Monday, October 30, 2017

PELANTIKAN KADES TEGALLUAR 2017-2023 DI LAKSANAKAN DI KOMPLEK PERGUDANGAN

Pelantikan Kepala Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Galih Hendrawan selaku Kades Periode 2017 - 2023, di Gedung Mega Jaya Tegalluar Komplek Pergudangan Kawasan Industri Jl. Raya Sapan Tegalluar senin 30-10-17 pujul: 10:00 wib. Hadir Camat Bojongsoang (Aef Ahmad Muslim) resmi untuk melantik Kepala Desa Baru Tegalluar.

Camat Bojongsoang berharap, kades yang baru dilantik ini, dapat memajukan desa yang dipimpin, dan tegas dalam memutuskan sesuatu, dan bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah, dapat bersinergis dengan masyarakat, dan khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.

Dengan resmi dilantiknya Galih Hendrawan sebagai Kepala Desa Tegalluar yang baru periode 2027 - 2023, harus bisa lebih membangun lagi, dan meneruskan pembangunan yang lebih baik dari kades sebelumnya untuk masyarakat tegalluar.

Galih Hendrawan mengatakan, pekejaan yang pertama akan dilakukan tahap kinerja awal, akan menata dan melakukan koordinasi dengan para staff di kantor desa, dan memberikan raskin gratis, ciptakan lapangan kerja, agar kurangnya pengangguran, dan sinergis dengan para muspika, bekerja sama dengan baik menuju tegalluar baru bersaing dan mandiri " ungkapnya.

Harapan kedepan Kota Tegalluar harus menjadi kota mandiri dan bisa bersaing dengan desa-desa yang lain, menciptakan juga Sdm yang lebih baik dan memiliki skill, dengan cara meningkatkan dan perhatikan dunia pendidikan yang ada di desa tegalluar, agar warganya bisa benar-benar siap untuk bersaing" ungkap Galih.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, October 27, 2017

PROYEK SITU BUATAN CIMENCRANG GEDEBAGE BANDUNG MENUAI KISRUH DI MASYARAKAT

Proyek Danau, Situ, Embung Buatan seluas 7 HA, Wilayah Gedebage menuai keresahan dan kisruh dimasyarakat Kelurahan Cimencrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, menuai kisruh kalangan masyarakat, masyarakat cimencrang di dampingi oleh Advocate (Eriko), menghadiri rapat yang di gelar langsung oleh Camat Gedebage (Drs H. Bambang Sukardi M.SI), untuk mengupas permasalahan cimencrang, terkait Situ Buatan, di hadiri juga oleh Muspika dan Muspida Kecamatan Gedebage, kamis 26-10-17 pukul: 14:00 wib.

Ketua LPM Kelurahan Cimencrang (Enjang Rw 2) menjelaskan, bahwa pihak pengembang tidak mau mengembalikan kesepakan warga dalam hal kerja sama dalam bidang proyek yang sedang berlangsung, dalam proyek embung yang di laksanakan, berharap warga cimencrang juga bisa ikut makan, karena sama punya perut, dan banyak juga warga yang menganggur, jadi pihak perusahaan juga bisa menerima warga setempat, agar bisa ikut usaha, sesuai dengan kemampuan "ungkapnya.

Camat Gedebage (Drs .H. Bambang Sukardi M.SI) angkat bicara, menurutnya nanti ada klousul yang di buat, benar bahwa warga cimencrang juga perlu makan, kurang lebih luas 7 Ha, kedalaman 5 meter, yang di utamakan danau resitensi dulu, bahwa ini baru awal, dan perlu di kawal, harapan kesepakatan ini bisa kerja sama, dan yakin kedepannya cukup luar biasa, karena banyaknya lapangan pekerjaan buat masyarakat, sementara pekerja yang di butuhkan harus profesional dan sertifikat, karena itu yang di butuhkan oleh kontraktor dalam pelaksanaan proyek tersebut, tidak semua jenis proyek bisa di pegang masyarakat, karena saya tahu proyek itu, sayangnya pihak perusahaan Pt. Hidup Indah Permai tidak hadir, dan saya juga akan undang BBWS selaku Owner "jelasnya.

Perwakilan Dari TNI AD Zipur 3 Kodam Siliwangi Lettu Samsuri yang saat itu hadir menjelaskan, dirinya akan akat kaki bila memang masyarakat tidak berkenan atas kehadiran kami, karena kami hadir untuk masyarakat, bukan untuk meresahkan masyarakat, dan kami dari Zipur memang di minta oleh perusahaan, dan perlu di ingat Zipur bukan hanya untuk tempur saja, tapi memang alat berat juga spesialis kami, dan kami juga paham akan pekerjaan ini, bayangkan membuat Embung itu bila tidak baik, maka akan hancur dalam 15 tahun, yang seharusnya 25 tahun, karena meamang harus bagus tanahnya, dan saya juga akan memfasilitasi masyarakat dengan pihak perusahaan, karena kami harus mengawal proyek ini agar aman dan kondusif "tuturnya.

Kapolsek Gedebage Kompol Sumari angkat bicara, bahwa proyek Mesjid Apung yang ada di wilayahnya, mari kita kawal sama-sama, untuk mensukseskan proyek pemerintah, apalagi ini dana APBN, dan jangan sampai terjadi pelanggaran hukum, saya juga menghimbau ke masyarakat jangan ada pengrusakan, penghadangan, intimidasi dsg, agar masyarakat tidak rugi sendiri, bila ada di masyarakat yang tidak puas, silahkan sampaikan pada kami, seperti sekarang ini, agar tidak ada gejolak di lingkungan "ungkapnya.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, October 23, 2017

BANGUNAN BARU RUANG PUBLIK BPN KOTA BANDUNG BOCOR "BUAT TIDAK NYAMAN"

ATR/BPN Kota Bandung seperti biasa, ramai dalam melayani publik dalam urusan pertanahan. Saat di konfirmasi Kantor Pertanahan Kota Bandung, senin 23-10-17 pukul: 14:40 wib, Ali staff BPN d8 bagian surat menyurat mengatakan, "bahwa Kepala Kantor (Elijas B. Tjahajadi), masih sibuk juga staffnya sibuk karena ada rapat dari pusat, sekarang dan besok.

Bahkan saat di tanya untuk segera di sampaikan bahwa keperluan untuk konfirmasi sangat penting, karena terkait Kinerja Bpn Kota Bandung, dan Ali tidak banyak menjelaskan, hanya berkata, "tugas saya hanya menyampaikan surat saja ke beliau, adapun bila mau ketemu, silahkan saja buat surat Audensi" ungkapnya.

Bahkan saat di tanya kenapa bangunan baru publik. yang belum lama selesai ini bocor,? Ali kembali menjawab, "gak tahu, karena masalah pembangunan, ada di Tata Usaha (TU) sama Bu Eva, bisa tanyakan langsung, tapi beliau juga sibuk, kalau sekarang lagi pada sibuk, nanti saja saya sampaikan ke beliau keperluannya, " jelas dia sambil mengusap meja yang basah kena tetesan air.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, September 26, 2017

BBWS JABAR TUTUP MATA " PROYEK SUNGAI CIMANDE CITARIK KAB BANDUNG TIDAK BUTUH K3 "

Proyek Balai Besar Wilayah Sungai Citarum  (BBWS) Jawa Barat sepanjang 1300 Meter, Pekerjaan PENINGKATAN KAPASITAS SUNGAI CIMANDE (PACKAGE-A2: RIVER IMPROVEMENT AND COUNSTRUCTION RIVER STRUCTURES OF CIMANDE), dengan Nilai Kontrak  RP.93.155.180.000,00 Tahun Anggaran 2016-2018, No. Kontrak:  HK.02.03/PPK-SP.I/SNVT.PJSAC/41, yang di kerjakan  Tanggal 10 Agustus 2016, Pelaksana Proyek PT. WASKITA JAYA PURNAMA - PT.TARUNA PUTRA PERTIWI, KSO, dengan waktu 730 Hari Kalender.

Saat di Investigasi langsung, selasa 26-09-17 pukul: 16:55 wib, para pekerja masih beraktifitas, sampai pukul: 21:00 wib, pekerja mayoritas di dominasi orang luar, dan mereka di bayar borongan, tidak di jelaskan berapa borongannya, Proyek Sungai Cimande yang sudah berjalan 1 tahun baru di selesaikan 60%, dan tersisa satu tahun lagi, dari nilai kontrak di potong keuntungan 10%, saat di tanya Yono selaku Pelaksana di lapangan, bahwa para pekerja tidak biasa memakai Safety First (K3), walau sudah beberapa kali di berikan, karena mereka tidak biasa pakai K3 " ungkapnya.

Yono sendiri pelaksana dari Pt. Taruna Putra Pertiwi, dirinya sesikit enggan di tanya seputar proyek, bila jawabannya di rekam, alasannya biar lebih santay. Seharusnya mengenai K3 yang melanggar itu harus di sanksi tegas, terhadap yang melanggar, ini kan aturan K3 tidak tegas, seharusnya Pemerintah menegaskan aturan itu, karena rata-rata proyek melanggar aturan K3, bukan hanya ini saja, coba saja kroscek semua proyek, pasti banyak pelanggaran K3, karena umumnya pekerja tidak betah pakai K3, adapun dengan material yang di pakai, pasti sesuai dengan speck "tutur Yono.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, September 24, 2017

PEDULI COIN DAGO ELOS JANGAN GUSUR KAMI " WARGA KECEWA PEMERINTAH TUTUP MATA "

Forum Perjuangan Warga Dago Elos Rt 02 Rw 02 Kelurahan: Dago Kecamatan: Coblong Kota Bandung, berkumpul di Balai Rw 02, menyingkapi nasib warga kedepannya akan tempat tinggal, yang cepat atau lambat akan di gilas alat berat, akibat congkaknya mafia pertanahan yang masih bercokol. Forum Perjuangan Warga Dago Elos sangat antusias sekali, karena ini momen penting dalam sejarah dago, untuk berkumpul bersama dan menyingkapi masalah yang cukup komplek, jadi pada hari, minggu 24-09-17 pukul: 20:00 wib, merupakan momen Dago Bangkit.

Selama 3 (tiga) hari sejak 21 s/d 24 september 2017 warga dago turun ke jalan, dalam  Rangka Penggalangan Dana. PEDULI COIN DAGO ELOS, warga dago elos yang kecewa atas kurangnya Perhatian Pemerintah setempat, atas nasib dan tempat tinggal warga kedepannya, masihkah bertahan atau harus rela di gusur, karena bila di gusur kita harus pertahankan, walau mereka berpihak pada berkantong tebal, karena warga juga manusia yang punya hak selama puluhan tahun tinggal dengan aman, sekarang terusik lewat Putusan Pengadilan, yang di nilai tidak adil " tutur Asep.

Asep Mamun tokoh dan juga ketua Rw 02, dengan lantang berkumandang kepada Warga Dago Elos, " harus bertahan dan jangan mau di lemahkan oleh pihak-pihak yang memetik keuntungan pribadi, karena kebenaran tidak akan tertukar, dalam hal ini warga dago elos bersama dengan Pokmas Dago harus bersatu, jangan mau di pencarkan dan di adu, tetap pertahankan hak semua warga, demi perjuangan dago elos yang saat ini di lemahkan " ungkapnya.

Forum Warga Dago dalam kumpulannya di bali rw, di suguhkan juga Film Jakarta Afair, film dokumenter tentang kota yang tergusur, dan banyak korban penggusuran yang berakhir ironis, warga dago terlihat semangat dalam perjuangannya pertahankan hak kampung mereka yang akan di gusur. Harapannya warga tahu betul akan tantangan kedepannya bila nasib mereka akan di gusur, karena penggusuran akan meninggalkan penderitaan " ungkapnya.

Film tersebut menggambarkan kehidupan Indonesia sekarang, tentang perampasan hak, perampasan tempat tinggal, dan perampasan kehidupan banyak orang, Ibu marni korban penggusuran tanah jakarta bukit duri 2016 ikut hadir, sebagai saksi korban penggusuran pengusaha serakah, dan saat ini masih tinggal di bawah kolong kebon jeruk, dan masih dalam pengadilan, dan jangan mau di tindas pada pengusaha yang serakah, dan tidak pro rakyat "tuturnya.

Masdianto Agraria Centre Bandung, Dadan Ramdan Walhi Jabar, Sahri LBH Bandung, Gugun serikat petani pasundan, Ari Moderator AJI, turut hadir, dan berpesan "LAWAN" Tanah untuk Rakyat, bersertifikat atau tidak rakyat punya hak, atas tanah Ex Egindom yang sudah lama di garap, karena tidak menutup kemungkinan, masalah tanah banyak kongkalikongnya, PBB saja mengungkapkan, Penggusuran adalah Pelanggaran Hak Asasi Berat, apa lagi ini tanah Dago, jangan mau di pecah belah " ungkapnya.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, September 19, 2017

KADES GIRI MEKAR CILENGKRANG KAB BANDUNG MENUTUP INFORMASI PUBLIK TERKAIT SUMUR BERSIH ARTESIS

Saat di mintai keterangan langsung di lokasi Pengeboran Sumur Artesis untuk warga selasa 10-09-17 pukul: 12:15 wib yang berlokasi di Cigiringsing Kulon Rt 3 Rw 16 Desa Giri Mekar Kecamatan Cilengkrang Kabupaten: Bandung, pemborong proyek Pamsimas yang mengerjakan, di bayar borongan sebesar 30 juta, dan hanya jasa tenaga untuk pekerjaan, proyek berjalan sudah hampir 2 (dua) bulan, Adnan selaku penanggung jawab pekerja borongan, menjawab penanggung jawab penuh ibu erna, pt atau cv saya tidak tahu, untuk di lapangan yang bertanggung adalah Ketua RW 16 (Nandang), selaku pihak ketiga Ibu Erna sebagai  pemborong proyek Pamsimas, jarang ke lokasi sumur, biasanya oleh pa rw, dan saya hanya pekerja saja di lapangan, lengkapnya bisa tanya sama pa rw, dan memang dari awal tidak ada papan proyek, " tutur Adnan.

Saat di sambangi Ketua Rw 16 (Nandang), dirinya sedang tidak ada di rumah, di karenakan berjualan di Pasar Ujung Berung, sore baru pulang, menurut keluarganya. Kantor Desa Giri Mekar saat di konfirmasi, terkait Pamsimas, hanya menjawab tidak tahu, di karenakan ini Program SDA Provinsi Jabar. Akhirnya Wahyudi Kepala Desa di temui di kediamannya pukul: 16:45 wib, saat di tanya lebih banyak tidak tahu, karena ini langsung penerima manfaat, yang di ajukan sejak tahun 2014, baru terealisasi sekarang 2017, dari Provinsi juga tidak menyerahkan arsip atau keterangan dokumen, mungkin bendahara saya (Hari) tahu, karena data ada padanya, dan ini program dari provinsi SDA yang tidak di jelaskan dengan data, hanya penerima manfaat saja dan sudah di sosialisasikan, Wahyudi sempat naik pitam saat kembali di tanya tentang Pamsimas, kembali lagi ini dari provinsi, dan urusannya dengan pihak ke tiga (pemborong), ibu erna, dengan terkesan sombong, seorang pejabat publik tingkat desa hanya berkata tidak tahu, dan rencana ingin cari tahu, dengan memanggil pemborong "ungkapnya.

Saat kembali sore, Ketua Rw (Nandang) sedang ke Garut "menurut keluarganya, di duga kuat Nandang Ketua Rw 16 menghindar untuk dinkonfirmasi seputar pertanyaan Pamsimas di wilayahnya Rt 3 Rw 16, sosok bendahara desa (Hari), lakukan jawaban yang sama "tidak tahu", saat di temui, dan memang pihak SDA Provinsi Jabar tidak serahkan berkas apapun, hanya mengecek lokasi dan survey saja, yang jelas penerima manfaat untukbair bersih, dan  sudah lakukan verifikasi untuk Program Pamsimas, tanpa jelaskan apapun " tutur Hari.

Informasi Publik yang harusnya hak masyarakat agar di ketahui, seolah-olah di tutup rapat oleh Wahyudin (Kades Girimekar). Program Pamsimas Air bersih untuk masyarakat sengaja di gelapkan, Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang di atur dalam Undang-undang No 14 Tahun 2008 di abaikan Wahyudin selaku Kepala Desa Giri Mekar, pasalnya Kegiatan Proyek Pamsimas tidak ada secuil keterangan apapun, walau sudah berjalan hampir 2 (dua) bulan, bahkan pihak desa terkesan membiarkan acuh tak acuh.

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah menjadi salah satu program andalan nasional (Pemerintah dan Pemerintah Daerah) untuk meningkatkan akses penduduk perdesaan terhadap fasilitas air minum dan sanitasi yang layak dengan pendekatan berbasis masyarakat. Sejalan dengan itu, di Tahun 2014, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Akses Universal Air Minum dan Sanitasi Tahun 2019 dengan capaian target 100% akses air minum dan sanitasi bagi seluruh penduduk Indonesia.






By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, September 18, 2017

LURAH CIUMBULEUIT SESALKAN LAPORAN MASYARAKAT TERKAIT KISRUH BANGUNAN KOSAN

Di sambangi langsung Kantor Kelurahan Ciumbuleuit Jl. Kolam No 1 Kecamatan: Cidadap Kota Bandung pada hari rabu 13-09-17 pukul: 14:35 wib, Lurah Ciumbuleuit (Tatang Sumpena) menjelaskan saat di konfirmasi, bahwa dirinya menyesalkan pada masyarakat Rt 02 Rw 04, tentang laporan masalah kosan yang ada di lingkungan penduduk, terkait bangunan rumah kosan yang di anggap meresahkan dan tidak berizin, pada seorang Anggota Dewan DPRD Kota Bandung Komisi A (Dudi Himawan SH), " kenapa tidak langsung ke saya lapornya, jangan langsung ke dewan, selaku Lurah di sini, dan masalah yang kemarin tidak akan terjadi " tutur Lurah.

Memang sebelumnya pihak kecamatan cidadap menurunkan langsung ke lapangan Kasie Trantip (Thamimi), bersama saya (Lurah), mengecek di lokasi bangunan, dan keterangan tukang mengatakan milik Pa Hendro, jadi hasil di lapangan di laporkan langsung, dan saya selaku Lurah, tidak nyangka bakal kejadian seperti ini, dengan melayangkan surat subtansi resmi kecamatan untuk memanggil Pa Hendro selaku pemilik kosan, inisiatif saya akan melakukan pendekatan dan memanggil personal dulu, untuk menjelaskan, dan saya juga tidak tahu bila pimpinan (Camat) langsung keluarkan surat resmi, karena saya juga di bell pa camat, dalam pemberitahuan komplain bangunan kosan, jadi tidak langsung dari masyarakat, bila saya langsung takan terjadi hal seperti ini " ungkapnya.

Selama hampir 4 tahun lebih, saya jadi Lurah Ciumbuleuit, itu bangunan sudah dari tahun 2015, dan pernah di musyawarakan, masyarakat hanya khawatir bangunan tersebut longsor, material yang jatuh, sehingga menimbulkan kerugian, karena di bawah ada bangunan penduduk juga, masalah ini sudah lama dan pernah di selesaikan, walau setau saya bahwa dulunya punya pa hendro, dan sudah di jual, jelas wilayah ciumbuleuit masalah tanah cukup merisaukan, karena banyak tanah Ex Eigindom, ada juga yang sudah jadi,sertifikat, jelas banyak bangunan yang tidak di izinkan di sini, tapi pembangunan jalan, jadi kelurahan Ciumbuleuit tidak ada, karena di kelurahan ini banyak tanah bekas belanda, dan bangunan marak yang sebagian loncat, tidak ada izin " ungkapnya.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)