Thursday, September 30, 2021

Sektor 23/Pembibitan Citarum Harum Sub 1 bongkor Petak 19 kec. Kertasari - Lettu Arm Hendro laksanakan Patroli Pendampingan Dan Penanaman.


Kab. Bandung. IBCCNEWS – Sektor 23/Pembibitan Satgas Citarum Harum. Lettu Arm Hendro melaksanakan patroli, pendampingan dan penanaman dipetak 19 Kec. Kertasari. Kegiatan ini di lakukan untuk menghijaukan lahan gundul guna mengantisipasi longsor ataupun banjir ke daerah dataran rendah. Kamis. 30/09/2021

Sesuai tugas pokok satgas citarum harum sektor 23/pembibitan, secara garis besar yaitu memperbanyak bibit tanaman buah dan kayu keras, penanaman hingga perawatan untuk menghijaukan lahan-lahan gundul, setiap harinya kegiatan ini dilakukan rutin, begitupun sub-sub sektor lain yang ada di wilayah sektor 23/pembibitan. Lettu Arm Hendro mengarahkan anggotanya dan menunjukan lokasi yang perlu di tanami pohon buah maupun tanaman kayu keras, memberi arahan mengenai perawatan hingga patroli malam pun dilakukan oleh satgas sektor 23/pembibitan guna mengantisipasi tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Lettu Arm Hendro mengungkapkan “ saya dan anggota saat ini sedang melakukan patroli pengawasan dan penanaman di daerah kecamatan kertasari, ini penanaman rutin yang kami lakukan guna mengantisipasi terjadinya longsor dan lahan gundul dan ini adalah salah satu tugas pokok kami yang ada di sektor 23/pembibitan citarum harum, kami berharap apa yang kami lakukan semuanya bisa berkah untuk kami selaku satgas yang melaksanakan tugas dan menjadi berkah juga untuk warga masyarakat yang memiliki keinginan untuk merawatnya. Patroli malampun kami lakukan sesuai intruksi Dansektor kami di sektor 23/pembibitan”. Tuturnya.

Setiap satgas yang ditempatkan di sektor 23/pembibitan diberi tugas sesuai porsi masing-masing, dituntut melaksanakan tanggungjawabnya sesuai tugas pokok dari sektor 23/pembibitan sesuai arahan dari Komandan sektor 23/pembibitan Kol Arh Wahyu Jiantono S.I.P.

KEPALA DESA CITAMAN LAKSANAKAN STUDI BANDING DI SEKTOR 23/PEMBIBITAN




Kab Bandung. Warnus - Kepala Desa Citaman melaksanakan studi banding di desa Tarumajaya khusus nya di sektor 23/pembibitan kec Tarumajaya, Kabupaten Bandung, Rabu (29/9/2021).

Hadir Komandan Sektor 23, Kepala Desa Tarumajaya, Kepala Desa Citaman, Kelompok Darwis(sadar wisata), dan lain-lain.

Dalam studi banding tersebut Komandan Sektor 23 Kolonel Arh Wahyu Jiantono menjelaskan tugas pokok yang dilaksanakan oleh satgas citarum harum sektor 23 antara lain penyemaian, pembibitan, penanaman dst. Selain itu Dansektor juga menjelaskan inovasi yang telah dibuat yang contohnya tawides(taman wisata desa).

Kepala Desa Citaman Yayan Hariana mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Sektor 23 dan warga Tarumajaya yang sudah bekerja keras dalam hal penghijauan hutan lahan, pembibitan tanaman buah dan tanaman kayu keras dan inovasi yang dilakukan. Di antaranya tawides.

"Setelah saya melihat desa Tarumajaya khusunya sektor 23 saya sangat kagum dan tidak menyangka bahwa anggota TNI bisa membuat inovasi yg sedemikian rupa dalam hal penghijauan hutan dan tawides," ucapnya.

Dia berharap apa yang sudah dilakukan di Sektor 23 akan diaplikasikan di Desa Citaman agar masyarakat Desa Citaman bisa teredukasi dengan adanya tawides seperti apa yang ada di Desa Tarumajaya. (wahyu)

Monday, September 27, 2021

Sektor 23 Citarum Harum Menjadi Pusat Perhatian Danpussenarhanud Kodiklatad Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E. Berserta Rombongan Pussenarhanud














Kab. Bandung, Warta nusantara jabar – Minggu, 26/9/2021 Danpussenarhanud Kodiklatad Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E. beserta rombongan Pussenarhanud mengunjungi sektor 23 untuk ber olahraga gowes bersama dan menikmati wisata pegunungan, kegiatan diawali gowes dr Situ Cisanti dan singgah di Danau Cihaniwung, menempuh jarak 18 km dengan rute yg cukup menantang dan Finish di Sektor 23 tepatnya di desa Tarumajaya Kec Kertasari. Acara selanjutnya diawali Sambutan Dansektor Kolonel Arh Wahyu Jiantono, dilanjutkan sambutan Danpussenarhanud Mayjen TNI Nisan Setiadi , S.E dan pemberian sembako kpd 50 warga masyarakat , serta penanaman pohon kenangan di taman Citaharum. 


Dalam menyambut kedatangan pembina korp Arhanud tersebut, Komandan Sektor 23 mempersiapkan segala sesuatunya dengan maksimal, termasuk perlengkapan protocol Kesehatan dan lain sebagainya disiapkan guna menyambut  rombongan Danppusenarhanud yang berkunjung ke wilayah sector 23 pembibitan. Selain melaksanakan kegiatan gowes, Dansektor 23 citarum harum mengajak rombongan Danpussenarhanud untuk menabur benih ikan,  berkeliling diperkebunan kopi arabika, kebun strawberry sekaligus petik buahnya dan terlihat rombongan sangat antusias.Disiapkan juga acara memancing di kolam percontohan ikan nila.


Danpussenarhanud Kodiklatad Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E. merasa sangat puas, senang dan bangga melihat kinerja sektor 23 pembibitan yang dipimpin langsung oleh Kol. Arh Wahyu Jiantono.


Danpussenarhanud Kodiklatad Mayjen TNI Nisan Setiadi, S.E. mengatakan “ saya sudah bersosialisasi dengan warga sekitar bahwa mereka sangat bersyukur dengan adanya satgas 23 ini terkait edukasi pembibitan dan pengolahan atau pengelolaan lahan. Intinya saya merasa senang dan Bahagia karena sektor 23 ini sangat indah, sangat bagus, apalagi disini ada pembibitan pohon keras maupun tanaman buah-buahan agar kedepannya bisa ditanam di sisa lahan yang kurang lebih 345 hektar dari jumlah lahan 7000 hektar. Disini saya senang karena dansektor 23 ini juga mengajari dan mengedukasi bagaimana cara menanam, dan memelihara tanaman keras atau tanaman buah, kemudian menarik lagi disektor 23 ini sedang membangun taman wisata desa (TAWIDES) yang nantinya akan dikelola oleh warga masyarakat sekitar”. 


Selanjutnya “semoga kedepannya bisa menjadi berkah untuk semuanya dengan adanya program citarum harum yang sudah dicanan inigkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan diberi tanggungjawab kepada Kodam III siliwangi, dan mudah-mudahan sektor 23 semakin maju dan kedepan semuanya akan hijau dan masyarakat bisa sejahtra”.


Selanjutnya “kemudian harapan saya kedepan untuk Dansektor tetap bekerja maksimal, bekerja dengan hati, bekerja secara professional, kemudian masyarakat bisa memperoleh hasilnya, tetap semangat, tetap menjaga hubungan yang baik dengan warga masyarakat, karena Ketika rakyat dan TNI Bersatu akan menjadi kuat dan Tangguh”. Tutupnya.


Dansektor 23 Citarum Harum Kol Arh Wahyu Jiantono S.I.P mengatakan “ kami bekerja tidak akan lepas dari tugas pokok kami disini mulai penyemaian,  pembibitan,  penanaman, perawatan,  pendampingan sampai kepada pengawasan, target kedepan sudah kami desain,. Diharapkan sampai tahun 2025, kita bisa menanam 350 hektar sehingga tanggung jawab seluas 1307 ha bs rampung, tentunya dengan pola agroforresty yg merupakan kombinasi antara tanaman kayu keras, tanaman buah, tanaman kopi dan setiap lahan-lahan kritis setiap tanggulnya di beri tanaman vertiver supaya tidak terjadi longsor atau erosi”.


Selanjutnya “terkait kunjungan ini saya selaku Dansektor 23, sangat berterimakasih kepada bapak Danpussen arhanud, ini sesuatu yang sangat membanggakan , sebuah nikmat yg harus disyukuri, kejadian ini langka, kami sangat berterimakasih karena Danpussen arhanud  sdh meluangkan waktu ditengah kesibukan beliau menyempatkan berkunjung ke tempat kami yg letaknya relatif jauh dari Mako Pussenarhanud di cimahi.. Tutupnya.


Kunjungan ini diakhiri dengan doa dan makan Bersama rombongan pussenarhanud, satgas dan warga masyarakat. Red : wahyu

Sunday, September 19, 2021

Kampung Energi DEM Semarang, Berharap Pemerintah Semarang Bisa Support

 

Semarang, Warnus - Dewan Energi Mahasiswa Semarang telah melakukan edukasi Energi Baru Terbarukan, sekaligus pemasangan lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya di Tambaklorok Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Minggu (19/09). 


Didik Armansyah selaku Presiden DEM Semarang menuturkan, "kegiatan edukasi terkait Energi Baru Terbarukan (EBT) sangat diperlukan mengingat energi yang berasal dari fosil lambat laun akan habis, Pemasangan Lampu PJU tenaga surya merupakan langkah awal dalam upaya mewujudkan Kedaulatan Energi, "ucapnya. 


"Dia juga berharap hal ini dapat support dari pemerintah setempat dan mengajak pemkot kota semarang berkolaborasi dengan kami demi terwujudnya kemandirian energi. 


Sementara itu, Zelika Noor Nadhira sebagai Kepala Bidang Social Movement menyampaikan ucapan terimakasih untuk rekan-rekan volunteer yang terdiri dari berbagai kampus di semarang, kawan-kawan telah mengabdikan diri dalam kurun waktu satu bulan dengan kegiatan yang dilaksanakan secara berjangka, "ujarnya. 


"Meliputi kegiatan bersama anak-anak, ibu-ibu PKK, dan Pemuda karang taruna. 


Pak Wopit selaku tokoh masyarakat menyampaikan, "terimakasih kepada rekan-rekan DEM Semarang yang sudah memberikan edukasi dan motivasi untuk anak-anak dan warga Tambaklorok. 


Untuk mencapai target bauran EBT yang dicanankan pemerintah, edukasi dan penerapan penggunaan EBT perlu digencarkan. Dewan Energi Mahasiswa Semarang mengajak kepada seluruh masyarakat kota Semarang agar mengkampanyekan Energi Baru Terbarukan. (Chox)

Budaya Sepedah Lewat Wisata Tematik Dibangkitkan Kembali

 


Bandung, Warnus - Pemkot tengah berupaya menghidupkan kembali budaya bersepeda. Salah satu upaya tersebut yaitu mengemas wisata sepeda berbasis tematik, Minggu (19/09). 

Misalnya wisata sepeda berbasis Tematik Bandung Tuinstad (Bandung Kota Taman) seperti yang dilakukan hari ini. Yakni bersepeda dengan rute mengunjungi taman-taman bersejarah di Kota Bandung. 

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana bersama Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan, serta beberapa komunitas berkeliling melakukan Cycling With Good Guide. 

Di mulai dari Plaza Balai Kota, Taman Dewi Sartika, kemudian menuju Taman Maluku. Setelahnya, berlanjut ke Bangunan Selaras di Cibeunying, lalu menuju Taman Ganesha sebagai pusat pendidikan dan berakhir di Kebun Binatang. 

"Selain memperkenalkan wisata sepeda dan tempat-tempat ikonik yang punya nilai sejarah. Hari ini termasuk charity untuk Kebun Binatang yang dilakukan oleh beberapa komunitas," ungkapnya di Kebun Binatang. 

Melalui wisata sepeda, Yana merasakan sensasi yang sangat berbeda. Sebab tak hanya kesehatan fisik yang didapat dari bersepeda, namun juga mampu mengenal Bandung lebih dekat. 

"Ternyata cukup banyak sejarah dan filosofi pendiri kota ini, ternyata menarik dan banyak hal-hal yang bisa kita gali," imbuhnya. 

Sementara itu, anggota Komunitas Bandung Good Guide, Edgar mengaku, ingin mengajak masyarakat mengeksplorasi Kota Bandung dengan bersepeda menelusuri taman-taman, sekaligus juga memperkenalkan sejarah taman tersebut dibentuk. 

"Jadi kami ingin aktivasi kembali bersepeda yang tidak hanya olahraga tapi lebih dengan mengenal Bandung dengan kisah-kisahnya. Salah satunya yang diangkat kali ini temanya taman," papar Edgar. 

Selain mengelilingi sejumlah taman-taman yang ada di Kota Bandung, terang Edgar, pihaknya mengakhiri kegiatan bersepeda dengan berkunjung ke Kebun Binatang Bandung. 

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga melakukan charity untuk membantu menghidupkan kembali Kebun Binatang Bandung yang beberapa waktu terakhir terpaksa tutup karena pandemi Covid-19. 

"Kita ingin mengangkat kembali memori terkait Bandung Zoo dan charity ini menjadi prioritas kami agar bisa membantu rekan-rekan zookeeper yang dulunya bekerja setiap hari di sini," tuturnya. (Red)

Saturday, September 18, 2021

PTMT Berjalan Normal, Ema Sumarna : Saya Pastikan Itu


Bandung, Warnus - Sekretaris Daerah (sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna memastikan, penyelenggaraan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) berjalan optimal. Hal tersebut dibuktikan dengan kesiapan setiap sekolah selama penyelenggaraan tatap muka itu, Jum'at (17/09). 

Mulai dari pembagian jam masuk, keluar kelas, hingga sarana dan prasarana diperhatikan semaksimal mungkin. Kesiapan tersebut guna menghindari penyebaran Covid-19. 

Keyakinan Ema diperkuat dengan hasil pemantauannya ke SDN Ciujung, Jalan Lapangan Supratman, SMPN 27 Bandung, Jalan Yudhawastu Pramuka dan TK Kartika X-1, Jalan Yudawastu Pramuka ll. 

“Semua penyelenggaraan pendidikan itu sudah memahami, bagaimana pelaksanaan prokes (protokol kesehatan) di masa PTMT ini,” ujar Ema.  

Menurutnya, sarana dan prasarana semua sekolah yang melaksanakan PTMPT juga terpenuhi dengn baik.  

“Sarana prasarananya semua sudah terpenuhi, paling utama itu dilaksanakan. Siswa yang masuk diatur, tidak ada yang 100 persen (masuk sekolah), rata-rata 25 persen,” bebernya.  

Ema juga memastikan, pelaksanaan PTMT sudah mengacu pada Petujuk Pelaksanaan (Juklas) dan Petunjuk Teknis (Juknis). Sehingga pelaksanaan PTMT di Kota Bandung berjalan optimal.  

“Ada yang pengaturannya berbeda, kemudian ada juga sistem sif. Terpenting standar prokesnya terjaga,” jelas Ema.  

Seperti di SDN Ciujung, tiap peralihan jam masuk atau jam keluar sekolah selalu mengingatkan para siswa soal prokes melalui pengeras suara.  

“Di SDN Ciujung dalam tiap peralihan dan sekian jam itu ada pengumuman tentang prokes. Jadi itu terngiang di memori siswa. Covid-19 masih ada, bagaimana penanganannya dan perilaku yang dilakukan seperti apa,” bebernya.  

Di tempat yang sama, Kepala Sekolah SDN Ciujung, Lastriyah menyampaikan, SDN Ciujung mengikuti aturan pemerintah yaitu 25 persen dalam pelaksanaan PTMT.  

“Kita lakukan (PTMT) 25 persen. Per hari dalam satu kelas itu 7 orang, sehingga nanti bergantian dengan siswa mupun kelas lainnya,” tutur Lastriyah.  

Sedangkan di tempat yang berbeda, Kepala SMPN 27 Bandung, Erni Kustiani menyampaikan, sekolahnya menerapkan maksimal 25 persen pemberlakukan kegiatan PTMT.  

“Satu kelas 8-9 siswa, jika normalnya itu 32-33 siswa. Kita bagi waktu dalam sehari, agar tertib dan sesuai protokol kesehatan,” ujarnya. (Red)

Waspadai Ikan Situ Rawa Bebek Karawang Diduga Tercemar Air Limbah

 



Karawang, Warnus - Situ Rawa Bebek yang berlokasi di Desa Cimahi Kecamatan Klari dianggap kurang aman untuk pelaku keramba apung perkembang biakan ikan nila dan mas. Pasalnya situ (danau) tersebut mudah tercemar limbah industri akibat sungai citarum yang mengalir masuk ke situ, Jumat (17/09). 

Asal mula terjadi situ akibat adanya Galian C era 90an, yang pasirnya dulu itu di keruk dan di komersilkan. Akibat galian c yang ditinggalkan itulah situ ini terjadi. Dan saat ini dijadikan perkembang biakan ikan oleh warga, meski ikan yang di situ sempat banyak yang mati dan mabok akibat air limbah sungai citarum yang masuk ke situ. 

Menurut salah satu pengelola situ yang tak mau disebutkan namanya menjelaskan, "masyarakat sekitar usaha keramba ini semata-mata untuk memanfaatkan situ yang terbengkalai, karena dulunya banyak sekali eceng gondok di situ ini, dan ikan yang di sini juga banyak yang mati dan mabok akibat air limbah, "ucapnya. 

"Namun kita bertahan untuk keramba ini, dan sejak ada citarum harum sektor 16 mulai di bersihkan dan jadi rapi tertata. Ada kurang lebih hampir 100 orang yang punya keramba ini, tiap keramba berbeda pemilik dan sampai saat ini masih bisa bertahanlah untuk penghasilan, ungkapnya. 

Dirinya menambahkan, "air sungai yang tercemar limbah juga masih masuk ke situ ini, tapi tidak seperti dulu. Paling saat ini bila ada hujan atau sungai meluap baru masuk ke situ, dan masih ada saja ikan yang mabok atau mati. 

"Yah ini semua kita lapor ke pihak SDA karawang, karena ada kantornya di sini. Untuk hasil panen ikan kita jual ke pasar, yah kita juga ada kontribusi juga untuk lingkungan bahkan pihak tertentu, hanya saja kita berupa kasih ikan perkeramba 2kg, yah lumayan juga kan di sini yang aktifnya saja ada 80 keramba, "tutupnya. 

Saat awak media melakukan pengecekan PH air situ rawa bebek, PH tersebut menunjukan diangka 5. Diduga ikan yang dari situ tersebut tercemar air limbah sungai citarum. (Tim).

Wednesday, September 8, 2021

Tiga Sungai Jadi Prioritas Normalisasi, Pemkot Bandung dan BBWS Sepakat


Bandung, Warnus - Pemkot dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum terus berkolaborasi untuk menormalisasi sejumlah sungai yang melewati Kota Bandung, Selasa (07/08). 


Hal itu agar sungai-sungai di Kota Bandung kembali bersih dan bisa mencegah banjir. Beberapa di antaranya telah disepakati 3 aliran sungai yang melintasi jalan Sukamaju (Pasteur), sungai Cibodas, Cidurian dan Cisaranten.  


“Ada tiga lokasi yang disepakti diprioritaskan. Berada di jalan Pasteur-Sukamaju, Cibodas-Cidurian dan Cisaranten. Jadi lebih normalisasi sungai dan penataan tepian sungainya,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai bersilaturahmi dengan Kepala BBWS Citarum, Bastari di Kantor BBWS Citarum, Senin 6 September 2021.  


Yana menuturkan, selain 3 prioritas itu, beberapa normalisasi sungai pun masih berjalan.  


“Baru tiga ini (prioritas), yang lainnya masih berjalan di beberapa titik,” tuturnya.  


Salah satu kontribusi Pemerintah Kota Bandung dalam normalisasi sungai di antaranya membantu warga membongkar bangunan yang berada di daerah alisan sungai. 


“Pemkot Bandung bantu bongkar juga penertiban,” tutur Yana. 


Ia mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19 ini, Pemkot Bandung memang terpaksa melakukan "refocusing" anggaran. Olah karenanya, perlu kolaborasi agar penataan sungai tetap terus berlangsung. 


“Kita sadar ada refocusing anggaran. Kita sepakat swakelola agar dapat dirasakan manfaatnya,” tutur yana. 


Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Bastari menegaskan, siap berkolaborasi dengan Pemkot Bandung untuk menyukseskan prioritas yang sudah disepakati.  


“Tentunya kami akan berkolaborasi 3 prioritas penanganan sungai di Bandung,” tuturnya.  


Ia berkomitmen untuk bersama-sama menangani banjir dan normalisasi sungai. Salah satunya penataan kawasan daerah aliran sungai. 


“Bersama kita atasi masalah banjir dan penataan kawasan. Kita juga siap mendukung Pemkot Bandung untuk terus berkoordinasi," ujarnya. (Red)

Hari Pertama PTM Bandung Berjalan Lancar


Bandung, Warnus - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung menyatakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Bandung berjalan lancar, Rabu (08/09). 


Hal itu tergambar pada pelaksanaan PTM di SMP-SMA PGII Kota Bandung dan SD Ar Rafi, Rabu 8 September 2021. Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung memantau langsung pelaksanaan PTM di dua sekolah tersebut. 


Seperti diketahui, 330 Sekolah dari semua jenjang pendidikan dinyatakan lolos verifikasi dan bisa melakukan PTM yang dimulai pada 8 September 2021 dengan kapasitas yang masih terbatas atau dilakukan secara hybrid (PTM dan Pembelajaran Jarak Jauh). 


Dari hasil pantauan, Ema menilai secara keseluruhan, pelaksanaan PTM di sekolah tersebut sudah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. 


Siswa yang diizinkan mengikuti PTM diatur secara terbatas 20-50 persen dari kapasitas kelas. Semua saling bergiliran tergantung kebijakan sekolah masing-masing.  


Sarana-prasarana atau fasilitas daya dukung kesehatan dalam rangka PTM di masa pandemi pun telah dipenuhi. 


"Rata-rata 30-40 persen dari ruang kapasitas kelas yang dipergunakan. Kemudian dalam waktu yang bersamaan yang masih melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh) juga terakomodasi secara maksimal. Rata-rata (di PGII) ada 16 orang 1 kelas dari 32 orang, sisanya melalui daring," ucapnya. 


Ema mengakui masih ada orang tua dari peserta didik yang belum mengizinkan untuk PTM. Namun Ia berpesan kepada sekolah, hak peserta didik tersebut harus dipenuhi 100 persen, sehingga kualitas pembelajaran harus sama. 


"Berbicara substansi dan kualitas mata pelajaran yang diserahkan itu harus sama. Mereka besoknya bergiliran (mengikuti PTM), kecuali yang orang tuanya belum setuju, itu juga menjadi hak mereka. Kita hargai karena tidak ada unsur pemaksaan," katanya. 


Pada pelaksanaan PTM ini, Ema menyampaikan, sekolah bersama Satgas harus mengevaluasinya. Bahkan Dinas Pendidikan harus setiap hari memantau pelaksanaan PTM. Hal itu agar komitmen dan disiplin protokol kesehatan tetap terjaga. 


"Kalau ada pelanggaran, pertama kita beri peringatan. Kalau membandel pelanggaran kedua atau ketiga kita eksekusi dengan kebijakan bisa tutup lagi (pelaksanaan PTM-nya) kembali ke PJJ," tegasnya. 


Sedangkan untuk sekolah yang belum melaksanakan PTM, Ema masih menunggu hasil dari tim verifikator yang saat ini masih memverifikasi 1.692 sekolah lainnya. 


"Saya punya keyakinan (sekolah yang melaksanakan PTM) pasti bertambah. Dalam waktu yang bersamaan sebetulnya satgas yang lain, kemudian Satgas di kecamatan itu bergerak. Bahkan kemarin kami sudah sepakat bahwa nanti semua SKPD ini komandannya Pak Kadisdik yang mengoordinasikan," katanya. 


Selain itu, Ema juga mewanti-wanti para Pendidik dan Tenaga Kependidikan agar dapat memberikan contoh yang baik kepada peserta didik, seperti mematuhi protokol kesehatan. 


"Jangan sampai gurunya tidak sadar seperti mengobrol dengan bergerombol atau berkerumun (tidak mematuhi protokol kesehatan). Satgas juga harus mobile setiap sudut melakukan pengecekan," pesannya  


Sementara itu, Kepala SMP PGII Kota Bandung, Irwan Andriawan mengatakan, siswa yang mengikuti PTM di kelas berjumlah sekitar 30 persen dari kapasitas. Meski sudah dizinkan sampai 50 persen, tetapi pihaknya akan melakukan secara bertahap. 


"Jadi kita bergilir agar semua merasakan proses PTM. Sesudah melihat kondisi, kita akan menghadirkan sesuai instruksi pemerintah 50 persen. Kita bergiliran dengan nomor absen misal 1-10, besoknya 11- 20," katanya. 


Menurut Irwan, 93 persen orang tua siswa telah menyetujui dan mendukung PTM. Hal itu terlihat dari 85 persen siswa SMP PGII yang telah melakukan vaksinasi Covid-19. 


"Artinya orang tua antusias mendukung pelaksanaan PTM. Kita lakukan 2 jam untuk proses pembelajaran. Jadwal siswa yang masuk dan pulang juga berbeda," katanya. 


"Seperti kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, kelas 8 masuk 07.30 WIB, dan kelas 9 masuk pukul 08.00 WIB. Jadi pulangnya akan berbeda juga," imbuhnya.  


Ia juga mengungkapkan, hasil pendataan, sebagian besar siswa diantar-jemput. 


Sementara itu, Wakil Kepala SD Ar Rafi' Iis Siti Aisah mengaku antuasiasme orang tua dan murid di sekolahnya tersebut sangat tinggi. Ini terbukti saat sosialisasi PTM, hampir seluruh orang tua mengikuti sosialisasi dalam zoom meeting. 


"Meskipun ada juga yang tidak mengizinkan, alasannya ada yang anaknya punya komorbid seperti asma. (Untuk memastikan kesehatan) sehari sebelumnya kita share google form untuk mendata apakah anak tersebut sebelumnya pernah bepergian, kontak fisik dengan penderita Covid-19, atau memiliki penyakit bawaan," katanya. (Red)

Guru Harus Interaktif Pada Siswa Canggung Hari Pertama PTM


Bandung, Warnus - Sebanyak 330 Sekolah di Kota Bandung telah diiznkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai 8 September 2021. Sedangkan sekolah lainnya masih harus diverifikasi agar dapat menggelar PTM, Rabu (08/09). 


Pada pantauan hari pertama PTM terbatas di SMP-SMA PGII dan SD Ar Rafi', para peserta didik masih canggung dan kaku saat bertemu teman sekelas dan Guru di ruangan kelas. 


Bahkan, untuk mencairkan suasana tersebut, salah seorang Guru di SMP PGII, yakni Egi Arif Rahman harus melakukan "ice breaking". 


"Kesulitan hari pertama ini mengkondisikan anak, karena yang di kelas dengan yang di rumah pasti berbeda dari kesiapan dan yang lainnya," katanya. 


"Anak yang baru masuk sekarang saya juga kaget. Mereka kaku karena sudah lama (tidak bertemu) mungkin yah. Yang biasanya aktif itu kaku," ungkapnya. 


"Tapi saya coba bangun lagi, sekitar 30 menit dia mulai terbiasa," ucap Egi yang mengajar Pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. 


Egi mengakui, saat PTM terbatas ini para guru harus lebih interaktif saat memberikan pelajaran. Ia pun menerapkan metode "enjoyfull learning" agar anak-anak yang berada di kelasnya bisa merasa nyaman. 


"Kalau di google classroom yang daring, mereka masih oke saja. Nah yang tadi baru masuk sepertinya memang agak kaget. (Saat di kelas) kita pakai layar komputer agar yang di rumah juga bisa melihat ke saya, jadi yang di kelas dan di rumah ada eye contact," imbuhnya. 


Salah seorang siswa SMP PGII, Azka Saniy juga mengakui hal tersebut. Namun saat mengikuti PTM ia merasa bisa lebih menangkap pelajaran dari guru.  


Azka yang saat ini berada di kelas 9, sebelumnya mengikuti PTM terakhir saat kelas 7. 


"Bedanya kalau online, bisa malas-malasan. Kan bisa saja tidak menyalakan kamera, kita tiduran. Sedangkan di kelas tidak bisa. Lebih bisa menangkap (pelajaran) juga kalau ketemu langsung," ucap Azka yang saat ini berada di Kelas 9. 


Menurut Azka, orang tuanya menyetujui untuk mengikuti PTM. Ia pun membawa bekal untuk makan, hand sanitizer dan memakai masker sebagai alat pelindung diri saat pandemi Covid-19 ini. 


Di lain tempat, yakni di SD Ar Rafi', Wakil Kepala Sekolah, IIs Siti Aisah mengungkapkan hal serupa. Respon para peserta didik terlihat lebih canggung saat bertemu teman-temannya seolah-olah seperti menjadi murid baru lagi. 


"Karena hampir dua tahun tidak bertemu, seolah-olah seperti murid baru lagi. Sebenarnya harapan mereka itu bisa main bola misalnya bersama teman-teman," ucapnya. 


"Tetapi karena pandemi seperti ini, mungkin hal yang seperti berinteraksi dengan temannya tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Hanya bertemu di kelas saja," lanjutnya. 


Oleh karena itu, Iis mengaku pada hari pertama PTM terbatas ini, sekolah tidak memberikan materi pembelajaran. Namun lebih ke arah pemberian motivasi dan arahan menjaga pola hidup sehat. 


"Jadi anak-anak tidak dibuat 'shock' ketika harus masuk ke sekolah lagi," ucap Iis. (Red)

Wisata Kota Bandung Boleh Beroperasi Meski Zona Kuning

Bandung, Warnus - Turunnya kasus Covid-19 membuat level kewaspadaan Kota Bandung turun dari zona risiko tinggi (zona oranye) ke zona risiko rendah (zona kuning) dengan skor 2,54. Selain itu Positivity Rate berada di angka 1,77, dan Bed Occupancy Rate (BOR) di angka 19,16 persen, Rabu (08/09). 


Beberapa sektor juga telah memperoleh relaksasi atau pelonggaran yang disesuaikan dengan aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. 


Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial menyampaikan kondisi saat ini di Kota Bandung cukup menggembirakan karena sudah bergeser ke zona kuning atau risiko rendah. 


Karena hal tersebut, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas sudah mulai dilaksanakan di 330 Sekolah, namun dengan catatan dipastikan memiliki kesiapan dan pengawasan dari Satgas Penanganan Covid-19 dan leading sektor Dinas Pendidikan. 


"Berdasarkan aspirasi, di perhotelan ada MICE (Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition) itu akan kita berikan relaksasi, juga Kebun Binatang, tempat olahraga outdoor," katanya usai Rapat Terbatas bersama Forkopimda di Ruang Tengah Balai Kota Bandung. 


Selain itu, Kiara Artha Park, Trans Studio Bandung, dan Saung Angklung Udjo juga sudah boleh beroperasi. Sedangkan untuk resepsi pernikahan diperbolehkan dengan jumlah tamu 20 orang per sesi. 


Namun Oded mengingatkan, meski telah memperoleh relaksasi, pada prinsipnya pengelola tempat dan pengunjungnya harus disiplin dengan protokol kesehatan demi menjaga situasi dan kondisi saat ini. 


Oded mengaku, akan segera mengatur terkait kapasitas, jam operasional, hingga usia pengunjung yang boleh memasuki beberapa tempat yang diberikan relaksasi tersebut. Sedangkan tempat yang lain akan dilakukan secara bertahap. 


"Dine in di dalam gedung sudah boleh, waktu makannya 1 jam, kapasitasnya masih 25 persen. Kalau pengunjung usia 12 tahun ke bawah nanti akan diatur kembali, karena kita tetap sejalan dengan Inmendagri," katanya. 


Terkait mobilitas masyarakat, penerapan ganjil-genap di gerbang tol menuju ke Kota Bandung akan tetap berlaku tiap akhir pekan. 


"Tadi laporan dari Pak Kapolrestabes akan tetap dilanjut sampai ada instruksi dari Kapolda. Tadi disampaikan dampak positifnya bisa mengurangi sampai 20 persen," katanya. 


"Karena sudah mulai longgar, kemarin saya melihat langsung kondisi di beberapa lokasi seperti Cilaki itu luar biasa. Makanya ganjil-genap akan terus konsisten. Petugas di lapangan juga diperkuat," lanjutnya. 


Oded menambahkan meski pun kasus Covid-19 menurun, Tracing, Testing, dan Treatment (3T) akan terus dilakukan karena hal tersebut yang menjaga indikator Kota Bandung agar terus melandai. 


"3T tetap berjalan dan harus terus kita lakukan. Karena indikatornya di situ. Bisa jadi bom waktu atau tidak itu dari situ," ucapnya. 


"Vaksinasi pun hari ini sudah mencapai 69 persen. Artinya target 70 persen untuk bulan September optimis bisa terlampaui," imbuhnya. 


Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, beberapa tempat seperti tempat olahraga outdoor akan segera dibahas untuk diatur terkait kapasitas dan aturan lainnya. 


"Nanti akan diatur, seperti jumlah orang misalnya tidak 50 persen kapasitas. Karena misalnya di Sabuga kapasitas 10.000 orang berarti 5.000 orang di sana, kan tidak akan begitu. Tapi dibatasi untuk 200 orang. Dan lama olahraga akan diatur juga, misalnya hanya untuk satu setengah jam," katanya. 


Sedangkan terkait Kebun Binatang dan tempat wisata lain, Ema juga akan mengatur usia berapa yang diperbolehkan masuk sebagai pengunjung. Karena masuk ke pusat perbelanjaan pun anak usia 12 tahun kebawah masih belum diperbolehkan. 


"Acara musik, pameran, dan kegiatan lain yang akan mengundang kerumunan juga masih belum diperbolehkan. Tapi kalau musik di cafe untuk menghibur itu tidak ada masalah, itu istilahnya compliment," ucap Ema. (Red)

Oded Menghimbau Orang Tua Perhatikan Putra Putrinya Saat PTMT




Bandung, Warnus - Oded M. Danial memohon para orang tua siswa untuk memperhatikan putra-putrinya yang akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Khususnya terkait protokol kesehatan agar putra-putrinya bisa terhindar dari Covid-19, Rabu (08/09). 


"Mari tingkatkan kewaspadaan diri dengan terus melaksanakan prokes (protokol kesehatan) untuk mencegah Covid-19," ujar Oded terkait telah dimulainya PTMT di Kota Bandung. 


Oded mengungkapkan, PTMT di Kota Bandung sudah dapat dimulai seiring dengan menurunnya level risiko penularan Covid-19 di Kota Bandung. 


Saat ini, Kota Bandung berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri, maka daerah yang berstatus Level 3 dapat menggelar PTMT. 


Kendati demikian, Oded mengatakan, PTMT di Kota Bandung akan dilaksanakan secara bertahap. Hal itu untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekolah. Sekolah harus betul-betul siap melaksanakan PTMT. 


Karena menurutnya, keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan, dan keluarga menjadi prioritas utama pelaksanaan PTMT di Kota Bandung. 


"Saya juga berharap, warga Kota Bandung tidak euforia dengan penurunan status PPKM. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tutur Oded. 


Oded mengatakan, PTMT bukan sebuah kewajiban. Jika ada orang tua yang tidak mengizinkan putra-putrinya mengikuti PTMT maka akan tetap dilayani secara daring (Pempelajaran Jarak Jauh). 


"Bapak ibu orang tua peserta didik tak perlu khawatir. Semua siswa akan tetap terlayani meski tidak mengikuti PTMT," katanya. 


Di luar itu, Oded juga telah menginstruksikan kepada Satgas kewilayahan, puskesmas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meninjau langsung pelaksanaan PTMT di sekolah. Sehingga pelaksanaan PTMT bisa berjalan sesuai rencana. 


"Terima kasih atas partisipasi seluruh warga Kota Bandung untuk terus menjaga prokes mencegah Covid-19," tutur Oded. (Red)

Thursday, September 2, 2021

Program Strategi Bidang Pertanahan, Pemkot Bandung Kolaborasi dengan BPN



Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus bersinergi untuk memberiku pelayanan publik yang maksimal bagi masyarakat, Kamis (02/09). 

Khususnya bidang pertanahan, Pemkot Bandung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyinergikan sekaligus berkolaborasi kebijakan dan strategi pelaksanaan program.  

Salah satunya, Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang merupakan kegiatan pendaftaran secara serentak meliput objek pendaftaran tanah yang belum terdaftar dalam satu wilayah kelurahan atau desa.  

Selain itu, bertujuan untuk pemetakan seluruh objek pendaftaran tanah yang sudah didaftar dalam rangka menghimpun dan menyediakan informasi lengkap mengenai bidang tanah.  

"Ada program PTSL itu tentunya memberikan kemudahan dan manfaat besar bagi pemerintah kota maupun masyarakat," tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai menghadiri acara Sinergitas Kebijakan dan Strategi Pelaksanaan Program Strategi Nasional di Provinsi Jawa Barat, di Hotel Pullman Bandung, Rabu 1 September 2021.  

Yana menerangkan, dengan dasar tersebut banyak keuntungan yang didapat. Seperti menambah jumlah bidang tanah yang terdaftar.  

Termasuk memperbaiki data bidang tanah yang sudah bersertifikat serta menyelesaikan sengketa atau permasalahan yang ada.  

"Dengan dasar ini banyak keuntungan yang di dapat termasuk kepastian luas, harga dan sebagainya," ujar Yana.  

Ia mengatakan, Pemkot Bandung terus bersinergi untuk kebijakan ini yang bermanfaat juga bagi masyarakat. 

"Pastinya, sinergitas dan kolaborasi yang baik kita jalankan," tegasnya.  

Sementara itu, menurut Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Dalu Agung Darmawan menerangkan, sinergitas kebijakan salah satunya PTSL menjadi penting karena memberikan dampak positif yang besar.  

"Sengketa pertanahan berkurang juga mendukung one map policy peta skala besar sampai 1:1.000," bebernya.  

Selain itu, ia mengatakan, bisa menyelesaikan permasalahan batas administrasi desa atau kelurahan dan pastinya mendukung program strategis nasional untuk pengadaan tanah bagi kepentingan umum.  

"Ini juga dapat menghasilkan penerimaan pajak melalui PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), PPh (Pajak Penghasilan), maupun BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)," tuturnya.  

Ia mengatakan, data capaian PTSL hingga tahun 2020 mencapai 2.878.391 bidang. Sementara target tahun 2021 yaitu 1.579.000 bidang.  

"Sertifikat tanah yang terbit sampai dengan bukan Agustus 540.809 bidang atau 34,69 persen dan yang belum 1.038.191 bidang atau 65,31 persen," jelasnya. (Red)