Sunday, October 31, 2021

Rumah Limbah Harus Jadi Wisata Edukasi, Nur Samsudin : Jaga dan Lestarikan Tempat Ini


Cimahi, Warnus - Rumah Limbah yang didirikan oleh Kol Arm Nur Samsudin selaku Dansektor 21 satgas citarum dengan material yang berasal dari limbah industri dan dimanfaatkan menjadi bangunan. Rumah limbah berlokasi di Taman Hutan Kehati Kp.Cimenteng Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (30/10). 

Rumah limbah akan menjadi edukasi wisata nantinya. Agar siswa/i didik sekolah tingkat dasar bisa mengenal bahaya limbah dan manfaat limbah, termasuk mengenal apa itu limbah B3 yang dihasilkan oleh industri dan bahayanya bagi lingkungan serta biota yang ada dialiran sungai citarum. 

Nur Samsudin menjelaskan, konsep rumah limbah ini saya ambil murni dari limbah pabrik, dari bata kayu dan lain lainnya itu adalah limbah pabrik, dan saya manfaatkan untuk menjadi sebuah bangunan, "pungkasnya. 

"Kedepan saya akan pampangkan keterangan penjelasan apa itu limbah dan limbah B3, dengan cara membuat mading atau figura yang dipajang di didnding rumah limbah, agar generasi atau anak-anak diidik kita di tingkat sekolah bisa mengenal bahayanya limbah pabrik dan manfaat limbah parik, "ucap Nur. 

Saya selaku dansektor 21, tidak selamanya ada dan bertugas di sini, mungkin bila ada perpindahan tugas, saya harapkan pihak pemerintah setempat khususnya bisa merawat dan meneruskan kelestarian lingkungan yang ada termasuk ini rumah limbah, ya kalau bisa lebih ditingkatkan lagi, "kata Nur. 

"Sekali lagi, rumah limbah juga sebagai kenang-kenangan bahwa pernah ada satgas citarum yang bertugas dan berkantor disini, agar generasi muda kedepan bisa lebih peka terhadap lingkungan dan sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan dari limbah. (Chox)

Thursday, October 28, 2021

Pentahelix Menuju Ending AIDS 2030, Yana : Bandung Zero New Infection


Bandung, Warnus - Sejumlah pihak di Kota Bandung sepakat berkolaborasi untuk mencegah dan menangani HIV/AIDS guna memutus mata rantai penyebarannya, Kamis (28/10). 

Hal itu ditandai dengan penandatanganan "Deklarasi Bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung tentang Pentahelix Menuju Ending AIDS 2030 di Kota Bandung". 

Deklarasi tersebut melibatkan Akademisi, pihak swasta/bisnis, komunitas, Pemerintah Kota Bandung, dan media di Atlantic City Hotel Bandung. 

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang juga Ketua KPA Kota Bandung, menyampaikan meski pun saat ini sedang pandemi Covid-19, warga Kota Bandung tidak boleh abai terhadap penyakit menular lainnya, salah satunya HIV/AIDS. 

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa mendeklarasikan kolaborasi pentahelix, semua stakeholder dalam ikhtiar kita mencapai 3 Zero di tahun 2030," katanya usai deklarasi. 

Semua pihak mendukung 3 Zero yang tertuang dalam isi deklarasi. Yaitu "Zero New Infection", "Zero AIDS Related Death", dan "Zero Discrimination". 

"Upaya Pemkot Bandung dalam penanggulangan HIV/AIDS telah banyak. Baik pendekatan medis, nonmedis, struktural, maupun secara kultural," ucap Yana. 

"Kita ingin mengukuhkan kembali upaya itu dengan kolaborasi berbagai pihak. Dengan kolaborasi pentahelix diharapkan kita bisa mendorong percepatan dan inovasi penanggulangan HIV/AIDS, karena didukung semua unsur," lanjutnya. 

Menurut Yana, data hingga Juni 2021 terdapat 5.741 kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Di antaranya 11,11 persen adalah Ibu Rumah Tangga, dan 2,19 persen terjadi karena penularan dari ibu ke anak. 

"Melihat fenomena tersebut, tahun 2021 ini harus menjadi momentum untuk menciptakan sebuah komitmen baru. Demi mencapai tujuan bersama untik mengakhiri HIV/AIDS pada tahun 2030," katanya. 

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Bandung, Momon A. Imron berharap, dengan deklarasi kolaborasi pentahelix, kerja sama antara pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media massa dapat terjalin lebih erat lagi. 

"Tujuannya mendorong kolaborasi dari seluruh sektor untuk mencapai ending AIDS tahun 2030. Kemudian melakukan percepatan program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS melalui strategi 3 Zero," katanya. 

"Pesertanya dari unsur Perangkat Daerah, Perguruan Tinggi, WPA Kota Bandung, Baznas, pengusaha, media, dan sejumlah LSM yang concern HIV/AIDS ini," lanjutnya. 

Sedangkan Perwakilan LSM dari Female Plus, Koordinator Lapangan, Dwi Surya berharap, dengan adanya kolaborasi dari sejumlah pihak, informasi tentang penyakit HIV/AIDS bisa tersampaikan, terutama agar diskriminasi tidak terus terjadi. 

Seperti media dan WPA yang terus menginformasikan kepada masyarakat, lalu pihak swasta/bisnis terutama pemilik hotel yang sering menolak kegiatan yang diikuti oleh ODHA. 

"Dari semua pihak yang ikut deklarasi ini, menyampaikan informasi terkait HIV/AIDS ke masyarakat. Agar stigma juga hilang, dan diskriminasi kepada ODHA juga tidak terjadi lagi," harapnya. 

"Untuk mengadakan kegiatan, ada beberapa tempat yang tidak menerima karena tahu acaranya (untuk ODHA). Makanya kita juga terus gunakan satu tempat, misal di sini, karena pegawainya juga sudah paham dengan kita," imbuhnya. 

Female Plus yang mendampingi ODHA se-Jawa Barat juga menilai, penanganan HIV/AIDS di Kota Bandung sudah cukup baik. Karena ada Bandung AIDS Koalisi, semua LSM dan jaringan ada di situ. 

"Jadi bisa sharing bareng di situ. Suara kita akan sama. Kalau ada masalah di satu jaringan, bisa berbagi dan saling bantu. Saya harap daerah lain juga bisa seperti itu," ujar Dwi. (Red)

Reaktivasi Teras Cihampelas Akhir 2021, Disbudpar Akan Gandeng KPJ

Bandung, Warnus - Pemerintah Kota Bandung akan mereaktivasi kembali Skywalk Cihampelas atau Teras Cihampelas pada akhir tahun 2021. Sehingga nanti para pedagang bisa kembali berjualan, Kamis (28/10). 

Bahkan untuk menarik minat warga lokal maupun wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Bandung telah menyiapkan hiburan seperti seni musik, seni tari, dan seni tradisional lainnya. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Produk Budaya dan Kesenian, Nuzrul Irwan dalam acara Bandung Menjawab di Auditorium Balaikota Bandung. 

"Akan ada pentas seni, hal ini bisa menjadi daya tarik pariwisata karena Cihampelas sudah menjadi destinasi wisata baik untuk kuliner maupun foto-foto," tuturnya. 

Selain itu, Disbudpar juga akan menggandeng Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) untuk menghibur wisatawan yang datang ke Teras Cihampelas. Hal itu dilakukan untuk membantu memulihkan perekonomian mereka. 

"Karena saat pandemi teman-teman KPJ turun ke jalan. Mudah-mudahan kita bisa mengembalikan ke tempat-tempat yang sudah disediakan untuk beraktivitas seni," paparnya. 

Di tempat sama, Kepala Seksi Destinasi dan Wisata Disbudpar Kota Bandung, Faisal Tachir mengungkapkan, sebelumnya pada Mei lalu Teras Cihampelas telah direaktivasi. 

Namun karena pada Juni-September kasus covid-19 melonjak ditambah adanya kebijakan PPKM Jawa-Bali maka terpaksa Teras Cihampelas harus ditutup. 

"Teras Cihampelas pada dasarnya sekarang sudah bisa aktif kembali tapi tetap harus menjaga protokol kesehatan," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Sandi mengatakan, untuk mendukung reaktivasi kembali pihaknya telah melakukan pemeliharaan dan penambahan fasilitas. 

Seperti menyediakan jalur sepeda, melakukan pengecetan ulang, dan perbaikan-perbaikan di beberapa fasilitas yang sudah rusak. 

"Itu kami lakukan di awal puasa kemarin. Dengan adanya reaktivasi ini berharap bisa membangkitkan kembali perekonomian dan masyarakat bisa sama-sama menjaga fasilitas ini," tuturnya. (Red)

Sektor 23/Pembibitan Menerima Kunjungan Tim Green Infrastructure Initiative Indonesia



Kab. Bandung. Warnus – Sektor 23/pembibitan sambut kunjungan kerja dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia. Kunjungan dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia, guna meninjau seberapa jauh perkembangan citarum harum khususnya di sektor 23/pembibitan. 27/10/2021.   

Kunjungan dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia, disambut langsung oleh komandan sektor 23/pembibitan Kolonel Arh Wahyu Jiantono SIP dan anggotanya. Kunjungan ini dihadiri oleh :
1.Dr. M. Saleh Nugraha Adi, Asisten deputi pengelolaan Sungai Kemenko Marvest RI
2. Bpk Aan / Lucky Candradinata, Dirut PT. MCAB / IPAL Terpadu Cisirung
3. Kolonel Arh Wahyu jiantono Dansektor 23 Satgas Citarum Harum
4. Ibu Isma Andini P, Kabid Infrastruktur Pemukiman Prov Jabar
5. Ibu Resmiani, Kabid PPL Dinas Lingkungan Hidup Prov Jabar
6. Bpk Adi Rahmat, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan / Bappeda Prov Jabar
7. Bpk. Tambang Kabid, PJSA Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Prov Jabar
8. Bpk. Mohamad Safei, Kasi pengendalian pencemaran DLH Kab. Bandung
9. Bpk Sandi, sekretariat Satgas Citarum Harum
10. Bpk Irsad, Teknisi IPAL MCAB
11. Mr. Prof. Joni Hermana, Short Term Expert (GIZ)

Di lokasi sektor 23/pembibitan, komandan sektor 23 menyambut baik dan memberi penjelasan disetiap bagian dari apa yang sudah dikerjakan oleh sektor 23 pembibitan, mulai dari tugas pokok dari sektor 23/pembibitan sampai kepada penjelasan mengenai pengadaan bibit pohon kayu keras, pohon buah dan berbagai bibit yang sifatnya agroforesty yang bisa menunjang ketahanan pangan bagi masyarakat dan membantu perokonomian masyarakat.

Ideologi, inovasi, kreatif, dan inisiatif sangat dihargai oleh pihak kementrian dan rombongan, karena dinilai bukan hanya memperindah, namun tidak lalai memperhatikan kesejahtraan masyarakat sekitar,

Kol. Arh. Wahyu Jiantono S.I.P dalam sambutannya menyampaikan ” Upaya konservasi lahan dgn tanaman buah ini untuk mengembalikan fungsi hutan kita supaya hutan bisa menjaga kita semuanya, menjaga keberlangsungan hidup mahluk yang ada didalamnya. Kita jaga supaya tidak terjadi longsor, banjir, erosi tanah, pemanasan global dan lain sebagaianya. Disamping itu dengan ditanami pohon buah ini warga tentunya bisa mengambil manfaat ganda dari hasil buah yg dipanen dan tanaman pertanian yg bapak ibu tanam saat ini. Perlu kami laporkan juga, dalam kurung waktu 4 tahun ini sejak pebruari 2018 sampai periode oktober 2021 ini , Sektor 23 sdh menanam sejumlah 1.619.478 pohon dan itu riil yang terdiri dr tanaman kopi, kayu keras dan tanaman buah. Kita pake pola tanam agroforestry sejak nopember 2020. Dari 1307 Ha luas wilayah hutan kritis yg menjadi tanggung jawab kami , sudah terkaver 961 Ha dan hanya menyisakan 346 Ha. Kami sangat optimis, tugas mengembalikan lahan kritis menjadi hutan produktif ini rampung sebelum thn 2025 asal semua komponen masyarakat mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga kelestarian alam Gunung wayang ini ” Ujar Komandan Wahyu

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan atau cendramata dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia, kepada Komandan sektor 23/Pembibitan Kol Arh Wahyu Jiantono SIP.

Sunday, October 24, 2021

SEKTOR 23/PEMBIBITAN CITARUM HARUM LAKSANAKAN INTRUKSI PENYIANGAN SERENTAK PADA BIBIT TANAMAN.




Kab. Bandung, Warnus - Sektor 23/Pembibitan citarum harum melaksanakan giat pereamasan/penyiangan tanaman secara serentak di kebun sekitaran posko pembibitan bersama warga masyarakat Desa Tarumajaya agar tanaman terhindar dari gangguan rumput atau tanaman liar sehingga pertumbuhan tanaman menjadi optimal Kamis (21/10/2021)

Giat penyiangan ini di pimpin langsung oleh para Komandan kelompok pembibitan baik kelompok buah, kopi dan kayu keras. Kegiatan ini merupakan pekerjaan rutin sebagaimana yg telah dinstruksikan oleh Dansektor 23 Kolonel Arh Wahyu Jiantono SIP kepada para Danpok Sektor 23 Pembibitan agar tanaman tidak sekedar disiram atau dipupuk saja namun harus ada upaya upaya perawatan secara komprehensif dan simultan.

Penyiangan disini dimaksudkan adalah suatu kegiatan pembersihan area media tanam dari rumput-rumput liar atau gulma. Kegiatan yang melibatkan peranserta masyarakat ini sekaligus mengedukasi kepada mereka bahwa Gulma adalah tumbuhan yang harus dibersihkan karena kehadirannya menghambat pertumbuhan tanaman sehingga dapat mengakibatkan menurunnya kualitas tanaman itu sendiri, selain itu juga menjadi sarang hama atau penyakit pada tanaman

Serka Yunadi sebagai batih sektor pembibitan mengatakan “kegiatan peramasan atau penyiangan harus dilaksanakan secara periodik dan berkesimbungan , guna memudahkan akar tanaman bergerak menerobos tanah untuk menyerap nutrisi sehingga tanaman menjadi lebih subur dan mengurangi kemungkinan tanaman terserang hama dan penyakit ". Ujarnya.

Giat peramasan atau penyiangan serentak yang dilakukan di sektor 23 pembibitan citarum harum di harapkan tanaman dapat tumbuh dengan subur, mengurangi hambatan pengembang biakan vegetatif tanaman itu sendiri sehingga cepat mereproduksi bibit baru lebih banyak. Sehingga disamping tanaman akan lebih subur krn bersih dari gulma, bisa lebih menghemat biaya untuk pengadaan bibit.

Sunday, October 17, 2021

SEKTOR 23/PEMBIBITAN GELAR VAKSINASI DI WILAYAH DESA TARUMAJAYA




Kab. Bandung. Warnus. selain melaksanakan tugas pokok sektor 23 pembibitan di wilayah lahan kritis, masih di masa pandemi covid 19 , sektor 23 ikut serta mendukung pemerintah dalam pencegahan covid 19. 15/10/2021.

kegiatan vaksinasi inin dihadiri oleh pemerintah setempat, seperti camat, kepala desa Tarumajaya, Kapolsek Kertasari, Danramil dan Komandan sektor 23/pembibitan Giat vaksinasi di awali dengan penyemprotan disinfektan di area lokasi kegiatan, pembagian masker secara cuma-cuma dan sosialisasi juga himbauan terkait protokol kesehatan yang kemudian dilakukan giat vaksinasi untuk masyarakat. Dalam pelaksanaan vaksinasi di desa tarumajaya, Sektor 23 pembibitan melibatkan nakes dari puskesmas Sentosa. 

Komandan sektor 23 pembibitan citarum harum Kol. Arh. Wahyu Jiantono S.I.P menyampaikan terkait giat vaksinasi merupakan dukungan penuh kepada pemerintah guna memutus mata rantai penularan virus covid 19 atau corona.

"sekali lagi saya menyampaikan, bahwa TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. dan apa yang kami lakukan ini untuk kepentingan masyarakat, mudah-mudahan dengan diadakannya giat vaksinasi di sektor 23 pembibitan kepada warga masyarakat bisa memutus mata rantai penularan covid 19 diwilayah kita, dan mudah-mudahan kita semua segera terbebas dari ancaman penularan virus corona ini". tutupnya


GERAKAN TANAM POHON BUAH DALAM RANGKA KONSERVASI HUTAN LAHAN DI WILAYAH SEKTOR 23








Kab. Bandung. Warnus - Rabu,13 Oktober 2021. Sektor 23/pembibitan citarum harum melaksanakan GERTAM (GERAKAN TANAM) dilereng G.wayang desa Tarumajaya Kec Kertasari bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah,  Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura,  Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan Provinsi serta Dinas Pertanian Kab Bandung berserta jajarannya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Tim Ahli yg mewaki Ketua harian Satgas Citarum, Kadis Kehutanan serta Kadis Tanaman pangan dan hortikultura Prov Jabar. Kegiatan gertam ini merupakan Upaya Sektor 23 melalui kegiatan konservasi tanah yg ditujukan untuk memulihkan kembali lahan yang sudah  terdegradasi akibat perilaku pengolahan lahan yang tidak sesuai dengan kaidah kaidah pengelolaan nya.  

Kol. Arh. Wahyu Jiantono S.I.P dalam sambutannya menyampaikan " Saya berharap kepada kita semua yang hadir disini, khususnya kepada bapak penggarap lahan para petani yang saya cintai, jangan lagi sembarangan menebang pohon, bapak bapak boleh menanam sayuran untuk menunjang kepentingan ekonomi tapi jangan lupa hutan ini perlu dijaga, perlu dilestarikan sehingga ekosistem akan terjaga dan kita semua bisa hidup nyaman. Upaya konservasi lahan dgn tanaman buah ini untuk mengembalikan fungsi hutan kita supaya hutan bisa menjaga kita semuanya, menjaga keberlangsungan hidup mahluk yang ada didalamnya. Kita jaga supaya tidak terjadi longsor, banjir, erosi tanah, pemanasan global dan lain sebagaianya. Disamping itu dengan ditanami pohon buah ini warga tentunya bisa mengambil manfaat ganda dari hasil buah yg dipanen dan tanaman pertanian yg bapak ibu tanam saat ini. Perlu kami laporkan juga, dalam kurung waktu 4 tahun ini sejak pebruari 2018 sampai medio oktober 2021 ini , Sektor 23 sdh menanam sejumlah 1.619.478 pohon dan itu riil yang terdiri dr tanaman kopi, kayu keras dan tanaman buah. Kita pake pola tanam agroforestry sejak  nopember 2020.  Dari 1307 Ha luas wilayah hutan kritis yg menjadi tanggung jawab kami , sudah terkaver 961 Ha dan hanya menyisakan 346 Ha. Kami sangat  optimis, tugas mengembalikan lahan kritis menjadi hutan produktif ini rampung sebelum thn 2025 asal semua komponen masyarakat mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga kelestarian alam G wayang ini " Ujar Komandan Wahyu

Ir Dadan Hidayat M.Si ; melihat begitu vitalnya peranan sungai citarum bagi kehidupan masyarakat dan melihat kondisi endapan yang terjadi sejak beberapa tahun ini maka perlu dilakukan upaya-upaya konservasi untuk mengembalikan kelestarian dan fungsi sungai citarum dalam penerapannya di lapangan perlu keterpaduan pengelolaan di berbagai sektor mulai dari hulu sampai hilir dengan memperhatikan berbagai kepentingan kondisi biofisik dan sosial ekonomi masyarakat yang ada di wilayah atau daerah aliran sungai sehingga kesejahteraan masyarakat tetap diperhatikan. mudah-mudahan kolaborasi seperti tampak hari ini sangat jelas, ada dari unsur TNI, ada teman-teman dari kehutanan, dari pertaniannya, dari desa, kecamatan dan masyarakatnya kita ngumpul hari ini untuk penanganan sungai citarum". selanjutnya "berdasarkan peraturan dari Presiden Joko Widodo No 15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian mudah-mudahan dengan target 7 tahun bisa terselesaikan dengan baik. Terkait tugas dan fungsi sektor 23 pembibitan kami sangat mengapresiasi kinerja yang sangat luar biasa. Dalam hal ini kami juga ingin berpartisipasi dengan membantu pengadaan pohon buah yang ekonomis juga untuk masyarakat, seperti pohon  petai, alpukat, jengkol, dan pupuk cair.". 

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan tanaman dari Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura kepada Dansektor 23/Pembibitan Kol Arh Wahyu Jiantono dilanjutkan acara penanaman bibit tanaman buah dipetak 73 dan acara diakhiri sesi foto bersama di lokasi penanaman.

Saturday, October 16, 2021

Sektor 23/Pembibitan Menarik Perhatian Ibu Bupati Jawa Barat Bersama Ibu Camat Dan Jajarannya.

 




Kab. Bandung. Warnus - Jumat 15 Oktober 2021. Mendadak Sektor 23/Pembibitan kedatangan Ibu Bupati Jawa Barat.

Kedatangan Ibu Ema Deti permanawati ,spdi,mm ini sangat mendadak pada saat mengunjungi Sektor 23/Pembibitan ini, beliau di ajak oleh Bu camat untuk melihat TAWIDES (Taman Wisata Desa).

Didampingi oleh Serka Yunadi, Ibu Ema Deti permanawati ,spdi,mm bersama para jajarannya ditemani untuk melihat-lihat apa yang ada di Sektor 23/Pembibitan ini dan menjelaskan mengenai tugas pokok sektor 23/Pembibitan Citarum Harum mulai dari penyemaian, pengawasan dan lainnya, kemudian ditunjukan proses grafting, tanaman kopi, tanaman kayu keras, dan tanaman buah yang kemudian nantinya akan di tanam di lahan kritis. 

Ibu Ema Deti permanawati ,spdi,mm mengutarakan "Saya sangat senang bisa berkunjung ke tempat ini dan suatu saat saya akan mengajak Dinas Bagian Parawisata untuk melihat Sektor 23/Pembibitan ini agar TAWIDES (Taman Wisata Desa) menjadi tempat pariwisata. Apalagi disini bisa menjelaskan bagaimana cara mengolah bibit tanaman keras sampai buah buahan dan juga tadi kita lihat sudah mulai sedikit demi sedikit pada pengembangan buah strawberry. Disini banyak proses yang bagus untuk di ketahui masyarakat mengenai tanaman dan sekaligus menjadi edukasi positif untuk anak-anak dan semua kalangan. "AYO MAIN KE TANAM EDUKASI". tutupnya Ibu Ema Deti permanawati ,spdi,mm".

SEKTOR 23/PEMBIBITAN BANGUN SARANA EDUKASI DENGAN SEBUTAN "tawides" TAMAN WISATA DESA.


Kab. Bandung. Warnus - Baru-baru ini sektor 23/pembibitan melakukan giat pembangunan taman wisata desa(tawides) sebagai sarana edukasi dan tempat wisata untuk masyarakat desa Tarumajaya (senin/11/10/21) 

Pembangunan taman wisata desa dilatarbelakangi oleh kurang sadarnya masyarakat tentang menjaga kelestarian hutan lahan. Dansektor 23 Kol Arh Wahyu jiantono memiliki gagasan yang didukung penuh oleh anggota satgas bersama masyarakat melakukan pembangunan taman wisata desa sebagai sarana edukasi kepada masyarakat. 

Tawides merupakan cerminan keaslian desa baik dari kepedulian lingkungan hidup, sosial ekonomi, budaya dan berbagai potensi unik dari sebuah desa. 

Dasektor 23/pembibitan melihat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tata cara melestarikan hutan ini membangun ide saya untuk membangun tawides yang di antaranya berisi coffe land camping, wisata perahu, taman strawberry, edukasi grafting dan lahan percontohan dengan mengembangkan pola tanam agroforesty. 

Kol. Arh Wahyu Jiantono S.I.P mengutarakan

"Dengan dilakukan bimbingan dan komsos(komunikasi sosial) saya kira  program ini kurang di mengerti oleh masyarakat sebalik nya dengan di tambahkan tawides ini masyarakat akan lebih mudah untuk mengerti tentang cara melestarikan hutan karena di dalamnya saya memberikan lahan percontohan dengan pola tanam agroforesty selain tempat wisata"ujarnya.

Dansektor juga menambahkan "dengan adanya lahan percontohan dengan pola tanam agroforesty di dalam tawides ini masyarakat akan lebih paham bahwa tanaman sayuran akan tetap hidup walaupun berdampingan dengan tanaman kayu keras, tanaman buah dan kopi". Tutupnya.

Sektor 23/pembibitan membuka ruang study banding untuk semua kalangan.

Dengan di bangunnya taman wisata desa ini di harapkan masyarakat agar dapat lebih mengerti tentang tata cara dalam pertanian tanpa merusak ekosistem hutan dan nanti nya dengan tawides desa Tarumajaya dapat berkembang menjadi desa wisata agar mengubah pendapatan ekonomi masyarakat selain dari bidang pertanian.

SEKTOR 23/PEMBIBITAN TINDAK TEGAS OKNUM PEMBUKA LAHAN DILAHAN KRITIS DESA TARUMAJAYA.


Kab Bandung, Warnus -  anggota satgas citarum harum sektor 23/pembibitan di pimpin oleh sertu aditya dengan dua rekannya hari ini melaksanakan patroli ke petak 19 desa Tarumajaya  (sabtu/09/10/21) 

Saat pelaksanaan patroli anggota satgas sektor 23/pembibitan, telah ditemukan kegiatan oknum masyarakat yang sedang membuka lahan dilahan kritis dengan kemiringan permukaan 45°,  penanaman dilahan dg kemiringan tersebut tanpa dikombinasi dg tanaman kayu keras/buah sangat beresiko terjadinya erosi tanah atau longsor terlebih tanpa dibuat teras bambu atau sejenis guludan tanah untuk menghambat terpaan air hujan yg deras mengalir kebawah.

Sertu Aditya langsung melakukan tindakan dengan memanggil penggarap lahan tersebut dan memberi pemahaman tentang bahaya yg di timbulkan dengan apa yg dilakukan oleh si penggarap.

"Dengan pembukaan lahan di kemiringan 45° ini tanpa mengindahkan aturan pola tanam, akan sangat membahayakan terjadinya erosi dan banjir  yang akan berdampak terhadap keselamatan masyarakat dan kesuburan tanah semakin berkurang karena lapisan atas tanah akan tergerus kebawah, tanah akan semakin terdegradasi kemampuanya sehingga menjadikan lahan ini semakin kritis". Ujarnya. 

Dan selanjutnya oknum tersebut di bawa ke posko untuk di berikan bimbingan agar memahami maksud dan tujuan pelarangan tersebut serta mau menyampaikan kepada warga yang lain untuk tidak berbuat hal yang sama demi menjaga hutan kita agar bisa memberikan manfaat bagi keberlangsungan ekosistem.

Dansektor 23/pembibitan Kol Arh Wahyu Jiantono mengambil kebijakan tentang hal tersebut dengan memerintahkan oknum masyrakat agar melakukan penanaman  pohon 100 bibit pohon dan dikerjakan dalam waktu seminggu dan harus mampu merawat sampai tumbuh subur, hal ini dilakukan agar oknum masyarakat mendapat efek jera, jalan ini diambil karena sudah terlalu sering disampaikan kpd masyarakat agar peduli dengan kondisi hutan dan lahan kita, pesan ini sudah sering diberikan melalui sosialisasi bahkan banner banner bertuliskan larangan penanaman dilahan kritis  dalam rangka menjaga kelestarian hutan. 

Di harapkan masyarakat dapat lebih mengerti tentang cara menjaga hutan dan mempertahankan keseimbangan pada lahan dan hutan sehingga hutan akan terjaga dan pendapatan ekonomi masyarakatpun akan tetap stabil.

Dansektor 23/pembibitan Kol Arh Wahyu Jiantono mengambil kebijakan tentang hal tersebut dengan harapan  masyarakat dapat lebih memqhami, bahwa Sektor 23 saat ini sedang melaksanakan kegiatan konservasi hutan lahan kritis dengan menerapkan pola tanam agroforestry, dengan harapan hutan sebagai tata media tanah dan hutan sebagai fungsi hidrologi akan tetap terjaga sehingga disamping  pendapatan ekonomi masyarakat tercapai, kepentingan ekologi pun tidak diabaikan.

Wednesday, October 6, 2021

Bentuk Satgas Anti Rentenir, Yana Nyatakan Perang Terhadap Rentenir


Bandung, Warnus - Rentenir atau orang pemberi pinjaman uang tunai dengan bunga yang sangat tinggi merupakan praktik ekonomi ilegal. Selama ini rentenir telah mengakar di kalangan masyarakat dan telah menghancurkan sendi-sendi perekonomian masyarakat, Rabu (06/10). 

Praktik rentenir hingga saat ini paling marak ditemui di pasar-pasar tradisional. Mereka menyasar pedagang kecil hingga akhirnya banyak pedagang yang terlilit utang. 

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana saat membuka acara Focus Group Discusion 'Strategi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Peran Satgas Anti Rentenir Kota Bandung di Hotel Savoy Homan. 

"Kita harus bergerak lebih cepat dari rentenir, melalui FGD ini diharapkan bisa menghasilkan strategi-strategi untuk mengatasi praktek rentenir, sehingga Kota Bandung bisa menjadi kota yang bersih dari rentenir" tuturnya. 

Menurutnya, saat ini rentenir sudah semakin canggih dan mereka mampu beradaptasi dengan zaman. Mulai dari berpura-pura membuka koperasi simpan pinjam padahal isinya praktik rentenir. Termasuk memanfaatkan teknologi digital atau kerap disebut pinjaman online (pinjol). 

Maka itu, Yana meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Bandung agar mempersempit ruang rentenir salah satunya dengan menghidupkan kembali koperasi-koperasi simpan pinjam. 

"Kita juga harus mendekatkan Bank Bandung dan aktif mempromosikan program kepada masyarakat seperti program pinjaman modal usaha," pintanya. 

"Ini bisa menjadi alternatif masyarakat dan lambat laun meninggalkan rentenir," harap Yana. 

Namun Yana mengingatkan agar memberi kemudahan proses pinjaman. Karena sejatinya rentenir memberi kemudahan dalam proses pinjaman sehingga hal itulah yang membuat masyarakat akhirnya terjebak. 

"Rentenir bisa menagih setiap hari, dan bagi pedagang kalau dia ditagih sekaligus sebulan Rp100.000 rasanya mahal, tapi kalau sehari Rp5000 dia mampu. Padahal jadinya Rp150.0000 (sebulan)," tuturnya. 

"Jadi kuncinya, bagaimana kita bisa mengolektif tagihan per hari dan kemudahan proses pinjaman," tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas KUKM Kota Bandung, Atet Dedi Handiman mengungkapkan, sejak pandemi Covid-19 terjadi kenaikan pengaduan yang didominasi korban pinjaman online. 

Sebagian besar dari mereka terpaksa meminjam karena untuk membuka usaha dan biaya hidup sehari-hari. 

"Ada kenaikan pengaduan sebanyak 34 persen. Latar belakangnya karena untuk membuka usaham biaya hidup, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain," terangnya. 

"Tindak lanjut dari pengaduan dilakukan mediasi dan advokasi, penyelesaian mandiri dan kemitraan," imbuhnya. 

Atet mengakui, pandemi covid-19 telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat termasuk para pedagang kecil. 

"Sehingga ada beberapa masyarakat yang memilih jalan pintas, salah satunya dengan meminjam ke rentenir dan pinjaman online," tuturnya. (Red)

Monday, October 4, 2021

Bandung Mulai Seleksi PPPK dan CASN

Bandung, Warnus - Pemkot menggelar seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Aparatur Sipil Negara ,(CASN) tahun 2021 di Arcamanik Sport Jabar, Sabtu (02/10). 


Pada seleksi ini, ada 57 formasi untuk CASN, 488 formasi untuk PPPK non guru dan 2.978 formasi untuk PPPK Guru. 


Wali Kota Bandung, Oded M. Danial langsung membuka kegiatan seleksi tersebut. Ia memberikan semangat agar para peserta untuk fokus mengikuti seleksi tersebut. 


"Peserta yang mengikuti seleksi mempersiapkan diri dengan baik. Ikhlas punya mental yang bagus," imbaunya. 


Ia pun mengingatkan agar tetap ikhlas dalam menjalankan semua ini. Bagi yang diterima Oded mendoakan mampu mengemban amanah. Sedangkan yang belum diterima tidak perlu kecewa. 


"Bagi mereka mendapatkan lolos, mudah-mudahan mampu mengemban amanah membantu Mang Oded dalam melaksanakan berbagai program di Kota Bandung. Kalau yang belum beruntung, mental harus kuat, itu dipersiapkan siap," kata Oded.  


Terkait reformasi ASN dalam 4.0 Oded kembali menyatakan komitemennya.  


"Kita siap, itu terus dilakukan sebagai kewajiban. Apalagi kemarin dapat arahan dari Gubernur," ujarnya.  


Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Bandung, Adi Junjunan mengungkapkan, jumlah peserta CASN 1.655 orang. Pendaftar semula berjumlah 2.041 orang. Namun setelah seleksi adminstrasi ada 386 orang tak lolos. 


"Non guru itu formasinya 488. Dari pelamar 1.401,  sebanyak 586 tidak lulus administrasi, sehingga 815 ikut seleksi," jelasnya.  


Sedangkan untuk PPPK guru formasinya berjumlah 2.987 orang yang melamar yaitu 4.356 peserta.  


"PPPK Guru 2.978 formasi, yang melamar 4.356 orang. Ini sudah berjalan, koordinasi antara Kemendikbud dengan Dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kota Bandung," kata Adi.  


Adi memastikan, dalam pelaksanaan seleksi ini tidsk ada joki ataupun kecurangan. Pasalnya, dengan persyaratan dan pendaftaran yang baik menggunakan sistem yang akuntabel.  


"Jadi ketika registrasi akhir itu peserta wajib membuka masker. Ada kamera yang menangkap wajah. Ini sistem untuk mengambil foto wajah ketika sudah mengupload dalam dokumen pelamaran. Itu dicocokan wajahnya," kata Adi.  


Perlu diketahui, ada beberapa persyaratan yang menjadikan pelamar tidak lolos administrasi seperti PPPK syaratnya wajib pengalaman kerja 3 tahun. Sementara untuk CASN itu banyak yang tidak lolos dalam kualifikasi pendidikan.   


"Salah satu syarat lulus administrasi PPPK itu pengalaman kerja 3 tahun. Ini kalau di instansi pemerintah pengalaman kerja diketahui dan ditandatangani oleh eselon ll. Kalau kerja di Dinkes, itu diketahui oleh kepala dinasnya. Rata rata banyak yang tidak terpenuhi itu," ujarnya. 


"Untuk CPNS, kualifikasi pendidikan tidak sesuai," ujarnya. 


Ia mengingatkan, peserta jangan percaya jika oknum yang mengiming-imingi dapat lolos dengan membayar.Karena pelaksanaan ini tidsk dipungut biaya serta transparan.  


"Jangan percaya siapapun jika ada yang menjanjikan," tegasnya. 


Di tempat yang sama, Kepala Kantor Regional lll BKN Kota Bandung, Tauhid Jatmiko menyampaikan, seleksi ini dirancang untuk cepat dan akuntabel serta transparan.  


"Ini dirancang cepat, akuntabel dan transparan," ujarnya. 


Tahun ini, lanjut Tauhid, terdapat 3 tambahan persyaratan yaitu menggunakan masker, menyertakan hasil swab PCR atau Antigen serta Pernyataan sehat dan vaksinasi minimal dosis pertama.  


"Tahun ini berdasarkan rekomendasi Satgas covid-19 itu, ada 3 syarat ditambahkan. Yaitu penyertaan keterangan sehat, antigen atau PCR dan harus memberikan bukti sudah divaksin minimal dosis pertama dan menggunakan pakai masker 2 lapis," jelasnya. (Red)

Dansektor 22 dan Awak Media Diskusi Bersama, Media Sebagai Mata dan Telinga

Kab Bandung, Warnus - Dansektor 22 Kol Inf Eppy Gustiawan, S.I.P., mengadakan silaturahmi bersama awak media peliput Citarum Harum bertempat di Mako Sub 18 Cimekar Kecamatan Cileunyi, Sabtu (02/10). 

Dalam tema “Media Sebagai Corong Yang Tepat Pada Viralisasi Progres Citarum Harum” mereka mitra bahkan keluarga juga bagi Satgas Citarum Harum yang bertugas bersama. 

Eppy Gustiawan berharap, didalam diskusi dan masukan dari semua rekan, atas temuan di lapangan oleh para jurnalis ini hanya untuk kemajuan progres Program Citarum Harum, sehingga semua aksi bagi satgas bisa terbantu karena sebagai mata dan telinga kita juga, "ucapnya. 

Satgas tidak hanya merasakan keberhasilan dalam pergerakan di lapangan, lanjut Eppy, namun kekuranganpun bisa dialaminya sehingga rasa jumawa akan dihilangkan dengan adanya diskusi dan masukan yang positif dari rekan jurnalis. 

Pendapat bisa menjadi nilai edukasi untuk satgas citarum, jika disampaikan dengan cara yang benar, “Disitu akan menjadi kebanggaan bagi kami, bahwa ada keluarga yang selalu memperhatikan kemajuan kami sebagai satgas citarum, "ungkapnya. 

Eppy menegaskan, "Jangan takut dengan TNI, karena kita ada buat rakyat dan semua, dan kita bekerja dengan aturan, mari kita bersama berkolaborasi dan berimpropisasi demi kemajuan program citarum harum ke arah yang lebih baik lagi, meski kadang dalam bertugas banyak rintangan, amanah dalam bertugas harus kita pikul sampai pada tujuan. 

Agung menambahkan, Terimakasih pada semua rekan jurnalis untuk masukannya, ini merupakan target bagi kami dilapangan, namun demikian kami harap karya tulis dari semua jurnalis ini tidak memojokkan salahsatu instansi, karena masih ada ruang diskusi dengan kami,” tutupnya. (Chox)