Sumber Dana tersebut menggunakan dana APBD dengan No Kontrak 04/PPK-PGKT/DISHUB/04/2015. Ketika di konfirmasi langsung kamis 8-10-15 pukul 14:43wib, lokasi tersebut terlihat sepi, kantornya tidak berpenghuni, hanya beberapa tukang saja yang sedang bekerja. Ketika ditanya sebagian orang yang santai hanya menjawab "ini lah kantornya, cuma tidak ada orang", sementara Didin (Security) dalam kawasan proyek ketika menghampiri dan di tanya hanya menjawab "nanti saya sampaikan, saat ini pimpinan, pengawas yang berkompeten tidak ada",ketika di tanya siapa nama pimpinan atau pengawas proyek..??? Diapun (Didin) menjawab saya tidak tahu..??? Lalu apa gunanya keamanan security bila tidak mengenal atau hanya bisa menjawab tidak tahu, di duga ini di sengaja di setting, setiap ada yang menanyakan cukup menjawab tidak tahu, khususnya bila ada wartawan yang menanyakan.
Sunday, October 11, 2015
PEMBANGUNAN KANTOR DISHUB KOTA BANDUNG TIDAK SERIUS DAN TERTUTUP
Sumber Dana tersebut menggunakan dana APBD dengan No Kontrak 04/PPK-PGKT/DISHUB/04/2015. Ketika di konfirmasi langsung kamis 8-10-15 pukul 14:43wib, lokasi tersebut terlihat sepi, kantornya tidak berpenghuni, hanya beberapa tukang saja yang sedang bekerja. Ketika ditanya sebagian orang yang santai hanya menjawab "ini lah kantornya, cuma tidak ada orang", sementara Didin (Security) dalam kawasan proyek ketika menghampiri dan di tanya hanya menjawab "nanti saya sampaikan, saat ini pimpinan, pengawas yang berkompeten tidak ada",ketika di tanya siapa nama pimpinan atau pengawas proyek..??? Diapun (Didin) menjawab saya tidak tahu..??? Lalu apa gunanya keamanan security bila tidak mengenal atau hanya bisa menjawab tidak tahu, di duga ini di sengaja di setting, setiap ada yang menanyakan cukup menjawab tidak tahu, khususnya bila ada wartawan yang menanyakan.
Friday, October 9, 2015
EXPLOITASI TAMBANG EMAS ILEGAL "RUSAK LINGKUNGAN" PEMERINTAH GARUT TIDAK TEGAS
Sejak tahun 2008 sudah terjadi Penambangan Emas di lokasi Cihideng Desa Kramat Wangi Kec Cikajang Kab Garut, beberapa orang penambang liar pernah buktikan mendapatkan hasil yang luar biasa dari hasil tambang emas ilegal.
Hasilnya bisa dapat sampai kiloan, seiring berjalanya waktu, tempat tersebutpun banyak orang berdatangan ketempat itu dari mana-mana dan sampai banyak terjadi insiden bahkan ada korban jiwa.
Tahun 2010 dinas lingkungan hidup PEMDA GARUT mengeluarkan surat supaya menghentikan kegiatan tambang mas karena merusak lingkungan sekitar dan ekosistim lingkungan hidup rusak cukup berat karena adanya kegiatan Tambang Mas Ilegal.
Akan tetapi kegiatan tetap berlangsung dan membiarkan para juragan terus - menerus melakukan kegiatan tanpa ada yang melarang secara tegas oleh pihak pemerintah setempat, butiran emas pun terus didapat sehingga membuat para juragan lebih bersemangat menambang, pundi -pundi kekayaan dari hasil emas yang didapatkan.
Pada sekitar awal tahun 2014 sekelompok orang luar datang untuk mengadu nasib dengan berbekal nekat dikarenakan mendengar dan sukses dari keberhasilan sang para juragan yang melakukan kegiatan tambang liar, mereka dengan segala keterbatasan berusaha menggali dan setelah kurang lebih satu tahun setengah bergelut menggali lubang pada pertengahan bulan september 2015 mulai mendapatkan harapan dengan sampai ke lokasi yang diyakini mengandung emas.
Beritapun cepat seksli beredar dan semua mendengar termasuk para juragan, dan hari kamis tanggal 17- 09-15 sekitar pukul 14.30wib, mereka(masyarakat tambang) semua di amankan dan di tahan dipolres garut sampai sekarang untuk di proses, sementara mereka (juragan) yang sejak dulu melakukan pertambangan liar, dan sukses yang sekarang sudah kaya raya tetap dengan tenang dan masih menjalankan aktipitas menambang, ketika kami team DPP ORMAS GAS pada hari kamis 8 oktober 2015 melakukan investigasi turun kelapangan lubang yang di gali oleh mereka yang ditahan juga lagi disatroni oleh banyak orang...???!!! Wallahu alam , Allohu Akbar "tutur GAS"
By: Hendra (Ina-Ina)
Thursday, October 8, 2015
WALIKOTA BANDUNG MAPAY LEMBUR DAN MENAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT
Tuesday, October 6, 2015
GAS SUBSIDI 3 KG JATAH KOTA BANDUNG BEREDAR DI KAB BANDUNG
Sunday, October 4, 2015
BBWS BANDUNG NORMALISASI SUNGAI CIDURIAN RANCASAWO MERUSAK LINGKUNGAN
Senin 21-09-15 pukul 11:35 wib, ketika di konfirmasi di kantor BBWS Bandung Bagian OP. Proyek normalisasi sungai untuk menjaga dan merawat Daerah Aliran Sungai (DAS) agar di kala musim penghujan tiba air sungai bisa mengalir dengan baik dan tidak meluap menyebabkan banjir di lingkungan. Namun dengan adanya Normalisasi Sungai Cidurian Rancasawo Bandung ini menyebabkan pencemaran lingkungan dan rusaknya INFRASTRUKTUR JALAN.
Pengkedukan tanah sisi pinggir kali yang numpuk menjadi penyempitan aliran sungai cidurian, diangkat oleh alat berat (Beco) untuk dibuang agar kali menjadi normal kembali tidak dangkal atau menjadi tumpukan tanah seperti tanggul, hal hasil tanah yang diangkat menyebabkan kotor pada lingkungan pemukiman penduduk dan tidak ada yang perhatikan apa lagi di benahi, agar polusi udara debu yang meluap berkurang kebulnya. Sementara pihak BBWS menghindar ketika akan di wawancara bahkan mereka kaku saat di tanya di minta penjelasan, saat ditemui Dedi, Soni dari OP ini tidak mau bicara, dan mengarahkan dengan Joko (OP), jelas ini tidak fair seperti ada yang disembunyikan..??? dan tidak transparan dalam informasi publik.
Selasa 29-09-15 pukul 11:30wib mendatangi BBWS dan bertemu dengan Joko (OP) seperti yang di arahkan dari Dedi (OP), ketika bertemu Joko menanyakan perihal legalitas, padahal sebelum masuk untuk menemui dia "Joko", di pos security sudah di pertanyakan dan dijelaskan detail serta mengisi daftar atau kertas selembar (daftar tamu)sesuai dengan aturan BBWS. Jelas ini terbukti bahwa tidak ada komunikasi dan sinkronisasi dalam BBWS sendiri, dan ada diskriminasi, sebagian tamu di periksa sebagian lagi bablas begitu saja.
Joko (OP) dirinya menjelaskan bila sudah di pos ditahan KTA ya sudah ga da masalah "tuturnya", dan menjelaskan bahwa Proyek Aliran Sungai Cidurian adalah Perawatan Rutin, dan sudah di sosialisasikan oleh kami (BBWS), dan bila terjadi sesuatu seperti, lingkungan kotor, jalan rusak dan sebagainya,,, itu sudah resiko tentunya. Lalu apa tugas masing-masing yang terlibat dalam proyek perawatan rutin sungai..? Kenapa dibiarkan tidak di pantau, apa lagi tempat pembuangan tanah (Disposel) sangat dekat dengan lingkungan dan jalan umum yang selalu aktif berlalu lalang. Infrastruktur jalanpun yang belum lama menjadi rusak amblas, di sebabkan alat berat BBWS dan mengklaim bahwa jalan tersebut khusus jalur BBWS (jalan INVEKSI). Joko menjawab yah kami juga banyak kesibukan di lapangan selaku Humas dan OP, dan saya akan lebih perhatikan itu demi kebaikan bersama, khususnya di masyarakat. Kembali ketika ditanya anggaran perawatan sungai dia "Joko" menjawab, ini Rahasia Negara "tuturnya". Selaku Humas BBWS mestinya Joko bisa lebih menjelaskan rinci, dan selaku OP Joko harus perhatikan proyek di lapangan yang sedang berjalan, adapun Infrastruktur jalan yang rusak di sebabkan Kontraktor Pemborong tidak Profesional pekerjaannya, yang artinya tidak becus kerjanya.
By: Hendra (Ina-Ina)

