Tuesday, February 14, 2017

PELAKSANAAN PENGUKUHAN KEPALA SMA - SMK SE-JABAR DI AULA PUSDAI

Pelantikan Pengukuhan Kepala SMA/SMK Se Jawa Barat di laksanakan hari selasa 14-02-17 pukul: 14:00 di Gedung Aula PUSDAI JABAR, dan langsung di gelar oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan di dampingi oleh Istri (Netty Prasetiyani) selaku Ketua P2TP2A Jabar. Di hadiri sebanyak 689 Kepala Sekolah sejabar untuk di lantik langsung oleh Gubernur Jabar dan di sumpah untuk sungguh-sungguh dalam mengemban tugas dan fungsinya sebagai kepala sekolah sesuai dengan keyakinan agama masing-masing, sementara sisanya 11 Kepala masih PLT dan akan segera di tetapkan dalam bulan ini untuk di lantik.

Pesan Gubernur Jabar dalam Dunia Pendidikan harus lebih mengedepankan ramah tamah, moral yang baik dan lebih membudayakan pendekatan antara guru, siswa dan lingkungan biar tercipta situasi dan kondisi yang harmonis,  Gubernur juga menjamin akan sama ratakan dalam hal pembangunan sekolah sampai pelosok kota dan kabupaten di jawa barat,  dan menyiapkan peralatan kebutuhan sekolah agar lebih lengkap, baik dan dapat di rasakan oleh semua sekolah. Bila ada sekolah yang kurang layak akan segera di perbaiki dan di lenglapi peralatannya,  dan untuk pelosok yang belum ada sekolah SMA/SMK, maka akan di satukan dulu pada pesantren yang terdekat untuk sekolah,  yang bersifat sementara sampai di bangun sekolah,  dan tidak ada lagi masyarakat jawa barat yang tidak sekolah "tutur Aher"

Besar harapan dalam Dunia Pendidikan untuk lebih mengedepankan produk siswa/siswi yang lebih baik, cedas dan berprestasi serta lebih beretika, tentunya hal ini tidak luput juga dalam Dunia Pendidikan harus mengedepankan pengajar yang lebih baik dan santun untuk mendidik para siswa/siswi demi terwujudnya pendidikan yang sehat.

By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, February 13, 2017

PROGRAM BPN KOTA BANDUNG PTSL DI SOSIALISASIKAN DI MESJID KARENA TIDAK ADA GEDUNG YANG LAYAK

BPN kota Bandung Sambangi Kelurahan: Sekejati Kecamatan: Rancasari di dampingi dengan Lurah (Dadang Husen),  Camat Buahbatu (Hendrawan) Kapolsek Buahbatu (Kompol Yayat Ruhiyat) Dan masyarakat Sekejati ikut ramaikan penyuluhan tentang Program Pertanahan PTSL yang langsung di jelaskan BPN Kota Bandung senin 13-02-17 pukul: 15:50 wib. Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)  sebagai bentuk Program Mentri Agraria sebagai pengganti PRONA, yang rencananya total 93 ribu bidang untuk se-kota bandung 151 Kelurahan dan 30 Kecamatan.

Program PTSL harus segera di mulai pada bulan ini, guna mempercepat program dan jangan di lewatkan oleh masyarakat,  karena tidak akan pernah ada lagi. Hal ini di sampaikan oleh BPN Kota Bandung (Endang Ahmad) Kasie Persengketaan Pertanahan dan Heru Hermanto (Seksi Penggalian dan Pemberdayaan) Kota Bandung. Guna memperkuat kepemilikan dalam pendaftaran tanah untuk menjadi Sertifikat, dan harus di lakukan dengan benar karena kesempatan hanya sekali, Pendaftaran hanya 3 Komponen,  Nama Pemilik,  Luas Bidang Tanah dan Atas Hak, dan menjamin tidak susah dalam pengurusan tentang tanah. Sesuai dengan Perintah Presiden permasalahan tanah harus segera di laksanakan seluruh Indonesia karena Anggaran sudah di sediakan, dan tidak ada lagi permasalahan tanah kedepannya. BPN hanya melakukan Pendaftaran Tanah yang belum di flotingkan di karenakan ada produk sertifikat lama Mendagri, dan harus segera di lakasanakan untuk pembaharuan dengan cara Siatimatis bukan Seporadis, sesuai dengan amanat Undang-Undang PP No 24 Tahun 1977.

Penyuluhan Sosialisasi yang mestinya di lakukan di Gedung Serba Guna (GSG) milik kecamatan, lapangan ataupun yang sifatnya untuk sosialisasi kemasyarakatan luas terkait program bersama, ternyata di lakukan di dalam Mesjid (Al-Aziz) Jl. Ranca Bolang Rt 5/4 Kelurahan: Sekejati Kecamatan: Buahbatu Kota Bandung,  menurut Sekcam (Edi) terkait anggaran yang belum turun, maka hal ini di lakukan di dalam Mesjid.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, February 8, 2017

BUMD PD PASAR KOTA BANDUNG DI DUGA KUAT BANYAK PENYELEWENGAN

Saat di Investigasi langsung PD PASAR BERMARTABAT KOTA BANDUNG yang terletak di Jl. Jurang No. 1, Pasteur, Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40161, selasa 07-02-17 pukul: 12:50 wib, ketika ingin wawancara langsung oleh pihak Direksi Pd Pasar,  ternyata Direksi (Ervan Maksum) tidak ada di tempat "sedang rapat" menurut humas, yang akhirnya Suud (Humas) Pd Pasar bersedia untuk memberikan keterangan seputar pasar, walau dengan terpaksa. Terlihat Suud (Humas) sangat hati-hati dan kaku dalam memberikan keterangan, karena dirinya di batasi oleh Perusahan dan Direksi dalam memberikan penjelasan perihal keterangan kerja dan kinerja dari Perusahan BUMD. Menurut Suud (humas) sendiri, perubahan yang menonjol adalah pembangunan pasar di sukajadi dan Relokasi PKL yang ada di Pasar Kosambi, selebihnya tidak tahu, bisa di pertanyakan langsung dengan Kasubdit Humas (Veki) yang kebetulan saat ini tidak ada "sedang di luar", tuturnya.

Suud sendiri sebenarnya tahu dan paham fungsi kehumasan, harus bisa menangani kepentingan publik, tapi ada kepala humas yang lebih dominan dalam seputar informasi publik,  adapun humas tidak paham betul tentang seputar wilayah kerja Pd Pasar,  hal ini sangat di sayangkan, mengenai gaji para karyawan,  dan pendapatan pasar itu sendiri.

Begitupun Badan Pengawasa di Pd Pasar Bermartabat Bandung,  yang menurut Khamamudin Badan Pengawas ini di tunjuk langsung Pemkot Bandung sebagai Badan Pengawas Independen,  yang bertugas mengawasi seputar Pd Pasar dan harus memberikan laporan kepada Pemkot Bandung. Saat di mintai keterangan seputar kinerja badan pengawas independen, dirinya (khamamudin) terlihat kaku dan terbata-bata dan cendrung cengar-cengir, dan mengarahkan kepada Humas Pd Pasar itu sendiri, menurutnya di sini ada aturan dan sudah di arahakan harus ke humas,  karena tidak bisa melangkahi dan tidak ada kewenangan menjawab, dan saya hanya menurut perintah atasan "tuturnya.

Disini terlihat jelas Badan Pengawas PD PASAR Bermartabat yang Independen menurutnya, terlihat tidak Independen karena mengacu terhadap Perusahan PD Pasar itu sendiri dengan alasan bekerja sesuai aturan Perda. Lalu di mana independennya..? Yang jelas di tunjuk oleh Pemkot Bandung, tapi mengacu terhadap Perusahan sebagai pengelola, jelas patut di duga kemungkinan besar laporan yang di berikan ABS (Asal Bapa Senang), karena serba tidak tahu bila di tanya, lalu apa fungsinya mereka bekerja.

By: Hendra (Ina-Ina)  Sunda Pos

Tuesday, February 7, 2017

GUDANG PERCETAKAN DI DUGA TIDAK BERIZIN LANCAR BEROPERASI

Gudang Percetakan PD. CHANDRA yang berlokasi Jl pasir luyu timur no 53a rt3 rw7 Kelurahan: Ancol Kecamatan: Regol Kota Bandung di duga kuat tidak ada Izin,  saat di Investigasi jum'at: 06-01-17 pukul: 14:30 wib,  pintu pagar gudang dalam keadaan tertutup rapat, seolah-olah masyarakat tidak boleh tahu kegiatannya. Untuk masuk saja berbarengan dengan mobil pribadi yang akan masuk dalam gudang,  ketika di tanya karyawan yang buka pagar, hanya menjawab "di sini tidak ada penanggung jawabnya. Tidak percaya dengan keterangan orang tersebut yang di nilai kaku dan ada sesuatu yang di sembunyikan. Yudi salah satu karyawan menghampiri,  ketika di tanya Yudi pun menjelaskan hal yang sama "di sini tidak ada penanggung jawabnya", bukankah hal yang aneh sebuah gudang percetakan dengan isi mesin yang tidak murah tidak ada yang bertanggung jawab...???

Setelah di cecar dalam pertanyaan, Yudi akhirnya buka suara dan menjelaskan,  ini gudang percetakan rumahan,  ordernya sesuai dengan pesanan dan Pemilik tidak ada, karena memang tidak di sini dan jarang,  bila ada perlu atau laporan via telpon saja,  dan bila ke sini hari minggu, itupun kontrol saja, memang di sini tidak ada yang bertanggung jawab,  karyawan juga cuma segitunya "tutur Yudi", dengan nada kaku dan bingung saat di tanya. Ketika di tanya ada isu di luar adanya nyetak kemasan/dus obat, yudi terlihat bingung sambil berkata "gak ada di sini mah,  cuma nyetak kertas biasa saja", bahkan menurutnya Rt dan Koramil sudah datang ke sini, ini bukan Pt atau CV tapi Pd. Chandra nama perusahaannya,  sesuai dengan nama pemilik Chandra "menurut yudi.

By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)

Friday, January 20, 2017

SYUKURAN & PENGUKUHAN PENGURUS PRAKTISI SENIKARYA INDONESIA PERIODE TAHUN 2017 - 2022 CIPAKU

Bandung kamis 19 Januari 2017 - Dalam rangka mengingat akan banyaknya seniman berbakat di Indonesia, Denny MS selaku penggagas PSI (Praktisi Senikarya Indonesia) menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi sekaligus Pengukuhan Praktisi Seni Indonesia beserta pengurusnya, sebagaimana ditujukan bagi para seniman Indonesia. Selain bertujuan untuk tetap menjaga hubungan dan tali persaudaraan antar seniman Indonesia, terbentuknya PSI juga untuk saling membantu seniman yang pada masa tuan hidupnya kurang beruntung.
Tentu kita masih ingat  kasus Pak Raden, seniman legenda yang telah mengisi hari-hari kita sejak kecil lewat tayangan Si Unyil. Sebagai masyarakat awam kita sudah diajarkan kearifan,  sekaligus dihibur  dengan tayangan karya Pak Raden tersebut. Tetapi setelah masa produktifnya lewat, masyarakat dengan mudahnya melupakan beliau. Nah, dengan terbentuknya PSI, kita semua berharap tidak ada lagi praktisi senikarya yang mengalami nasib serupa.         
Untuk lebih memperoleh banyak dukungan, terutama dari para pemangku kepentingan dan unsur pemerintahan.  Selain para seniman, turut hadir juga AA Umbara selaku Anggota DPRD Bandung. Pendangdut Senior Hetty Soendjaya, Dayu Ag, Pebrianto selaku Jaksa Muda dan masih banyak tokoh – tokoh utama lainnya.
Rangkaian kegiatan  yang dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Januari 2017 ini, diharapkan menjadi tonggak sejarah dalam mempererat tali silaturahmi dan saling menjaga kekukuhan keluarga seniman Indonesia. Lokasi kegiatan di Hotel Cipaku Garden, Jalan Setiabudhi – Bandung (arah Lembang depan UPI/IKIP – Bandung) yang dimulai pukul 13.00 – 17.00 Wib.

Dalam acara ini juga berbagai hiburan disuguhan dari seniman-seniman ternama dengan berbagai karya yang sangat spektakuler, Sebagaimana acara silaturahmi dan pengkukuhan, digelarnya acara ini juga untuk lebih menyebarluaskan terbentuknya PSI sebagai wadah dan bentuk apresiasi para seniman berbakat di Indonesia untuk layak mendapatkan kepedulian yang saat ini masih belum mendapatkan perhatian lebih, baik dari masyarakat maupun dari sesama seniman sendiri. Dengan gelaran acara pengukuhan ini,  ada secercah  harapan untuk membuka hati masyarakat agar memberikan perhatian khusus bagi para seniman Indonesia yang telah memberikan karya karya mereka kepada masyarakat Indonesia.

PSI (Praktisi Senikarya Indonesia) yang di gelar di Cipaku Garden Hotel, dalam rangka syukuran di hadiri tamu undangan Bpk irjen pol Drs ali johardi SH, Purn Letjen Alexander dari BNN, Ketua DPRD bandung barat Aa umbara, Dr teuku bustami, tak luput dampingan Kang Wiwi dan Ibu Lusi,  selaku Owner di Cipaku, dan para Artis Senior baik lokal dan Nasional,  Caca Handika, Dayu AG dan rekan artis lainnya ikut hadir dalam acara tersebut,   dalam hal ini juga menolak keras adanya NARKOBA, agar menjadi budaya seni yang sehat untuk Indonesia, dengan dukungan langsung dari BNN.

Dengan adanya PSI ini kedepannya untuk bisa menjungjung tinggi nilai-nilai Seni dan Budaya, serta dapat mencetak seni yang baik siap berdaya saing,  dan bisa mempertahankan seni dan budaya melalui Praktisi Senikarya Indonesia (PSI), yang selalu menghasilkan karya seni putra-putri bangsa hebat.


By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)

Tuesday, January 17, 2017

TOKO ROTAN DAN AMPERA BY PASS SOETA BANDUNG HABIS DI LALAP JAGO MERAH

Terjadi kebakaran di Toko Rotan, Rumah Makan Ampera dan sekitarnya wilayah By Pass Soeta Ranca Bolang Kecamatan Rancasari Kota Bandung,  kejadian selasa 17-01-17 sekitar pukul: 13:30 wib, menurut korban kebakaran (Ali), ketika dirinya membuka tenner dan meledak tersambar api dan membakar isi ruangan yang ada, sehingga api membesar dan panik,  pada akhirnya api tidak bisa di taklukan, api terus merambat di sekitarnya dan terjadi ledakan. Jago Merah terus membara dan menyambar Rumah Makan Ampera dan terus membesar menjilati bangunan yang ada di sekitarnya,  beruntung Pemadam Kebakaran datang dan menanggulangi kebakaran tersebut,  walaupun kondisi pemadam kebakaran kewalahan menaklukan jago merah, dan unit pemadam yang lain dalam perjalanan menuju lokasi, karena kurangnya unit pemadam kebakaran yang cukup. Tidak hanya itu pihak Kepolisian Rancasari juga ikut kerepotan dalam penanggulangan terjadinya kebakaran, untuk evakuasi warga,  agar tidak tersambar api.  Pasalnya kebakaran ini sulit di taklukan dengan kondisi angin yang cukup besar, dan ramainya warga dan masyarakat yang berlalu lalang untuk melihat kejadian kebakaran.

Lalu Lintas jalan Soeta pun di jadikan dua arah,  agar unit mobil pemadam kebakaran bisa leluasa menuju lokasi. Hal hasil lalu lintas menjadi macet panjang,  karena banyaknya masyarakat yang melihat di lokasi kebakaran. Kerugian sudah pasti mencapai milyaran rupiah. Terjadinya kebakaran karena minimnya kesadaran keselamatan kerja, penyedia keamanan tempat, hal ini di sebabkan kurangnya sosialisasi antara Pengusaha, aparatur pemerintah setempat,  dinas terkait dan Pihak Pemadam Kebakaran dalam memberikan arahan-arahan terhadap masyarakat tentang tata cara penanggulangan kebakaran.

By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)

Saturday, January 7, 2017

BPPT BANDUNG TIDAK BECUS, CAMAT REGOL KECOLONGAN D'BEST EXPRESS HOTEL MANIPULASI IZIN

D'Best Express Hotel Memanipulasi Izin, yang seharusnya peruntukan untuk Ruko dan Perkantoran dalam IZIN Membangun,  ternyata setelah jadi bangunan untuk Hotel. Saat di Investigasi langsung kamis 29-12-16 pukul: 14:15 wib, db D'Best Hotel yang berlokasi di Kelurahan: Cigereleng Kecamatan: Regol Jl. Moch Toha Kota Bandung, saat di temui security Hotel D'Best Express Hotel tidak mau banyak menjawab,  karena takut salah ucap,  hanya mengarahkan untuk menemui di kantornya,  karena ini hanya cabang,  dan saya juga sifatnya sementara saja disini,  hanya sebagai bantuan untuk keamanan. Setelah lama menunggu akhirnya managemen hotel tiba.  Angga Manager Hotel tidak mau menjawab panjang lebar,  walau dirinya  mengetahui sebenarnya statua D'Best Express Hotel ini,  bahwa dalam pembangunan hotel ini tidak sesuai peruntukan,  karena dirinya (angga) hanya di bayar untuk bekerja bagaimana caranya D'Best Express Hotel laku dan ramai, masalah perizinan tentu yang bersangkutan langsung Pemilik Hotel (Owner), karena saat ini tidak ada di tempat,  sedang ke luar negeri (Inggris) dalam rangka liburan tahun baru. D'Best Express Hotel baru berjalan 3 (tiga) minggu,  memiliki 32 kamar, dengan karyawan sekitar 50 orang, dengan harga promosi 300 ribu/kamar,  dan sudah lebih 20 kamar terpakai setiap harinya, dan saya harus berusaha bagaimana caranya hotel ini ramai dan banyak konsumen, terus mengembangkan kedepannya, karena saya di gaji untuk itu "tutur angga.

Dari pembangunan sampai berdirinya hotel yang tidak sesuai peruntukan ini, tidak ada teguran dari dinas setempat ataupun terkait, ironisnya lagi ada pembiaran. Jelas dalam hal ini pihak-pihak yang terlibat tutup mata dan telinga,  dan tidak mungkin pengawasan di lapangan tidak tahu. Bangunan yang berdiri megah Hotel sudah beroperasi,  maka dari itu Pemkot Bandung harus menindak tegas,  tidak menutup kemungkinan perijinannya pasti banyak kekurangan.

Dalam hal ini pihak kecamatan belum mengetahui tentang bangunan D'Best Express Hotel yang sebenarnya itu untuk Ruko/Perkantoran, jelas tugas Pol PP Trantib Kecamatan Regol yang harus melakukan cek dan ricek di wilayahnya, atau mungkin ada unsur kesengajaan pembiaran hal ini,  karena tidak mungkin pembangunan sebesar ini tidak tahu., ada apa sebenarnya dengan pihak kecamatan regol...? Walaupun dalam keluarnya perijinan bukan wewenang kecamatan,  tapi ada di BPPT Kota Bandung.


By: Hendra Ina-Ina (Sunda Pos)