Monday, March 22, 2021

Pemkot Bandung Sasar Ritel dan Pasar Jelang Ramadhan


Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mengupayakan program vaksinasi menyasar sektor pelayanan. Tanpa terkecuali bagi pegawai mal atau pusat perbelanjaan, ritel dan para pedagang pasar, Senin (22/03). 

Hal itu juga sebagai persiapan menjelang bulan Ramadan yang dipastikan terjadi peningkatan aktivitas. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah melaksanakan vaksinasi di tiga pusat perbelanjaan atau mal.  

Di pasar modern sebanyak 1.453 sasaran. Terdiri dari Paskal 23 (200 orang), Borma Dakota (200 orang), Yogya Kepatihan (300 orang), TSM (300 orang), Pizet Indo Grosir (223 orang), dan BIP (230 orang). 

"Kita juga sudah berikan vaksin pedagang pasar tradisional," katanya. 

Data terakhir, ada sebanyak 968 orang yang menjadi sasaran vaksin di pasar tradisional. Yakni, Pasar Sederhana (118 orang), Pasar Balubur (250 orang), Pasar Baru (300 orang), Pasar Kosambi (150 orang), dan Pasar Kiaracondong (150 orang). 

Elly mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung untuk bisa mengupayakan quota tambahan vaksin bagi pegawai mal, ritel dan pedagang pasar tradisional.  

Menurut Elly, vaksinasi di mal, ritel dan pasar tradisional bukan hanya sebatas upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 semata. Namun selebihnya merupakan langkah guna memulihkan kembali pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung. 

"Vaksin ini juga untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan berbelanja. Apalagi nanti saat Ramadan bisa menjadi momentum untuk pemulihan ekonomi di Kota Bandung. Alhamdulillah karena termasuk pelayanan bagi publik jadi bisa mendapatkan vaksin," jelasnya. 

Elly mengungkapkan di momentum Ramadan 1442 hijriah kali ini menjadi tahun pertama bagi mal atau pusat perbelanjaan beroperasi. Karena di tahun sebelumnya mal baru boleh buka setelah Hari Raya Idulfitri 2020 lalu.  

Saat itu, mal hanya diperbolehkan beroperasi hanya untuk membuka toko ritel penyedia bahan makanan dan toko obat-obatan. Sementara gerai perbelanjaan lainnya masih belum diperkenankan dibuka. 

"Oleh karena itu, kami mengharapkan melalui APPBI (Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia) dan Aprindo (Asosiasi Penguasa Ritel Indonesia) untuk meningkatkan protokol kesehatan 5M. Karena nanti, aktivitas masyarakat semakin meningkat," ungkapnya. 

Elly meminta para pengelola tetap disiplin terhadap protokol kesehatan. Sebab, Disdagin selalu menurunkan petugas untuk mengawasi kedisiplinan mal ataupun ritel dalam menjalankan protokol kesehatan. 

"Ada petugas dari kita yang turun ke lapangan untuk mengawasi apakah itu kaapsitas, jam oeprasional dan protokol kesehatan jangan sampai ada pelanggaran, nanti juga apalagi saat ramadan," jelasnya. 

Perihal permohonan bantuan tambahn vaksin untuk pegawai mal, ritel dan pedagang pasar tradisional, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, Rosye Rosdiani menyatakan, bakal berupaya memenuhinya.  

Sebab, lanjut Rosye, pemberian vaksin harus disesuaikam dengan ketersediaan stok. Di samping itu masih terdapat banyak elemen masyarakat yang masih perlu diberikan vaksin. 

"Secara bertahap semuanya akan divaksin menysuaikan dengan ketersediaan vaksin," kata Rosye.  

Perlu diketahui, hingga 17 Maret 2021, jumlah penerima vaksinasi tahap 1 untuk tenaga kesehatan untuk dosis 1 yaitu 24.709 orang (100 persen). Sedangkan untuk dosis 2 sebanyak 23.164 orang atau sekitar 94 persen. 

Sedangkan sasaran tahap 2 dalam Sistem KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) yaitu 450.082 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 305.666 lansia dan 144.416 pelayan publik. 

Hingga 17 Maret lalu, cakupan Tahap 2 untuk Lansia sebanyak 19.753 orang (16,6 persen) dan pelayan publik sebanyak 17.074 orang (11,82 persen). Sisa 413.255 orang harus selesai pada Juni minggu kedua.  

Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Bandung menyediakan 184 pos vaksinasi. Pos tersebut terdiri dari 34 rumah sakit dan 150 puskesmas dan klinik. 

Setiap rumah sakit menerima 100 orang sasaran per hari. Sedangkan puskesmas dan klinik menerima 50 sasaran per hari. 

Sebagai persiapan untuk menggelar pembelajaran tatap muka, Pemkot Bandung juga bakal memvaksin para guru. Data guru ASN dan Non ASN berasal dari Dinas Pendidikan dan Kementeria Agama terdapat 20.000 orang guru. 

Data terakhir menyebutkan, telah ada 1.300 orang (Disdik) dan 600 orang (Kemenag) yang divaksin. (Red)

BLA AH Nasution, dan Ujungberung

Bandung, Warnus - Jika menyebut nama Abdul Haris Nasution, mungkin akan langsung teringat pada peristiwa G30S/PKI, Senin (22/03). 

Ia menjadi salah satu target pemberontakan pada 30 September 1965. Beruntung, ia berhasil lolos dari sergapan para pemberontak. 

Namun jauh sebelum itu, Nasution sebenarnya telah benyak terlibat dalam sejumlah pergerakan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.  

Termasuk juga pada peristiwa Bandung Lautan Api pada 23 Maret 1946. 

Saat peristiwa tersebut, Nasution menjabat sebagai Komandan Divisi III (saat ini Kodam III/Siuliwangi). Padahal saat itu, ia masih berusia 28 tahun. 

Sat itu ia berpangkat kolonel. Pria yang lahir di lahir di Kotanopan, Sumatra Utara, 3 Desember 1918 menjadi salah satu tokoh sentral. 

Ia disebut-sebut yang bertanggung jawab akan nasib rakyat serta anak buahnya.  

Ia sangat terlibat pada musyawarah yang dilakukan untuk pengambilan keputusan yang mengarah kepada peristiwa Bandung Lautan Api. 

Saat itu, Pemerintah Republik Indonesia melalui Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan Komandan Divisi III TRI, Kolonel AH Nasution, menyarankan agar para pejuang Bandung memenuhi ultimatum Sekutu. 

Namun sejatinya, Nasution dan para perwira lainnya enggan menyerahkan Bandung. Namun, dia harus taat apa kata perdana menteri.  

Sebagai perwira profesional, dengan pengalaman di KNIL juga, sudah seharusnya Nasution tunduk pada apa kata pemerintah.  

Nasution lalu melakukan rapat bersama pimpinan militer Indonesia lainnya. Mereka sepakat tidak mempermudah kehadiran Tentara Sekutu di Bandung. 

Perintah Syahrir sebagai Perdana Menteri tetap ditaati, tetapi diputuskan bahwa akan ada Operasi pembakaran Bandung.  

Ini dikatakan sebagai operasi “bumihangus”. Keputusan untuk membumihanguskan kota Bandung diambil lewat musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3), yang dilakukan di depan seluruh kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, tanggal 23 Maret 1946. 

Hasil musyawarah itu lalu diumumkan oleh Nasution sebagai Komandan Divisi III TRI. Ia juga memerintahkan evakuasi Kota Bandung.  

Lalu, hari itu juga, rombongan besar masyarakat Bandung mengalir. Pembakaran kota berlangsung malam hari sambil para penduduknya pergi meninggalkan Bandung. 

Pembumihangusan jadi jalan tengah bagi Nasution. Dia dan orang Indonesia lainnya keluar dari Bandung, seperti perintah Syahrir tapi dengan membakar kota yang ditinggalkannya itu.  

Perintah Syahrir ditaati dan Bandung dibiarkan lepas begitu saja karena sudah jadi lautan api.  

Itu lebih baik ketimbang menyerahkan Kota Bandung begitu saja pada Tentara Sekutu. Sekutu tidak boleh dapat manfaat apapun dari kota Bandung karena sudah terbakar. 

Atas jasanya terhadap Kota Bandung dan Indonesia, Pemerintah Kota Bandung mengabadikan namanya sebagai nama jalan.  

Nama AH Nasution menjadi nama jalan pada tahun 2003 atau sekitar tiga tahun setelah Nasution meninggal dunia pada 6 September 2000.  

Sebelum bernama Jalan AH Nasution, jalan tersebut bernama Jalan Ujungberung. 

Kini jalan tersebut membetang dari pertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jalan PHH Mustofa hingga Bunderan Cibiru. Panjangnya sekitar 8,5 km. (Chox)

Mengharukan, Ini Pesan Raffy Untuk Ayah


Bandung, Warnus - Sejak corona mulai mewabah di Indonesia, perasaan khawatir akan terpapar virus tersebut terus menyelimuti setiap individu. Tak terkecuali bagi Raffy Fadhillah. 

Siswa kelas VII SMPN 29 Bandung tersebut setiap hari merasa khawatir. Terlebih Ia memiliki seorang ayah dengan pekerjaan berisiko cukup tinggi terpapar virus corona. 

Ayahnya yang bernama Mamad Suhaeri (38) bekerja sebagai sopir taksi online (GoCar). Itu telah ayahnya geluti sejak 5 tahun terakhir. otomatis setiap hari pula harus keluar rumah dan berinteraksi dengan banyak orang. 

Perasaan Raffy pun berkecamuk setiap kali sang ayah pergi melangkahkan kaki melewati pintu rumah untuk mencari nafkah. 

“Takut terpapar karena (pekerjaan ayah) beresiko,” aku Raffi saat ditemui di kediamannya di Jalan Cilandak, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Sabtu 20 Maret 2021. 

Segala upaya terus dilakukan guna melindungi keluarga agar tidak terpapar Covid-19, seperti terus mengingatkan sang ayah untuk tetap disiplin 3M ketika di luar rumah. 

Bahkan sejak pandemi, Raffy mengaku jarang sekali keluar rumah. Hal tersebut dilakukan karena Raffy begitu sayang terhadap ayah, ibu, dan adiknya yang masih kecil. 

“Takut, kalau keluar juga nggak jauh, paling jajan, sama ngaji,” imbuhnya. 

Di samping itu, di atas selembar kertas Raffy juga menulis sebuah pesan yang berisi ajakan bagi penumpang untuk tetap menaati anjuran pemerintah, yaitu disiplin menerapkan protokol kesehatan. 

Kemudian, secarik kertas berisi pesan tersebut Raffy tempel disekat yang dipasang di antara kursi pengemudi dan penumpang, dengan harapan bisa sama-sama melindungi dari bahaya paparan virus corona. 

Begini bunyi pesan yang ditulis Raffy: 

“Para penumpang yang budiman, perkenalkan saya Muhamad Raffy Fadhillah, umur 13 tahun kelas VII SMPN 29 Bandung, anak pertama dari Bapa Mamad Suhaeri. Ayah saya adalah driver GoCar. Saya hanya mau mengingatkan kepada bapak/ ibu, kayak dan adik, bahwa di GoCar ini tersedia tissue hand sanitizer silahkan bapak/ ibu ambil dan pakai secukupnya. Alangkah baiknya dalam pembayaran menggunakan GoPay/ non tunai agar tidak ada kontak fisik secara langsung. Jangan lupa untuk selalu memakai masker apabila selama ayah saya menjadi driver bapak ibu dan kakak tidak memakai masker tolong diingatkan. Karena saat ini sedang pandemi, mari kita bersama sama untuk saling mengingatkan dan selalu mematuhi protokol kesehatan untuk memutus mata rantai virus corona, sekian dari saya salam sejahtera dan sehat selalu, sekian dari saya. Salam sejahtera dan sehat selalu, semoga pandemi cepat berlalu." 

Di usianya yang baru 13 tahun, Raffy sangat berharap pandemi segera berakhir. Ia ingin kembali bermain dan bertemu teman-temannya.  

Apalagi sejak masuk SMP, ia sama sekali belum bertemu dan berkenalan secara langsung dengan teman-teman sekelasnya. 

Jangankan bertemu temannya, melihat ruangan kelasnya secara langsung saja Raffy belum pernah.  

Karena itu juga, ia mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama disiplin protokol kesehatan. 

“Kangen sekolah,” katanya.  

Semoga pandemi Covid-19 di Kota Bandung segera berakhir. Aamiin. (Red)

Friday, March 19, 2021

Kurangi Luapan Air, Yana : Optimalkan Resapan


Bandung, Warnus - Sebagai upaya untuk mengurangi luapan air, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengoptimalkan lahan terbuka untuk sumber resapan, Kamis (18/03). 


Saat ini, Pemkot Bandung mengupayakan resapan air di daerah perbukitan wilayah utara kota yang berjejer hingga ke ujung timur. 


Menurut Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, kawasan hulu ini apabila memungkinkan dibuatkan kolam retensi. Sekalipun terbatas, fungsi resapannya harus ditingkatkan. 


"Oleh karena itu program membuat kolam retensi dan sumur resapan di daerah Bandung utara. Karena Bandung daerah cekungan makanya kita harus banyak serapan air di wilayah hulu sehingga air mengalir ke hilir semakin berkurang," ucap Yana di Jalan Nyland. 


Yana menuturkan, resapan air tidak hanya sebagai solusi dalam mengurangi luapan, namun sekaligus menjadi strategi untuk menambah cadangan air tanah. Sehingga saat musim kemarau tiba tidak terlalu kesulitan karena air sudah ditabung sejak musim penghujan. 


"Kalau semakin banyak resapan air di hulu sehingga mudah mudahan pada saat musim hujan kita tidak kelebihan air, dan musim kemarau kita masih banyak. Airnya kita bisa tabung, sekaligus mengurangi luapan ke jalan," ujarnya. 


Yana mengungkapkan, saat ini Pemkot Bandung sudah membuat 7 kolam retensi yang tersebar di pelbagai wilayah. Lalu 10 sumur imbuhan dalam yang dipusatkan di kawasan Gedebage. Kemudian 3.470 drum pori tercatat telah disebar sepanjang tahun 2020 lalu. 


Menurut Yana, konsentrasi terhadap wilayah perbukitan harus dijaga secara konsisten. Mengingat luapan air di Kota Bandung bisa terjadi sekalipun wilayah perkotaan tidak diguyur hujan. 


"Ada beberapa sungai sungai yang hulunya di daerah utara mengalir ke selatan kadang kalau di Bandung tidak hujan di hulunya hujan banjirnya ke Kota Bandung. Makanya beberapa waktu lalu, kita intens membangun kolam retensi, terutama di daerah hulu agar semakin banyak air terserap di daerah hulu," terangnya. 


Meski begitu, sambung Yana, Pemkot Bandung tak melupakan membuat resapan ataupun parkir air di kawasan hilir. Tujuh kolam retensi yang sudah dibuat yakni kolam retensi di depan pasar Gedebage yang menampung aliran dari Sungai Cipamulihan.  


Termasuk juga Kolam Retensi Sarimas yang menampung limpahan Sungai Cikiley, lalu di Sirnaraga untuk memarkir air Sungai Citepus. 


Kemudian ada kolam retensi di Rancabolang dekat Sungai Cinambo. Selanjutnya kolam retensi juga terdapat di kawasan Cisurupan sebagai penampung aliran Sungai Ciloa. Termasuk kolam retansi di tengah pusat kota yang terdapat di Taman Lansia dan Taman Kandaga Puspa tepat di samping Sungai Cikapayang. 


Selebihnya Yana meminta partisipasi masyarakat untuk berperan serta dalam mengatasi masalah genangan air di perkotaan. Di antaranya agar mencegah tidak membuang sampah ke aliran sungai, terlebih benda-benda berukuran besar yang selama ini kerap ditemukan menjadi penyebab luapan air karena menyumbat aliran sungai. 


"Sebetulnya apapun upaya pemerintah yang dilakukan selama warga Bandung tidak ingin berpartisipasi upaya kita ga bisa optimal. Seperti misalkan masih banyaknya yang buang sampah ke sungai, karena setiap saya kunjungi daerah yang banjir di sungainya ada bed cover, kausr, lemari, kursi akhirnya menghambat aliran air," bebernya. 


Menyoal partisipasi masyarakat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, Didi Ruswandi mengaku turut mempertimbangkan pendekatan psikologis dalam berbagai pembangunan. Termasuk sejumlah program pengentasan luapan air. 


Di antaranya, lanjut Didi, optimalisasi lahan perbukitan ataupun daerah kolam retensi dan aliran sungai dengan memberikan ruang aktivitas bagi masyarakat. Sehingga, masyarakat didorong agar ikut memelihara tempat tersebut agar berfungsi secara maksimal. 


"Saya percaya dengan pendekatan psikologi kalau sebuah tempat asik insyaallah banyak yang mau. Makanya bantaran kita tata karena kalau masyarakat merasa memiliki pasti mereka akan ikut menjaganya," kata Didi. 


Didi menjelaskan, penanganan banjir di Kota Bandung sudah mengacu pada konsep Zero Delta Q policy. Sehingga air yang dialirkan itu disesuaikan dengan kapasitas drainase. Sementara kelebihannya itu diupayakan untuk bisa diparkir dan diresapkan. 


"Karena drainasenya kita terbatas tidak bertambah panjang atau lebar. Makanya kita sekarang fokus parkir dan resapan. Di ruang terbuka hijau dengan resapan di ruang terbangun. Kita buat rekayasa resapan, di ruang yang luas buat retensi," katanya. (Red)

Peringati Bandung Lautan Api Dengan Prokes Ketat


Bandung, Warnus - Jelang peringatan peristiwa Bandung Lautan Api, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan kembali menggelar upacara di plaza Balai Kota Bandung, 24 Maret 2021 mendatang. Peringatan bakal digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Kamis (18/03). 


Upacara kali ini merupakan pertama kalinya diselenggarakan di saat masa pandemi Covid-19, setelah tahun lalu tidak dilaksanakan. 


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan Pemuda Dispora Kota Bandung, Dadang Setiawan saat menjadi narasumber Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung. 


“Tahun lalu kita masih belum berani melaksanakan upacara karena ‘keueung’ dan belum jelas aturan pelaksanaannya,” ungkap Dadang. 


Mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, pihaknya akan membatasi jumlah peserta sekitar 100 orang yang hadir pada kegiatan tersebut. 


Sebanyak 100 peserta itu terdiri dari TNI, POLRI, perwakilan LVRI, ASN, petugas upacara dan beberapa tamu undangan. 


“TNI 20 orang, ASN 5 orang, petugas upacara 15 orang, korps musik 15 orang kemudian ditambah tamu undangan Kurang lebih 100 orang yang terlibat,” rincinya. 


Selain upacara, Pemkot Bandung juga akan melakukan serangkaian acara peringatan Bandung Lautan Api antara lain ziarah ke taman makan pahlawan, melakukan bersih-bersih di tempat bersejarah, dan mengedukasi melalui pembelajaran jarak jauh pemutaran film bandung lautan api bagi peserta didik. 


“Pemutaran film ini bekerja sama dengan Disdik untuk mengintruksikan ke Guru PPKN khususnya yang memberikan pembelajaran jarak jauh dengan memutar film bandung lautan api,” jelasnya. 


Sementara itu, Ketua DPC LVRI Kota Bandung Patmo mengatakan peringatan Bandung Lautan Api bisa memperkuat empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. 


“Itu yang harus dipertahankan,” ujarnya. 


Menurutnya, semangat yang dikobarkan oleh para pahlawan terdahulu perlu menjadi contoh bagi pemuda di masa kini. 


Pasalnya, perjuangan yang harus dihadapi pemuda bukan melawan penjajah tetapi berjuang melawan Covid-19 yang telah menyerang selama 1 tahun ini. 


“Jagalah protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh Pemerintah, ikuti anjuran dari pemerintah,” ajaknya. 


Senada dengan Ketua DPC LVRI, Dewan Pertimbangan Organisasi, Djuhiya mengajak para pemuda untuk menggelorakan kembali semangat yang diusung oleh para pejuang bandung lautan api. 


“Dulu populasi Kota Bandung hanya ratusan ribu tetapi semangatnya sangat tinggi. Untuk kondisi sekarang perlu ditingkatkan kembali semangatnya” tuturnya. (Red)

Wisatawan Kota Bandung Turun 50%


Bandung, Matainvestigasi.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat penurunan jumlah wisatawan nusantara atau domestik yang berkunjung ke Kota Bandung sejak masa pandemi Covid-19. 


Tercatat pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 50 persen atau berkisar 3,2 juta wisatawan jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pada tahun 2019 yang terhitung sekitar 7,4 juta. 


Sedangkan wisatawan mancanegara pada tahun 2019 hanya sekitar 350 ribu wisatawan. 


Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Disbudpar Kota Bandung, Tantan Surya pada Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung. 


“Kemarin di tahun 2020, kita hitung berdasarkan jumlah kedatangan dari bandara, stasiun kereta api dan terminal, untuk wisatawan mancanegaranya hanya berjumlah 21 ribu,” jelas Tantan 


Menurutnya, hal itu berimbas kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima Pemkot Bandung. Yaitu mengalami penurunan penerimaan menjadi sekitar Rp391 miliar. 


“Jumlah tersebut didapat dari okupansi hotel, restoran dan hiburan yang sebelumnya itu sekitar Rp780 miliar atau sekitar 33 persen dari PAD,” terangnya. 


Kendati demikian, dirinya menyatakan rasa syukur karena melalui relaksasi ekonomi yang diberikan masih ada beberapa sektor pariwisata yang bisa memberikan pemasukan PAD sebesar 24 persen bagi Pemkot Bandung. 


Lebih lanjut, Pemkot Bandung bersama Satgas Penanganan Covid-19 dan satgas pemulihan ekonomi Kota Bandung secara bertahap terus berupaya melakukan pemulihan perekonomian. 


Terbaru memberikan pelonggaran atau relaksasi untuk kegiatan event kesenian dan salon kecantikan. 


Relaksasi atau pelonggaran kegiatan itu harus melalui beberapa tahapan sesuai dengan ketentuan Peraturan Wali Kota (Perwal) Kota Bandung Nomor 28 Tahun 2021.  


Sementara itu, Kepala Bidang Kepariwisataan, Edward Parlindung mengatakan, target maksimal wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung sebanyak tiga juta. 


Kendati demikian ia pun berpikir realistis apabila situasi kondisi pandemi Covid-19 masih belum stabil. 


Selain itu untuk memberikan daya tarik bagi wisatawan, Disbudpar sedang melakukan upaya untuk pengembangan destinasi wisata di Kota Bandung. 


“Memang destinasi wisata kita terbatas. Namun ke depan kita juga sedang mengembangkan destinasi wisata lain. Mudah-mudahan bisa menjadi daya tarik di kemudian hari,” harapnya. (Red)

Thursday, March 18, 2021

Pelayanan Publik Harus Prima, Oded : ASN Harus Bisa Ciptakan Itu


Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, Rabu (25/03). 

Hal ini disampaikan Oded dalam kegitan Mayor Lecture CPNS dan PPPK formasi 2019 secara daring, Selasa 16 Maret 2021.  

Mayor Lecture merupakan kuliah umum yang diberikan oleh para pimpinan di Kota Bandung kepada CPNS dan PPPK di lingkungan Pemkot Bandung.  

Menurutnya, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki komitmen yang tinggi, berintegritas, professional dan melayani demi menjalankan pemerintahan yang baik.  

Tujuannya untuk mewujudkan Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis.  

“Dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai seorang pegawai pemerintah, pertama bekerjalah dengan cara yang baik dan benar. Kedua, cara kita bekerja harus on the track, harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan dan diridai Allah SWT,” ujar Oded. 

Selain itu, Oded mengimbau kepada para peserta untuk menjauhi korupsi.  

Menurutnya, korupsi dapat terjadi jika seorang ASN mendapatkan posisi, kesempatan, kebutuhan dan lainnya. Namun, korupsi dapat dihidari jika bisa menciptakan lingkungan kerja yang bersih.  

“Mari kita sama-sama saling mengingatkan. Ciptakanlah lingkungan yang bersih bersama-sama. Dengan cara saling mengingatkan diantara kita, dengan cara kasih sayang, maka kita akan kuat dari godaan,” imbuhnya.  

Oded berharap, para CPNS dan PPPK formasi 2019 dapat memberikan energi baru kepada Pemkot Bandung agar lebih baik lagi ke depanya.  

“Saya optimis kita semua pasti punya kompetensi. Tetapi apa artinya jika tidak didukung oleh kecerdasan moralitas. Itu yang harus kita hadirkan sama-sama,” pinta Oded. (Red).