Thursday, June 28, 2018

HALA BIL HALAL PUPRS SOREANG DI HADIRI SEJUMLAH MANTAN PEJABAT DAN BUPATI BANDUNG

Dinas PUPR Kabupaten Bandung gelar Halal Bil Halal di kantor dinasnya Jl Raya Soreang Banjaran Km 3 Kabupaten Bandung, hadir sejumlah Mantan Pejabat Pupr, staff, senior dan Bupati Bandung Dadang M. Naser kamis 28-06-18 pukul: 10:00 wib. Dalam acara halal bil halal, Pupr mengundang sejumlah anak yatim yayasan nurul falah di buka langsung Kadis Pupr Kab Bandung Agus Nuria, agar bisa berbagi riski, setiap tahun selalu di adakan halal bil halal dengan sejumlah staff, tokoh, dan pemkab " Agus Nuria.

Dadang M. Naser berpesan " awasi dalam bidang pembangunan melalui stekholder, masyarakat, agar maju berdaya saing dengan tata kelola dengan baik, dan selalu membangun infrastruktur di kabupaten bandung, dan pupr harus lewat desa ke desa, tidak boleh tidak, segera kordinasikan dengan kepala desa, berbasis religis kultural demi masyarakat, dan tetap tingkatkan Sdm, agar bisa memberikan subangsi untuk bangsa ini, jalan dab pesantren harus baik dalam pertumbuhannya, dan aliran sungai, danau agar bisa menopang daya tampung banjir " jelasnya.

Dadang M. Naser Bupati Bandung, berceloteh, bila sudah tak menjabat bupati ke depannya " saya mah ingin jadi Dewan, dewan mesjid bersama kang agus, dan mesjidnya juga sedang di bangun sama kang agus, dalam acara halal bil halal ini, setelah Iedul Fitri, kembali fitri dan kembali baik " ucapnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

SATPOL PP SOREANG PENEGAK PERDA DI NILAI TUMPUL MENANGANI KASUS PT. MT GROUP DAYEUHKOLOT

Menindak lanjuti terkait Pt. Mt Group Pabrik Emas yang berlokasi di Jl. Raya Dayeuhkolot No 341 D Desa Citereup Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, yang sudah berdiri lama,dan baru terungkap saat ini, jelas tidak kantongi legalitas lengkap, masih menjadi pertanyaan besar sejumlah masyarakat dan media, yang di duga masih tetap beroperasi.

Dlh Kab Bandung, Robby menjelaskan via mobile kamis 28-06-18 pukul: 11:15 wib, " saat ini kami tidak bertindak, dan masih menunggu laporan resmi dari LH Jakarta, yang rencananya jumat 29 juni 2018 akan ada memanggil guna penjelasan dari pihak Owner Fifi Rahardja dan Cuncun, guna melengkapi pelaporan terkait pelanggaran Pt. Mt Group, karena memang perusahan tersebut tidak mengantongi UKL dan UPL " jelasnya.

Sementara keterangan Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)  Kab Bandung,  EH dan JH menjelaskan " Pt. Mt Group memang tidak kantongi izin lengkap, izin yang di miliki berupa Dinas Perumahan Tata Wilayah (DPTW), produk lama, adapun HO saja sudah mati, dan sekarang sudah tidak berlaku, itu juga tahun 2009, sementara IMB juga tidak ada, izinnya bukan di peruntukan perusahaan yang sekarang ini, dan sudah di segel LH Pusat " ucapnya.

Memang harusnya Mt. Group itu mengajukan izin yang saat ini berlaku, dan kita juga baru tahu di dalamnya begjtu besar pabriknya, IMB juga tidak sesuai dengan luasannya, seharusnya pihak-pihak di sana juga memberikan keterangan atau laporan, terkait perusahaan itu, selama itu berjalan kita baru tahu sekarang, di sana ada pabrik perhiasan, dan kita sempat ikut sidak, walau awalnya gak di bolehkan masuk, saat itu bareng dengan Lh pusat " tuturnya.

Mengetahui ini semua kita juga sedang lakukan kordinasi dengan dinas yang lain, khususnya Satpol PP Kab Bandung, karena terkait Penegakan Perda, hanya dia yang bisa lakukan penutupan dan penyegelan tempat usaha yang memang di katakan bermasalah, kita hanya menjadi saksi saja, saat di minta keterangan terkait Perizinan Mt Group yang di miliki tersebut, dan memang penanganan lanjutnya Satpol Pp untuk menindak " ungkap EH dan JH

Namun dengan kata lain, Satpol Pp Kab Bandung juga di pertanyakan keberaniannya, dalam menyingkapi kasus Mt Group yang saat ini di duga masih tetap beroperasi, karena tidak menutup kemungkinan Satpol Pp sudah tahu, seperti yang di utarakan Oki Suyatno saat di temui kemarin, selaku Kabid Penindakan Satpol Pp Kabupaten Bandung di nilai tumpul.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

ASEP KUSUMAH KADIS LH SOREANG " MASALAH BUKAN HANYA PABRIK DAN PEMKAB SAJA "

Saat di konfirmasi langsung oleh jayantaranews.com di kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung selasa 26-06-18 pukul: 12:40 wib. Kadis Dlh Asep Kusumah memaparkan " permasalahan yang terjadi saat ini merupakan kekuatan baru yang tergabung dalam citarum harum, dan di pelopori oleh TNI dalam tugas di lapangan, dan yang bertanggung jawab Dansatgas, yaitu Panglima Kodam III Siliwangi dalam menuntaskan permasalahan terkait sungai citarum, agar menjadi citarum harum, dan berlindung di Perpres Nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum.

Namun masalah Citarum sendiri bukan hal yang baru, tapi sejak tahun lalupun sudah ada, dan baru saat ini itu di presure habis, yah merupakan dosis tinggi dalam pergerakan citarum harum, yang melibatkan langsung Tentara Siliwangi, itu menjadi kekuatan baru dan cukup hebat, tau sendiri masalah citarum itu sudah lama, dan baru sekarang di rubah dalam meanset penanganannya, dan menjadi kekuatan yang cukup luar biasa, saya mendukung dan mengapresiasikan sekali " ucap Asep.

Penangan juga bukan masalah limbah industri dan sampah yang ada saja, sehingga menyalahkan pemkab, tapi masalah juga bisa di lihat dari hulu sampai hilir, karena sejak dulu bila tidak pabrik pasti pemkab khususnya Lh yang di sudutkan, sementara banyak kekuatan dan kebijakan bukan hanya pemkab saja, seperti di cisanti, sebuah danau banyak kekuatan, Bbws, Psda, Perhutani, Pjt, Bksda, Provinsi atau Pusat dan bukan hanya pemerintahan kabupaten saja, di sana juga ada limbahnya, seperti kotoran ternak, domestik dan lainnya, dama mengalir ke sungai sampai hilir, lalu apa itu juga tanggung jawab pemkab, atau Lh sendiri, " pungkasnya.

Asep Kusumah juga menjelaskan " Limbah pabrik lebih sempit, tapi memang dampak kerusakannya cukup besar, dan limbah perhutani lebih luas, tapi dampaknya kecil, tapi sama juga itu akan menjadi dampak yang besar lambat laun, nah saat ini kekuatan tersebut di satukan, dan bernaung di Perpres No 15 Tahun 2018 Walaupun memang cukup singkat,  yang akhirnya siap tidak siap harus di jalankan, dan jelas mengacu pada anggaran, seharusnya semua pihak yang terlibat, benar-benar ikut melibatkan diri, dari pihak masyarakat khususnya dan kepala desa, serta kecamatan, agar benar-benar menjadi kekuatan yang cukup luar biasa, karena jelas dalam pengawasan lebih ada di masyarakat, sementara izin saja sesuai dengan kajian dari awal di masyarakat " jelasnya.

Kembali lagi, terkait limbah pabrik atau industri sendiri buat saya kesalahannya karena tidak komitmen dan patuh bila sudah berizin, jelas izin ada tapi melanggar, pada dasarnya pelanggaran terjadi bisa di lakukan oleh owner, management, dan operator, karena bila ada waktu untuk mencuri, dia pasti mencuri, lalu bila hasil lab bagus, jelas lab tidak harus ke kita, bisa dengan yang lain, hasilnya yah bukan rahasia umum, mana ada pabrik melaporkan jelek pabriknya, buat saya dengan adanya citarum harum bisa merubah paradigma, yang tadinya sulit, sekarang terbuka dan membantu juga tugas saya " tutup dia.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

DLH SOREANG TEGASKAN UKL - UPL BELUM PUNYA " NGAKU BERIZIN LENGKAP PT. MT GROUP PEMBUAL "

Pt. Mt Group pabrik pengelolaan emas dari mentah sampai jadi yang terletak di Jl. Raya Dayeuh Kolot No 341D, Desa Citereup Kecamatan Dayeuh Kolot Kabupaten Bandung, yang di duga kuat menyumbang limbah mercuri dan logam berat terhadap aliran sungai cigede anak sungai citarum, sempat di segel oleh KLHK Pusat, masih dalam proses.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Asep Kusumah di dampingi Robby Kasie Hukum dan Lingkungan saat di temui jayantaranews.com selasa 26-06-18 pukul: 12:20 wib, mengakui bahwa Pt. Mt Group yang di miliki Fifi Rahardja dan Cuncun, belum mengantongi UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) merupakan dokumen pengelolaan lingkungan hidup bagi usaha, karena terkait Amdal.

Asep Kusumah juga memaparkan " saat ini prosesnya masih di tangani oleh pusat, karena pada saat kejadian Klhk Pusat yang segel Mt Group, jadi kami menghargai dan menghormati keputusan dari Klh pusat, dan kami menunggu keterangan atau info dari pusat saja, karena sudah di tangani mereka, jadi harus kita hargai " ucapnya.

Sebelum kita tahu apa hasilnya dari pusat, saya tidak berani lakukan tindakan dulu, karena ini jelas masalah baru, siapa sangka depannya ruko dalnya cukup megah, dan mobil saja masuk satu-satu, makanya kita juga baru tahu kemarin, walau sudah berdiri lama, dalam masalah ini juga, butuh penangan khusus, dan menunggu hasil Lab, bisa 5 hari, seminggu atau 2 minggu, saat itu juga tidak lama libur hari raya, agar menjadi sebuah bukti laporan fix " ucap Asep Kusumah.

Sementara Oki Suyatno Kasie Penindakan Satpol PP Kab Badnung menjelaskan, " setau saya Mt Group cuncun itu belum punya Ukl dan Upl, sama persis apa yang di katakan Kadis Lh, tapi kita selaku penegak perda, jelas menunggu dari pihak Dpmpt-sp, agar bisa di ketahui secara detal terkait izin-izin yang sudah di milikinya, karena perizinan mereka yang keluarkan, yang kemarin itu kita hanya lakukan pendampingan saja, toh kemarin yang segel Klhk " jelas Oki.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, June 26, 2018

BRIGEZ KUMPUL GELAR PASUKAN DI JEMBATAN BIRU BOJONGSOANG " SIAP JAGA SUNGAI DAN BEBENAH "

Brigez gelar pasukan di bawah Jembatan Biru Bojongsoang Kabupaten Bandung senin 25-06-18 pukul: 16:00 wib, bersama TNI Siliwangi dan Pasukan Sektor VI di pantau langsung oleh Kolonel Inf Yudi Zanibar selaku Dansektor, dalam rangka Brigez peduli lingkungan, untuk bersama-sama dalam menjaga sungai dari tangan jahil, dan industri yang buang limbah ke aliran sungai, karena sungai milik kita dan harus di jaga.

Dalam kesempatannya Ali Komandan Brigez Dpc Bojongsoang " kami brigez akan siap dalam melestarikan lingkungan hijau, dan peduli pada lingkungan, karena kami juga bagian dari anak bangsa, dan kami akan menjaga dari orang-orang yang akan merusak sungai ini, khususnya bojongsoang " ucapnya.

Jujur saja kami brigez sangat tertarik pada apa yang di kerjakan oleh TNI Siliwangi, dan kami terketuk untuk menjadi bagian, dan akan membantu tentara yang setiap hari tidak kenal lelah dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan, yakin kami bisa, semoga saja dengan adanya ini, yang lain juga terbangun hatinya " tutur Ali.

Brigez memang genk motor yang identik di pandang negatif, tapi sekarang kami brigez ingin merubah untuk hal yang positif, dengan cara mencintai dan peduli terhadap lingkungan, dan kami juga minta untuk terus di bimbing oleh TNI, jangan lihat kami dari hal yang buruknya saja, karena kami juga bisa berbuat baik dan nyata, walau hanya bebersih sampah, tapi kami tidak malu, dan akan jaga sungai ini, terima kasih Komandan Sektor VI,  atas bimbingannya dengan tulus " tutur team brigez.

Kolonel Inf Yudi Zanibar " saya jelas dukung mereka, karena memang ini juga bagian dari mereka, saya sangat apresiasi sekali, mereka terkenal dengan anak-anak genk motor, dan kita juga wajib memberikan arahan dan bimbingan ke arah yang lebih baik, bersama dengan jajaran saya Sektor VI yang di pimpin para Dansub Sektor, untuk bersama-sama menjaga sungai, agar tetap bersih dan indah, sekali lagi saya tegaskan,  jaga amanah ini dan jangan berbuat yang tidak baik, karena kalian pasti bisa " tegasnya.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, June 23, 2018

BRIGEZ PEDULI LINGKUNGAN HIJAU CITARUM MILIK KITA " BAPAK TNI MOHON BIMBING KAMI "

Hilman Kimung Humas Dpc Brigez Bojongsoang Kab Bandung, berkomitmen untuk peduli lingkungan dalam mewujudkan citarum harum. Beberapa anggota Okp Brigez Bojongsoang mendatangi Posko Sektor VI Cibisoro sabtu 23-06-18 pukul: 10:00 wib, ingin buktikan dirinya bisa juga menjaga sungai, karena sungai milik kita bukan milik perorangan apa lagi milik perusahaan.

Hilman mengatakan " kami brigez bojongsoang bisa juga membantu dalam menjaga sungai, khususnya citarum harum yang harus kita jaga, dalam menjaga kebersihan dan menjaga dari cemaran sungai dari limbah industri, dalam hal ini saya dan anggota saya, berkomitmen akan bahu membahu dalam menjaga sungai.

Saya sangat interes sekali apa yang di lakukan oleh TNI, khususnya dari Kodam III Siliwangi, dalam menjaga sungai dari apapun yang tak kenal lelah, apa lagi yang saya dengar, Pak Yudi selaku Dansektor selalu welcome dengan siapapun, saya tertarik dan terbangun untuk membawa rekan semua khususnya brigez, untuk turun membantu dalam menciptakan lingkungan yang bersih, bahwa kami brigez juga bisa " ucap hilman.

Dalam kesempatan yang sama,  Kol Yudi Zanibar selaku Dansektor VI beserta Dansub sektor, sangat menerima anak-anak brigez, yang sudah mau dengan kesadarannya sendiri, tanpa di minta oleh kami di sini, mau ikut terjun secara langsung untuk menjaga lingkungan yang kita cintainya, hal ini jelas sekali mereka bisa melakukan hal yang sangat positif, walau dengan cara ini, mereka juga ikhlas untuk menjadi penjaga lingkungan " jelas Yudi.

" sekali lagi kami brigez bojongsoang akan bersama-sama dengan TNI untuk menjaga lingkungan, dan kami berkomitmen bila ada yang buang sampah sembarangan akan kami kejar, dan kami juga akan menjaga sungai kami dari pihak-pihak yang akan mrngotori sungai, dan kami bisa ".



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, June 22, 2018

PJ GUBERNUR JABAR KOMJEN POL M IRIAWAN BERHALANGAN DATANG HALAL BIHALAL FORMAS JABAR

Formas Jabar mengadakan hala bihalal dengan Pj Gubernur Jabar Komjen Pol H. M Iriawan (Iwan Bule) di Jl. Sumedang No 4 di Markas Keluarga Besar Gasibu Macan Putih kamis 21-06-18 pukul: 15:00 wib,  dan mengundang Ormas dan LSM dalam rangka Jabar Kondusif menjelang Pilkada Serentak yang akan berlangsung di Bandung.

Halal bihalal ini bertujuan dalam memberikan jabar kondusif pilkada,  bagi para pengusung dan pendukung masing-masing calon, baik dari pendukung ormas dan lsm, agar calon yang di dukungnya untuk lugowo, bila kalah dalam pilkada. Dalam sambutannya Akhyad selaku kordinator Formas, ingin jabar tetap kondusif saat menjelang pilkada nanti.

Sekian lamanya menanti Gubernur Jabar, hal hasil tidak datang, dengan alasan dirinya mendadak ke jakarta karena sesuatu hal tugas yang mendadak. Acara tetap berlangsung, walau tanpa kehadiran Gubernur yang sudah di jadwalkan. Mugi Sujana Ketua umum BBC dan Ketua Umum KBPP Polri berpesan, " saya sangat mendukung gubernur baru ini, dan jabar harus kondusif jelang pilkada " jelasnya.

Hendra Ketua Formas " saya inginkan jabar kondusif jelang pilkada, dan saya sangat mendukung sekali dengan gubernur jabar sekarang, dan undangan yang datang juga lumayan, walau acara ini hala bihalal, tetap tujuannya semua ormas dan lsm harus menjaga kondusifitas pilkada yang akan dilaksanakan sebentar lagi di jawa barat ini, walau gubernur tidak hadir " pungkasnya.

Kepala Badan Kesbangpol Jawa Barat R. Ruddy Gandakusumah, " maaf saya telat datang, tapi memang saaya di utus beliau, mewakili gubernur, untuk bisa menjelaskan kepada semua yang sudah lama menunggu, memang beliau mendadak ke jakarta karena urusan untuk menghadap beliau, dan saya siap dengan komando pa iwan bule selaku gubernur jabar saat ini, suka atau tidak ya jalan saja, karena sudah ada SK dari President, karena nasibnya sama dengan saya, Plt Walikota Bekasi, " ucapnya.

Terpantau kehadiran Ormas dan Lsm tidak begitu banyak mewakili jawa barat, banyaknya tamu yang hadir, karena banyaknya membawa anggota, dan ada juga Lsm yang kecewa karena tidak hadirnya Gubernur Jabar.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, June 20, 2018

CANDI CANGKUANG LELES GARUT " MEMILIKI KHARISMA DAYA TARIK TERSENDIRI "

Mengenal Candi Cangkuang Abad VIII, yang terletak di Leuwigoong, Karanganyar Leles, Kabupaten Garut Jawa Barat, masih memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal ataupun asing. Dengan lokasi tempat yang unik dan sejuk, cukup bagus untuk tempat beristirahat, dan mengenal rumah adat dulu asli kampung pulo. Untuk melihat dari deket Candi Cangkuang, pengunjung harus menyebrang pakai rakit bambu yang unik dengan jarak 150 meter menuju candi cangkuang, dengan tarif Rp. 5.000/orang, karena lokasi terdapat situ atau danau.

Jayantaranews.com langsung meninjau cagar budaya candi cangkuang jumat 15-06-18 pukul: 13:20 wib, langsung di menemui Wawan K. SE selaku Kepala Uptd " kita akan selalu prioritaskan pelayanan publik, karena bila pelayanan publik kurang baik, bagaimana pengunjung akan betah, kita di sini tetap pertahankan dalam pelayanan, termasuk perbaikan fasilitas pengunjung, air dan kamar kecil, jelas itu sangat utama " ucapnya.

Smabutan ramah tamah untuk pengunjung sslalu di suguhkan, sejak menaiki rakit bambu penyebragan, dan kebersihannya di jaga bersama. Jumlah karyawan sebanyak 11 orang, 18 orang PNS, dan ada paguyuban rakit, sebanyak 24 rakit yg di bawahi kompegpar setempat, serta ada paguyuban guets dalam menarik wisatawan di candi cangkuang. Budi Gangan yang cukup muda selaku kadis cukup bagus dan memeperhatikan dalam cagar budaya, diapun putra daerah asli leles, dan bila ada kegiatan asli kampung pulo, mereka selalu berkumpul si cangkuang sini, saya juga selalu memberikan pengarahan pada semua, dalam memperhatikan wilayah wisata " jelas wawan.

Wawan juga menambahkan, saat musim liburan hari khusus seperti saat ini lebaran, pengunjung meningkat mencapai 100% dari hari biasa, tapi dalam perhitungannya di 50%, karena biasanya pengunjung juga ada keluarga karyawan, dan tamu dari warga asli lokal sini, karena ada dispensasi, tapi tetap harus mengisi buku tamu yang sudah di sediakan, motto kami sendiri harus tingkatkan pelayanan publik, karena bagaimana bisa pengunjung ada tanpa pelayanan publik yang baik " ucap wawan.

Lokasi wisata terdapat, rumah adat asli kampung pulo, dan museum. Konon sejarahnya, " Kampung Pulo sebagai penyebar agama Islam pertama di wilayah Cangkuang, Eyang Embah Dalem Arief Muhammad juga turut mendirikan peradaban di sekitarnya, yaitu sebuah kampung adat dengan nama Kampung Pulo.

Pada mulanya, Embah Dalem Arief Muhammad merupakan panglima perang Kerajaan Mataram yang ditugaskan oleh Sultan Agung untuk menyerang VOC di Batavia. Namun, karena kalah dan takut mendapatkan sanksi apabila pulang ke Mataram, Embah Dalem Arief Muhammad memutuskan untuk bersembunyi di Cangkuang.

Zaki, selaku juru rawat candi cangkuang yang regenerasi (turun menurun), yang mendiami museum situs,  selalu memberikan informasi yang di inginkan pengunjung, dirinya masih keturunan asli banten.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, June 13, 2018

BPN SOREANG TAK HIRAUKAN LIBUR, TETAP BEKERJA DEMI MENUNTASKAN PELAYANAN PUBLIK

Komplek Pemerintahan Kabupaten Bandung sepi dari kegiatan pemerintahaan, terlihat lingkungan pemkab bandung lengang, karena libur lebaran, aktifitas dibliburkan. Terpantau langsung selasa 12-06-18 pukul: 11:15 wib, komplek pemkab ini sepi, dan hanya ada Satpol Pp saja, yang sedang bertugas jaga di lingkungan pemkab bandung.

Dalam suasana libur tahunan, khususnya Hari Raya Idul Fitri, ASN dan pegawai pemerintahan di liburkan. Tapi tidak dengan kantor pertanahan soreang, terlihat ada aktifitas di Atr/Bpn ini. Saat di jumpai jayantaranews.com Kepala Kantor Atet Gandjar Muslihat menjelaskan " saat ini kami bekerja, demi meningkatkan pelayanan publik.

" lihat saja staff saya saat ini sedang menyelesaikan banyak pekerjaan, karena memang harus segera selesai,  demi terciptanya pelayanan publik yang baik, memang tidak semua masuk, ada juga yang sudah libur lebaran, tapi buat kami pelayanan harus bagus " ucap Atet.

Kukun selaku staff Bpn juga berkata " saat ini kami memang belum libur, ingin menyelesaikan tugas dulu, walau yang lain libur, ya biar saja, kami sepakat untuk menyelesaikan tugas secepat mungkin, semata-mata demi pelayanan untuk masyarakat soreang " pungkasnya.

Atet juga menambahkan " memang semua sudah pada libur, tapi walau libur kami tetap kerja, agar berkas bisa selesai cepat, karena memang ini sudah tugas kami, demi tercipta meningkatkan pelayanan buat masyarakat soreang, ya memang rencananya hari ini terakhir, mudah-mudahan cepat selesai, biar mereka juga bisa liburan " jelas Atet




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, June 10, 2018

KLH SIDAK PABRIK EMAS PT. MT GROUP DAYEUHKOLOT DAN MENYEGEL RUANG PRODUKSI

Istana berpose ruko Pt. Mt Group yang berlokasi di Jl. Raya Dayeuhkolot No 341 D Desa Citereup Kecamatan Dayeuhkolot Kab Bandung di sidak kembali jumat 08-06-18 pukul: 14:28 wib, kali ini sidak gabungan LH Pusat, LH Kab Bandung, Polda, dan TNI Satgas Citarum Harum, Mt Group di sidak dan di periksa oleh intansi terkait, guna memastikan pabrik perhiasan ini aman atau memang terindikasi mencemarkan sungai dengan sengaja, di duga limbahnya tidak di olah dengan baik, dan mengandung logam berat.

Fifi Rahardja Owner Pt. Mt Group merasa keberatan dengan pemberitaan dirinya, karena menurutnya ini cukup mengganggu, " banyak klien dan rekan bisnis yang telpon saya, akibat pemberitaan tersebut, dan jujur saja itu membuat saya tidak nyaman, salah saya apa " ungkapnya.

Dalam hal ini, saya merasa nama baik saya di cemarkan, padahal saya tidak melakukan apa yang di beritakan media tersebut, padahal saya sedang persiapan acara, yang rencananya di adakan di dayeuhkolot, bayangkan saya sudah kumpulkan 800 orang lebih, dari budaya, kesenian, dan lain lain, yang rencananya sekitar 1000 orang, karena acara ini untuk kepedulian sosial " tutur Fifi.

Berita ini juga saya sampaikan ke Herman Pikiran Rakyat (PR), yang kebetulan itu owner PR, saya sudah lama kerja sama dengannya sejak 2013, dan kenal baik, anda juga sudah saya kirim fotonya, ini wartawan yang beritakan, dan saya ingin undang Konferensi Pers, nanti rencananya dari Herman PR yang atur, karena memang kita lama bermitra dengan PR " ucap Fifi.

Fifi juga melengkapkan perkataannya, " saat ini Lh pusat sedang di sini, bersama yang lainnya, dan memang tidak ada apa-apa,  aman tidak terbukti, saya juga punya selebaran dari KLH, ini buktinya lihat saja, gak ada masalah, hanya saja saya malu, salah apa saya kemarin, sampai harus di datangin, dan marah-marah, mungkin Kolonel Yudi tidak tahu, bahwa kita ini bagian keluarga, karena kita kerja sama baik dengan TNI, mungkin kalau tahu saya, tidak akan seperti itu, sambil perlihatkan poto RI 1 Jokowi dengan dirinya.




By: Hendra Sund Pos (Ina-Ina)

Friday, June 8, 2018

PT MT GROUP JEWELRY DAYEUH KOLOT NGAKU PEDULI LINGKUNGAN TAPI BUANG LIMBAH KE SUNGAI

Pt. Mt Group Jewelry atau yang di kenal Matahari Group yang berlokasi di Jl. Raya Dayeuhkolot Desa Citereup Kecamatan Dayeuhkolot Kab Bandung, pabrik ini memproduksi emas dan perhiasan, di duga membuang limbah berbahaya ke sungai sukabirus mengandung logam mercury. Saat di investigasi langsung lokasi jayanyaranews.com dan team JPCH rabu 07-06-018 pukul: 11:30 wib, untuk lakukan penyisiran.

Fifi Rahardja " saya owner di sini, dan saya lebih cendrung bergerak di bank sampah, terkait perusahaan ini, kami sejak 2013 sampai sekarang, orang yang peduli dalam kegiatan lingkungan, dan saya mendukung program citarum harum ini, apa lagi kita selalu kerja sama dalam kegiatan sosial di kemasyarakatan, saya memang ingin menjelaskan hal ini, hanya saja pak yudi tidak mau menunggu, dengan nada penasaran, saya memang ada perlu dengan pak yudi, karena memang ada urusan, terkait giat lingkungan, " ucapnya.

" saya sudah bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Pemerintah dalam kegiatan peduli lingkungan, seperti giat yang berlangsung kemarin, acara mancing saya juga peduli dan ikut andil, bahkan kita sering komunikasi selalu, dan saya sudah terima arahan, dalam giat dan perhatikan lingkungan, karena memang ini wilayah sektor VI, cuma sayang pak yudi sudah pergi " dengan penasarannya.

Mt Group ini, bukan hanya produksi perhiasan saja, ada juga yayasannya, dan selalu memperhatikan dalam tingkat sosialnya, memang saya jarang di lokasi, karena sibuk dalam acara sosial, dan semua lengkap, ada izinnya.

Cuncun Wijaya selaku Owner Pt. Mt Group menjelaskan " saya tidak ada masalah Pa Yudi ambil sample air limbahnya, bebas saja, karena memang tidak ada limbah, aman kok, dan memang saya sudah tidak berperan lagi di sini, hanya istri saya saja Fifi Rahardja, yang mengelola, tapi itu juga dia lebih fokus dalam kemanusian, untuk giat sosial, karena memang kita peduli akan lingkungan dan bersosialisasi, saya sendiri lebih fokus di property " ucapnya.

" Saya kenal dengan siapa saja, termasuk pejabat, obar saja pernah datang kemari, dia juga kaget, kok ruko jadi pabrik perhiasan, saya katakan kan bapak yang teken ijinnya Mt Group.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, June 7, 2018

DANSEKTOR VI DAN WARTAWAN DI KELABUI SAAT SIDAK PABRIK EMAS YANG DI DUGA KUAT CEMARI SUNGAI

Pt. MT Group atau yang lebih di kenal Matahari Jewellry yang berlokasi di Jl. Raya Dayeuhkolot No 34 1D Desa Citereup Kecamatan Dayeuhkolot Kab Bandung,  tepatnya depan Koramil Dayeuhkolot, dengan bangunan seperti ruko, dengan dalam istana. Yudi Zanibar Dansektor VI lakukan sidak langsung rabu 07-06-18 pukul: 10:30 wib, terkait dugaan limbah hasil tambang emas yang di buang ke sungai.

Hengky Manager Industri, mengatakan " saya hanya pekerja dan ada atasan saya, termasuk pa cuncun, bahwa tidak ada limbah di Pt. Mt Group ini, benar ini memang pabrik pengolaan emas, dan perhiasan, kita produksi di sini,  ada atasan saya juga sedang menuju ke sini, ingin bertemu Dansektor, dan memang dia lebih tahu " jelasnya. 

Menyaksikan langsung Dansektor VI (Yudi Zanibar), sempat di kelabuhi oleh manager produksi, saat sidak lokasi pabrik emas, awalnya hengky mengelak, bahwa di sini tidak ada limbahnya, dan memutar balikkan fakta, dan menunjukan ke lokasi yang tidak lazim, karena memang di duga kuat Pt. MT Group adalah pengolaan emas hasil tambang yang di bawa untuk di proses barang mentah menjadi perhiasaan.

Yudi Zanibar selaku Satgas Citarum Harum Sektor VI, dengan jajarannya sigap menyingkapi, berdasarkan laporan masyarakat, warga merasa resah akan adanya aktifitas produksi pabrik emas tersebut, namun sayang team investigasi di lapangan sempat di buat pusing muter-muter, karena informasi dari pihak pabrik yang tidak jujur, bahkan pekerja tambang mengakui, bahwa memang memakai bahan kimia,seperti air raksa dalam pengolahan pasir emas di sini, namun sayang dirinya enggan sebutkan nama.

Pt. Mt Group Jewelery yang produksi perhiasan ini, di duga kuat cemari Sungai Sukabirus. Warga mengeluhkan akan aktifitas parik tersebut, pasalnya air limbah yang di keluarkan berbusa putih, dan tercampur oleh kimia hasil produksi pemisahaan logam perhiasan. Terpantau jelas di lokasi produksi, terdapat gundukan pasir emas dan mesin tambang, ada tempat khusus ruang pencetakan perhiasan, yang tidak di ijinkan masuk, dengan alasan sedang dalam pembenahan.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, June 5, 2018

DIANGGAP TIDAK BECUS URUS LINGKUNGAN HIDUP " DLH KAB BANDUNG TERANCAM KEPERCAYAANNYA "

Saat jumpa PERS di Laxton Hotel Jl. Ir H. Juanda No 18 Kota Bandung, terkait saluran limbah Pt Adetex Banjaran yang sempat di tutup oleh Sektor 21, karena di nilai air limbah yang di buangnya berpotensi mengancam lingkungan. Limbah yang di buang ke aliran sungai, tidak aman buat ekosistim yang ada di dalam air, yang menjadi kehidupan banyak mahkluk hidup.

Manager Adetex Agus Safari berpendapat " bahwa limbah adetex sudah memenuhi baku mutu, sesuai apa yang di sebutkan LH, dan saat ini kami bawa sample air limbah adetex, satu berwarna merah dan warna bening hasil yang sudah di olah, dan jelas kami berusaha terus dalam perbaikan air limbah yang di keluarkan adetex, dan saya berharap saluran limbah yang kemarin lalu di cor minta di buka kembali, karena limbah adetex aman " jelasnya.

Dansektor 21 Kol Yusep Sudrajat, " bahwa saya tidak mau masuk angin, oleh sebab itu saya bawa rekan wartawan dalam pertemuan ini, seperti Motto TNI lebih baik mati dari pada gagal tugas, dan saya tidak mau gagal dalam tugas ini, tugas dalam memulihkan citarum agar bersih dari limbah, dan anak-anak bisa mandi di kali seperti dulu, boleh saja kita buka saluran limbah yang di cor, dengan syarat limbah aman untuk aliran sungai, " jelasnya.

Saat ini kita bicara bukan LH lagi, dan aturan mengacu ke Perpres, dalam percepatan penanganan limbah, karena kami sudah tidak percaya dengan LH Soreang dan Cimahi, karena jelas kerja mereka tidak becus, bila becus kerjanya mungkin tidak akan seperti ini, limbah terus bergulir, jadi bagaimana bicara kedepannya, mau atau tidak adetex memperbaiki Ipalnya, saat ini saya di tugaskan untuk mengawal citarum agar bersih kembali " ucap Yusep.

Wewey owner Adetex, saya sangat peduli dengan lingkungan,  karena jelas itu prioritas saya, dan saya akan berusaha semaksimal mungkin dalam pengolahan Ipalnya, dan rekan semua, tolong bantu juga dalam pengawasannya agar lebih baik kedepannya, dan saran dari rekan semua akan saya laksanakan, bila sudah baik dalam perbaikan ipal, saya harap bisa di buka lagi saluran yang di cor tersebut " tutur wewey.

Joker juga berceloteh, dari dulu sampai saat ini, saya tidak percaya dengan Dlh, karena saya menganggap itu banyak rekayasa, seperti yang terjadi di cimahi, jadibada baiknya harus ada uji coba terkait buangan air limbah yang di hasilkan oleh pabrik, walau hasilnya bening, tapi justru lebih berbahaya dari yabg berwarna " tutup dia.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

SATGAS CITARUM SEKTOR 21 GELAR KONFRENSI PERS DI LAXTON HOTEL TERKAIT PENCEMARAN LIMBAH PT ADETEX

Anggaran yang tidak sedikit di gulirkan untuk perhatian khusus terkait Sungai Citarum. Hal ini di sampaikan langsung oleh Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat saat jumpa pers di Hotel Laxton Bandung senin 04-06-18 pukul: 19:30 wib, Lebih dari 1,2 triliun kerugian negara terkait Das Citarum, kebanyakan masyarakat sudah tidak konsumsi air dari sungai, karena airnya sudah kotor akibat limbah pabrik "jelasnya.

Menkomaritim saat rapatnya di Luxury Trans Bandung, yang sudah di berikan spare waktu, walau sudah di kasih waktu 3 bulan oleh LBP, bukan berarti limbahnya harus di buang ke sungai, bayangkan saja ikan sapu-sapu yang kuat saja bisa mati semua, begitu dahsyatnya limbah pabrik yang masuk ke sengai citarum, salah satunya pabrik adetex milik pa wewey " ucap Yusep.

"Ayo kita berbuat demi masyarakat luas, apalagi Adetex sudah lebih dari 20 tahun berdiri, ayo mari di rubah dari sekarang, mulai bebenah, dan jangan buang limbah lagi ke sungai, karena selama ini peraturan president di abaikan, hanya memakai peraturan mentri saja, dengan tidak mempertimbangkan warna dari hasil pembuangan limbahnya.

Agus Safari Manager Adetex menjelaskan, bahwa Adetex memakai sistem Biologi dalam mengolah Ipalnya, dan sistem pengelolaannya selalu berkordinasi dengan LH Soreang, karena sejak awal sudah dengan LH, tentang baku mutu, PH dan lain-lainnya, kita pakai air rator untuk saat ini, bila air rator mati, populasi bakteri hanya 20% saja yang berjalan, dalam satu minggu ini kita lakukangan perbaikan, kita selalu komunikasi dengan LH, bakteri membutuhkan 30 derajat,  bakteri juga di datangkan dari singapore, dan di olah oleh pabrik, bila induk bakteri mati, itu jadi lumpur, dan akan di buang " pungkasnya.

Dansektor 21 juga menjelaskan, " lebih dari 500 pabrik kecil atau besar di kabupaten bandung dan cimahi harus mengawasi pabrik, dengan jumlah anggota saya 200 orang tentu akan kewalahan, artinya akan kesulitan, alangkah baiknya di liang atau pembuangan limbahnya di buat kolam ikan seperti koi atau mas, karena ikannya rentan, bila tidak mati ikannya, boleh buang ke sungai, karena bila di lab juga mahal, dan jumlahnya cukup banyak, pasti kewalahan.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

PEMKAB BANDUNG HARUS CEPAT DAN TERBUKA DALAM PENANGANAN PABRIK DAN INDUSTRI NAKAL, TINDAKAN HARUS LEBIH TEGAS

Joko Camat Arjasari menjelaskan pada jayantaranews.com saat di minta keterangan ksmis 13-05-18 pukul: 14:00 wib,  terkait pabrik dan industri nakal di wilayahnya. Dirinya menjelaskan " sidak yang di lakukan bersama ini, di pimpin oleh Dansektor 21, Kapolsek, sarpol pp, dan rekan semua, membuktikan secara bersama-sama bahwa kita sangat mendukung program pusat, Citarum Harum.

Saya selaku camat arjasari " bahwa limbah adetex yang mencemari sungai, langsung di tutup salurannya, dan di harapkan tidak terjadi lagi, karena merugikan, masalah adetex yang bermasalah limbahnya, tidak ada masalah dengan ijinnya, papyrus juga tidak ada masalah dengan ijinnya, dan punya pengolaan ipal nya juga kok, terkait rekomondasi refresh izin, sudah bukan camat lagi, mereka sudah langsung soreang " tutur joko.

Camat Pameungpek Asep Suryadi, " memang saya tidak dominan dalam hal ini, karena saya hadir dalam sidak ini jelas, hubungannya dengan citarum harum, karena limbah dari adetex dan papyrus melewati sungai yang menjadi wilayah saya, saya ingin citarum kedepannya bisa di pakai anak-anak bermain, bisa ngojay, main air, karena dulu airnya aman dari limbah, yah saya sangat peduli sekali " pungkasnya.

Menurut Kolonel Yusep selaku Dansektor 21 dalam pemantauan dan penemuannya di lapangan, Pt. Adetex dan Pt. Papyrus Sakti Jl. Raya Banjaran Kabupaten Bandung, menarik kesimpulan bahwa pt adetex lebih kotor dalam membuang limbahnya ke sungai. Dalam diskusi mediasi terbuka di lingkungan pabrik papyrus, terlihat sample satu botol air limbah papyrus dengan warna putih susu, yang menurut perusahaan tersebut memenuhi baku mutu.

Menurut Yusep,  bila mau buang limbah ke sungai harus sudah bersih dan jernih, terkait siapa yang hadir di perusahaan tersebut, Satgas citarum tidak terlalu peduli, yang penting limbah yang di buang ke sungai harus sudah dalam keadaan bersih, " jelasnya.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)