Tuesday, June 30, 2015

KABUPATEN BANDUNG "LEMAHNYA PENGAWASAN DAN TINDAKAN HUKUM" DALAM PERIJINAN

Ditemui Hari Senin 22-06-15 pukul 13:05 Kantor Bupati Kab Bandung "Dadang M Naser" tidak ada ditempat "sedang Umroh" menurut Vena (Sekpri Bupati Kab Bandung). Yang pada saat itu sedang membicarakan rencana Tarawih Keliling untuk Tanggal 29-06-15
Mengenai acara Tarawih Keliling untuk Bupati Bandung "Dadang M Naser" diduga sebagai acara Tebar Pesona, dirinya mencalonkan Bupati kembali pada Pilkada Serentak nanti.

Kabupaten Bandung yang sampai saat ini masih SEMRAUT, dalam Infrastruktur Penataan Tata Kota, serta perijinan untuk perindustrian, pabrik, toko modern dll masih tidak mengikuti aturan Undang-undang, dibiarkan dan lemah dalam pengawasannya.

Sebagai Bupati di Kab Bandung "Dadang M Naser" yang memiliki kebijakan untuk Intansi/Lembaga Pemerintahan Daerah dibawah Intruksinya , dirinya harus tegas dan jangan lemah dalam PENGAWASAN Internal dan External.

Pengawasan yang lemah memberikan kecerobohan kepada masing-masing Intansi/Lembaga terkait sesuai dengan fungsinya dalam menjalankan tugas masing-masing. Hal ini sering terjadi dan terus terjadi di Kabupaten Bandung. Membangun Gudang, Pabrik tidak menempuh prosedur. Penerbitan PerIjinan selalu diabaikan "membangun dulu baru urus perijinan".

Toko Modern yang ada di Kabupaten Bandung rata-rata loncat dari Aturan dan Prosedur yang sudah ditetapkan sesuai dengan Peraturan Daerah. BPMP "Badan Penanaman Modal Perijinan" Kab Bandung, Kabid "Dian" ketika ditemui menjelaskan dirinya tidak pernah menandatangani satupun Penerbitan Ijin tentang Toko Modern di Kab Bandung. Hal ini sangat membingungkan dirinya, sementara PKL ditertibkan oleh SatPol PP karena ILEGAL dan mengganggu, disisi lain Toko Modern yang jelas ILEGAL dibiarkan berjalan tanpa ada teguran dari Intansi terkait. Ironis ini menjadikan Kesenjangan Sosial di masyarakat dan perlakuan DISKRIMINASI "tidak adil" bagi wong cilik.

By;Hendra (Ina-Ina)

Monday, June 29, 2015

BULOG DIVRE CIAMIS MANDUL"RASKIN DIKUTIL BAJING LUNCAT" CUEK...!!!

Ketika dikonfirmasi wartawan Senin 29-06-15, Kantor Bulog Sub Divre Ciamis Jabar. Cecep P "Kasub", tidak ada di tempat. Menurut satpam "Didi Rustandi" bahwa Kasub "Cecep" sedang ada tamu, untuk dipersilahkan menunggu., selang beberapa menit Humas "Umar"menghampiri dan menanyakan keperluannya,,? 


Kami menjelaskan ingin menemui Kasub Divre, dan ingin konfirmasi seputar raskin yang mencakup wilayahnya. Humaspun berkata Kasub sedang sibuk tidak bisa di ganggu., kitapun minta kembali bahwa ini menyangkut wewenang Kasub, Humaspun berkata "saya wakilkan karna saya humas disini". 

Dan kami jelaskan kembali bahwa kami perlu wawancara dengan Kasub, dikarenakan Kasub sudah mengetahui apa yang akan saya pertanyakan, Humaspun beranjak ke ruangan Kasub, dan berkata bahwa Kasub sudah pulang Jam 15:00 tadi, dikarenakan ini bulan puasa, Umar (Humas Divre) siap pasang badan dengan alasan dirinya akan pensiun dalam waktu dekat.

Kasub Divre Ciamis (Cecep) tidak Proaktif dalam menyambut wartawan dan tidak bisa memberikan keterangan dengan jelas.


By;Hendra (Ina-Ina)



Thursday, June 25, 2015

KAPOLDA JABAR IRJEN POL MOECHGIYARTO MEMANTAU JALUR MUDIK LEBARAN 2015

Kapolda Jabar Irjen Pol Moechgiyarto bersama pejabat utama Polda Jabar, hari kamis 25-06-15 melakukan pengecekan jalur tengah dan selatan di wilayah Jabar, yang akan dipakai saat musim mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2015.

Jalur yang akan dipantau Kapolda beserta rombongan mulai dari Purwakarta, Sadang, Cipeundeuy, Cileunyi, Nagreg, Limbangan, Tasikmalaya, Singaparna, dan Kabupaten Garut.

Dan sekira pukul 11.10 WIB, Kapolda beserta rombongan tiba di daerah Cileunyi tepatnya di Pos Terpadu Sat Lantas Cileunyi, yang sebelumnya mengecek langsung jalur Cikopo dan Cipeundeuy Subang, Kapolda meminta jajarannya untuk bermasyarakat dalam tugas, agar masyarakat merasa aman dan nyaman, bila ada penyebrang jalan harus di sebrangkan, dan bila ada pengendara yang tidak pakai helm harus di tegur, atau ditindak.

Kini, Kapolda Jabar sedang mendengarkan paparan Kapolres Kab Bandung, AKBP Erwin Kurniawan, tentang kesiapan wilayahnya menghadapi arus mudik dan arus balik, setelah mendengarkan paparan, Kapolda bererta Rombongan akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah wilayah jalur selatan.

By;Hendra (Ina-Ina)

Friday, June 19, 2015

JPL (Jasa Prima Logistic) JABAR "PEMBUAL BESAR" RASKIN DI PERMAINKAN

Ketika di konfirmasi wartawan Hari Jum'at 19-06-15 pukul 10:00am, Humas Divre Jabar Bandung "Wahyu" menjelaskan dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, dan menganjurkan untuk mengkonfirmasi Kasub Divre "Cecep Panji Nandia" yang berada di Ciamis, karena memang itu tugas dan wilayahnya sesuai dengan otoritas kerja masing-masing, lalu apa fungsi perwakilan Divre Jabar Bandung...???

Pada dasarnya penyimpangan Raskin wilayah Garut (dirinya) "Wahyu" sudah mengetahui jauh sebelum menjadi Humas Divre Jabar Bandung. Bahkan sudah pernah membuntuti dan mengetahui adanya penyelewengan RASKIN, namun dirinya tidak bisa berbuat apa-apa. Dan beranggapan bahwa ini sudah menjadi Jaringan Intansi yang terkait, wahyupun sudah hapal wilayah garut sangat sulit untuk di benahi.

Humas Divre Jabar "Wahyu" juga mengarahkan untuk membicarakan Penyimpangan Raskin kepada JPL (Jasa Prima Logistic) sebagai Angkutan Mitra Bulog Jabar yang paling bertanggung jawab dalam Jasa Angkutan, jelas Penyelewengan Raskin terjadi dalam area angkutan transportasi. Dan ingin tahu apa tindakan JPL dalam menyingkapi hal ini, apakah pihak JPL bisa bertindak cepat ...??? kepada Mitra Angkutan yang merugikan, diketahui Bulog sendiri dan JPL selaku Mitra Angkutan Jasa Transportasi pengiriman RASKIN.

Pihak JPL pun "RamaIjon" selaku Leader Kepala Perwakilan Jabar, tidak mengelak bahwa dirinyapun sudah di wanti-wanti dalam kerawanan Angkutan Wilayah Garut dan sekitarnya, RamaIjon "JPL" terkejut ketika dijelaskan oleh Wartawan bahwa garut diluar dugaan dan sampai nekat seperti ini dalam Penyelewengan Raskin yang dimainkan wilayah garut, "Dengan melakukan tindakan seperti ini sungguh diluar dugaan" tutur RamaIjon, dan ingin mengadakan Perubahan dalam Managemen JPL sendiri, kemungkinan besar JPL diduga pura-pura tidak tahu dengan permainan mitranya di angkutan, hanya saja tidak bisa menindaknya sehingga menjamur tindakan penyelewengan RASKIN.

Dirinya mengatakan untuk bisa merubah agar tidak terjadi penyelewengan Raskin akan merubah tarif Ongkos Jasa Angkut, dari 37, 38 sampai 40perak/kg yang saat ini berjalan sebagai upah angkut dari gudang sampai titik distribusi, rencana akan dinaikan tarif ongkos menjadi 80perak/kg, harapannya agar tidak terjadi lagi penyelewengan di jalan saat dalam pengiriman sampai distribusi "Desa", bila hal ini bisa disetujui oleh pihak Bulog Sub-Divre, padahal sebelumnya di  Tahun 2008 ongkos distribusi angkut sampai ke Desa 90 perak yang pernah di kontrak langsung dengan supir angkut raskin.


By;Hendra (Ina-Ina)


Ii

Monday, June 15, 2015

BULOG CIMINDI "JOKOWI" RESMIKAN OPERASI PASAR MENJELANG PUASA

Senin 15-06-15 pukul 11:00am dini hari, RI 1 Jokowi meresmikan Operasi Pasar di Bulog Cimindi Bandung, setelah mampir di STPDN Jatinangor Sumedang.

Jokowi menuju Gudang Bulog Cimindi untuk meresmikan Lounching Operasi Pasar Beras dan Gula guna memastikan Stock Bulog Jabar siap dalam menjelang Puasa ini untuk kebutuhan masyarakat Bandung Jabar.

Walaupun penjagaan ketat oleh Paspampres, jokowi tetap menunjukan kesahajaannya dalam menyambut masyarakat Cimahi, dan memberikan Cindramata berupa buku untuk siswa SD, juga baju untuk ibu-ibu Cimahi yang perebut ingin menyalaminya.

Suasana yang ramai dan berjubel, tidak mengurangi konsentrasi Jokowi dalam menyambut masyarakat Cimahi dengan keramahannya, dan terlihat penjagaan kerepotan menghadapi ramainya masyarakat Cimahi yang ingin mendekat langsung untuk melihat Presiden RI, Jokowi tetap tersenyum dan memberikan ruang waktu untuk mereka.

Rama "Direktur JPL" menjelaskan Lounching Bulog ini termasuk pelepasan armada baru sebanyak 7 unit, yang diperuntukan untuk angkut Raskin. Walau tahu bahwa armada yang baru dilepas ini kurang maksimal dalam mengangkut raskin berkapasitas 5 ton. Tapi kedepannya akan berjalan armada JPL akan memakai BOX tidak truck terbuka, guna lebih aman "tuturnya".

By:Hendra (Ina-Ina)

Saturday, June 13, 2015

BNPT DAN FKPT JABAR ADAKAN SEMINAR PEMBERDAYAAN MEDIA MASSA

Sabtu 13-06-15 BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) dan FKPT (Forum Koordinasi Pencegahan Teroris) JABAR mengadakan Seminar Pemberdayaan Media Massa di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang pukul 07:00 dini hari s/d selesai.

BNPT lahir di Indonesia tahun 2010 dan Setingkat Mentri di bawahi langsung President, Penanggung Jawab BNPT oleh BrigJenPol. Drs H.Herwan Chaidir, konsep dan strategi BNPT adalah Penanggulangan dan Pencegahan Terorisme yang ada di Indonesia yang bersifat mengganggu Ketertiban dan Keamanan Negara.

FKPT perpanjangan dari BNPT, FKPT Jabar di Ketua oleh Bp.R Hendra Mulyana SH selaku Koordinasi Pemantauan gerakan Teroris yang ada di Jabar bekerja sama dengan elemen Ormas dan LSM dan Masyarakat Jabar Kota/Kab.

Seminar Pemberdayaan Media Massa diadakan untuk pemahaman dan pencegahan teroris, yang melibatkan masyarakat jabar, dihadiri oleh Bpk Mulyono Kabidmas Kesbangpol, Bpk Drs. AKBP Abdul Muis Kasubdid KemeNag Polda Jabar untuk memberikan Penjelasan terhadap gerakan Teror di Jabar.

Hadir juga Bpk Erwin Kustiman PWI Jabar RED PR memberikan penjelasan peran serta Journalis terhadap muatan pemberitaan yang berimbang, dan Nara Sumber Bpk Nasir Abas asal Singapore yang besar di Malaysia, Nasir Abas adalah Mantan Anggota Teroris yang cukup dikenal dimasanya, Imam Samudra salah satu Muridnya. Nasir Abas berbagi pengalaman pada saat dirinya menjadi anggota teroris yang penah mengecam pendidikan Akmil di Afganistan thn 1990/1993. Diapun sempat mendirikan Camp di Mendanau/Morow dan melatih Filiphina dan Thailand untuk Anggota Teroris, Nasir Abas salah satu anak didik Abu Bakar Ba'sir, yang saat ini telah menyadarinya bahwa Gerakan Terorisme salah.

Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk pencegahan teroris yang ada, dan diharapkan masyarakat peka terhadap gerakan yang bersifat mengganggu keamanan Lingkungan dan Negara. Dengan harapan menciptakan ketertiban dan keamanan lingkungan.

By;Hendra (Ina-Ina)

Wednesday, June 10, 2015

LINGKUNGAN KOTOR AKIBAT URUGAN LIAR

Urugan liar yang mencemarkan lingkungan sangat mengganggu, karena membuat udara kotor dan jalan kotor. Urugan ini diperuntukan untuk pembuatan Gudang yang terletak di Desa Bojong Emas Kecamatan Solokan Jeruk.

Desa Bojong Emas yang Kepala Desanya sedang Pelik, dan tidak aktif karena proses hukum yang ia jalani di Polres Soreang, "terlilit hutang" dan menyebabkan dirinya terjerat hukum, dan masih dalam proses sudah 5(lima) bulan lebih meninggalkan jabatannya "Asep Sutigno" sebagai Kepala Desa Bojong Emas sudah tidak mengurusi Roda Pemerintahan Desa.

Sehingga pemerintahan desa makin semraut, tanpa ada PJS (Pejabat Sementara), untuk meneruskan roda pemerintahan desa untuk melayani public. Selasa 30-06-15 pukul 14:00-, du temui Ai "Kaur Ekonomi" Desa Bojong Emas bertugas seorang diri tanpa ada staff yang lain, alasannya sudah pada pulang dikarenakan kondisi Desa Bojong Emas memang seperti ini.

Dirinya juga membenarkan tanpa ada PJS di Desa segala sesuatunya tersendat, karena Kepala Desa yang memiliki kebijakan dan putusan di desa. Dan sampai saat inipun untuk menyelesaikan mengenai anggaran desa tersendat, karena untuk desa bojong emas ini kami semua perangkat harus menangani public "kebutuhan masyarakat", perangkat siapa saja boleh "asal sempat dan ada waktu".

Mengenai anggaran yang menyangkut keputusan Kepala Desa itu masih bingung, dan memang desa bojong emas ini selalu tertinggal,"tutur Ai". Pihak Kecamatan tidak dengan segera membentuk PJS untuk Desa Bojong Emas, padahal ini penting untuk masyarakat.

Seorang Kaur Ekonomi "Ai" ketika ditanya oleh wartawan dirinya hanya menjawab tidak tahu "karena baru". Dan mengenai proyek urugan yang sedang berjalan sudah 2(dua) bulan, dirinyapun tidak tahu untuk apa itu di bangun...???