Tuesday, May 10, 2016
TABRAKAN BERUNTUN RENGGUT 4 NYAWA "TERSANGKA JADI TAHANAN KOTA OLEH LAKA LANTAS PURWAKARTA"
Saturday, May 7, 2016
MIRAS BEREDAR DI ARCAMANIK "PASUTRI SEBAGAI SUPLYER" BERKEDOK BOTOL KOSONG EX MIRAS
Saat di investigasi pada hari sabtu 07-05-16 langsung menuju ke lokasi pada pukul 15:00wib, terlihat di lokasi tempat penimbunan banyak sekali botol kosong ex minuman keras (Miras) berbagai merk. Di lokasi tersebut sudah stanby pemilik tempat yang berlokasi di Perumahan Indah Arcamanik Rt2/2 Blok D/4 Kel: Cisaranten Kulon Kec: Arcamatik.
Saat di wawancara Iwan dan Triana (pemilik/suplyer) miras itu menjelaskan kepada media, dirinya tidak asing lagi bila di datangi seseorang, baik dari Polisi setempat (Babinkamtibmas) polsek setempat, sampai polisi Polda Jabar, yang pada saat itu merazia dirinya, dalam usaha menjual miras di lokasi tersebut. Bahkan polisi juga sempat membawa miras sebanyak 1 karton, yang saat itu ada 5 karton Miras, dengan alasan untuk barang bukti (BB), pemilik mohon jangan di sita semua pada polisi.
Iwan dan Triana (pasutri) mengakui kepada media dan membenarkan bahwa dirinya memang menjual miras, itupun sebatas agar usaha botol kosong ex miras bisa di terima oleh pabrik miras, dengan dasar itulah dirinya menjual miras. Bahkan dirinya mengakui sempat di tipu atau di peras oleh oknum yang mengaku-ngaku sebagai polisi polda, padahal oknum tersebut hanya mata-mata polisi, dirinyapun tahu karena punya kenalan anggota polisi, setelah 2 bulan mencari tahu, "tutur pasutri". Iwan/Triana pasangan pasutri ini mengaku sudah berjualan miras cukup lama, bahkan tinggal di Perumahan Indah Arcamanik sudah 5 tahun dan bergelut penjual miras, sebelumnya juga iwan sudah menjual miras saat masih jadi supir angkot, bahkan pasutri inipun kecewa sebagai penjual miras kenapa harus selalu di razia.
Pasutri ini mengirim miras di berbagai toko jamu dan toko-toko lainnya di kota bandung, dengan menggunakan mobil minibus pribadi APV hitam bernopol D 1370 JU, tidak gunakan mobil box, agar tidak di curigai saat menjalankan aksinya sebagai suplyer miras sesuai dengan pesanan (Delivery Order). Di duga juga pasutri ini sebagai pengoplos minuman keras dan bermain dalam menempelkan merk hak cipta pada miras.
Saat di konfirmasi Polsek Arcamanik, di ruang Reskrim "Dadang" anggota reskrim baru tahu bahwa di wilayah Otoritas Hukum Polsek Arcamanik, terdapat lokasi miras, untuk menyelidiki itu "Dadang" harus ijin dari Kapolsek dan akan bicara dengan Kanit Reskrim (Mahdar).
By: Hendra (Ina-Ina)
Tuesday, April 19, 2016
TERMINAL BALEENDAH DI NILAI HAMBURKAN UANG NEGARA "TIDAK BERFUNGSI MAKSIMAL"
Terminal Baleendah yang berdekatan dengan pasar baleendah itu tidak berfungsi secara maksimal, hanya di buat sebagai tongkrongan saja, tidak layaknya terminal. Bahkan angkot saja enggan masuk ke dalam terminal tersebut, sebutannya memang "terminal" tapi sama halnya dengan pos kamling (tongkrongan)
Ketika di kunjungi di ruang kantor Dishub Terminal Baleendah Selasa 05-04-16 pukul 11:15wib, dari keterangan petugas kantor dishub, mereka juga bingung, karena benar adanya seperti itu. Bila ada pertanyaan seputar terminal baleendah seharusnya dengan Pa Ait (Kep Terminal), tapi saat ini tidak ada, karena sedang sakit "tutur anggota dishub", bila bertanya seputar Kantor Dishub disini, langsung saja Dishub Soreang karena di sana yang punya kebijakan, kami di sini tidak bisa, karena masih ada pimpinan kami di Soreang, "tutur"angota dishub.
Merekapun mengakui adanya Terminal Baleendah ini tidak berfungsi dengan baik, karena jelas bisa di lihat, lapangan terminal saja untuk latihan mobil, dan sampah yang menumpuk menutup sebagian muka pagar terminal, menjadi pemandangan yang tidak pernah berakhir. Seharusnya terminal ini berfungsi dengan baik layaknya terminal, angkot bisa masuk dengan rapi dan keluar langsung menuju jalan raya, tanpa ada lagi yang ngetem di dalam pasar, sehingga bisa mengurangi kemacetan dalam pasar, apa lagi bukan hanya angkot saja, termasuk truck bongkar muatpun banyak yang masih asal bongkar muatannya.
Menga kendala terbesar di lingkungan terminal ini, adanya tumpukan sampah yang tidak pernah habis, sangat mengganggu aktipitas terminal, dan minim atau memang tidak ada tempat khusus untuk sampah di lingkungan pasar baleendah, sehingga memakai fasilitas jalan umum, untuk pembuangan sampah tersebut.
By: Hendra (Ina-Ina)
Wednesday, March 23, 2016
PISAH SAMBUT KAPOLDA JABAR (JODIE) DI SAMBUT MERIAH JAJARAN POLDA JABAR
Selasa 22-03-16 Kapolda Jawa Barat yang baru Irjen Pol Jodie Rooseto tiba di Mapolda Jawa Barat pukul 10:20am, Jalan Soeta Bandung, Kapolda baru ini tiba untuk mengikuti prosesi serah terima jabatan Kapolda Jawa Barat.
Saat datang ke Mapolda Jabar, Kapolda baru (Jodie) disambut oleh Kapolda Jabar sebelumnya Irjen Pol Moechgiyarto dan seluruh jajaran Kapolres di wilkum Polda Jabar. Dengan sambutan musik sunda untuk menyambut kehadiran Kapolda baru tersebut yang akan menjabat di Polda Jabar.
Jodie Rooseto sebelumnya menjabat Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Polri, kini resmi bertugas menjadi Kapolda Jabar untuk menggantikan Irjen Pol Moechgiyarto yang resmi menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.
Pria kelahiran Kota Bandung 56 tahun silam ini, tidak asing lagi di ruang lingkup Polda Jabar, Posisi Jabatan penting pernah diemban di wilkum Polda Jaba, dan di antaranya Kasubbag Prodok Setdit IPP Polda Jabar, Kasat Intelkam Polwiltabes Bandung Polda Jabar, Ka SPN Cisarua Polda Jabar dan Kapolwil Purwakarta Polda Jabar.
Pejabat No 1 Di Kepolisian Jawa Barat ini tiba di Mapolda Jabar telat waktu dengan jadwal yang seharusnya pukul 09:00am sudah tiba, tetapi seluruh jajaran anggota Mapolda Jabar tetap semangat dalam menunggu Kapolda baru mereka, sebagai ujung tombak kepemimpinan Kepolisian di Jawa Barat.
Saat ini, prosesi serah terima jabatan (Sertijab) Kapolda Jawa Barat masih berlangsung di halaman Mapolda Jabar, dan setelah prosesi sertijab, di lanjutkan dengan upacara di halaman Polda Jabar. Adapun tamu yang hadir saat prosesi sertijab kapolda baru, terlihat Gubernur Jabar/wakil, Kejati tidak lupa Walikota Bandung menghadiri acara di Mapolda Jabar, di sambut dengan jajaran Polda Jabar, dan berlanjut di Aula Mulyono Polda Jabar sampai selesai.
By: Hendra (Ina-Ina)
Thursday, March 10, 2016
TEGALLUAR KRISIS LAHAN RESAPAN AIR "PROYEK LIAR KEMBALI BERJALAN" PEMERINTAH ACUH
Proyek liar kembali berjalan habiskan ruang hijau dan lahan resapan air, seolah-olah tidak peduli terhadap lingkungan Desa Tegalluar dan masyarakatnya, Pembangunan proyek di Jl Raya Tegalluar Sapan KM1 Desa Tegalluar Kec Bojongsoang Kab Bandung, dalam pembangunannya tidak melihat kearifan lokal serta ramah lingkungan, dan cendrung merusak lingkungan.
Pembangunan tanpa pertimbangkan dampak kedepannya yang akan mengancam lingkungan setempat, baik banjir, limbah dan yang sifatnya akan merugikan sebagian banyak masyarakat sekitar. Sedangkan apa yang di dapat untuk masyarakat tegalluar dari pembangunan yang saat ini sedang meluas lambat laut akan menghabiskan lahan hijau dan resapan air. Sementara dari proyek pembangunan tersebut hanya memberikan keuntungan untuk kalangan tertentu saja, yang sifatnya pribadi. Dalam proses awal pengurugan sudah terkesan tidak peduli lingkungan, jalan kotor berdebu dan becek jika hujan.
Proyek yang sedang di bangun tersebut, rencananya di peruntukan untuk pabrik HOTMIX (Supply Coran) PT.SCG, dalam perjalanan membangun saja tidak patuh terhadap aturan, membangun tanpa IMB, dan jelas ijin yang lain di duga tidak ada (masih proses) dengan kata lain tidak mengantongi ijin. Ironisnya Pemerintah setempat dari Desa dan Kecamatan acuh, seperti tidak perduli. Hal ini mencerminkan prosedur dalam menempuh perijinan di abaikan begitu saja tanpa ada teguran serius dari pihak terkait.
By: Hendra (Ina-Ina)
Monday, January 25, 2016
KEPALA BALAI BBWS PARKIRKAN MOBIL PLAT TNI AD BINTANG SATU "DI DUGA DI PAKAI KEPERLUAN PRIBADI"
Senin 25-01-16 ketika di konfirmasi pukul 11:45wib, staff bbws banyak yang tidak ada di tempat, petugas ketika di tanya hanya menjawab tugas luar. Beberapa hari yang lalu pagi sampai malam saat melintas jln inspeksi citarum kota bandung, selalu melihat Mobil Nissan Patrol Plat Bintang Satu TNI AD parkir di halaman lobi BBWS, ini menjadi pertanyaan besar. Ternyata mobil plat TNI itu milik Yudha selaku Kepala Balai, dan sudah terparkir 1 minggu "tutur staff. Saat di tanya petugas keberadaan Yudha (Kepala Balai), sedang ada dinas luar kota (Bali atau Jakarta) "tegas staff bbws.
Saat di mintai keterangan beberapa staff juga mengatakan hal yang sama mengenai keberadaan mobil TNI AD yang nangkring di halaman lobi bbws, yang memang khusus parkir kepala balai. Mobil Plat Bintang Satu TNI AD itu milik rekan/teman pak yudha saat di Lemhanas, memang yang bawa pak yudha "tutur security. Belum di ketahui maksud dan tujuan mobil TNI AD itu nangkring lama di halaman lobi parkir BBWS, sementara yudha (kepala balai) belum bisa di temui. Bila mobil Plat Bintang Satu TNI AD itu kendaraan dinas, kenapa harus berlama-lama nangkring, dan kenapa harus kepala balai yang bawa kendaraan tersebut, dan benarkah plat TNI AD itu asli...???
Selasa 16-02-16 pukul 15:15wib, mobil plat TNI Bintang Satu masih terparkir di lobi Kepala Balai BBWS, security menjelaskan Kepala Balai dan Kabag TU sedang berada di Korea, dan menjelaskan bahwa surat konfirmasi sudah di beritahukan, dan sampai saat ini tidak ada penjelasan dari BBWS sendiri khususnya Kepala Balai (Yudha), entah apa modus dari Plant TNI Bintang Satu ini betah lama parkir di areal BBWS Bandung, Yudha sendiri sepertinya tidak kooperatif selaku Kepala Balai, dan banyak staff BBWS yang tidak di tempat, belum ada penjelasan, sampai berita ini di turunkan.
By: Hendra (Ina-Ina)
Monday, January 18, 2016
BPN SOREANG DI NILAI TIDAK BECUS KERJA "OKNUM BPN MATA DUITAN" JANJIKAN SERTIFIKAT
Senin 18-01-16 pukul 10:45wib Asep Koswara (warga) menuntut dan marah di kantornya, atas kelakuan oknum BPN Soreang yang bernama Dadang (Staff Ukur), yang di nilai lamban dan main-main dalam bekerja. Pasalnya Asep Koswara telah mendaftarkan bidang tanahnya untuk di sertifikatkan dengan Nomor Berkas Pemohon 29421/2014 Bukti Atas Hak No 179/431 Alamat Kp.Sapan Rt03/08 Desa Bojongemas Kec Solokan Jeruk Kab Bandung Pendaftaran Tanah Pengakuan Penegasan Hak tertanggal 30 mei 2014. Dadang (staff ukur) BPN Soreang, tidak mau membicarakan permasalahan ini di ruang kantor, malah mengajak untuk keluar Kantor BPN, untuk membicarakan masalah ini di dalam mobilnya yang terparkir di luar kantor bpn.
Asep Koswara meminta pertanggung jawaban dari Dadang, karena di nilai Dadang ingkar janji. Ketika di tanya pihak pemohon (Asep dan Epen) Dadang tidak tegas menjawab, malah cendrung gelisah dan bingung. Dadang mengakui dirinya sudah terima uang sebesar 2,5jt untuk tugas ukur tanah dari Heru menurut keterangan asep total uang yang sudah masuk sebesar 33jt untuk mendaftar bikin sertifikat. Epen (paman asep) marah dan kecewa atas kinerja Dadang selaku staff BPN yang menjanjikan terima beres, bahkan sempat di hubungi via Hp dalam komunikasi menanyakan kejelasan kapan sertifikat selesai Dadang sulit di hubungi sebelumnya, hal ini jelas memicu Asep dan Epen selaku pemohon marah, di karenakan uang sudah di bayar tapi pekerjaan tidak di selesaikan.
Dadang BPN menjelaskan, dirinya sudah berusaha hanya saja penerbitan Sertifikat ini ada kendala, sebenarnya tugas hanya mengukur saja dan proses terus berjalan selebihnya panitia bpn, karena ada ganjalan pihak Disdik Soreang, perihal di atas tanah tersebut berdiri bangunan Sekolah Dasar Negri (SDN 01-02) Bojongemas. Permasalahan ini yang menjadi keraguan pihak BPN atas penerbitan sertifikat. Seharusnya BPN Soreang bisa lebih jeli dan profesional dalam bekerja, di karenakan BPN itu sendiri bisa menjelaskan dan mengadakan uji materi perihal siapa yang berhak atas tanah tersebut. Di jelaskan dalam permasalahan Pemilik Lahan VS Disdik Soreang akan memberikan ganti rugi kepada yang berhak atas pemilik lahan (Asep), bila mana sertifikat dari BPN Soreang terbit. Permasalahan ini sebenarnya sudah mencuat dan ramai, di karenakan SDN 01-02 Bojongemas sempat di segel oleh pemilik lahan, sehingga proses belajar dan mengajar siswa sempat terganggu, bahkan siswapun sempat kocar kacir di karenakan bingung belajar di mana. Sementara dalam proses penyelesaian pihak BPN Soreang seolah-olah melakukan kesengajaan agar proses ganti rugi antara pihak Pemilik Lahan (Asep) dan Disdik Soreang itu tersendat, padahal sudah pernah di sepakati sebelumnya dari kedua belah pihak "tutur asep.
Dadang (BPN) Soreang berjanji dirinya akan memproses secepat mungkin dalam pembuatan sertifikat, dan akan berkordinasi dengan Pejabat BPN dan Pimpinannya (Sonson).
By: Hendra (Ina-Ina)