Monday, November 1, 2021

Gerakan Aksi Sosial Gaperbang Dan PT. Hobson Interbuana Indonesia Bersama Desa Cikanyere, Mendapat Apresiasi positif


Kab. Cianjur. Warta Nusantara Jabar – Garda Perawat Kebangsaan dan PT Hobson melakukan aksi sosial di wilayah kecamatan sukaresmi desa cikanyere. Kegiatan ini menuai apresiasi positif dari warga masyarakat di tengah-tengah masa pandemi covid 19/ corona yang belum juga berakhir. Kegiatan ini sudah di koordinasikan terlebih dahulu dengan pemerintah kewilayahan. Aksi sosial ini di hadiri oleh Kades Dadang Sulaeman, perwakilan BPD Nur ekawati, Ketua RT Amin supriadi, Kadus Nina Kusmiati, dan Pelda hamdani sebagai Babinsa. 31/10/2021. 

Kegiatan aksi sosial ini dilakukan melewati proses protocol kesehatan karena disadari bahwa saat ini masih dalam masa pandemi covid 19. Peran serta pemangku jabaran kewilayahan diwajibkan memakai masker, begitu juga warga masyarakat.

Dalam rangka peringatan hari ulang tahun Gaperbag yang ke 4, pihak Gaperbag bekerja sama dengan PT hobson untuk pengadaan kegiatan aksi peduli kepada masyarakat sekitar, tujuan positif ini di sambut oleh pemangku jabatan di wilayah tersebut. Warga penerima sembako berterimakasih kepada pihak-pihak terkait.

Dari pantauan awak media, bantuan yang diberikan oleh kedua belah pihak tidak terlalu banyak dan hanya memberikan kurang lebih 125 paket sembako khusus untuk yatim dan jompo. Semoga dalam kesuksesan kedepan Gaperbang dan PT hobson bisa lebih memberikan kepedulian kepada warga sekitar.

Sunday, October 31, 2021

Rumah Limbah Harus Jadi Wisata Edukasi, Nur Samsudin : Jaga dan Lestarikan Tempat Ini


Cimahi, Warnus - Rumah Limbah yang didirikan oleh Kol Arm Nur Samsudin selaku Dansektor 21 satgas citarum dengan material yang berasal dari limbah industri dan dimanfaatkan menjadi bangunan. Rumah limbah berlokasi di Taman Hutan Kehati Kp.Cimenteng Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (30/10). 

Rumah limbah akan menjadi edukasi wisata nantinya. Agar siswa/i didik sekolah tingkat dasar bisa mengenal bahaya limbah dan manfaat limbah, termasuk mengenal apa itu limbah B3 yang dihasilkan oleh industri dan bahayanya bagi lingkungan serta biota yang ada dialiran sungai citarum. 

Nur Samsudin menjelaskan, konsep rumah limbah ini saya ambil murni dari limbah pabrik, dari bata kayu dan lain lainnya itu adalah limbah pabrik, dan saya manfaatkan untuk menjadi sebuah bangunan, "pungkasnya. 

"Kedepan saya akan pampangkan keterangan penjelasan apa itu limbah dan limbah B3, dengan cara membuat mading atau figura yang dipajang di didnding rumah limbah, agar generasi atau anak-anak diidik kita di tingkat sekolah bisa mengenal bahayanya limbah pabrik dan manfaat limbah parik, "ucap Nur. 

Saya selaku dansektor 21, tidak selamanya ada dan bertugas di sini, mungkin bila ada perpindahan tugas, saya harapkan pihak pemerintah setempat khususnya bisa merawat dan meneruskan kelestarian lingkungan yang ada termasuk ini rumah limbah, ya kalau bisa lebih ditingkatkan lagi, "kata Nur. 

"Sekali lagi, rumah limbah juga sebagai kenang-kenangan bahwa pernah ada satgas citarum yang bertugas dan berkantor disini, agar generasi muda kedepan bisa lebih peka terhadap lingkungan dan sadar betapa pentingnya menjaga lingkungan dari limbah. (Chox)

Thursday, October 28, 2021

Pentahelix Menuju Ending AIDS 2030, Yana : Bandung Zero New Infection


Bandung, Warnus - Sejumlah pihak di Kota Bandung sepakat berkolaborasi untuk mencegah dan menangani HIV/AIDS guna memutus mata rantai penyebarannya, Kamis (28/10). 

Hal itu ditandai dengan penandatanganan "Deklarasi Bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung tentang Pentahelix Menuju Ending AIDS 2030 di Kota Bandung". 

Deklarasi tersebut melibatkan Akademisi, pihak swasta/bisnis, komunitas, Pemerintah Kota Bandung, dan media di Atlantic City Hotel Bandung. 

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang juga Ketua KPA Kota Bandung, menyampaikan meski pun saat ini sedang pandemi Covid-19, warga Kota Bandung tidak boleh abai terhadap penyakit menular lainnya, salah satunya HIV/AIDS. 

"Alhamdulillah, hari ini kita bisa mendeklarasikan kolaborasi pentahelix, semua stakeholder dalam ikhtiar kita mencapai 3 Zero di tahun 2030," katanya usai deklarasi. 

Semua pihak mendukung 3 Zero yang tertuang dalam isi deklarasi. Yaitu "Zero New Infection", "Zero AIDS Related Death", dan "Zero Discrimination". 

"Upaya Pemkot Bandung dalam penanggulangan HIV/AIDS telah banyak. Baik pendekatan medis, nonmedis, struktural, maupun secara kultural," ucap Yana. 

"Kita ingin mengukuhkan kembali upaya itu dengan kolaborasi berbagai pihak. Dengan kolaborasi pentahelix diharapkan kita bisa mendorong percepatan dan inovasi penanggulangan HIV/AIDS, karena didukung semua unsur," lanjutnya. 

Menurut Yana, data hingga Juni 2021 terdapat 5.741 kasus orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Di antaranya 11,11 persen adalah Ibu Rumah Tangga, dan 2,19 persen terjadi karena penularan dari ibu ke anak. 

"Melihat fenomena tersebut, tahun 2021 ini harus menjadi momentum untuk menciptakan sebuah komitmen baru. Demi mencapai tujuan bersama untik mengakhiri HIV/AIDS pada tahun 2030," katanya. 

Sementara itu, Sekretaris KPA Kota Bandung, Momon A. Imron berharap, dengan deklarasi kolaborasi pentahelix, kerja sama antara pemerintah, pengusaha, akademisi, komunitas, dan media massa dapat terjalin lebih erat lagi. 

"Tujuannya mendorong kolaborasi dari seluruh sektor untuk mencapai ending AIDS tahun 2030. Kemudian melakukan percepatan program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS melalui strategi 3 Zero," katanya. 

"Pesertanya dari unsur Perangkat Daerah, Perguruan Tinggi, WPA Kota Bandung, Baznas, pengusaha, media, dan sejumlah LSM yang concern HIV/AIDS ini," lanjutnya. 

Sedangkan Perwakilan LSM dari Female Plus, Koordinator Lapangan, Dwi Surya berharap, dengan adanya kolaborasi dari sejumlah pihak, informasi tentang penyakit HIV/AIDS bisa tersampaikan, terutama agar diskriminasi tidak terus terjadi. 

Seperti media dan WPA yang terus menginformasikan kepada masyarakat, lalu pihak swasta/bisnis terutama pemilik hotel yang sering menolak kegiatan yang diikuti oleh ODHA. 

"Dari semua pihak yang ikut deklarasi ini, menyampaikan informasi terkait HIV/AIDS ke masyarakat. Agar stigma juga hilang, dan diskriminasi kepada ODHA juga tidak terjadi lagi," harapnya. 

"Untuk mengadakan kegiatan, ada beberapa tempat yang tidak menerima karena tahu acaranya (untuk ODHA). Makanya kita juga terus gunakan satu tempat, misal di sini, karena pegawainya juga sudah paham dengan kita," imbuhnya. 

Female Plus yang mendampingi ODHA se-Jawa Barat juga menilai, penanganan HIV/AIDS di Kota Bandung sudah cukup baik. Karena ada Bandung AIDS Koalisi, semua LSM dan jaringan ada di situ. 

"Jadi bisa sharing bareng di situ. Suara kita akan sama. Kalau ada masalah di satu jaringan, bisa berbagi dan saling bantu. Saya harap daerah lain juga bisa seperti itu," ujar Dwi. (Red)

Reaktivasi Teras Cihampelas Akhir 2021, Disbudpar Akan Gandeng KPJ

Bandung, Warnus - Pemerintah Kota Bandung akan mereaktivasi kembali Skywalk Cihampelas atau Teras Cihampelas pada akhir tahun 2021. Sehingga nanti para pedagang bisa kembali berjualan, Kamis (28/10). 

Bahkan untuk menarik minat warga lokal maupun wisatawan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kota Bandung telah menyiapkan hiburan seperti seni musik, seni tari, dan seni tradisional lainnya. 

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Produk Budaya dan Kesenian, Nuzrul Irwan dalam acara Bandung Menjawab di Auditorium Balaikota Bandung. 

"Akan ada pentas seni, hal ini bisa menjadi daya tarik pariwisata karena Cihampelas sudah menjadi destinasi wisata baik untuk kuliner maupun foto-foto," tuturnya. 

Selain itu, Disbudpar juga akan menggandeng Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) untuk menghibur wisatawan yang datang ke Teras Cihampelas. Hal itu dilakukan untuk membantu memulihkan perekonomian mereka. 

"Karena saat pandemi teman-teman KPJ turun ke jalan. Mudah-mudahan kita bisa mengembalikan ke tempat-tempat yang sudah disediakan untuk beraktivitas seni," paparnya. 

Di tempat sama, Kepala Seksi Destinasi dan Wisata Disbudpar Kota Bandung, Faisal Tachir mengungkapkan, sebelumnya pada Mei lalu Teras Cihampelas telah direaktivasi. 

Namun karena pada Juni-September kasus covid-19 melonjak ditambah adanya kebijakan PPKM Jawa-Bali maka terpaksa Teras Cihampelas harus ditutup. 

"Teras Cihampelas pada dasarnya sekarang sudah bisa aktif kembali tapi tetap harus menjaga protokol kesehatan," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Sandi mengatakan, untuk mendukung reaktivasi kembali pihaknya telah melakukan pemeliharaan dan penambahan fasilitas. 

Seperti menyediakan jalur sepeda, melakukan pengecetan ulang, dan perbaikan-perbaikan di beberapa fasilitas yang sudah rusak. 

"Itu kami lakukan di awal puasa kemarin. Dengan adanya reaktivasi ini berharap bisa membangkitkan kembali perekonomian dan masyarakat bisa sama-sama menjaga fasilitas ini," tuturnya. (Red)

Sektor 23/Pembibitan Menerima Kunjungan Tim Green Infrastructure Initiative Indonesia



Kab. Bandung. Warnus – Sektor 23/pembibitan sambut kunjungan kerja dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia. Kunjungan dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia, guna meninjau seberapa jauh perkembangan citarum harum khususnya di sektor 23/pembibitan. 27/10/2021.   

Kunjungan dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia, disambut langsung oleh komandan sektor 23/pembibitan Kolonel Arh Wahyu Jiantono SIP dan anggotanya. Kunjungan ini dihadiri oleh :
1.Dr. M. Saleh Nugraha Adi, Asisten deputi pengelolaan Sungai Kemenko Marvest RI
2. Bpk Aan / Lucky Candradinata, Dirut PT. MCAB / IPAL Terpadu Cisirung
3. Kolonel Arh Wahyu jiantono Dansektor 23 Satgas Citarum Harum
4. Ibu Isma Andini P, Kabid Infrastruktur Pemukiman Prov Jabar
5. Ibu Resmiani, Kabid PPL Dinas Lingkungan Hidup Prov Jabar
6. Bpk Adi Rahmat, Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan / Bappeda Prov Jabar
7. Bpk. Tambang Kabid, PJSA Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Prov Jabar
8. Bpk. Mohamad Safei, Kasi pengendalian pencemaran DLH Kab. Bandung
9. Bpk Sandi, sekretariat Satgas Citarum Harum
10. Bpk Irsad, Teknisi IPAL MCAB
11. Mr. Prof. Joni Hermana, Short Term Expert (GIZ)

Di lokasi sektor 23/pembibitan, komandan sektor 23 menyambut baik dan memberi penjelasan disetiap bagian dari apa yang sudah dikerjakan oleh sektor 23 pembibitan, mulai dari tugas pokok dari sektor 23/pembibitan sampai kepada penjelasan mengenai pengadaan bibit pohon kayu keras, pohon buah dan berbagai bibit yang sifatnya agroforesty yang bisa menunjang ketahanan pangan bagi masyarakat dan membantu perokonomian masyarakat.

Ideologi, inovasi, kreatif, dan inisiatif sangat dihargai oleh pihak kementrian dan rombongan, karena dinilai bukan hanya memperindah, namun tidak lalai memperhatikan kesejahtraan masyarakat sekitar,

Kol. Arh. Wahyu Jiantono S.I.P dalam sambutannya menyampaikan ” Upaya konservasi lahan dgn tanaman buah ini untuk mengembalikan fungsi hutan kita supaya hutan bisa menjaga kita semuanya, menjaga keberlangsungan hidup mahluk yang ada didalamnya. Kita jaga supaya tidak terjadi longsor, banjir, erosi tanah, pemanasan global dan lain sebagaianya. Disamping itu dengan ditanami pohon buah ini warga tentunya bisa mengambil manfaat ganda dari hasil buah yg dipanen dan tanaman pertanian yg bapak ibu tanam saat ini. Perlu kami laporkan juga, dalam kurung waktu 4 tahun ini sejak pebruari 2018 sampai periode oktober 2021 ini , Sektor 23 sdh menanam sejumlah 1.619.478 pohon dan itu riil yang terdiri dr tanaman kopi, kayu keras dan tanaman buah. Kita pake pola tanam agroforestry sejak nopember 2020. Dari 1307 Ha luas wilayah hutan kritis yg menjadi tanggung jawab kami , sudah terkaver 961 Ha dan hanya menyisakan 346 Ha. Kami sangat optimis, tugas mengembalikan lahan kritis menjadi hutan produktif ini rampung sebelum thn 2025 asal semua komponen masyarakat mempunyai kepedulian yang tinggi dalam menjaga kelestarian alam Gunung wayang ini ” Ujar Komandan Wahyu

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan penghargaan atau cendramata dari Kementrian Koordinator Kemaritiman dan Investasi selaku Steering commitee program green infrastructure Republik Indonesia, kepada Komandan sektor 23/Pembibitan Kol Arh Wahyu Jiantono SIP.

Sunday, October 24, 2021

SEKTOR 23/PEMBIBITAN CITARUM HARUM LAKSANAKAN INTRUKSI PENYIANGAN SERENTAK PADA BIBIT TANAMAN.




Kab. Bandung, Warnus - Sektor 23/Pembibitan citarum harum melaksanakan giat pereamasan/penyiangan tanaman secara serentak di kebun sekitaran posko pembibitan bersama warga masyarakat Desa Tarumajaya agar tanaman terhindar dari gangguan rumput atau tanaman liar sehingga pertumbuhan tanaman menjadi optimal Kamis (21/10/2021)

Giat penyiangan ini di pimpin langsung oleh para Komandan kelompok pembibitan baik kelompok buah, kopi dan kayu keras. Kegiatan ini merupakan pekerjaan rutin sebagaimana yg telah dinstruksikan oleh Dansektor 23 Kolonel Arh Wahyu Jiantono SIP kepada para Danpok Sektor 23 Pembibitan agar tanaman tidak sekedar disiram atau dipupuk saja namun harus ada upaya upaya perawatan secara komprehensif dan simultan.

Penyiangan disini dimaksudkan adalah suatu kegiatan pembersihan area media tanam dari rumput-rumput liar atau gulma. Kegiatan yang melibatkan peranserta masyarakat ini sekaligus mengedukasi kepada mereka bahwa Gulma adalah tumbuhan yang harus dibersihkan karena kehadirannya menghambat pertumbuhan tanaman sehingga dapat mengakibatkan menurunnya kualitas tanaman itu sendiri, selain itu juga menjadi sarang hama atau penyakit pada tanaman

Serka Yunadi sebagai batih sektor pembibitan mengatakan “kegiatan peramasan atau penyiangan harus dilaksanakan secara periodik dan berkesimbungan , guna memudahkan akar tanaman bergerak menerobos tanah untuk menyerap nutrisi sehingga tanaman menjadi lebih subur dan mengurangi kemungkinan tanaman terserang hama dan penyakit ". Ujarnya.

Giat peramasan atau penyiangan serentak yang dilakukan di sektor 23 pembibitan citarum harum di harapkan tanaman dapat tumbuh dengan subur, mengurangi hambatan pengembang biakan vegetatif tanaman itu sendiri sehingga cepat mereproduksi bibit baru lebih banyak. Sehingga disamping tanaman akan lebih subur krn bersih dari gulma, bisa lebih menghemat biaya untuk pengadaan bibit.

Sunday, October 17, 2021

SEKTOR 23/PEMBIBITAN GELAR VAKSINASI DI WILAYAH DESA TARUMAJAYA




Kab. Bandung. Warnus. selain melaksanakan tugas pokok sektor 23 pembibitan di wilayah lahan kritis, masih di masa pandemi covid 19 , sektor 23 ikut serta mendukung pemerintah dalam pencegahan covid 19. 15/10/2021.

kegiatan vaksinasi inin dihadiri oleh pemerintah setempat, seperti camat, kepala desa Tarumajaya, Kapolsek Kertasari, Danramil dan Komandan sektor 23/pembibitan Giat vaksinasi di awali dengan penyemprotan disinfektan di area lokasi kegiatan, pembagian masker secara cuma-cuma dan sosialisasi juga himbauan terkait protokol kesehatan yang kemudian dilakukan giat vaksinasi untuk masyarakat. Dalam pelaksanaan vaksinasi di desa tarumajaya, Sektor 23 pembibitan melibatkan nakes dari puskesmas Sentosa. 

Komandan sektor 23 pembibitan citarum harum Kol. Arh. Wahyu Jiantono S.I.P menyampaikan terkait giat vaksinasi merupakan dukungan penuh kepada pemerintah guna memutus mata rantai penularan virus covid 19 atau corona.

"sekali lagi saya menyampaikan, bahwa TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. dan apa yang kami lakukan ini untuk kepentingan masyarakat, mudah-mudahan dengan diadakannya giat vaksinasi di sektor 23 pembibitan kepada warga masyarakat bisa memutus mata rantai penularan covid 19 diwilayah kita, dan mudah-mudahan kita semua segera terbebas dari ancaman penularan virus corona ini". tutupnya