Wednesday, December 26, 2018

Kodam III/Siliwangi Serahkan Bantuan Untuk Korban Bencana Tsunami Pandeglang

Bandung,- Sebagai wujud kepedulian Kodam III/Siliwangi kepada para korban yang terdampak bencana alam tsunami Selat Sunda di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten beberapa waktu lalu.

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto, M.Sc melepas bantuan secara simbolis untuk korban bencana tsunami Pandeglang bertempat di Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Rabu (26/12).

Ditempat yang sama, juga Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD III Siliwangi Ny. Wiwik Tri Soewandono dan IKKT menyerahkan bantuan sebagai wujud kepedulian Persatuan Istri Tentara (Persit) kepada para korban tsunami di Kabupaten Pandeglang.

Bantuan yang diberikan berupa, Sarung tenun alimin, Indomie ayam bawang, Susu bendera kental manis coklat, Susu indomilk kental manis putih, Recheese nabati wafer, Twutter minus black, Roma sandiwich, Gary salut malkis, Nissin crispy, Hatarri malkist dan Fullo twitst coco strowberry.

Kasdam III/Siliwangi menyampaikan, " Saya apresiasi kepada warga Kodam III/Siliwangi, Ketua Persit PD III Siliwangi dan para pengurus yang telah peduli kepada saudara-saudara kita yang terkena bencana di Kabupaten Pandeglang ".

" Atas aksi dan wujud nyata kepedulian tersebut, semoga dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT, " ungkapnya.

" Saya berharap bantuan ini setidaknya bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita disana, " tutur Kasdam.
(Pendam III/Siliwangi).






By: Hendra

Tuesday, December 25, 2018

Danrem 064 Pimpin Pasukan Kesehatan Masuk Desa Sumur

Kec. Sumur,- Pasca terjadinya tsunami di Selat Sunda beberapa waktu lalu, Prajurit TNI dari Kodam III/Siliwangi, Basarnas dan Kepolisian maupun Tim telawan diterjunkan ke lokasi bencana.

Hari ini Danrem 064/MY Kolonel Inf Widiyanto memimpi langsung pasukan Kesehatan  gabungan dari Kesdam III/Siliwangi, Dinkes Prov. Banten dan relawan kesehatan menuju Desa Sumur Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, Selasa (25/12).

Menurut Danrem, " kondisi menuju ke Desa Sumur cukup begitu rusak, sehingga ini merupakan kendala utama yang dihadapi apabila kita menuju ke Desa Sumur ".

Namun demikian, " TNI dari Kodam III/Siliwangi terus berupaya untuk melakukan proses evakuasi dan pemulihan untuk mengembalikan kondisi daerah kembali seperti semula, " jelasnya.

Danrem 064/MY menghimbau, " masyarakat harus tenang, jangan panik dan jangan terpancing dengan isu gelobang air laut naik, kita tetap berpatokan kepada BMKG ".

" Kalau BMKG belum menyatakan, mari kita patuhi apa yang sudah disampaikan dari petugas yang berwenang, " imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arh G. Hasto. R menyampaikan, " update informasi pada pukul 12.00 Wib jumlah korban yang meninggal akibat tsunami Selat Sunda di wilayah Banten, 295 orang meninggal dunia, 757 orang luka-luka dan 77 orang masih dinyatakan hilang dan belum diketemukan. Sedangkan saat ini fokus pencarian di Desa Sumur ".
(Pendam III/Siliwangi).




By: Hendra

Monday, December 24, 2018

Terbukti Lakukan Illegal Logging, 5 Warga Malaysia Ditangkap Satgas Pamtas

Pontianak - Satgas Pamtas Yonif 320/Badak Putih Kodam III/Siliwangi yang bertugas melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI – Malaysia di sektor Timur antara wilayah Kalimantan Barat - Sarawak telah menangkap 5  warga Malaysia karena telah melakukan kegiatan illegal logging di wilayah Indonesia.

Penangkapan terhadap 5 orang warga Malaysia tersebut terjadi beberapa waktu lalu (11 Desember 2018) tepatnya di sekitar Patok G.648 yang merupakan wilayah tanggung jawab pengawasan Pos Pamtas Enteli.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, S.Sos., kepada awak media saat diwawancara Media Center Kodam XII/Tpr, Jalan Teuku Umar, Kota Pontianak, Minggu (23/12/2018) .

Kapendam XII/Tpr menyampaikan, berdasarkan laporan dari Komandan Satgas Pamtas (Dansatgas Pamtas) RI-Malaysia,  Yonif 320/BP Kodam III/Siliwangi Letnan Kolonel Inf Imam Wicaksana bahwa penangkapan 5 warga negara Malaysia tersebut dilakukan saat mereka tertangkap tangan sedang memuat balok-balok kayu jenis tekam hasil illegal logging ke atas kendaraan.

" Ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Patroli yang dilakukan beberapa hari sebelumnya oleh personel Pos Enteli Satgas Yonif 320/BP yang menemukan sisa-sisa balok kayu, jerigen BBM dan botol aqua berisi pelumas serta tonggak kayu yang telah di tebang di wilayah Indonesia yang berada sekitar Patok G.647 – G.648, " jelasnya.

Selanjutnya, " kelima warga negara Malaysia yang ditangkap tersebut dibawa ke Pos Enteli beserta kendaraan Toyota Hilux SC Noreg QAA 1282 T dan sekitar 1 m³ balok kayu sebagai barang bukti guna diadakan pemeriksaan lebih lanjut, " ungkapnya.

Kapendam XII/Tpr, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe juga menjelaskan, saat dilakukan pemeriksaan kepada kelima warga Malaysia tersebut, mereka mengakui telah melakukan illegal logging di wilayah Indonesia, selanjutnya terkait terjadinya penangkapan tersebut, Kolakopsrem 121/Abw, pada tanggal 12/12/2018 melakukan koordinasi dengan 3 Briged TDM dan selanjutnya dilaksanakan pengecekan bersama di lapangan antara kedua Pos Pamtas dari kedua negara.

Dalam pengecekan yang dilaksanakan di kawasan sekitar Patok G.647, G.648 dan G.649, hadir dari pihak TDM antara lain Mej Frankie Ak Jika (Pegawai 2 Gerak MK 3 Briged TDM) dan Mej Amirul Nazimi bin Jarani (Pegawai Gerak 10 RRD) beserta 15 orang anggota TDM lainnya bersama-sama personel Pos Enteli satgas Yonif 320/BP.

“Dan saat dilakukan pengecekan dilokasi penebangan kayu ditemukan bukti-bukti berupa sisa-sisa balok kayu,  serbuk gergaji dan tunggul kayu bekas penebangan pohon serta ditemukan adanya jalan masuk mobil menuju Patok G648 yang sebelumnya merupakan jalur yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat,” terang Kapendam XII/Tpr.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kapendam XII/Tpr, setelah dilakukan pengecekan patok dan lokasi bekas penebangan pohon, dilakukan penyerahan 4 warga Malaysia yang ditahan di Pos Pamtas Enteli Satgas Pamtas Yonif 320/BP oleh Danpos Enteli Serka Ricki Hardadi kepada Danpos Balaring TDM Letnan Faiz yang disertai bukti penyerahan tahanan atas nama Leoni (15), Roby (30), Willy (17) dan Langgong (50) dan saat dilakukan penyerahan tahanan kondisi tahanan semua dalam keadaan sehat, dimana sehari sebelumnya atas dasar rasa kemanusiaan telah dilepaskan 1 warga Malaysia a.n Sanjan (65) Wakil Kepala Dusun Malikin, dengan maksud untuk menyampaikan berita penangkapan kepada pihak keluarganya .

Menindaklanjuti kejadian tersebut pada tanggal 16/12//2018, Wadan Satgas Pamtas Yonif 320/BP, Mayor Inf Widhiatama Dwi Chandra mengikutsertakan personel Pos Pamtas Enteli didampingi Ketua ILO TNI Kuching, Letkol Inf Doddy Darmawan beserta Personel TDM yang dipimpin langsung Ketua Staf MK 3 Briged Lt Kol Ilyas bin Hanafi beserta beberapa personel Staf dan jajarannya antara lain Lt Kol Anuar (Pegawai Memerintah 10 RRD), Mej Amirul Nazimi bin Jarani (Pegawai Gerak 10 RRD), Mej Frankie Ak Jika (Pegawai 2 Gerak MK 3 Briged), Lt Faiz (Danpos Balai Ringin TDM) dan 11 anggota TDM lainnya.

“ Dalam kesempatan pengecekan bersama tersebut disepakati penyelesaian secara kekeluargaan atas kasus illegal logging yang terjadi dan tidak ada tuntutan apapun dari kedua pihak di kemudian hari, ” tutur Kapendam XII/Tpr.

Tambah Kapendam XII/Tpr, setelah tercapai kesepakatan bersama, selanjutnya diserahkan barang bukti kendaraan Toyota Hilux SC Noreg QAA 1282 T dan sekitar 1 m³ balok kayu yang semula diamankan di Pos Enteli Satgas Yonif 320/BP yang diserahkan oleh Danpos Enteli Serka Ricky Hardadi kepada warga negara Malaysia yang diwakili Sdr. Nyalu di Camp Sawit  negara Malaysia yang disaksikan Ka ILO TNI dan Ketua Staf 3 Briged beserta masyarakat warga Danau Melikin.

Penyerahan barang bukti ini juga dilengkapi dengan berita acara penyerahan secara tertulis yang ditandatangani kedua pihak dan para saksi.

Menanggapi adanya pemberitaan yang disiarkan melalui media Malaysia terkait penangkapan 5 orang warga negara Malaysia tersebut, lebih lanjut Kapendam XII/Tpr menyanggah keras pemberitaan tersebut. Adanya tuduhan bahwa personel Pos Enteli Satgas Yonif 320/BP telah melakukan penculikan terhadap 5 orang warga negara Malaysia dan meminta sejumlah uang sebagai tebusan sama sekali tidak benar. Bahkan berdasarkan penuturan Dapos Enteli Serka Ricky Hardadi kepada Dansatgas Yonif 320/BP, beberapa jam setelah dilakukan penangkapan terhadap Pelaku illegal logging datang seorang warga Malaysia a.n. Isyak ke Pos Enteli dan menyampaikan bahwa aktivitas pengambilan kayu di wilayah tersebut sebenarnya sudah sejak lama dilakukan warga negara Malaysia dan tidak pernah ditangkap. Pada kesempatan tersebut Sdr. Isyak sempat menawarkan sejumlah uang ringgit untuk melepas 5 orang yang ditangkap, namun tidak ditanggapi oleh Danpos Enteli. Sdr. Isyak lebih lanjut meminta salah satu Pelaku yang ditangkap untuk dilepaskan.

Permintaan ini akhirnya diluluskan oleh Danpos atas pertimbangan kemanusiaan dan dengan harapan yang bersangkutan bisa memberitahukan kepada keluarganya atas penangkapan yang telah dilakukan.

Sesungguhnya telah sejak lama terjalin hubungan kerjasama dan koordinasi yang baik dan harmonis antara kedua pihak yang melaksanakan tugas pengamanan perbatasan kedua negara, khususnya antara Korem 121/Abw selaku Kolakops Pamtas  RI-Malaysia dan jajarannya dengan pihak 3 Briged TDM maupun antara Kodam XII/Tpr selaku Koops Pamtas RI-Malaysia dengan 1 Divisyen TDM.

Bahkan beberapa hari sebelum peristiwa penangkapan telah dilaksanakan kegiatan Unit Commander’s Meeting Seri-2/2018 antara Delegasi Kolakopsrem 121/Abw dengan Delegasi 3 Briged TDM di Pontianak - Kalimantan Barat. Dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan tersebut disepakati sejumlah kerjasama bilateral dalam pelaksanaan pengamanan perbatasan negara yang diselenggarakan kedua pihak.

“Jadi berita yang disiarkan sejumlah media televisi dan media online Malaysia sama sekali tidak benar. Permasalahan penangkapan warga negara Malaysia yang melakukan illegal logging di wilayah Indonesia telah tuntas diselesaikan secara kekeluargaan dengan ditandai adanya penyerahan pelaku dan seluruh barang bukti yang semula diamankan di Pos Enteli kepada pihak Malaysia pasca pengecekan bersama yang dilakukan kedua pihak di lapangan,” tegas Kapendam XII/Tpr mengakhiri.
(Pendam III/Siliwangi).





By: Hendra

Posko Dapur Umum Dukung Kebutuhan Logistik Pengungsi

Pandeglang,- 25 orang Prajurit Yonif 310/KK bergabug bersama masyarakat membantu Dapur Lapangan di Kantor Camat Labuan. Keberadaan posko dapur umum yang didirikan di Kantor Kecamatan Labuan sangat bermanfaat dalam menyediakan kebutuhan makanan bagi para pengungsi korban tsunami di Kecamatann Labuan, Senin (24/12).

Setidaknya dari dapur umum ini mampu mensuplai makanan untuk  warga pengungsi di sekitar Posko yang berasal dari Warga di pesisir Pantai Pandeglang Banten yang mengungsi akibat diterjang gelombang pasang setinggi lima meter hingga merobohkan rumah tempat tinggal mereka.

“ Di sini kebutuhan logistik para pengungsi dicukupi. Posko ini menyediakan kebutuhan makanan untuk warga korban bencana yang masih berada di Posko pengungsian,” jelas Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf. Fitriana Nur Heru Wibawa SE.

Irna, Bupati Pandeglang  mengungkapkan, " pihaknya sudah meminta masyarakat yang tinggal di pesisir agar menjauhi pantai. Untuk sementara, para pengungsi tinggal di kantor-kantor kecamatan dan  Polsek setempat ".

Guna mendukung kelancaran penyiapan logistik bagi para pengungsi, Prajurit Yonif 310/KK ditempatkan setiap hari di dapur umur tersebut. Selain disiagakan di dapur ini, mereka juga membantu relawan memasak untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minum para pengungsi. Puluhan personel juga  dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban dan pencarian korban akibat tsunami.

Dengan adanya dukungan logistik ini diharapkan para korban bencana tsunami dapat melalui masa di pengungsian tanpa kekurangan makanan atau minuman. Dapur umum ini akan beroperasi hingga para pengungsi benar-benar telah meninggalkan posko dan situasi telah dinyatakan aman masyarakat bisa kembali kerumahnya masing-masing.
(Pendam III/Siliwangi).





By: Hendra

Sunday, December 23, 2018

Pangdam Terjun Langsung Tinjau Lokasi Bencana

Pandeglang,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono terjun langsung tinjau lokasi bencana alam tsunami di Tanjung Lesung Kecamatan Pandeglang dan Cilegon Kabupaten Banten, Minggu (23/12).

Kedatangan Pangdam III/Siliwangi dan rombongan langsung menuju ke Posko darurat di lokasi bencana untuk mengetahui langsung perkembangan situasi terakhir setelah terjadinya bencana tsunami.

Bencana alam yang melanda di wilayah Pandeglang dan Cilegon ini telah banyak menelan korban jiwa, luka-luka dan harta benda bahkan diperkirakan masih banyak korban lagi yang belum diketemukan.

Pangdam mengatakan " untuk penempatan personil kita sebar tergantung dari titik berat, dimana terdampak paling parah itu agak besar, jadi nanti kita akan rinci setelah kita tau medan mana yang terberat ".

" Jadi tugas Prajurit di lapangan sementara dititik beratkan pada evakuasi beserta Basarnas, kemudian kita juga ada Tim Kesehatan dari Kesatuan TNI AD, AU dan AL dimana ada pasukan evakuasi disitu ada pasukan kesehatan, barangkali dilapangan masyarakat yang terdampak sakit atau tertimpa puing-puing kita langsung atasi ditempat, " jelas Pangdam.

Dikatakannya juga, " daerah Sumur belum tersentuh karena daerahnya terisolir, besok pagi kita akan tembus, subuh akan berangkat pasukan ada sekutar 150 orang langsung nembus kesana dan itu harus tembus, target saya harus tembus ".

Kemudian, " satuan Kesehatan yang mengikuti termasuk satuan dari perhubungan tapi kita tidak tau apakah disana  signalnya ada karena prinsifnya, apabila pasukan bergerak kita harus bisa mengendalikan,  karena informasi awal yang sudah mencoba jalannya rusak sehingga nanti akan pasukan Infanteri yang masuk sana duluan, " ungkapnya.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono menghimbau, " untuk yang berwenang yang dapat mengatakan itu ada bencana susulan adalah BMKG dan BNPP, selain dari instansi yang resmi kayaknya jangan diikuti, sedangkan untuk tanggap darurat 12 hari pertama ".

Kedatangan Pangdam III/Siliwangi kelokasi bencana tsunami didampingi oleh Danrem 064/MY, Asops Kasdam III/Siliwangi, Aster Kasdam III/Siliwangi, Kapendam III/Siliwangi dan Dandim Pandeglang.
(Pendam III/Siliwangi).






By: Hendra

Prajurit Yonif 320/Badak Putih dan Kodim 0601/Pandeglang Bantu Evakuasi Korban Tsunami

Serang,- 24-12-18 Bencana alam naiknya air laut ke permukaan dan tsunami yang melanda Selat Sunda Sabtu Malam, (23/12), telah menghentakan kita semua bahwa terjadinya bencana tidak bisa diprediksi karena merupakan kehendak Ilahi.

Namun demikian, kesigapan yang ditunjukan oleh Prajurit Kodam III/Siliwangi dari Kodim 0601/Pandeglang dan Batalyon Infanteri 320/Badak Putih perlu mendapatkan apresiasi.

Menurut data sementara yang diperoleh dari Danramil Labuan Kapten Inf Indra Darmawan, Bencana alam yang memporak porandakan daerah wisata andalan Provinsi Banten tersebut menelan  korban  92 orang meninggal dunia, luka-luka 584 orang dan hilang 20 orang.

Sejak pukul 04.00 Wib Minggu 24  Desember 2018 Prajurit Yonif 320/BP yang berlokasi tidak jauh dari tempat bencana sudah langsung diterjunkan melakukan pencarian dan evakuasi korban dan memberikan bantuan obat-obatan yang dibutuhkan sementara.

“ Kami fokuskan untuk mencari korban yang selamat untuk dievakuasi ketempat yang lebih aman ”, ujar Kapten Inf Indra Darmawan.

“Baru kemudian mengevakuasi jenasah, pembersihan puing-puing rumah warga yang runtuh akibat diterjang ombak tinggi dan mengevakuasi kendaraan yang tertimpa pepohonan”, tambahnya.

Daerah yang terkena dampak paling parah adalah Kabupaten Pandeglang, yang terdiri atas kawasan wisata Pantai Carita, Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, dan Panimbang.

Hingga saat ini, Prajurit dari Yonif 310/KK yang bermarkas di Sukabumi, Yonif 315/Garuda Bogor dan Yon Armed 5/105 Tarik Cipanas sudah ikut bergabung dengan Prajurit Kodam III/Siliwangi lainnya, bersama-sama dengan komponen lainnya ikut mengevakuasi para Korban bencana.
(Pendam IiI/Siliwangi)





By: Hendra

Prajurit Kodam III/Siliwangi Bantu Atasi Korban Bencana Tsunami

Pandeglang,- Bencana Alam Tsunami yang terjadi di Perairan Selat sunda, telah menelan Korban Jiwa dan Material yang cukup banyak di dua wilayah terdampak, yaitu Lampung Selatan dan Pandeglang Banten yang terjadi Sabtu, (23/12), cukup memprihatinkan kita semua.

Pajurit Kodam III/Siliwangi terus berupaya membantu dan mengevakuasi korban yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia di 4 lokasi bencana yaitu Pandeglang, Anyer, Labuan dan Tanjung Lesung.

Disepanjang pesisir Tanjung Lesung, khusunya Pantai Carita dan Labuan cukup terdampak.

Terkait dengan itu, Prajurit Kodam III/Siliwangi lainnya, bahu membahu untuk memberikan pertolongan dalam menanggulangi bencana akibat dari tsunami tersebut.

Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arh G. HASTO mengatakan, " untuk membantu proses evakuasi korban tsunami di wilayah Banten, Kodam III/Siliwangi  turunkan anggota sebanyak 1580 personil yang tersebar di wilayah Cinangka dan Labuhan Prov. Bantem.

Pasukan Kodam III/Siliwangi sendiri yang dikerahkan untuk menanggulangi Bencana Tsunami tersebut yaitu  Wil Labuan (2 SSK), 1 SSK Dim 0601/Pdg, Yonif 310/KK, Yonif 312/KH Yonif 320/BP, dan 1 Tim Medis Denkes Serang.

Selanjutnya, untuk wilayah Cinangka (4 SST),  2 SST Dim 0623/Clg, 1 SST Dim 0602/Srg dan Denkes Serang Kesdam III/SLW,  1 Tim Keslap Denkes Serang yang terdiri dari 1 Dokter, 2 perawat, 2 Keslap, 1 pengemudi dan 1 ambulans, bekerjasama dengan Dukkes wilayah.

Sementara itu, Kodam III/Siliwangi juga mensiagakan 2 Tim dari RS Dustira stanby terdiri dari 1 Spes Ortopedi, 1 spes Anestesi, 2 dokter umum, 4 perawat, 2 keslap, 2 pengemudi dan 2 ambulans.

Denkeslap Bandung 1 dokter, 2 perawat, 2 keslap, 1 pengemudi dan 1 ambulans.
(Pendam III/Siliwangi)






By: Hendra

Kodam III/Siliwangi Kerahkan 3 Batalyon Pasukan Ke Lokasi Bencana

Bandung,- Kodam III/Siliwangi kerahkan 3 Batalyon pasukan ke lokasi bencana tsunami selat Sunda di Tanjung Lesung Banten, Minggu (23/12).

Kekuatan personil yang dikerahkan tersebut terdiri dari  Yonif 310/KK, Yonif 315/GRD dan Armed 5, seluruh personil tersebut di BKO kan kepada Korem 064/MY dalam rangka mencari dan mengevakuasi korban tsunami.

Selain personil yang diberangkatkan,  Yonif 310/KK juga dilengkapi dengan Alkap berupa 108 buah pelbet, 3 unit tenda Pleton, 3 buah HT, 5 unit kendaraan NPS dan 1 unit Ambulance jenis Strada.

Sementara itu Prajurit Yonif 315/Garuda dilengkapi juga dengan meteril berupa, Alkap kesehatan dan perorangan, 5 unit HT dan 5 unit kenderaan NPS.

Tsunami yang terjadi pada tanggal 22 Desember 2018 malam hari sekitar pukul 22.37 WIB sangat mengejutkan warga sehingga banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan harta dan bendanya.

Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arh Hasto mengatakan, " Kedatangan Prajurit Siliwangi kelokasi bencana untuk membantu mencari dan mengevakuasi korban akibat dari bencana tsunami ".

Selain itu, " Prajurit Siliwangi akan selalu ada ditengah-tengah masyarakat untuk membantu serta meringankan beban dan kesulitan masyarakat disekelilingnya ".
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Perempuan Mampu Menjadi Penggerak Dan Motor Perubahan

Bandung,- Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 90, Kodam III/Siliwangi menggelar Upacara bertempat di Lapangan Upacara Makod III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Sabtu (22/12).

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono selaku Inspektur Upacara Hari Ibu pada kesempatan tersebut mebacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Yohana Yembise.

Pada sambutannya, mengingatkan kembali sejarah perjuangan kaum perempuan yang berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualutas hidup masyarakat.

Tekad perjuangan perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres  Perempuan 22 Desember 1828 di Yogyakarta.

Peristiwa ini sekaligus sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya, baik didalam dan diluar negri.

Komitmen Pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus Hari Nasional bukan hari libur.

Mari perempuan Indonesia untuk maju terus, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri dan meningkatkan kualitas dan kapabilitas dirinya, sehingga bersama laki-laki menjadi kekuatan yang besar dalam membangun keluarga, masyarakat bangsa dan Negara.

Selamat Hari Ibu ke-90 bagi kita semua semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi semua langkah dan perjuangan dalam membangun Bangsa dan Negara tercinta.

PHI juga diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

PHI juga diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan.

Dilain sisi juga memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuam yang dimilikinya.

Saat ini terbukti perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (Agent Of Change)

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan
laki-laki.

Prinsif kesetaraan yang mendasari tentang pentingnya pembagian tugas, peran dan tanggungjawab yang seimbang antar perempuan dan laki-laki mulai dari lingkup keluarga, masyarakat bahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Perempuan dan laki-laki adalah parthnership sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan Nasional.

Pada PHI ke 90 Tahun 2018 mengusung tema " Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-laki Dalam Membangun Ketahanan Keluarga Untuk Kesejahteraan Bangsa ".

Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangda Indonesia Tahun 2018 dan menyelaraskan dengan arah kebijakan pembangunan PP dan PA sebagaimana dalam RPJMN 2015 - 2019 serta mewujudkan Nawacita sebagai salah satu agenda Nasional.

Ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai dan religius.

Keunikan pada upacara kali ini seluruh perangkat upacara yang terdiri dari Komandan Upacara, Perwira Upacara, pengibar Bendera Merah Putih, pembaca Pembukaan UUD 1945 dan do'a seluruhnya diperankan oleh Prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Friday, December 21, 2018

TNI Hadir Untuk Melindungi Rakyat Bukan Untuk Membunuh

Jayapura,- 20 Desember 2018
Menyikapi Seruan Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Yunus Wonda  (YW) serta para pimpinan Fraksi DPR Provinsi Papua pada hari  Kamis (20/12/2018), kepada Presiden RI, Panglima TNI dan Kapolri agar menarik seluruh aparat TNI-Polri yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di Kabupaten Nduga pasca terjadinya tindakan pembantaian secara keji terhadap puluhan orang Pahlawan Pembangunan Papua di Puncak Kabo Distrik Yigi Kab. Nduga pada tanggal 1-2 Desember lalu.

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dihubungi awak media memberikan tanggapan. " Saya sudah baca seruan tersebut yang diberitakan oleh beberapa media, " ujar Aidi.

" Seruan tersebut menunjukkan bahwa Gubernur dan Ketua DPR serta pihak-pihak tidak memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya sebaga pemimpin, pejabat dan wakil rakyat, " tambahnya.

" Bahwa seorang Gubernur adalah Wakil dan perpanjangan tangan Pemerintah Pusat dan Negara Republik Indonesia (RI) di daerah. Gubernur berkewajiban menjamin segala program Nasional harus sukses dan berjalan dengan lancar di wilayahnya, bukan sebaliknya malah Gubernur bersikap menentang kebijakan Nasional, " jelasnya.

Ditambahkannya, " Kehadiran TNI-Polri di Nduga termasuk di daerah lain di seluruh wilayah NKRI adalah untuk mengemban tugas Negara  guna melindungi segenap Rakyat dan seluruh tumpah dara Indonesia kok Gubernur dan ketua DPR malah melarang kami bertugas, sedangkan para gerombolan separatis yang nyata-nyata telah melakukan pelanggaran hukum dengan membantai rakyat, mengangkat senjata untuk melawan kedaulatan Negara malah didukung dan dilindungi ".

Sampai sekarang masih ada empat orang korban pembantaian oleh KKSB yang belum diketahui nasibnya dan entah dimana rimbanya. Bapak Gubernur, Ketua DPR, Para Ketua Fraksi-Fraksi DPR, Pemerhati HAM dan seluruh pihak-pihak yang berkepentingan, apakah Saudara-Saudari semua dapat memahami bagaimana perasaan duka keluarga korban yang setiap saat menanyakan kepada TNI-Polri tentang nasib keluarganya yang masih hilang? Apalagi kalau mereka mendengar bahwa TNI-Polri telah menghentikan pencarian karena perintah Gubernur dan DPR? Dimana hati nurani Saudara-Saudari sebagai manusia sama-sama ciptaan Tuhan apalagi sebagai pemimpin? Bagaimana kalau hal tersebut terjadi pada Anda?

Sebagaimana yang tertuang dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH, Pasal 67.  Kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi: khususnya poin; a. memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan
memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan poin
f. melaksanakan program strategis nasional.

Dengan demikian bila Gubernur LE bersikap mendukung perjuangan Separatis Papua Merdeka dan menolak kebijakan program strategis Nasional maka LE telah melanggar UU Negara dan patut dituntut sesuai dengan hukum.

Gubernur adalah ketua Forkopimda di daerah dimana anggotanya meliputi Pangdam, Kapolda Ketua Pengadilan dan Kepala Kejaksaan.

Dengan posisinya, LE seharusnya melaksanakan rapat Forkopimda untuk bersama-sama membahas tentang upaya menumpas gerakan separatis diwilayahnya. Bukan membuat statman yang seakan-akan mejadi juru bicara gerombolan separatis dan menyudutkan peranan TNI-Polri dalam penegakan hukum.

Kodam XVII/Cenderawasi tidak akan menarik pasukan dari Kab. Nduga. Selaku prajurit di lapangan hari Raya bukanlah alasan untuk ditarik dari penugasan, karena kami yakin Tuhanpun juga Maha Tahu akan kondisi itu.
Sebagian besar Prajurit kami juga ummat Kristiani.

Pangdam dan Kapolda juga hambah Tuhan. Kami Parjurit sudah terbiasa merayakan hari Raya di daerah penugasan, di gunung, di hutan, di tengah laut atau dimanapun kami ditugaskan.

Dan tidak ada masalah dengan perayaan Natal di Mbua dan Yigi Kompleks, Rakyat dan aparat keamanan khususnya ummat Kristiani akan melaksanakan ibadah secara bersama-sama.

Tanggal 6 Desember yang lalu di Mbua dilaksanakan ibadah bersama antara Rakyat dan TNI di Gerja Mbua dipimpin oleh Pendeta Nataniel Tabuni (Koordinator Gereja se Kab. Nduga) dihadiri oleh Danrem 172/PWY Kolonel J. Binsar. P. Sianipar.

Saya ingin menegaskan, bahwa terjadinya tindakan kekerasan yang memakan korban dan mengakibatkan trauma terhadap rakyat di Nduga termasuk di daerah manapun di seluruh Indonesia bukan disebabkan karena hadirnya aparat keamanan TNI-Polri di daerah tersebut. Tetapi kekerasan itu terjadi karena adanya pelanggaran hukum, karena adanya gerombolan separatis yang mempersenjatai diri secara illegal, melakukan pembantaian secara keji terhadap rakyat sipil yang tidak berdosa.

Ingat, mempersenjatai diri sendiri cara illegal itu sudah merupakan pelanggaran hukum berat yang tidak pernah dibenarkan dari sudut pandang hukum manapun di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Tapi kalau aparat keamanan yang diminta untuk meletakkan senjata, itu adalah kesalahan terbesar.

Jadi menurut Saya Gubernur dan Ketua DPR serta pihak manapun tidak sepantasnya meminta aparat keamanan TNI-Polri ditarik dari Nduga dimana didaerah tersebut telah terjadi pelanggaran hukum berat yang harus mendapatkan penindakan hukum.

Justru apabila TNI-Polri tidak hadir padahal nyata-nyata di tempat tersebut telah terjadi pelanggaran hukum berat, maka patut di sebut TNI-Polri atau Negara telah melakukan tindakan pembiaran.

Seharusnya bila Gubernur dan Ketua DPR sebagai seorang pemimpin dan wakil rakyat yang bijak, beliau tidak harus meminta aparat keamanan TNI-Polri yang ditarik, tetapi para pelaku pembantaian itulah yang harus didesak untuk menyerahkan diri beserta senjatanya kepada pihak yang berwajib guna menjalani proses hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Bukankah gerombolan Separatis pimpinan Egianus Kogoya telah menyatakan bahwa merekalah yang bertanggung jawab telah melakukan pembantaian terhadap puluhan karyawan  PT. Isataka Karya? Kalau mereka memang bertanggung jawab harusnya jangan menjadi pengecut dan bersembunyi kemudian kemana-mana berkoar-koar seolah-olah mereka yang teraniaya sedangkan aparat keamanan dituduh sebagai penjahat kemanusiaan.

Kami TNI-Polri bukan datang untuk menakut-nakuti Rakyat apalagi membunuh Rakyat. Yang kami cari adalah mereka para pelaku pembantaian.

Rakyat dan aparat TNI-Polri bisa merayakan natal bersama di daerah tersebut. Rakyat tidak perlu merasa terganggu atas kehadiran TNI-Polri di Mbua dan Yigi Kompleks. Yang merasa terganggu adalah mereka para pelaku kejahatan yang berlumuran dosa telah membatai warga sipil yang tidak berdaya.

Kepada para kelompok-kelompok berkepentingan, para pejabat birokrat, wakil rakyat, akademisi, tokoh agama, aktifis, pemerhati HAM dan lain-lain yang selalu berkomentar miring menyudutkan aparat TNI-Polri, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang benar yang dilakukan oleh TNI-Polri, instrofeksilah diri Saudara, berhentilah mengatas namakan rakyat, seolah-olah Saudara adalah dewa pelindung dan penyelamat rakyat, karena belum tentu juga seberapa besar peranan Saudara untuk memihak kepada kepentingan Rakyat.

Ketika rakyat sipil atau anggota TNI-Polri yang jadi korban oleh kebiadaban para KKSB, Saudara semua diam, bungkam seribu bahasa. Tetapi manakalah yang menjadi korban adalah pihak KKSB Saudara-saudara langsung bereaksi bagaikan cacing kepanasan. Ini semua indikator apa????

Saat Asmat dilanda musibah KLB campak dan gizi buruk, TNI adalah institusi pertama yang terjun langsung ke Asmat dengan mengerahkan segala sumber dayanya dipimpin langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih dan Panglima TNI, tapi kami tidak pernah tahu bantuan apa yang telah diberikan oleh pemerintah Provinsi dan wakil rakyat terhadap warga Asmat, bahkan mungkin satu kalipun Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur LE tidak pernah menengok warganya yang menderita di Asmat.

Saat bencana Embun Beku melanda di Distrik Kuyawage Lannyjaya pada bulan Juli 2015, yang mengakibatkan ratusan masyarakat Kuyawage eksodus mengungsi ke Tiom, maka Dandim Jayawijaya dan Kapolres Lannyjaya beserta jajaranya yang paling pertama mendirikan tenda-tenda pengungsian, membangun dapur umum, menjemput para pengungsi sampai kepucuk-pucuk gunung, kondisi seperti itupun kami masih diganggu dengan tembakan oleh kelompok Separatis pimpinan Enden Wanimbo. Tapi kami tidak pernah mendengar bantuan apa yang diberikan Pemda Provinsi dan wakil Rakyat terhadap warga Kuyawage.

Saat Mbua dilanda penyakit dimana puluhan Bayi dilaporkan meninggal pada bulan Oktober-November  2015, Kodim 1702/Jayawijaya adalah institusi pertama yang mengirim bahan makanan, lauk pauk, pakaian, selimut dan lain-lain ke Mbuah dan saat itu disambut oleh Pendeta Natalies Tabuni koordinator gereja se Kab. Nduga. Tapi kamipun tidak pernah mendengar bantuan apa yang telah diberikan oleh Pemda Provinsi dan Wakil Rakayat maupun Pemda Kabupaten Nduga terhadap rakyatnya di Mbua.

Termasuk persoalan kemanusiaan lainnya yang melanda Papua selama ini, apakah itu wabah penyakit, bencana longsor, gempa bumi, banjir, kebakaran hutan, konflik sosial dan lain-lain, TNI selalu hadir sebagai garda terdepan untuk meringankan beban warga yang menderita.

Kami TNI-Polri tidak butuh dipuji dan disanjung terhadap apa yang telah kami lakukan untuk rakyat, karena memang itulah tugas dan kewajiban kami untuk melindungi segenap rakyat dan seluruh tumpah dara kami.

Betul, kami dilatih, dididik dan disiapkan untuk membunuh dan terbunuh, tapi kami para prajurit adalah orang-orang yang paling menghargai kehidupan, karena kami siap mempertaruhkan kehidupan kami sendiri untuk menjamin kehidupan rakyat kami dan kehidupan yang lebih besar.

Selaku Prajurit TNI dan Pribadi Saya sangat hormat dan bangga kepada
Walikota Jayapura, DR. Drs. Benhur Tommy Mano, M.M atas peryataan sikapnya yang tetap setia kepada NKRI dan menentang sistem yang tidak demokratis berlangsung di tanah Papua ini, yaitu sistem Noken.

Bapak walikota telah mempresentasikan dirinya sebagai Negarawan sejati yang menempatkan kepentingan Bangsa dan Negara diatas kepentingan golongan, kelompok apalagi kepentingan Pribadi.

Bapak walikota Jayapura patut menjadi contoh dan panutan bagi setiap Kepala Daerah, setiap pemimpin termasuk setiap tokoh Bangsa di seluruh Wilayah NKRI.

(Kapendam XVII/Cenderawasi
Kolonel Inf Muhammad Aidi).






By: Hendra

Pangdam III/Siliwangi Ikuti Apel Bersama Operasi Lilin Lodaya 2018

Bandung,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono bersama Kapolda Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si dan Gubernur Jabar H. M. Ridwan Kamil, mengikuti pelaksanaan apel bersama Operaasi Lilin Lodaya 2018 di Halaman Depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Kamis (20/12).

Apel bersama ini digelar dalam rangka pengamanan Hari Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di wilayah Jawa Barat yang dihadiri oleh pejabat TNI, Polri dan Pemprov Bandung serta para tamu undangan lainnya.

Apel bersama ini diikuti lebih kurang 1,749 personil, merupakan kegiatan yang diadakan oleh Polda Jabar, dilaksanakan selama 10 hari mulai tanggal 21 Desember 2018 sampai dengan 1 Januari 2019. Pada kegiatan tersebut, Gubernur Jabar H. M. Ridwan Kamil bertindak sebagai pemimpin apel bersama Operasi Lilin Lodaya 2018.

Pimpanan upacara Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil menyampaikan, " Apel ini dilaksanakan sebagai pemeriksaan dari kesiapan kita baik dalam aspek personil, aspek prasarana, aspek anggaran serta keterlibatan unsur TNI, Pemerintah Daerah dan mitra kamtibmas lainnya “.
“ Keberadaan kita insya Allah semakin solid, yang merupakan salah satu bentuk sinergitas dan komitmen untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, dan tentram selama perayaan Natal 2018 dan tahun baru 2019 diseluruh Provinsi Jawa Barat, “ lanjutnya.

“ Masyarakat Jawa Barat dikenal sebagai masyarakat yang rilegius, menjunjung tinggi nilai-nilai spiritualitas, menjunjung tinggi nilai heterogenitas serta suku, bangsa, agama dan ras dalam bingkai Pancasila, “ ungkap Gubernur.

Dikatakannya, " Pancasila sebagai dasar dan pandangan hidup kita, setiap warga Negara Indonesia menjadikan Pancasila sebagai roh keseharian berbangsa dan bernegara.

Pancasila memberikan kebebasan pada masyarakat dalam memeluk agama dan merayakan acara keagamaan sebagai wujud kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ".

" Pada tanggal 25 Desember 2018, umat Kristiani akan merayakan Natal di Gereja-gereja dan tempat ibadah lainnya serta perayaan pergantian Tahun Masehi pada malam tahun baru, hal tersebut dapat mempengaruhi dan menimbulkan terjadinya peningkatan mobilitas yang cukup tinggi dan berdampak pada potensi kerawanan kamtibmas, sehingga diperlukan pengamanan yang maksimal untuk menjamin terselenggaranya kegiatan-kegiatan tersebut aman dan kondusif, " ujarnya.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, " hal yang dapat menimbulkan kerawanan terjadinya potensi gangguan, ambang gangguan hingga gangguan nyata antara lain satu, potensi kemacetan, potensi kebut-kebutan dan kecelakaan lalu lintas, yang punya potensi menimbulkan korban jiwa ataupun kerugian materi lainnya.
Kedua, pelanggaran ketertiban umum dan kejahatan bersifat konfensional, " urainya.

Ketiga, permasalahan yang berlatar belakang SARA seperti pengerusakan atau bakaran rumah ibadah dan keempat kondisi cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini sering terjadi potensi bencana alam berupa tanah longsor dan banjir.

Ditempat yang sama Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si mengatakan, “ Gubernur langsung sebagai pimpinan upacara artinya adalah sinergisitas pimpinan daerah TNI dan Polri dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyaraka, khususnya karena besok sudah libur sehingga yakinkan bahwa Jawa Barat pada umumnya kita siap untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat “.
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Peringati Hari Ulang Tahun Infanteri ke 70 "Kodam III/Siliwangi Gelar Upacara"

Bandung,- Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Infanteri ke 70 tahun 2018, Kodam III/Siliwangi menggelar upacara yang bertempat di Lapangan Upacara Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Rabu (19/12).

Yang bertindak Inspektur Upacara yaitu Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, sedangkan selaku  Komandan Upacara  Dansecaba Rindam III/Siliwangi Letkol Inf Medi Hariyo Wibowo.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono mengucapkan, " Selamat Hari Infanteri tahun 2018, kepada segenap Prajurit Korps Infanteri beserta keluarga dimanapun berada dan bertugas ".

Lanjutnya, " Tumbuh dan berkembangnya Infanteri sebagai Korps terbesar di Angkatan Darat, tidak pernah terlepas dari sejarah perjuangan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia ".

" Salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah Infanteri adalah peristiwa saat menghadapi Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948, " ulasnya.

Pada saat itu, " Panglima Besar Jenderal Soedirman memgeluarkan Perintah Kilat No. 1/PB/D/1948 yang ditujukan kepada Angkatan Perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu Perintah Siasat No. 1/1948 tanggal 12 Juni 1948, untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi Wingate (Infiltrasi) dengn cara Long March kembali kewilayah masing-masing dan membentuk Wehrkreise (kantong-kantong kekuatan) sebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya, " imbuhnya.

Bentuk dan siasat pertempuran yang digunakan tersebut, merupakan taktik dan strategi Prajurit Infanteri untuk melanjutkan perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

" Dari peristiwa tanggal 19 Desember 1948, kita mendapatkan nilai-nilai ketokohan, patriotisme, kepemimpinan dari seorang Panglima Besar Jenderal Sudirman, nilai kejuangan, profesionalisme keprajuritan dan sifat pantang menyerah serta nilai kemanunggalan TNI dengan Rakyat yang harus selalu terpatri dalam jiwa, sikap dan tindakan setiap Prajurit Infanteri, " jelasnya.
Untuk mengabdikan nilai-nilai tersebut, maka TNI AD menetapkan hari tersebut sebagai Hari Infanteri.

Sejarah ditetapkannya Hari Infanteri tersebut, maka peran, tugas dan fungsi TNI AD khususnya Prajurit Infanteri tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya.

Kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dan strategis dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

Pada peringatan Hari Ulang Tahun Infanteri ke 70 tahun 2018, mengusung tema Dengan Semangat Yudha Wastu Pramuka Prajurit Infanteri Mengabdi Dan Membangun Bersama Rakyat
Tema tersebut mencerminkan komitmen dan tekad yang kuat Prajurit dan Satuan Infanteri untuk menjadi tangguh, profesional, modern serta dicintai dan mencintai rakyat.

Mengandung makna, memancarkan semangat pengabdian dan perjuangan tanpa akhir untuk terus memperkokoh kemanunggalannya dengan rakyat serta membangun sinegisitas dengan segenap komponen  Bangsa lainnya, sebagai kekuatan Bela Negara dalam sistem Pertahanan Semesta.

Kegiatan selanjutnya penyerahan hadiah kepada pemenang Tonting yaitu Juara 1 Peleton Inti Yonif R. 323/BP (Etape III), Juara 2 Yonif R. 303/SSM (Etape IV) dan Juara 3 Yonif 310/KK (Etape II). Juara Peleton Pengantar Banpur, Juara 1 Yon Armed 14/PWJ (Etape II), Juara 2 Yon Armed 5/105 TRK (Etape VIII), Juara 3 Yon Armed 4/GS (Etape V).

Juara Peleton Pengantar Ormas, Juara 1 Ormas FK-PPI Koramil 0918 (Sindang Kerta), Juara 2 Ormas FK-PPI Kiramil 0810 (Sukanegara) dan Juara 3 Ormas FK-PPI Koramil 0917 (Gunung Halu).

Juara Kowil, Juara 1 Koramil 0810/Sukanegara (Etape V), Juara 2 Koramil 0712/Parung Kuda (Etape I) dan Juara 3 Koramil 2207/Jampang Tengah (Etape III).

Akhir dari kegiatan Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si berpesan kepada seluruh Prajurit Kodam III/Siliwangi, “ jangan ada pertengkaran antara TNI dan Polri, kemudian apabila akan membuat SIM datang ke Polres akan dibantu dan nanti juga akan kita adakan pembuatan SIM secara kolektif di Satuan-satuan.

Tampak hadir pada acara tersebut, Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si, Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto, M.Sc, Irdam III/Siliwangi, para Staf Ahli, para Asisten Kasdam III/Siliwangi dan para Kabalakdam III/Siliwangi, para Dandim jajaran Kodam III/Siliwangi serta tamu undangan lainnya.
(Pendam III/Siliwangi).






By: Hendra

Serah terima Peleton Beranting YWPJ Etape Ke Delapan

Cililin,- Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) ke 8 yakni Yonif 310/KK melakukan serah terima tugas kepada Tonting YWPJ ke 9 yakni Yonif 315/Garuda.

Serah terima yang ditandai dengan upacara serah terima tersebut dipimpin dan dilepas oleh Kapolsek Cililin AKP Dadan yang mewakili Kapolres Kabupaten Bandung di Cililin Kabupaten Bandung Barat.

Perwira pengawas dietape 9 Wadan Rindam III/Siliwangi Kolonel Inf Wawan Setiawan menjelaskan," serah terima Tonting YWPJ dari etape 8 Peleton inti Yonif 310/KK  kepada Yonif 315/Garuda.

Sedangkan etape pengantar di etape ke 9 dari etape 8 yaitu Yonarmed 5, FKPPI, Pemuda Pancasila.

Dalam Tonting YWPJ ini, setiap Peleton inti membawa 1 buah bendera lambang Kodam III/Siliwangi, 1 buah bendera Korps Infanteri, 1 buah tabung amanat Panglima Besar Jenderal Sudirman, 1 buah tabung Ikrar Korps Infanteri, 2 pucuk senjata LE, 2 buah sangkur dan 1 tas Administrasi.

" Semua itu akan terus diserah terimakan kepada Peleton YWPJ pada etape-etape selanjutnya, " jelasnya.

Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya (YWPJ) tahun 2018 Kodam III/Siliwangi mengambil titik start di Lapangan Long Vin Kampung Palagan Desa Bojong Kokosan Kabupaten Sukabumi dengan menempuh jarak 243 Km dan finish di Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Kota Bandung.
(Pendam III/Siliwangi).






By: Hendra

Kunjungan Pertama Pangdam III/Siliwangi Temui Gubernur Jabar

Bandung,- Setelah dilaksanakannya serah terima beberapa waktu lalu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono melakukan Kunjungan perdananya ke Kantor Gubernur Jabar Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (18-12).

Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Gubernur Jabar M. Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil tersebut.

Kunjungan diawal masa kepemimpinannya sebagai Pangdam III/Siliwangi, merupakan silaturahmi dalam menjalin sinergitas antara Kodam III/Siliwangi dengan Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk sama-sama manjaga kondusivitas wilayah Jawa Barat.

Dari pertemuan tersebut tidak ada agenda khusus yang dibicarakan selain silaturahmi dan berbincang-bincang ringan. Dan pertemuan berlangsung dalam suasana keakraban diiringi dengan canda dan gurau.

Pada kesempatan itu Gubernur mengajak Pangdam III/Siliwangi Tri Soewandono melihat musium Gedung Sate dan melihat Coffe Shop.

Usia kegiatan silaturahmi Pangdam III/Siliwangi bersama Gubernur Jabar dan para Asisten Kasdam III/Siliwangi melaksanakan sesi foto bersama diteras depan Gedung Sate.
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Lawatan Silaturahmi Pangdam III/Siliwangi Kepada Ulama Di Bogor

Bogor,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono pada lawatan pertamanya  bersilaturahmi dan mengunjungi para Ulama di Jawa Barat, diantaranya ke Kholifah Habib Abdullah Bin Husein Alattas bertempat di Jalan Empang No. 6 Rt. 02 Rw. 12 Kelurahan Empang Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor kemaren, Senin (17/12).

Rangkaian kunjungan Pangdam III/Siliwangi dan rombongan ke Kholifah bertujuan untuk silaturahmi dan perkenalannya sebagai Pangdam III/Siliwangi yang baru.

Alhamdulillah kunjungan Pangdam tersebut, mendapatkan  sambutan yang luar biasa serta penuh suka cita sehingga tampak suasana dan respon yang baik.

Kemudian, Pangdam III/Siliwangi mengunjungi kediaman Syekh Hakim Tubagus Agus Fauzan selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falak Pagentongan Bogor yang dilanjutkan dengan berziarah ke Makam Mama Kh. Muhamad Tubagus Falak Bin Abas, setelah itu melaksanakan sholat Ashar berjamaah di Masjid Al-Falak.

Selain meningkatkan silaturahmi, Pangdam mengajak untuk bersama-sama menjaga ukhuwah Islamiyah serta senantiasa menjalin silaturahmi sehingga kedepan lebih meningkatkan harmonisasi dalam hubungan bermasyarakat, khususnya di Jawa Barat.
(Pendam III/Siliwangi).






By: Hendra

Monday, December 17, 2018

Pangdam III/Siliwangi Kunjungi Yonif 315/Garuda

Bogor, 17/12/18. Setelah membuka dan memberikan pengarahan kepada Peserta Latihan Posko I Korem 061/SK, Pangdam III/Siliwangi melanjutkan kunjungan kerja ke Yonif 315/Garuda, Senin (17/12).

Dihadapan ratusan Prajurit Yonif 315/Garuda, Pangdam III/Siliwangi memuji keberhasilan dan berbagai prestasi yang telah diraih Yonif 315/Garuda saat melaksanakan Pengamanan perbatasan RI-PNG dari tanggal 22 November 2017 sampai dengan 29 September 2018 yang lalu.

Pada saat Kunker tersebut, Pangdam juga menyampaikan bahwa Yonif 315/Garuda akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas latihan dan sudah diajukan dalam Rencana Kerja dan Anggaran tahun 2019. Melalui fasilitas latihan tersebut, Pangdam berharap Prajurit Yonif 315/Garuda akan semakin profesional, jago tembak, jago bela diri, jago perang yang ditunjang oleh fisik yang prima, serta mampu melaksanakan Binter terbatas.

Menurut Pangdam, sebagai bagian dari prajurit Siliwangi yang terkenal dengan moto _silih asah, silih asih dan silih asuh_ serta memiliki kemampuan dalam ‘ngadu bako”-nya, Prajurit Yonif 315/Garuda harus mampu menjaga nama baik Siliwangi yang selama ini telah terbangun dengan baik  dan dicintai  rakyat, baik selama di _home base_ maupun di tempat tugas operasi.

Jika dibandingkan dengan Prajurit lainnya yang ditempatkan di daerah-daerah pelosok, Prajurit Yonif 315/Garuda harus senantiasa bersyukur.  Wujud syukur tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengabdian yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

Menyikapi kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang berdampak kepada pesatnya perkembangan media sosial, Pangdam berharap agar Prajurit dapat menggunakan media sosial secara bijak, yaitu senantiasa berpedoman kepada aturan yang sudah dikeluarkan baik intern TNI AD, maupun Undang-Undang  Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE).

Diakhir pengarahannya Pangdam mengingatkan agar Prajurit Yonif 315/Garuda agar tetap Profesional, Loyal tegak lurus, dan dicintai Rakyat.
(Pendam III/Siliwangi)







By: Hendra

Pangdam III/Siliwangi : “ Korem 061/SK Siap Bantu Pemda Dalam Menanggulangi terjadinya bencana Alam”

Bogor, 17/12/2018, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Tri Soewandono mengisahkan bagaimana pengalamannya ketika ditunjuk sebagai   Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) bencana alam gempa bumi dan tsunami di Palu.
Menurut Mayjen Tri Soewandono  yang baru beberapa hari menjabat Pangdam III/Siliwangi itu, terjadinya bencana alam, dapat mengancam dan menghentikan semua sendi-sendi kehidupan sosial. Seperti halnya kejadian bencana di Palu, semua infrastruktur rusak dan terhenti. Rumah sakit tidak dapat melayani pasiennya secara maksimal karena aliran listrik mati. Permasalahan bencana juga berkaitan dengan perbankan, pelayanan masyarakat, pasar dan distribusi barang.

Pengalaman Pangdam III/Siliwangi tersebut disampaikan kepada Peserta Latihan Posko I Korem 061/Surya Kancana, sesaat setelah Pangdam membuka Latihan Posko I Korem 061/Surya Kancana bertempat di Makorem 061/SK, Senin 17 Desember 2018.

Menurut Pangdam, bagaimana besarnya dampak yang diakibatkan oleh terjadinya bencana Alam ini, maka sebagai salah satu bentuk antisipasi perlu adanya peningkatan kemampuan komandan dan staf Korem dalam bidang perencanaan suatu operasi yang mencakup hal-hal keterpaduan, kerjasama dan koordinasi dalam pengambilan keputusan, teknik dan olah yudha,  pengintegrasian semua kemampuan yang dimiliki satuan, serta prosedur dan tata kerja yang berlaku dalam suatu Posko dan Kodal Operasi guna membantu tugas Pemerintah Daerah dan Kepolisian, khususnya dalam menghadapi permasalahan bencana alam.

Peningkatan kemampuan tersebut menurut Pangdam III/Siliwangi, salah satunya diperoleh melalui Latihan Posko I Korem 061/SK.

“ Hal yang demikian ini, perlu senantiasa dilatihkan mengingat secara geografis potensi terjadinya bencana alam di wilayah Jawa Barat, khususnya Korem 061/SK relatif tinggi. Untuk itu seluruh satuan kewilayahan jajaran Kodam III/Siliwangi harus selalu siap dan berperan secara aktif dalam membantu masyarakat yang tertimpa bencana alam “ ungkap Pangdam.

Latihan Posko I Korem 061/SK dengan tema : “Korem 061/SK Melaksanakan Operasi Bantuan Kepada Pemerintah Daerah di Wilayah Dalam Rangka Membantu Penanggulangan Terjadinya Bencana Alam" itu akan berlangsung selama tiga hari.

Hadir pada saat Upacara Pembukaan Latihan Posko I diantaranya Danrem 061/SK, Danrindam III/Siliwangi, Para Asisten Kasdam, serta Para Kabalak/Dansat jajaran Kodam dan Korem 061/SK. (Pendam III/Siliwangi).






By: Hendra

Tuesday, December 11, 2018

Kodam III/Siliwangi Selenggarakan Tradisi Paturay Tineung

Bandung,- Dalam rangka rangkaian kegiatan serah terima jabatan Pangdam III/Siliwangi dari Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr ( Han) kepada Mayjen TNI Tri Soewandono, Kodam III/Siliwangi  menggelar tradisi Paturay Tineung di Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Selasa (11/12).

Awal kegiatan laporan dari Komandan Pedang Pora kepada Pangdam III/ Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono bersamaan dengan masuknya pasukan Pedang Pora yang membentuk formasi dengan pedang terhunus dan mengarah keatas menandakan pelepasan Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) untuk menuju ketempat tugas baru sebagai Pangkostrad.

Dilanjutkan dengan penyerahan bunga sebagai ucapan terima kasih atas bimbingan dan arahan selama ini.
Selanjutnya, kami segenap Prajurit Kodam III/Siliwangi menyerahkan Cendra Mata " Pusaka Kujang "  sebagai ungkapan bahwa Prajurit Siliwangi selalu menegakkan kebenaran, kesucian dan hati nurani yang tulus.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono membacakan Iikrar, " saya beserta seluruh Prajurit Kodam III/Siliwangi  siap untuk melanjutkan tugas pengabdian kepada Bangda dan Negara yang kita cintai, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kesehatan lahir dan batin dengan sangat  Esa Hilang Dua Terbilang tetap  menjadi Sekeseler Siliwangi ".

Selanjutnya, Pangdam III/Siliwangi dan seluruh pejabat utama serta personil Kodam III/Siliwangi melepas keberangkatan Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) untuk menuju ketempat baru sebagai Pangkostrad.

Pada akhir kegiatan Pangkostrad Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) menerima hormat berjajar dan laporan dari anggota jaga dilanjutkan ucapan selamat jalan dan selamat melaksanakan tugas ditempat yang baru dari seluruh segenap Prajurit dan PNS Kodam III/Siliwangi
(Pendam III/Siliwangi).






By: Hendra

Jabatan Pangdam III/Siliwangi Diserahterimakan

Bandung,- Jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi resmi  diserahterimakan bersama dengan pejabat Balakpus lainnya di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) Jakarta, Senin (10/12).

Serah terima Jabatan Pangdam III/Siliwangi dan sejumlah pejabat Balakpus lainnya dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa.

Pada amanatnya, Kasad mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pejabat lama atas pelaksanaan tugas selama mengemban amanah jabatan dengan segala pengabdian dan dedikasi yang begitu besar kepada TNI AD.

" Kepada pejabat baru, saya mengucapkan selamat atas kepercayaan dan amanah Jabatan baru yang dipercayakan oleh pimpinan TNI AD.

“ Semoga dengan kepercayaan tersebut dapat membawa dan mengantarkan satuan-satuan yang Jenderal pimpin menjadi kearah yang lebih baik lagi, lebih maju dan dapat mempersembahkan karya terbaik untuk kepentingan pelaksanaan tugas-tugas TNI AD dan kejayaan Bangsa dan Negara, " kata Kasad.

Pergeseran Jabatan dilingkungan TNI AD menunjukkan bahwa reformasi birokrasi TNI AD terus berjalan seiring dengan meningkatnya profesionalitas SDM dilingkungan TNI AD.

" Kepada pejabat baru saya berharap agar kehadirannya dapat meningkatkan kinerja organisasi serta membawa perubahan yang lebih baik, " kata Kasad.

Setelah dilaksanakan serah terima tersebut,  maka Mayjen TNI Tri Soewandono resmi menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi yang baru, semula Mayjen Tri Soewandono menjabat sebagai Danpussenif Kodiklatad.

Bersama itu pula,
Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) resmi menjabat sebagai Pangkostrad.

Ditempat terpisah juga dilaksanakan serah terima Ketua Persit KCK PD III/Siliwangi dari Ny. Tari Besar Harto Karyawan kepada Ny. Wiwik Tri Soewandono langsung dihadapan Pembina Persit KCK Pusat Ny. Diah Andika Perkasa.
(Pendam III/Siliwangi)






By: Hendra