Monday, June 26, 2017

WISATA SARIATER SUBANG DI SERBU PENGUNJUNG LEBARAN H+2 2017

Wisata SARI ATER atau CIATER di serbu pengunjung pada Lebaran kedua, yang sebelumnya masih normal saja. Saat di sambangi langsung di tempat Wisata Alam Sari Ater Jl. Raya Ciater-Subang 41281 Jabar, senin 26-06-17 pukul: 08:30 wib, terlihat wisata Alam Sari Ater masih terlihat biasa saja (normal) belum terlihat padatnya pengunjung, menurut salah satu staffnya, saat ini masih belum ada lonjakan pengunjung yang signifikan, biasanya para pengunjung sudah antri, dan jalan masuk wisata macet.

Ketika ingin di jumpai Yuki (VAR Manager) sedang tidak ada, salah satu karyawan Hotel & Resort di ruang Reseptionis,  H. Tata yang sudah lebih 30 tahun bekerja di tempat wisata ikut menjelaskan di bantu staff (Anggra) bahwa saat ini khususnya Lebaran 2017 pengunjung bisa di katakan menurun (sepi), tidak seperti lebaran kemarin, pengunjung itu cukup padat dari Lebaran H+1 itu mencapai 9 ribu orang, dan hari berikutnya terus bertambah bahkan mencapai 45 ribu orang dan lebih, bila lebaran sekarang kurang ramai, dan banyak pilihan dalam nuansa wisata alam "tuturnya.

Rekreasi Wisata Alam Sari Ater identik dengan air panasnya, ini jelas tidak asing lagi untuk para pengunjung atau wisatawan lokal dan internasional yang mendengarnya, dan sudah banyak perubahan, yang di tambah dengan arena off roadnya, tempat kemping, Go-Kart dll yang masih tetap nuansa wisata keindahan alamnya. Pengunjung kebanyakan menikmati dengan cara merendam di air panas mengandung belerang, yang konon dapat menyembuhkan penyakit, terlihat banyak para prngunjung menikmati air panas Sari Ater dengan cara merendamkan diri dan reflexy.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, June 24, 2017

PENGAMANAN MALAM TAKBIRAN KECAMATAN GEDEBAGE "Antisipasi Potensi Rawan"

Kecamatan Gedebage gelar Apel besar di halaman kecamatan, pada hari sabtu, 24-06-17 pukul: 16:20 wib, di hadiri Muspika dan Muspida sekecamatan gedebage di dampingi langsung oleh Kapolsek Gedebage (Kopmpol Sumari Sh), Danramil Gedebage (Kapt M Yusuf) dan Camat Gedebage (Bambang) sudah menjelaskan pada jajaran mengenai pentingnya Apel Siaga wilayah, dan Linmas khususnya harus hadir.

Apel Kekuatan ini, guna mengantisipasi agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum gedebage, Kapolsek Gedebage Kompol Sumari Sh, memberikan arahan langsung kepada semua jajaran. Wilayah yang di anggap ada potensi kerawan di wilayah otoritas hukum kecamatan gedebage, khususnya pertigaan derwati, jembatan rancanumpang, rell kereta api cimincrang, gedebage, km 149 dan beberapa titik rawan lainya.

Jumlah kekuatan Muspika sekitar 120 personil, dan tetap di prioritaskan tidak ada pesta minuman keras (miras), dan kriminal lainnya, yang memancing keributan, serta senyum sapa salam anggota harus tetap ada, dan menghimbau bagi warga yang melakukan arak-arakan lainnya, dan di upayakan jangan sampai menutup jalan, untuk kepentingan umum, dan tetap melayani masyarakat "tutur Kapolsek.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, June 23, 2017

KADISDIK Kota Bandung Bp Elih Sudiapermana kembali di ESKSKUSI LSM

Rabu 21 Juni 2017 , kembali Rombongan LSM GMBI merapat ke kantor DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG  Jl Jend A Yani No: 239, Rombongan ini membawa misi untuk mempertanyakan kembali ihwal masalah PPDB. PPDB atau Penerimaan Peserta Didik Baru adalah merupakan hal yang biasa , karena toh mau tidak mau ini adalah event tahunan yang harus dilaksanakan bahkan wajib hukumnya menurut UUD 1945.

Akan tetapi hal ini menjadi sangat ISTIMEWA karena PERBUATAN TAK LAZIM , kerap terjadi dalam event akbar PPDB ini, kenapa dikatakan demikian karena secara tidak langsung usia pendidikan di Kota Bandung sudah cukup dewasa, terbukti di tahun 80 an Bandung menjadi salah satu Kota Tujuan belajar dari masyarakat manca negara, akan tetapi sekarang malah sebaliknya sekarang banyak siswa kita yang belajar di luar.

Banyaknya aturan yang kurang jelas mengenai PPDB untuk tingkat SD/SMP/SMA  dimulai dari 2013 dimana pada saat itu di launching produk untuk Kota Bandung dengan Istilah PPDB ter RAYONISASI pada saat ini banyak siswa yang salah pilih, tidak masuk sekolah tujuan, bahkan mandeg. Pada saat itu banyak kalangan yang peduli pendidikan di Kota Bandung, yang melakukan aksi di depan KANTOR PENDIDIKAN KOTA BANDUNG.

Karena aturan yang dikeluarkan pada saat itu belum layak untuk diberlakukan bahkan cenderung cacat hukum karena aturan itu dibuat sepihak dan tidak melakukan uji publik.  Organisasi yang melakukan kontrol sosial merasa jengah dan tidak nyaman dan melakukan aksi, diantaranya  LSM GMBI, AMS, JANGKAR,BBC,KANDANG WESI, JAMPARING,Djagat Buana, bahkan diantara mereka ada yang diantaranya ada yang meleburkan diri menjadi LBP2 (LEMBAGA BANTUAN PEMANTAU PENDIDIKAN).

Dari sekian LSM yang ada di Kota Bandung, LSM GMBI lah yang cenderung bersikap terbuka dan terdepan dalam menyikapi aturan PERIHAL PPDB, dan tidak tertutup kemungkinan organisasi lain juga menyikapi aturan PPDB ini dengan caranya masing-masing.
Hal-hal yang disikapi oleh LSM GMBI ini di antaranya menyoroti seputar jalur non akademis jalur prestasi, RMP berdasarkan zonasi titik koordinat. Jalur inilah yang menyebabkan LSM GMBI kembali menggelar pasukan dan melakukan orasi, membakar 3 ban mobil, guna memancing KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA BANDUNG Bp Elih Sudiapermana agar mau memfasilitasi keinginan masyarakat yang di sampaikan melalui LSM GMBI, salah satu hal yang paling pokok adalah, Diterimanya salah satu siswa yang masuk melalui jalur RMP/SKTM sementara satu siswa lagi tidak,.

Padahal keduanya dalam satu zona koordinat  yang sama karena kebetulan orang tua mereka adalah adik kakak.
Hal ini disampaikan kepada KADISDIK Kota Bandung, oleh Ketua Distrik Kota Bandung Bp Moch Manshur (Abah) dan dengan mudah Bp Elih Sudiapermana yang ikut bertanggung jawab dalam melahirkan aturan PPDB Kota Bandung menjawab, ya mungkin itu karena kesalahan pengisian data, atau komputerisasi nya yang salah "tutur Elih.

Sebuah jawaban yang bisa anda simpulkan sendiri, KADISDIK menjawab seperti itu padahal beliau adalah seorang PEMIMPIN GURU DI KOTA BANDUNG. Dan hal ini disikapi oleh Abah Manshur dengan tegas, JIKA TIDAK MAPU,SEGERA Mundur. Ketika ditanya Abah manshur, perihal sikap KADISDIK merasa aneh, karena Beliau membuat aturan tapi implementasinya tidak transparan bahkan cenderung ada yang ditutup tutupi. LSM GMBI akan terus bergerak dan menuntaskan masalah PPDB ini. karena aturan harus di fahami jelas dan dilaksanakan.

Merunut kejadian dari tahun 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, PPDB selalu kisruh, lalu siapa yang membuat kisruh, siapa yang harus mundur, siapa yang yang harus teratur, Guru adalah tonggaknya kehidupan, perilaku seseorang tercermin dari mana dia ber Guru demikian pula masyarakatnya, PINTAR-PINTARLAH DALAM BERGURU.



By:  Asep KW

Friday, June 16, 2017

SEMBAKO MURAH DI HARAPKAN BISA TEPAT SASARAN UNTUK MASYARAKAT KURANG MAMPU

Pembagian Sembako murah untuk keluarga miskin di 4 (Empat) kecamatan, Kecamatan Gedebage, Buah Batu, Rancasari dan Bandung Kidul, sembako langsung di Droop oleh Bulog Regional Bandung di halaman Kecamatan Gedebage Kota Bandung kamis 15-06-17 pukul: 13:45 wib, hanya di saksikan Sekcam gedebage (AA Nurulloh), di karenakan Camat Gedebage (Bambang) sedang tidak di tempat. Sembako murah ini hanya untuk keluarga miskin di masing-masing kelurahan, dengan quota per kelurahan 200 KK keluarga miskin, dengan cara pendataan yang benar tepat sasaran.

Setiap Kecamatan mengawasi jatah sembako dan di pantau oleh Kabid Indag Kota Bandung (Iwan Rusmawan), untuk menyaksikan serah terima dengan baik, masing-masing Kelurahan wajib membawa sembakonya untuk di bagikan, setelah sesuai dan di cek sembako tersebut baik, sembako berisi Beras 5 kg, Gula 1 kg, minyak 1 liter dan daging sapi beku seharga Rp. 106.000.000 di harapkan dapat meringankan masyarakat miskin, agar bisa mendapatkan sembako murah.

Menurutnya (Iwan Rusmawan) Kabid Indag Bandung, bahwa jatah 200 untuk masyarakat miskin di masing kelurahan sudah sesuai hitungan dari jumlah 6000 masyarakat miskin di kota bandung, adapun di anggap kurang, itu suatu hal yang wajar, karena subsidi ini tidak ada dari dana Kota Bandung (APBD), melainkan ini subsidi dari dana Provinsi Jabar (APBN), dan untuk se-jawa barat tentunya, seharusnya Kota Bandung juga harus bisa memberikan dan menyisikan dana APBD, agar bisa menambah quotanya, dan bukan hanya kota bandung saja, bila perlu Kota dan Kabupaten di Jawa Barat.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

DESA SOLOKAN JERUK DAN RANCAKASUMBA JUAL BELI RASKIN JATAH LEBIH MASYARAKAT

Beras Raskin atau Rastra yang menumpuk di Desa Rancakasumba Kecamatan Solokan Jeruk Kabujpaten Bandung, kurang lebih sekitar 10 karung dengan ukuran 50 kg tertumpuk di depan pelayanan publik senin 05-06-17 pukul: 10:15 wib, di duga sisa jatah masyarakat, dan tiba-tiba di angkut menggunakan mobil ambulance bertuliskan Desa Solokan Jeruk sekitar pukul: 10:40 wib, yang saat itu Jajat Sudrajat (Kepala Desa) Rancakasumba sedang tidak ada di tempat.

Ketika di konfirmasi langsung Desa Solokan Jeruk pukul: 12:21 wib, Teti (Sek-Des) memaparkan, bahwa Desa Solokan Jeruk berkurang jatah raskinnya, dan menyebabkan warga tidak kebagian, jadi kami (Teti) menebus beras raskin Desa Rancakasumba, karena Desa tersebut kelebihan jatah berasnya, dan cuma satu kintal lebih kok, ini juga sudah kordinasi dengan Camat Solokan Jeruk (Moch Iqsa), dan atur saja jawab camat "tutur Teti.

Teti (Sek-Des) Desa Solokan Jeruk terlihat kaku saat menjelaskan, dan di bantu oleh Pa Ade selaku bagian keuangan desa, di duga Teti selaku Sekdes berucap tidak jujur, dalam menjelaskan masalah raskin, terlihat jelas mobil ambulance desa solokan jeruk  mengangkut beras raskin desa rancakasumba lebih dari satu kintal.

Saat di temui langsung Jajat Sudrajat (Kades) Desa Rancakasumba pada hari rabu, 08-06-17 pukul: 12:15 wib, diakui memang benar kami menyisikan 1 ton beras raskin dari 3 ton jatah desa, untuk di jual oleh desa solokan jeruk dan bojong emas, karena memang desa kami ada kelebihan jatah raskin, dan hal ini sudah di sepakati bersama di ketahui Camat serta ada perjanjian dan sampai di ketahui tingkat kabupaten bandung, pada dasarnya kami kecewa oleh pihak pusat, karena tidak melakukan pendataan secara berkala, bahkan saya tantang dan siap untuk argumen dengan kementerian masalah pendataan yang jelas tidak benar, data lama tidak bisa di pakai terus, harus di verifikasi, karena Badan Pusat Statistic (BPS) gak bener, dan saya kecewa "tutur Jajat Sudrajat.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, June 15, 2017

KABUPATEN BANDUNG MELEMPEM "PEMBANGUNAN PABRIK YANG DI DUGA KUAT TAK KANTONGI IZIN DI BIARKAN"

Pabrik baru yang dalam proses di bangun itu di duga kuat tak kantongi izin, Pabrik yang beralamatkan Jl. Raya Majalaya Rancaekek Desa Solokan Jeruk Kecamatan Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, yang di peruntukan untuk rajut, sweter sudah berjalan kurang lebih 6 bulan, dan perizinannya masih di tempuh.

Saat di temui Camat Solokan Jeruk (Moch Iqsa) senin 05-06-17 pukul: 13:15 wib, sedang tidak di tempat, menurut keterangan labgsung Kasie PPU (Ida), bahwa perizinannya sedang dalam proses, tapi izin masyarakat tetangga sudah ada, dan hanya di berikan pengarahan saja yang kurang untuk di lengkapi, maklum yang punya pabrik orang daerah sini, jadi kita hati-hati, lakukan pendekatannya, hanya pembinaan saja, kalau punya orang jauh atau asing mah jangan di tanya ath, dan selebihnya saya tidak bisa bicara banyak, karena jelas nanti ada yang tersinggung, tapi itu kebijakannya ada di kabupaten bandung "tutur Ida.

Ketika di temui langsung di lokasi pabrik, penanggung jawab lapangan selaku pengawas, bahwa pabrik milik Mr Wu, hanya saja di percaya oleh H.Ujang, selaku mertua Mr Wu, karena anaknya di kawin oleh Mr Wu. Selang berapa lama di tunggu, akhirnya H.Ujang datang, dan menjelaskan bahwa semua Izin sudah ada dan lengkap, termasuk IMB, dan minta menghubungi Boim di Perizinan, karena semuanya dia yang mengurus, yang jelas sudah ada izin, dia di perizinan dan wartawan juga, saat ini dia yang urus "tutur H.Ujang.

Di jelaskan langsung via mobille melalu hp H.Ujang terhadap yang bersangkutan (Boim), bahwa izin masih dalam proses, kecuali izin di bawah sudah rampung, selebihnya sedang di urus dan masih dalam proses.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, June 11, 2017

RS SANTO BORROMEUS TIDAK AMAN "Hati-Hati Kendaraan Hilang Misterius Saat di Area Parkir Dalam"

Ketika di konfirmasi langsung di kantor perparkiran, Jaiman Surveyor pengelola NEO Parkir (Pt.Pratama Jasa) RS. Santo Borromeus Jl. Ir.H Juanda Kota Bandung sab'tu 10-06-17 pukul: 11:40 wib, Jaiman mengakui adanya kendaraan motor (R2) yang hilang saat di parkir sekitar pukul: 19:35 wib Nopol D 5083 VDJ Honda Beat  sehabis pulang besuk, dan memang tidak ada tahu RAIB nya motor tersebut saat di area parkir, padahal saat motor keluar dan masuk dengan pintu parkir yang sama, dan ada camera CCTV, yang menurut pengelola parkir bukan CCTV, melainkan hanya untuk memotret pengendara saja saat motor masuk dan keluar area parkir RS. Santo Borromeus.

Menurut Jaiman, saya juga tidak tahu Raib nya motor tersebut, dan yang jelas saat motor itu Raib peralatan kami baik-baik saja (tidak rusak) normal, saat itu pengendara motor, lupa parkirkan motornya, dengan membuktikan struk tiket dan STNK, dan saya sudah berusaha mencari kendaraan tersebut, hal hasil memang tidak ada, saya curiga motor tersebut keluar lewat jalur Droop pasien dan barang, jalur tersebut memang di tutup oleh pot kembang dan di rante, tapi tidak menutup kemungkinan lewat situ, dan sempat juga saya tanya security, tapi tidak ada yang melihatnya "tutur Jaiman.

Jaiman juga menjelaskan korban kerugian atas Raib nya motor sudah di selesaikan dan di ganti, sesuai keinginan korban, dan saya anggap sudah selesai,dan tidak ada pihak Polsek setempat yang datang untuk memeriksa area parkir. Ari pegawai parkir angkat bicara bahwa saat motor hilang, camera pengawas keluar masuk pintu parkir sedang rusak (hank), jadi tidak di ketahui motor yang raib di area parkiran, tapi korban sudah di ganti unitnya, jadi tidak ada masalah, menurut saya itu apes saja "tutur Ari.

Saat di temui di lt 6, Lilis Humas Rs. Santo Borromeus, masalah perpakiran di rumah sakit ini, kami hanya memberikan sewa lahan saja pada pihak ke 3, untuk di kelola, dan mengenai itu langsung tanggung jawab pihak pengelola parkir (Neo Parkir), memang saat MOU Kontrak ada aturan-aturan yang di tuangkan juga standar prosedur, dan itu biasanya langsung oleh Legal, saya tidak tahu, tapi jelas bila kendaraan ada yang hilang baik di ganti atau belum tanggung jawab pengelola parkir, nanti saya akan tanyakan, dan jelas bila sampai hilang parkiran kurang aman dan lalai, dan bisa di tegur nantinya "tutur Lilis.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, June 1, 2017

BUPATI BANDUNG DADANG M NASER SAFARI RAMADHAN USAI RESMIKAN KAMPUNG WISATA RANCAKASUMBA ASRI

Usai Resmikan Kampung Wisata Rancakasumba Asri Desa: Rancakasumba Kecamatan: Solokan Jeruk Kabupaten Bandung, rabu 31-05-17 pukul: 16:53 wib, Dadang Naser lanjut dengan Safari Ramadhan di Mesjid Abdurrahman Bin Auf, dan Buka Puasa bersama dengan masyarakat, lanjut dengan tarawih bersama,  kembali berikan nasehat kepada jemaah dan masyarakat kabupaten bandung khususnya, agar peduli lingkungan tidak buang sampah sembarangan, apa lagi ke sungai.

Menurutnya (DN) biaya untuk membuang sampah itu Milyaran, apa lagi dengan di tambah hitungan biaya transportasi angkutan sampah yang jauh, karena kontrak lahan TPA pertahun cukup mahal, jadi usahakan sampah itu harus bisa di manfaatkan, apa lagi sekarang mendekati musim kemarau, masyarakat akan teriak kurangnya air, dan harus bisa manfaatkan air, seperti buat sumur resaban dan bak penampung, seperti yang sudah di anjurkan "tutur DN.

Saat di wawancara usai tarawih pukul: 21:20 wib, Dadang Naser selaku Bupati Bandung sangat mendukung dengan adanya Kampung Wisata Rancakasumba Asri, karena dengan adanya kp wisata, banyak membuka usaha untuk warga sekitar dan masyarakat akan lebih peduli lagi dengan sungai, terlihat lokasi wisata air sudah ada perahu dan warung, yang kedepannya harus lebih di tingkatkan lagi "menurutnya.

Mengenai anggaran yang di gunakan untuk mengembangkan wisata tersebut, bisa memakai Anggaran Dana Desa, karena anggaran desa cukup besar, kepala desa harus bisa memanfaat agaran dengan baik, untuk pembangunan desanya, untuk pembangunan kabupaten bandung terus di tingkatkan sudah 80%, infrastruktur di sana sini, pendidikan, dan terus di tingkatkan lagi kedepannya, yang jelas anggaran akan lebih di tingkatkan, dan ini tugas BBWS Provinsi Jabar juga, harus bisa menyediakan anggarannya untuk meningkatkan dalam kepeduliannya terhadap sungai yang di jadikan wisata, dan tugas dinas pariwisata, pemerintah daerah tetap mendukung "tutur DN.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)