Tuesday, December 26, 2017

BABAN BANJAR CAMAT RANCAEKEK KAB BANDUNG AROGAN SAAT MENOLAK DI WAWANCARA WARTAWAN

Kantor Kecamatan Rancaekek dalam posisi perawatan dan pembangunan, yang saat ini masih dalam pekerjaan menelan anggaran 160 juta, menurut sekcam (Iwan) harus transparansi cerdas, jangan transparasi stupid, ada yang di buka dan ada yang di tutup, guna meningkatkan pelayan publik yang maksimal, bagaimana bisa nyaman di kantor bila kantornya juga tidak nyaman, dan ini memang untuk meningkatkan pelayanan serta kenyamanan staff, sekaligus memberikan rasa nyaman terhadap pelayanan publik "tutur Iwan.

Ketika di tanya tentang persolanan Desa Nanjungmekar selasa 19-12-17 pukul: 12:55  wib, sekcam (iwan) menjelaskan, pihak kecamatan hanya memfasilitasi saja, dari Plt Kades yang bermasalah, terkait pekerjaan yang memakai anggaran desa saat itu, sudah di kembalikan, sesuai dengan perjanjian di bulan oktober 2017, adapun besar kecilnya saya tidak tahu, intinya selesai sudah dan tidak ada masalah, karena sudah Kades yang baru, saat di tanya kembali, terkait transparansi pembangunan yang tidak pakai papan proyek itu, sekcam iwan berlalu pergi, dengan alasan ada komandan di bawah.

Ketidak puasan akan wawancara pada sekcam yang berlalu pergi begitu saja,  akhirnya harus menemui camat, sebagai pelengkap keterangan.  Hal hasil Baban Banjar selaku camat rancaekek sudah berkomunikasi dengan sekcamnya, dan berkata,  " tadi sudah ketemu sekcam, yah sama saja gak perlu lagi nanya saya,  masa harus di tanya lagi, dan lagi apa memang harus transparan secara detail, gak juga harus lah, karena ada batasan juga,  kan kamu hanya wartawan " ungkapnya ", sambil menuju ruangan camat.

Saat di ruangan Babanpun menolak untuk di rekam terkait wawancara, saya gak mau di rekam-rekam, bila silahtuhrohim boleh, ngobrol biasa,  bila di rekam sudah gak usah, toh masalah apa lagi, masa saya harus meladeni wartawan yang nanya-nanya terus, bukan Inspektorat atau KPK, cuma wartawan, harusnya cari tahu saja, saya cape,  jangan nanya saya, kan saya juga masih banyak kerjaan yang lain, memangnya buat apa..?, dengan sinis, tanpa mau mendengar apa yang mau di tanyakan detail pada dirinya, Baban sepertinya tidak mau di tanya terkait desa nanjungmekar, yang mestinya dia menjawab secara profesional selaku pejabat publik.

Kembali pertanyaan di lontarkan, Baban Banjar Camat Rancaekek tak tahan emosi dan meledak, dia berlalu, dan membuka pintu,  seakan-akan mengusir, dan mengakhiri wawancara, berjalan menuju aula kecamatan, untuk menghindar, yang saat itu banyak di saksikan beberapa orang,  termasuk Yopi (wartawan) tabloid, sempat di tegur secara lantang oleh baban "yopi eta rarencangan wartawan tong bawa kadie", sontak mereka yang ada di aula kaget, dengan kondisi baban seperti itu, dan berdiri.

Di saksikan jelas beberapa orang yang ada, termasuk satpol pp, baban menolak keras di wawancara dengan nada gemetar dan melotot,  menunjukan dirinya selaku pejabat publik yang ekstrem dan Arogan, tidak sepantasnya etika sosok baban selaku pejabat publik kecamatan seperti itu, dengan lantang menjawab, bahasa sunda "embung" tidak mau di wawancara, sampai yang lain melerai untuk masing-masing mendinginkan suasan, di khawatirkan baban yang sedang naik pitam ini, bertindak berlebihan, karena emosinya.






By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Saturday, December 16, 2017

PEDULI SUNGAI CITARUM HARUM DALAM MERAWAT KEBERSIHAN SUNGAI HARUS MAKSIMAL "Kembalikan Sungai Citarum Harum Agar DUNIA Kagum"

Dalam menyingkapi kepedulian terhadap lingkungan khususnya Sungai Citarum yang menjadi kebanggaan jawa barat, yang telah tercemar limbah cukup kronis dari hulu sampai hilir, lahan hijau hutan yang nyaris gundul,  harus segera di tangani dan di urai bersama. Pemerintah menggelar bersama dan melibatkan stek holder yang lain, termasuk masyarakat peduli sungai. Acara berjalan di Gedung Graha Manggala Siliwangi Jl Aceh No 66 Sumur Bandung, sabtu 16-12-17 pukul: 08:00 wib, dalam tema Citarum Harum. Hadir Menko Maritim,  Staff Kepresidenan, Gubernur Jabar, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar, BBW, DLH Jabar, KLH, Bupati dan Walikota Bandung, untuk menuntut lebih serius dan tegas dalam penanganannya.

Walikota Bandung Ridwan Kamil dengan sapaan kang emil menjelaskan, kurangnya SDM dalam penanganan kebersihan di kota bandung menjadi kendala,  membuat kang emil menambahkan sekitar 3000 tenaga sdm, untuk menangani kebersihan di kota bandung, dan PD Kebersihan menangani khusus sampah besar, dan kota bandung juga menyediakan drum untuk tempat sampah di masyarakat bandung. Kang Emil juga menganjurkan pada masing lurahnya untuk permalukan saja warga kota bandung yang buang sampah sembarangan, khususnya ke sungai, dan jadikan spanduk untuk di pasang,  agar setiap tetangganya lihat. Gagasan walikota terkait penanggulangan kebersihan di sungai pernah di tolak oleh BBWS, pada saat bbws yang lalu, kerena menurutnya ide saya sangat bagus, tapi di tolak, Kang emil juga menyiapkan exapator kecil dalam penanggulangan sungai citarum, untuk mengurangi kedangkalan sungai, dan ini untuk masing-masing Kecamatan di Kota Bandung" pungkasnya.

Menurut paparan Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto, Das Citarum sepanjang 269 km,  kapolda sudah memantau pada minggu lalu, dan kondisi real juga terjadi jelas pencamaran limbah ke sungai citarum secara berkala, dan banyak juga tanaman yang di tebang menjadi hutan gundul, dalam pengawasan terkait pencemaran lingkungan, tentunya harus menegakkan peraturan, dan saya yakin bila perusahaan sebagai pelaku usaha mau menempuh izin lebih dulu, maka citarum tidak akan kotor seperti sekarang ini, dan bila ada tindak pidana maka saya akan proses tindak pidananya, saya selaku kapolda sudah berkomitmen dengan bapa gubernur jawa barat, saya siap membantu siapa saja, saya juga siap pertaruhkan jabatan saya, "tegasnya.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, mengenai Citarum Harum dan bersih,  harus ikut semua elemen untuk peduli lingkungan, jangan buang sampah sembarangan ke sungai, industri juga harus sadar jangan buang limbah ke sungai langsung, walau faktanya memang masih ada dan bandel, mungkin 6 bulan kedepan sudah maksimal, dan insya allah ada hasil yang cukup signifikan, karena sekarang kita sudah sama sama dan bekerja sama dari semua instansi dari pusat sampai bawah, untuk lebih perhatikan aliran sungai, kalau dulu belum bekerja sama, perusahaan industri yang masih bandel akan di berikan peringatan dan teguran, masih bandel juga akan dilakukan tindakan tegas, sekarang kan sudah bekerja sama semua dan TNI juga memantau langsung karena Pangdam III Siliwingi Mayjen Doni Monardo selalu melakukan pemantauan,  dan seperti apa yang di ungkapkan Kapolda Jabar, rawat sungai citarum bersama, karena air sumber kehidupan " tutur aher.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, December 8, 2017

MADRASAH DINIYAH NURUL FAALAH BUTUH SENTUHAN SERIUS DEMI PENDIDIKAN MAJU

Madrasah Diniyah Nurul Faalah dengan tanah wakaf luas 145 m3 atau yang di kenal juga Mesjid Al Faalah, yang berlokasi di Jl.Mengger Girang IV Rt05/08 Kelurahan Pasirluyu Kecamatan Regol Kota Bandung, membutuhkan sentuhan dari pemerintah setempat, dengan memperhatikan betul demi meningkatkan kualitas pendidikan dini.

Saat di konfirmasi langsung kamis 07-12-17 pukul: 11:15 wib, Dati Daniati yang sedang mengajar Paud menjelaskan, bahwa Madrasah Diniyah Nurul Faalah memiliki murid 400 siswa, dari SMP dan SMA, jam belajar normal setiap hari, hanya saja belajar cuma 1 jam, mulai sore pukul: 15:30 wib sampai malam pukul: 21:00 wib, dengan pengajar hanya 28 orang " jelasnya.

Saya sendiri (Datik) mengajar Paud dan Tk, saya juga salah pengurus untuk di Paud, dan bertanggung jawab untuk Paud dan Tk, jujur saja sebenarnya berat dengan mengajar siswa dengan gaji yang cukup minim, tapi karena suka dan punya tujuan untuk mencerdaskan anak bangsa, maka saya dan rekan guru yang lainnya harus mengajar dengan suka rela, walau ada tanggung jawab juga sebagai ibu rumah tangga " terangnya.

Untuk Paud memang ada dana Spp tiap bulan sebesar 50 ribu di sini, dan siswa tidak harus bawa buku, alat tulis, dan lain-lain kebutuhan sekolah, semua sudah di sediakan di sini, ada juga fasilitas yang lain dari berupa matetial, seperti lemari, alat praga dari pemerintah maupun swasta, bukti kepedulian terhadap pendidikan, kerena memang ini adanya, yang penting belajar mengajar berlangsung " tutur Datik.

Penanggung jawab keseluruhan di Madrasah Diniyah Nurul Faalah ini, termasuk kelola anggaran Yayat Rustandi, hanya saja dia sibuk juga karena seorang pekerja di perusahaan, dan bisa di temui sore atau malam, harapan saya pemerintah di sini, khususnya Kelurahan dan Kecamatan juga ikut peduli, terhadap pendidikan, karena sejak berdiri tahun 2007 Paud, tahun 1990 an Madrasah, ya hanya begini begini saja, walau memang dalam fasilitasnya sudah banhak perubahan, dari pihak yang masih peduli, kebetulan di sini siswa rata-rata putra daerah " pungkasnya.

Menurut Datik, di sini juga ada rumah pintar, yang di bangun oleh Astra, dan ada juga siswa yang tidak mampu bayar Spp, astra akan menanggungnya, dengan syarat ada bukti dari sekolah, dan langsung di bayar sesuai dengan kwitansi per siswa, tidak melalui via lagi, bukti kepedulian astra terhadap lingkul pendidikan di sini sangat membantu sekali, khususnya bagi orang tidak mampu, dan itu juga menghilangkan beban kami " ungkap datik.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, November 30, 2017

PERUMAHAN RANAU ESTATE ARJASARI BELUM TERBIT IZIN DAN WARGA RESAH

Di konfirmasi langsung Desa Arjasari Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung,saat di temui di ruangan sekdes, selasa 28-11-17 pukul: 15:15 wib, Dadang Iyas selaku Sekdes Arjasari menjelaskan, bahwa perumahan tersebut belum ada Izin yang bisa di buktikan, dan pembanguna tersebut rawan longsor, khususnya Cluster B dan C yang sedang dalam pembangunan, ketika meminta rekomondasi pihak Ranau Estate Arjasari menodong seperti minta izin dangdutan, karena dadakan dan kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat, proyek pembangunan perumahan tersebut sempat di cekal oleh Rosiman Kades Arjasari "ungkap Dadang Iyas.

Dadang Iyas juga menjelaskan, proyek tersebut banyak pihak yang ikut campur terkait penyetopan proyek perumahan, pasalnya kades geram karena pembangunan belum izinnya belum terbit, dan segala kegiatan proyekpun tidak izin dahulu terhadap desa. Bayangkan saja minta rekomondasi harus libatkan oknum TNI AD dengan seragam dinas lengkap, datang ke desa meminta segera di tanda tangani surat rekomondasi terkait pembangunan perumahan Ranau Estate Arjasari.

Masalah tuntutan untuk warga saja, pihak perusahaan tidak ada realisasi, walau sudah ada MOU antara perusahaan, desa dan masyarakat, tetkait kompesasi warga, air bersih masih di abaikan oleh perusahaan, maka wajar saja Rosiman selaku Kades Desa Arjasari Geram dan meminta pihak perusahaan untuk segera memenuhi permintaan masyarakat yang sudah di sepakati, bahkan Rosiman minta terhadap Pemkab Bandung, agar izinnya di perjelas dulu, dan penuhi permintaan masyarakat " tutur dadang.

Kembali Dadang mrnjelaskan, dalam proyek perumahan, kebutuhan material bangunan dari luar, kesepakatan pihak perusahaan dengan desa terkait fasum fasos, pihak perusahaan baru menyediakan Tempat Pemakaman Umum (TPU) untuk warga perumahan, jelas bila sudah jadi perumahan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah desa, sementara fasum fasos terbatas, lalu apa keuntungan untuk masyarakat desa arjasari, pekerja saja di datangkan dari luar untuk pembangunan Perumahan Ranau Estate.

Kapolsek Pamengpeuk Kompol H. Rahmat Dasep angkat bicara saat di temui di kantornya, menurut Kapolsek, memang benar perumahan tersebut belum terbit izinnya, Perumahan Ranau Estate Arjasari adalah Program Pemerintah Pusat, Perumahan Rakyat 1 juta rumah, dan sejauh itu saya tidak tahu " jelasnya.





By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Monday, November 27, 2017

CAMAT GEDEBAGE SOSIALISASI PIPPK DALAM PENGGUNAAN ANGGARAN BISA HUTANG DULU "Cair di BAYAR"

Dana PIPPK memang cukup rawan dalam penggunaan pemakainya, dan sifat penggunaannya harus di kerjakan secara swadaya langsung masyarakat. Camat Gedebage (Bambang) hadir dalam lakukan pembinaan arahan di Kelurahan Cisaranten Kidul, jumat 24-11-17 pukul: 15:00 wib, bahwa persiapan PIPPK harus dari dini dan segera di,ajukan, dan harus bisa memetakan permasalahaannya, untuk mengajukan dan penggunaan dana PIPPK harus di pertanggung jawabkan, harus bisa dalam pembukuan guna mengatur pemasukan dan pengeluaran dalam persiapan pengajuan untuk anggaran 2018, dan teliti dalam menggunakan. Pemerintah Kota juga tidak bisa menurunkan begitu saja, harus sesuai dengan mekanisme, baru ajukan ke Pemerintah Pusat.

Sekcam Gedebage ( Aa Nurullah) dalam hal ini, siapa saja yang bisa memodali lebih dulu dalam kegiatan Pippk bisa melalui fander (donatur) karena dana masih tersisa 658 juta untuk kegiatan masing-masing rw di kelurahan ciskid, hanya saja belum bisa di cairkan, jadi dana dalam penggunaan Pippk bisa di tanggulangi oleh siapa saja yang punya uang, atau pihak ke tiga untuk kegiatan Pippk setempat, dan di jamin akan di bayar, dan tidak ada yang,menerima berupa uang dalam penggunaan Pippk, tapi berupa uang, dan jangan sampai melewati deadline "jelasnya.

Jadi bila sudah di siapkan dalam penggunaan Pippk, para pengurus lingkungan Rw/Rt bisa langsung dengan Ibu Susi (Kasie) selaku Pptk selaku fungsionalnya, dan selama belum di cairkan oleh pemerintah kota, maka bisa merangkul kerjasama material terdekat, dalam untuk melaksanakan Pippk yang sudah di renakan masing-masing rw, dan,jangan khawatir pasti di bayar, asal ada rincian dari pembelian material sesuai dengan kebutuhan "tegas Bambang.



By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Friday, November 24, 2017

BUANGAN TANAH HITAM PT. HIDUP INDAH PERMAI DI CEKAL OLEH CAMAT "Karena Tidak Ada Izin"

Pekerjaaan Mesjid Apung Kelurahan Cimincrang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, sudah berlangsung hampir 3 bulan dengan Pelaksana Pt. Hidup Indah Permai. Tanah yang di keruk mencpai 300.000 kibik. Saat ini tanah hasil kerukan season pertama di buang depan Gor GBLA  samping Tol, dan rencananya juga akan di buang dekat Kantor Kelurahan Rancanumpang Gedebage, dengan luas lahan 1 Ha, lahan kosong berupa sawah, buangan tanah yang hitam kelam itu akhirnya di protes camat gedebage, karena tidak ada izin.

Saat di konfirmasi langsung, Camat Gedebage (Bambang) di ruangannya menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah mengizinkan tanah buangan tersebut di buang di Stadion Sor Gbla, dan saya belum mengizinkan, apa lagi memberikan rekomondasi, hal ini jelas saya selaku camat tersinggung, maka dari itu saya hentikan, karena belum jelas perusahaan selaku kontraktor belum minta ijin, di satu sisi ini proyek pemerintah, ketika saya hentikan kegiatan buangan tanahnya, terkesan saya menghambat, tapi memang ini harus di klarifikasi, terkait buangan tanah tersebut, karena kontraktornya pihak swasta, dan buangan tanah jelas di anggarkan, dalam waktu dekat ini saya akan panggil mereka, pihak perusahaan untuk diklarifikasi "ungkapnya.

Dalam pembuangan tanah seharusnya Pt. Hidup Indah Permai selaku kontraktor yang menjadi mitra kerja BBWS Jabar, harus bisa menyediakan Disposal, artinya sudah punya buangan sendiri, dan sudah ada ijin antara pihak setempat, khususnya pemerintahan dan pemilik lahan, kerja sama memakai lahan untuk disposal, sehingga perusahaan tidak lagi bingung tanah harus di buang, karena memang untuk menyediakan disposal sudah di anggarkan, terhitung antara jarak jaub dan dekat, dan itu menjadi tanggung jawab pihak perusahaan selaku kontraktor.




By: Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)

Thursday, November 23, 2017

KADO TERINDAH DESA TEGALLUAR TAK LUPUT DI KEPUNG AIR "Setelah di Guyur Hujan Lebat"

Jl Raya Tegalluar Sapan Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kab Bandung, tak luput di kepung air, jalan raya utama hampir semuanya di selimuti oleh air. Banjir yang cukup tinggi, sejak senin yang lalu hujan cukup lebat, hampir melumpuhkan kendaraan yang melintas, khususnya R2, dan banyak warga yang khawatir akan keadaan ini, terpantau pada rabu 22-11-17 pujuk: 20:15 wib, banyak kendaraan yang mogok.

Banjir juga melumpuhkan sebagian aktifitas warga yang terendam air. Wilayah Rw 01 Tegalluar daerah dominan Industri dan Pabrik, sejauh ini masih belum terlihat pengusaha yang menyentuh labgsung warga, baik berupa sembako, dan lain-lain, sejak air menggenang dengan beecampur limbah, hal ini di keluhkan oleh beberapa warga setempat, yang tidak mau di sebut namanya.

Dominan besar penyumbang banjir, akibat banyaknya industri berdiri, dan kurang perhatikan saluran drainase, serta tidak membuat amdal yang baik. Semestinya Pemerintah setempat, harus mengkaji ulang terkait pembangunan wilayah, dan pihak desa sempat menurunkan medis untuk pengobatan warga bila sakit, berposko di pabrik electro gudang.

Menurut keterangan Kadus 1 tegalluar, saat di temui di kantor desa 23-11-17 pukul: 12:30 wib, Bantuan baru sampai kemarin 22-11-17 dari Dinsos Kabupaten Bandung, melalui kecamatan bojongsoang berupa beras 160 karung 15 kg sekitar 2,4 ton beras dan Toren 2 buah dengan kapasitas 2000 lt per toren di tempatkan di lokasi rw 07 dan rw 08 karena wilayah tersebut kurang air bersih, banjir merendam sebanyak 14 rw sedesa tegalluar, banjir terparah merendam Rw 01/6/7/8/9, bantuan siap di salurkan secepatnya " ungkapnya.

Kadus 1 kembali menjelaskan, saat ini baru satu perusahaan saja yang memberikan bantuan, pihak pengusaha pabrik KTM berikan bantuan hanya berupa beras, yang rencananya akan di turunkan sebanyak 14 ton, dan saat ini baru 3 ton, selebihnya nanti menyusul, dan itu juga segera di berikan pada warga yang terkena banjir " jelasnya.

Menurut Kepala Desa Tegalluar, Deden Galih (DG), bantuan sembako berupa beras akan di salurkan langsung pada lokasi yang terkena dampak banjir pada hari jumat 23-11-17, untuk saat ini hanya itu saja dulu " terangnya.




By Hendra Sunda Pos (Ina-Ina)