Friday, January 20, 2017

SYUKURAN & PENGUKUHAN PENGURUS PRAKTISI SENIKARYA INDONESIA PERIODE TAHUN 2017 - 2022 CIPAKU

Bandung kamis 19 Januari 2017 - Dalam rangka mengingat akan banyaknya seniman berbakat di Indonesia, Denny MS selaku penggagas PSI (Praktisi Senikarya Indonesia) menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi sekaligus Pengukuhan Praktisi Seni Indonesia beserta pengurusnya, sebagaimana ditujukan bagi para seniman Indonesia. Selain bertujuan untuk tetap menjaga hubungan dan tali persaudaraan antar seniman Indonesia, terbentuknya PSI juga untuk saling membantu seniman yang pada masa tuan hidupnya kurang beruntung.
Tentu kita masih ingat  kasus Pak Raden, seniman legenda yang telah mengisi hari-hari kita sejak kecil lewat tayangan Si Unyil. Sebagai masyarakat awam kita sudah diajarkan kearifan,  sekaligus dihibur  dengan tayangan karya Pak Raden tersebut. Tetapi setelah masa produktifnya lewat, masyarakat dengan mudahnya melupakan beliau. Nah, dengan terbentuknya PSI, kita semua berharap tidak ada lagi praktisi senikarya yang mengalami nasib serupa.         
Untuk lebih memperoleh banyak dukungan, terutama dari para pemangku kepentingan dan unsur pemerintahan.  Selain para seniman, turut hadir juga AA Umbara selaku Anggota DPRD Bandung. Pendangdut Senior Hetty Soendjaya, Dayu Ag, Pebrianto selaku Jaksa Muda dan masih banyak tokoh – tokoh utama lainnya.
Rangkaian kegiatan  yang dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Januari 2017 ini, diharapkan menjadi tonggak sejarah dalam mempererat tali silaturahmi dan saling menjaga kekukuhan keluarga seniman Indonesia. Lokasi kegiatan di Hotel Cipaku Garden, Jalan Setiabudhi – Bandung (arah Lembang depan UPI/IKIP – Bandung) yang dimulai pukul 13.00 – 17.00 Wib.

Dalam acara ini juga berbagai hiburan disuguhan dari seniman-seniman ternama dengan berbagai karya yang sangat spektakuler, Sebagaimana acara silaturahmi dan pengkukuhan, digelarnya acara ini juga untuk lebih menyebarluaskan terbentuknya PSI sebagai wadah dan bentuk apresiasi para seniman berbakat di Indonesia untuk layak mendapatkan kepedulian yang saat ini masih belum mendapatkan perhatian lebih, baik dari masyarakat maupun dari sesama seniman sendiri. Dengan gelaran acara pengukuhan ini,  ada secercah  harapan untuk membuka hati masyarakat agar memberikan perhatian khusus bagi para seniman Indonesia yang telah memberikan karya karya mereka kepada masyarakat Indonesia.

PSI (Praktisi Senikarya Indonesia) yang di gelar di Cipaku Garden Hotel, dalam rangka syukuran di hadiri tamu undangan Bpk irjen pol Drs ali johardi SH, Purn Letjen Alexander dari BNN, Ketua DPRD bandung barat Aa umbara, Dr teuku bustami, tak luput dampingan Kang Wiwi dan Ibu Lusi,  selaku Owner di Cipaku, dan para Artis Senior baik lokal dan Nasional,  Caca Handika, Dayu AG dan rekan artis lainnya ikut hadir dalam acara tersebut,   dalam hal ini juga menolak keras adanya NARKOBA, agar menjadi budaya seni yang sehat untuk Indonesia, dengan dukungan langsung dari BNN.

Dengan adanya PSI ini kedepannya untuk bisa menjungjung tinggi nilai-nilai Seni dan Budaya, serta dapat mencetak seni yang baik siap berdaya saing,  dan bisa mempertahankan seni dan budaya melalui Praktisi Senikarya Indonesia (PSI), yang selalu menghasilkan karya seni putra-putri bangsa hebat.


By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)

Tuesday, January 17, 2017

TOKO ROTAN DAN AMPERA BY PASS SOETA BANDUNG HABIS DI LALAP JAGO MERAH

Terjadi kebakaran di Toko Rotan, Rumah Makan Ampera dan sekitarnya wilayah By Pass Soeta Ranca Bolang Kecamatan Rancasari Kota Bandung,  kejadian selasa 17-01-17 sekitar pukul: 13:30 wib, menurut korban kebakaran (Ali), ketika dirinya membuka tenner dan meledak tersambar api dan membakar isi ruangan yang ada, sehingga api membesar dan panik,  pada akhirnya api tidak bisa di taklukan, api terus merambat di sekitarnya dan terjadi ledakan. Jago Merah terus membara dan menyambar Rumah Makan Ampera dan terus membesar menjilati bangunan yang ada di sekitarnya,  beruntung Pemadam Kebakaran datang dan menanggulangi kebakaran tersebut,  walaupun kondisi pemadam kebakaran kewalahan menaklukan jago merah, dan unit pemadam yang lain dalam perjalanan menuju lokasi, karena kurangnya unit pemadam kebakaran yang cukup. Tidak hanya itu pihak Kepolisian Rancasari juga ikut kerepotan dalam penanggulangan terjadinya kebakaran, untuk evakuasi warga,  agar tidak tersambar api.  Pasalnya kebakaran ini sulit di taklukan dengan kondisi angin yang cukup besar, dan ramainya warga dan masyarakat yang berlalu lalang untuk melihat kejadian kebakaran.

Lalu Lintas jalan Soeta pun di jadikan dua arah,  agar unit mobil pemadam kebakaran bisa leluasa menuju lokasi. Hal hasil lalu lintas menjadi macet panjang,  karena banyaknya masyarakat yang melihat di lokasi kebakaran. Kerugian sudah pasti mencapai milyaran rupiah. Terjadinya kebakaran karena minimnya kesadaran keselamatan kerja, penyedia keamanan tempat, hal ini di sebabkan kurangnya sosialisasi antara Pengusaha, aparatur pemerintah setempat,  dinas terkait dan Pihak Pemadam Kebakaran dalam memberikan arahan-arahan terhadap masyarakat tentang tata cara penanggulangan kebakaran.

By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)

Saturday, January 7, 2017

BPPT BANDUNG TIDAK BECUS, CAMAT REGOL KECOLONGAN D'BEST EXPRESS HOTEL MANIPULASI IZIN

D'Best Express Hotel Memanipulasi Izin, yang seharusnya peruntukan untuk Ruko dan Perkantoran dalam IZIN Membangun,  ternyata setelah jadi bangunan untuk Hotel. Saat di Investigasi langsung kamis 29-12-16 pukul: 14:15 wib, db D'Best Hotel yang berlokasi di Kelurahan: Cigereleng Kecamatan: Regol Jl. Moch Toha Kota Bandung, saat di temui security Hotel D'Best Express Hotel tidak mau banyak menjawab,  karena takut salah ucap,  hanya mengarahkan untuk menemui di kantornya,  karena ini hanya cabang,  dan saya juga sifatnya sementara saja disini,  hanya sebagai bantuan untuk keamanan. Setelah lama menunggu akhirnya managemen hotel tiba.  Angga Manager Hotel tidak mau menjawab panjang lebar,  walau dirinya  mengetahui sebenarnya statua D'Best Express Hotel ini,  bahwa dalam pembangunan hotel ini tidak sesuai peruntukan,  karena dirinya (angga) hanya di bayar untuk bekerja bagaimana caranya D'Best Express Hotel laku dan ramai, masalah perizinan tentu yang bersangkutan langsung Pemilik Hotel (Owner), karena saat ini tidak ada di tempat,  sedang ke luar negeri (Inggris) dalam rangka liburan tahun baru. D'Best Express Hotel baru berjalan 3 (tiga) minggu,  memiliki 32 kamar, dengan karyawan sekitar 50 orang, dengan harga promosi 300 ribu/kamar,  dan sudah lebih 20 kamar terpakai setiap harinya, dan saya harus berusaha bagaimana caranya hotel ini ramai dan banyak konsumen, terus mengembangkan kedepannya, karena saya di gaji untuk itu "tutur angga.

Dari pembangunan sampai berdirinya hotel yang tidak sesuai peruntukan ini, tidak ada teguran dari dinas setempat ataupun terkait, ironisnya lagi ada pembiaran. Jelas dalam hal ini pihak-pihak yang terlibat tutup mata dan telinga,  dan tidak mungkin pengawasan di lapangan tidak tahu. Bangunan yang berdiri megah Hotel sudah beroperasi,  maka dari itu Pemkot Bandung harus menindak tegas,  tidak menutup kemungkinan perijinannya pasti banyak kekurangan.

Dalam hal ini pihak kecamatan belum mengetahui tentang bangunan D'Best Express Hotel yang sebenarnya itu untuk Ruko/Perkantoran, jelas tugas Pol PP Trantib Kecamatan Regol yang harus melakukan cek dan ricek di wilayahnya, atau mungkin ada unsur kesengajaan pembiaran hal ini,  karena tidak mungkin pembangunan sebesar ini tidak tahu., ada apa sebenarnya dengan pihak kecamatan regol...? Walaupun dalam keluarnya perijinan bukan wewenang kecamatan,  tapi ada di BPPT Kota Bandung.


By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)