Saturday, November 13, 2021

Imah Santoey Art & Cafe, Sederhana, Santai na Moal Aya



Baleendah, Warta Nusantara Jabar - Jika anda tinggal di Baleendah dan sekitarnya, yuk datangi ke Imah Santoey Art & Cafe, karena Imah santoey menyuguhkan makanan dan minuman sederhana dan rasa yang enak. selain itu, Imah Santoey menyediakan permainan anu bisa di maenkeun seperti karambol, domino, remi, catur, uno, dan juga karoke semua gratis, selain itu Imah Santoey memberikan Wifi internet secara gratis untuk menemani suasana santai anda... aaaahhh mantaaap.

Ulah di buru-buru da judulna oge imah santuy lain imah cepat wkwkwk... Selain itu, Imah Santoey memberikan harga yang sangat murah untuk kantong anda. Maka dari itu, Imah Santoey cocok banget untuk anu boga receh dan kalangan anak muda atau komunitas yang lagi hunting lokasi santai.

Imah Santoey memberikan banyak promo sesuai ketentuan yang berlaku, ada banyak hal yang bisa anda dapatkan di Imah santoey dan yang pasti suasana hati anda akan berubah menjadi cenghar deui wkwkwkwk

oleh karena itu, Segera klik link dibawah ini maka anda terhubung langsung dengan chat whatsapp kami :

https://wa.me/6281772890349

Info terlengkap klik link di bawah :

https://heylink.me/ImahSantoey/

Imah Santoey Art & Cafe suguhkan suasana santai dan nyaman.



Baleendah, Warta Nusantara Jabar - Jika anda tinggal di Baleendah dan sekitarnya, yuk datangi ke Imah Santoey Art & Cafe, karena Imah santoey menyuguhkan makanan dan minuman sederhana dan rasa yang enak. selain itu, Imah Santoey menyediakan permainan anu bisa di maenkeun seperti karambol, domino, remi, catur, uno, dan juga karoke semua gratis, selain itu Imah Santoey memberikan Wifi internet secara gratis untuk menemani suasana santai anda... aaaahhh mantaaap.

Ulah di buru-buru da judulna oge imah santuy lain imah cepat wkwkwk... Selain itu, Imah Santoey memberikan harga yang sangat murah untuk kantong anda. Maka dari itu, Imah Santoey cocok banget untuk anu boga receh dan kalangan anak muda atau komunitas yang lagi hunting lokasi santai.

Imah Santoey memberikan banyak promo sesuai ketentuan yang berlaku, ada banyak hal yang bisa anda dapatkan di Imah santoey dan yang pasti suasana hati anda akan berubah menjadi cenghar deui wkwkwkwk

oleh karena itu, Segera klik link dibawah ini maka anda terhubung langsung dengan chat whatsapp kami :

https://wa.me/6281772890349

Info terlengkap klik link di bawah :

https://heylink.me/ImahSantoey/

BPKH RI dan Pemkot Bandung Jalin Kerjasama Investasi



Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menandatangani nota kesepahaman bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia untuk bersinergi dalam kerja sama investasi, Jumat (12/11). 


Nota Kesepahaman atau MoU tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dan Anggota Badan Pelaksana BPKH RI, Beny Witjaksono di Pendopo Kota Bandung, Kamis 11 November 2021. 


Turut hadir pula Deputi Investasi Surat Berharga dan Emas BPKH RI, Indra Gunawan, Asisten Deputi Perekonomian Daerah dan Sektor RIIL Kemenko RI, Puji Gunawan, Wakil Ketua I DPRD Kota Bandung, Ade Supriadi, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna dan Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota. 


Oded menuturkan, dalam membangun infrastruktur dan memenuhi kebutuhan dasar warga tidak bisa sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), karena kendala APBD yang relatif terbatas. Sehingga perlu adanya kerja sama dengan pihak lain, salah satunya BPKH. 


BPKH adalah badan yang memungkinkan menggunakan dana haji untuk berinvestasi termasuk investasi dalam pembangunan daerah. Hal itu diatur sesuai dengan UUD Nomor 34 Tahun 2014. 


"Mudah-mudahan MoU hari ini bukan sekedar seremonial, saya berharap ada upaya-upaya dari kita, BPKH maupun instansi-instansi terkait," tuturnya. 


"Pertama kita upayakan dulu dari sisi normatif harus betul-betul aman dan transparan masyarakat harus tahu," imbuhnya. 


Usai melakukan penandatanganan MoU dilanjutkan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) antara BPKH RI dengan Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota Bandung untuk memahas teknis bentuk kerja sama.  


Sementara itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH RI, Beny Witjaksono mengungkapkan, sesuai dengan amanat UUD Nomor 34 Tahun 2014 menyebutkan, BPKH berfungsi sebagai lembaga yang mengelola dana haji dengan tujuan memperoleh nilai manfaat yang lebih tinggi. 


Perlu diketahui, setiap jemaah yang akan berangkat haji hanya membayar setengahnya dari biaya yang seharusnya yaitu hampir Rp70 juta per jemaah. Sehingga separuh biaya haji disubsidi oleh BPKH RI. 


"Karena BPKH sejatinya yang mensubsidi kekurangan biaya haji, jadi kita butuh kurang lebih Rp35 juta per jemaah, dan BPKH bisa mensubsidi dari pengelolaan dana haji dari jemaah yang menyetor awal," terangnya. 


Beny menyebut, dalam mengelola dana haji BPKH diperbolehkan untuk menyimpannya di Bank Syariah, dikelola dalam bentuk investasi baik itu investasi langsung, investasi emas, dan investasi surat berharga atau sukup. 


"Dalam ivestasi tentu ada aturan-aturannya, pertama ada studi kelayakan dilihat faktor yang menunjang seperti finansial, kelegalan dan lain-lain, nanti kami lakukan pemeriksaan oleh badan pemeriksa dan badan pengawas," tuturnya. 


Sehingga, Beny memastikan investasi yang dilakukan oleh BPKH RI telah dijamin keamanannya. 


"Kita mencoba investasi ke yang tetap aman dalam arti bisa mengembalikan, dan kita lihat salah satunya Pemkot Bandung," tutur Beny. 


Sedangkan Ketua Tim Pertimbangan Kebijakan Wali Kota Bandung, Prof Asep Warlan mengatakan, dalam pembangunan daerah tidak bisa berjalan tanpa adanya partisipasi atau dukungan pendanaan pihak lain. 


Sehingga Pemkot Bandung harus berupaya mencari peluang di luar APBN, APBD, dan perbankan agar pembangunan bisa terus berjalan. Salah satunya akan menjalin kerja sama investasi langsung dengan BPKH RI.  


"Sementara ini ada beberapa calon yang bisa dikerjasamakan yaitu dari BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), seperti PD Pasar untuk revitalisasi dan pemanfaatan lain, RSUD, PDAM bisa untuk pengolahan air limbah, itu bagian yang kita kaji secara teknis," terangnya. 


"Itu beberapa program yang kita rancang supaya bisa menjadi awal kita untuk membangun dengan pembiayaan dari pihak lain sehingga tidak membebani APBD ataupun masyarakat," tambahnya. (Red)

Masalah TPA Sarimukti Karena Jam Operasi, DLHK Pasang Strategi


Bandung, Warnus - Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus menyiasati pola pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Hal itu sebagai langkah untuk mengatasi tersendatnya operasional TPA Sarimukti pada akhir pekan lalu, Jumat (12/11). 


Kepala Bidang Kebersihan DLHK KOta Bandung, Sopyan Hernadi menuturkan, saat ini kendala yang dihadapi bukan hanya menuntaskan timbulan sampah yang tersendat di akhir pekan lalu. Namun, juga pada kebijakan pembatasan jam operasional TPA Sarimukti.  


Biasanya beroperasi mulai pukul 03.00 WIB hingga Pukul 15.00 WIB. Namun kini haya beroperasi pada pukul 08.00-16.00 WIB. 


"Ini jadi berkurang 7 jam. Jadi secara awam ada pengurangan ritasi ke TPA," ucap Sopyan di Balai Kota Bandung, Kamis, 11 November 2021.  


Sopyan mengungkapkan, menurut informasi pembatasan juga akan dilakukan terkait waktu operasional. Yakni TPA Sarimukti hanya akan beroperasi pada hari kerja saja, mulai Senin hingga Jumat. 


Terkait kebijakan ini, Sopyan mengaku, terus berkoordinasi bersama Dinas Lingkungan HIdup (DLH) Jawa Barat. Kendati belum turun surat resminya, namun menurutnya penutupan waktu operasional akan memberikan dampak besar.  


"Seandainya Sabtu Minggu kita siap untuk kerja di TPA khusus Bandung saja. Karena bagaimana lagi kita tidak bisa menahan sampah Sabtu-Minggu. Mulai wisata itu, Sabtu-Minggu tidak bisa dihentikan. Masyarakat juga masih belum terbiasa. Ini kita komunikasikan dulu karena menyangkut kewenangan," bebernya.  


"Problem di sana selain TPA, itu cuaca. Karena kalau musim hujan tersendat. Biasanya ada longsoran, jadi manuver agak susah. Kemudian ada proyek pengecoran jalan. Itu juga memperpanjang durasi kita mencapai ke TPA," Sopyan menambahkan. 


Sopyan menuturkan, saat ini pihaknya sudah mulai menyesuaikan pola kerja. Di antaranya adalah jam pengangkutan di sejumlah titik menjadi berubah agar bisa segera ikut antrian saat TPA Sarimukti mulai dibuka pukul 08.00 WIB. 


Masih menurut Sopyan, pengangkutan sampah dari TPS juga disesuaikan sekaligus sambil menawarkan sistem pengolahan sampah kepada pihak lain. Sebab, DLHK harus memperioritaskan mengambil sampah dari titik penjemputan yang tidak memiliki pos TPS. 


"Pengangkutan sampah ada dua tipe, pertama ada yang disimpan di TPS. Kedua sistem rute, yaitu karena tidak ada TPS itu kita jemput. Ini yang kita prioritaskan untuk diambil segera, karena itu tidak ada penampungan dan bukan tempat sampah," ujarnya. 


Di tengah upaya mengatasi persoalan ini, dari sudut pandang lain Sopyan mengajak momentum ini dijadikan pengingat bahwa urusan sampah ini tidak bergantung pada TPA. Yakni harus dikelola secara mandiri mulai dari sumbernya. 


Soyan menngungkapkan, konsep gerakan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) yang digelorakan Oded M. Danial dan Yana Mulyana menjadi solusi terbaik untuk bisa mengolah sampah di Kota Bandung. 


Sebagai gambarannya, Sopyan menyebutkan pada 2019 lalu, data harian pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti dalam satu hari sebanyak 268 rit atau setara 1.340 ton per hari. Pada tahun 2020 menjadi 264 rit atau 1.335 ton per hari. Kini hingga Oktober 2021, rata-rata pengangkutan 253 rit atau 1.309 ton per hari. 


"Ini menjadi momentum. Kalau kita tergantung ke TPA, jangankan mingguan, dua hari saja jadi problem. Kita mendorong gerakan Kang Pisman sudah baik. Sudah ada beberapa RW yang minta pengangkutan sampah dihentikan. Itu tidak jadi masalah, karena sudah bisa dikelola," paparnya. (Red)

Aksi Perangi Narkoba, P4GN Bandung Susun Rencana

Bandung, Warnus - Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan, serta Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN dan PN) Kota Bandung meyakini narkotika dan obat-obatan (narkoba) terlarang masih menjadi ancaman bangsa, Jumat (12/11). 


Oleh karenanya, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba harus terus digiatkan. Sehingga perlu disusun rencana yang lebih komprehensif mengikuti perkembangan zaman. 


Untuk itu juga, P4GN menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Penguatan P4GN Melalui Rencana Aksi Daerah dan Fasilitas P4GN di Grand Pacific Hotel, Kota Bandung, Kamis 11 November 2021. 


Wakil Ketua Tim Terpadu P4GN, Bambang Sukardi mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut untuk membangun sinergi, kolaborasi, dan kepedulian antara seluruh instansi terkait yang tergabung dalam Tim Terpadu P4GN dengan masyarakat Kota Bandung dalam melaksanakan kebijakan Kota Tanggap Terhadap Ancaman Bahaya Narkoba atau KOTAN. 


"Kemudian untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penguatan P4GN melalui rencana aksi daerah dan Fasilitas P4GNPN tahun 2021 oleh Tim Terpadu P4GN," katanya. 


Bambang yang juga menjabat Kepala Bakesbangpol Kota Bandung, mengatakan pada kegiatan tersebut juga akan menyusun Rencana Aksi P4GN tahun 2022 yang akan diimplementasikan oleh seluruh anggota Tim Terpadu P4GNPN. 


Ada pun narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Kepala Bagian Hukum pada Sekretariat Daerah Kota Bandung, dan Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial. 


"Kegiatan ini juga untuk mewujudkan partisipasi P4GN secara mandiri di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, yaitu dengan mewujudkan Kota Bandung Bersinar atau Bersih Narkoba," ucap Bambang 


Sementara itu, Plt Kepala BNN Provinsi Jawa Barat, Kombes Pol Bubung Pramiadi mengungkapkan, korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin mengkhawatirkan dan bertambah. hal itu dapat terlihat dari penelitian yang dilakukan BNN bersama LIPI pada 2019. 


Angka prevalensi tingkat nasional penyalahgunaan narkoba tahun 2019, pengguna narkoba yaitu 2,40 persen setara dengan 4.535.744 jiwa penduduk berusia 15-64 tahun.  


"Artinya 240 dari 10.000 penduduk Indonesia berusia 15-64 tahun pernah terpapar menggunakan narkoba," katanya. 


Sedangkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Provinsi Jawa Barat, yang paling menonjol sekitar 20 persen dari angka prevalensi adalah pengguna narkotika dengan jarum suntik atau setara dengan 13.608 orang. 


"Hal ini tentu saja menjadi perosalan penting bagi bangsa dan negara untuk segera melakukan penguatan strategi P4GN secara intensif dan masif," tuturnya. 


"Seluruh elemen dan komponen bangsa harus ikut andil dalam memerangi narkoba. Sesuai slogan BNN War on Drugs," ucap Bubung. 


Ia mengatakan, pemerintah kabupaten Kota berperan penting menggerakkan sumber daya pembangunan daerah untuk penguatan P4GN dan PN guna mewujudkan KOTAN. 


"Kebijakan KOTAN merupakan suatu kebijakan yang mendorong arah berbagai sektor pembangunan di wilayah Kabupaten atau Kota yang berorientasi pada upaya mengantisipasi, mengadaptasi, dan memitigasi ancaman narkoba," ungkapnya. 


Dalam rangka mewujudkan KOTAN juga sangat diperlukan penguatan sinergitas antara BNN dengan Pemda, unsur Kepolisian, unsur TNI, dan segenap komponen masyarakat.  


Yaitu melalui penerapan program strategis dan kebijakan terukur, efektif, dan berkesinambungan. 


"Kegiatan kali ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk lebih meningkatkan sinergitas dan kolaborasi yang telah terbangun antara seluruh instansi terkait yang tergabung dalam Tim Terpadu P4GN Kota Bandung," katanya. 


"Tentu didukung masyarakat Kota Bandung dalam pelaksanaan Fasilitasi P4GNPN guna mewujudkan kebijakan KOTAN," imbuhnya. (Red)

Kenaikan Harga Minyak Goreng, Warga Jangan Panik

Bandung, Warnus - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengimbau masyarakat tetap bijak dan tidak panik saat berbelanja terkait kenaikan harga minyak goreng, Jumat (12/11). 


Pasalnya, Disdagin Kota Bandung memastikan pasokan minyak goreng di Kota Bandung tetap aman. 


Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa menuturkan, pembelian secara panik dari masyarakat justru akan memberikan dampak lain yang bisa berpengaruh kurang baik terhadap minyak goreng di pasaran. 


"Jangan panic buying terkait adanya kenikan ataupun isu kelangkaan. Insyaallah, tidak ada kelangkaan. Jangan menumpuk minyak besar-besaran, itu akan memicu dampak lain," harap Meiwan di Balai Kota Bandung, Kamis, 11 November 2021. 


Meiwan menuturkan, kenaikan harga minak goreng ini merupakan isu nasional, karena terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Persoalan ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.  


Meiwan mengatakan, menurut informasi dari pemerintah pusat, kenaikan minyak goreng akibat naiknya harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah sebagai bahan utama minyak goreng. 


"Kenaikan harga ini pemicunya adalah seperti yang dikatakan Kemendag, yaitu dipicu kenaikan harga CPO. Karena harga CPO mengikuti harga pasaran minyak dunia, dan CPO ini adalah bahan baku utama minyak goreng," ujarnya. 


"Selain itu, produksi kelapa sawit juga mengalami penurunan. Sehingga harga cenderung merangkak naik," imbuhnya. 


Kendati masalah harga dipengaruhi oleh harga pasaran minyak dunia dan kewenangannya di pemerintah pusat, Meiwan menyatakan, Disdagin Kota Bandung tak lantas tinggal diam. Pihaknya terus memantau dan berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan stok minyak goreng di pasaran. 


"Kita terus memantau harga dan pasokan distribusinya. Jangan sampai pasokannya tidak ada. Hasil pemantauan di lapangan, barangnya insyaallah masih ada. Kita terus koordinasi dengan Disindag Jabar dan koordinasi dengan distributor dan Aprindo," katanya. (Red)

Training Of Trainer Sekolah Ayah di Hari Ayah Nasional, Siapkan Ayah Nyentrik


Bandung, Warnus - Pemkot Bandung bersama Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Bandung menggelar Training of Trainer Sekolah Ayah, di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kota Bandung. Kegiatan ini dalam rangka menyambut hari ayah nasional yang jatuh setiap 12 November, Jumat (12/11). 


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, dr Rita Verita mengungkapkan, kegiatan ini sebagai upaya Pemkot untuk menguatkan kembali peran ayah dalam keluarga. 


Kegiatan tersebut diikuti oleh para ayah dengan latar belakang dan profesi yang berbeda. Seperti driver gojek, pegiatn sepeda ontel, wirausaha, dan para ayah yang tergabung di PGRI, komunitas lintas agama, kaum disabilitas, serta sejumlah mahasiswa. 


"Pesan Pak Wali Kota, saat ini anak dengan mudah meniru budaya yang masuk melalui media sosial. Jika tidak segera ditangani secara serius akan menyebabkan anak kehilangan identitasnya. Oleh karenanya, peran ayah sangat dibutuhkan menjadi figur untuk keluarga," ungkapnya. 


Maka melalui kegiatan Training of Trainer Sekolah Ayah, Rita berharap, mereka menjadi lebih sadar akan perannya dalam rumah tangga. Sehingga angka perceraian dan kasus kekerasan di dalam rumah tangga juga ikut menurun. 


Sementara itu, Ketua Puspaga Kota Bandung, Siti Muntamah berharap hadirnya Sekolah Ayah bisa membentuk karakter ayah yang Nyentrik (Nyenengin, tangguh, responsif, inspiratif, dan komunikatif). 


Sebab menurutnya, sosok ayah dalam keluarga bukan hanya sekedar menemani pertumbuhan anak saja, tetapi ia dituntut untuk sama-sama mengasuh dan mendidik anak. 


"Dengan sekolah ayah ini harapannya dapat menguatkan peran ayah dalam pengasuhan keluarga," tuturnya. 


"Selain itu para ayah yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat menyuarakan dan membagikan tentang peran dan fungsi ayah yang tak tergantikan," imbuhnya. (Red)