Wednesday, March 15, 2017

Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat, R. Fitrun Fitriansyah: “Sistem Politik Bagaimana Kepemimpinan Melayani Rakyat Tanpa Harus Berbenturan Dengan Persoalan Hukum”

Ketua DPD Partai Hanura Jawa Barat,  R. Fitrun Fitriansyah saat dijambangi di ruang kerjanya mengatakan, untuk 2018 pemimpin Jawa Barat harus pemimpin yang benar-benar dicintai oleh rakyat. Kalau dia dicintai ku rakyat minimal dia juga bersungguh-sungguh. Dia merasa terbebani seperti apa? Walaupun itu sederhana, susah. ditambah lagi pencitraan, tapi karena bagian dari ikhtiar teu nanaon.

Khusus pengkaderan, Kang Fitrun menjelaskan, kalau pengkaderan internal kita fokus saja sekarang. Untuk itu, semua DPC sedang mempersiapkan pendidikan politik yang begitu simultan. “Jadi kita berharap di pemilihan legislatif (pileg) 2019 itu benar-benar bisa menghasilkan kader yang bukan hanya ikut kontestasi saja, tapi mereka sudah memahami apa yang harus mereka lakukan. Jangan sampai mereka, ketika mereka siap bertarung. Kemudian ketika mereka menang mereka tidak siap melakukan kerja. Politik untuk membela rakyatnya itu yang harus di training. Soalnya kalau mereka sudah jadi, kadang mereka lupa dengan kesibukannya. Agenda kunker we , ka kaler ka kidul, ka kaler ka kidul, aya we teu beres-beres, teu karasa 5 tahun habis, pemilu lagi,” tandasnya.

Makanya, tutur Fitrun, di Hanura kita ada yang disebut apa namanya pendidikan politik sekolah kader. Mereka kita kasih bekal, bagaimana sistem politik, bagaimana kepemimpinan dan bagaimana melayani rakyat tanpa harus berbenturan dengan persoalan hukum. Kesadaran ini kan penting. “Kalau dia hanya berpikir berkuasa untuk mendapatkan kursi. Ya, akhirnya akan seperti ini juga. Kita harus punya warna tersendirilah. Insya Allah, apapun program yang hari ini kita lakukan kita harus bertahap menyelesaikan program kerja, sehingga menghasilkan Wakil-Wakil Hanura nu bararenar, kan begitu? Yang susah mah Wakil yang benarnya. Kalau yang ingin mah banyak,” selorohnya.   

Fitrun menyatakan, kita konsentrasi untuk menghadapi verifikasi di pilkada, Pertama, Verifikasi KPU, bagaimana kita lolos jadi peserta Pemilu di 2019 dan segala energi kita konsentrasi kesitu. Kedua, bicara partai adalah bicara bagaimana kita bisa melakukan tata kelola kekuasaan dengan baik, salah satu pintunya adalah jadi pemenang di Pilkada. “Jadi kita konsentrasi dua agenda besar itu, dan kita inginkan kader-kader kita adalah di daerah yang bisa merebut posisi pilkada itu,” katanya.

Harapan kedepan, imbuh Fitrun, target kita ga muluk-muluk, di 16 kota/kab se Jawa Barat. Target di internal kita itu, menang di 7 daerah. “Wabil Khusus di 5 daerah menjadi prioritas kita untuk mengusung kader sendiri, sehingga warna partai dan keputusan partai dalam rangka memberikan  pelayanan yang terbaik terhadap rakyat yang bisa kita dilakukan. 5 daerah itu yang mana? Ya, rahasia dapurlah.”



By: Yefri Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, March 14, 2017

BBWS JABAR GIRING PELAKU PENCEMARAN SUNGAI CIDURIAN UNTUK DI PROSES LEBIH LANJUT

Di saat Peringatan Hari Air Dunia ke 25, BBWS Provinsi Jabar dapat surprise 1 Box kotoran sapi. Humas BBWS Provinsi Jabar Joko, memergoki dan membawa oknum yang melakukan pencemaran sungai cidurian Jl. Inspeksi BBWS, pada hari selasa 14-03-17 pukul: 13:40 wib yang menurutnya, "ini sudah pelanggaran, kami yang merawat sungai, mereka yang mengotori sungai. Tersangka membuang Kotoran Sapi yang mencemarkan sungai, dengan kemasan memakai Blong Plastik ukuran 50 liter sebanyak 1 (satu) mobil Box Carry lengkap dengan alat mesin hisap dan selang serta viva paralon. Tersangka di giring langsung ke Kantor BBWS beserta barang bukti 1 unit Mobil Box No Pol D 8375 EI, warna hitam bertuliskan BIOMETHAGREEND lengkap dengan isinya, sontak saja semua jajaran BBWS keluar untuk melihat kejadian tersebut, tersangka pelaku yang cemarkan sungai langsung di mintai keterangan lebih lanjut di ruangan Humas BBWS.

Menurut keterangan dari supir (Yadin) dan 2(dua) orang kenek, dirinya sudah dua kali membuang kotoran sapi olahan yang di anggap gagal pada saat di olah, tidak menjadi pupuk dan gas, hanya menimbulkan Bau dan Asam tinggi serta bau menyengat hidung, seharusnya mereka mebawa limbah tersebut ke lokasi perusahan yang berlokasi di Jatisari Sumedang, hanya saja tanggung karena kebetulan habis menguras kotoran sapi yang gagal, dan akhirnya membuang di sungai cidurian, kotoran sapi olahan untuk keperluan masyarakat di gunakan pengganti Gas dan Pupuk, hanya gagal jadi di buang ke sungai, sekalian berencana pulang "tuturnya.

Naas mereka tertangkap tangan dan di giring langsung menuju kantor BBWS Provinsi Jabar, berkordinasi dengan Polsek Rancasari guna penyelidikan lebih lanjut untuk di prosess. BIOMETHAGREEND ini gagasan dari seorang yang bernama Dr. Muhamad Fatah Wiyatna, S.Pt., M.Si, yang juga Dosen UNPAD dan selaku Owner (pemilik) dari perusahaan, dalam programnya ramah lingkungan bukan kebalikannya (tidak ramah lingkungan). Selang beberapa lama pengurus Biomethagreend datang ke polsek rancasari guna mengurus sopir (pelaku) yang sedang dalam pemeriksaan, bahwa ini sebenarnya project BPLH Kota Bandung juga dan sebagai rekan dekan Walikota Bandung (Ridwan Kamil) "tutur Arsad.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

WARGA GBA BOJONGSOANG TOLAK TOWER ILEGAL PT DAYA MITRA TELEKOMUNIKASI "minta segera di BONGKAR"

Meninjau langsung ke lokasi berdirinya Tower Kombat (sementara) Pt. Daya Mitra Telekomunikasi sejak bulan Maret 2016 di Perumahan GBA 1 Blok C No.287 Rt 4/13. Desa: Bojongsoang Kecamatan: Bojongsoang Kabupaten Bandung, pada hari kamis 09-03-17 pukul: 12:45 wib, saat di mintai keterangan di kediaman Dadang Sutisna (Ketua Rt 4), benar bahwa warga kami ada yang menolak dengan berdirinya Tower tersebut, yang sudah hampir setahun, yang sebelumnya bersifat sementara hanya 3 (tiga) bulan, ternyata berlangsung lama, bahkan berjanji untuk membangun jalan warga,  dan memberikan uang konpensasi buat warga untuk yang terdekat berkisar 1,5 jt dan yang sedikit agak jauh 500 ribu, selama jarak kena radius radiasi tower, tapi sampai saat ini tidak ada yang di berikan dari pihak tower, bahkan awalnya meminta ijin warga untuk segera tanda tangan, dan saya bingung dalam hal ini keuntungan dan kerugiannya harus di jelaskan dulu, dan bisa lebih jelas lagi tanya pa rana ketua rw 13, karena saya kurang paham "tuturnya.

Beranjak dari ketua rt 4 (Dadang Sutisna), menuju langsung ketua rw 13 (Rana Rusmantana), sayangnya saat itu ketua rw tidak ada di tempat, menurut istrinya (di bengkel). Tower Combat Ilegal tersebut masih berdiri dan sudah berkarat, warga panik dengan adanya tower, pasalnya pernah kejadian tv warga meledak akibat tersambar petir akibat adanya tower,  walaupun mendapat ganti rugi senilai barang yang rusak, belum lagi bila angin kencang, warga di sini khawatir tower setinggi 20 meter lebih rubuh dan menimpa rumah warga, karena tidak ada jaminan asuransi yang jelas, di tambah saat ini musim penghujan, angin cukup kencang dan petir yang cukup menggelegar, ngeri pak "tutur warga. Warga melayangkan surat pada pemerintahan setempat,  agar tower dengan ketinggian  kira kira 20 meter lebih itu segera di perjelas statusnya.  Pendirian tower sementara itu berfungsi untuk menanggulangi masalah trafik komunikasi di jalur padat.

Di konfirmasi langsung Pt. Daya Mitra Telekomunikasi senin 13-03-17 pukul: 11:15 wib, bertempat di Jl. Cilaki No 34 Kelurahan: Cihapit Kecamatan: Bandung Wetan Kota Bandung. Winarto dan Arif selaku Sitat (Staff Legal) mengakui, benar adanya bahwa permasalahan di lapangan belum kondusif dan masih rancuh, pihaknya langsung turun tangan, dan berusaha menyelesaikan masalah, dan mengakui bahwa selama ini belum kantongi IZIN, hanya mengantongi keterangan tanda tangan warga, walau ada salah satu warga yang menolak, tapi pihaknya masih berusaha, dan menunggu untuk di fasilitasi ketemu terhadap warga yang menolak, dari pihak yang sudah di bentuk, temasuk pihak dari babinsa, mengenai tower rubuh dan terjadi korban jiwa, pihaknya terdiam..? menurut saya izin untuk tower combat tidak perlu, karena sifatnya temporari (sementara), kecuali sudah permanen, baru kita ambil langkah urus perizinan, karena kami juga tidak mau sia-sia, dan kami asuransikan bila ada kerugian materi akibat tersambar petir, . "tutur Winarto.

Sudah hampir satu tahun tower combat ini berdiri, warga panik lantaran dampak radiasi dari tower tersebut, selain itu psikologi warga yang berada di sekitar lokasi juga terganggu, seharusnya tower sudah diturunkan  karena sifatnya hanya sementara (temoporari) hanya 3 bulan saja pada awal nya, akan tetapi sampai hari ini masih berdiri kokoh tower tersebut, ”kata salah satu warga sekitar.
Pada akhirnya puluhan warga Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang megeluhkan keberadaan Compact Mobile Base Station atau biasa dikenal dengan tower combat karena tidak memiliki izin sampai sekarang 2017. Tidak hanya itu saja, berdasar kan surat yang di tembus kan kepada bapak Bupati Bandung , jelas penolakan secara tertulis oleh pemilik rumah di samping tower itu berdiri , akan tetapi masih sangat berharap tower tersebut bisa di bangun permanen, "kamipun lakukan griliya untuk segera menemui pihak warga yang menurut kami tidak menjustice pemilik rumah  menolak, kami terus dalam 2 minggu sekali juga di kontrol bahkan dari pihak babinsa bojongsoang pa sugito lagi memidiasi agar segera di pertemukan dengan pemilik rumah samping tower agar ada solusi Bahkan jika memang tidak ada titik temu sampai akhir maret ini akan kami bongkar, "tutur winarto perwakilan dari mitratell kepada media.
 

Ralat Berita 

Selasa , 14 Maret 2017

Pada  Pemberitaan Selasa , 14 Maret 2017 terdapat berita berjudul  WARGA GBA BOJONGSOANG TOLAK TOWER ILEGAL PT DAYA MITRA TELEKUMUNIKASI  “ Minta Segera Di Bongkar ’. Pada berita tersebut terdapat kekeliruan atau ke khilafan kami akibat salah pengetikan di alinea  kalimat, yang tidak bermaksud untuk menyangkut siapapun atau intasi apapun khususnya terhadap TNI.


Atas kekeliruan tersebut Wartanusantarajabar Online News mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang bersangkutan. Ralat ini menjadi pelurusan atas kekeliruan pada berita tersebut. Terima kasih. (RED) 


By: Hdr/Wahyu Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, March 12, 2017

BRI BANDUNG PIMPINAN KANWIL M. FANKAR UMRAN “Kita Tetap Fokus Pada Pengembangan UMKM”

Pimpinan Wilayah Kantor BRI Bandung, M. Fankar Umran menyatakan, masalah inkubasi itu belum bisa diukur, berapa rupiah, tapi yang namanya inkubasi adalah bagaimana kita membuat yaitu pertama, yang belum berpikir bisnis harus berpikir bisnis bagaimana mengembangkan perbaikan inovasi-inovasi baru terhadap suatu produk. Kedua, bagaimana membuka akses pasar. Setelah itu baru kemudian dia butuh modal berapa?, “Kalau kita bicara tentang inkubator atau inkubasi bisnis, kita tidak bicara tentang volume bisnis, tapi bagaimana semakin banyak orang atau pelaku yang terlibat dalam urusan bisnis dalam hal ini termasuk UMKM pemula.

Banyak fasilitas-fasilitas BRI yang diberikan untuk mendukung pengembangan inkubasi terhadap binaan-binaan UMKM itu ”kata M.Fankar Umran disela-sela kegiatan CEO Talk dan Workshop mengenai Jurus Bisnis Rakyat, “Model Bisnis yang Bankable” di Graha Sanusi Kampus Unpad, Dipati Ukur, pada hari jumat (10/3/2017). Acara ini merupakan salah satu program Unpad BUMN Center of Excellent (Unpad-BCE) untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan BUMN. Saat di tanyakan seberapa besar porsi UMKM? M. Fankar Umran menjawab, “Porsi UMKM tahun 2016 sebesar 73%. Artinya hampir semua sudah banyak yang berkembang.

Sekarang BRI bertransformasi dari sangat konvensional masuk ke digital tetapi tidak berarti melupakan UMKM. Kita tetap Fokus pada pengembangan UMKM, tetapi bagaimana supaya mereka go-digital. Di tempat yang sama, Direktur Utama BRI Asmawi Syam kepada wartawan mengatakan, kita menyediakan tempat untuk mereka berkumpul bersama-sama menuangkan kreatifitas mereka untuk bisa saling mengisi satu dengan yang lainnya, dan kalau hasilnya ada, ini akan kita pantau kalau ini layak untuk mendapatkan permodalan kita biayai atau mungkin mereka ingin berkolaborasi dengan para pengusaha yang sudah berhasil.

Asmawi Syam menjelaskan, yang kita dapatkan selama ini karena mereka punya ide-ide tetapi mereka tidak punya modal, pilihan mereka bisa berkolaborasi dengan pengusaha yang sudah berhasil. Kita bantu melalui banking capital. Yang kita lakukan investasinya bukan hanya investasi property. Misalnya mesin atau teknologi-teknologi canggih, tetapi kita juga berinovasi, “Ya, kita didik. Kita kirim anak-anak muda itu untuk belajar di luar negeri mengambil master di bidang teknologi. Misalnya peluncuran satelit kita kirim 12 orang untuk mempelajari bagaimana satelit itu beroperasi, bagaimana satelit itu dikendalikan. Kemudian kita juga berinvestasi di bidang customer experience. Kita mendidik para nasabah juga untuk menggunakan digital banking dengan baik,” katanya.

Menurut Asmawi Syam, untuk full digital branch kita bangun di 13 tempat yaitu tiga di airport di Jakarta, Medan dan Makassar. Kemudia ada 10 di mal-mal yang saya resmikan di Kota Casablanca. “Jadi investasi itu tidak hanya di capital asset, tapi juga di human asetnya, kemudian kita juga melakukan campaign untuk memperkenalkan digital terhadap anak muda,” katanya.
Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Unpad BUMN Center of Excellent (Unpad-BCE), Ernie Tisnawati Sule menjelaskan, Unpad-BCE mempunyai tiga program yaitu, Collaboration Center, Learning Center untuk peningkatan SDM dan Study Center yang didukung oleh pusat informasi dan data BUMN.  Acara ini bagian dari Collaboration Center yang tujuannya untuk menciptakan kerjasama antar BUMN, BUMN dengan  Unpad, dan dengan berbagai pihak.

Acara ini juga upaya untuk mengangkat BRI sebagai salah satu BUMN yang berperan pada peningkatan roda perekonomian, khususnya di sektor riil masyarakat mikro, karena BRI sudah memiliki brand identity khusus dalam pengembangan usaha kecil dan menengah. Kami melihat ini adalah peran CEO, pimpinan puncak BRI Asmawi Syam yang punya komitmen kuat untuk fokus pada pengembangan usaha rakyat, karena itu kita selenggarakan CEO Talk. Acara ini adalah salah satu program Unpad-BCE yang tidak hanya dengan BRI tapi bisa juga dengan BUMN lain mengenai kiprah BUMN dalam perekonomian bangsa ini,” katanya.


By: Yefri Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, March 10, 2017

APPI JABAR SIAP LEBARKAN SAYAP DAN CEGAH KORUPSI BERSAMA UNIVERSITAS UNIKOM

Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia Jawa Barat bekerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) gelar seminar nasional pada hari rabu 08-03-17 pukul: 10:00 wib, di gedung unicom bandung. Tekad Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pengacara Pengadaan Indonesia Jawa Barat (DPW APPI Jabar) untuk melebarkan sayapnya kali ini di wujudkan dengan mengadakan seminar nasional yang mengangkat tema tentang, Pengadaan Secara Elektronik dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi yang terselenggara berkat kerjasama dengan Fakultas Hukum Universitas Komputer Indonesia (FH UNIKOM).

Rektor Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pelaksanaan seminar nasional ini dan berharap dengan adanya seminar nasional ini dapat menambah wawasan serta pengetahuan dalam bidang pengadaan di Indonesia. Seminar nasional ini juga mengundang instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta, universitas-universitas, sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta, ”ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Ketua LKPP Republik Indonesia, Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan, Dekan Fakultas Hukum Unikom dan Ketua Umum DPN APPI juga turut hadir sebagai narasumber dalam acara seminar nasional kali ini. Seminar nasional yang diselenggarakan pada Rabu (8/3/2017) di Auditorium Lt.17 Gedung Baru UNIKOM secara resmi dibuka oleh Rektor UNIKOM, Bapak Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto. Ketua Umum DPN APPI Sabela Gayo, SH., MH., Ph.D. selaku dalam sambutan mengatakan, dengan adanya kegiatan seminar nasional ini, maka diharapkan dapat mengidentifikasi, mengkolaborasi, dan mengumpulkan berbagai fakta, informasi, saran dan masukan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders).

Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mengenai pelaksanaan, hambatan dan tantangan baik secara teknis maupun hukum sekaligus proyeksi kedepan bagi perbaikan dan penyempurnaan penerapan sistem E-Procurement di Indonesia, seperti catalog elektronik (E-Cataloque), E-Purchasing, E-Tendering, dan E-Seleksi dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah, Sabela Gayo menjelaskan, semoga kegiatan seminar nasional ini dapat menjadi bahan diskusi awal yang memperkaya khasanah pengetahuan para stakeholders pengadaan barang/jasa pemerintah mengenai berbagai aspek hukum terkait dengan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Indonesia.

Senada dengan itu, Ucok Rolando Parulian Tamba, SH., MH., selaku Ketua DPW APPI Jabar yang dilantik sebelum acara pelaksanaan seminar nasional ini berlangsung mengucapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya untuk mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua DPW APPI Jabar. Dirinya berharap semua elemen masyarakat baik pemerintah maupun swasta dapat bersama-sama memahami serta mengerti mengenai proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik, yang mana merupakan salah satu metode Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang dianggap dapat menurunkan tingkat penyimpangan dan praktik korupsi. Kita sudah tahu bersama bahwa praktik korupsi sangat merugikan masyarakat Indonesia  dan praktik korupsi sangat bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu, saya optimistis melalui seminar nasional ini dapat menjadi bekal yang positif bagi setiap elemen masyarakat, "katanya.   


By: Yefri Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, March 8, 2017

BANJIR DAN SAMPAH KEMBALI SERANG KABUPATEN BANDUNG

Pada hari selasa, 07-03-17 kira kira pukul: 21.00 wib, air mulai datang hingga saat ini hari rabu air di bertahan ketinggian 200 Cm, akibat lebat nya hujan semalam luapan air cikapundung dan citarum terus naik, mengakibatkan wilayah bojongsoang kp. cijagra RW 10 terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 200 cm lebih, dan mengakibat kan ruas jalan terusan bojongsoang macet total .

Di sisi lain para warga pengungsi yang di evakuasi oleh relawan dari berbagai elemen, turut membantu mengevakuasi warga korban banjir  di wilayah bojongsoang,  gudang tanggo milik pak joko yang menjadi tempat mengungsi para warga korban bencana banjir. Menurut asep kasie kesra desa bojongsoang "warga sementara yang mengungsi di sini,  ada 55 kepala keluarga dengan jumlah orang 295 jiwa, termasuk beberapa lansian dan balita, dua (2) orang warga yg di rujuk oleh puskesmas bojongsoang ke rumah sakit terdekat guna mendapat kan pelayanan kesehatan lebih baik  "tuturnya.

Hal senada juga di tuturkan oleh bapak ridwan selaku babinkamtimnas desa bojongsoang "masih sebagian warga rw 10 yang belum mengungsi ke gudang tanggo, tadi aja saya mencoba blusukan untuk memantau ke beberapa rumah di wilayah RT 01 sampai rt 08 masih banyak warga yg memilih bertahan di karenakan ada dua lantai rumahnya , dan ada juga tetangganya yang turut mengungsi dan baru sebagian kecil saja yg terjakau oleh nasi bungkus yg di sediakan oleh SIBAT PMI bojongsoang, di perkira kan ada 400 jiwa an " tambahnya.

sampai saat ini warga yg lain terus berdatangan untuk mengungsi dan dari pihak puskesmas juga telah memberikan pelayanan kesehatan untuk korban banjir yang di perkirakan masih terus berdatangan.


By: Wayhu Sunda Poa (Ina-ina)

AGUS RAMLAN KORBAN MALL PRAKTEK RS RAJAWALI dan CICENDO BUTA PERMANEN "Kembali Bersabar Tunggu Putusan PN Bandung"

Kembali di gelar kasus mall praktek yang menyebabkan Agus Ramlan Buta Permanen selama 20 Tahun pada hari rabu 07-03-17 pukul: 09:15 wib, Agus Ramlan kembali mengelus dada, setelah megikuti Mediasi dengan para tergugat, yang dipimpin oleh Kepala Pengadilan Negeri Kota Bandung (Budi Santoso).

Agus yang pada saat itu baru keluar dari  Ruang Mediasi sekitar pukul: 12:30 wib menyatakan keluh kesahnya kepada kami tentang kekecewaannya, dan mengungkapkan bahwa dia harus menunggu seminggu lagi.

Persolan di karenakan dari pihak tergugat I (satu) Dr Maryono  dan tergugat II (dua) RS Rajawali, belum ada kesepakatan dalam hal pelaksanaan putusan MA tertanggal 25 Agustus 2016, dimana gugatan kasasi tersebut kedua belah pihak diwajibkan untuk membayar ganti rugi kepada penggugat sebesar jumlah Rp 750.000.000..

Hal ini terurai dalam pernyataan yang disampaikan oleh Dr Maryono yang menyatakan pada saat ini tergugat I (satu) ini baru memiliki uang sebesar Rp 100 000 000.- sehingga belum bisa untuk membayar uang ganti rugi kepada Agus Ramlan, padahal surat pemberitahuan untuk pelaksanaan putusan MA ini sudah dikirim jauh-jauh hari.

Akhirnya Pimpinan PN Kota Bandung (Budi Santoso) menjawab, "bahwa hal ini dilaksanakan tanggung renteng dengan pihak RS Rajawali adapun pembagiannya diserahkan kepada pihak Tergugat". Dari pihak tergugat II (dua) mengakui dan menyatakan kebenarannya dari apa yang disampaikan Pimpinan Mediasi di PN Bandung, dan menyatakan agar Dr Maryono untuk segera berkomunikasi dengan pihak RS Rajawali agar bisa berkomunikasi dan berbagi pos keuangan untuk membayar ganti rugi kepada Agus Ramlan yang sudah di rugikan cukup lama sejak tahun 1992 sampai saat ini,  agar bisa dilakukan sesuai putusan MA, yaitu tanggung renteng dan di bayar seketika.

Hal tersebut di benarkan dan di jelaskan kembali oleh Budi Santoso dan akhirnya diputuskan agar pelaksanaan putusan MA ini di tunggu sampai Hari Selasa depan tanggal 14 Maret 2017 dan menegaskan kepada pihak tergugat I (satu) dan II (dua) untuk berkoordinasi dengan baik dan segera menyiapkan  kewajibannya, dan jangan berlarut-larut lagi.


By: Asep KW