Wednesday, March 8, 2017

AGUS RAMLAN KORBAN MALL PRAKTEK RS RAJAWALI dan CICENDO BUTA PERMANEN "Kembali Bersabar Tunggu Putusan PN Bandung"

Kembali di gelar kasus mall praktek yang menyebabkan Agus Ramlan Buta Permanen selama 20 Tahun pada hari rabu 07-03-17 pukul: 09:15 wib, Agus Ramlan kembali mengelus dada, setelah megikuti Mediasi dengan para tergugat, yang dipimpin oleh Kepala Pengadilan Negeri Kota Bandung (Budi Santoso).

Agus yang pada saat itu baru keluar dari  Ruang Mediasi sekitar pukul: 12:30 wib menyatakan keluh kesahnya kepada kami tentang kekecewaannya, dan mengungkapkan bahwa dia harus menunggu seminggu lagi.

Persolan di karenakan dari pihak tergugat I (satu) Dr Maryono  dan tergugat II (dua) RS Rajawali, belum ada kesepakatan dalam hal pelaksanaan putusan MA tertanggal 25 Agustus 2016, dimana gugatan kasasi tersebut kedua belah pihak diwajibkan untuk membayar ganti rugi kepada penggugat sebesar jumlah Rp 750.000.000..

Hal ini terurai dalam pernyataan yang disampaikan oleh Dr Maryono yang menyatakan pada saat ini tergugat I (satu) ini baru memiliki uang sebesar Rp 100 000 000.- sehingga belum bisa untuk membayar uang ganti rugi kepada Agus Ramlan, padahal surat pemberitahuan untuk pelaksanaan putusan MA ini sudah dikirim jauh-jauh hari.

Akhirnya Pimpinan PN Kota Bandung (Budi Santoso) menjawab, "bahwa hal ini dilaksanakan tanggung renteng dengan pihak RS Rajawali adapun pembagiannya diserahkan kepada pihak Tergugat". Dari pihak tergugat II (dua) mengakui dan menyatakan kebenarannya dari apa yang disampaikan Pimpinan Mediasi di PN Bandung, dan menyatakan agar Dr Maryono untuk segera berkomunikasi dengan pihak RS Rajawali agar bisa berkomunikasi dan berbagi pos keuangan untuk membayar ganti rugi kepada Agus Ramlan yang sudah di rugikan cukup lama sejak tahun 1992 sampai saat ini,  agar bisa dilakukan sesuai putusan MA, yaitu tanggung renteng dan di bayar seketika.

Hal tersebut di benarkan dan di jelaskan kembali oleh Budi Santoso dan akhirnya diputuskan agar pelaksanaan putusan MA ini di tunggu sampai Hari Selasa depan tanggal 14 Maret 2017 dan menegaskan kepada pihak tergugat I (satu) dan II (dua) untuk berkoordinasi dengan baik dan segera menyiapkan  kewajibannya, dan jangan berlarut-larut lagi.


By: Asep KW

Sunday, March 5, 2017

SAMPAH PASAR BALEENDAH KEMBALI JAYA DAN MENGGUNUNG SETINGGI ATAP GENTENG RUMAH

Saat di tinjau langsung ke lokasi Pasar Baleendah Kabupaten Bandung, minggu 05-03-17 pukul: 13:15 wib, betapa Ironis melihat situasi pasar tersebut yang begitu parahnya tumpukan sampah menghabisi hampir halaman bongkar muat pasar. Dasyatnya SAMPAH PASAR BALEENDAH Kabupaten Bandung, setinggi hampir rata dengan genteng rumah, ketidak becusan Pengelola Pasar dan Dispertasih Kabupaten Bandung yang kurang respect dalam pengelolaan sampah pasar ini, menjadi pemendangan yang tidak sedap.

Hal ini selalu terjadi dan terus berulang, di anggap biasa saja, padahal dampak dari sampah banyak membawa penyakit dan pemandangan yang cukup menyedihkan. Dalam kepedulian sampah harus di gerakan mengingat musim penghujan dan banjir di sejumlah wilayah kabupaten bandung,  dengan adanya aliran sungai tidak baik dan drainase yang cukup buruk, di tambah sampah yang cukup membeludak sampai menggunung, sampai belatung bertebaran ke jalan dan lalat  yang terbang berhamburan tapi menjadi pemandangan yang sangat buruk. 

Menurut pedagang pasar,  sampah pasar sudah sangat menghawatirkan dan meresahkan kami para pedagang, sampai halaman bobgkar muat barang saja hampir habis,  dan sulitnya untuk melakukan bongkar barang. Untuk kios permanen per tahun Rp. 100.000, untuk balik nama kios sekitar Rp. 1.000.000 restribusi tetap di ambil harian. Pungutan Restribusi harian sebesar Rp. 3000, biaya listrik Rp. 50.000 s/d Rp. 70.000 per bulannya,  dan sementara pengelola pasar baleendah sendiri tidak pernah tanggap dalam keluhan pedagang, khususnya kebersihan.

Pengelola Pasar hanya menjanjikan pepesan kosong mengenai pengangkutan sampah pasar, bila di tanya oleh pedagang selalu mengalihkan permasalahan ini kepada Dinas Dipertasih Kabupaten Bandung, dengan alasan yang kadang tidak masuk akal, para pedagang juga sudah bosan dengan janjinya, pengelola pasar hanya memikirkan uang restribusi pedagang saja, sementara pedagang tidak pernah susah dalam menarik uang kebersihan, tetapi kebalikannya sampah selalu di abaikan, harapan pedagang mengenai hal seperti ini baiknya ada kerja sama yang baik antara pengelola pasar dengan dinas terkait agar sinergis "tutur pedagang.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

ANDRI SALMAN DIRUM PD PASAR AROGAN DENGAN MELARANG MASUK DUA KABID DAN MENYEGEL RUANGAN

Direktur Umum dan Keuangan (Andri Salman) PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, cekal 2 (dua) orang Kabidnya Kabid Aset (Pengelolaan dan Pemeliharaan Asset) dan Kabid PPI (Pengembangan Produk dan Investasi) lewat security untuk di melarang ngantor masuk kerja, sementara masih status jelas sebagai karyawan, dalam hal ini seorang Direktur Umum (Andri Salman) PD Pasar terkesan Arogan dan tidak Profesional sebagai pimpinan. Kejadian bermula hari rabu 08-02-17, menginstrusikan kepada security kantor PD Pasar, untuk berjaga di depan kantor dan melarang Kabid Aset (Ir. Budianto Purba)  dan Kabid PPI (Ambrosius Dwi H, ST) untuk masuk kerja serta memasuki ruangan.

Sadar akan dirinya di halangi tidak di ijinkan masuk untuk bekerja oleh security PD Pasar Bermartabat atas perintah Andri Salman secara lisan kepada keamanan,  maka kedua kabid balik kanan. Keesokan harinya dua kabid ini kembali ngantor kamis 09-02-17, dan mendapatkan perlakuan yang sama seperti kemarin penolakan, di larang masuk kerja dan ruangan sudah di segel "menurut kabid Aset dan PPI.

Kedua kabid melayangkan Surat Klarifikasi yang sudah di persiapkan kamis tertanggal 09-02-17 untuk Pimpinan PD Pasar Bermartabat, perihal alasan dirinya di cekal dan di larang masuk kerja, sementara masih status jelas karyawan, dan batas waktu senin 13-02-17 untuk balasan jawaban suratnya. Sementara sampai saat ini tidak ada tanggapan dan penjelasan dari pihak Satuan Pengawas Internal maupun jajaran Direksi PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung, mengenai penolakan atau larangan akan dirinya untuk beraktifitas bekerja di kantor, bahkan mereka (kabid) merasa pimpinan tidak profesional dan di nilai permainkan harga diri karyawan selaku bawahan serta dzolim memperlakukan pekerja semena-mena tanpa ada kejelasan dan kepastian, sementara status masih karyawan PD. Pasar.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, March 4, 2017

KEJAR PROFIT PD PASAR BERMARTABAT BANDUNG TABRAK ATURAN

Saat di temui langsung pada hari selasa 21-02-17 pukul: 12:15 wib, Vekki (Humas dan Hukum) PD. Pasar Bermartabat Bandung menjelaskan, Dirut sedang tidak ada di tempat, dengan alasan sibuk dan tidak bisa di temui dalam waktu singkat, dengan konteks laporan harus valid tentang pengaduan, dirinya juga mengapresiasikan bahwa pemberitaan harus imbang. Dari awal di lantik sampai sekarang sudah 6 (enam) bulan,  para direksi penuh kesibukan, di karenakan banyak permasalahan di lapangan dan harus di selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,  dengan adanya direksi yang baru ini, pasar banyak perubahan, Pd Pasar berjalan berdasarkan Perwal Produk tahun 2008, maka dari itu berjalan sesuai dengan perwal,  kendala di lapangan banyak terjadi dalam hal income dan outcome, dan masih dalam terus di genjot "pedagang yang memiliki kios lebih dari satu, hanya membayar 1 kios dan ini sangat berpengaruh untuk pendapatan kami "menurut vekki.

Penyertaan modal 18 M angaran tahun 2015 hanya di peruntukan untuk biaya pembangunan pasar,  tidak di peruntukan operasional. Sebanyak 40 Pasar asset pemkot hanya beberapa saja yang sudah jadi sertifikat,  selebihnya belum ada,  dan masih di akselerasi,  karena aset yang sudah di pisahkan menjadi perusahaan daerah yang sebelumnya aset kedinasan,  dan sedang di genjot dalam memberikan profit untuk pendapatan daerah. Income tidak berbanding dengan operasional cost, dari jumlah 17 ribu pedagang, yang di tarik hanya 2 ribu pedagang, dengan alasan tidak berjualan dan tutup dari 40 pasar sekota bandung. Sementara biaya operasional meningkat dan Bila di cover semua seperti dengan benar asuransi, listrik, pbb, pajak maka akan mines dalam penghasilannya.
Maka PD. Pasar Bermartabat tidak mematuhi sedikit aturan yang berlaku,di bayangkan bila semua itu di lakukan,  tentu akan berpengaruh dalam hal pendapatannya. Sementara saya pribadi (Vekki) gaji saja masih di bawah dengan jabatan yang sekarang,  tapi saya enjoy saja dan berusaha terus untuk bekerja,  karena saat ini dapur saya si PD. Pasar Bermartabat, demi mengejar income agar dapat maksimal profitnya untuk pandangan bisnis, maka harus bisa di perhitungkan, walaupun saya tahu dan mengerti masalah ini di picu oleh siapa "tuturnya.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, March 3, 2017

PEMKOT BANDUNG BIARKAN MONOTEL HOTEL RAMPAS HAK PENGGUNA JALAN

Monotel Hotel yang terletak di Jl. Dewi Sartika No18 code pos 40251 Kota Bandung, dan sudah beroperasi sejak Juli 2016 dengan bangunan tinggi 4 (empat) lantai dan berjumlah 27 kamar, sewa kamar bervariasi dari harga 250 - 500 ribu/kamar. Terlihat Monotel Hotel berdiri di tengan kota yang berdekatan dengan Mall, dan Mesjid Agung Bandung,  saat di Investigasi selasa 17-01-17 pukul: 14:35 wib.

Irawan sang Owner Monotel Hotel tidak ada di tempat,  dan hanya petugas Reseptionis Hotel yang sedang menunggu tamu untuk menginap. Monotel Hotel sangat merugikan pengguna jalan lainnya,  pasalnya fasilitas umum jalan raya, yang sementinya di nikmati dan di gunakan untuk umum,  malah di salah gunakan untuk Parkiran Kendaraan Tamu yang akan menginap atau mengunjungi Monotel Hotel.

Hal ini terlihat jelas fungsi yang sudah tidak sesuai peruntukan, dan Pihak Dinas Terkait,  termasuk Walikota Bandung tidak merespon akan hal ini,  yang artinya tidak bisa menertibkan secara menyeluruh dalam pelaku pelanggaran dalam otoritas wilayahnya. Ini akan menimbulkan kecemburuan sosial untuk yang lainnya,  dengan contoh yang ada,  bahwa Walikota Bandung jangan tebang pilih dalam melakukan tindakan tegas untuk menertibkan.


By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)

SMAN 1 BOJONGSOANG ABAIKAN MURID BELAJAR "Memilih untuk PIKNIK"

SMAN 1 BOJONGSOANG  Kabupaten Bandung Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang telah mengadakan Study Tour (Piknik) pada hari minggu 26-02-17 pukul: 23:00 wib yang semestinya tidak di lakukan pada saat para pelajar mengikuti wajib belajar,  siswa kelas 11 seluruhnya kumpul persiapan berangkat ke Jogya, di ikuti oleh para guru dan Kepala Sekolah (Opan Sofwan) dan jajaran guru yang lainnya. Sebanyak 6 (enam) kelas dan jumlah 156 siswa/siswi sekolah mengikuti study tour selama 3 (tiga) hari dalam kunjungannya ke Jogya pada hari dan jam belajar Senin, Selasa, Rabu, yang semestinya para siswa wajib mengikuti belajar di sekolah duduk di kelas.

Di jumpai langsung sekolah SMAN 1 Bojongsoang, saat di konfirmasi selasa 28-02-17 pukul: 10:50 wib, guru membenarkan adanya kegiatan tersebut, dan terlihat para siswa lebih asik ngobrol dengan yang lain, dengan jumlah pengajar sebanyak 46, hanya sisa 11 guru,  selebihnya ikut rombongan ke JOGJA, dan ada juga guru yang tidak hadir,  di karenakan tidak ada jadwal mengajar,  sekitar 22 guru ikut meramaikan aksi jalan-jalan study tour kelas 11 (sebelas), termasuk Kepala Sekolah (Opan Sofwan) selaku penanggung jawab sekolah dan yang punya kebijakan, meninggalkan tanggung jawabnya selama proses mengajar dan belajar terhadap siswa/siswi yang lain.

Seperti itik kehilangan induk, sehingga situasi lingkungan sekolah menjadi tidak karuan, dan banyak siswa/siswi yang terlantar memilih nongkrong di sekolah,  karena jam belajar tidak maksimal,  cenderung lebih banyak bermain,  seperti taman kanak-kanak. Walaupun ada segelintir guru yang hadir, di karenakan ada ujian praktek kelas 12. Para siswa di pungut bayaran 1.000.000 per siswa untuk mengikuti Study Tour (Piknik) menuju Jogja selama 3 (tiga) hari kerja senin, selasa dan rabu malam yang rencananya kembali ke bandung,  yang semestinya itu tidak perlu di lakukan,  mengingat mereka semua harus banyak belajar dalam ruangan kelas, apapun alasannya pihak Kepala Sekolah (Opan Sofwan) SMAN 1 Bojongsoang dan para guru yang ikut serta,  telah mengabaikan anak murid didiknya dalam masa belajar dan mengajar, dan jelas itu hak mereka, tidak perlu membawa para muridnya untuk study tour (piknik) pada saat yang tidak tepat, khususnya dalam masa belajar saat jam kerja, kuat dugaan program study tour sekolah hanya alasan saja untuk meraup keuntungan pribadi.


By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, March 2, 2017

FELLA GOLF BANDUNG PEDULI WARGA KORBAN BANJIR

Dalam Rangka Milad  nya Hari jadi yang ke 35 tahun  FELLA GOLF  Bandung "Berbagi Kepedulian terhadap Korban banjir". Memasuki musim penghujan, warga yang berada di sekitar bantaran Sungai Citarum tampaknya harus bersiap menghadapi musibah banjir tahunan. Sebenarnya, pemerintah baik pusat maupun daerah sudah mengupayakan untuk mengendalikan banjir yang sering menyergap kawasan di Bandung Selatan.

Salah satu upaya pemerintah itu yakni dengan akan membangun kolam retensi di Kampung Cieunteung yang dianggap mampu mengendalikan luapan air di Sungai Citarum, Selain hal tersebut para donatur yang peduli terhadap korban banjir mulai peduli dan turut serta berbagi kepeduliannya, salah satunya  FELLA GOLF Bandung. Dalam Rangka Miladnya hari jadi yang ke 35 tahun  FELLA GOLF  Bandung, dalam usia ke 35 tahun tampak berbagi  kepedulian  terhadap korban banjir Bojongsoang khususnya, dan kabupaten bandung pada umumnya.

Beberapa kegiatan  sosial di beberapa daerah FELLA GOLF  Bandung turut juga peduli terhadap Bencana Nasional  di  Gunung Sinabung tanah Karo Sumatera.Pada hari ini tanggal 2 maret 2017  pengurus  FELLA GOLF  Bandung   bersama  panitia mencoba merasakan kepedihan yang di alami warga desa bojogsoang, yang hampir setiap tahun mengalami musibah banjir . Panitia dan seluruh pengurus  FELLA GOLF Bandung  sebagai bentuk keprihatinan dan empati sedalam - dalamnya, bisa berbagi dengan memberikan bantuan. Dan semoga bermaanfaat untuk semuanya juga bisa  menjadikan sedikit  berkah untuk warga desa bojongsoang yang mengalami musibah banjir  pada saat ini.

ROY MARJUKI  sebagi ketua  menuturkan kepada media "saya turut prihatin dengan musibah banjir  yang menimpa warga bandung selatan, khususnya warga desa bojongsoang ini, semoga tuhan bisa memberikan kekuatan  kepada seluruh warga yang terkena musibah banjir dan bantuan kami semoga bisa bermanfaat". 
Teguh selaku pengurus juga menjelaskan “ FELLA GOLF  Bandung yang terdiri dari 200 anggota member, setiap memperingati hari jadi  FELLA GOLF  Bandung,  kita setiap tahunnya membuat acara bukan hanya hura - hura main Golf dan senang - senang  kami juga ada kegiatan sosial  berbagi, dan di beberapa daerah  bencana khususnya bojongsoang  kabupaten bandung untuk peduli kepada korban Banjir “tegasnya. Hal senada juga di tuturkan oleh Ibu ida selaku pengurus FELLA GOLF  Bandung “semoga bisa bermanfaat  dan barokah untuk semuanya dari kami FELLA GOLF  Bandung “pungkasnya. Di sisi lain menurut kepala desa bojongsoang “saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pengurus  FELLA GOLF Bandung  atas bantuannya yang sudi peduli kepada warga kami dan mudah – mudahan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena bencana banjir ini “.



By: Wahyu Sunda Pos (Ina-Ina)