Friday, September 7, 2018

Rakornis TMMD ke - 103 Tahun 2018 Jurnalistik Jabar Mewakili Kodam III/Slw Memenangkan Lomba Jurnalistik

Jakarta,- Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono menghadiri Rakornis TMMD ke - 103 tahun 2018 di
Jakarta kemaren Selasa (28/8).

Pada Rakornis TMMD ke - 103 ini terlebih dahulu dilaksanakan pengumuman pemenang lomba
Jurnalistik TMMD ke - 102 tahun 2018, Jurnalis Jabar mewakili Kodam III/Siliwangi memenangkan lomba Jurnalistik dengan judul TMMD Bukti Cinta TNI terhadap Rakyat, Tim yang bekerja memenangkannya lomba tersebut adalah Kerabat Kerja TVRI Jabar Produser Fahrani, PD Ahmansyah,
Kamerawan Bernas, Editor M. Adam, UM Nina Hasanah.

Pembukaan diawali dengan tarian pembuka Rakornis TMMD ke - 103 tahun 2018 dengan mengambil tema " TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Desa Yang Maju Sejahtera Dan Demokratis ".

Program TMMD ini menyiapkan operasi bakti TNI yang melibatkan TNI, Polri, Pemda dan semua stock holder serta seluruh masyarakat.

Rakornis ini dilaksanakan untuk menyamakan Visi dan Misi agar pelaksanaan TMMD 103 pada bulan September dapat terlaksana dengan lancar dan aman.

Kasad Jenderal TNI Mulyono menyampaikan, " TMMD sebagai wujud kegiatan lintas sektoral TNI, Polri, Pemda dan masyarakat dalam rangka pembangunan masyarakat pedesaan, kerja sama TNI AD dan Kemendagri akan memotivasi dan tanggung jawab untuk pelaksanakannya sehingga perlu penyelarasan sebagai langkah awal guna sinergitas untuk mewujudkan kebijakan Pemerintah membangun dari Desa ".

" Gotong royong sebagai suatu warisan nenek moyang dan merupakan refillesi pembangunan bersama elemen masyarakat sebagai manifestasi pembangunan bangsa ", ulasnya.

" Semangat gotong royong dewasa ini harus menjadi aktualisasi seluruh elemen bangsa untuk menyelaraskan kepentingan
pembangunan terutama Desa yang belum tersentuh oleh program Pemerintah ", imbuhnya.

TNI, Pemda dan masyarakat perlu membuat skala prioritas untuk merealisasikan sasaran - sasaran yang menjadi prioritas.

TMMD ke - 103 dilaksanakan pada bulan September sampai November 2018 yang didukung oleh seluruh komponen masyarakat dengan sistem butum up planning serta melalui kesepakatan, melalui musrenbang.

Pada saat ini juga disampaikan pemenang lomba karya Jurnalistik diwilayah yang dikoordinir oleh para Kapendam dimasing - masing Kotama setempat.

Aster Kasad menyampaikan, " pada saat ini juga dibuka karya Jurnalistik TMMD ke 103 yang dapat diikuti oleh seluruh awak media atau Jurnalis dan  selanjutnya pahami tentang inti sari TMMD ".

Hadir pada Rakornis TMMD ke - 103 tahun 2018 ini adalah Kasad, Wakasad, Itjenad, Asrena Kasad,
Aster Kasad, Kadispenad, Menteri Dalam Negri diwakilkan kepada Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa dengan para pembicara Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Dirjen Politik Pemerintahan Umum Kemendagri, Deputi Pencegahan BNN, Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR.
(Pendam III/Siliwangi).



By: Hendra

Komsos Kreatif Kodam III/Siliwangi Berikan Hadiah Bagi Pemenang

Bandung,- Aster Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Adri Koesdyanto mewakili Pangdam III/Siliwangi membuka komsos kreatif yang dilaksanakan di Aula Satata Sariksa Rindam III/Siliwangi Jalan Manado Bandung, Kamis (6/9).

Memulai kegiatan ini Aster sampaikan ucapan selamat datang kepada para Juri, Para peserta lomba  kesenian Daerah dan Nasional serta lomba melukis. Dan melalui Komunikasi Sosial Kreatif ini juga Aster membagikan hadiah kepada para pemenang lomba.

Aster Kasdam III/Siliwangi Kolonel Adri Koesdyanto mengatakan, " kegiatan komunikasi sosial krearif ini dilaksanakan mulai dari Tingkat Kodim, Korem, Kodam sampai dengan tingkat Mabesad ".

" Dengan tujuan untuk menjalin Komunikasi Sosial yang sehat dan harmonis guna meningkatkan tali silaturahmi antar Prajurit TNI dengan segenap komponen masyarakat ", ungkapnya.

Selain itu, " diharapkan kegiatan ini menjadi sarana untuk menggali kreatifitas dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah - daerah di Jawa Barat ", ulasnya.

Melalui Komunikasi Kreatif ini makna dan pesan yang disampaikan adalah untuk tumbuhkan jiwa sportifitas, saling menghargai dan bekerjasama sehingga generasi muda dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Materi yang dilombakan diantaranya, lomba lukis yang bertemakan Kemanunggalan TNI - Rakyat yang diikuti 20 peserta, lomba tari kelompok diikuti 15 tim, lomba tari tunggal diikuti 15 peserta dan bagi Juara 1 sampai dengan 4 lomba lukis akan dilombakan antar Kodam di Mabesad sedangkan Juara 1 sampai dengan 3 tari baik kelompok maupun perorangan atau tunggal akan ditampilkan pada acara hiburan HUT TNI di Gubernuran Jabar.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah oleh Pabandya Komsos Sterdam III/Siliwangi Letkol Inf Harlansyah kepada Juara I Kreasi Tunggal Reza Sri Rahayu dari Kodim 0609/Kab. Bandung Korem 062/TN, Juara II Anastasya. AP dari SMAN 2 Purwakarta Korem 063/SGJ dan Juara III Silvi Natalia dari SMKN I Jampang Kulon Korem 061/SK.

Sedangkan Juara I Lomba Melukis sebagai Juara I Salmon dari ISBI Bandung Kodim 0618/BS,  Juara II Asep Marwan dari Kodim 0609/Kab. Bandung Korem 062/TN, Juara III Novia dari Kodim 0613/Cms dan Juara IV Idin dari Kodim 0610/Garut Korem 062/TN. Kemudian Kreasi Tari Kelompok Juara I SMK Mutiara Kabupaten Sukabumi Korem 061/SK, Juara II Nira Kota Bandung Kodim 0618/BS dan Juara III Wangsit Enterprise Kota Bandung Kodim 0618/BS.

Dengan para juri Rohewandi, S.Sn, M.M, Lik Setiawan, S.Kar, Dr. Supriatna, M.Sn dan Drs. Edy Sugiharto.
(Pendam III/Siliwangi)


By: Hendra

Pangdam III/Siliwangi Menerima Kunjungan Awal Gubernur Jabar

Bandung,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) meneriman kunjungan awal Gubernur Jabar di Ruang Kerja Pangdam di Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Jumat (7/9).

Gubernur Jabar terpilih H.M. Ridwan Kamil, S.T, M.U.D yang sering disapa dengan RK ini, ke  Kodam III/Siliwangi merupakan kunjungan awal atau pertamanya sejak terpilih dan dilantiknya menjadi Gubernur Jabar beberapa waktu lalu.

Diawal kepemimpinannya ini merupakan langkah awal silaturahmi dalam menjalin sinergisitas antara TNI yaitu Kodam III/Siliwangi dengan Pemerintah Daerah untuk bersama - sama menjaga kondusifitas wilayah Jawa Barat.

Dengan suasana keakraban, Pangdam III/Siliwangi menyambut kedatangan Gubernur Jabar diruang kerjanya dan tidak ada kekakuan diantara dua pejabat tersebut karena sebelumnya sudah saling mengenal.

Dari pertemuan singkat tersebut tidak ada agenda khusus yang dibicarakan selain silaturahmi dan berbincang - bincang ringan ke Makodam III/Siliwangi.

Pada kesempatan tersebut Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) menyerahkan pelakat Cendra Mata Kodam III/Siliwangi  " Esa Hilang Dua Terbilang " kepada Gubernur Jabar H. M. Ridwan Kamil, S.T, M.U.D yang disaksikan oleh Para Asisten Kasdam III/Siliwangi dan pejabat Kodam III/Siliwangi lainnya.
(Pendam III/Siliwangi).


By: Hendra

Disdik Kurang Perhatian SDN Cigumelor Siap Ambruk

Bandung, Jayantaranews.com-Dampak dari tidak meratanya pembangunan gedung sekolah dikabupaten Bandung, menjadikan kesenjangan pembangunan gedung sekolah disinyalir masih banyak yang kondisinya memprihatinkan, selain kondisi gedung yang rusak bahkan banyak yang siap runtuh. Bukan hanya bangunan kelas saja yang kondisinya memprihatinkan, bahkan pagar dan lapangan upacara juga ada yang akan longsor.

Seperti SDN Cigumelor yang berlokasi didesa Sudi kecamatan Ibun kabupaten Bandung, yang dimana posisi tanahnya akan longsor akibat tidak ada Tembok penahan tebing (TPT). 

Menurut kepala SDN Cigumelor Odih, mengatakan " karena keberadaan banguna sekolah didataran tinggi dan tanahnya terkikis hujan dan lama - lama jadilah seperti ini. Maka dari itu perlu secepatnya da bangun TPT agar tanah tidak longsor, yang terancam ambruk oleh longsor salah satunya lapang dan satu ruangan kelas " jelas kepala SD Cigumelor Odih.

Masih menurut Odih " sebentar lagi mau masuk musim hujan yang dikawartirkan akibat guyuran hujan terus menerus,  tanah semakin terkikis dan akan mengakibatkan longsor. Maka dari itu saya mengharapkan sekali terhadap pemerintah daerah, khususnya Disdik kab. Bandung untuk meninjau dan secepatnya membangun TPT agar tidak terjadi longsor lagi " jelasnya.

Melihat kondisi sekolah SDN Cigumelor yang berada diatas tebing sangatlah dikhawatirkan akan roboh yang diakibatkan oleh tanah longsor akibat hujan. Untuk itu Pemkab. Bandung Khususnya Disdik, harus segera antisipasi dan membangun TPT untuk SDN Cigumelor desa Sudi kecamatan Ibun.




By: Hdr/Asep BOM.

Januari UPT TK, SD dan Non formal dilebur Koordinator Pelayanan Muncul

Bandung, Jayantaranews.com-Unit Pelayanan Teknis TK, SD dan Non formal disdik kecamatan yang ada dikabupaten Bandung akan dilebur, dan dihilangkan. Karena sesuai dengan Undang -undang yang dterbitkan oleh Mendagri bahwa UPT sudah harua ditiadakan, namun Bupati Bandung, mengatakan UPT TK, SD dan Non formal masih dibutuhkan, dengan alasan letak wilayah yang luas dan teritorial pegunungan.

Hal ini jelas sangat menghambat pelayanan terhadap dunia pendidikan, bila UPT TK, SD, dan Non Formal dilebur, kalau pun adanya peleburan UPT  itu pasti namun peran pungsinya tidak berubah, hanya perubahan nama saja yang akan dilebur.

Seperti yang diungkapkan oleh kabid TK, SD dan Non formal, H. Maman sudrajat saat ditemui digedung PGRI kab. Bandung,"Sebetulnya dalam peleburan UPT menjadi Koordinator, untuk peran dan fungsinya tidak berubah hanya nama saja yang berubah, jadi dalam segi pelayanan pun tetap akan lebih episien dan terlayani dengan baik,"jelasnya.

Selain itu juga kabid TK, SD dan Non formal menjelaskan lebih jauh " semua itu merupakan satu implementasi yang membawa kemajuan teehadap dunia pendidikan, agar pendidikan lebih terlayani dan terakomodir menjadi sebuah pendidikan yang bermutu dan berkualitas, maka dari itu regulasinya akan tersusun sedemikian rupa, jadi tidak ada yang harus diperdebatkan dan dikhawatirkan karena Bupati juga masih menginginkan adanya koordinator Pelayanan dititiap kecamatan, untuk sayuan pendidikan " ungkap H. Maman Sudrajat.

Perubahan nama UPT menjadi koordinator Pelayanan akan dilaksanakan pada januari 2019, namun dalam peran dan fungsinya tidak akan  berubah, bahkan akan lebih efektif dan efisien dalam pelaksanaan tugasnya. Serta akan lebih mendorong pada kemajuan dunia pendidikan dikabupaten Bandung.
Maka dari itu regulasi perubahan bukan terletak dari perubahan peran dan fungsi koordinator, namun hanya perubahan pada nama UPT Tk, SD dan Non formal menjadi koordinator Pelayanan.

By: Hdr/Asep BOM

Dana BOS Jurang Bagi Sekolah, sekolah akan gulung tikar alias BANGKRUT

Bandung, Jayantaranews.com- Dana Biaya Oprasional Sekolah atau yang lebih dikenal Dana BOS, kini seakan lenyap dari pandang, karena sampai saat inj sekolah masih belum menerima dana BOS triwulan 3. Seolah -olah pemerintah tidak peduli lagi terhadap dunia pendidikan  yang sedang berjalan.

Kini sekolah - sekolah mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA  seakan dibiarkan begitu saja tanpa memikirkan ATK sekolah yang sudah habis. Namun pemerintah seolah - olah cuek dan tidak mau tahu sekolah ada ATK ataw tidaknya, yang penting sekolah harus berjalan, KBM terus terlaksana.

Seperti yang diungkapkan oleh, salah satu kepala sekolah diwilayah Bandung Timur,  Rahmat, dirinya mengaku telah kewalahan dalam menyediakan ATK untuk kegiatan Belajar Meengajar (KBM), dikarenakan BOS belum juga cair sampai saat ini, bahkan sudah mengalami keterlambatan hampir 2 bulan, sedangkan sekolah tidak bisa dibubarkan begitu saja, ya terpaksa saya harus ngutang sana ngutang sini untuk menutupi, kebutuhan sekolah,"jelasnya.

Seandainya BOS tidak juga turun, dan sekolah tidak boleh memungut biaya dari siswa, maka sebentar lagi banyak sekolah yang gulung tikar, terutama sekolah swasta yang hanya mengandalkan dari dana BOS untuk seluruh kegiatan dan gaji honor guru.

Pengamat Pendidikan dikabupaten Bandung, Mamat R, mengatakan,"Bila sampai saat ini BOS masih belum juga turun, maka kualitas dan kuantitas pendidikan akan semakin menurun, bisa saja sekolah mengalami kebangkrutan, karena untuk biaya kebutuhan sekolah sehari - hari, kepala sekolah harus dari mana, lihat sekarang sudah terlambat hampir 2 bulan, kepala sekolah sudah banyak yang ngutang, agar pendidikan terselenggara, " ungkapnya.

Masih menurut Mamat. R,"sebenarnya apa yang jadi kendala pemerintah dalam mencairkan dana BOS yang sudah menjadi rutinitas pemerintah, terutama Kementrian pendidikan, karena sekolah terus - terusan diperiksa mengenai penggunaan dana BOS, disis lain dana BOS dihambat pencairannya " jelas pengamat pendidkan Mamat R.

Bila melihat kondisi sekolah sekarang ini yang telah mengalami kalang kabut dalam masalah biaya sekolah, jelas sangat memprihatinkan sekali, bahkan untuk menyelenggarakan pendidikan kepala sekolah harus ngutang sana sini, dan ditambah lagi dengan pemeriksaan dan pertanggung jawaban penggunaan BOS.

Apakah pemerintah hanya mengganggap pendidikan itu salah satu hal yang tak penting, atau pendidkan hanya dijadikan ajang mainan pemerintah untuk dijadikan pembodohan saja.



By: Hdr/Asep BOM.

Proyek Siluman Depan Kecamatan Rancaekek dibiarkan begitu saja

Bandung, Jayantaranews.com-Proyek pengerjaan saluran air dijalan raya Rancaekek -Majalaya depan kecamatan Rancaekek, seolah tanpa ada yang menegur baik dari dinas PUPR atau pihak kecamatan dan pihak polsek Rancaekek sendiri.

Proyek pengerukan saluran selokan itu tanpa jelas berasal dari mana anggaran proyek, dan  berapa anggaran proyek pengerukan saluran selokan tersebut.

Ketika dipantau pada malam kamis malam (06/09) dan jumat siang (07/09) seolah - olah proyek tersebut proyek siluman, karena tanpa ada papan nama proyek dan direksi kit, yang mana lazimnya setiap adanya pengerjaan proyek.

Saat dihuhungi warga berpendapat bahwa, proyek ini tidak tahu asal muasalnya, menurut salah seorang warga  udin saat dimitai keterangannya, menjelaskan,"Maaf pa saya tidak mengetahui nama perusahaan dan anggarannya, karena saya tidak melihat adanya papan nama proyek, pengerjaan ini sebenarnya ada 2 pemborong tapi tidak tahu nama -nama perusahaannya, coba lihat saja kesana yang didepan perum embang sari dan dekat kantor kepala desa,"jelasnya.

Proyek siluman yang telah melanggar undang - undang transparansi itu, seolah dibiarkan berjalan, dan tanpa ada peneguran dari pihak - pihak yang terkait dalam pengerjaan proyek perbaikan saluran selokan yang berada dipinggir bahu jalan raya rancaekek - Majalaya.
Bahkan warga mengatakan, pada waktu pengerjaan dimalam jumat, genset sempat terhenti dan tidak dapat berjalan karena kehabisan solar.

"Ini sempat terhenti akibat genset yang mengambil listrik dari beco kehabisan solar, dan entah dapat dari pom mana, salah seorang mandornya mendapatkan solar dan pengerjaan berjalan kembali," jelas Aksan.

Proyek siluman pengerjaan saluran selokan itu, sok akan lebih terus melenggang berjalan tanpa ada yang menanyakan jumlah anggaran dan perusahan mana yang menvgerjakan, bahkan masyarakaf yang terkena oleh proyek tersebut tidak mengetahui jumlah anggaran dan nama perusahaan pemenang proyek itu.

By: Hdr/Asep BOM