Monday, January 15, 2018

DLH DAN SATPOL PP SOREANG PERIKSA LOUNDRY PT HUGA BOJONGSOANG

Pt. Huga yang terletak di Jl. Raya Bojongsoang Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, yang statusnya ngontrak di ruko tanggo selasa 08-01-18 pukul: 15:20 wib, di periksa langsung oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP Soreang, yang di dampingi oleh Satpol PP wilayah Kecamatan Bojongsoang.

Dlh dan Satpol pp soreang berkolaborasi, melakukan pemeriksaan lingkungan washing garment (loundry), terkait dugaab limbah hasil pencucian, dalam hal ini Dlh mengambil sample hasil buangan dari air cucian ubtuk di periksa secara detail di lab, walaupun saat di lokasi sempat di cek air buangan cucian, masih terbilang aman.

Saat di wawancara langsung, Robi (Dlh), terkait limbah, dalam pengecekan sementara ini masih aman, dan masih pendalaman lagi, bahan kimia dari loundry ini juga akan kita cek di lab, softener dan detergent memang ada, karena buat pelembut bahan, hanya saja Pt. Huga Pratama masih belum bisa menunjukan perizinan yang di miliki, dan masih dalam proses perizinan, paling kita tunggu 2 (dua) kedepan, kita lihat saja hasilnya, karena memang bak penampung air cucian juga belum ada, yah kan tadi bisa di lihat " jelasnya.

Oki selaku penyidik dan penindakan satpol pp kabupaten bandung angkat bicara, seharusnya selama masih dalam proses perizinan, jangan beroperasi dulu, tapi nanti di lihat saja perkembangannya seperti yang di katakan Robi Dlh, masih harus di cek, dan akan di bicarakan ke  dinas perizinan, karena ini memang terkait perizinannya, buangan air cucian saja bisa di katakan kurang baik, seharusnya buat bak penampung " tuturnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

DPUPR SOREANG KAGET ADA PERUMAHAN RANAU ESTATE, TATA RUANG HANYA PINTU TERAKHIR DALAM REKOMONDASI

Pt. Karisma Ranau Property, Proyek Perumahan Ranau Estate Arjasari perumahan subsidi ini, yang di peruntukan untuk kebutuhan masyarakat menengah, agar bisa terjangkau dan murah, konon sudah mulai habis di boking, dan bukan kalangan masyarakat biasa yang beli. Hal ini di sampaikan pihak pemasaran ranau estate,  bahwa saat ini stock sudah terbatas, dan bagi yang beli cash dapat hadiah motor matic. Padahal saat ini perumahan tersebut masih tersandung masalah, terkait perizinan yang sedang dalam proses pembuatan, sehingga menjadi kontroversi di masyarakat dan pemerintahan setempat, khususnya Kepala Desa (Rosiman) dan masyarakat sekitar, yang mengklaim keras harus segera proses perizinannya, sesuai dengan aturan.

Terkait Proyek Perumahan Ranau Estate Desa Arjasari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung yang sedang di kerjakan, saat di temui awak media Roni DPUPR Drainase Soreang pada hari senin 08-01-17 pukul: 14:05 wib, dirinya menjelaskan " saya malah baru tahu ada perumahan ranau estate di arjasari, justru saya baru tahu sekarang, dan saya belum pernah di tugaskan ke lapangan terkait fungsi saya di drainase, karena seharusnya pengecekan drainase sudah harus di lakukan, dan saya memang tidak tahu, karena belum pernah di kasih tahu " jelasnya.

Deni Gunawan Kasie Pengendalian, dalam hal ini Tata Ruang hanya rekomondasi terakhir, setelah semua perizinan selesai, memang pihaknya pernah di libatkan dalam pembahasan terkait ranau estate, tapi bukan berarti yang menentukan, tata ruang tidak bisa menolak bila semua perizinannya sudah di tempuh sesuai dengan mekanisme aturan, dan tidak bisa mengkaji terkait izin yang sudah di terbitkan, tata ruang hanya menganalis terkait jumlah yang ideal untuk perumahan sesuai dengan luas tanah yang di kuasai, dan hanya mengeluarkan rekom saja, semua susah di satu pintukan pada Dinas Perizinan Kabulaten, di sini banyak pengusaha Developer yang selalu konsultasi, sehari bisa 5 orang bahkan lebih, dan bila sudah tidak sesuai dengan tata ruang dalam pembangunannya, kami tidak segan segan akan bongkar " jelasnya.

Sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Soreang enggan di temui, ketika ingin di konfirmasi langsung, terkait perumahan Ranau Estate, hanya staff saja (Pahala) yang saat itu untuk menjadwalkan, sementara Kabid UKL/UPL Dlh Ita dan Kasie Asri berlalu begitu saja, dengan alasan rapat di luar, yang sebelumnya ada di ruangan, di duga kabid Dlh enggan di wawancara terkait permasalahan yang ada.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, January 8, 2018

PROYEK JALAN GANG BOJONGASIH DAYEUHKOLOT ASAL JADI

Kabupaten Bandung, Masyarakat  Bojongasih RW 04 Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pertanyakan kualitas terkait hasil pekerjaan proyek jalan gang RW 04, sepanjang kurang lebih 270 meter. Proyek jalan tersebut baru selesai di kerjakan 2(dua) bulan kebelakang, sudah rusak berat, di karenakan kurangnya semen, sehingga terkupas dan ngebrudul terkena air banjir.

Hal itu di sampaikan salah seorang warga RW 04, yang tidak mau di sebutkan namanya, dirinya menjelaskan, pekerjaan proyek pada ruas  jalan  gang RW 04 Bojongasih sangat buruk,  baru beberapa hari di tinggalkan para pekerjanya, satu minggu kemudian datang banjir. Terlihat jelas kualitas hasil pekerjaannya tidak sesuai harapan masyarakat " ungkapnya.

Ketika kena banjir beberapa saat saja, pasir dan semen terkelupas terbawa air . Cepat rusaknya pekerjaan itu menurutnya, karena proyek  dikerjakan asal, kontraktor yang tidak diketahui nama maupun alamatnya. “masyarakat sebagai penerima manfaat dari proyek  jalan itu  sulit menegur dan mengingatkan kontraktor, juga tidak tahu itu anggaran dari mana berapa volume kubikasi, kita sebagai masyarakat tidak mengetahui nya” ujarnya.

Apalagi di lokasi pekerjaan  itu sama sekali tidak terlihat adanya  papan nama proyek yang seharusnya dipasang di lokasi pekerjaan. Dan itu membuat hasil pekerjaan terkesan tidak jelas, berkualitas dan asal-asalan.

Berdasarkan pemantauan, jika di bedakan dengan pengerjaan secara swadaya, dan dari pihak Desa kualitas  yang digunakan pada  proyek jalan ini terkesan kasar dan tidak mengacu pada takaran aturan semen dan pasir yang kualitas bagus. Selain volume ketebalan jalan tinggi hanya 5 cm, di duga remark up anggaran, sehingga ketika terkena  air banjir walaupun sebentar, jadi keropok dan berlubang dan rusak.

Masyarakat Bojongasih  meminta kepada Dinas terkait segera untuk turun ke lapangan, guna mengkroscek hasil pekerjaan proyek jalan gang di RW 04 Bojongasih, kurang lebih 270 Meter yang baru selesai di kerjakan, namun baru jadi sebentar,  kondisinya kini sudah rusak berat.   




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

PT. HUGA LOUNDRY GARMENT DI DUGA KUAT TAK BERIZIN DAN CEMARKAN LINGKUNGAN

Kapolsek Bojongsoang Kompol H. Yana Mulyana pantau langsung Pt. Huga Londry, dan melakukan pengecekan secara langsung bersama babinkamtibmas bojongsoang selasa 02-01-18 pukul: 13:15 wib, terkait perusahaan yang masih dalam proses perizinannya, yang di duga limbahnya mencemarkan lingkungan. Kapolsek Bojongsoang Kompol Yana menjelaskan via WA " saya akan panggil pengusaha tersebut yang di indikasi belum ada izin, akan tetapi sudah beroprasi menjalan kan usaha nya " tegas kapolsek.

Pt. Huga yang terletak di Jl. Raya Bojongsoang Desa Bojongsoang Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, tepatnya ruko tanggo yang beroperasional Laundry Garment di duga kuat belum kantongi izin, dan mencemarkan aliran sungai yang berdampak pada lingkungan. Ketika di investigasi langsung ke lokasi pabrik selasa 12-12-17 pukul: 11:30 wib, terlihat beberapa mesin besar dan kecil, yang besar sedang beroperasi.

Tatang selaku karyawan maintenance mesin menjelaskan, bahwa pabrik ini tidak membuang limbah, karena aman, karena ini hanya laundry saja yang barangnya di kirim dari garment, dan saya selaku maintenance di sini masih dalam uji coba mesin, adapun bila menimbulkan limbah dari hasil cucian bahan, saya baru tahu, karena kami juga masih dalam uji coba sambil menunggu proses perizinan "ungkapnya.

Warga Kp cijagra Desa Bojongsoang kecamatan Bojongsoang, meminta pemerintah agar tegas menindak keberadaan usaha laundry di wilayahnya. Sebab usaha tersebut menimbulkan pencemaran ke permukiman warga sekitar.

Di sepanjang Jalan , Menurut   Sarah satu warga RT 07 RW 10, yang tidak mau di sebut nama nya ber inisial D menjelaskan, " pencemaran limbah  di duga bekas cucian bahan jeans begitu nampak, bersamaan dengan banjir pada beberapa waktu lalu seperti air yang biasanya banjir, kami kaget air berubah menjadi biru pekat dan bau tidak sedap  tercium, " jelas nya .

Setelah di telusuri sumber air berwarna  itu dari pipa milik pengusaha loundry di sebelah Permukiman warga, memang baru pertama kali ini mengalami kebocoran dari pipa ini, akan tetapi kami khwatir jika tidak ada pengolahan limbah bekas cucian akan berdampak pada resapan air yang kami gunakan sehari hari untuk minum, mandi dan lain nya " kata salah satu warga.

Disisi lain menurut Tim an tim investigasi ina_ina , ada cerobong asap ketika beroprasi mencuci mengeluar kan banyak asap dalam durasi yg cukup lama, berawal dari situ, kami coba konfrimasi ke pihak desa yang berwenang memberikan rekom ijin Usaha .

Salah satu aparatur Desa, yang mengurus tentang usaha di wilayah desa bojongsoang ketika di konfirmasi tentang keberadaan usaha laundry ini seolah kikuk bahkan baru tahu dari media. " saya baru tahu bahwa ada usaha di situ laundry " jelas nya.

Di duga kegiatan usaha ini ilegal, karena belum kantongi izin dari pemerintah setempat, karena masih dalam proses perizinan kabupaten bandung.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

JALUR SOR GBLA GEDEBAGE LUAR BIASA KOTOR DAN KEBUL AKIBAT

Bambang Sukardi Camat Gedebage Kota Bandung sepertinya kurang peduli terhadal wilayahnya, terlihat jelas dari Dishub Kir, lahan kosong jalur lintas menuju arah SOR GBLA cukup kotor dan ngebul, bahkan becek bila hujan. Dengan adanya kegiatan pembuangan tanah hitam proyek Pt. Hidup Indah Permai ke lokasi disposal, cukup membuat jalan jadi kotor, seolah-olah dalam hal ini kurangnya kepedulian terhadap lingkungan bersih, ada kesan terabaikan. Bahkan bukan hanya itu saja, dari sepanjang jalan Kelurahan Cimincrang, dan Rancanumpang terlihat tanah hitam berserakan ke jalan umum, yang biasa di lintasi masyarakat.

Saat di konfirmasi langsung Pt. Hidup Indah Permai rabu 03-01-18 pukul: 12:45 wib, Syarif Hidayat Pelaksana Lapangan menjelaskan, bahwa kegiatan ini sudah di izinkan pihak kelurahan cimincrang, polsek dan koramil wilayah kecamatan gedebage, dalam melaksanakan proyek di wilayah gedebage, cukup menghabiskan biaya besar, terkait kordinasi dan kompesasi, baik warga rw, ormas, lsm dan yang lainnya. Kami datang dalam rangka membangun proyek pemerintah, bukan destroid (penghancur), tapi proyek di Jawa Barat ini khususnya cukup ribet, dan banyak sekali penghalang, tidak seperti di jawa tengah " pungkasnya.

Saya tidak peduli di izinkan atau tidak, yang jelas proyek ini harus jalan, pada dasarnya mereka butuh kami, dan kamipun butuh mereka, dalam proyek ini juga warga di kerja samakan, dan kami tidak merugikan. Saya (Syarif) secara pribadi, bila tata cara seperti ini terkait pembangunan di wilayah, dengan selalu di persulit dalam kegiatannya, maka jawa barat tidak akan pernah maju ke depannya, karena setiap kegiatan selalu saja ada penghalang, bayangkan saja kami sudah keluarkan dana besar dalam hal ini, dan masih juga di persulit, saya tidak bisa sebutkan nominalnya, silahkan saja cek di lapangan, berapa biaya ini itu untuk kebutuhan di lapangan " jelasnya.




By: Hendra Sunda Poa (Ina-Ina)

PERUMAHAN MONTE ROSA BANGUN JEMBATAN DI ATAS SUNGAI TANPA IZIN BBWS

Proyek Perumahan Monte Rosa, membangun jembatan di atas sungai untuk keperluan pribadi pengembang tidak kantongi izin dari BBWS, bahkan Desa Buahbatu hanya tahu bahwa pembangunan tersebut sudah ada izin tetangga pada tahun 2014, dan lama tidak ada kelanjutannya, dan saat 2016 ini baru di mulai, sejak lama tidak ada kabar dan pemberitahuan, karena saat ini pengurusan Rt Rw sudah di ganti oleh yang baru, dan harus ada perubahan, terkait proyek perumahan tersebut juga belum ada sosialisasi dan pemberitahuan dengan desa, dan tiba-tiba sudah berjalan, menurut Sekdes (Dadang) seharusnya ada pemberitahuan dan sosialisasi lagi terhadap kami, karena kami juga tidak tahu " jelasnya.

Satpol PP Bojongsoang ketika di minta keterangan di ruangannya, Ali Kepala Satpol PP kecamatan bojongsoang tidak banyak menjawab, terkait perumahan Proyek Monte Rosa Desa Buahbatu yang sedang berjalan, dalam pembangunannya di duga belum kantongi izin, bahkan jembatan beton yang melintas di atas sungai belum ada izin dari BBWS, terkait pemanfaatan pribadi keperluan perumahan tersebut, karena pihak Desa saja tidak ada pemberitahuan secara formal terkait pembangunannya, dari pihak pengembang, bahkan saya juga baru tahu " tutur Ali.

Kantor Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Camat Drs. Aep Ahmad Muslim saat ingin di konfirmasi selasa 02-01-18 pukul: 13:15 wib,  Drs. Aep Ahmad Muslim tidak ada di tempat, terkait beberapa pembangunan di wilayah kecamatan bojongsoang, yang di duga kuat belum berizin, proyek tetap jalan, saat itu hanya terlihat mobil yang terparkir di halaman rumah dinas, mobil Nisan Extrail yang di tutup di halaman, dan mobil keren Mitsubishi Pajero putih yang stanby, sementara camat pakai mobil dinas terios, kadang dengan honda jazz sebagai operasional saat keluar, gaya mewah camat ini cukup nyentrik.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Wednesday, December 27, 2017

WISATA KAWAH PUTIH CIWIDEY TAK BUAT PENGUNJUNG PUAS, JALAN WISATA RUSAK BERAT

Siapa yang tak kenal Wisata Alam Kawah Putih Ciwidey Kabupaten Bandung yang terletak di Jl Raya Soreang Ciwidey Km 25 Desa Ciwidey Kecamatan Ciwidey, nuansa alam yang eksotik ini menyajikan ciri khas yang berbeda, danau kawah belerang yang hijau dengan bau belerang menyengat hidung. Momen seperti ini di manfaatkan oleh penjual masker khusus di area wisata, pengunjung tidak di paksa untuk beli masker, tergantung kebutuhan saja.

Pengunjung pakai masker di gunakan hanya sebagai filter pernafasan, untuk mengurangi bau belerang yang menyengat hidung saat di hirup, karena udara sudah tercampur dengan belerang di sekitar kawah. Sangat di sayangkan Pengelola Wisata Alam Kawah Putih tidak menyediakan masker gratis pada wisatawan pengunjung, dengan harga tiket masuk 25.000 per orang, seharusnya sudah free masker.

Saat di konfirmasi kantor pengelola wisata minggu 24-12-17 pukul: 11:40 wib, Hendri yang saat itu belum bisa di temui, karena sibuk dalam pemantauan area wisata, karena membludagnya pengunjung wisatawan saat liburan panjang. Penjual masker mengambil keuntungan 5 sampai 10 kali lipat kepada pengunjung wisatawan, kerena dengan harga 5000 per satu masker, yang biasa di jual 500 atau 1000 rupiah, menjadi keuntungan tersendiri.

Rawannya medan menuju ke lokasipun menjadi tantangan pengunjung wisata, pasalnya infrastruktur yang rusak berat dan jalan yang menanjak, membuat kendaraan tersengal, dan ada pula yang mogok, akibat kondisi fisik kendaraan yang kurang bagus, dengan masuk area wisata di stop untuk di periksa, tapi tidak dengan pulangnya. Karena banyak kendaraan lalu lalang bebas pulang begitu saja tanpa ada pemeriksaan keamanan saat pulang, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi hal yang tidak di inginkan.

Dalam meraup keuntungan wisata kawah putih cukup smart, dengan membuat akses jalan jembatan apung di atas kawah, hanya untuk selfi berfoto ria saja di kenakan tarif 10.000 rupiah per orang, dan ini cukup fantastic, dan sangat di sayangkan wisata yang cukup di kenal ini infrastruktur jalan hancur, dan area wisata alam kawah putih ini kurang tertata apik oleh pengelola.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)