Wednesday, November 30, 2022

RPH Baleendah Diduga Kerap Buang Limbahnya ke Parit, Kemana Satgas Citarum Sektor 6 Hendra Gunawan-Citarum




Kab Bandung, Warnus – Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian diduga kerap buang limbahnya ke parit. RPH yang berlokasi di Jl. Mekarsari Rt.06/23 Kel Baleendah Kec Baleendah masih belum maksimal dalam pengolahan limbah hasil potongan hewan sapi dan ayam potong, Jum’at (25/11).

Kolam Ipal di lokasi RPH tampak kurang bagus, meski di olah dengan cara biologi, lokasi juga tampak kumuh. Jalur drainase penuh dengan sisa-sisa hasil jagal hewan, baik kotoran, darah juga sisa isi jeroan hewan. Sapi jagal ada 3 bandar dan ayam potong ada 3 bandar, namun faktanya limbah mereka masih kerap cemari lingkungan.

Nia Kasubag RPH mengatakan, “kepala upt (Atep) di luar rapat, yah di RPH ini ada 3 bandar sapi dan 3 bandar ayam potong, kita akui memang belum maksimal dalam upaya mengolah limbahnya, namun kita berusaha terus untuk memaksimalkan  dalam perbaikan ipal kita ini, “ucapnya.

“Pengolahan ipal kita pakai biologi dan bisa di lihat ada beberapa kolam di sana, kolam awal dan kolam hasil dari pengolahan biologi, dan kita juga selalu uji lab di dinas, dan hasilnya baik layak untuk di alirkan air limbahnya ke sungai.

Untuk ayam potong, lanjut dia, “kita sedang lakukan perbaikan untuk ipalnya, karena mungkin terlalu jauh untuk di salurkan limbahya ke sini, jadi kemarin-kemarin masih kurang maksimal, sehingga limbahnya terutama bulu ayam masih di mana saja, maklum pak sekarang ini ada kemerosotan, biasa potong sehari 22 ekor, saat ini hanya 5 ekor saja, faktor PMK juga, “keluhnya.

Kita juga sebenernya dilema, di satu sisi PAD ditekan, namun di lapangan tidak tercapai, awalnya karema dampak korona terus PMK, tapi kita usahakan biar baik, saat ini juga banyak pesaing dari rumah potong swasta sehingga berpengaruh pada pendapatan, dan juga anggaran yang minim setahun 100 juta hanya untuk operasional, bila anggaran yang lain harus pengajuan dulu, jadi faktor-faktor itulah pengolahan limbah dalam kebutuhannya terbatas, “jelasanya.

Selamet selaku operator limbah RPH, ” saya pakai biologi dalam upaya pengolahan limbahnya, dan menurut saya sudah baik, memang kolam ini kolam lama yang tidak di bersihkan sehingga tampak kurang bagus, tapi kita sudah olah limbahnya, untuk limbah potong ayam saat ini kita masih lakukan upaya biar baik, “paparnya.

Nia juga menambahkan, “kita juga sering di datangi satgas citarum, terakhir lebaran haji, yah mereka lihat dan kontrol limbah RPH, saya lupa namanya tapi jaman pak cecep kepala upt nya sering kok satgas hadir di sini, untuk saat ini saya tidak tahu, apa lagi Kepala UPT (Atep) masih baru satu bulan, jadi belum paham betul, “katanya.

Sementara pihak ayam potong menjelaskan, “bila ke sini habis magrib atau agak malaman baru ramai, karena operasinya ayam potong malam, jadi bisa langsung lihat langsung pemotongan ayamnya, “imbuhnya.

Disambangi langsung ke Posko Utama Satgas Citarum Sektor 6 di Perumahan Stella Baleendah, saat di konfirmasi Dansektor tidak ada di tempat, keterangan posko dansektor sudah pulang, sampai berita ini di terbitkan. (Red)

Friday, October 7, 2022

Rombak Ruko dan Pengeboran Air Tanah Diduga Ilegal, Lurah dan Camat Baleendah Anteng Saja, Ada Apa ?


Kab Bandung, Warnus - Proyek rombak ruko 2 lantai menjadi 3 lantai dan sedang pembangunan. Ruko tersebut rencanya untuk komersil diduga klinik. Perombakan Ruko yang berlokasi di Komplek Matahari Square Jl. Siliwangi Simpang Baleendah dinilai salahi aturan dan pernah di laporkan kewilayahan, Jum'at (07/10).

Ruko yang saat ini masih dalam pekerjaan dan terlihat sedang melakukan pengambilan air tanah dengan cara pengeboran lebih dari 2 pekan, diduga kuat akan menggunakan air artesis, yang seharusnya ruko tersebut gunakan air pam.

Menurut tukang bor, "yah kita sedang bor air sudah beberapa hari ini belum dapat air, sudah ada 40 meter dan banyak material batu di dalamnya, jadi sulit di bornya, "katanya.

"Kita tidak tahu pemiliknya siapa, kita habya di suruh kerja saja oleh mandor, dan ini juga yang kerja kantornya di jakarta, kadang ada perwakilannya kontrol, tapi tidak sering.

Mandor proyek mengatakan, "kita memang kantor di jakarta dan pemilik saya juga tidak hafal, karena kerja di sini berdasarkan kantor pusat saja jakarta, ada perwakilannya suka ke sini kontrol, tapi seminggu sekali, nanti saya sampaikan bila datang mas, "ucap mandor.

Sementara si tempat terpisah, pihak satpol pp kelurahan baleendah sudah pernah di infokan untuk periksa proyek tersebut yang saat ini sedang lakukan pengeboran air tanah, dan siap mengeceknya nanti.

Ditempat lain, keterangan Rt, "bahwa proyek atau pengerjaan tersebut tidak pernah ada laporan ataupun izin, jadi saya sendiri tidak tahu bagaimananya, "tandasnya. (Chox).

Saturday, July 9, 2022

PT MAP Tertangkap Basah, Diduga Limbah Cair Sengaja Digelontorkan ke Selokan

 

Kab Bandung, Matainvestigasi.com – Para Pelaku Usaha ternyata masih belum serius dalam menyingkapi apa itu program citarum, hanya bisa mengucap saya mendukung citarum harum. Fakta di lapangan masih saja terjadi upaya pencemaran Aliran Sungai yang akan menjadi dampak lingkungan dan bisa saja menghambat suksesnya program pusat sebagai percontohan untuk Dunia, Jumat (08/07).

Jauh hari sebelumnya Pt. Multi Adira Plasindo (MAP) yang berlokasi di Komplek Kawasan Industri De Prima Terra Tegalluar Bojongsoang sudah pernah di peringati bahkan sempat di sidak dalam pendataan produksi biji plastiknya, namun masih belum bisa berkomitmen dalam upaya pencegahan pencemaran aliran sungai.

Diduga Pt. MAP sengaja buang limbah cair hasil cucian kabel plastik ke selokan, dengan buih putih susu dan agak kental. Sementara Satgas Citarum Harum masih baru dan hangat memberi arahan dan pendataan untuk menjaga jangan sampai hasil limbah cucian gilingan plastik di buang langsung ke selokan, harus di tampung dan tidak boleh sembarang buang.

Michael Edbert pihak Pt. MAP menjelaskan, “iya ini kecolongan, nyuci bahan putih, biasa ga dicuci, sudah dihentikan, itu kulit kabel putih cuma 1 karung dan bahan mentah 1 karung sekitar 25 kg, ini yang nyucinya kecolongan dan sudah saya peringatkan, saya katakan itu nyuci harusnya gak boleh langsung dibuang, “jelasnya lewat pesan singkat.

Di sisi lain, pihak DLH soreang akan mengagendakan untuk datang dan memeriksanya, “saya di pasir jambu kang nangani pacira sama tim badega nanti saya kerahkan dulu, kalau satgas sudah tau kang? Senin atau besok kita kesana kang, sudah di plot, “pungkas Robi.

Dari satgas citarum lewat Peltu Ade Nursaiman mengatakan, “besok saya datangi akan segera cek bersama jajaran, “ucapnya. (Red)

Pengangkutan Kohe Cipaku Banjaran Diduga Ada Pungli Dengan Meminta Pungutan ke Warga


Kab Bandung, Warnus – Pembersihan Kotoran Hewan (Kohe) Kp. Cipaku Rt01/03 Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran di eluhkan warga, pasalnya ada pungutan biaya bervariasi dalam pembersihan dan pengangkutannya dengan berbagai alasan agar dana warga bisa di tarik atau terkumpul oleh salah satu kordinator di lapangan, Jumat (08/07).

Awalnya penawaran pembersihan dengan menjanjikan bangun bak sampah di lokasi sekitar, terpikir hanya sampah warga saja, ternyata menyerempet pada kohe, dan meminta anggaran 1 juta pada warga untuk pembersihan dan pengangkutannya.

Pembersihan dan pengangkutan kohe yang berdekatan dengan anak sungai cisangkuy (citaluktug) alami polemik, pasalnya ada pungutan dana yang masih di pertanyakan, dengan alasan biaya penarikan, sewa loader, tambal ban loader dan lain-lain.

Menurut keterangan Ketua Rw 03, “bahwa giat pembersihan dan pengangkutan kohe kp cipaku warga dimintai dana, dengan alasan bayar mobil, sewa loader, tambal ban bocor dan lain-lain, dan pengangkutan kohe juga tidak semua terangkut, “ungkapnya.

Saya mau bertanya, lanjut Ketua Rw 03, “apakah yang seperti itu harus bayar atau di pungut anggaran?, harusnya kan ada keterbukaan karena memang warga juga menginginkan lingkungan bersih, kalau cuma sampah warga yah mungkin bisa saja di tarik iuran, kadang program juga di sembunyikan, program citarum juga kita dukung, “ucapnya.

Dansektor 21 Kol Arh Wahyu. J mengatakan, “Kalau sampah itu menggunakan truk kita, truk kita gak diisi bensin kita sifatnya bantu armada tapi tidak disertakan bbm nya, ya desa yang beli bbm nya. Tidak ada kerja sama dengan dinas lain, berarti itu murni dari pemda, dan Itu ya kendaraan PU sendiri, ok itu aja tq infonya, “lewat pesan singkat. (Red)

Sidak ke Lokasi Pergudangan, Sektor 6 Satgas Citarum Temukan Ratusan Karung Limbah Plastik PT MAP

 

BANDUNG – Terletak di kawasan Industri Pergudangan De Prima Terra Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Sektor 6 Satgas Citarum Harum melakukan Sidak Gudang-gudang milik perusahaan industri.

Petugas TNI dari Sektor 6 juga melakukan pendataan mengenai peruntukan gudang-gudang tersebut.

Berdasarkan pentauan dilokasi, Satgas Citarum Sektor 6 menemukan gudang milik PT Multi Adira Plasindo (MAP) yang menyimpan puluhan karung limbah gilingan plastik.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Peltu Ade Nursaiman itu, disimpulkan bahwa kawasan pergudangan di De Prima Tegalluar terdapat 200 tempat yang dijadikan pergudangan oleh perusahaan Industri.

Kendati begitu, ketika dilakukan monitoring, kawasan gudang tersebut kondisinya sangat kumuh dan banyak ceceran minyak diselokan. Terutama sampah plastik banyak berserakan.

“Saya juga melihat kawasan yang luas ini sangat kotor, ada seperti minyak lemak dan bercak lainnya, terutama sampah plastik sisa makanan dan pengendapan lumpur sedimentasi yang cukup tinggi” ungkap Ade.

Ketika melakuan sidak di gudang milik PT MAP yang bergerak dipengelolaan limbah plastik, kondisinya sangat tidak terawat dan berdebu.

Selain itu, hasil pembuangan dari proses pembersihan limbah plastik, tidak memiliki pengelolaan limbah. Padahal sangat jelas limbah plastik ini mengandung karbon. Apalagi limbah plastik ini berasal dari kabel-kabel bekas.

‘’Jadi sidak kali ini, Satgas Sektor 6 melakuan monitoring untuk mengingatkan kepada perusahaan-persusahaan yang memiliki gudang agar menjaga lingkungan,’’Kata Ade.

Selain itu, lanjut Ade, monitoring dilakukan agar perusahaan yang memiliki gudang tidak membuang limbahnya ke aliran sungai. Jika teguran ini diindahkan maka pihaknya tidak segan-segan untuk menindak.

Mendapat teguran dari Satgas Citarum Sektor 6. Perwakilan PT MAP yang bernama Michel mengaku, bahwa gudang penyimpanan limbah kabel plastik merupakan bahan baku untuk diolah kembali.

Limbah olahan kabel plastik ini sudah melalui proses penggilingan dengan berbentuk serbuk dan mudah terbawa angin.

Dia mengaku, pernah dikomplain oleh masyarakat karena sebuk limbah olahan membuat lingkungan sekitar berdebu. Namun, pergudangan miliknya sudah diperbaiki dengan menutup rapat seluruh ventilasi.

“ini debu karbon hitam yang banyak numpuk di produksi, dan itu bisa di pakai. Dulu memang debunya keluar dan pernah di komplen, namun saat ini kita tutup agar debu karbon tidak terbang ke luar, “ucapnya.

Sementara itu, untuk air cucian dan gilingan limbah kabel plastik ditampung terlebih dahulu dan dimasukan ke dalam drum dan dikirim ketempat pengelolaan IPAL.

‘’Jadi disimpan dulu di drum lalu di angkut mobil pick up keluar, kadang 1 bulan sekali, dan yang di tempat produksi yang sudah memiliki IPAL,’’ ujarnya.

‘’Untuk air yang terbawa keluar cuma dikit, dan itu air bilasan kabel plastik saja, karyawan pun sudah pernah kita kasih K3, minimal masker, namun mereka terbiasa kerja seperti itu, pakai masker katanya engap, “tambahnya lagi.

Sektor 6 Sidak dan Pendataan, PT MAP Diduga Bisa Cemari Lingkungan, DLH Diminta Cek Bersama

 

Kab Bandung, Warnus – Kawasan Industri De Prima Terra Tegalluar Bojongsoang di data Satgas Citarum Harum Sektor 6. Kawasan yang dulunya pergudangan berganti menjadi industri, dalam giatnya satgas citarum melakukan sidak sekaligus pendataan pabrik atau gudang yang ada di dalam kawasan tersebut, Kamis (07/07).

Tampak di lokasi Kawasan Industri Peltu Ade Nursaiman bersama jajaran sedang melakukan sidak dan pendataan yang menjadi teritorial sektor 6. Satgas citarum melakukan monitoring di dalam kawasan, dan salah satunya pabrik gilingan plastik Limbah Kabel Pt. Multi Adira Plasindo (MAP).

Menurut Peltu Ade Nursaiman yang menjadi suara Dansektor 6 Kol Arh M. Zaini mengatakan, “kawasan industri ini bukan hanya satu pabrik, tetapi sekitar 200 Pabrik atau gudang, berdasarkan informasi dari pihak pengelola kawasan industri de prima terra.

“Saya juga melihat kawasan yang luas ini sangat kotor dan kumuh, tampak paritnya penuh sampah dan juga ada sebagian seperti minyak lemak dan bercak lainnya, terutama sampah plastik sisa makanan dan pengendapan lumpur sedimentasi yang cukup tinggi” ungkap Ade.

Kita juga, lanjut peltu ade, “meninjau masuk Pt. MAP yang bergerak di bidang gilingan plastik kabel, yang dulu juga pernah kita sidak, di ketahui Pt MAP sangat kotor dengan banyaknya debu karbon sisa penggilingan kabel plastik, belum lagi hasil dari cucian plastik, yang sempat limbah cuciannya keluar masuk aliran parit beberapa waktu lalu.

Hari ini, kita kembali melakukan monitoring agar hal-hal yang sifatnya berpotensi mencemari sungai dan lingkungan, pelaku industri harus melakukan evaluasi maksimal agar tidak mencemarkan lingkungan dari hasil olahan limbahnya.

Michel perwakilan dari Pt MAP menjelaskan, “ini debu karbon hitam yang banyak numpuk di produksi, dan itu bisa di pakai. Dulu memang debunya keluar dan pernah di komplen, namun saat ini kita tutup agar debu karbon tidak terbang ke luar, “ucapnya.

“Air cucian dan gilingan limbah kabel plastik yang masuk di drum memang di angkut mobil pick up keluar, kadang 1 bulan sekali, dan yang di tempat produksi ada ipalnya, air tang terbawa keluar cuma dikit, dan itu air bilasan kabel plastik saja, karyawan sudah pernah kita kasih K3, minimal masker, namun mereka terbiasa kerja seperti itu saja, pakai masker katanya engap, “kata michel. (Red)

Friday, June 10, 2022

Kolaborasi Satgas Citarum Harum Sektor 6 dan Kapolsek Baleendah Beserta Jajarannya Dalam Giat Pembugarkan Tugu Juang Baleendah.

 





Kab. Bandung. Wartanusantara Jabar – satgas citarum harum sektor berkolaborasi dengan Kapolsek Baleendah beserta jajarannya, laksanakan pembugaran tugu juang baleendah dalam hal ini membersihan dan merapikan sekitar Tugu juang di Baleendah kab. Bandung.

Kolaborasi kepedulian antara TNI dan Polri patut diapresiasi guna memberikan stimulus langsung terhadap warga sekitar tugu juang Baleendah untuk menjaga kelestarian ikon sejarah yang masih ada di wilayah Baleendah, kab. Bandung.

Kegiatan TNI POLRI ini didukung penuh oleh semua ketua RW se baleendah, Babinsa baleendah, babinkamtibmas, pihak kecamatan baleendah dan beberapa kelompok masyarakat yang tergabung dalan sebuah komunitas, paguyuban sunda dan LSM, mereka ikut membersihkan rerumputan dan sampah yang kemudian diangkut langsung ke tempat pembuangan yang semestinya, dalam hal ini mereka ikut peduli dan meringankan kegiatan TNI dan POLRI. 

Kompol Sungkowo selaku Kapolsek Baleendah mengatakan : “kami dari pihak polsek Baleendah dan dari TNI satgas citarum harum sektor 6, bukan sekedar memperingati hari bayangkara yang ke 76, terlebih kami memberi stimulus kepada warga sekitar untuk menjaga dan melestarikan ikon sejarah yang ada disini. Saya selaku kapolsek baleendah mengucapkan terimakasih tanpa kecuali untuk sumbangsih tenaga dari setiap orang yang ambil bagian dalam kegiatan hari ini. Ujarnya.” 

Enjas sebagai komandan sub 07 Baleendah sektor 6 mengatakan, “saya selaku komandan sub 07 sektor 6 baleendah, sangat menghargai sekali dengan adanya kolaborasi antara TNI dan POLRI yang siap terjun langsung ke lapangan, untuk memberikan stimulus kepada warga yang menyaksikan giat ini. Tujuannya ya supaya mereka juga memiliki kepedulian yang sama untuk menjaga kebersihan terutamanya disini kan ada tugu juang sebagai ikon sejarah yang ada di baleendah. Sewajarnya warga sekitar juga bisa menjaga dan melestarikannya. Tanpa mengesampingkan tugas dan fungsi kami TNI – POLRI, hal kecil seperti kepedulian terhadap kebersihan ini perlu sosialisasikan dan direalisasikan secara nyata”. Ujarnya.

Dadik selaku Babinsa wilayah Baleendah, menyambung pembicaraan “ sosialisasi-sosialisasi seperti ini yang memang seharusnya terus dilakukan, jika hanya dalam bentuk dialog saja ya sulit untuk menerapkan dan sulit juga untuk memberi stimulus kepada warga, disamping mungkin SDM yang kurang memadai, kepeduliannyapun sangat minim. Giat seperti ini yang mungkin bisa secara langsung memberi stimulus kepada warga untuk terjun langsung, atau ikut serta dalam berbagai kegiatan seperti yang sedang kita lakukan sekarang. Sebagai bukti nyata ada saja warga yang ikut serta meski mereka tergabung dalam sebuah kelompok-kelompok tertentu. Tapi esensinya adalah kepedulian mereka nyata kami saksikan bisa bersama2 dengan TNI POLRI dalam giat hari ini”. Ujarnya.

Tuesday, May 31, 2022

Komandan Sektor 6 Citarum Harum Kol. Arh Mohamad Zaini, S.I.P., M.Sos : Hadiri dan Sosialisasikan Terkait Program Citarum Harum Dalam Acara Pagelaran Budaya dan Adat Istiadat Sunda







Kab. Bandung. Wartanusantara Jabar - Komandan sektor 6 citarum harum  Kol. Arh Mohamad Zaini,S.I.P., M.Sos menghadiri pagelaran budaya dan adat istiadat sunda dan sekaligus mensosialisasikan terkait citarum harum kepada warga mekarsari RT 07/23 Baleendah kab. Bandung.

Kehadirannya memberikan motifasi baik untuk masing2 individu sundanis untuk terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya sebagai warisan para Leluhur orang sunda.

Kehadirannya ditengah-tengah pagelaran budaya sunda tersebut, beliau di undang keatas podium untuk menyampaikan beberapa hal penting yang perlu di ketahui oleh warga setempat.

Mohamad Zaini mengatakan : “selayaknya sebagai individu sundanis perlu menjaga dan melestarikan budayanya sebagai warisan para leluhur atau para pendahulunya, sebagai individu yang memegang erat adat dan budaya perlu juga memberikan stimulus kepada sesamanya untuk melestarikan budaya sunda yang menjadi salah satu dari sekian banyaknya asset budaya di Indonesia”. Selanjutnya, Dalam hal ini saya selaku komandan sektor 6 citarum harum tak lupa juga mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga lingkungan untuk tetap baik, alangkah baiknya jika hal ini menjadi budaya kita sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dari segala hal yang mencemarkan. Budaya kepedulian terhadap lingkungan inipun sepertinya mulai pudar, disinilah kita hadir untuk memberikan stimulus kepada setiap individu untuk membudayakan kelestarian lingkungan. Ujarnya.”

Pagelaran budaya sunda saat itu dihadiri oleh banyak eleman dari berbagai padepokan/perguruan khas sunda, serta paguyuban kasundaan.


Enjas sebagai komandan sub 07 Baleendah sektor 6 mengatakan, “sya sangat mendukung acara pagelaran budaya adat sunda, karena dengan mereka menjaga dan melestarikan adat dan budaya sunda ini bisa mempererat tali persaudaraan dan disisi lain kami selaku satgas citarum harum sektor 6 menghadiri undangan dan memberi sosialisasi terkait dengan program citarum harum sesuai dengan program kenegaraan yang diatur dalam Perpres”. Ujarnya.

Salah satu pemilik padepokan yang sering di sebut dengan abah dedy mengutarakan “ kami mewakili suku sunda berupaya menjaga dan melestarikan budaya dan adat istiadat sunda, kalo bukan kita ya siapa lagi, karena jatidiri sunda sejatinya adalah pewaris adat dan budaya dari para pendahulu. Disini kami juga mengundang komandan sektor 6 untuk menghadiri dan menyampaikan beberapa poin penting mengenai kepedulian menjaga adat dan budaya serta kebudayaan menjaga dan melestarikan lingkungan”. Ujarnya.

Thursday, March 17, 2022

HRD CV Sungai Indah Majalaya Diduga Lecehkan Karyawannya, Beni FM Pabrik Coba Tutupi Masalah

Kab Bandung, Warta Nusantara Jabar - Seorang karyawan remaja putri alami takut dan trauma pasalnya mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari atasan pabrik Cv. Sungai Indah yang berlokasi di Jl. Raya Laswi No.124, Padamulya, Kecamatan Majalaya. Diduga korban (22) tahun mendapatkan perlakuan pelecehan (asusila) dari HRD berinisial SN sebagai atasannya, Kamis (17/03). 

Kronologisnya, Bahwa atasan nya yang berjabatan HRD berinisial (SN) melakukan pelecehan seksual terhadap bawahannya bunga. Tindakan tersebut sudah sering terjadi, namun pihak korbanya tak berani bercerita kepada keluarganya, dengan ancaman atau beralasan bahwa ini adalah pekerjaan. 

Menurut keterangan korban, sebut saja bunga menjelaskan, "mungkin awal-awal saya menganggap itu adalah candaan, namun seiring berjalanya waktu yang lama dia semakin berani. 

Saya diperlakukan kurang pantas dengan cara SN memegang bokong saya, dan saya juga diminta untuk menemani dia keluar atau jalan ke suatu tempat, bahkan saya juga di minta untuk ajari dia bahasa inggris (les), dan kadang pulang larut, namun dirinya sering merayu saya, padahal saya sudah punya kekasih (tunangan), "ungkap bunga. 

"Padahal dia sudah tau saya sudah punya pasangan, dan dia juga sudah beristri, namun tetap saja selalu menggoda saya, bahkan sentuh-sentuh saya dan pernah berusaha memeluk saya, saya jadi takut. Ditambah lagi ada ejekan pada tunangan saya dengan kata-kata yang kurang pantas, lalu hal ini saya adukan pada orang tua saya dan tunangan saya. 

Pihak keluarga korban pun langsung menuju ke pabrik tersebut untuk meng Konfirmasi. Setelahnya, Pihak dari pelaku tersebut pun tak berani mununjukan dirinya, dan hanya diwakili oleh Beni selaku Jabatan yang tertinggi. 

Saat di konfirmasi langsung dan di saksikan aparat setempat Bhabinkamtibmas dan Babinsa wilayah dan beberapa keamanan security pabrik yang bersangkutan tidak hadir, padahal pihak korban hanya ingin minta penjelasan dan juga minta pertanggung jawabkan atas dugaan pelecehan. 

Bunga menambahkan, mulai dari pegang-pegang tangan, pegang kepala, mengelus pipi, rambut, dan yang buat saya memuncak dia memegang pantat saya, sampe ngajak main dan liburan ke pantai berdua" Ucapnya. 

Pihak korban pun menanyakan dimana keberadaan (SN) agar situasi dan kondisi pun tak memanas dengan adanya keterangan yang jelas. 

"Saya tanya dimana keberadaan orang ini (SN), jangan mencoba untuk melindungi atau menyembunyikan nya, ini masalah harga diri yah, jangan di sepelekan" Ucap (HN) Tunangan dari korban. 

Beni pun mengatakan "sebelumnya saya hadir dengan memakai nama perusahaan dan bukan nama pribadi, Saya tidak tahu, kayanya diluar, Karna belum menemuinya sama sekali hari ini. 

Dan Korban pun memberitahu kepada keluarganya bahwa pelaku sedang ada di dalam pabrik, dan Beni sedang berbohong mencoba untuk melindunginya. 

Lalu tunangan dari sang korban pun menanyakan kembali, "Dimana pria ini, jika kamu berbohong dan mencoba melindunginya, kamu akan ikut imbasnya" 

"Baik saya akan jujur, iyah (SN) memang berada di dalam pabrik, maaf saya berbohong, karena ini menyangkut nama baik perusahaan juga, "ujar Beni. 

Situasi pun semakin memuncak, Pihak korban menghindari adanya tindakan yang tidak diduga nantinya, dan melanjutkan tindakan kepada kepolisian dan menyerahkan untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut. (Red)

Monday, January 3, 2022

Larangan Eksport Batubara Untuk Bangkitkan Sektor Angkutan Laut Domestik



Jakarta, Warnus - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan surat Nomor B- 1605/MB.05/DJB.B/2021 tanggal 31 Desember 2021, tentang hal Pemenuhan Kebutuhan Batubara untuk Kelistrikan Umum. Diikuti dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara juga mengeluarkan surat  Nomor B- 1611/MB.05/DJB.B/2021 tanggal 31 Desember 2021, tentang hal Pelarangan Penjualan Batubara ke Luar Negeri, Senin (03/01). 

Surat yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM terkait pelarangan sementara ekspor batu bara itu juga diperkuat dengan dikeluarkannya surat dari Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada tanggal yang sama yaitu 31 Desember 2021. Surat dengan Nomor UM.006/25/20/DA-2021 tersebut berisikan pelarangan sementara pengapalan ekspor muatan batu bara tersebut. 

Surat ditujukan kepada para Direktur Utama Perusahaan Angkutan Laut Nasional dan para Direktur Utama Perusahaan Nasional Keagenan Kapal untuk tidak melayani pengapalan muatan batu bara yang akan diekspor dengan kapal yang dimiliki/dioperasikan dan/atau diageni selama periode 1 Januari s.d. 31 Januari 2022. 

Surat pelarangan sementara ekspor batubara mendapat tanggapan positif dari Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M. Mar, Pengamat Maritim dan Pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI). 

"Semua pihak harus bisa memahami dan mematuhi apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk pelarangan ekspor sementara batubara," katanya kepada media di Jakarta. 

"Apalagi ini untuk mendukung ketahanan energi nasional. Berdasarkan Pasal 1 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, yang dimaksud dengan ketahanan energi adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup," sambung Capt. Hakeng yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertambangan di Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI). 

Disamping mendukung ketahanan energi, langkah yang diambil Pemerintah juga akan menghidupkan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan transportasi angkutan laut, terutama bagi Kapal-kapal pengangkut batubara ke berbagai daerah pertambangan batubara di Indonesia dengan tujuan ke pelabuhan yang terdekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT PLN. 

"Saya memberikan suport terhadap langkah Menteri ESDM dengan menghentikan pengapalan batubara untuk ekspor saat ini. Saya juga mendukung, karena secara tidak langsung akan menggerakan perekonomian lokal terutama di sektor maritim, "ucapnya. 

Karena dengan begitu, utilisasi kapal-kapal pengangkut batubara di dalam negeri bisa lebih dimaksimalkan. Saya melihatnya sebagai sebuah stimulus dan kado tahun baru bagi Pengusaha Kapal Domestik di Indonesia dari Pemerintah, terutama bila dikaitkan dengan efek Pandemi Covid-19 yang masih dirasakan oleh para Pengusaha," ujar Capt. Hakeng. 

Capt. Hakeng juga meminta kebijakan ini bisa lebih tegas lagi, apalagi Pemerintah sebetulnya telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 yang mengatur lebih spesifik tentang kewajiban pemenuhan batubara untuk kebutuhan dalam negeri, yaitu minimal 25% dari rencana produksi yang disetujui dan harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebesar US$70 per metrik ton. 

"Untuk itu Pemerintah perlu menegaskan kepada pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUP Khusus tahap kegiatan Operasi Produksi untuk patuh terhadap pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri, "paparnya. 

Jika Kepmen itu dipatuhi, maka pengangkutan batubara melalui laut bisa terus berjalan secara berkesinambungan. Pengusaha angkutan laut dalam negeri juga dapat bertahan karena armadanya beroperasi dan memberi efek juga ke para pelaut yang bekerja di kapal-kapal tersebut. Ingat, kepentingan nasional harus lebih diutamakan. Berapa pun nilainya, ketahanan energi nasional harus diutamakan," tegas Capt. Hakeng. 

Dirinya juga mendukung ketegasan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Hubungan Laut. "Langkah Hubla dengan meminta para Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, para Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, para Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, dan para Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan untuk tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal pengangkut batubara ekspor sangat tepat. 

"Pihak-pihak tersebut agar memantau pergerakan kapal pengangkut batubara ekspor. Apabila ada yang melanggar aturan larangan ekspor batubara sementara ini harus ditindak tegas," kata Capt. Hakeng. (Red)

Sunday, December 26, 2021

Tekan Penyalahgunaan Narkoba, BNN : Kota Bandung Dianggap Berhasil


Bandung, Warnus - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada Kota Bandung sebagai salah satu Kota yang berhasil dalam tangani penyalahgunaan narkoba di wilayahnya, Sabtu (25/12). 

Hal ini dibuktikan dengan pemberian penghargaan kepada para Pimpinan daerah Kota Bandung atas peran aktifnya dalam memfasilitasi implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) di Kota Bandung. 

Penghargaan ini diserahkan  oleh Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol, Drs. Sufyan Syarif kepada Mantan Wali Kota Bandung, Alm. Oded M. Danial, Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. 

Atas penghargaan tersebut, Yana mengungkapkan rasa terima kasihnya. Hal ini menunjukan segala ikhtiar Pemkot Bandung mengatasi permasalahan narkoba kian membaik. 

“Meskipun penghargaan ini bukan merupakan suatu tujuan, namun hal ini menunjukan bahwa apa yang kita lakukan sudah ada dalam jalur yang benar juga momentum ini harus terus kita tingkatkan. Sehingga cita cita Kota Bandung bersih dari narkoba dapat terwujud” Ungkap Yana pada saat menerima penghargaan P4GNPN di Balai Kota Bandung, Jumat, 24 Desember 2021. 

Sementara itu, Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol, Drs. Sufyan Syarif  menjelaskan, Kota Bandung adalah salah satu Kota yang berhak mendapatkan apresiasi dari BNN. Hal itu karena para pimpinan daerahnya aktif mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba secara komprehensif. 

“Kota Bandung merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Barat yang dijadikan tolak ukur juga percontohan dalam penanggulangan narkoba secara komprehensif. Tidak hanya dalam upaya penindakan saja namun hingga kepada upaya penyembuhan dan rehabilitasi para pengguna,” kata Suyfan. 

Ia menjelaskan, upaya komprehensif ini dikaitkan dengan keterlibatan seluruh stakeholder juga masyarakat yang secara bersama sama meregulasi, melatih, mencegah, merehabilitasi, dan memberantas narkoba yang salah satunya tercermin dalam pemberlakuan IBM (Intervensi Berebasi Masyarakat) yang terdapat dalam program Kelurahan/Desa Bersih Narkoba. 

“Di masa pandemi, secara nasional peredaran narkoba dapat dikatakan meningkat. Salah satu penyebabnya adalah tingkat stres masyarakat dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Sehingga jumlah penyalahgunaan narkoba meningkat justru bukan berasal dari tempat-tempat hiburan melainkan justru pada level keluarga,” ungkapnya. 

Senada dengan Sufyan, Istri Mantan Wali Kota Bandung, Siti Muntamah Oded juga menyerukan pentingnya fungsi kekokohan dan ketahanan keluarga sebagai border awal dalam mencegah sekaligus memberantas penyalahgunaan narkoba. 

“Sebagai Kota besar, Kota Bandung sangat serius dalam memerangi narkoba. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung yang terus melakukan penanggulangan ke level yang paling kecil yaitu keluarga,” ucap Siti. 

Ia mengatakan, Kota Bandung merupakan Kota yang sangat padat sehingga memudahkan jalur masuknya bagi penyalahgunaan narkoba ke lingkungan lingkungan terkecil.  

Oleh karena itu pengelolaan dan pengawasan dan edukasi aktivitas-aktivitas masyarakat sangat penting.  

Berikut ini para penerima penghargaan dari BNN Jabar: 

1.  Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT. M.M

2. Dandim 0618/BS, Kol Inf. Sapta Budhi Purnama

3. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. H. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H.

4. Kepala Kejaksaan Negeri Tinggi Kota Bandung, Muhammad Iwa Suwia Pribawa, S.H.

5. Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial, S.IP., M.H.

6. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si.

7.  Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Ricky Hendarsyah, S.H. 

(Red)

Rumah Deret Tamansari, Tahap Dua 100% dan Akan Segera Dihuni


Bandung, Warnus - Pembangunan tahap kedua rumah deret Tamansari kini sudah capai 100 persen. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tengah mengejar target agar pada 2022 nanti sudah bisa mulai dihuni, Sabtu (25/12). 

Pelaksana Tugas Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakselerasi menuntaskan kebutuhan rumah deret Tamansari. Untuk itu, saat meninjau pembangunan Yana turut serta memboyong beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).   

"Ini makanya percepatan, ada berkaitan dengan SLF (Sertifikat Laik Fungsi) dan ada hal lainnya termasuk lelang nanti tahun depan untuk tahap tiga," kata Yana usai meninjau rumah deret Tamansari,  Jumat, 24 Desember 2021.  

"Di sini kita 'keroyokan'. Insyaallah ada percepatan dan mudah-mudahan tahun depan, 198 unit selesai. Ini luar biasa," imbuhnya.  

Yana mengungkapkan, SLF akan diproses diiringi penyempurnaan akhir bangunan. Sehingga bisa segera dihuni, sekalipun untuk proses perpindahannya dilakukan secara bertahap. 

"Mudah-mudahan nanti kita minta dilakukan untuk SLF. Kalau itu bisa mungkin sudah dapat dihuni meskipun belum untuk 198 warga terdampak. Walaupun dengan terisi sekitar 150an terlebih dahulu sudah membantu," jelasnya. 

"Ini membuktikan kepada warga bahwa pemerintah selama memfasilitasi supaya mereka punya hunian layak. Kita lihat bagus luar biasa," tambahnya. 

Yana sangat bersyukur akhirnya penataan kawasan kumuh di Tamansari bisa terealisasi. Mengingat prosesnya yang cukup panjang bahkan hingga pergantian kepemimpinan. 

"Saya pikir ini legacy buat semua. Karena kalau pendahulu kita tidak merencanakannya, mungkin belum (terwujud). Ini legacy dari para wali kota dulu juga. Mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan kita ini bisa terealisasi," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Fauzi yang ikut meninjau menyatakan siap memberikan dukungan penuh terkait percepatan rumah deret Tamansari agar bisa segera dihuni. 

"Ini karena cita-cita dari sebelumnya dengan tujuan untuk memanusiakan manusia. Masyarakat Kota Bandung yang harus betul-betul kita perhatikan. Baik lingkungannya maupun kesejahterannya. Ini bertahap oleh Pemerintah Kota Bandung," kata Fauzi. 

Fauzi mengakui pembangunan rumahderet Tamansari ini terlihat sangat mumpuni baik secara fungsi maupun estetika. Sehingga bisa menjadi percontohan apabila diperlukan penataan kawasan kumuh di Kota Bandung. 

"Mudah-mudahan kalau ini memang nanti sudah siap pakai, tidak menutup kemungknan wilayah lain yang sifatnya ada relokasi masyarakat akan kita bangun," katanya. (Red)

Kondusifitas Misa Malam Natal 2021 Aman Terkendali


Bandung, Warnus - Pelaksanaan malam natal tahun 2021 di Kota Bandung terpantau aman terkendali dan taat protokol kesehatan, Sabtu (25/12). 

Hal itu terungkap saat Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna memantau sejumlah gereja di Kota Bandung, Jumat 24 Desember 2021. 

Di antaranya di Gereja Katedral Jalan Merdeka dan Gereja Katolik Salib Suci Jalan Kemuning. 

Berdasarkan pantauan, sejumlah petugas keamanan tampak berjaga. Tak hanya polisi, pengamanan juga melibatkan TNI dan apaurat kewilayahan. 

Sedangkan di gereja, juga tampak pembatasan jumlah jemaah. Hal itu bagian dari upaya menerapkan protokol kesehatan Covid-19. 

Gereja juga membuat beberapa kali pelaksanaan ibadah.  

"Malam ini melakukan monitoring ke beberapa gereja yang melaksanakan peribadatan, namun ternyata tidak semua melakukan," ujar Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.  

Yana pun tetap mengimbau agar kepada masyarakat yang akan melaksanakan ibadah untuk mematuhi protokol kesehatan. 

"Di Gereja Katedral betul kapasitas 50 persen. Daftar lewat online hingga protokol kesehatan yang ketat," ujar Yana.  

Ia berharap pelaksaan ibadah selama natal berjalan aman, nyaman dan khidmat.  

"Mudah-mudahan bisa melakukan ibadah dengan aman dan nyaman. Doakan lancar sehingga Kota Bandung tetap kondusif," ujarnya.  

Sementara itu, Pastor Kepala Paroki Katedral Santo Petrus Bandung, Pastor Barnabas Nono Juarno, OSC mengungkapkan, seusai kondisi parameter Covid-19 di Kota Bandung, pihaknya telah meminta jemaah untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan.  

"Kita terus terapkan prokes sampai registrasi secara online," ujarnya. 

"Kami katakan sebelum natal ini pembatasannya lebih ketat. Kami ikuti arahan pemerintah dalam pelaksaan ini 50 persen (kapasitas pengunjung)," imbuhnya. 

Untuk membatasi pengunjung, pihak gereja sengaja membuat sejumlah aturan.  

"Untuk bangku, formasi normalnya bisa 6 orang sekarang menjadi 3 orang. Biasanya bisa memuat 800 orang, kalau saat ini sekitar 200 orang," jelasnya. (Red)

Friday, December 10, 2021

Bandung Raih Apresiasi KPK Saat Peringati Hakordia

Bandung, Warnus - Pemerintah Kota Bandung memperoleh apresiasi dari Komisi Pemberantassan Korupsi (KPK) atas capaian program tematik aset (apresiasi atas progres sertifikasi), yang berada di peringkat 6 dengan jumlah sertifikat 464, Kamis (09/12). 


Apresiasi tersebut diberikan KPK bersamaan dengan peringatan Hari Korupsi Sedunia (Harkordia) dengan tema "Satu Padu Bangun Budaya Antikorupsi" di Gedung Juang KPK, Jalan Kuningan Persada Kav. 4 Setiabudi, Jakarta Selatan. 


Pada Peringatan Hakordia Tahun 2021 ini, KPK juga memberikan beberapa penghargaan, yakni Penghargaan Kepatuhan Pelaporan LKHPN, Kepatuhan Pelaporan, Gratifikasi, APH, Capaian MCP, dan Penghargaan DID. 


Kemudian diisi juga dengan peluncuran program, Indikator Penilaian MCP 2022, Kampanye Antikorupsi Bersama Sinergi KPK dan Kementerian BUMN, danPeluncuran Pilot Project Desa Anti Korupsi. 


Acara tersebut dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo, dan ditutup oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin. Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pun turut hadir langsung pada acara tersebut. 


Oded mengaku pada kegiatan tersebut mendapatkan banyak arahan terkait pemberantasan korupsi dari Presiden, Wakil Presiden, dan Ketua KPK, Firli Bahuri. 


"Di dalamnya kita mendapatkan arahan tentang bagaimana kita menyikapi tentang bahayanya korupsi di Indonesia," ucapnya saat ditemui usai acara. 


Ia pun bersyukur Pemerintah Kota Bandung diberikan apresiasi oleh KPK atas capaian program tematik aset (apresiasi atas progress sertifikasi), yang berada di peringkat 6 dengan jumlah sertifikat 464. 


Termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah berhasil dalam melaksanakan perbaikan tata kelola pemerintahan dan mencapai nilai MCP terbaik 2020 dan apresiasi  capaian MCP baik sampai 30 November 2021 berada di peringkat satu dengan indeks MCP 91,25. 


"Alhamdulillah hari ini juga Gubernur Jawa Barat (Ridwan Kamil) termasuk yang mendapat penghargaan, tadi beliau mewakili Jabar. Kota Bandung juga mendapat penghargaan (apresiasi atas progress sertifikasi)," kata Oded. 


Pada peringatan Hakordia ini, Oded mengaku akan terus berupaya memberikan pemahaman terkait pemberantasan korupsi terutama kepada para ASN Kota Bandung sebagai tenaga di Pemerintahan. 


"Dan juga kepada para pengusaha, BUMD, BUMN yang ada di Kota Bandung, juga mitra kerja kita harua diperkuat," katanya 


"Kita juga terua mengedukasi stakeholder terus agar terus korupsi itu bisa diminimalisir," ucapnya. 


Oded pun berharap berkaitan Hakordia ini, ke depan korupsi di Kota Bandung bisa semakin dikendalikan dan semakin diminimalisir. 


"Kita berharap ke depan yang namanya, korupsi di Kota Bandung semakin bisa dikendalikan dan semakin diminimalisir. Mudah-mudahan dengan berbagai penghargaan itu bisa menjadi cambuk buat kita, motivasi bagi kita," ujarnya. (Red)

Mang Oded Dilarikan ke RS Muhammadiyah, Dirut RS : Walikota Bandung Sudah Meninggal

Bandung, Warnus - Direktur Utama RS Muhammadiyah Kautsar Boesoiri memgungkapkan, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial telah meninggl dunia, Jumat 10 Desember 2021 pukul 11.55 WIB. Dari hasil diagnosa, Oded terindikasi terkena serangan jantung, Jumat (10/12). 


Kautsar menyatakan, Oded datang pukul 11.45 WIB diantar menggunakan ambulans. Saat tiba di rumah sakit, Oded sudah menggunakan oksigen untuk bantuan pernapasan. 


"Beliau datang dari Mujahidin menggunakan ambulans dan sudah terpasang oksigen itu pukul 11.45 dan langsung masuk UDG," kata Kautsar saat memberikan keterangan di RS. Muhammadyah Bandung. 


Saat masuk ke UGD, sambung Kautsar, kondisi tubuh Oded sudah menunjukan sejumlah tanda-tanda telah meninggal dunia. 


"Diperiksa nadinya sudah tidak teraba, dan pupilnya sudah melebar, itu adalah tanda tanda beliau tidak ada. Kalau mendasak gitu kemungkinan jantung," imbuhnya. 


Masih menurut Kautsar, kendati sudah tampak indikasi sudah meninggal dunia tim medis RS Muhammadyah tetap berusaha maksimal dengan Resusitasi Jantung Paru. Namun dalam kurun waktu 10 menit tetap tidak menunjukan perkembangan. 


"Walaupun sudah ada tanda tidak ada tetap kita lakukan usaha mengaharapkan muzijat allah. Tapi takdir Allah lain, dinyatakan tidak ada pukul 11.55 WIB," ungkapnya. 


Sebelumnya, Oded hendak bertugas sebagai khatib salat jumat di Masjid Raya Mujahidin, Jalan Sancang. Namun saat menjalankan salat sunat tak lama kemudian kehilangan kesadaran. (Red)

Thursday, December 9, 2021

KPA Bandung Gelar Pelatihan Konseling Adiksi di Hari Aids Sedunia

Bandung, Warnus - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung menyelenggarakan pelatihan konseling adiksi bagi petugas layanan kesehatan dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2021 lalu, Kamis (09/12). 


Pelatihan konseling adiksi tersebut diperuntukan bagi pelayanan kesehatan serta pendamping dan penjangkau dari LSM yang bergerak di isu pengguna jarum suntik. 


Atas hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung yang juga sebagai Ketua Harian KPA Kota Bandung, Yana Mulyana menyampaikan apresiasinya. 


“Hal ini sangat penting untuk menangani para pengguna narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza) yang juga berpotensi menjadi penyebar HIV/AIDS,” ucap Yana saat menutup acara secara virtual melalui Zoom Meeting, Rabu 8 Desember 2021. 


Yana pun meminta para konselor agar selalu melakukan upaya preventif mencegah masyarakat terjerumus menjadi pemakai napza. 


“Sosialisasi tentang bahaya dan keburukan yang ditimbulkan napza harus terus dilakukan supaya masyarakat menjauhinya,” ujarnya. 


“Insyaallah para pengguna bisa ditangani secara cepat dan tepat sehingga bisa menghentikan penggunaan napza,” lanjutnya. 


Yana berharap, melalui asesmen ini para petugas konseling bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Sehingga pengguna napza dan juga penderita HIV/AIDS di Kota Bandung terus menurun dan tidak ada lagi.  


Sementara itu, Kepala Bagian Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr. Rosye Arosdiani mengatakan, di Kota Bandung masih banyak sekali kegiatan yang dapat mengancam keberlangsungan ataupun penularan HIV/AIDS. 


Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Rosye, KPA Kota Bandung membuat suatu program pencegahan dan pengendalian yang dikenal dengan istilah Harm Reduction yaitu mengurangi dampak buruk penggunaan jarum suntik. 


Sehingga dengan terselenggaranya pelatihan konseling adiksi ini, diharapkan bisa membentuk kolaborasi antara pelayanan kesehatan dengan para pendamping dan penjangkau yang dapat menentukan keberhasilan dari program harm reduction. 


“Karena bagaimanapun juga koordinasi dan komunikasi antara pelayanan kesehatan dengan para pendamping dan penjangkau ini sangat menentukan keberhasilan dari program harm reduction,” kata Rosye 


“Kita bergerak di semua sisi dan berkolaborasi bersama untuk meminimalisir dampak buruk penggunaan jarum suntik,” paparnya. (Red)

Kemenag Cabut Izin dan Pindahkan Santri Pasca Kasus Asusila Oknum Guru Pesantren

Bandung, Warnus - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung telah menjalankan sejumlah langkah strategis untuk menangani kasus asusila yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Kota Bandung. Mulai dari permohonan pembekuan operasional lembaga sampai memastikan keberlangsungan pendidikan para korban, Kamis (09/12). 


Saat ini, Kemenang RI telah mencabut izin pondok pesantren tersebut. Kepala Kemenag Kota Bandung, Tedi Ahmad Junaedi menuturkan, sejak kasus ini terkuak Juni lalu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat untuk meninjau ulang operasional lembaga pendidikan tempat HW, pelaku asusila mengajar. 


"Kalau lembaganya kita telah memastikan proses pencabutan izinnya. Karena yang berwenang mencabut izin yaitu Kemenag RI," ucap Tedi. 


Tedi menuturkan, Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) yang diselenggarakan oleh yayasan pondok pesantren tersebut hanya mendapatkan izin untuk di Antapani. 


Sedangkan pesantren yang berlokasi di Cibiru berdiri tanpa izin Kemenag.  


"Ketika lokasinya berbeda harus ada izin terpisah, yaitu izin cabang. Pelaku belum urus izin cabang di Cibiru, yang katanya boarding school. Sebelumnya kita tidak mengetahui pendirian cabang di Cibiru," ujarnya. 


Selain mengajukan pembekuan lembaga, Tedi juga langsung bergerak cepat menangani keberlanjutan proses pendidikan para santriwati yang terdata di lembaga tersebut. Tujuannya agar bisa segera memindahkan ke lembaga pendidikan lain. 


Kendati dari perkembangan kasus yang menjadi korban sebanyak 12 orang, namun Tedi memilih seluruh santriwati yang ada di lembaga pendidikan tersebut untuk dipindahkan. Total sebanyak 35 orang santriwati yang terdaftar, semuanya difasilitasi. 


"Kita rapat dengan provinsi dan seluruh pokja PKPPS berkoordinasi siapa yang akan menampung 35 anak. Walaupun keputusannya tetap itu tergantung kepada anak. Sebagian besar anak mau ke sekolah formal," terangnya. 


Ia mengungkapkan, saat rapat dengan DP3A Jawa Barat dan Polda Jabar, Kemenag ikut melaksanakan pendampingan terhadap kasus tersebut secara proporsional. 


"Kasus kriminalnya ditangani oleh Polda Jabar, psikologi anak oleh Dinas DP3A, dan Kemenag membina dan menangani kelembagaan serta kelanjutan pendidikan anak-anak tersebut," jelasnya. 


Tedi menambahkan, Kemenag memfasilitasi seluruh proses administrasi hingga anak dipastikan mendapat tempat di sekolah yang baru. Baik itu kembali ke pondok pesantren ataupun memilih pindah ke sekolah formal. 


Saat ini, lanjut Tedi, pihaknya tengah berkoordinasi bersama pihak kepolisian untuk bisa mengakses ke bangunan sekolah yang sudah disegel. Yakni untuk mengambil sejumlah kelengkapan administrasi peserta didik. 


"Dari aduan orang tua, masih ada 16 anak yang belum punya ijazah setara paket B dan C. Padahal telah lulus sejak 2019 dan 2020 tapi belum diberikan. Kita terus berkoordinasi dengan kepolisian karena bangunannya sudah diamankan," jelasnya. (Red)

Lindungi Anak Korban Asusila, TP PKK Ajak Warga Bijak Dalam Bermedsos

Bandung, Warnus - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded mengajak seluruh elemen masyarakat lebih bijak terkait kasus asusila yang menimpa sejumlah santriwati. Salah satuya tidak mengekpolitasi kasus tersebut secara berlebihan, Kamis (09/12) 


Karena dikhawatirkan berdampak pada psikologis anak-anak peserta didik di lembaga tersebut, utamanya santriwati yang menjadi korban. 


Termasuk bagi media massa dan pengguna media sosial, Siti berharap agar lebih bijak menyebarkan informasi. Yakni menjunjung tinggi kaidah ramah anak dalam setiap proses penyebaran informasi. 


"Sebisa mungkin kita harus bisa melindungi psikologis anak-anak ini. Jangan sampai identitas anak dengan gampang tersebar luar dan dikhawatirkan menjadi perundungan atau membuat mental anak menjadi turun," tegasnya. 


Umi, sapaan akrabnya juga berharap semua masyarakat semakin melek dengan penguatan ketahanan keluarga. Hal itu agar kasus asusila yang dilakukan oleh oknum guru pondok pesantren di Cibiru tidak kembali terulang. 


"Di TP PKK kita melakukan langkah penguatan supaya keluarga kondusif sesuai cita-cita PKK mewujudkan keluarga yang beriman dan bertakwa," ucap perempuan yang akrab disapa Umi. 


Oleh karenanya, sambung Umi, guna menguatkan ketahanan keluarga di Kota Bandung sudah berdiri Pusat Pembelajaran (Puspaga).  


Sebagai ketua Puspaga, Umi menyatakan Puspaga juga bisa menjadi salah satu solusi apabila terjadi persoalan dalam keluarga. 


"Terlepas ada beberapa persoalan, hadirnya Puspaga agar parenting keluarga dikuatkan. Alhamdulillah banyak keluarga yang konsultasi untuk mendapatkan arahan sampai kondusif dan selesai," ujarnya. 


Umi mengungkapkan, keluarga adalah benteng pertahanan utama saat terjadi persoalan menyangkut anak. Sehingga, sebisa mungkin keluarga harus menjadi tempat bagi anak untuk mencurahkan beragam dinamika kehidupannya. 


"Setiap keluarga harus lebih berhati-hati menjaga putra-putrinya. Yang pasti seorang anak pasti kalau ada sesuatu akan bercerita kepada orang tuanya," jelasnya. 


Umi mengatakan, keluarga harus mendukung agar anak bisa menjadi pelopor dan pelapor. Sehingga bisa berani bersuara apabila terjadi hal kurang baik yang menimpanya. 


Artinya, lanjut Umi, menjadi pelopor dalam membawa perubahan karakter anak yang lebih baik. Kemudian menjadi pelapor yakni berani untuk bersuara dan mengungkapkan segala keluh kesahnya ketimbang hanya dipendam dan malah mengganggu psikologis.  


"Di Forum Anak ini kita memberikan kesempatan kepada anak sebagai pelapor dan pelapor yang bijak. Sekarang kasusnya (asusila oknum guru) sudah masuk ranah hukum, tinggal kita memberikan motivasi kepada para korban, saling menguatkan secara mental dan psikis," katanya. (Red

Diduga Ada Unsur Politik di SMAN 3 Bandung, Bupati Kerawang Jadi Ketua Komite, Aa Maung : Jangan Kebiri Permendikbud Karena Itu Aturan

Bandung, Warnus - Terpilihnya Ketua Komite Sekolah SMAN 3 Dr. Hj. Cellica Nurrachadiana (Bupati Kerawang) menjadi polemik dan kontroversi pengamat bidang pendidikan Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan (LBP2 )Jawa Barat karena dianggap kurang layak sebagai ketua partai politik jadi ketua komite. SMAN 3 yang berlokasi di Jl.Belitung No.8, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung merupakan sekolah favorite, Rabu (08/12). 


Pihak SMAN 3 membenarkan terkait isu tersebut, dan saat dikonfirmasi langsung Kepala Sekolah SMAN 3 Iwan Setiawan mengatakan, "benar ketua komite bupati kerawang tidak ada yang salah cellica sebagai ketua komite, karena ada anaknya disini sebagai siswa SMAN 3, dan sesuai dengan aturan Permendikbud No 75 Tahun 2020, saya akan panggil Pa Firman selaku OC (Organizer Commite) karena dia di komite SMAN ini biar jelas, "paparnya. 


" Cellica selaku Kepala Daerah (Bupati Karawang) mendaftarkan anaknya lewat jalur Covid 19, karena sebagai ketua satgas covid, PPDB kita pakai sistem dan mencontreng saja sesuai dengan data, setau saya ada rumah dekat-dekat sinilah di jalan sumbawa dan menurut saya diperbolehkan artinya bisa saja cellica jadi ketua komite sesuai dengan aturan Permendikbud, dari semua siswa kelas 10 ada 29 orang yang tidak mampu, keseluruhan siswa ada 1050 dan 100 lebih siswa yang tidak mampu di sini. 


OC Firman menambahkan, "yang menjadi ketua komite itu adalah keinginan bila tidak ada yang mau bisa oleh orang lain, dan itu hasil pemilihan. Yang tidak boleh adalah kepala daerah yang ada diwilayah sekolah itu sendiri, itu tidak boleh jadi pembina proritas itu artinya tidak wajib dan itu sah saja, "ucapnya. 


" Domisilinya saya belum tahu, tapi bisa saja dikarawang, bisa saja anaknya tinggal dibandung orang tuanya punya rumah dikarawang dan dibandung itu bisa saja, tapi proses PPDB melalui sistem dan sudah dicocokan, dan memang beliau jalur covid selaku kepala daerah ketua gugus covid, karena orang tuanya, "jelasnya. 


Yang ada si SMAN 3, lanjut Iwan, "Jalur tidak mampu paling sedikit terserap sesuai dengan persyaratan, sehingga banyak kuota yang kosong sehingga dari sistem dialihkan ke jalur covid, dan jalur zonasi banyak yang kosong, jalur covid adalah jalur orang tuanya yang terlibat langsung masalah covid, "ungkap Iwan. 


Saat dikonfirmasi via WA, Asep Kurnia (Aa Maung) LBP2 menjelasakan, "terpilihnya Cellica selaku ketua komite sekolah di SMAN 3 itu tidak dibenarkan, seorang ketua partai politik diusung jadi ketua komite, apakah tidak ada yang lain, "tungkasnya. 


" Tidak bisa karena bertentangan dengan Permendikbud 75 tahun 2020, sudah jelas disebutkan pasal 4 tertera disitu bahwa Pengurus Partai tidak bisa menjadi ketua komite, sementara cellica adalah sebagai ketua DPC Partai Demokrat. 


Jelas harus dipertanyakan terkait Cellica Bupati Kerawang jadi ketua komite, 


1. Tahapan Prosedur Pemilihan yang diduga tidak berdasarkan aturan 

2. Terpilihnya Bupati Karawang sebagai Ketua Komite SMA Negeri 3 Kota Bandung, sudah jelas melanggar Permendikbud 75 tahun 2020. 


Aa Maung menambahkan, " Pasal 4 point B no 2 disebutkan Anggota/Pengurus organisasi atau kelompok masyarakat peduli pendidikan tidak termasuk anggota/pengurus organisasi profesi dan pengurus PARTAI POLITIK. 


Patut diduga bahwa terpilihnya ketua komite sekolah ada unsur politik dan wajib dipertanyakan secara jelas dengan putra/putri kepala daerah masuk dengan jalur covid 19. Tidak menutup kemungkinan ada dugaan penerimaan PPDB  di SMAN 3 ada unsur kejanggalan yang wajib di ungkap secara terang oleh pihak terkait. (Chox)

Revitalisasi Kawasan Alun-Alun Diresmikan, Oded : Wujudkan Visi Bandung Nyaman

Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meresmikan revitalisasi kawasan Alun-Alun Bandung. Tak hanya taman, revitalisasi kawasan Alun-alun juga termasuk kawasan ke Jalan Kepatihan, Dalem Kaum, Banceuy, Cikapundung Barat, hingga Viaduct, Rabu (08/12). 


Penataan di Jalan Dalem Kaum dengan penanaman vegetasi pohon, penambahan tempat duduk, artwok street tiga dimensi. Kemudian totem sekilas sejarah Bandung serta stasiun dan parkir sepeda, plus perbaikan utilitas saluran.  


Di Kawasan Kepatihan juga penatan vegetasi pohon, tempat duduk yang dibuat lebih nyaman, kemudian ada peta lokasi, kendaraan dan utilitas mekanik oleh. Juga dilakukan penertiban PKL Jalan Jopangkar ke basement King Shoping Center dan sekaligus penataan PKL basement Alun-Alun.  


Selanjutnya bimbingan PKL zona kuning di Cikapundung Barat dengan fasilitasi penyedia layanan makanan online. Lalu pemberian kartu BPJS ketenagakerjaan, kartu tanda anggota PKL, stiker kios, kartu pembinaan di bawah dinas KUKM dan kartu NIB. 


Di kawasan ini juga penataan peta rute kawasan hotel, kuliner dan rute wisata yang terintegrasi jalur bandros, sepeda, dan parkir.  


Sementara di kawasan Viaduct kini hadir dengan tampilan baru yang lebih rapi. penataan taman dengan sejumlah sarana dan tambahan vegetasi semakin cantik di berbagai sisi. 


Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, penataan kawasan Alun-Alun ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Bandung Nyaman. Sehingga bisa tercipta keseimbangan selain menghadirkan visi Kota Bandung yang Unggul, Sejahtera, dan juga Agamis.  


"Saya minta ke depan tetap yang namanya ruang-ruang terbuka di Kota Bandung terus kita percantik," ucap Oded saat peresmian penataan kawasan Alun-Alun. 


Di samping penataan kawasan, Oded memaparkan upaya menghadirkan Kota Bandung yang nyaman juga terus dilakukan dengan menghadirkan fly over atau jalan layang. Pembangunan infrastruktur ini sebagai solusi untuk mengurai masalah kemacetan. 


Saat ini, sambung Oded, pihaknya tengah berkonsentrasi menuntaskan pembuatan jalan layang Leuwipanjang.  


Nantinya, jalan layang ini akan langsung melewati dua persimpangan di Jalan kopo dan Jalan Cibaduyut. 


"Yang sedang kita upayakan adalah dari Buahbatu nanti sampai ke Samsat, sampai ke perempatan Kiaracondong kami. Ini kita upayakan terus, saya mohon doanya dari warga Bandung," tegasnya 


Selain solusi penuntasan masalah macet, Oded juga tengah berupaya menghadirkan beberapa kolam retensi. Pembuatan kolam retensi ini menjadi strategi untuk mengurangi masalah banjir di Kota Bandung. 


"Tidak hanya cukup fly over, kolam retensi sudah kita bangun dimana-mana Insyaallah untuk mengurangi banjir di Kota Bandung ternyata menurut pakar lingkungan untuk mengurangi banjir di Kota Bandung itu salah satu caranya adalah memperbanyak kolam retensi," ujarnya. 


Sementara itu, Ketua DPRD KOta Bandung, Teddy Rusmawan mendukung upaya Pemkot Bandung dalam melaksanakan berbagai pembangunan infrastruktur. Utamanya yang berkaitan dengan upaya menciptakan Kota Bandung yang lebih nyaman. 


"Kami dari DPRD Kota Bandung mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bandung di tengah keterbatasan anggaran kita bisa melakukan revitalisasi pusat kota," ucap Teddy. 


Teddy berharap, langkah penataan kawasan Kota Bandung ini memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Bandung di tengah pandemi Covid-19. Setidaknya secara fisik dapat menguatkan imunitas dan bisa kembali terdongkrak dari segi ekonomi. 


"Alhamdulillah pada hari ini dan mudah-mudahan ini terus dilakukan upaya-upaya beberes bebenah di kawasan Kota Bandung pasca Covid-19 ini. Ya mudah-mudahan ini menjadi peningkat daya imunitas warga Kota Bandung untuk keluar dari covid ini," katanya. (Red)