Sunday, February 25, 2018

KODAM III SILIWANGI DAN PEMDES BAGIKAN SEMBAKO AIR BERSIH SAMPAI PENGOBATAN KORBAN BANJIR

Banjir yang mengenangi Desa Tegalluar Bojongsoang telah melumpuhkan sebagian masyarakat yang ingin melintasi wilayah tersebut, pasalnya banjirbkali ini cukup dalam, dan banyak kendaraan R2 yang mogok saat melintasi wilayah tersebut, bahkan ada jalan yang di sterilkan oleh warga, di khawatirkan jika lewat akan menimbulka obak yang di hasilkan kendaraan R4 masuk dalam rumah, kendaraan yang melintas hanya di perbolehkan dalam pengiriman sembako, dan memakai mobil truck.

Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung lakukan kegiatan bagi sembako untuk masyarakat korban banjir minggu 25-02-18 pukul: 06:30, kegiatan tersebut tak luput melibatkan satuan Prajurit TNI Kodam III Siliwangi yang di Komandoi oleh Sub Sektor 1 Kapten Nasrul selaku Dan-Sub Sektor 6. Banjir menggenangi semua Rw Se Desa Tegalluar Bojongsoang, yang di guyur hujan cukup lebat sejak jumat kemarin.

Bantuan tersebut di peruntukan untuk masyarakat desa tegalluar, antara lain seperti, air bersih, beras, supermie di setiap Rw. Kapten Nasrul selaku Dan-Sub 1 Sektor 6 menjelaskan, " bahwa kami sealaku Prajurit TNI Kodam III Siliwangi harus peduli atas musibah yang terjadi, karena masyarakat juga harus benar di perhatikan, mengingat banjir ini hampir semuanya tergenang air, dan saya sendiri selaku prajurit harus sadar, bahwa kita ada untuk mereka, " jelasnya.

Galih Hendrawan Kades Tegalluar menuturkan, " banjir walau saat ini sudah mulai surut, memang saat ini cukup luar biasa, tidak seperti kemarin, semua merasakan banjir, hal hasil kita juga harus sadar dengan situasi seperti ini, banyak masyarakat kita tidak bisa bekerja dan aktifitas terganggu akibat banjir yang cukup dalam, saat ini baru bantuan datang dari Tagana Dinsos Kab Bandung, berupa perahu fiber 2 unit, sembako beras, supermie, minyak, air mineral, dari swasta Industri KTM 14 Ton, PHBS berupa MCK Mobille 2 pintu, dan Air bersih berupa 5  mobil tanki 5000 lt, dan baru turun 3 tanki, menunggu 2 tanki lagi " jelasnya.

Dalam hal ini Pemerintah Desa Tegalluar sudah mengajukan ke BBWS, untuk segera melakukan normalisasi sungai khususnya, karena tegalluar di lintasi oleh beberapa anak sungai yang langsung masuk ke aliran sungai citarum, mulai dari citarik, cinambo, dari rancaekek dan cipamokolan, dan perlu adanya kerja sama dengan beberapa pihak terkait, mulai dari Pemda Kabupaten Bandung, Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat, khususnya BBWS, dan kami pernah mengajukan, untuk segera melakukan normalisasi sungai dan harus membuat sodetan pada sungai " tutur Galih.

Galih Hendrawan juga menekankan, ini perlu kesadaran manusianya juga, dan harus ada tindakan serius dari perhutani jabar, terutama wilayah hulu, agar hutan kita di kembalikan lagi seperti dulu, supaya air dari gunung bisa terserap oleh pohon, dan airnya tidak langsung ke hilir yang imbasnya bukan hanya ke desa tegalluar saja, banyak desa di wilayah kabupaten bandung yang terkena dampak akibat hutan dan sungai yang tidak berfungi secara maksimal yang beralih fungsi secara jelas, " ucap Galih.





By: Hendra Sunda Pos ( Ina-Ina)

KADES CIPADA CIKALONG WETAN HARUS TRANSPARAN PADA MASYARAKAT DALAM TERAPKAN ANGGARAN " SEHINGGA TIDAK KISRUH "

Desa Cipada Kecamatan Cikalong Wetan yang berlokasi di Jl. Perk Pangheotan No 40 kode pos 40556 Kabupaten Bandung Barat, di duga lakukan penyelewengan anggaran, sehingga berhembus isu di kalangan masyarakat terkait penilaian kinerja Kepala Desa Cipada. Edi Yuyus Kades Cipada yang saat ini di pertanyakan oleh masyarakat, dan Ketua BPD Desa Cipada Ace Sutarya dalam hal ini membuka rapat Musdes di kantor desa cipada.

Dalam acara Musdes yang di gelar oleh BPD Desa Cipada Cikalong Wetan,  mengundang sejumlah tokoh masyarakat, di hadiri muspika tingkat kecamatan. Dalam hal ini, masyarakat desa menuntut kades untuk lebih transparan, dalam melakukan dan memeparkan sesuatu, khusnya untuk lebih terbuka, karena informasi keterbukaan publik, jelas hak masyarakat dalam keterangan informasi, atas kinerja dan penerapan sumber anggaran desa cipada.

Nensi Mayfrilina selaku pendamping desa dari Kemendes menurutnya " saya hanya bertugas mendampingi desa, dan memberikan pengarahan serta pengawasan untuk bisa menerapkan sesuai dengan aturan, hal ini juga saya katakan pada Bpd dan Kades Cipada, ssbelumnya juga sudah pernah divrapatkan di kecamatan, dan hadir ketua apdesi, karena memang wilayah kecamatan cikalong wetan sangat kompak, khususnya membahas permasalahan yang ada di desa cipada, saya sendiri tidak bisa memutuskan, hanya melakukan pembinaan sesuai tugas saya selaku pendamping desa dari kemendes, hanya saja ini kurangnya komunikasi, dan saya tidak bisa menjudge bahwa kades cipada melakukan penyelewengan anggaran, walaupun memang masyarakat juga berhak mengawasi terkait anggaran desa " jelasnya.

Sebelum masalah kejadian dan kekisruhan ini, pada dasarnya sudah pernah ada musyawarah sebelumnya, baik di desa ataupun kecamatan, jadi pa camat sendiri sudah tahu dalam permasalahan yang ada di desa cipada, harusnya tidak perlu terjadi, yang dampaknya akan tidak baik, bila saja Bpd dan Kadesnya itu betul-betul paham dan tahu, jadi mungkin akibat kurang memahami betul tupoksinya sebagai Kepala Desa dan Bpd, tapi yang jelas saya bekerja sesuai dengan tupoksi saya, tidak bisa menyebutkan kades ada penyimpangan anggaran, karena masih ada Bpk, yang bertugas dalam pemeriksaan, masyarakat juga bisa lapor dengan bukti yang ada, bila ada penyimpangan, karena saya juga gak da buktinya, karena pembangunan jelas ada timnya, termasuk TPK yang sudah di bentuk " tutur Nensi Mayfrilina.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, February 17, 2018

ASN KECAMATAN GEDEBAGE BANDUNG BERGAYA MAMIH GENK " SEBUT WARTAWAN KURANG AJAR "

Sebuah Kantor Pemerintahan di Kota Bandung seolah-olah kurang layak, dengan pemandangan ruang publik terbuka pintu belakang keluar masuk tamu, bercokol seorang Wanita Aparatur Sipil Negara (ASN) Kecamatan, dengan merokok bebas di ruang terbuka pada saat jam kerja berlangsung, dan menjadi sebuah pemandangan yang tidak biasa di kantor pemerintahan.

Sri staff Kecamatan Gedebage Kota Bandung dengan gaya mamih genk, naik pitam saat media hendak konfirmasi rabu 14-02-18 pukul: 11:24 wib, bermula dari wartawan yang bertanya saat bertugas, dan tersinggung ketika di tanya, saat ingin di perjelaskan kenapa tersinggung, sri semakin geram dan mencoba memprovokasi dalam kondisi yang panik, bahkan dirinya mencoba mengumpulkan orang, dengan cara kontek via hp, karena merasa asli putra daerah.

" bermula saat staff kecamatan yang masih baru 2 hari bekerja " kata sri " pejabat kecamyan di tanya, khususnya camat, tidak di tempat, lalu sekcam tidak di tempat, MP pun sama tidak di tempat, dan spertinya kurang suka di tanya wartawan, dengan mata yang mlotot, akhirnya sri menyambar dengan nada tinggi.

Sambil teriak di muka umum "saya mah orang asli gedebage, jangan macem-macem ke saya, coba semua suruh kumpul ke sini, panggil semua, saya tidak enak, dan saya akan laporkan ke polisi, dasar wartawan kurang ajar, gak sopan tamu banyak nanya, saya gak takut dengan wartawan " lantang Sri.

Di khawatirkan hal yang tidak di inginkan terjadi, maka secara spontan polsek gedebage (Iptu Jasman) di kontak langsung, dan memberikan laporan singkat via WA, sambil menunggu pihak polsek selaku kepolisian setempat tiba, untuk segera di lakukan pengamanan, mengingat adanya pengancaman terhadap wartawan, yang akan berdampak pada keselamatan saat bertugas.

Berselang lebih satu jam kemudian, Bambang Sukardi Camat Gedebage tiba di kecamatan, dan langsung lakukan mediasi klarifikasi masalah yang terjadi pada wartawan dengan staffnya yang di anggap ini salah paham, mungkin staffnya sedang ada masalah, sehingga terjadi seperti ini, dan saya minta maaf atas kelakuan staff saya yang kurang baik dalam menyambut tamu, mungkin dia kurang kenal, dan paham dengan wartawan " jelasnya.

Staff di panggil keruangan camat, agar hal ini cepat di selesaikan, sri mengakui bahwa dirinya hilap, " memang saya lagi ada banyak masalah di luar, dan saya memang tidak menyadari dengan ucapan saya menyebut wartawan kurang ajar, sekali lagi saya minta maaf " tuturnya.

Ketika maaf di minta secara resmi tertuang di kertas pada yang bersangkutan, camat gedebage hanya bisa menjanjikan akan di buat nanti, karena saat ini kondisi staff saya kurang baik, ya lagi ngedrop, mungkin karena malu, nanti saya akan buatkan, tunggu dia baik dulu " jelasnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

PENEGAKAN LIMBAH INDUSTRI HARUS TEGAS...!!!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat lakukan sidak di 39 perusahaan, di duga terindikasi sengaja membuang limbah industri ke sungai, tanpa melalui proses pengolahan sebelumnya. Diantara 39 perusahaan, 13 diantaranya terbukti lakukan pelanggaran dengan sengaja buang limbah.

Dari 39 perusahaan tersebut, berlokasi di berbagai daerah, antara lain, 22 di Kabupaten Bandung, 7 Kota Bandung, 5 Kota Cimahi, 8 perusahaan Kabupaten Bandung Barat (KBB), hampir 80% terbukti melakukan pencemaran terhadap lingkungan.

Anang Sudarna Kadis Dlh Jabar mengatakan, untuk tau hasil sidak lebih akurat, contoh air yang diambil selama sidak dari outlet atau titik penataan harus dilakukan pengujian di laboratrium yang sudah terakreditasi.

" Daerah KBB delapan yang disidak delapan melanggar, di Kota Bandung empat perusahannya terbukti dan satu di antaranya langsung ditutup," tutur Anang  senin 12-02-18.

Anang menjslaskan, dari semua perusahaan yang di sidak, dan terbukti melanggar, pihaknya langsung menyerahkan penanganannya kepada Polda Jawa Barat, untuk di tindak lanjuti.

" baik berupa teguran tertulis atau paksaan sampai pemberhentian dan pidana sekalipun, kami serahkan," ucapnya.

Kembali di jelaskan, ada satu perusahaan yang menolakbuntuk di sidak, yaitu PT. Gucci Ratu Textile  Industry berlokasi di Jalan Cibaligo Cimahi, dengan alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari DLH Jabar.

" pasal 115 tentang lingkungan hidup, kami serahkan ke Polda karena sengaja menolak pemeriksaan, itu dikenakan sanksi pidana dan denda," tutur Anang.

Anang meminta, perusahaan agar mematuhi aturan yang di tetapkan dengan membuat Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal), dan menegaskan akan menindak semua perusahaan yang masih lakukan pelanggaran dalam upaya normalisasi Citarum Harum.

" bila harus ada korban, dalam arti PHK, tidak masalah, dari pada harus  mengorbankan kepentingan anak cucu kita kedepannya, dan ini resiko dari sebuah revolusi mental," ungkapnya.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, February 11, 2018

KODAM III SILIWINGI TIDAK KENAL LELAH UNTUK CIPTAKAN CITARUM HARUM " Dansektor VI Sulap Sungai Jadi Nyaman "

Sungai Citarum Harum Program prioritas Pusat yang menjadi Tanggung Jawab Penuh Pemerintah Daerah, dalam hal ini Provinsi Jawa Barat, bersama Pangdam III Siliwangi Mayjen Doni Monardo, Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto, Kejati Jabar, dan semua jajaran, baik Walikota dan Bupati ikut serta bertanggung jawab dalam menciptakan Citarum Harum Sungai terkotor sedunia, menjadi sungai terhitam sedunia, agar menjadi harum dan layak minum kedepannya.

Di tinjau langsung di lokasi Satgas Sungai Citarum Posko UT Sektor VI, sabtu 10-02-18 pukul: 11:30 wib, Dansektor VI Kolonel Yudi Zanibar S.I.P dengan jangkauan Sapan - Jembatan Citarum (Cijagra), yang melintasi dua Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah Kabupaten Bandung. Dalam giatnya selalu penuh semangat juang, khususnya para prajurit di masing-masing Sub Sektor (sektor 1-11).

Kolonel Yudi selaku Dansektor VI, mengingatkan " saya tidak mau kerja teori, tapi langsung praktek saja, dan bila menemukan pelaku yang mencemari sungai secara sengaja, maka akan saya tangkap dan di amankan, selebihnya silahkan itu urusan penegak hukum yang lain, karena tugas saya membuat sungai citarum bersih, dan aman dari pencemaran limbah, baik industri atau rumah, sehingga program citarum harum ini bisa di nikmati oleh semua, bukan saya, hanya melaksanakan tugas dengan benar " jelasnya.

Menurut Yudi selaku Dansektor VI, harus buktikan dengan berjalan menyusuri aliran sungai, melalui jalan inspeksi, banyak limbah yang di alirkan ke sungai langsung, dan saya sangat respon dengan laporan warga, bila menemukan pabrik, atau industri yang mencemarkan lingkungan, saya di lapangan harus lihat langsung, dan tidak ada katanya, karena citarum harum memang harus dengan niat, tidak bisa cuma di bicarakan saja, dan kita bisa lihat hasilnya, buktikan sendiri " pungkasnya.

Prajurit dan saya harus jalan kaki untuk monitor di lapangan, " ya, tidak jauh hanya 5 Km, dan ini harus jalan, agar bisa lihat langsung, Oxbow saja masih banyak sampahnya, dan memang wilayah sana numpuk sampai jembatan biru cijagra bojongsoang, sekarang lihat saja sendiri, sudah mulai enak di lihat, ya mengurangilah, kalau sudah enak, bukan saya yang menikmati, tapi masyarakat luaa, apa lagi bila dinjadikan wisata air, tentu lebih indah di lihat, apa lagi nanti di tanami pohon, wah bakalan keren pokoknya, kerja tanpa pamrih dan tetap semangat, itulah jiwa kami, jadi silahkan buktikan dan lihat saja langsung " tutur Yudi.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, February 9, 2018

ADA DUSTA " DIRUT PD KEBERSIHAN KOTA BANDUNG " BERDALIH TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN TPS RANCAEKEK

Giat pengangkutan sampah sementara di Tps Kp.Babakan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung berlangsung kembali saat ini, kamis 08-02-18 pukul: 11:00 wib. Terpantau di lokasi hanya satu mobil, saat di tanya staff kontrak Pd Kebersihan " sampah di angkat secara manual, itu juga mobil rental Pd Kebersihan, karena loader sudah di tarik " ungkapnya.

Edi pengawas lapangan di Tps, yang memang sejak awal ada di lokasi sampah, terlihat menutupi sesuatu saat di tanya Cece di mana, yang memang selalu bersembunyi dari kejaran wartawan, dengan alasan, " saya belum lihat bos dari tadi " ucapnya.

Menurut keterangan di lapangan lokasi Tps, Cece itu ada dan mengawasi sampah, hanya saja ketika wartawan hadir, cece menghilang, bahkan tidak mau di temui, terlihat mobil avansa warna hitam bernopol D 1104 AAP terparkir nyumpet di lokasi tetangga sebelah, yang juga tempat pengepul sampah, saat di tanya tuan rumah " ini mobil cece, tapi gak tahu kemana, tadi ke lokasi sampah " jelasnya.

Di konfirmasi Via Whats Up, Deni Nurdiana Dirut Pd Kebersihan Kota Bandung, menjawab " tanya langsung saja ke pa cece, saya tidak ada hubungan keluarga dan apapun juga, langsung aja ke pa Cece soal ini saya hanya bantu membersihkan saja " jawabnya.

Ketika di tanya, Armada Pd Kebersihan Kota Bandung lebih dari 3 yang di turunkan ke lokasi sampah, bahkan belasan dari Pd, armada yang rental, dari dinas kota bandung, bahkan milik pd kebersihan juga turun, biaya operasional siapa yang tanggung, Deni tidak mau menjawab.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

KMPL Jabar Minta Pemerintah Tegas TINDAK Limbah INDUSTRI NAKAL Hasil Survei Tim Kodam III Siliwangi

Kodam III Siliwangi menyatakan telah mengetahui semua masalah penyebab tercemarnya sungai Citarum antara lain yang diakibatkan oleh limbah industri. Selain itu, akibat limbah tersebut di ketahui menjadi dampak tercemarnya area pesawahan di Rancaekek hingga puluhan tahun petani dikawasan tersebut rugi, dan terserang penyakit.

Kapendam III Siliwangi Kolonel Desi Aryanto mengatakan, telah melakukan survey kepada beberapa industri yang membuang limbah ke aliran DAS Citarum, diantaranya ke aliran sungai Cikijing dan citarik, dari hasil survei tersebut pihaknya telah memberikan data kepada Badan Pemeliharaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD).

"Kodam sudah memberikan data, tinggal DLH Jabar menindak lanjuti", ungkap Kolonel Desi Aryanto saat dihubungi via Whats Up kamis 08-02-18 wib.

Data patroli tim survei kodam, limbah yang melintasi kawasan Rancaekek berdasarkan data tersebut ditemukan limbah berwarna coklat keruh, bau dan kapasitas cukup besar yang dialirkan melalui saluran air yang menyebrangi Jalan raya. Air limbah di alirkan melalui sungai Cikijing dan sungai Citarik
seterusnya bermuara di Sungai
Citarum.

"Betul data itu dari kami, hasil dari data itu DLH Jabar sudah melakukan sidak", Katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Masyarakat Peduli Lingkungan (KMPL) Jabar, Apih Jaja Dipraja mengatakan, hasil Patroli survei tim Kodam III Siliwangi tersebut harus di sikapi secara tegas oleh pihak yang berwenang, guna mencipatakan Citarum harum yang menjadi cita-cita bersama.

"Hasil Patroli survei Tim kodam III siliwangi yang telah berjuang dilapangan, wajib di tindak tegas oleh pihak yang berwenang. Sebab, ketentuannya sudah diatur oleh undang-undang", Ungkapnya Apih di Cileunyi.

Apih menjelasakan, keberadaan pencemaran limbah tersebut akibat adanya pembiaran pihak pemerintah. Selain itu, ia menyinggung keberadaan ijin dari pemerintah yang dikantongi oleh perusahaan. Padahal, dampaknya jelas merugikan masyarkat luas.

"Jangan sampai dibiarkan, apalagi datanya dari Kodam mau diapakan data tersebut, ini sudah diketahui publik, saya heran kenapa mereka masih diberi ijin, berani tidak pihak satpol tutup dahulu perusahaan nya", pungkasnya.

Apih berpendapat, kepastian penegakan aturan tersebut mesti ada keberanian dari pihak Pemerintah. Selain itu, data hasil survei Kodim Siliwangi tersebut, harus terpublikasikan hingga ketahui oleh seluruh elemen masyarakat agar bisa di kontrol oleh semua pihak.

"Harus jelas sikap pemerintah buktikan keberaniannya, baik bupati, walikota, dinas Perijinan dan pihak terkait lainnya, jika benar pemerintah berpihak kepada masyarakat", ungkapnya.






By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)