabupaten bandung - Pemerintah Kabupaten Bandung laksanakan pemusnahan ribuan minuman keras (miras) hasil sitaan Satpol PP Kabupaten Bandung, Polres Bandung dan TNI jum'at, 26-05-17 pukul: 16:20 wub. Pemusnahan ini dilakukan untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan dari penyakit masyarakat (pekat) Selain itu, kegiatan ini pun sekaligus untuk menepis isu yang beredar di masyarakat bahwa miras hasil sitaan tersebut ternyata dikembalikan kepada pemiliknya.

Intinya memusnahkan hasil sitaan dari Ciwidey yang tempo hari, ke saya ada isu bahwa akan dikembalikan kepada yang bersangkutan ini kan ternyata tidak.  Makanya saya instruksikan sekarang langsung dimusnahkan takutnya ada fitnah nakal dan isu lain yang memutar balikan fakta "ujar Bupati Bandung Dadang M Naser kepada media saat pelaksanaan pemusnahan miras di lingkungan Pemkab Bandung.

Dadang M Naser menerangkan, dalam beberapa waktu ke depan pihaknya akan mengintensifkan razia atau sweeping terhadap tempat hiburan malam yang masih nekat buka selama bulan Ramadhan, lebih lanjutny ia pun berharap masyarakat Kabupaten Bandung bisa berperan aktif dalam mencegah peredaran miras ini,
"Saya menghimbau  kepada seluruh masyarakat kabupaten bandung bila di lingkungan masyarakat ada pengedaran miras langsung laporkan saja, kita akan tangani itu, kita akan koordinasikan dengan Polres Bandung dan TNI
"pungkasnya.

Di sisi lain menurut KASAT POL PP USMAN SAYOGI "pada hari ini miras yang di musnakan ada 1213 botol bersama beberapa jeriken oplosan dan tuak , ini hasil sweping kami di beberapa bulan ke belakang menjelang ramadhan yang di laksana kan di lima kecamatan yakni kecamatan baleendah, banjaran,soreang , solokan jeruk,cangkuang." tegas nya 


By: Wahyu sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, May 20, 2017

DINSOS BANDUNG SOSIALISASI DI HOTEL GRAND TJOKRO GUNAKAN ANGGARAN RAHASIA PERUSAHAAN

Di temui langsung di Hotel Grand Tjokro Cihampelas No.211-217, Cipaganti, Coblong, Kota Bandung, tepatnya di Lantai 2 Aula Orchid Dinsos Kota Bandung gelar Sosialisasi Rapat Teknis Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan Tahun 2017. Data Penduduk yang Update, Acara di mulai selasa 16-05-17 dari pagi pukul 09:00 s/d 13:00 wib, Nara sumber hadir dari Dinsos Prov Jabar, Kemensos,  Kota Cimahi, Dinsos, Bpjs, Disdukcapil kota bandung, Kecamatan, Kelurahan, dan beberapa TKSK.

Tema utama mengenai data kemiskinan, data lama yang harus di update dan valid penjamin penerima manfaat yang tepat sasaran bagi penerima manfaat. Agar kedepannya bisa lebih tepat sasaran. Dan mengarahkan dalam kebijakan PMKS dan PSKS, dan Penguatan peran dan fungsi PSKS dalam kegiatan verifikasi dan validasi yang berkesinambungan.

Acara di Hotel Grand Tjokro itu tampak mewah, dengan berlantaikan karpet empuk dan ruangan yang cukup nyaman, sekitar 250 orang yang di undang, ketika di konfirmasi pihak Dinsos (Acep) terkait biaya anggaran yang di keluarkan selaku panitia pelaksana dalam acara tersebut,anggaran yang terpakai menggunakan Anggaran Negara, berapa yang di keluarkan dalam acara tersebut terlihat kaku dan gugup, serta ke sana ke mari dengan celoteh anggaran ini bukan urusan anda, ini rahasia perusahaan, coba aja tanya pihak hotel "tutur Acep.

Ketika salah satu pihak hotel di tanya, awalnya menjelaskan sedikit perbedaan harga, bila goverment atau non, personal jelaa beda, untuk goverment jelas ada discount 10% harga, dan yang lainnya di sesuaikan, untuk acara ini sekitar 80 juta sudah all in, dan bila jelasnya lagi bisa tanya Acep pihak Dinsos, karena satu pintu. Acep selaku panitia dari pihak Dinsos tidak kooperatif, bungkam dan lebih melempar pertayaan berlalu pergi, sampai akhirnya menunjuk kembali pihak hotel, dan akhirnya pihak hotel lebih pilih bungkam dari pada menjelaskan.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, May 18, 2017

DINSOS KOTA BANDUNG BERIKAN SANKSI PEMBERHENTIAN UNTUK PENDAMPING PKH YANG MENYIMPANG

Saat di konfirmasi langsung di Dinsos Kota Bandung pada hari selasa, 16-05-17 pukul: 10:45 wib, Kadis, Sekdis, Kabid, staff penanganan kemiskinan sedang tidak di tempat, di karenakan ada kegiatan di Hotel Grand Tjokro cihampelas agenda tentang data Kemiskinan. Saat di temui Yanyan ikut andil dalam penjelasan, karena dirinya sempat turun ke lokasi untuk verifikasi, walaupun ada sedikit perbedaan dalam penyampaian kepada pimpinan. Bahwa hal ini sudah selesai dan tidak ada pemotongan, karena dana sudah di kembalikan kepada penerima manfaat.

Mengenai pendamping dana PKH kecamatan gedebage akan di berhentikan bila terbukti melakukan penyimpangan terkait dana PKH. Dan masalah Dadan ini sudah di tindak lanjut, dan akan di berhentikan, menurut info yang saya tahu, dan saya kurang tahu berapa banyaknya penerima manfaat PKH se kota bandung, di karenakan data ada pada Kabid saya Pa Dwi, dan lebih lanjutnya langsung saja tanya dengan pa kadis, agar tidak salah ucap "tutur Yanyan.

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya Kadis Dinsos Kota Bansung (Tono) angkat bicara terkait dana PKH. Saya rasa masalah ini sudah selesai, dan benar bila ada pendamping kecamatan yang melakukan penyimpangan terkait Dana PKH (orang miskin) akan kena sanksi di berhentikan, seperti yang terjadi di kecamatan gedebage. Dan penerima manfaat PKH se kota bandung sekitar 23.000.000 orang yang mendapatkan dana PKH, adapun mekanisme perekrutan selaku pendamping standarisasi langsung dari Kemensos, tapi yang saya tahu E1, selebih saya kurang paham "tutur Kadis.

Dan sekali lagi terkait penyunatan dana PKH gedebage saya anggap clear, dana sudah di kembalikan kepada penerima manfaat, dan penerima manfaat bebas gunakan dananya, karena sudah menjadi haknya, dan sanksi pendamping PKH saya hanya Mengusulkan untuk di berhentikan, dan di siapkan pengganti sementara dari pihak kecamatan, sampai benar ada yang menggantikan dari pihak kemensos, dan garis kordinasi kecamatan harus tahu, khususnya kesos kecamatan dan perangkat yang menjadi garis kordinasi.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, May 17, 2017

BULOG DIVRE JABAR RESMIKAN STABILITASI PANGAN GUNA ANTISIPASI LONJAKAN HARGA JELANG RAMADHAN

Peresmian Stabilitasi Pangan dan giat Operasi Pasar,  acara yang berupa Bazar umum di buka pada hari rabu, 17-05-17 pukul: 09:00 wib, BULOG Divre Jabar adakan Operasi Pasar di kota bandung berupa Bazar untuk umum, guna upaya menstabilitaskan harga dipasaran, terlihat bazar yang di komersilkan beranrka ragam, beras, minyak goreng, telur, bawang, terigu, gula dll, dengan harga yang di sesuaikan, tak hanya sembako kebutuhan pokok masyarakat yang di pamerkan, tapi ada juga yang lainnya, baju, celana, busana muslim, kosmetik dll.

Karena bazar ini berlaku umum siapa saja bisa meramaikan, untuk menjual dan mempromosikan produk dagangannya, dan yang ikut tentunya harus membayar sewa lapak yang sudah di sediakan oleh panitia acara (Bulog Divre Jabar). Tujuan acara Bazar ini di gelar, harapannya  mengupayakan konsumen pasar bisa cerdas dalam menyingkapi lonjakan harga di pasaran yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, apa lagi menjelang persiapan Bulan Suci Ramadhan.

Biasa menjelang Ramadhan harga di pasaran, khususnya sembako akan melambung, dan di sini peran Bulog berharap bisa menekan harga di pasar umum dan tradisional bisa stabil. Mengenai outlet yang bukan sembako ikut andil ramaikan bulog divre jabar, agar masyarakat juga tahu ini untuk umum, bukan hanya sembako saja "tutur staff bulog.

Semua bisa ikut meraimaikan acara stabilitasi pangan, dan bisa di katakan Bazar umum, mereka sewa lapak di tentukan harganya bervariasi, semua mengerucut kepada ibu Anhan bagian TU, acara di pertanggung jawabkan langsung oleh Kepala Divre Bulog Jabar (Abdul Muis), dan di serahkan kepada Kabid Komersil Pa Riadi untuk acara ini, sayangnya Humas (Hadi), dan yang lainnya sedang Oprasi Pasar (OP), jadi tidak bisa memberikan keterangan lebih detail "tegas staff bulog.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, May 10, 2017

CAMAT BOJONGSOANG PANGGIL PT SCG " SATPOL PP SOREANG TUTUP MATA TERKAIT INDUSTRI LIAR "

Aep Ahmad Muslim Camat Bojongsoang saat di tanya rabu, 10-05-17 pukul: 14:55 wib, dan sempat belat belit, sibuk, cape, ngantuk dan menunjuk staffnya (Neneng) selaku tugasnya, camat mengakui bahwa PT SCG distribusi semen yang terletak di desa tegalluar belum ada izin resmi dalam usahanya, sementara sudah hampir setahun beroperasi, pabrik tersebut hanya mengandalkan Rekomondasi camat terdahulu, dan di teruskan oleh camat sekarang (Aep Ahmad Muslim). Sementara camat tidak ada tugas untuk periksa sana sini, karena banyak kesibukan, saya hanya membina dan mengingatkan saja terkait perizinan, karena itu tugas dari ppns dan satpol pp kabupaten, coba saja tolong di tanya sama wartawan kenapa belum ada izin tapi sudah beroperasi, saya sudah pernah sampaikan pada satpol pp dan intansi terkait, walau hanya sebatas lisan (tidak formal), karena itu kewenangan mereka, tidak ada kewenganan di saya, dan pemilik sempat saya panggil, sambil celoteh saya cape ngantuk "tutur Aep.

Dan terkait dengan Industri atau pabrik yang masih dalam pekerjaan di bangun, saya selaku camat bojongsoang sudah mengingatkan, segera urus perizinannya. Kasi Trantip Satpol PP harus bersinegris dengan pimpinan (Camat), saya tidak bisa lakukan kerja semau saya karena jelas ada juklak dan juklisnya, tanpa perintah camat saya tidak bisa begitu saja lakukan tindakan, karena camat dalam hal ini bertanggung jawab penuh atas kinerja di kecamatan bojongsoang termasuk saya selaku bawahan di sini, fungsi yang sedang di genjot terkait limbah, keamanan dan ketertiban di wilayah, cuma bila ada perusahan besar atau industri saya belum pernah menemukan hal yang buruk, selama ini hanya lakukan tugas penertiban PKL yang mengganggu jalan dan trotoar, dan paling juga masalah urugan "tutur Ali.

Neneng Kasi Pembangunan tidak tahu apa apa, karena alasannya baru 3 bulan menjabat, dan dia juga tidak mengerti bidang pemerintahan, dia juga kaget ketika di pindahkan sebagai staff kecamatan, jujur saja saya juga baru mulai dalam pengenalan wilayah, jadi saya masih belajar dan saya benar-benar tidak tahu mengenai berapa banyak industri dan pabrik yang ada di sini, dan baru di mulai kirim surat untuk pendataan "tutur Neneng Kasi Pemerintahan.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, May 9, 2017

DINSOS BANDUNG MENINJAU TERKAIT DUGAAN DANA PKH CISARANTEN KIDUL YANG DI SUNAT

Yanyan pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung turun langsung mengkroscek ke lapangan dan sambangi warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (KPH) di dampingi oleh Kecamatan Gedebage (Andi), Lurah Cisaranten Kidul (Henny Mustikasari), Anggota Polsek Gedebage (Juhana) pada hari  kamis, 03-04-17 pukul: 10:15 wib, untuk mempertanyakan langsung kebenaran Dana PKH yang di duga di sunat secara kolektif oleh Dadan selaku pendamping PKH Kecamatan Gedebage, dan mendengarkan langsung kesaksikan warga penerima manfaat di dampingi oleh Ketua Rw 04 (Enjang).

Mendengar langsung keterangan dari warga penerima manfaat PKH yang di benarkan adanya potongan dana sebesar 300 ribu secara blak blakan, yang di lakukan oleh ketua pendamping saat pencairan, dan merasa keberatan, pasalnya jelas dana tersebut sangat di butuhkan. Pertemuan warga akhir di gelar di mesjid khusnul khotimah rt 01 rw 04, pada hari jumat 05-05-17 pukul: 13:40 wib, ranca pacing kelurahan cisaranten kidul kecamatan gedebage, dalam hal klarifiksi dana PKH yang di sunat.

Ketua Rw (enjang) bersikeras permasalan terjadi akibat pihak pendamping kecamatan (dadan) tidak ada kompromi dengan warga untuk memotong dana PKH, dampaknya menyusahkan camat dan lurah. Dadan membatahnya dan sudah ada musyawarah sebelumnya melalui ketua kelompok, hanya saja salah pengertian, dalam penyampaian di ketua kelompok, dan dana PKH sudah di berikan kekurangannya sebesar 200 ribu, 100 ribu untuk bayar sembako yang di pesan oleh penerima manfaat, dengan harga bervariasi, dari 50/65 ribu, di koperasi ketua kelompok, dan tidak di jelaskan lagi sisanya, walaupun penjelasan warga beragam, sampai untuk kebutuhhan administrasi dan bayar cap stempel rw.

Camat Gedebage (Bambang) menjelaskan, dalam klarifikasi ini di hadiri kemensos dan dinsos, kenyataannya tidak ada pihak kemensos dan dinsos yang hadir. untuk penjelasan, mengenai dana PKH yang di sunat hanya miss komunikasi, antara penerima manfaat dan pendamping kecamatan, hanya untuk di simpan sebagai tabungan, agar di ajar hemat, awal pencairan 200 ribu, dan kisruh, akhirnya di berikan lagi 200 ribu, dan nilai 100 ribu di potong sebagai bayar sembako yang pernah diambil, jadi pencairan dana PKH di cicil dua kali kepada penerima manfaat, setelah kisruh di kembalikan, dan camat gedebage tidak menjelaskan detail dari sisa potongan sebesar 100 ribu, walau ada potongan yang lain.

Dan akhirnya Camat Gedebage (Bambang) menganggap masalah ini selesai, dan mengakhiri dengan bersalaman, lanjut meninjau lingkungan sekitar, yang akhirnya warga mengeluarkan keluhan langsung oleh lurah dan camat, bahwa masih ada warga yang membutuhkan dan merasa layak menerima bantuan, tapi tidak dapat dan merasa kurang di perhatikan. Kembali Camat menjelaskan, bahwa dana PKH langsung di terima oleh penerima manfaat, dan pihak pendamping kecamatan harus berkordinasi dengan kesos kecamatan dan TKSK, dan kecamatan harus tahu karena wajib memberikan laporan kegiatan ataupun data "tutur camat.

Dalam kenyataannya Anissa Kasie Kesos kecamatan tidak bisa menjawab dan mengetahui jumlah banyak penerima manfaat PKH, dengan alasan Dadan selaku pendamping kecamatan hanya menjanjikan data warga penerima manfaat, yang sampai sekarang lebih satu bulan belum di serahkan, hanya nanti akan di kasih "tutur Anissa", yang di sambut lagi dengan camat, bahwa bu anissa masih baru dan coba nanti minta lagi sama dadan segera, agar jelas dan jangan sampai salah paham "tutur camat.

Hal yang sama di jelaskan oleh Lurah Cisaranten Kidul (Henny Mustika Sari), bahwa Dana PKH yang di sunat itu hanya salah paham dan miss komunikasi, karena saat itu terjadi saya sedang di Sidoarjo dengan pak walikota, dan saat kembali ke bandung sudah kisruh. Hanya saja saya, merasa tidak terima karena ada dugaan oknum kelurahan yang terlibat, yang di sampaikan oleh oknum polisi gedebage inisial H, melalui pesan elektronik Whats Up (WA), karena Dadan bukan staf kelurahan. Dalam pengawasan di kelurahan ada ibu retna selaku kesos kelurahan, dan dia yang memantau dalam hal ini, tapi dia juga tidak tahu kalau ada pemotongan dana PKH, dan menjadi kisruh di warga "tutur Lurah.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, May 3, 2017

TEGA DI DUGA DANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) CISARANTEN KIDUL DI SUNAT 300 RIBU DENGAN ALASAN UNTUK TABUNGAN

Di sambangi langsung di kantor Kelurahan Cisaranten Kidul Kecamatan Gedebage Kota Bandung, jum'at, 28-04-17 pukul: 09:40 wib, yang saat itu Lurah (Henny Mustikasari) sedang tidak di tempat untuk di mintai keterangan seputar dana Program Keluarga Harapan (PKH) yang sempat turun dan bagikan di Rw 4 Rt 3, dengan jumlah 500 ribu untuk hak warga, di bagikan oleh panitia hanya di berikan secara kolektif sekitar 25 orang yang berhak menerima 200 ribu per orang, dengan alasan keterangan warga duit boleh nemu, jangan berisik.

Menurut Sekertaris Lurah (Tatang Nurjaman) dan di dampingi oleh Wahyu tim Gober Cisaranten Kidul dengan alasan, sebelumnya ini sudah di bicarakan pada semua warga yang menerima manfaat PKH, saat akan di cairkan, dan dengan alasan untuk di simpan sebagai tabungan, karena di khawatirkan duitnya cepat habis bila di ambil semua, sehingga untuk menghemat di berikan 200 ribu dulu kepada semua penerima PKH, karena warga tak mampu pasti mah butuh dan cepat habis, dan kisruh terjadi karena warga menolak dana PKH di sini beda dengan Kelurahan lain yang di terima "tutur Wahyu.

Sekertaris Lurah (Tatang Nujaman) tidak banyak berkomentar, di karenakan dirinya masih baru menjabat pada bulan januari 2017, dan masih kurang paham mengenai wilayah, hanya saja Tatang menjelaskan bahwa masalah ini sedang dalam penyelesaian oleh Lurah, dan akan di berikan sisanya sebesar 300 ribu kepada warga yang berhak menerima manfaat PKH hari ini, dan Lurah sudah pernah mengumpulkan mereka semua (warga dan pengawas PKH) yang bertanggung jawab saat membagikan dana PKH, jujur saja saya juga pusing dinas jadi seklur di sini, banyak masalah khususnya tanah, yang saya kurang paham "tutur Tatang.

Saat 25 orang warga protes dalam penerimaan manfaat dana PKH sebesar 200 ribu pada hari rabu 26-04-17, warga merasa di bohongi oleh panitia pengawas pendamping Kecamatan Gedebage (Dadan), pembagian PKH dengan cara mengumpulkan Kartu Penerima Manfaat (ATM) secara kolektif, pasalnya dana tersebut harusnya penerima manfaat dapat 500 ribu yang harus di berikan, kenyataannya saat di bagikan hanya 200 ribu yang di terima, dan jelas ini sangat merugikan penerima manfaat, kejadian sunatan dana PKH ini berlangsung di wilayah Rt 3 Rw 4, sontak sebanyak 25 orang warga kecewa karena merasa di tipu, dan di manfaatkan untuk kepentingan pribadi, ternyata ini bukan hanya Rw 4 saja, tetapi ada beberapa Rw yang lainnya, seperti di Rw 2 - 1 - 6 yang juga sama, bahkan ada ancaman, bila tidak nurut, kedepannya tidak akan kebagian "tutur Warga dan Rw.

Akhirnya Rw pun angkat bicara dan berikan beberapa keterangan di lapangan sebelumnya dana PKH tersebut hanya di potong sebesar 50 ribu, dengan alasan untuk administrasi, transportasi dan cap Rw setempat penerima manfaat, hal tersebut menjadi kontroversi, pasalnya rw tidak merasa dan menerima, dengan alasan "uang negara untuk hak orang miskin masih saja di sunat, itu keterlaluan" tuturnya.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)