Saturday, December 17, 2016

BBWS UMBAR JANJI PEMBAYARAN TANAH WARGA CIENTEUNG KAB BANDUNG MOLOR

BBWS PROV Jawa Barat di anggap tidak profesional, tugas pembebasan tanah warga Cienteung Kelurahan Baleendah Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, yang sudah selesai di ukur tak kunjung selesai di bayar, dan selalu mengumbar janji dari Oktober, Desember 2016 yang semestinya selesai, malah molor di janjikan Febuari 2017, dengan alasan dana terpakai untuk penanggulangan bencana Garut "tutur Lurah Eko" saat wawancara langsung selasa 13-12-16 pukul: 15:45 wib di kantor Kelurahan Baleendah. Eko (Lurah) yang di bentuk selaku panitia pembebasan tanah Cienteung mengeluhkan kekecewaannya terhadap BBWS Jabar selaku pelaksana langsung, sebagai panitia pelaksana juga belum di bayar dalam kurun waktu beberapa bulan ini, yang semestinya harus di bayar, dan beberapa panitia yang lainpun sama belum di bayar.

Dalam hal ini Eko sebagai Lurah Baleendah juga mengungkapkan kekesalannya terhadap kinerja BBWS, karena selama ini warganya selalu id janjikan akan cepat terealisasi dalam pembayaran pembebasan tanah cienteung yang ada di wilayahnya, BBWS tidak tahu dan enak saja menjanjikan pada warga, kenyataannya belum di bayar sampai sekarang, dan warga protes langsungsung pada saya, bukan pada BBWS "tutur Eko. Sementara pihak BBWS sendiri santai-santai, tidak mau tahu polemik yang terjadi di warga saya.

Contoh saja Proyek yang katanya Phil Banjir di pinggiran aliran Sungai Cienteung di laksanakan oleh PT.NINDYA selaku kontraktor pekerjaan penanggulangan banjir di wilayah cienteung wilayah baleendah kabupaten bandung, mereka tidak permisi kepada tuan rumah dalam melaksanakan pekerjaannya. Sehingga saya selaku Kepala Desa/Lurah Baleendah (Eko) merasa tidak di hargai, karena tidak ada sosialisasi secara dinas, dan di anggap tidak ada etika, pernah mereka selaku kontraktor berjanji akan datang, nyatanya sampai hari ini tidak kunjung hadir.

Saat akan di konfirmasi rabu 14-12-16 pukul: 15:00 wib, Joko (Humas) BBWS sedang rapat, jadi di persilahkan untuk menunggu, selang beberapa menit Joko menyambut kedatangan beberapa Anggota Kosgartap, dan masih belum bersedia di konfirmasi seputar Cienteung dengan alasan masih ada urusan yang harus di selesaikan untuk berbincang-bincang dengan Kolonel A. NURDIN, yang menurut keterangan anggotanya  Serka N.Z Ray, habis melakukan penyisiran sungai Cikapundung.


By: Hendra (Ina-Ina) Sunda Pos

PROYEK DINSOS RANCACILI LANGGAR ATURAN DAN PIMPRO JARANG DI LOKASI PIHAK DINAS LEMAH...!!!

Saat di Investigasi langsung ke lokasi Proyek Dinas Sosial (Dinsos) senin 05-12-16 pukul 13:45 wib, yang berlokasi di Rancacili Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung. Tidak ada Pengawas Proyek maupun Pihak Dinas yang mengawasi, hanya para pekerja dan penanggung jawab masing-masing gedung yang sedang berlangsung di kerjakan, yang artinya Pimpinan Proyek tidak Profesional stanby di lapangan.

Sebelumnya Proyek Dinsos ini sudah beberapa kali di tinjau langsung ke lokasi, dan selalu tidak ada  penanggung jawab proyek, hal ini jelas menjadi pertanyaan besar, proyek sebesar ini kenapa di biarkan tanpa leader yang stanby di lapangan...??? Sementara SOBRI selaku Pimpro seperti belut saja, tidak ada di tempat dan tidak punya Koperatif, selalu menghindar untuk di temui. Sementara dari Pihak Dinas terkaitpun tidak ada pengontrolan dan pengawasan, tidak menutup kemungkinan ada kebocoran dana pembangunan di sini. Karena dari hal kecil saja Proyek Dinas Sosial (Dinsos) sudah mengabaikan peraturan, yang Berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012 diatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Dan di yakini pihak Dinas tahu akan hal ini, tetapi Ironisnya pihak dinas terkait melakukan pembiaran.

Di temui Heri (Pelaksa) gedung G Dinsos yang sedang dalam pengecoran menjelaskan, "bahwa proyek Dinsos ini masing-masing  pelaksana memiliki tanggung jawab yang berbeda sesuai dengan bagian sebagai pelaksana yang melaksanakan kegiatan, dan hanya memberikan report langsung kepada SOBRI selaku Pimpinan Proyek (Pimpro) Dinsos PT. Amarta Karya Persero, dan tenaga ahli Infrastruktur, bila terjadi kendala serius di lapangan langsung melaporkan pada Pimpro, di luar Sobri hanya staff kantor biasa dan tidak bisa memutuskan, walaupun penanggung jawab penuh lapangan hanya 1-2 jam di lokasi dalam setiap harinya "tutur Heri.

Beda dengan keterangan yang lainnya seputar proyek, bahwa Sobri selaku Pimpro jarang ada di tempat, dan selalu susah di temui untuk konfirmasi, walaupun sudah pernah di sampaikan pihak staff di lokasi proyek dinsos.

By: Hendra (Ina-Ina) Sunda Pos

Friday, December 16, 2016

TERMINAL DAGO ATAS TIDAK JELAS STATUSNYA DI DUGA KUAT BANYAK PENYIMPANGAN ANGGARAN

Ketika di investigasi Terminal Dago Atas Kota Bandung, pada hari selasa 22-11-16 pukul:15:30 wib, Roni (Kep Terminal) tidak ada di tempat, dan tidak tugas dari pagi sampai sekarang belum datang ke terminal, di karenakan istri sedang sakit "tutur salah satu staff. Saat di mintai keterangan mengenai pembangunan yang ada di dalam kawasan terminal, dirinya menjelaskan "itu proyek pembangunan kantor KIR, dan saya tidak tahu selebihnya, karena ada Pa Roni selaku Kepala Terminal, dan lebih jelasnya bisa tanya pimpinan di atas atau PPK.

Terlihat pembangunan proyek tersebut tidak transparan, terkesan tertutup dan ada kesan pembodohan terhadap publik. Papan Proyek tidak tercantum, walaupun sudah di mulai 3 minggu yang lalu, adapun pengawas dan penanggung jawab proyek tidak ada. Kembali di temui langsung rabu 07-12-16 pukul: 11:43 wib, terlihat staff dishub terminal dago sedang melakukan bebersih, dan kembali Kepala Terminal (Roni) tidak di tempat, sedang melakukan penertiban kaca film angkot bergabung dengan kasubsi yang lain di leuwi panjang "tuturnya.

Kembali di pertanyakan mengenai kejelasan Pekerjaan Dinas Perhubungan tentang Papan Nama Proyek, dan ternyata di sembunyikan dalam ruangan (bedeng) pekerja. Kegiatan
Pembangunan Lanjutan Outlet Pengujian Kendaraan Bermotor yang berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda Kota Bandung, dengan sumber dana APBD Tahun 2016 sebesar Rp.1.044.227.000 yang di laksanakan oleh CV. DESVIRA UTAMA sebagai pemborong, proyek tersebut di nilai lemah dalam pengawasan dan mengabaikan Keterangan Informasi terhadap publik, terbukti dengan menyembunyikan papan nama proyek sebagai keterangan informasi tanpa ada yang mengawasi dari pihak Dinas. Tidak menutup kemungkinan karena lemahnya pengawasan proyek di lapangan akan menyebabkan pekerjaan kurang baik. Bahakan Roni (Kepala Terminal) enggan di tanya mengenai proyek, dan megarahkan pada Didi, saya siap si wawancara seputar terminal saja dalam peninggkatan PAD "tutur Roni.

By: Hendra (Ina-Ina) Sunda Pos

Tuesday, November 22, 2016

KEBON BINATANG BANDUNG TIDAK PEDULI DENGAN WARGA SEKITAR TAMAN HEWAN DAN MERESAHKAN

Warga Taman Hewan sudah mulai geram dengan pihak Pengelola Kebon Binatang yang baru Daryo dan Romli, saat di wawancara langsung Diah dan Dudi di lokasi Jl. Taman Hewan Rt 4/8 Kelurahan Lebak Siliwangi Kecamatan Coblong Kota Bandung, Diah Ketua Rt setempat dan di dampingi warga (Dudi) menjelaskan pada media sabtu 19-11-16 pukul: 13:45 wib, tentang ketidak pedulian pengelola Kebon Binatang dengan warga lingkungan sekitar. Saya selaku Rt (Diah) sangat menyayangkan pengelola sekarang di kebon binatang tidak seperti dulu, kalau dulu saat Pa Ema dan Pa Dadang menjabat masih ada kepeduliannya terhadap warga lingkungan, bila ada kegiatan masih mau memberikan subangsi pada lingkungan dapat dana CSR untuk warga sini, dan bila di mintai bantuannya tidak bertele-tele, cendrung ramah dan berbaur, pengelola yang dulu juga berbagi Rejeki dengan warga sekitar, seperti menjelang hari raya, beberapa hari menjelang hari raya, jalan terpakai parkiran pengunjung, warga di pekerjakan, dan bisa juga berdagang bebas, agar warga bisa mengais rejeki sama-sama untuk meningkatkan taraf kehidupannya, sekarang mah lebih banyak pakai anggota Polisi dan Tentara "tutur Diah.

Setelah pengelola kebon binatang yang baru ini (Daryo dan Romli), sangat berubah drastis, cendrung memusuhi warga dan tidak peduli, setiap di mintai sumbangan suka berbelit, kadang di pimpong contoh saja bila di minta sumbangsi untuk 17an banyak alasan, padahal proposal sudah, dan di mintai sumbangan untuk warga juga sulit, qurban saja tidak pernah, bahkan warga yang mengais rejeki perlahan di singkirkan pelan-pelan, dan mengganti dengan yang baru,pengelola sudah tidak lagi ramah dengan lingkungan, kadang arogan terhadap warga yang sedang berjualan dengan cara mengusir paksa memakai petugas Polisi dan Tentara agar warga takut, dan banyak pedagang yang berjualan di dalam kebon binatang orang baru, bahkan istri karyawan saja tidak boleh berjualan di dalam, hanya di peruntukan orang tertentu saja yang di anggap punya uang, kalaupun ada, di kasih lokasi tempat yang sepi dari pembeli.

Bahkan warga sini sudah mulai jengkel dan kesal dengan pengelola yang sekarang, karena sudah mematikan usaha mereka perlahan-lahan, dan warga sini sudah muak dengan perlakuan jarak antara pengusaha dengan masyarakat, dan sangat di sayangkan juga untuk Polisi dan Tentara yang bekerja di kebon binatang tidak bisa mengayomi dan melindungi masyarakat, cendrung menakut-nakuti warga, tidak ada Sapa, Senyum, Salam pada masyarakat, bahkan lebih nurut pihak kebon binatang, saya juga bingung sebagai apa Polisi dan Tentara di situ, apakah sebagai Beking atau Pekerja, sebenarnya warga sudah senang bila Walkot Bandung ambil alih, karena sebenarnya banyak keboborokan kebon binatang ini, dan meresahkan warga, karena banyak binatang buas yang kabur lari ke rumah warga, ular dan ulat sudah sering, limbah kotoran hewan juga ke warga bau, belum lagi hewan langka yang mati, warga yang di cakar monyet, dll "tutur Diah dan warga, sambil tersenyum, tapi kenapa pengelola sekarang tidak peduli terhadap warga taman hewan, toh sebelum kebon binatang ada, sudah ada pemukiman lebih dahulu.


By: Hendra (Ina-Ina)

Monday, November 21, 2016

DISDIK KOTA BANDUNG MANDUL PENGAWAS TK/SD TIDAK BISA KERJA

Menyingkapi tentang Kepala Sekolah (Hj.Neni) SDN Cipamokolan 1 2 3 4 Jl. Raya Derwati No 40 Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari Kota Bandung, yang di sinyalir telah melakukan manipulasi dana BOS dan selalu tidak tahu dalam penggunaan dan kucuran dana BoS, di duga Kepsek ini takut memberikan keterangan yang sebenar-benarnya oleh Bendaharanya sendiri (Heni), yang berwenang dalam keluar/masuk Anggaran BOS SDN Cipamokolan. Heni selaku bendara cukup dominan mainkan perannya di sekolah tersebut, pasalnya bila BOS Reguler/Kota belum cair, dirinya sanggup menalangkan pakai uang pribadi, dengan harapan akan dapat penggantian setelah turun. Heni juga tidak terbuka dalam penggunaan dana bos terhadap guru-guru yang lain,yang seharusnya guru juga harus tahu. Dalam penggunaannya juga selalu tertutup tidak transparan, bahkan kepsek sendiri tidak tahu, dan tidak menutup kemungkinan anggaran BOS di selewengkan, bila di tanya selalu mengarah pada kebijakan Pengawas tingkat Pendidikan Kota Bandung. Ketika di temui langsung di ruangan untuk wawancara Kabid TK/SD Dinas Pendidikan Kota Bandung, Drs. H. Supardi, M.Si rabu 16-11-16 pukul:10:30 wib.

Kabid TK/SD sudah mengetahui permasalahan yang terjadi di sekolah tersebut, cuma saja dirinya minta waktu sampai akhir desember untuk merevisi bendahara sekolah tersebut, tapi bila mengenai Dana BOS memakai dana talang pribadi atau pinjam dari luar, secara aturan dinas tidak boleh dan di larang, tapi pada dasarnya itu hanya inisiatif atau ada rasa kasihan bila dana bos telat, di khawatirkan terganggu khususnya gaji guru honorer, tapi memang di larang dana bos di back up atau pakai dana talang, "yah perlu di maklum" karena dari dinas juga telat "tuturnya.

Mengenai pengawas selalu memberikan arahan dan pandangan, khususnya kinerja kepala sekolah, tapi bukan berarti mereka tahu permasalahan yang ada di sekolah, cuma mungkin ada batasan yang di awasi, sehingga ada keterbatasan, apa lagi tenaga pengawas juga terbatas dalam melakukan tugasnya selaku pengawas, cuma nanti saya akan panggil dan tegur "tutur kabid. Saya bertugas menjadi Kabid TK/SD masih baru, dan madih banyak belajar, bahkan saya juga sudah menerima laporan sebelumnya, dan masih pendalaman dan di pelajari, memang kepsek sekolah tersebut sedang sakit dan dalam keadaan kurang fit, sehingga banyak ketergantungan dari yang di dekatnya dan trauma, banyak LSM/Ormas dan wartawan yang kejar-kejar mengenai dana bos, padahal itu anggaran untuk operasional sekolah, kenapa harus di ributkan, sampai saya juga bingung, memang ini dalam masa perbaikan dan evaluasi yang kedepannya masyarakat di permudah dalam mencari keterangan melalui On Line, agar benar-benar transparan "terangnya.

Dengan adanya kejadian tersebut dan laporan, saya berterima kasih sudah memberikan info untuk PR buat saya, dan saya akan segera menegur mereka, mengenai pengawas akan saya tingkatkan kembali agar lebih teliti. Di duga kuat Pengawas TK/SD di bukam agar selalu memberikan keterangan dan nilai baik untuk kinerja Kepala Sekolah SDN Copamokolan 1234 Derwati, karena sudah mengetahui tapi ada pembiaran oleh dinas terkait.

By: Hendra (Ina-Ina)

Sunday, November 20, 2016

KEBON BINATANG BANDUNG PECAT KARYAWAN SEENAKNYA TANPA BERIKAN PESANGON

Kebon Binatang Taman Sari Bandung yang di kelola oleh Yayasan Marga Satwa Taman Sari, melakukan Pemecatan terhadap salah satu karyawan (Asep Sopian) yang sudah 29 tahun mengabdikan diri bekerja sejak tahun 1987-1988, di berhentikan tidak hormat tanpa pesangon dari pihak Pengelola Kebon Binatang, Asep selaku karyawan meminta Pengelola untuk memberikan haknya atas jasa-jasanya selama dirinya bekerja. Ketika di konfirmasi langsung sabtu  19-11-16 pukul: 13:35 wib, Asep yang saat itu di dampingi oleh warga setempat di kediaman salah satu warga di Jl. Taman Hewan Rt4/8 Kelurahan Lebak Siliwangi Kecamatan Coblong Kota Bandung, menjelaskan bahwa pemecatan yang di lakukan oleh pengelola kebon binatang tidak Fair, karena saya hanya melakukan dan melaksanakan atas permintaan Ibu Diah (RT) pada saat saya bebersih "tutur Asep.

Diah (RT) setempat meminta Asep untuk memangkas tanaman yang keluar menjulur dari tembok pembatas kebon binatang dengan lingkungan warga, Asep sebagai pegawai kebon binatang tanpa ragu melaksanakan permintaan Diah selaku Rt setempat, pasalnya karena ranting bambu dan daunnya yang cukup lebat menjulur keluar pemukiman warga sangat mengganggu dan membahayakan warga, karena banyak binatang seperti ular hijau dapat mudah melintas di atap pemukiman warga setempat dan banyak juga ulat yang berjatuhan.

Ketika Asep sedang memangkas ranting dan daun, Asep di panggil menghadap pada pimpinan, ternyata kejadian tersebut membawa petaka berujung pemberhentian dirinya SP 3, dengan alasan, "kenapa tidak ijin dulu dengan pimpinan "tutur Asep. Asep kaget dengan pemberhentian dirinya dan Surat Pemberitahuan (SP 3) langsung, sebelumnya Asep tidak pernah menerima SP 1 dan 2. Asep tidak bisa menolak keputusan pimpinan (Daryo), dirinya menerima begitu saja, sialnya sebagai karyawan yang sudah berkiprah selama 29 tahun mengabdi di kebon binatang ini, telah di Dholimi oleh Daryo selaku pimpinan yang baru bekerja 3 tahun di kebun binatang taman sari, telah melakukan pelanggaran dengan tidak memberikan PESANGON yang sudah jelas itu HAK Pekerja yang di atur dalam Undang-undang Ketenaga Kerjaan pasal 156 ayat 1 UU 13/2013, dengan bunyi ayat tersebut tertulis dengan jelas bahwa pengusaha diwajibkan membayar uang penghargaan atau uang pesangon kepada pekerja yang mengalami PHK. Jelas bila HAK pekerja tidak di berikan, maka pihak pengusaha telah melakukan makar terhadap pekerja.

By: Hendra (Ina-Ina)

Thursday, November 10, 2016

KUD MEKAR JAYA ALIH FUNGSI JADI LAHAN BISNIS PRIBADI UNTUK MEMPERKAYA DIRI

KUD MEKAR JAYA sudah alih fungsi menjadi lahan bisnis pribadi, saat di Investigasi langsung selasa 01-10-16 pukul: 11:45 wib, terlihat kantor KUD Mekar Jaya seperti biasa sepi, dan tidak aneh bila kantor KUD ini sepi, di karenakan sudah biasa. KUD Mekar Jaya sebelumnya pernah untuk di mintai keterangan sebagaimana fungsi KUD, dan tidak pernah ada respon baik dari Pengelola, baik Ketua, Sekertaris dan Bendahara KUD itu sendiri, karena memang kantor KUD jarang ada orang, terkecuali staff biasa yang menjaga konter penjualan jasa (Pulsa Listrik dan PDAM). Bila di konfirmasi staff, alasan banyak versi, Ketua KUD tidak pernah absen, Bendahara (Agus) sedang sakit, dan banyak alasan yang lainnya.

Berdirinya Tower dan Sewa Gudang terhadap PT. Kwantum di Area tanah KUD Mekar Jaya, bukti KUD Mekar Jaya sudah alih fungsi, lokasi Jl. Bodogol Rt.04 Rw.03 Kelurahan Mekar Jaya  Kecamatan Rancasari Kota Bandung, sewa menyewa terhadap PT. Kwantum sebesar Rp. 30 juta/Tahun dan untuk kontrak sewa Tower sebesar Rp. 500 juta. Sementara surat ijin domisili belum di kantongi oleh pihak menyewa dari PT. Kwantum sendiri, pernah masyarakat setempat beramai-ramai mendemo mendatangi Gudang tersebut. Dan di sinyalir ada oknum (aparat) yang bermain untuk membentengi PT. Kwantum yang menyewa di lahan KUD Mekar Jaya.

Setelah beberapa kali kami mendatangi ketua KUD Mekar Jaya, baru kali pertama saya bisa bertemu Bapak Agus Heri Jum'at, selaku sekertaris KUD dan bisa di pintai keterangannya, bahwa masalah ijin domisili PT.Kwantum itu bukan wewenang KUD, dan PT. Kwantum sendiri telah menyerahkan pengurusan ijin domisili oleh salah satu oknum aparat setempat, tidak sampai di situ Agus selaku sekertaris KUD Menjelaskan, bahwa uang Dp dari Pemasangan Tower dan uang sewa gudang PT. Kwantun sebesar Rp. 130 juta, Telah di gunakan untuk keperluan sarana dan prasarana  KUD, Bukti uang itu terpakai tidak jelas dan belum di ketahui catatan rinciannya, Akan tetapi sisa hasil sewa kontrak dari Tower sebesar Rp. 400  juta, Telah di ambil oleh ketua KUD Mekar Jaya Pak Edeng. Bahkan uang yang di ambil oleh ketua KUD Edeng, sebesar 400 juta tidak jelas keberadaanya, penjelasnya ada di rekening KUD dan rekening tersebut belum di ketahui.

By: Iwan Buser