Sunday, July 17, 2016

KEBON BINATANG BANDUNG PANCING PENGUNJUNG DENGAN POP SUNDA UNTUK MENGHIBUR

Saat di temui di Bonbin (Kebon Binatang) Tamansari Bandung,  sabtu 16-07-16 pukul 11:30wib, pada saat pentas pop sunda KRISNA SEPTIAJI SUHAYA (8th) yang duduk di SDN Cijarokaso kelas 4, Putra dari Enjang Sahaya dengan sapaan Bocah (Krakatau) Grup Motekar Entertaiment dari Geger Kalong Kel: Geger Kalong Hilir Rt2/8 Kec:Sukasari Kota Cimahi Bandung, yang hobi menyanyikan lagu pop sunda dari 2,5th ini, ngevans dan hobi menyanyi lagu dari Alm Darso, sudah pernah masuk rekaman sejak umur 5th, dan pernah mengikuti audisi stasiun TVRI Bandung, pentas di Bandung TV dalam acara Bentang Parahyangan Pop Sunda, dan sering menziarahi makam alm pop sunda legendaris (Darso).

Harapan orang tua (Enjang), untuk Krisna (anak) dengan sapaan D'krakatau ini, bisa lebih Exist dan dikenal oleh masyarakat bandung melalui suara emasnya sebagai artis cilik Lokal Pop Sunda dengan bakat alami. Dan bisa membawa music tradisional sunda untuk lebih di cintai kawula muda jaman sekarang dan tidak membawa tradisi barat di pasundan, agar pop sunda dan seni kesundaan bisa tetap terjaga.

Dengan adanya konser di Bonbin sekaligus menghibur para pengunjung, juga rencananya ingin menaikan kembali citra Kebon Binatang Tamansari Bandung, yang sudah pernah di Somasi oleh Walikota  Bandung, bahwa masyarakat kota bandung jangan lagi berkunjung ke kebon binatang, semenjak adanya kejadian Gajah yang ada di lingkup bonbin mati karena kurang perawatan beberapa bulan yang lalu, dan bonbinpun sempat tutup dan sepi. Dengan kerja sama adanya hiburan Pop Sunda berharap bisa merubah kembali masyarakat kota bandung bisa ramai mau mengunjungi kembali ke bonbin tamansari bandung.

By: Hendra (Ina-Ina)

Monday, July 11, 2016

RSUD UJUNG BERUNG PERLU PERLUASAN LAHAN PARKIR DAN PENINGKATAN PELAYANAN, UTAMAKAN PASIEN BUKAN PENDAFTARAN

Senin 11-07-16 pukul 09:40wib, RSUD Ujung Berung pasien mengeluhkan susahnya dalam memakirkan kendaraan, khususnya bagi pengguna R4. Dalam hal ini seharusnya Pemkot Bandung perhatikan betul hal itu, jangan sampai mengganggu pengguna jalan lain. Bukan hanya itu, pelayanan pasien yang kurang baik juga terjadi di RSUD Ujung Berung, yang seharusnya mengutamakan PASIEN yang sakit untuk segera mendapatkan pelayanan medis agar cepat, RSUD Uber lebih mengutamakan pelayanan pendaftaran pasien baru bisa di tangani. Jelas dalam pelayanan kurang baik terhadap pasien yang butuh pertolongan, bisa mengancam keselamatan pasien dalam penanganan, karena mengutamakan pendaftaran, dan banyak kasur (karpet busa) pasien yang sudah lapuk.

RSUD Ujung Berung juga lebih menyerahkan penanganan pasien kepada Dokter yang baru praktek, tentu saja ini mengurangi kualitas terhadap keamanan pasien, sehingga tidak Profesional dalam penangan, dan bisa mengancam keselamatan pasien karena masih dalam praktek (belajar). Ketika di jumpai di ruangan pelayanan informasi terlihat ruangan kosong, sehingga harus di panggil dulu, Hariss (Humas) RSUD Uber, yang saat itu terpaksa tugas menjelaskan tentang pelayanan di RSUD bagi yang ingin komplain, menurutnya saat ini baru masuk kerja, dan masih ada acara halal bi halal, setelah jelang libur lebaran. Jadi wajar bila sedang jumpa kangen selama libur lebaran. Mengenai kurangnya lahan parkir, dirinya (haris) selaku pegawai Rs, juga harus parkir jauh, apa lagi pasien, harap di maklum. Sebenarnya anggaran untuk perluasan lahan parkir ini, sudah ada sejak 5 tahun yang lalu, hanya keterbatasan pembebasan tanah yang banyak sengketa untuk di wilayah ini, bahkan RK pun sudah tahu, maka dari itu RSUD Uber ini kedepannya akan di pindahkan, demi pencapain yang maksimal "tutur haris". Adapun mengenai pelayanan yang kurang kami di sini minta di maklum, karena keterbatasan.
Dan bagi pasien yang ada di RSUD Ujung Berung, sebaiknya menolak untuk di tangani oleh Dokter yang masih belajar, tanpa di dampingi oleh Dokter yang sudah pengalaman.

Padahal RSUD Ujung Berung ini adalah satu-satunya yang menjadi unggulan Pemerintah Kota Bandung, khususnya warga bandung timur dan sekitarnya, bahkan banyak warga kabupaten bandung yang datang berobat di sini, karena di anggap lebih dekat, di harapkan Pemkot Bandung perhatikan betul RSUD Ujung Berung, guna pelayanan yang maksimal untuk masyarakat.

By: Hendra (Ina-Ina)

Saturday, July 9, 2016

WISATA ALAM DARAJAT PASS KURANG MEMILIKI FASILITAS UMUM "DAN MASIH JADI SASARAN PENGUNJUNG"

Wisata Alam Darajat Pass yang berlokasi di Samarang Garut Desa Arya Mekar Kec:Pasir Wangi Kab: Garut ramai dan padat pengunjung mencapai 2000 pengunjung di hari lebaran, walaupun tidak seramai tahun lalu mencapai 2500 pengunjung, ketika di wawancara Andri (marketing) wisata darajat pass pada hari Sabtu 09-07-16 pukul 15:30wib menjelaskan, pada hari biasa pengunjung hanya mencapai 100-200 orang, dengan tiket 25rb, sedangkan pada weekend pengunjung mencapai 500org dengan tiket 30rb, pada musim seperti (Lebaran) pengunjung mencapai 2000 lebih dengan tiket masuk 30rb, dengan unggulan wisata ini adalah Water Park, Outbond dan Restoran, denfan area seluas 4ha lebih di atas puncak pass samarang garut termasuk fasilitas parkir yang cukup luas masih tetap sesak.

Sebelumnya sudah terpikirkan pada musim lebaran pengunjung melonjak drastis. Sementara fasilitas umum seperti Kamar Ganti, dan Toilet ini tidak efisien dan cukup ironis, pengunjung harus rela antri panjang, karena minimnya fasilitas. Terlihat ada beberapa permainan Outbond yang cukup beresiko terhadap pengunjung yang mengfunakannya, salah satunya adalah area untuk ATV, area permainan ini masih bercampur dengan kendaraan pengunjung yang parkir di wisata ini. Fasilitas umum yang kurang ini harus segera di tambah demi pelayanan yang maksimak terhadap pengunjung, kedepannya pengelola wisata darajat pass ini akan menambah perluasan lahan mencapai 2ha, guna mengimbangi fasilitas yang ada dan akan di pisahkan sesuai dengan kebutuhan, termasuk kamar ganti dan toilet agar pengunjung tidak perlu lagi antri panjang dan lama.

Dalam pembangunan terdahulu Wisata Darajat Pass ini tidak terkonsep dengan baik tanpa site plane, ke depannya site plane sudah siap untuk penambahan perluasan pembangunan wisata darajat pass "tutur Andi", karena sudah ada konsultan yang di tunjuk oleh perusahaan. Dengan potensial yang cukup bagus Wisata Darajat Pass ini menjadi idola yang di buru pengunjung, untuk menikmati liburan nuansa alam samarang garut.

By: Hendra (Ina-Ina)

Thursday, June 30, 2016

KECAMATAN GEDE BAGE BIARKAN RUAS JALAN KOTOR DAN LICIN KALA HUJAN

Ketika di jumpai Camat Gede Bage (Bambang) Senin 20-06-16 pukul 14:10wib di ruangannya, ketika di tanya kenapa seputar wilayah Otoritas Kecamatan Gede Bage seolah-olah ada pembiaran mengenai proyek Sumarecon (pintu3) yang mengotori Jalan, yang di sebabkan oleh mobil yang bermuatan tanah urugan keluar masuk, sehingga menyebabkan banyak pengguna jalan terganggu akibat tanah yang tertinggal dan menempel pada ruas jalan umum, akibat mobil yang bermuatan tanah urugan. 

Dampaknya cukup jelas kebul yang cukup sesakan napas akibat dari debu yang beterbangan ke udara dan licin bila basah akibat hujan atau di siram, ini bisa membahayakan pengguna jalan lain khususnya R2 (motor), seharusnya pengusaha atau kontraktor memikirkan hal itu, sehingga bisa ramah lingkungan dan jangan rugikan pihak manapun, juga harus menyediakan tenaga pekerja yang siap membersihkan tanah yang tumpah ke jalan (ware house), karena tanggung jawab pemilik proyek, jangan ada pembiaran atau tidak di perhatikan oleh pihak yang terkait, yang akhirnya acuh, sehingga jalanpun cepat hancur.
Camat Gede Bage (Bambang) menjelaskan kepada media, dirinya sudah sering menegur dan menertipkan dengan cara memanggil dan mendatangi yang bersangkutan, bahkan sampai harus melibatkan Polsek setempat untuk mengamankan dan menertipkannya, sampai dirinyanya (Bambang) bosan, dan akhirnya merasa tidak enak karena yang sering berulah warganya (Karang Taruna Kelurahan), bahkan di jelaskan masing-masing wilayah/kekuasan yang terkena proyek yang bercokol.

Ironisnya lagi seorang Camat kembali meminta media untuk menegur/mendatangi mereka, guna mengingatkan bahwa sudah mengotori lingkungan khususnya jalan, siapa tahu saja mereka bisa dengar "tutur camat".


By: Hendra (Ina-Ina)

Wednesday, June 29, 2016

PT SCG DI DUGA KUAT TIDAK BERIJIN DAN SUDAH BEROPERASI "PEMDA ACUH DAN KENDOR DALAM TINDAKAN"

PT. SCG Distributor Coran yang berdiri dan sudah beroperasi satu bulan lebih yang lalu ternyata di Duga Kuat belum ada IJIN. Ketika di jumpai di kantor SCG Jl.Raya Sapan Tegalluar KM1 Desa Tegalluar Kec: Bojongsoang Kab: Bandung, pada hari selasa 28-06-16 pukul 13:13wib, Toto (Surveyor) dari Pt. SCG Coran itu menjelaskan, dirinya tidak tahu menahu mengenai perijinan itu. Setahu saya (Toto) bahwa ini sudah pernah di Segel oleh Polda pada beberapa hari yang lalu, dan sempat di panggil ke Polda (Pa Pri) di reskrim.
Setahu saya (Toto) bila menanyakan perijinan ada di Pusat (Jakarta), karena bila di sini tidak ada, saya hanya bertugas yang di percaya untuk mengawasi para pekerja dan mengatur operasi pekerjaan di sini, itu tugas saya, dan ini baru uji coba, adapun yang bertanggung jawab wilayah dengan pa viki "tutur toto" dengan nada bingung.
Dengan lemahnya penegakan hukum dalam peraturan, tidak menutup kemungkinan menjadikan tumbuh subur para pengusaha lain yang ingin mendirikan usahanya tanpa mengikuti aturan. Lalu dimana peran pemerintah setempat dalam memberantas para pengusaha yang membangkang dalam mendirikan usahanya tanpa mengikuti prosedur yang berlaku.
By: Hendra (Ina-Ina)

Tuesday, June 28, 2016

KAPOLDA JABAR ADAKAN BUKBER BERSAMA DENGAN INSAN PERS

Selasa 28-06-16 pukul 16:00wib, Kapolda Jabar Drs. Irjen Pol Bambang Waskito mengundang Buka Puasa (Bukber), acara tersebut di laksanakan di RM.Sederhana By Pass Soeta, dan mengundang seluruh Insan Pers di Bandung, guna menambah silahturohim dan keakraban Jajaran Kepolisian dan para Insan Pers di Jawa Barat.
Kapolda Jabar Drs. Irjen Pol Bambang Waskito (BW), mengajak insan pers agar tetap memberikan berita yang positif, dan bekerja sama dengan jajaran kepolisian jawa barat, dalam hal menyampaikan pemberitaannya dari media elektonik, cetak dan on line kepada masyarakat dalam hal yang positif, Kapolda Jabar juga mengucapkan terima kasih atas terbantunya kegiatan kepolisian jawa barat melaluli semua media yang di sampaikan kepada masyarakat luas.
Dalam acara bukber Kapolda Jabar juga menyerahkan cenderamata dan beberapa kenang-kenangan, yang di terima oleh Kapolda Jabar, agar menambah keakraban dan saling menjaga, juga menciptakan situasi tetap kondusif di masyarakat.
By: Hendra (Ina-Ina)

KELURAHAN DERWATI MARAK EXPLOITASI TANAH "GALIAN C LIAR"

Galian C LIAR di Kelurahan Derwati ini sudah beroperasi lebih dari satu bulan, kiranya Lurah Derwati (Safaat) tutup mata, padahal galian C itu tidak jauh lokasinya dengan kantor kelurahan, hanya berjarak beberapa meter saja dengan lokasi galian C. Saat di Investigasi di lokasi galian, selasa 28-06-16 pukul 13:15wib, terlihat ada beberapa unit mobil dump truck yang sedang parkir menunggu muatan tanah dan 1 (satu) unit alat berat (Beco) yang sedang mengeruk tanah untuk di muat ke mobil dump truck.
Ketika di tanya oleh sekumpulan orang yang jaga lokasi tersebut milik H. Asep. karena lokasi ada di dalam lingkungan pergudangan pribadi, dan di kelola oleh H. Aang selaku koordinator urugan tanah, tanah tersebut di jual seharga 50rb/mobil, jika terima di tempat dengan harga 150rb tergantung jarak. Galian C ini di perjual belikan untuk memenuhi kebutuhan kontraktor urugan tanah yang memesan, dengan adanya kegiatan tersebut jelas dampak lingkungan menjadi kotor dan berdebu mengakibatkan polusi udara, dan jalan umum menjadi kotor, membahayakan pengguna jalan, disebabkan bila hujan menjadi licin.
Ketika di konfirmasi puhak Kecamatan Rancasari, yang saat ini masih dalam masa pengenalan lingkungan, dengan alasan baru menjabat Sekcam, karena camat sedang tidak di tempat, Sekcam (Budi) kebingungan, dan tidak mengerti apa-apa. Hanya permasalahan ini akan saya laporkan langsung pada Camat (Dede), untuk dilakukan tindakan jika ada pelanggaran dan merugikan masyarakat, karena saya sendiri juga tidak tahu "tuturnya"
By: Hendra (Ina-Ina)