Tuesday, March 30, 2021

Hobi Sepedah Sebagai Transportasi, Yana : Bisa Jadi Bibit Atlet


Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung upaya membudayakan bersepeda masyarakat sebagai moda transportasi. Tah hanya itu, budaya sepeda bisa menjadi wadah mencari bibit-bibit atlet pesepeda handal, Selasa (30/03). 


Salah satunya dengan kegiatan bersepeda yang dilombakan dan diikuti oleh atlet dari berbagai kelas dengan rute dari Taman Nyland sampai Tangkuban Perahu/Cikole. 


Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan kegiatan bersepeda tersebut bisa menjadi salah satu upaya mencari bibit-bibit untuk atlet pesepeda karena diikuti oleh berbagai kelas. 


"Jadi ini kegiatan latihan balap sepeda yang dibagi beberapa kelas, ada kelas elit, junior. Junior itu rata-rata umurnya 15 tahun, terus ada putrinya juga, dan ada yang memang master," katanya usai melepas start para pesepeda. 


Yana mengatakan dalam kegiatan tersebut, semua kelas yang ada digabung menjadi tiga orang per grup, sehingga penilaiannya pun tidak berdasarkan individu. 


"Ini tidak individu, nanti yang dinilai itu yang paling lambat dari tiga orang itu. Jadi harus kompak, tidak bisa satu orang saja di satu grup itu cepat sendirian," ucapnya. 


"Karena tetap saja nanti yang dihitungnya yang paling akhir, paling lambat. Jadi ini juga belajar soal kekompakan, soal kebersamaan tim," lanjutnya. 


Ia pun berharap dengan kegiatan tersebut dapat mencari bibit-bibit pebalap sepeda untuk Kota Bandung yang ke depan bisa mengikuti berbagai kegiatan. 


"Ini untuk mencari itu (bibit-bibit pebalap sepeda). Nanti mereka finishnya di Cikole, itu ditempuh biasanya sekitar satu jam. Karena sampai titik Lembang aja itu mereka bisa sekitar 50 menit. Jadi ini kerjasama tim sama soal waktu juga," ucapnya. 


Yana menambahkan kegiatan bersepeda harus terus menjadi budaya di Kota Bandung, meski tidak semua orang jadi atlet sepeda, tetapi bersepeda bisa menjadi moda transportasi yang digunakan masyarakat saat ini. 


"Tentunya kegiatan ke kantor atau aktivitas lain (bisa dengan sepeda). Dengan itu sebetulnya Kota Bandung secara tidak langsung diuntungkan, karena bisa menekan polusi kalau bersepeda ini menjadi budaya," harapnya. (Red)

Konsep Smart City, Pemkot Bandung Pasang 500 Router Wifi


Bandung, Warnus - Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk mewujudkan konsep smart city atau kota pintar, yang telah dicanangkan sejak 2017 lalu, Selasa (30/03). 


Salah satu upaya yang kini dilakukan ialah memasang router WiFi di seluruh titik di Kota Bandung. Dengan demikian, nantinya seluruh wilayah di Kota Kembang akan terkoneksi akses internet. 


Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan A Briliyana mengungkapkan, di tahun 2021 pihaknya telah memasang router WiFi atau internet gratis yang tersebar di 500 titik.  


Router WiFi tersebut dipasang di tempat-tempat yang dibutuhkan masyarakat, seperti di RW-RW yang tersebar di 151 kelurahan, taman-taman tematik, tempat ibadah, dan co-working space.  


"Kita rencana 7 April meresmikan, mudah-mudahan dengan adanya WiFi itu memberikan dampak positif bagi masyarakat," tuturnya pada Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika Kota Bandung. 


Menurutnya, situasi pandemi Covid-19 saat ini membuat ruang gerak masyarakat menjadi terbatas. Untuk itu, dengan hadirnya internet gratis diharapkan bisa menunjang kegiatan siswa maupun masyarakat untuk tetap beraktivitas dari rumah. 


Di samping itu untuk mewujudkan smart city, Pemkot Bandung terus berupaya bekerja sama, baik secara nasional maupun internasional dengan menghadirkan teknologi yang dapat mendukung pelayanan kepada masyarakat. 


Yayan menilai, membangun konsep smart city bukan hanya sekedar teknologi, tetapi juga melayani masyarakat yang lebih baik 


Salah satunya di tahun ini, Pemkot Bandung akan berkolaborasi dengan Melbourne dan Vietnam menghadirkan lomba inovasi teknologi. 


"Lomba inovasi teknologi yang akan diikuti oleh warga Bandung. Hasilnya kita akan mendapatkan aplikasi yang dibuat oleh masyarakat untuk digunakan oleh kita (pemerintah)," terangnya. 


Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin menyatakan, saat ini masyarakat sudah bisa menikmati internet gratis yang telah dipasang di 500 titik. 


"Sudah 100 persen terpasang ya. Yaitu di 151 Kelurahan, satu kelurahan ada 2 RW jadi jumlahnya 302 RW, karena anggarannya baru segitu," terangnya. 


"Kemudian di 5 masjid dan beberapa tempat ibadah, 20 taman tematik, memasang di seluruh OPD, seluruh puskesmas, seluruh SMP, dan seluruh CCTV di Kota Bandung. Jadi 500 itu sudah termasuk di titik itu semua," tegasnya. 


Bagi masyarakat yang hendak mengakses, bisa langsung terhubung secara gratis dan sebagian besar tidak menggunakan password (kata sandi). 


"Ada yang pakai password yaitu 'Diskominfo2020'," tambahnya. 


Selain itu, Diskominfo akan terus berupaya menghadirkan internet gratis di berbagai titik lainnya. Di tahun ini rencananya Diskominfo akan menambah 82 titik internet gratis yang akan dipasang di co-working space dan Buruan Sae. (Red)

KBS Bandung Menyebar, Manfaatkan Sampah Jadi Pupuk



Bandung, Warnus - Keinginan warga Kota Bandung untuk hidup sehat dengan lingkungan yang bersih semakin besar. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya Kawasan Bebas Sampah (KBS) di Kota Bandung, Selasa (30/03). 


Salah satunya KBS di RW 07 Kelurahan Sarijadi Kecamatan Sukasari yang diresmikan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. 


Turut hadir pada peresmian tersebut, Camat Sukasari, H. R Sarjani Saleh dan Lurah Sarijadi Evi Sjopiah.  


KBS di kawasan tersebut mulai dari pemanfaatan Lodong Sesa Dapur (Loseda) sampai terintergasi dengan Buruan Sae. Sampah organik sisa dapur itu, menjadikan pupuk sebagai penyubur untuk tanaman maupun sayuran di setiap rumah.  


“Ini satu upaya dari warga sekitar untuk memuntaskan sampah dari sumbernya. Upaya ini bisa menularkan di wilayah lainya,”ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.  


Yana mendorong, agar masyarakat mampu menerapkan metode pengelolaan sampah yang selesai dari sumbernya. Tak hanya itu, ia pun mendorong kepada kewliayahan untuk menyosialisasikan pengelolaan sampah, sampai kawasannya bebas dari sampah.  


“Sampah selesai di wilayah kita masing-masing. Pangannya bisa dikonsumsi, minimal warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan. Kalau lebih bisa diberikan ke tetangga,” katanya.  


Menurut Yana, program sampah jadi emas di kawasan tersebut sangat memungkinkan dilakukan. Apalagi kawasan tersebut sudah mandiri untuk mengolah maupun memilah sampah.  


“Sampah jadi emas, ya bisa. Kita doronng warga untuk kumpulkan sampah (anorganik) tidak perlu kuota (anggota) yang banyak, kumpulkan jadi emas. Sampah anorganik punya nilai ekonomis,” jelasnya. 


Sementara itu, Lurah Sarijadi, Evi Sjopiah menyampaikan, hadrikan KBS merupakan kemandirian warga dan kolaborasi dengan kewilayahan.  


“KBS ini baru 2 bulan. Kita hitung jumah dari timbunan sampah rumah tangga, sekitar 500 gr per hari dan 2 kg dalam satu minggu,” tuturnya.  


Untuk di wilayah kelruahan Sarijadi, 3 RW yang sudah menerapkan KBS dari 11 RW. Sisasnya ia akan berusaha agar semua RW melaksanakannya. 


“Jumlah RW 11 yang sudah (KBS) ada 3. di RW 7, RW 11 dan RW 3. Sisanya 8 lagi ini kita proses dan mendorong untuk semangat masyarakat,” ujarnya.  


Sedangkan, Ketua RW 07, Anto Suhanto mengungkapkan, KBS terbentuk dari swadaya masyarakat. Masyarakat pun mengerjakannya dengan gotong royong. Sehinggga warga bisa memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk. Dan memanfaatkan sampah anorganik memiliki nilai ekonomi.  


“Di RW 07 terdapat 358 rumah atau 466 KK (Kepala Keluarga), alhamdulilah kita semua mampu memanfaatkan sampah dengan metode yang sudah dilakukan ini,” tuturnya. (Red)

Siapkan Sejumlah Program, Disnaker Berharap Bisa Tekan Angka Pengangguran


Bandung, Warnus - Pemkot Bandung melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) berupaya menekan angka pengangguran melalui program pelatihan berbasis kompetensi, dan program pemagangan, Selasa (30/03) 


Di samping itu, Disnaker menyediakan pelatihan berbasis masyarakat/wirausaha/vokasi seperti pelatihan menjahit, tata rias, dan lain-lain, untuk mengantisipasi ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. 


Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan harapan masyarakat yang tidak bisa kembali bekerja formal, mereka bisa membuka wirausaha sendiri. 


"Kita coba menyelesaikan (pengangguran) dengan pelatihan, dan memberikan program pemagangan di hotel atau ritel," terang Kepala Disnaker Kota Bandung, Arief Syaifudin pada Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika Kota Bandung. 


Arief mengatakan, Disnaker terus berkoordinasi dengan perusahaan untuk mendata lowongan pekerjaan terbaru. Sehingga nantinya masyarakat pencari kerja bisa melihat informasi terbaru terkait lowongan kerja, seperti melalui aplikasi BIMA. 


BIMA merupakan aplikasi ketenagakerjaan yang meliputi layanan secara online untuk informasi pasar kerja, bursa kerja, informasi pelatihan kerja, dan pelaporan permasalahan ketenagakerjaan.  


Aplikasi tersebut bisa diunduh melalui laman resmi disnaker.bandung.go.id dan bagi pengguna android bisa mengunduhnya di Playstore.  


"Sebetulnya informasi lowongan kerja terus menerus ada, ternyata banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. kita terus menginformasikan lowongan kerja melalui aplikasi BIMA dan media sosial (twitter dan instagram) Diskominfo," terangnya. 


Arief mengungkapkan, pada tahun 2020 jumlah pengangguran di Kota Bandung mengalami peningkatan sebanyak 3,03 persen atau 147.081 orang. Hal itu terjadi akibat bonus demografi yang mencapai 77 persen. Namun tidak sebanding dengan jumlah lowongan pekerjaan. 


Oleh karena itu, pada tahun 2021 Disnaker juga akan melaksanakan job fair secara daring. Sebab berkaca pada job fair sebelumnya, Disnaker mampu menyediakan 12 ribu lowongan kerja. 


"Rencananya pada Juni dan Oktober akan ada job fair. Dalam bursa kerja nanti kita akan mengundang perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, dan kita akan sampaikan jumlah total lowongan yang tersedia. Kami juga akan coba sambungkan dengan perusahaan Jepang," terangnya. (Red)

Pembangunan Terus Berjalan Meski Masa Pandemi


Bandung, Warnus - Pemerintah Kota Bandung (Pemkot) Bandung berkomitmen kuat melaksanakan implementasi perencanaan pembangunan di Kota Bandung, Selasa (30/03). 


Hal tersebut dibuktikan dengan diraihnya 55 penghargaan baik tingkat nasional regional bahkan internasional di antaranya 2 penghargaan tingkat internasional, 22 penghargaan tingkat nasional, dan 31 penghargaan tingkat provinsi. 


Hal tersebut disampaikan Oded usai menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2020 kepada Dewan DPRD Kota Bandung pada rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung. 


“Dalam berbagai keterbatasan di tahun 2020, alhamdulillah Pemerintah Kota Bandung mampu meraih beberapa penghargaan,” ungkap Oded. 


“Sepanjang tahun 2020 ada 55 penghargaan yang diterima Pemrintah Kota Bandung baik penghargaan di tingkat internasional, nasional, maupun provinsi Jawa Barat diantaranya 2 penghargaan tingkat internasional, 22 penghargaan tingkat nasional, dan 31 penghargaan tingkat provinsi,” katanya. 


Walaupun tahun ini merupakan tahun yang sangat berat yang menimpa seluruh sektor, namun Oded menyatakan terkait janji politik Wali Kota, sudah banyak yang terealisasi di sepanjang tahun 2020. 


Pada Visi Bandung Unggul terdapat 6 item terealisasi di antaranya PIPPK plus, 1 pusat kreativitas pemuda per wilayah, beasiswa pendidikan bagi siswa, guru dan asn berprestasi (berupa draft peraturan wali kota), pusat pelayanan dan pemberdayaan perempuan per kelurahan, pusat pelayanan dan kreatifitas anak per kelurahan dan kampung wisata di setiap wilayah. 


Untuk Visi Bandung Nyaman terdapat 7 item terealisasi yaitu pembangunan flyover/underpass, pembangunan kolam/saluran retensi, Fasilitas disabilitas di semua ruang public, sambungan air bersih baru, revitalisasi sarana olahraga per kecamatan, bank sampah per kecamatan dan menuntaskan revitalisasi pasar tradisional. 


Sedangkan pada Visi Bandung Sejahtera terdapat 6 item terealisasi, yaitu Pusat pemberdayaan ekonomi dan kreativitas masyarakat (co-working space) per kecamatan, UMK untuk guru honorer, gratis biaya pemakaman bagi warga tidak mampu, peningkatan insentif RT dan RW subsidi harga sembako dan menciptakan 1 koperasi juara setiap kelurahan. 


Serta Visi Bandung Agamis terdapat 2 item terealisasi, yaitu 1 koperasi di tempat ibadah setiap kelurahan dan peningkatan insentif untuk guru agama. 


Menurutnya, keberhasilan ini berkat adanya dukungan, kolaborasi dan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam mewujudkan pembangunan Kota Bandung yang lebih baik. 


“Tentunya keberhasilan ini tidak terlepas dari adanya kolaborasi, sinergi, partisipasi serta kerjasama dengan seluruh stakeholders pembangunan di Kota Bandung,” terangnya. 


“Semoga hal ini dapat menjadi faktor pendorong, penguat, pemacu dan pemicu bagi kami dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik lagi di masa mendatang,” lanjutnya. 


Akibat pandemi Covid-19, sepanjang tahun 2020 Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah melakukan 7 (tujuh) kali perubahan penjabaran refocussing anggaran, 9 peraturan daerah, 88 peraturan Wali Kota, dan hal perwujudan regulasi di kota bandung, pada tahun 2020 telah terbentuk peraturan daerah dan 201 keputusan Wali Kota  


“Refocusing anggaran di Kota Bandung telah dilakukan sebanyak 7 kali perubahan penjabaran dan untuk regulasi di Kota Bandung, pada tahun 2020 telah terbentuk peraturan daerah sejumlah 9 peraturan Wali Kota Bandung sebanyak 88, dan keputusan Wali Kota Bandung sebanyak 201,” imbuhnya. 


Oded pun menuturkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2020 ini merupakan bentuk komitmen atas pencapaian kinerja yg dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung selama 1 tahun.  


“Laporan ini merupakan bahan refleksi dan evaluasi terhadap capaian kinerja pembangunan di Pemkot Bandung Tahun 2020,” tuturnya. 


Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kota Bandung, Teddy Rusmawan menjelaskan, LKPJ disampaikan kepada Dewan DPRD Kota Bandung sebanyak satu kali dalam satu tahun maksimal tiga bulam setelah tahun anggaran berakhir. 


“LKPJ disampaikan kepada Dewan DPRD Kota Bandung 1 kali dalam setahun dan paling lambat 3 bulan setelah tahun anggaran berakhir,” jelas Teddy. (Red)

Polemik Pt Pesona Jaya Abadi dan Warga, Tony : Mohon Berikan Satu Kesempatan Lagi




Kab Bandung, Warnus - Akibat curah hujan yang tinggi banjir lumpur tanah merah merendam sejumlah rumah warga dan luber menggenangi jalan yamg disebabkan oleh proyek pematangan lahan untuk Perumahan Bali Garden Pt. Pesona Jaya Abadi Jl Awiligar Kelurahan Cibeunying Kecamatan Cimenyan beberapa hari lalu, dan membuat protes warga sekitar mendangi lokasi proyek tersebut, Selasa (30/03). 

Pihak - pihak terkait, pengusaha dan wargapun berkumpul di Kantor Kelurahan Cibeunying dalam rangka mediasi mengatasi permasalahan yang terjadi antara pihak pengembang dan warga, agar kejadian tidak kembali terulang. Sejumlah warga yang melakukan protes diperkenankan untuk tanya jawab langsung kepada Dr.Tony selaku Owner Pt Pesona Jaya Abadi, tampak hadir Dewan DPRD Komisi D Juwita dari Fraksi PDIP pada hari senin 29 Maret 2021. 

Dalam protesnya, warga menginginkan tanggung jawab dari pengembang bukan hanya masalah ganti rugi materil saja, tapi menginginkan bagaimana selanjutnya dan kedepannya untuk kami selaku warga agar aman dan nyaman terhadap kegiatan proyek perumahan tersebut, karena kejadian ini bukan hanya sekali saja, dan mengharapkan menjadi perhatian bagi pengembang juga pemerintah setempat "ungkap oyon. 

Tony selaku owner Pt Pesona Jaya Abdi menanggapi hal tersebut, menurutnya "saya akan tanggung jawab apa yang terjadi kemarin, dan saya tidak mengelak. Apa yang menjadi kerugian warga yang disebabkan oleh proyek, saya akan bereskan "ucapnya. 

"Jujur saja saya malu sebenarnya, karena sudah pernah janji kejadian ini tidak akan terulang lagi, ternyata curah hujan yang tinggi lebih dasyat dari kemarin, dan lebih meluas lagi merendam pemukiman warga, namun saya minta tolong beri saya satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya, saya mohon pada warga semua saya akan perbaiki semuanya. 

Tony menambahkan, saya akan segera prioritaskan jalur air dari proyek agar kelak banjir lumpur tidak masuk ke warga, saya akan berusaha menyelesaikan segera mungkin agar kejadian tersebut tidak kembali terulang, dalam masa pengerjaan nanti warga akan dialokasikan sementara biar aman, biar saya yang tanggung biayanya, bila gagal dan kembali terulang saya pasrah mau di hentikan ataupun itu saya siap, tolong berikan satu kali kesempatan buat saya "tegasnya. 

Juwita dalam komentarnya, "Tony sudah mau bertanggung jawab akan semua yang terjadi, dan tolong juga berikan kesempatan lagi, jelas semua mendengar bila terjadi lagi maka dirinya siap apa yang terjadi, kasihan juga warga terdampak bila tidak ada ganti rugi, jadi berikan kesempatan untuk memperbaiki semua, dalam hal ini saya tidak ada kepentingan hanya saja saya terpanggil selaku putra daerah dan anggota dewan untuk menyaksikan mediasi ini "pungkasnya. (Chox)

Hobi Sepedah Sebagai Transportasi, Yana : Bisa Jadi Bibit Atlet


Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mendukung upaya membudayakan bersepeda masyarakat sebagai moda transportasi. Tah hanya itu, budaya sepeda bisa menjadi wadah mencari bibit-bibit atlet pesepeda handal, Selasa (30/03). 

Salah satunya dengan kegiatan bersepeda yang dilombakan dan diikuti oleh atlet dari berbagai kelas dengan rute dari Taman Nyland sampai Tangkuban Perahu/Cikole. 

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan kegiatan bersepeda tersebut bisa menjadi salah satu upaya mencari bibit-bibit untuk atlet pesepeda karena diikuti oleh berbagai kelas. 

"Jadi ini kegiatan latihan balap sepeda yang dibagi beberapa kelas, ada kelas elit, junior. Junior itu rata-rata umurnya 15 tahun, terus ada putrinya juga, dan ada yang memang master," katanya usai melepas start para pesepeda. 

Yana mengatakan dalam kegiatan tersebut, semua kelas yang ada digabung menjadi tiga orang per grup, sehingga penilaiannya pun tidak berdasarkan individu. 

"Ini tidak individu, nanti yang dinilai itu yang paling lambat dari tiga orang itu. Jadi harus kompak, tidak bisa satu orang saja di satu grup itu cepat sendirian," ucapnya. 

"Karena tetap saja nanti yang dihitungnya yang paling akhir, paling lambat. Jadi ini juga belajar soal kekompakan, soal kebersamaan tim," lanjutnya. 

Ia pun berharap dengan kegiatan tersebut dapat mencari bibit-bibit pebalap sepeda untuk Kota Bandung yang ke depan bisa mengikuti berbagai kegiatan. 

"Ini untuk mencari itu (bibit-bibit pebalap sepeda). Nanti mereka finishnya di Cikole, itu ditempuh biasanya sekitar satu jam. Karena sampai titik Lembang aja itu mereka bisa sekitar 50 menit. Jadi ini kerjasama tim sama soal waktu juga," ucapnya. 

Yana menambahkan kegiatan bersepeda harus terus menjadi budaya di Kota Bandung, meski tidak semua orang jadi atlet sepeda, tetapi bersepeda bisa menjadi moda transportasi yang digunakan masyarakat saat ini. 

"Tentunya kegiatan ke kantor atau aktivitas lain (bisa dengan sepeda). Dengan itu sebetulnya Kota Bandung secara tidak langsung diuntungkan, karena bisa menekan polusi kalau bersepeda ini menjadi budaya," harapnya. (Red)

Laporkan  Pungli, Oded : Masyarakat Jangan Segan





Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta masyarakat agar tak segan melaporkan apabila menemukan praktik Pemungutan Liar (Pungli) oleh aparat Pemerintah Kota (Pemkot). Utamanya, dalam rangka pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, Senin (30/03). 

Hal ini disampaikan langsung oleh Oded kepada masyarakat yang sedang mengurus administrasi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung. 

"Saya ingin memastikan bapak dan ibu saudara sekalian di sini mendapatkan pelayangan yang terbaik. Saya juga mewanti-wanti jangan sampai ada pungli. Kalau masih ada, jangan sungkan melapor ka Mang Oded," ucap Oded. 

Oded bersyukur saat ini keluhan masyarakat terkait layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil relatih terus berkurang. Dia memastikan semua layanan dari Disdukcapil diberikan secara gratis. 

“Karena kan dari kita gratis, tapi karena kita kerja sama dengan PT Pos Indonesia itu di luar kita. Kalau mereka mau ambil sendiri ya gratis,” jelasnya. 

Selain dengan PT. Pos Indonesia, Oded mengungkapkan dalam waktu dekat ini Disdukcapil juga akan kembali membuat inovasi untuk mempermudah layanan pengantaran. Yakni, bekerjasama dengan salah satu perusahaan angkutan daring. 

“Jadi nanti di aplikasi itu secara online masyarakat bisa milih, mau diambil langsung, pakai PT. Pos atau mau diantar oleh GoJek,” tegasnya. 

Setelah memeriksa proses layanan kepada masyarakat, Oded lantas mengumpulkan sejumlah pejabat struktural Disdukcapil. Dia memberikan sejumlah arahan kepada para pejabat Disdukcapil guna terus meningkatkan kinerjanya. 

Karena, sambung Oded, peran Disdukcapil bukan hanya sebatas mengurus keperluan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil saja tetapi jugasebagai penyedia data yang akurat sebagai pendukung utama untuk menopang pembangunan di Kota Bandung. 

“Disdukcapil ini merupakan bagian OPD yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) luar biasa. Karena harus mampu berupaya menyuguhkan database kependudukan yang akurat sebagai modal dasar pembangunan. Sebuah kota tanpa data kependudukan yang akurat maka proses pembangunan outputnya pasti tidak optimal,” bebernya. 

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muchtar mengungkapkan saat ini pihaknya sudah memiliki 15 inovasi guna memudahkan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bagi masyarakat. Kemudian salah satu tambahannya yakni kerja sama pengantaran bersama perusahaan angkutan daring. 

“Tanggal 6 (April, 2021) akan ditambah dua inovasi terkait dengan penyampaian data KTP akan kerjasama PT Pos dan GoJek. Di aplikasi Salaman fitur akan dilengkapi, masyarakat diberi pilihan apakah diambil di gerai atau diantar oleh PT. Pos, termasuk ada menu diantarkan oleh GoJek,” kata Tatang. 

Di samping itu, lanjut Tatang, terkait optimalisasi layanan ini Disdukcapil Kota Bandung akan bekerja sama dengan perusahaan perbankan terkait penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).  

“Kemudian yang kedua kerja sama terkait dengan perbankan. KIA melalui perbankan akan diakses kemudahan penerbitannya. Karena perbankan memiliki kepentingan untuk data tabungan junior,” katanya. (Red)

SDM Berkualitas, Oded : Sistem Merit Harus Maksimal


Bandung, Matainvestigasi.com - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berharap, penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis sitem merit segera teraplikasikan dengan baik di Kota Bandung. Sehingga tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin komprehensif dan berintegritas, Senin (29/03). 

Pernyataan ini Oded sampaikan saat membuka Sosialisasi Kebijakan Penerapan Manajemen Talenta ASN Berbasis Sistem Merit di lingkungan Pemerintah Kota Bandung secara daring dari Pendopo Kota Bandung. 

Oded menuturkan, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam ruang lingkup pekerjaan, Oded berharap, sitem merit mampu mendokumentasikan rekam jejak kinerja ASN Pemkot Bandung secara lebih objektif. 

"Saya harap bisa terus melakukan. Khususnya BKPP dan jajaran sebagai leading sektor ini terus mengembangkannya. Sehingga pada akhirnya bisa mampu menghadirkan SDM ASN Kota Bandung yang betul-betul berkualitas. Karena prosesnya transparan dan akuntabel jauh dari sifat-sifat subjektif," ucap Oded. 

Sebagai pimpinan, Oded juga bisa menerawang lebih dalam terhadap kinerja para ASN Pemkot Bandung. Karena dengan sistem merit ini memberikan data yang semakin akurat dari lapangan.  

"Dalam Alquran ini setiap manusia memiliki potensinya masing-masing. Justru yang jadi persoalan dari potensi ini baik ataupun buruk dapat terekam. Jejak rekor ASN dari pejabat sampai strukturalnya jelas masuk laporannya ke saya," tegasnya  

Oded juga menilai, dengan adanya manajemen talenta berbasis sitem merit ini dipastikan lebih transparan. Sehingga tidak ada lagi yang disembunyikan. Sehingga setiap kompetensi ataupun kapasitas dan rekam jejak kekurangan ASN pun jelas terpetakan. 

"Kita sedang menuju ke arah yang lebih objektif dan terbuka. Kalau konsepnya masih kucing-kucingan maka nanti akhirnya akan kucing-kucingan," ujarnya. 

Meski begitu, Oded menekankan hal yang paling penting adalah terciptanya kesadaran dari setiap ASN untuk memberikan kinerja terbaiknya. Karena SDM unggulan terbentuk secara kuat dari komitmen masing-masing pegawai untuk memegang teguh integritas dalam bekerja. 

"Terakhir saya titip pesan sistem itu hanya alat, tapi kalau punya kesadaran bersama untuk menghadirkan SDM yang berkulitas dan berintegritas ini, sitem ini sudah tidak perlu," katanya. (Red)

Camat Cimenyan dan Kades Mekarsaluyu Kaget Puting Beliung Sambar Wilayahnya, Ahmad Rizki : Biasanya Puting Beliung Gak Lewat Sini

Kab Bandung, Warnus - Akibat Angin Puting Beliung amuk beberapa rumah warga dan fasilitas umum di Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan warga terdampak sibuk beberes dan menunggu bantuan dari pihak - pihak terkait. Selaku Kepala Desa Ayi Miharja atau yang akrap disapa (apih) tampak murung diruangannya, dan berpikir untuk solusi agar ini cepat berlalu, bersamaan itu pula Camat Cimenyan Ahmad Rizki N juga tampak lesu, Senin (29/03). 

Ayi Miharja mengatakan "saat ini musibah berat yang melanda wilayahnya, bayangkan banyak rumah warga yang hancur tersapu puting beliung, juga ada korban warga kita dua luka berat dan 6 luka ringan sudah ada di rumah, sementara yang luka berat di rawat di rumah sakit hasan sadikin dan ada juga di santo yusup, kantor desa juga tak luput di sambar, sehingga pelayanan publik jadi tergannggu "ucapnya. 

Dirinya menambahkan, "untuk saat ini kita prioritaskan bantuan untuk warga dan jangan banyak tanya - tanya dulu, karena banyak mendata saja warga bisa ngomel, karena yang di butuhkan itu bantuan saat ini, sambil berjalan pendataannya, maklum saja bila bencana seperti ini cendrung sensitif, saya juga sampai tidak bisa tidur, karena tanggung jawab pada warga terkait situasi seperti ini, warga juga diinvanisir masing - masing Rt "tuturnya. 

Ahmad Rizki Camat Cimenyan menjelaskan "saya kaget angin puting beliung lewat jalur sini, dan itu tidak biasanya karena setau saya ada jalurnya yang biasa dia lewati. Ketika saya mendengar musibah ini saya langsung berkordinasi dengan wilayah, khususnya kades mekarsaluyu untuk mengetahui detail korban warga terdampak, saya juga berkordinasi denga dinas dan pimpinan untuk segera, dampak rumah rusak 185 desa mekarsaluyu 150 desa cimenyan. 

Bpbd dan disperkimtan harus assesment dulu untuk memastikan rumah rusak ringan, sedang dan berat. Dalam kontek bencana ini semua harus ada yang ngurus, untuk saat ini juga masih lakukan kordinasi dalam menyiapkan data lebih lengkap lagi untuk masuk dalam program baik rekontruksi dan butuh ketenangan juga, jangan sampai masyarakat di korbankan akibat terburu - buru. 

Angin puting beliung biasanya lewat jalur desa cimenyan, daerah cartil dan itu sudah beberapa kali, jadi sudah terbiasa lewat jalur sana. Ini betul - betul musibah, bila ada dampak dari pembangunan kan sudah dari dulu, apa lagi dago resort sudah berjalan sebelum saya ada di sini, hanya saja dago resort saat ini belum ada kontribusi atau perhatiannya pada lingkungan terdampak, semoga saja mereka segera menurunkan bantuan, kita juga sedang lakukan komunikasi dan surat menyurat untuk dana desa bisa di pakai dalam pembangunan ini "tegas camat. (Chox)

Monday, March 29, 2021

Desa Mekarsaluyu Luluh Lantah Akibat Angin Puting Beliung, Juwita : Dinas Jangan Sibuk Minta Data, Action Saja Dulu


Kab Bandung, Warnus - Peninggalan Jejak Luluh Lantahnya di lokasi Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan sangat terasa dan jelas sekali, mengingat musibah tersebut menghancurkan beberapa wilayah yang ada. Tampak jelas di lokasi cukup porak poranda dan sibuk bebenah, baik dari kepolisian dan pemerintah setempat, Senin (29/03). 

Juwita selaku Dewan DPRD Kab Bandung Komisi D mengatakan "saya selaku putra daerah sangat miris melihat kejadian ini, namun saya berharap pihak terkait spontan dan mau turun langsung ke lokasi, tidak harus minta data by data terus, karena masyarakat terdampak sangat butuh bantuan berupa makanan, baju dan obat-obatan, sambil mendata di lapangan, dan jangan ada pemanfaatan dalam situasi seperti sekarang "ungkapnya. 

"Saya sendiri tahu kemarin saat kejadian pukul 3 sore, bahwa ada musibah angin puting beliung, bahkan sekretariat kami (PDIP) juga kena, kita sedang lakukan pendataan susulan dan menyiapkan bantuan berupa nasi bungkus 100 orang seadanya dulu, dan akan buat juga dapur umum buat korban, jadi kita action saja dulu, gak harus ribut data data terus, saya juga sudah komunikasikan dinas terkait termasuk bupati terpilih (DS) "ucapnya. 

Kompol Sumi selaku Kapolsek Cimenyan juga tampak sibuk, "selaku kapolsek jelas saya akan memastikan wilayah ini aman dari hal - hal yang tidak di inginkan, dan warga juga harus waspada jangan sampai ada barang yang berpindah tangan karena memanfaatkan situasi ini, dari brimob juga sudah bangun tenda yang nantinya untuk warga bila memerlukan, intinya kita siaga "tegasnya. (Chox)

Saturday, March 27, 2021

Doktor HC Doni Monardo Selarik Kisah yang Terpendam dan Testimoni Purn Brigjen TNI Yudi Zanibar, Jangan Sampai Maung Jadi Meong

Pagi ini, Sabtu 27 Maret 2021, Letjen TNI Doni Monardo dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari IPB University, Bogor. Narasi berikut ini adalah selarik kisah yang terpendam, di balik anugerah tersebut.

Isinya,  kesaksian  testimoni sejumlah tokoh yang terlibat dalam kiprah Doni memperbaiki ekosistem, di mana pun bertugas.

Salah satunya testimoni Brigjen TNI (Purn) Yudi Zanibar yang penah menjabat Dansektor 6 berpangkat kolonel saat itu. Sebagai saksi dan pelaku tentunya beliau sangat paham situasi citarum yang sempat menjadi sorotan dunia. Pada saat memberi pengarahan kepada seluruh jajaran di Kodam Siliwangi, Doni memulai dengan mengangkat moral prajurit tentang kebesaran nama Siliwangi, Sabtu (27/03).

Satuan teritori ini sangat harum dalam goresan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam banyak operasi penumpasan pasukan Siliwangi selalu punya andil.

Kesatuan dengan simbol harimau ini sangat disegani. Masyakat Sunda menyebut harimau sebagai ‘maung’. Doni lalu menyodorkan pokok persoalan. “Percuma kita punya prestasi besar, jika kita tidak mampu menyelesaikan persoalan di depan mata, yakni Sungai Citarum yang sudah dijuluki sebagai sungai terkotor di dunia. Sementara, ia berada di teritori Siliwangi. Jangan sampai maung berubah jadi meong!” seru Doni Monardo, yang seketika menyentak kesadaran prajurit.

Brigjen TNI Yudi Zanibar adalah salah satu saksi. “Waktu itu pangkat saya kolonel. Saya ingat persis ketika pak Doni memotivasi prajurit untuk bergerak menuntaskan persoalan Citarum,” ujar jenderal bintang satu ini.

Yudi dan Doni, kebetulan teman satu angkatan. Keduanya sama-sama Angkatan 1985 Akmil Magelang. Sejak masih bersama-sama di kaki gunung Tidar, Yudi melihat Doni berbeda dari teman seangkatan yang lain. “Beda secara fisik, akademik, maupun kepribadian. Dia di atas rata-rata teman seangkatan,” ujar Yudi.

Atas motivasi Doni, Yudi pun ikut terbakar semangatnya untuk mengatasi problem Citarum. Saat ini, ia merasa sangat bersyukur bisa ikut terlibat dalam program Citarum Harum yang digulirkan Doni Monardo, sewaktu menjabat Pangdam III/Siliwangi.

Adalah Yudi yang menyimpan kisah tak terungkap, bahwa kepedulian Doni Monardo terhadap Sungai Citarum, ternyata sudah ada sebelum menjabat Pangdam III/Siliwangi.

“Sebagai teman satu Angkatan, kami sering say hello lewat telepon. Jadi, suatu hari beliau menelepon saya. Tiba-tiba dia bertanya, ‘Yud, kamu di mana?’ Ketika itu saya di Kodam Siliwangi. Lantas beliau mengatakan, ‘kalau saya jadi Pangdam Siliwangi, kamu saya suruh tidur di pinggir Citarum sampai sungai itu bersih’. Saya tidak menyangka, tidak lama kemudian beliau benar-benar pindah tugas dari Pangdam XVI/Pattimura ke Pangdam III/Siliwangi,” ujarnya.

Benar saja, setelah menjabat Pangdam III/Siliwangi, Doni Monardo langsung menangani Citarum. “Sejak masuk langsung bekerja. Tidak kenal tanggal merah. Sabtu-Minggu dan hari libur nasional kami tetap diperintahkan bekerja. Pak Doni mengundang semua pihak untuk datang. Selama 40 hari terus menerus, beliau mengundang para pihak hanya untuk didengar masukan-masukannya seputar Ciliwung. Pak Doni hanya menjadi pendengar yang baik,” tambahnya.

Pada saat itu, program penanggulangan pencemaran sungai Citarum sebenarnya sudah ada, tetapi terus terang, tidak optimal, bahkan kemudian dilansir media internasional, yang menyebutkan bahwa Sungai Citarum menjadi salah satu sungai terkotor di dunia. “Konsep awal pak Doni mengatasi Citarum adalah melibatkan semua orang. Mengajak semua pihak, dan itu yang beliau jalankan secara konsisten,” ujar Yudi.

Apa yang dilakukan Doni, dinilai Yudi sebagai sebuah tindakan menyatukan hati dalam satu komando. “Istilah ‘satu komando’ sangat sering saya dengar. Bedanya, pak Doni benar-benar melaksanakan di lapangan. Ia menyatukan hati semua pihak dalam satu komando,” kata Yudi pula.

Berbekal masukan berbagai pihak, Doni pun mendapat gambaran secara utuh. Semua disentuh hatinya oleh Doni dengan rasa keprihatinan serta kesadaran yang mendasar bahwa Sungai Citarum harus diselamatkan secara bersama-sama. “Jadi, yang namanya sinergi tidak hanya lip service atau hanya tulisan di atas kertas, tapi diwujudnyatakan dalam praktek sehari-hari,” tegasnya.

Yudi Zanibar menambahkan, “Sebagai pamen di Kodam III/Siliwangi, saya ditugaskan menjadi Komandan Sektor 6. Saya dan prajurit ditugaskan tidur bersama masyarakat di sektor yang kami bina. Kami meninggalkan keluarga untuk hidup bersama masyarakat di bantaran sungai. Menyelami kehidupan sehari-hari mereka. Menyelami sikap dan pola pikir mereka terhadap keberadaan Citarum, lalu bersama-sama mengajak berubah. Pak Doni menyebutnya perubahan perilaku. Awalnya dari yang membuang sampah terang-terangan, menjadi buang sampah sembunyi-sembunyi. Kemudian dari yang buang sampah sembunyi-sembunyi, menjadi malu untuk membuang sampah ke sungai. Dari rasa malu membuang sampah ke sungai, lama-lama tergerak hatinya untuk ikut menjaga kebersihan sungai Citarum,” papar Yudi. (Red)

BKPP Harus Berkualitas Jadi Dapur Pemkot




Bandung, Warnus - Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung merupakan "dapurnya" Pemerintah Kota Bandung. Oleh karenanya, harus dapat menghadirkan sisi kualitas, termasuk pada Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN), Sabtu (27/03). 

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat memberikan Tausyiah dan Arahan secara Virtual pada Acara Pembinaan Pegawai BKPP Kota Bandung, di Pendopo Kota Bandung, Jumat 26 Maret 2021. 

Menurut Oded, kualitas ASN yang diinginkannya tersebut akan sangat ditentukan oleh BKPP. Untuk itu, kualitas BKPP juga harus baik. 

"Ketika BKPP kualitasnya baik, insyaallah saya yakin SDM ASN di Kota Bandung itu berkualitas. Saya harap acara ini merupakan upaya dari Pak Kaban dan jajaran untuk menghadirkan SDM berkualitas," katanya. 

"Tandanya ASN punya kompetensi, baik kompetensi secara moralitas, skill atau kemampuan yang harus dimiliki. Karena begitu banyak tugas fungsi BKPP ini, karena OPD yang mengelola seluruh ASN di Kota Bandung," lanjutnya. 

Oded berpesan BKPP harus bisa menghadirkan SDM yang mengerti akan hak dan kewajibannya. BKPP harus bisa memberikan contoh untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain di Kota Bandung. 

"Saya masih mendengar ada ASN yang hanya tahu haknya saja, tapi kewajiban pura-pura tidak mengerti. Padahal hak dan kewajiban harus sama-sama diperhatikan oleh kita. Contohnya saat terjadi telat TKD, itu contoh kecil di lapangan," ucapnya. 

Selain itu, Oded mengungkapkan, tanda sebuah organisasi berkualitas  yaitu semua anggotanya mampu membangun kebersamaan. Itu memang tidak sederhana untuk diwujudkan. 

"Hati-hati urusan kebersamaan ini keliatannya sepele. Kebersamaan dan kesederhanaan itu penting untuk dihadirkan, khsususnya di BKPP karena sebagai ujung tombak terdepan dalam membangun ASN di Kota Bandung," katanya. 

Ia pun menganalogikan kebersamaan itu seperti sebuah mobil. Kalau ada kerusakan pentil yang karena memiliki ukuran kecil disepelekan, mobil tersebut tidak bisa berjalan. 

"Kita tidak boleh menganggap sepele hal-hal yang kecil. Apalagi menyepelekan potensi yang ada di BKPP, sekecil apa pun itu," ujarnya. 

"Maka saya harap mari kita membangun kebersamaan dengan cara dimulai dari atasan yang menghargai ke bawah, anggota atau stafnya. Dan apabila dari atas mampu menghadirkan itu harus direspon positif oleh anggota, rasa hormat ke atas," lanjutnya. 

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, kegiatan ini merupakakan penguatan budaya organisasi yang ada di dalam manajemen SDM. 

Salah satunya, dengan kegiatan outbound. Karena hal tersebut juga di dalam budaya organisasi memang menjadi cara tersendiri untuk menghadirkan kebersamaan. 

"Karena dalam bekerja, kita memang harus memiliki rasa harmoni, rasa kebersamaan, kemudian kita juga jaga komunikasi yang baik," katanya. 

"Saya juga mewanti-wanti, kegiatan tersebut untuk selalu menjaga protokol kesehatan," lanjutnya. 

Selain itu, Adi berharap organisasi yang dipimpinnya saat ini mampu melahirkan ASN yang unggul di Kota Bandung dan memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. 

"Kami dari segenap jajaran BKPP akan sekuat tenaga mendukung Pak Wali, untuk melahirkan ASN unggul dan tentunya dalam memberikan pelayanan kepada publik sebaik-baiknya sesuai dengan visi dan misi yang diusung pak Wali," imbuhnya. (Red)

Friday, March 26, 2021

Lantik Pengurus Baru Baznas, Oded :Tumbuhkan Kepercayaan Pada Masyarakat


Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M Danial melantik sekaligus mengambil sumpah dan janji pengurus baru Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Bandung periode 2021-2026 di Kantor Baznas, Jalan Wastukancana, Jumat (26/03). 

Mereka yang dilantik adalah Akhmad Roziqin sebagai Ketua Baznas Kota Bandung, Arif Nurrakhman menjabat Wakil Ketua Bidang Pengumpulan, serta Irfan Farid Taufik sebagai Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.  

Kemudian, Dudit Setiadi sebagai Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, serta yang terakhir adalah Arif Ramdani sebagai Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Umum. 

Dengan hadirnya kepengurusan baru, Oded berharap, mampu membawa perubahan yang membuat Baznas lebih tumbuh dan berkembang. Sebagaimana makna zakat yakni membersihkan, juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan perekonomian warga Kota Bandung. 

Untuk itu, Oded meminta profesionalitas serta kehati-hatian dalam pengelolaan zakat harus lebih diutamakan para pengurus baru Baznas Kota Bandung. 

"Amil Zakat itu yang punya tanggung jawab bekerja, hati-hati jangan terjebak menjadi ambilin. Maka harus melaksanakan tugas pokok fungsi pengelolaan zakat agar tumbuh dan berkembang," pintanya. 

"Jangan disia-siakan dengan cara semakin melemahnya kepercayaan para muzakki kepada kita. Tetapi harus menumbuhkan kepercayaan dari rakyat kepada institusi," imbuhnya. 

Usai dilantik, Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin mengatakan, ia beserta pengurus lainnya berkomitmen akan bekerja dengan mengedepankan tiga aspek. Yaitu profesionalitas, integritas, dan kepercayaan. 

"Sesuai arahan dari Walikota, beliau menekankan kepercayaan. Karena betapa pentingnya kepercayaan dari para muzakki. Kita sudah merencanakan bagaimana kita meningkatkan kepercayaan publik kepada Baznas, sehingga nanti berzakat bukan karena kewajiban tetapi kesadaran," terangnya. 

Selain lebih mengoptimalkan pengumpulan zakat di Kota Bandung, pihaknya juga akan lebih mengoptimalkan pengumpulan melalui infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. 

Dengan begitu, diharapkan Baznas bisa memberi manfaat dan membantu perekonomian warga Kota Bandung. 

"Agar nanti ketika distribusi dan pendayagunaan bukan saja ke 8 asnaf, mungkin saja ke hal-hal yang sifatnya pengembangan produktivitas umat muslim di Kota Bandung," harapnya. 

"Tapi yang paling penting bagaimana peran kontributif Baznas terutama dalam konteks mengentaskan kemiskinan," tuturnya. (Red)

Kolaborasi Kuat Semakin Terealisasi Antara Komandan Sektor 6 Citarum Harum Dengan Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung, Menjaga Kelestarian Sungai Citarum Harum.

Kab Bandung, Warnus – Sinergitas kuat antara komandan sektor 6 citarum harum Kolonel Arh Didik Suswandi , S.Sos, dengan Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung dalam rangka mensukseskan program kelestarian sungai citarum. Program kelestarian sungai citarum ini kemudian dilakukan secara simbolis dengan total penaburan ikan 7 kwintal benih ikan, yang berlokasi di kolam retensi cieunteng baleendah dayeuhkolot sektor 6, Kamis (25/03).

Kolonel Arh Didik Suswandi , S.Sos mengungkapkan “hari ini sya berterimakasih kepada Kadis Perikanan Kabupaten Bandung atau dinas terkait yang telah berkontribusi langsung dan mendukung penuh kegiatan Sektor 6. Untuk mewujudkan pencapaian dari sebuah program kecil atau besar, akan lebih mudah kita capai apabila kita sama-sama ber iman kepada yang Maha Kuasa, bergandeng tangan, bekerja dengan hati, melaksanakan dengan tanggungjawab, dedikasi yang kuat, komunikasi yang baik, insyaalloh akan tercapai atas izinNya”. Ungkapnya.

Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung memberikan dukungan penuh dengan program Citarum Harum Sektor 6 bahkan memberikan kontribusi sebagai dukungan langsung,

saya sangat senang bisa menghadiri kegiatan penaburan benih ikan di kolam retensi ini secara bersamaan dengan para satgas Citarum Harum Sektor 6 yang di komandani oleh Kolonel Didik. Saya secara pribadi sangat mengapresiasi dengan adanya program citarum harum ini sangat baik, maka kami akan mendukung dan mengupayakan apapun yang bisa kami bantu, kami akan mendukung, karena ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini saja, namun perlu di ingat apa yang kita lakukan ini untuk anak cucu kita kelak”. Ujarnya.

Peltu Ade menanggapi “ kami mewakili satgas citarum harum juga sangat berterimakasih atas dukungan dari Kadis Perikanan, yang sudah berdaya upaya mendukung berjalannya setiap program citarum harum sektor 6, semoga keterlibatan setiap dinas bisa semakin kuat, menjaga sinergitas dengan baik sehingga satu tujuan lebih mudah terealisasikan dan kedepannya juga bisa lebih mendukung dengan program-program lanjutan dari citarum harum sektor 6 ”. Pungkasnya.

Sinergitas Dan Kolaborasi Apik Menghasilkan Pencapaian Terbaik. Sektor 6 Citarum Harum Upayakan Pencapaian Terbaik Merkipun Sudah Melampaui Target.




Kab Bandung, Warnus – Kolaborasi apik antara komandan sektor 6 citarum harum Kolonel arh Didik Suswandi , S.Sos, seluruh jajaran Kodam III/Slw yang di pimpin langsung oleh Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pangan dan perikanan kabupaten bandung dalam rangka mensukseskan program kelestarian sungai citarum. Program kelestarian sungai citarum ini kemudian dilakukan secara simbolis dengan penaburan ikan 7 kwintal benih ikan dari dinas perikanan, dan dari satuan kpdam 3 jumlahnya 3,5 kwintal yang berlokasi di kolam retensi cieunteng baleendah dayeuhkolot sektor 6, Kamis (25/03).

Penaburan ikan tersebut bersamaan dengan dilaksanakannya Apel Dansat Tersebar jajaran Kodam III/Siliwangi yang dihadiri oleh Irdam III/Slw Brigjen TNI Asep Saripudin, para Asisten Kasdam III/Slw, para Danrem, para Kabalakdam III/Slw dan para Komandan Satuan di jajaran Kodam III/Slw dan hadir juga Ishak sebagai Kadis Perikanan Kabupaten Bandung.

Kolonel arh Didik Suswandi , S.Sos mengatakan “ saat ini kami semua satgas citarum harum sektor 6 dengan jajaran Kodam III/Siliwangi dan juga kadis perikanan melaksanakan penaburan ikan di kolam retensi sektor 6 dan apel Damsat”. Ungkapnya.

Lanjutnya “segala program yang ada di citarum harum akan lebih mudah terlaksana dan tercapai ketika kita memiliki sinergitas yang kuat dengan masyarakat, dan dengan dinas-dinas yang ada kaitannya dengan lingkungan, sungai citarum saat ini dianggap sudah melampaui target tang di tentukan, namun bukan berarti kita sekarang berleha-leha dengan pencapaian ini, justru kita saat ini kita sedang berpikir dan terus berupaya dari pencapaian saat ini bisa kita kembangkan lagi, namun sekali lagi, program-program yang disusun untuk sungai citarum harum membutuhkan sinergitas yang kuat untuk mewujudkan pencapaian yang lebih baik lagi”. Ujarnya.

Peltu Ade mengatakan “kami dari sektor 6 citarum harum memang mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan, penanganan sampah, pengolahan sampah dan lain-lain, terlebih juga kami sektor 6 mengajak kepada dinas-dinas terkait untuk membuka mata dan telinga, artinya ada perhatian khusus dengan daerah aliran sungai, karena sungai bisa menjadi sumber kehidupan dan bisa menjadi sumber malapetaka, itu tergantung bagaimana kita memperlakukan daerah aliran sungai”. Tegasnya.

Selanjutnya “ dalam hal ini kami sektor 6 mengucapkan terimakasih kepada bapak Kadis Perikanan yang sudah bersinergi kuat dengan kami, bahkan sudah berkontribusi secara langsung dengan memberi benih-benih ikan sehingga terkumpul menjadi 7 kwintal benih ikan yang kemudian di taburkan secara bersama-sama”. Jelasnya.

Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung mengatakan “ terimakasih kepada Dansektor 6, kami sangat senang sudah bisa berkontribusi secara langsung dengan memberi benih2 ikan untuk di tebar di kolam retensi dalam rangka program kelestarian sungai, dan semoga sinergitas yang sudah kita bangun ini bisa semakin kuat sehingga apapun program citarum harum ini bisa berjalan secara maksimal dengan hasil yang sangat memuaskan”. Ungkapnya.

Apel Dansat juga memperkenalkan pengetahuan tentang kesehatan agar prajurit menjaga kesehatan dan mengenali gejala penyakitnya, agar bisa di antisipasi sejak dini, dan sebagai prajurit harus menjaga kesehatan dan kebugaran dengan berolah raga.

Pangdam III/Siliwangi berpesan “dengan kondisi Citarum yang sudah membaik seperti sekarang ini, diharapkan para penggiat usaha dan masyarakat juga ikut peduli dengan lingkungannya dengan cara jangan membuang limbah dan sampah sembarangan ke Sungai Citarum, “ucap Kapendam.

Ia juga mengatakan,” ini sebagai wujud kepedulian Pangdam III/Siliwangi terhadap lingkungan, beliau konsen untuk mengembalikan ekosistem diwilayah sungai citarum ini kembali seperti semula. Apalagi kondisi sungai Citarum saat ini kondisinya sudah membaik, ikan saja sudah bisa hidup“. Jelasnya.

Wednesday, March 24, 2021

Siapkan Ribuan Tambahan Vaksinasi, Pemkot Genjot Ekonomi Saat Ramadhan

Bandung, Warnus - Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana terus mendorong akselerasi pemberian vaksin, Rabu (24/03).  


Dalam waktu dekat, tambahan quota vaksin untuk pegawai mal dan ritel akan mendapat tambahan sebanyak 4.000 dosis. 


Yana menegaskan, dukungan untuk vaksinasi di mal dan ritel ini sebagai upaya untuk mempercepat terbangunnya kekebalan kelompok. Sehingga, turut menggenjot usaha pemulihan ekonomi di Kota Bandung.



“Mudah mudahan makin banyak orang yang divaksin nanti bersama penyintas membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Insyaallah secara teori itu mempercepat penyelesaian pandemi covid-19 sehingga ekonomi bisa berjalan,” ucap Yana usai meninjau vaksinasi di TSM Bandung. 


Penyuntikan vaksin di TSM ini merupakan pemberian dosis kedua bagi para pegawai mal. Namun, tidak hanya bagi pegawai TSM saja, melainkan sebanyak 300 dosis diberikan kepada pegawai dari beberapa mal di Kota Bandung. 


Mengingat bulan Ramadan segera tiba, Yana menuturkan, pemberian vaksin bagi pelaku ekonomi di mal dan retail ini diperlukan.  


Sebab, aktivitas masyarakat diprediksi meningkat untuk mencari kebutuhan dari sejak menjelang Ramadan hingga Idulfitri. 


“Alhamdulillah kerja sama semua pihak untuk mempercepat proses vaksinasi kepada semua orang yang ditargetkan. Ini target kedua para pelaku ekonomi. Alhamdulillah berjalan baik sesuai target sesuai ketersediaan vaksin,” ujarnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah berterima kasih kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung atas kerja samanya menerima permohonan yang diusulkan untuk menambah kuota vaksin bagi pegawai mal dan ritel. 


Elly mengungkapkan dari data yang diterimanya di Kota Bandung ini tercatat sekitar 12 ribu orang pegawai mal. Mereka terdiri dari penjaga tenant dan Sumber Daya Manusia (SDM) mal. Serta 22 ribu pegawai terdata di berbagai perusahaan ritel di Kota Bandung. 


“Setelah berkoordinasi dengan dinas kesehatan, alhamdulillah kami mendapat alokasi tambahan vaksin untuk 2.000 dosis di mal dan 2.000 dosis di ritel,” kata Elly. 


Elly kembali menegaskan, vaksinasi bagi pegawai mal dan ritel ini sebagai antisipasi menjelang Ramadan dan Idulfitri. Sebab, jumlah kunjungan masyarakat tercatat selalu meningkat. 


Terlebih, sambung Elly, Ramadan 2021 ini menjadi tahun pertama bagi mal untuk beroperasi selama pandemi Covid-19. Untuk itu pihaknya akan berupaya agar penyuntikan vaksin tambahan bisa digelar pekan depan. 


“Untuk yang tambahan alokasi vaksin mulai minggu depan rencananya akan dimulai dosis kesatu di Ballroom Aryaduta. Rencananya, kalau memungkinkan 1.000 per hari jadi bisa selesai 2 hari,” ujarnya. 


Selain pegawai mal dan ritel, Elly juga sekaligus mengajukan permohonan tambahan kuota vaksin untuk para pedagang pasar tradisional. Jumlah yang diajukan pun sama, yakni sebanyak 2.000 dosis. 


Terkait hal ini, Direktur Utama Perumda Pasar Juara Bandung, Herry Hermawan masih terus berkoordinasi bersama Dinkes.  


Saat ini, pihaknya masih mengoptimalkan jatah sebanyak 1.700 vaksin untuk menyasar pelaku ekonomi di pasar tradisional. 


“Besok (Kamis, 25 Maret 2021) kita juga akan adakan penyuntikan vaksin di Pasar ITC. Itu gabungan bersama Pasar Cikapundung. Sebelumnya sudah lebih dari 700 dosis vaksin sudah diberikan di Pasar Sederhana, Baltos, Pasar Baru dan Kosambi,” ungkap Herry. (Red)

Usul Ketua DPRD Stilasi BLA Jadi Wisata Edukasi

Bandung, Warnus - Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengusulkan agar 10 stilasi jejak Bandung Lautan Api menjadi wisata edukasi. Hal itu dilontarkannya usai mengikuti upacara Peringatan Bandung Lautan Api di Balai Kota Bandung, Rabu (24/03) 


“Saya mendorong untuk direvitalisasi. Jadi bukan hanya monumen saja, harus ada edukasinya. Kami (DPRD) mohon agar ada tambahan edukasi,” pintanya. 


Menurutnya, 10 stilasi bisa menjadi objek wisata sejarah. Ia juga menyarankan untuk dibuatkan jalur sepeda agar masyarakat maupun wisatawan mengetahui kawasan itu.  


“Agar warga Bandung mengetahui sejarah. Jadikan wisata sejarah dengan membuat jalur sepeda,” usulnya. 


“Jalur sepeda bisa kerja sama dengan hotel, sehingga ada kenangan dengan objek wisata sejarah Bandung Lautan Api,” tambah Tedy. 


Menurutnya, budaya sepeda di masa pandemi ini menjadi daya tarik. Ia katakan, titik yang ada pada stilasi itu menjadi jalur wisata.  


“Budaya sepada akan menjadi destinasi menarik. Titik itu kita jadikan objek atau wisata, bahkan bisa jadi event atau lomba gerak jalan,” jelas Tedy.  


Perlu diketahui, untuk memperingati jejak-jejak peristiwa Bandung Lautan Api yang bersejarah, Bandung Heritage bekerja sama dengan sejumlah pihak pada 1997 membuat 10 stilasi.  


Tak hanya persitiwa Bandung Lautan Api, stilasi tersebut juga menunjukkan tempat-tempat yang berkaitan dengan perjuangan merebut kemerdekaan. 


Stilasi-stilasi tersebut di antaranya penanda tempat pertama kalinya pembacaan teks proklamasi oleh rakyat Bandung, lokasi persitiwa perobekan bendera Belanda maupun markas para pejuang Bandung Lautan Api. 


Sebanyak 10 stilasi Bandung Lautan Api tersebut berada di Jalan Ir H. Juanda - Sultan Agung, Jalan Braga, Jalan Asia-Afrika, Jalan Simpang, SD Dewi Sartika, Jalan Ciguriang. 


Sedangkan empat stilasi lainnya berada di belakang Kampus Unpas, Jalan Jembatan baru, Jalan Asmi, dan Gereja Gloria. (Red)

Titik Penutupan Jalan Akan Disesuaikan Dengan Relaksasi Ekonomi


Bandung, Warnus - Sebagai upaya mendongkrak roda perekonomian di Kota Bandung, kebijakan penutupan jalan di sejumlah lokasi akan diubah. Yakni menyesuaikan dengan jam operasional bidang yang diberi relalsasi, Selasa (23/03) 


Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan langkah ini disepakati demi memberikan ruang bagi pelaku ekonomi. Namun, pengendalian dengan penutupan jalan tetap dilakukan hanya saja waktu mulainya yang disesuaikan. 


“Tentang aspirasi dari masyarakat tentang buka tutup jam operasional, dari pelaku ekonomi disamakan antara jam tutup jalan disesuaikan dengan jam operasional,” ucap Oded usai memimpin rapat terbatas bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung secara daring dari Pendopo Kota Bandung. 


Untuk detail pelaksanaan kebijakan terbaru ini, lanjut Oded, akan dibahas oleh tim teknis. Sekaligus menampung informasi dari lapangan tentang jalan yang penutupannya disesuaikan dengan jam operasional. 


Sebab, Oded menyatakan tidak semua tempat bakal disesuaikan. Beberapa di antaranya tetap dipertahankan jadwal penutupan jalan seperti semula yakni dimulai pukul 18.00 WIB. 


“Nanti secara proporsional tim di lapangan yang akan melihat,” tegasnya. 


Sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 28 Tahun 2021, jam operasional sector ekonomi paling malam tutup pukul 21.00 WIB. Di antaranya, restoran, rumah makan, cafe, ritel dan pusat perbelanjaan atau mal. 


Menanggapi kebijakan ini, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna segera mengoordinasikan bersama dinas teknis. Termasuk bersama Polrestabes Bandung untuk detail pelaksanaannya. 


“Tadi yang sudah disepakati adalah perubahan mengenai penutupan jalan. Bahwa akan disesuaikan dengan jam operasional kegiatan usaha. Nanti ada tindak lanjut dari kawan-kawan kepolisian juga,” tutur Ema. 


Terkait jam operasional, Ema mengungkapkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung juga bakal mengkaji aspirasi dari pelaku usaha kuliner. Yakni adanya usulan untuk penambahan jam operasional khusus di bulan Ramadan. 


Menurut Ema, usulan dari para pelaku usaha kuliner ini menginginkan agar jam operasional bisa diperpanjang menjadi lebih malam. Alasannya, mengingat di sebelum jam 21.00 masih padat dengan aktivitas keagamaan. 


“Ada aspirasi dari dunia kuliner mereka ingin jam operasional dinaikan, bahkan kalau bisa sampai jam 24.00 WIB. Ini sebetulnya aspirasi sangat logis. Karena sekarang dibuka sampai pukul 21.00 WIB, orang masih tarawih. Ini masih sedang dalam proses pembahasan belum jadi kebijakan,” terangnya. 


Ema akan mengkaji usulan tersebut secara mendalam. Sebagai pertimbangannya, yakni sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi. Namun dengan catatan tetap mengutamakan protokol kesehatan. 


“Ini sangat logis apabila kita ingin mencari titik keseimbangan antara optimalisasi penanganan pandemi Covid-19. Kita juga secara bertahap memberikan daya dorong untuk recovery pemulihan ekonomi,” katanya. (Red)

Hari Air Sedunia, Sadar Diri Untuk Hargai Air Sebagai Sumber Kehidupan


Bandung, Warnus - Peringatan Hari Air Sedunia menegaskan kembali bahwa tindakan air dan sanitasi adalah kunci untuk pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan, Selasa (23/03). 


Dunia sedang memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) pada hari Senin, 22 Maret 2021. Tema kali ini Valuing Water atau menghargai air. 


“Seburuk apapun kualitas air, secara teknologi dipastikan dapat dilakukan upaya-upaya untuk menjadi lebih baik atau bersih. Tapi semakin buruk semakin banyak SDM yang dibutuhkan, bahan kimia lebih banyak, listrik lebih banyak dan hal lain,” ujar Dirut PDAM Tirtawening, Sonny Salimi pada kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung. 


"Artinya, ketika kualitas air menjadi buruk, bukan hanya kita yang terdampak. Kita tidak hidup di dunia tidak sendirian, ada makhluk lain," imbuhnya. 


Ia mendorong kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga maupun menggunakan air.  


“Kita terus dorong agar orang bertanggung jawab untuk menjaga air dan menjaga lingkungan,” tuturnya.  


Mengingat kebutuhan air secara riil untuk 2,5 juta penduduk yakni 6.000 liter per detik, Sonny mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan air sebaik mungkin.  


Sedangkan proyeksi kebutuhan air PDAM Tirtawening Kota Bandung pada 2021 yaitu kapasitas air sebesar 3.500 liter per detik. 


“PDAM mampu mengolah air 2.500 liter per detik. Namun kebutuhan riil sesuai dengan teori, membutuhkan air baku sebanyak 6.000 liter per detik. Masih ada gap 3.500 liter per detik,” jelasnya.  


Sebagai upaya, PDAM Tirtawening tengah menjalin kerja sama dengan Perum Jasa Tirta II (PJT 2) untuk penyediaan air curah berasal dari Waduk Saguling. Kerja sama ini juga bertujuan untuk mengantisipasi ketersediaan air di masa yang akan datang. 


Rencananya, pembanguan tuntas pada tahun 2023 dengan jarak sekitar 15-16 KM. Air yang bersumber dari Curug Jompong ini bisa langsung didistribusikan PDAM Kota Bandung kepada masyarakat. 


“Mudah-mudahan awal 2022 proyek ini bisa laksanakan, tentunya dapat menambah cangkupan pelayanan kita,”tuturnya.  


Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Dampak Perubahan Iklim, Deti Damayanti menyampaikan, pencemaran yang terbesar disebabkan oleh air moderestik. Sehingga masyarakat memegang peranan penting dalam menjaga kualitas air dan lingkungan. 


“Kita ada program dari Kementrian Lingkungan Hidup yaitu program iklim. Salah satunya menjaga kualitas air dan upaya-upaya untuk menghemat air dan menjaga kualitas air,”tuturnya. 


Di Kota Bandung, kata Deti, sudah banyak kampung iklim yang terdaftar. Ia optimis masyarakat mampu menjaga lingkungan.  


“Sampai 2020 ada 10 kampung iklim, 4 proklim utama dan 6 proklim madya. Di antaranya Cibunut, Mandalajati, Arcamanik, dan Sukaluyu (Proklim utama). Kalau ini digerakan, insyaallah masyarakat bisa mengelola iklim,” jelasnya. (Red)

Monday, March 22, 2021

Promosi Pariwisata Kota Bandung, Disbudpar dan H3B Kolaborasi





Bandung, Warnus - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung dengan Himpunan Humas Hotel Bandung (H3B) siap berkolaborasi untuk promosikan Kota Bandung, Senin (22/03). 

Di masa pandemi Covid-19 ini, meskipun kegiatan terbatas, namun semangat untuk meningkatkan pariwisata Kota Bandung masih gencar.  

"Selain mempromosikan hotelnya (H3B) juga promosikan Kota Bandungnya. Karena kalau wisatawannya tidak banyak, ya hotelnya juga sepi," tutur Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari pada acara Pertunjukan Musik di Saung Angklung Udjo, Minggu 21 Maret 2021.  

Menurutnya, Pemkot Bandung tidak bisa berpromosi sendiri. Perlu kolaborasi dengan pihak lain. Sehingga promosi akan lebih masif dan dapat mendatangkan wisatawan ke Kota Bandung.  

Tak hanya itu, Kenny mengaku akan menggandeng Badan Promosi Pariwisata Jawa Barat. Kegiatan promosi tersebut rencananya akan dilakukan secara virtual kepada para wisatawan dari Malaysia dan Singapura.  

"Selanjutnya promosi akan kita lakukan paling dekat 24 Maret saya beserta Badan Promosi Pariwisata Jabar akan melakukan promosi virtual," akunya. 

"Kita akan maintenance terus agar wisatawan Singapura dan Malaysia tidak lupa terhadap Kota Bandung," jelasnya.  

Untuk tahun 2021, lanjut Kenny akan menyelengarakan acara besar. Ia berharap H3B bisa membantu dalam mempromosikannya. 

"Paling dekat bulan Juni yaitu Asia Afrika Festival, itu sudah diakui oleh Menparekraf dan Mendikbud. Sudah dipromosikan gubernur kepada para duta besar," katanya. 

Meskipun pertunjukan budaya masih 30 persen, ia terus mengampanyekan protokol kesehatan. Sehingga ke depannya pariwisata di Kota Bandung bisa dinikamati oleh semua wisatawan.  

"Kita kampanye terus tentang prokes dan juga mengenai relaksasi ekonomi. Salah satunya pertunjukkan seni budaya sudah boleh meskipun masih 30 persen," ujarnya.  

Sementara itu, Ketua H3B, Rikky Sugiarto mengatakan, selain perhotelan, tujuan promosi H3B untuk meningkatkan pariwisata Kota Bandung.  

"Goal-nya adalah stimulan pariwisata Kota Bandung bangkit lagi," ujarnya. 

Kegiatan selanjutnya, kata Rikky selain agenda rutin workshop dan berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Kota Bandung.  

Kali ini himpunan kehumasan hotel tersebut mengadakan acara di Saung Angklung Udjo. Pasalnya untuk meningkatkan kembali eksistensi budaya seni sekaligus seniman yang berada di Kota Bandung. (Red)