Thursday, November 30, 2017

PERUMAHAN RANAU ESTATE ARJASARI BELUM TERBIT IZIN DAN WARGA RESAH

Di konfirmasi langsung Desa Arjasari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung,saat di temui di ruangan sekdes, selasa 28-11-17 pukul: 15:15 wib, Dadang Iyas selaku Sekdes Arjasari menjelaskan, bahwa perumahan tersebut belum ada Izin yang bisa di buktikan, dan pembanguna tersebut rawan longsor, khususnya Cluster B dan C yang sedang dalam pembangunan, ketika meminta rekomondasi pihak Ranau Estate Arjasari menodong seperti minta izin dangdutan, karena dadakan dan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat, proyek pembangunan perumahan tersebut sempat di cekal oleh Rosiman Kades Arjasari "ungkap Dadang Iyas.

Dadang Iyas juga menjelaskan, proyek tersebut banyak pihak yang ikut campur terkait penyetopan proyek perumahan, pasalnya kades geram karena pembangunan belum izinnya belum terbit, dan segala kegiatan proyekpun tidak izin dahulu terhadap desa. Bayangkan saja minta rekomondasi harus libatkan oknum TNI AD dengan seragam dinas lengkap, datang ke desa meminta segera di tanda tangani surat rekomondasi terkait pembangunan perumahan Ranau Estate Arjasari.

Masalah tuntutan untuk warga saja, pihak perusahaan tidak ada realisasi, walau sudah ada MOU antara perusahaan, desa dan masyarakat, tetkait kompesasi warga, air bersih masih di abaikan oleh perusahaan, maka wajar saja Rosiman selaku Kades Desa Arjasari Geram dan meminta pihak perusahaan untuk segera memenuhi permintaan masyarakat yang sudah di sepakati, bahkan Rosiman minta terhadap Pemkab Bandung, agar izinnya di perjelas dulu, dan penuhi permintaan masyarakat " tutur dadang.

Kembali Dadang mrnjelaskan, dalam proyek perumahan, kebutuhan material bangunan dari luar, kesepakatan pihak perusahaan dengan desa terkait fasum fasos, pihak perusahaan baru menyediakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk warga perumahan, jelas bila sudah jadi perumahan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah desa, sementara fasum fasos terbatas, lalu apa keuntungan untuk masyarakat desa arjasari, pekerja saja di datangkan dari luar untuk pembangunan Perumahan Ranau Estate.

Kapolsek Pamengpeuk Kompol H. Rahmat Dasep angkat bicara saat di temui di kantornya, menurut Kapolsek, memang benar perumahan tersebut belum terbit izinnya, Perumahan Ranau Estate Arjasari adalah Program Pemerintah Pusat, Perumahan Rakyat 1 juta rumah, dan sejauh itu saya tidak tahu " jelasnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, November 27, 2017

CAMAT GEDEBAGE SOSIALISASI PIPPK DALAM PENGGUNAAN ANGGARAN BISA HUTANG DULU "Cair di BAYAR"

Dana PIPPK memang cukup rawan dalam penggunaan pemakainya, dan sifat penggunaannya harus di kerjakan secara swadaya langsung masyarakat. Camat Gedebage (Bambang) hadir dalam lakukan pembinaan arahan di Kelurahan Cisaranten Kidul, jumat 24-11-17 pukul: 15:00 wib, bahwa persiapan PIPPK harus dari dini dan segera di,ajukan, dan harus bisa memetakan permasalahaannya, untuk mengajukan dan penggunaan dana PIPPK harus di pertanggung jawabkan, harus bisa dalam pembukuan guna mengatur pemasukan dan pengeluaran dalam persiapan pengajuan untuk anggaran 2018, dan teliti dalam menggunakan. Pemerintah Kota juga tidak bisa menurunkan begitu saja, harus sesuai dengan mekanisme, baru ajukan ke Pemerintah Pusat.

Sekcam Gedebage ( Aa Nurullah) dalam hal ini, siapa saja yang bisa memodali lebih dulu dalam kegiatan Pippk bisa melalui fander (donatur) karena dana masih tersisa 658 juta untuk kegiatan masing-masing rw di kelurahan ciskid, hanya saja belum bisa di cairkan, jadi dana dalam penggunaan Pippk bisa di tanggulangi oleh siapa saja yang punya uang, atau pihak ke tiga untuk kegiatan Pippk setempat, dan di jamin akan di bayar, dan tidak ada yang,menerima berupa uang dalam penggunaan Pippk, tapi berupa uang, dan jangan sampai melewati deadline "jelasnya.

Jadi bila sudah di siapkan dalam penggunaan Pippk, para pengurus lingkungan Rw/Rt bisa langsung dengan Ibu Susi (Kasie) selaku Pptk selaku fungsionalnya, dan selama belum di cairkan oleh pemerintah kota, maka bisa merangkul kerjasama material terdekat, dalam untuk melaksanakan Pippk yang sudah di renakan masing-masing rw, dan,jangan khawatir pasti di bayar, asal ada rincian dari pembelian material sesuai dengan kebutuhan "tegas Bambang.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, November 24, 2017

BUANGAN TANAH HITAM PT. HIDUP INDAH PERMAI DI CEKAL OLEH CAMAT "Karena Tidak Ada Izin"

Pekerjaaan Mesjid Apung Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, sudah berlangsung hampir 3 bulan dengan Pelaksana Pt. Hidup Indah Permai. Tanah yang di keruk mencpai 300.000 kibik. Saat ini tanah hasil kerukan season pertama di buang depan Gor GBLA  samping Tol, dan rencananya juga akan di buang dekat Kantor Kelurahan Rancanumpang Gedebage, dengan luas lahan 1 Ha, lahan kosong berupa sawah, buangan tanah yang hitam kelam itu akhirnya di protes camat gedebage, karena tidak ada izin.

Saat di konfirmasi langsung, Camat Gedebage (Bambang) di ruangannya menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah mengizinkan tanah buangan tersebut di buang di Stadion Sor Gbla, dan saya belum mengizinkan, apa lagi memberikan rekomondasi, hal ini jelas saya selaku camat tersinggung, maka dari itu saya hentikan, karena belum jelas perusahaan selaku kontraktor belum minta ijin, di satu sisi ini proyek pemerintah, ketika saya hentikan kegiatan buangan tanahnya, terkesan saya menghambat, tapi memang ini harus di klarifikasi, terkait buangan tanah tersebut, karena kontraktornya pihak swasta, dan buangan tanah jelas di anggarkan, dalam waktu dekat ini saya akan panggil mereka, pihak perusahaan untuk diklarifikasi "ungkapnya.

Dalam pembuangan tanah seharusnya Pt. Hidup Indah Permai selaku kontraktor yang menjadi mitra kerja BBWS Jabar, harus bisa menyediakan Disposal, artinya sudah punya buangan sendiri, dan sudah ada ijin antara pihak setempat, khususnya pemerintahan dan pemilik lahan, kerja sama memakai lahan untuk disposal, sehingga perusahaan tidak lagi bingung tanah harus di buang, karena memang untuk menyediakan disposal sudah di anggarkan, terhitung antara jarak jaub dan dekat, dan itu menjadi tanggung jawab pihak perusahaan selaku kontraktor.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, November 23, 2017

KADO TERINDAH DESA TEGALLUAR TAK LUPUT DI KEPUNG AIR "Setelah di Guyur Hujan Lebat"

Jl Raya Tegalluar Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kab Bandung, tak luput di kepung air, jalan raya utama hampir semuanya di selimuti oleh air. Banjir yang cukup tinggi, sejak senin yang lalu hujan cukup lebat, hampir melumpuhkan kendaraan yang melintas, khususnya R2, dan banyak warga yang khawatir akan keadaan ini, terpantau pada rabu 22-11-17 pujuk: 20:15 wib, banyak kendaraan yang mogok.

Banjir juga melumpuhkan sebagian aktifitas warga yang terendam air. Wilayah Rw 01 Tegalluar daerah dominan Industri dan Pabrik, sejauh ini masih belum terlihat pengusaha yang menyentuh labgsung warga, baik berupa sembako, dan lain-lain, sejak air menggenang dengan beecampur limbah, hal ini di keluhkan oleh beberapa warga setempat, yang tidak mau di sebut namanya.

Dominan besar penyumbang banjir, akibat banyaknya industri berdiri, dan kurang perhatikan saluran drainase, serta tidak membuat amdal yang baik. Semestinya Pemerintah setempat, harus mengkaji ulang terkait pembangunan wilayah, dan pihak desa sempat menurunkan medis untuk pengobatan warga bila sakit, berposko di pabrik electro gudang.

Menurut keterangan Kadus 1 tegalluar, saat di temui di kantor desa 23-11-17 pukul: 12:30 wib, Bantuan baru sampai kemarin 22-11-17 dari Dinsos Kabupaten Bandung, melalui kecamatan bojongsoang berupa beras 160 karung 15 kg sekitar 2,4 ton beras dan Toren 2 buah dengan kapasitas 2000 lt per toren di tempatkan di lokasi rw 07 dan rw 08 karena wilayah tersebut kurang air bersih, banjir merendam sebanyak 14 rw sedesa tegalluar, banjir terparah merendam Rw 01/6/7/8/9, bantuan siap di salurkan secepatnya " ungkapnya.

Kadus 1 kembali menjelaskan, saat ini baru satu perusahaan saja yang memberikan bantuan, pihak pengusaha pabrik KTM berikan bantuan hanya berupa beras, yang rencananya akan di turunkan sebanyak 14 ton, dan saat ini baru 3 ton, selebihnya nanti menyusul, dan itu juga segera di berikan pada warga yang terkena banjir " jelasnya.

Menurut Kepala Desa Tegalluar, Deden Galih (DG), bantuan sembako berupa beras akan di salurkan langsung pada lokasi yang terkena dampak banjir pada hari jumat 23-11-17, untuk saat ini hanya itu saja dulu " terangnya.




By Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, November 22, 2017

KESENIAN SENI BUDAYA OLAHRAGA TRADISIONAL MEMILIKI KEARIFAN LOKAL DAN MENCERDASKAN ANAK BANGSA

Acara Olahraga Tradisional di selenggarakan oleh KOTI dan Disdik Dispora Kota Bandung. Acara tersebut di laksanakan di Eco Bambu Cipaku Jl, Cipaku Indah Kelurahan Ledeng Kecamatan Cidadap Kota Bandung hari rabu 22-11-17 pukul: 08:00 wiib, acara olahraga tradisional cukup meriah dan sederhana dengan di hadiri lebih 1000 pengunjung, para siswa siswi sekolah dasar menyambut gembira permainan yang menjadi olahraga tradisional.

Ketua Koti Kota Bandung Andreas Wiharja, yang akrab di sapa kang wiwi mengutarakan, bahwa kesenian tradisional harus tetap di lestarikan, karena merupakan seni budaya lokal Indonesia khususnya yang ada di jawa barat seperti, galasin (hadang) sumpit, engrang, dogongan bambu, bakiak, seni olahraga tradisional membangun fisik, meningkatkan kecerdasan otak,  menumbuhkan budi pekerti, dan membangun jiwa kebersamaan sejak dini, bahwa lebih bisa menciptakan nilai kemanusian  " ungkapnya.

Menurut perwakilan sekolah SDN 167 Mengger Girang Regol Kota Bandung, Dalam acara ini, banyak siswa yang merasa senang, karena permainan ini cukup menantang, menguras tenaga dan harus berpikir agar bisa menang dari lawan, tentunya harus memiliki strategi dan stamina yang cukup, maka dari itu mental juara di bentuk dari dini, agar bisa menjadi pemenang, dan dalam permainan berlangsung, hanya berpikir harus menang, mun di sekolah mah sok sesah di atur, tapi didie mah tiasa di atur " ungkap abah dedi.

Asep Dadang Irawan Penilik dan Kordinator pelaksana dari Disdik Kota Bandung, Budi Panitia yang mewakil Dispora menjelaskan, olahraga tradisional harus di lestarikan, dan menjadi tanggung jawab bersama, tingkat sosialisasinya semua sekolah di 30 kecamatan, dan semua guru sudah di arahkan, acara ini di hadiri oleh sekolah se 30 kecamatan sekota bandung, peserta mencapai 700 siswa, tiap sekolah mewakilkan siswa prestasi di bidang olahraga, kedepannya olahraga tradisional harus bisa lebih lagi baik lagi dan di tingkatkan masing-masing cabang, bukan saja hanya jawa barat, bahkan sampai tingkat Nasional dan di kenal dunia, saat ini masih terus di genjot guna menciptakan putra putri yang berprestasi dan mental juara "jelasnya.

Abah Marmo yang menjabat Ketua Harian Koti dan Kasie Kemitraan dan Layanan Khusus Dispora Kota Bandung mengutarakan, semoga mereka lebih mencintai budaya asli lokal warisan leluhurnya, acara saat ini ada tingkat kota, nasional dan dunia, untuk negara lain juga sama memiliki seni budaya sendiri, dengan menampilkan tradisi asli, acara ini bisa terlaksana di biayai oleh dispora kota bandung, kedepannya saya berharap besar dari pusat Kemenpora bisa ikut membiayai juga, penyelenggara penuh oleh KOTI Jabar, harapan besat putra putri Indonesia khususnya Jawa barat bisa lebih mencintai NKRI melalui seni budaya olahraga tradisional, dan mereka tidak mudah terkontraminasi dengan permainan import melalui technologi modern, seperti gadget, game online, dan lain-lain " terangnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Tuesday, November 21, 2017

DESA BOJONGSOANG TAK PERNAH LEPAS DARI KEPUNGAN AIR "Sibat Bojongsoang Kerja Keras Ungsikan Warga"

Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung masih siaga satu dalam menghadapi bencana banjir, yang belum kunjung jua surut, dan merendam beberapa Rw di wilayahnya, Kades Desa Bojongsoang (A. Syahrul) sibuk singkapi bencana banjir yang melanda wilayahnya, dengan mempersiapkan dapur umum dan tempat pengungsian.

Menurut Pa Hendra penanggung jawab bencana Sibat Bojongsoang, Banjir menggenangi sebagian Rw Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung saat ditemui senin 20-11-17 pukul: 17:10 wib, daerah banjir antara lain Rw 10 rt 03/04/09, kedalaman mencapai 1,90cm, selebihnya 1,10cm, dan terendah 20cm. Dari total hapir seluruh 18 Rw, terutama Rw 1/2/3/4/9/10/11/17, daerah yang terendam air, akibat hujan lebat dalam beberapa hari ini "ungkapnya.

Pengungsi terbanyak di Rw 10 mencapai 51 kk atau 100 jiwa, Rw 09 23 kk ada 82 jiwa, warga dii ungsikan di Madrasah Nurul Haq, kepesulian datang dari Gerindra berupa air minum, indomie, roti, biskuit malkis, dan dari Kecamatan Bojongsoang ada Indomie 8 dus akua 3 dus, selimut bayi 14 lembar, matras 20 lembar, dan pihak pabrik Clive ada mie instans 30 dus, kopi 2 dus, beras 10 karung per karung 20 kilo " tutur Hendra.

Sementara dari Dirjen Mensos di salurkan langsung pihak kecamatan sebagai simbolis, hanya saja belum sampai pada masyarakat korban banjir.
Matahari dept store berikan indomie, air minum, odol sikat gigi, dan chiki snack langsung pada pengungsi. Hendra dan Daos Sibat PMI bojongsoang dalam hal ini bersyukur, pihak lain masih ada kepedulian pada korban banjir bojongsoang.

Tagana (Yusron) Kabupaten Bandung dan SIBAT bersama turun dalam tanggap bencana dan mengevakuasi korban banjir Bojongsoang dan sampah yang membludak, saat daerahnya terendam, dan memang yang bekerja keras kami, dan pihak BPBD tidak terlihat bersama turun dalam bencana banjir di wilayahnya, harapan kedepannya pemerintah harus lebih peduli lagi dalam menanggapi bencana " ungkap Hendra dan Daos.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Sunday, November 19, 2017

KORBAN HANYUT MANDALAJATI ANAK 7 TAHUN TERDAMBPAR DI SUNGAI CINAMBO GEDEBAGE

Anak hilang setelah pulang Jumatan dan akan berangkat ke sekolah, saat hujan deras masuk ke solokan. Kejadian berawal pada hari jumat, 17-11-17, sekitar pukul 12:30 wib, saat korban pada saat pulang jumatan dan akan berangkat sekolah dari rumahnya jl. Moh Syahri rt 02 rw 04 Kelurahan Sindangjaya Kecamatan Mandalajati Kota Bandung.

Irwan Jaenudin orang tua korban menjelaskan, kondisi saat itu hujan deras, dan banjir  korban melalui jalan lewat pinggir dan, tidak tahu kalau disamping jalan tersebut ada gorong-gorong atau got, kemudiian korban terperosok masuk gorong-goring atau got, dan hanyut terbawa arus air yang cukup deras " ungkap Irwan.

Korban Dhio Argia Putra, mayatnya baru di temukan nyangkut di pinggiran sungai tadi hari minggu 19-11-17 pukul 06:30 wib oleh warga sekitar yang melintas sungai Cinambo Kelurahan Cisaranten kidul Kecamatan Gedebage kp rancapacing, korban di evakuasi pukul: 08:10 wib, Korban Dhio (laki-laki) 7 tahun kelas 2 SD di angkat dan di bawa langsung kekediamannya. Irwan orang tua korban menolak di otopsi, dengan alasan sudah menerimanya dan pasrah "jelasnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)