Tuesday, December 11, 2018

Pengukuhan Ibu Raksakarini Sri Sena III/Siliwangi

Bandung,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono menghadiri pengukuhan Ny. Wiwik Tri Soewandono sebagai Ibu Raksakarini Sri Sena III/Siliwangi bertempat di Graha Tirta Siliwangi Jalan Bangka Bandung, Selasa (11/12).

Dalam sambutannya, Ny. Wiwik Tri Soewandono mengucapkan, " terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, mudah-mudahan saya dapat melaksanakan amanah sebagai Ibu Raksakarini Sri Sena III/Siliwangi dengan baik ".

" Sebagai seorang ibu, naluri keibuan senantiasa menyatu hati dengan anak-anaknya, sehingga dapat memberikan bimbingan dalam bertugas, mengabdi dan berkarier di lingkungan TNI AD, " ucapnya.

Diketahui bersama bahwa, " Ibu Raksakarini Sri Sena mengandung makna Ibu yang dipercaya sebagai pembimbing dan penuntun segenap Prajurit Korps Wanita Angkatan Darat, " tuturnya.

Ditambahkannya, " saya merasa terharu dan bangga bercampur bahagia, karena momentum pengukuhan selaku Raksakarini Sri Sena merupakan momentum pemberian kepercayaan, kehormatan dan sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik ".

Dijelaskannya,  sebagai seorang Prajurit Kowad dikatakan profesional, jika mampu melaksanakan tugas dan kewajiban dengan baik, memiliki etos kerja yang tinggi dan secara cermat mampu mengelola waktu dengan baik.

Selanjutnya ditempat yang sama, Ny. Tari Besar Harto Karyawan menyampaikan ucapan selamat dan turut bahagia atas pengukuhan Ibu Wiwik Tri Soewandono sebagai Ibu Raksakarini Sri Sena yang baru.

" Saya dikukuhkan menjadi Ibu Raksakarini Sri Sena tanggal 23 Maret 2018 yang lalu. Meskipun singkat, saya bisa melihat bahwa anggota Kowad yang ada di Kodam III/Siliwangi telah dapat melaksanakan tugas dan perannya dengan baik, " ungkapnya.

Oleh karena itu, saya ingin pesankan, " kepada seluruh anggota Kowad agar selalu dapat membagi waktu secara berimbang, mampu memilah dan memilih prioritas tugas kedinasan dengan tugas rumah tangga ".

Saya berharap, " mudah-mudahan dibawah bimbingan Ibu Wiwik Tri Soewandono, prestasi dan keberhasilan Kowad dapat ditingkatan lagi ".
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Kogartap II Menggelar Lepas Sambut Dangartap II/Bandung

Bandung,- Kogartap II/Bandung menggelar lepas sambut Dangartap II/Bandung dari Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han), kepada Mayjen TNI Tri Soewandono yang diselenggarakan di Aula Makogartap II Jalan Nias Kota Bandung, Selasa (11/12).

Setelah dilaksanakannya proses serah terima jabatan Pangdam III/Siliwangi dihadapan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa kemaren di Markas Besar Angkatan Darat  Jakarta maka, Mayjen TNI Tri Soewandono resmi menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi sekaligus sebagai Dangartap II/Bandung.

Pada sambutan perkenalannya, Dangartap II/Bandung Mayjen TNI Tri Soewandono menyampaikan bahwa jabatan yang kita sandang ini semua karena Allah, saya tidak minta-minta yang penting kita bekerja dan terus bekerja, apabila sudah tiba waktunya dan karena ijin Allah pasti jabatan itu akan diberikan “.

Selanjutnya, Mayjen Tri mencerita sejarah perjalanan dinasnya saat bersama-sama pak Besar yang kini menjadi Pangkostrad, ” kok bisa sama-sama, habis Danki kita sekolah terus saya di Pussenif beliau menjadi Wadan Yonif 330, sama-sama saat beliau Danyon Yonif 502 saya juga Danyonif 503 juga, jadi enggak tau memang garis tangan kita Tuhan yang ngatur, “ tuturnya.

Kemudian,” saya Dandim Malang Kota, pak Besar Dandim Kabupaten Malang, ini juga enggak tau padahal kita tidak punya cantolan dan tidak minta tolong kemana-mana kita ikuti aja nasib ini, kita prestasi aja, kita bekerja aja.

Pada saat saya menjabat Wadan Rindam V/Brawijaya, pak Besar jabat Kasrem Mojokerto, Kasrem Surabaya dan Waasops Kasdam V/Brawijaya. Sudah muter-muter kemana-mana, saat kesini saya menjadi Danpussenif sekarang menggantikan pak Besar lagi menjadi Pangdam III/Siliwangi.
Tuhan sudah mangatur, Inilah buah dari hasil kerja keras kita kalau kita bekerja sesuai dengan perintah pimpinan, “ ulasnya.

Saya berpesan, “ mari kita kerjasama, dengan adanya fak tugas pokoknya yang harus dilaksanakan oleh Garnisun, saya monitor sudah terlaksana dengan baik lanjutkan dan perlu ditingkatkan juga. Kita sama-sama kerjasama, karena intinya Garnisun itu bagaiman kita mengayomi semua satuan-satuan TNI yang ada disini, jangan sampai ada benturan, jangan ada perselisihan dan paling banyak itu kegiatan pemakaman karena saya pada waktu Dandim Malang ya seperti itu “.

Ditempat yang sama Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) yang saat ini menjabat sebagai Pangkostrad tersebut mengatakan, “ silih asah, silih asuh dan silih asih. Pilosofi ini sangat luar biasa dan merupakan salah satu dasar ilmu territorial serta berkembangnya territorial di TNI itu diambil dari kearifan lokal kehidupan Siliwangi “.

Tentara Siliwangi Hijrah ke Jawa Tengah dia membawa kearifan, kebenaran dan bakal satuan-satuan dijajaran TNI AD itu dari Siliwangi. Kostrad juga dari Siliwangi, juga satuan khusus yang dibentuk yaitu satuan Kopassus juga dari Siliwangi.

Dibentuknya Gartap II Bandung dan Cimahi adalah mengendalikan, membantu Pangdam III/Siliwangi selaku Dangartap II/Bandung, untuk memonitor dan mengawasi kehidupan TNI di Kota Bandung dan Cimahi karena sentralnya Cimahi dan Bandung tempatnya Tentara ( AD, AL, dan AU), disinilah fungsi kegarnisunan berjalan untuk menegakkan, mendisiplinkan dan mengawasi perilaku dari prajurit-prajurit yang ada diwilayah Garnisun.

Akhir kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan momerendum dilanjutkan penyerahan cendra mata dari Dangartap II/ Bandung Mayjen TNI Tri Soewandono kepada Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) dan Ketua IKKT Ny. Tari Besar Harto Karyawan.(Pendam III/Siliwangi)






By: Hendra

Sunday, December 9, 2018

Rekam Jejak Prestasi Gemilang Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) Menjadi Pangkostrad

Bandung,- Gerbong mutasi ditubuh TNI telah bergerak dan beberapa posisi strategis telah berganti. Salah satunya Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) yang ditujuk mengemban amanah menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tertanggal 29 November 2018 lalu.

Lebih kurang 9 bulan menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) mendapat amanah baru menjadi Pangkostrad ke - 40 setelah Jenderal TNI Andika Perkasa yang kini menjabat sebagai Kasad.

Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) lahir di Lubuk Sikaping Pasaman Sumatera Barat 31 Mei 1963 yang merupakan abituren Akmil tahun 1986 dari Kecabangan Infanteri itu akan menyandang pangkat Letnan Jenderal.

Mengawali karier dinas kemiliterannya, Harto berdinas dilingkungan Baret Hijau Kostrad. Harto merupakan Perwira yang pawai dan berpengalaman dalam operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan rekam jejak prestasi gemilang.

Danton Kostrad Terbaik 1988.

Pada tahun 1988, Pangkostrad saat itu Letjen TNI Wismoyo Arismunandar menetapkan Letda Inf Besar Harto Karyawan sebagai Danton terbaik Kostrad pada Apel Danton Terpusat Kostrad di Cilodong.

Merebut Hati Milisi Eks Tim- Tim dengan pendekatan humanis, 50 pucuk senjata pabrikan ilegal diserahkan dengan sukarela kepada Yon Linud 503/Ujwala Yudha dan Kemenangan Ton Tangkas.

Selanjutnya tahun 2000 saat menjadi Danyonif Linut 502/Ujwala Yudha melalui pendekatan  TNI manunggal bersama rakyat Letkol Besar Harto berhasil merebut eks milisi Tim-Tim, yang kemudian secara sukarela menyerahkan 50 pucuk senjatanya kepada Prajurit Pamtas Atambua Timor Timor.

Setahun kemudian pada 2001 Letkol Inf Besar kembali meraih prestasi, Batalyon dibawah pimpinannya berhasil meraih prestasi Juara II Pleton Tangkas se TNI AD.

Saat menjabat Dandim 0818/Kab. Malang tahun 2003,  Kodim yang dipimpinnya meraih Juara I Lomba Kodim Terbaik Tingkat Madya se TNI AD.

Dalam hal OMSP, aktif melaksanakan  kegiatan gebyar sosial kemasyarakatan tahun 2004, salah satunya gebyar 26 orang bersepeda di Malang.

Saat Waasops Kasdam V/Brawijaya tahun 2007, Besar menggelar gebyar sepeda 39 ribu orang dan setahun kemudian 28 ribu orang.

Saat menjabat Danpuspenerbad pada tahun 2007, Mayjen TNI Besar Harto Karyawan melakukan pembenahan doktrin di satuan Peberbad.

Pada tahun 2018 menjabat sebagai Pangdam III/Siliwangi prestasi yang diciptakannya adalah merangkul dan mendukung IPSI Jabar, menyatukan berbagai perguruan  pencak silat se Jabar dan Banten dengan merumuskan rangkaian jurus-jurus pamungkas pencak silat sebagai Bela Diri Militer Maung Siliwangi. Seiring dengan perjuangan mendaftarkan pencak silat ke Unesco sebagai salah satu warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia. Menjadikan pencak silat Militer Maung Siliwangi sebagai salah satu kemampuan profesional Prajurit Siliwangi yang akan datang.

Menjadikan jurus-jurus pamungkas pencak silat yang merupakan warisan  bangsa Indonesia sebagai kemampuan profesional prajurit petarung kedepannya.

Kiprah Sungai Citarum dimata dunia tertuju, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han), mengajak masyarakat dalam perubahan midset dengan menjadikan Sungai Citarum sebagai Serambi Depan Rumah Kita melalui penataan revitalisasi Sungai Citarum melalui Program Citarum Harum.

Hal ini menjadikan masyarakat sadar dan suka rela membongkar dengan sendirinya rumah dan bangunan liar disepanjang bantaran Sungai Citarum. Semua itu terlaksana dengan adanya pendekatan  humanis Prajurit Maung Siliwangi yang semenjak jaman perjuangan dahulu telah dikenal sangat merakyat.

Melalui pendekaatan ngadu bako dan tepas batur (saung depan rumah) sebagai kearifan lokal masyarakat sunda yang saling asah, saling asuh, saling asih dan saling mewangi.

Kini bantaran Sungai Citarum sudah menjadi ramah, sehingga masyarakat saling menikmati keindahan Sungai Citarum. Bantaran Sungai Citarum menjadi sarana bermain, rekreasi, sarana berolah raga, sebagai tempat bersosialisasi masyarakat serta taman yang indah telah difasilitasi disepanjang bantaran Sungai Citarum yang berdampak ekosistem pulih kembali.

Sikap tegasnya juga terlihat melalui tindakan pengecoran paksa terhadap puluhan saluran pabrik pembuang limbah beracun yang nasih saja membandel mencemari aliran Sungai Citarum yang kian semakin mewangi.

Diharapkan kelak 7 tahun kedepan, disepanjang Sungai Citarum akan ditumbuhi pohon bunga flamboyan yang mekar memerah indah mewangi sehingga bunga flamboyan dijadikan icon Jawa Barat.

Membawa Prajurit Siliwangi dalam kiprah kepemimpinannya, menjadikan masyarakat sebagai sadulur salembur, sadapur, sasumur dan sakasur dengan pengertian positif kedekatan Prajurit Siliwangi dengan rakyat sekitar, hidup bekerja bersama dan bermalam diteras depan rumah warga.

Kemudian menggelar event lari lintas alam Citarum Harum dengan melibatkan 50 ribu pelari dan masyarakat untuk memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat tentang cinta lingkungan hidup di Hulu Sungai Citarum Situ Cisanti.

Selanjutnya, menggelar Gebyar Mancing Mania Citarum Harum untuk membuka mata dunia bahwa dalam tempo 3 bulan Sungai Citarum yang dulu dikenal sebagai sungai terkotor di dunia dengan tumpukan beraneka sampah dan limbah yang mencemari, kini telah layak dipancing kembali.
Faktanya event Gebyar Mancing Mania Citarum Harum telah melibatkan lebih dari 72.540 ribu pemancing disepanjang 7 km bantaran Sungai Citarum.

Tak pelak event memancing tersebut mendapatkan prestasi dan pengakuan dari Museum Rekot Indonesi (Muri) sebagai penyelenggara pemancing yang terbanyak.

Kemudian di Hari Pahlawan 10 Nopember 2018, bersama masyarakat Jawa Barat turut memeriahkan Peringatan Hari Pahlawan dengan melibatkan 25 ribu peserta gowes sepeda santai.

Melalui konsep kearifan lokal diatas, terbukti Kodim 0603/Lebak  berhasil menerima penyerahan senjata milik masyarakat sebanyak 92 pucuk, kemudian pasukan Yonif 320/BP dalam kegiatan latihan pra tugasnya berhasil mengambil hati rakyat di Lebak Banten, yang akhirnya masyarakat secara suka rela menyerahkan 32 pucuk senjata api locok miliknya kepada Prajurit Siliwangi dan hingga sampai saat ini satuan tersebut juga diterima kehadirannya diperbatasan Kalimantan Barat. Yang juga masyarakat setempat menyerahkan senjata mereka secara sukarela kepada Prajurit Maung Siliwangi yang bertugas diperbatasan sebanyak 76 pucuk .

Pendekatan humanis itu menjadikan masyarakat diwilayah perbatasan Kalbar - Malaysia meminta secara khusus kepada TNI AD agar pamtas pengganti selanjutnya tetap dari Kesatuan Kodam III/Siliwangi.

Atas permintaan masyarakat sekitar perbatasan tersebut, saat ini Yonif Raider 301/PKS telah dipersiapkan untuk berangkat tugas ke Perbatasan Kalbar - Malaysia untuk menggantikan Satgas Yonif 320/BP yang akan kembali selesai melaksanakan tugasnya.
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Saturday, December 8, 2018

Pangdam III/Siliwangi Tanda Tangani Nota Kesepakatan Kerja Sama Dengan IPSI Prov Jabar

Bandung,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) menandatangani Nota kesepakatan  kerja sama latihan Pencak Silat Militer Maung Siliwangi Kodam III/Siliwangi dengan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Prov. Jabar di RM. Clony Corner Jalan Sumatera Bandung kemaren, Jumat (7/12).

Kerja sama ini ditandatangi mengingat Indonesia sangat kaya terhadap seni dan budaya tentang kearipan lokal diantaranya pencak silat yang harus dijaga dan dipertahankan.

Ketua IPSI Jabar Phinera Wijaya mengatakan, " kita meresmikan karya kita bersama tentang Pencak Silat Militer yaitu Pencak Silat Maung Siliwangi ".

Penting diingat kedepannya, kita harus menyamakan visi dan misinya serta tujuan untuk menjaga keutuhan NKRI dimasa depan.

" Upaya ini sudah kita awali didalam pencak silat Militer, sebagai sebuah langkah nyata bagi bangsa. Kedepannya untuk terus dapat bekerja sama dalam pengembangan Pencak Silat Militer.

Ditempat yang sama Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han), mengatakan, " Hari ini kita sepakat untuk bekerjasama membangun IPSI kedepan khususnya Pencak Silat ".

" Budaya-budaya kita punya tradisi yang sangat erat kaitannya dengan bela begara, dimana masing-masing suku punya tari perang dari dulu, " ulas Pangdam.

Dilanjutkannya, pencak silat sudah mulai diakui menjadi budaya dari berbagai negara tetangga kita. Oleh sebab itu, upaya IPSI Jawa Barat dalam rangka menerobos untuk mengenalkan kepada mata dunia Interbasional bahwa pencak silat merupakan tradisi budaya asal bangsa Indonesia, " jelasnya.

" Ini adalah upaya-upaya yang sangat luar biasa dan bagus sekali untuk bisa diakui oleh UNISCO, " tuturnya.

Saya yakin dan berkeyakinan, upaya dalam rangka memperjuangkan pencak silat sebagai hasanah budaya bangsa Indonesia asalnya budaya bangsa Indonesia, pasti bisa diwujudkan dan bisa diterima oleh UNISCO dengan tambahan beban persyaratan lain terkait dengan masalah penyebar luasan pencak silat ini diberbagai negara nantinya, " imbuhnya.

Ditambahkannya, kita kedepan harus fleksibel menerima dan mengadopsi dari ilmu-ilmu bela diri dari luar tidak masalah, yang dimiliki oleh beberapa negara lain ".

Pencak silat adalah  bagian dari olah raga yang menyehatkan badan, dari budaya-budaya kita yang sangat besar ini sekaligus dalam rangka membekali diri, kehormatan apabila dia diganggu, " ungkapnya.

Dari landasan tersebut, " saya mencoba mencari kemampuan- kemampuan dari kearipan lokal yang ada di Indonesia untuk membekali prajurit-prajurit. Karena prajurit-prajurit TNI memang dia disiapkan sebagai pagar Nusa Bangda dan Negara, " tuturnya.

" TNI harus kuat, untuk bisa kuat tetap harus diisi dengan kemampuan profesionalisme dan disegani oleh lawan, dan disegani oleh kawan sendiri, " tegasnya.

Saya harapkan, " dalam memberikan suatu kepelatihan kita harus bisa menemukan satu metode yang tepat dan metode yang cepat untuk melatih secara benar ".

" Tidak ada yang tidak bisa kita lakukan, kalau kita punya kemauan, kalau kita punya keinginan, kalau kita punya tekad dan kita punya semangat, " tandasnya.

" Biarkanlah TNI yang kedepan karena tugas dan tanggung jawab, rakyat sebagai tenaga cadangan yang siap membantu dan mendukung yang kita untuk memperjuangkan bangsa ini dengan tidak harus dengan cara-cara Militer, " harapnya.

Akhirnya, Pangdam III/Siliwangi katakan, " saya ucapkan terima kasih dan bangga saya pada IPSI dan para pendekar yang telah mau urun rembuk membangun kemampua-kemampuan, menggali kemampuan-kemakpuan pencak silat ini menjadi satu kemampuan khusus.
(Pendam III/Siliwangi).








By: Hendra

Wednesday, December 5, 2018

Satgas Pamtas Yonif 320/BP Menerima Penyerahan Senjata

Kapuas Hulu,- Pos Langau 1 Satgas Pamtas Yonif 320/BP Kodam III/Siliwangi menerima penyerahan 1 pucuk senjata di Dusun Langau Kapuas Hulu kemaren, Selasa (4/12).

Senjata yang diserahkan tersebut berupa 1 pucuk senjata rakitan laras pendek jenis pistol masih dalam kondisi aktif. Senjata tersebut milik Thomas (38) warga Dusun Langau Kecamatan Puring Kencana Kapuas Hulu  yang diserahkan dengan sukarela tidak ada paksaan dari siapapun.

Penyerahan senjata tersebut berawal dari kegiatan yang dilakukan oleh Danpos bersama Kopda Herman yaitu anjangsana dan penyuluhan tentang kepemilikan dan bahaya senjata api.
Karena memiliki senjata api ilegal akan berurusan dengan hukum.

Kata Thomas, " penyerahan senjata atas kesadaran sendiri dan memiliki senjata api ilegal merupakan pelanggaran, selain itu atas rasa simpati terhadap Prajurit Siliwangi yang bertugas di Pos Langau 1 karena sering membantu masyarakat ".

Danyonif 320/BP Letkol Inf Imam Wicaksana mengatakan, " Satgas Pamtas RI - Malaysia Yonif 320/BP Kodam III/Siliwangi selain melaksanakan tugas Operasi Militer Perang (OMP), Satgas juga melaksanakan
tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) melalui bakti sosial, karya bakti, anjangsana, pengobatan gratis dan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat setempat, " jelasnya.
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Danrindam III/Siliwangi Tutup Dikjurtaif Abit Dikmata TNI AD TA. 2018

Bandung,- Danrindam III/Siliwangi Kolonel Inf Indarto Kusnohadi, S.IP, S.H, M.A, M.H, menutup Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri (Dikjurtaif) abituren Dikmata TNI AD Gelombang I Tahun 2018 di Lapangan Upacara Makorindam III/Siliwangi Jalan Menado Bandung, Rabu (5/12).

Pendidikan ini diikuti 138 orang mantan siswa Dikjurtaif abituren Dikmata TNI AD Gelombang I tahun 2018 dan hari ini telah dinyatakan lulus menjadi seorang Prajurit Infanteri yang sudah dibekali dengan tehnik dan taktik keilmuan kecabangan Infanteri.

Danrindam III/Siliwangi Kolonel Inf Indarto Kusnohadi mengatakan, " Keberhasilan ini hendaknya dijadikan motivasi untuk meningkatkan semangat serta tekad pengabdian dalam melaksanakan tugas yang diemban disatuan tempat bertugas.

" Namun, dengan keberhasilan tersebut jangan cepat merasa puas, karena setelah pendidikan ini kalian dituntut untuk dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang telah kalian terima selama pendidikan ".

" Sebagai Prajurit TNI AD yang berkecabangan Infanteri, yang perlu kalian ketahui adalah, satuan Infanteri tersebar diseluruh wilayah Indonesia sampai dengan kepelosok-kepelosok NKRI, " tuturnya.

Jangan menjadi hambatan dan kecil hati dengan berpangkat Prada, karena tidak menutup kemungkinan kedepan bisa menjadi Pimpinan dibagian masing-masing, " jelasnya.

Lanjut Danrindam, " pendidikan kejuruan Tamtama Infanteri dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan dan pengembangan agar memiliki sikap dan perilaku sebagai Prajurit sapta marga, sumpah prajurit dan 8 wajib TNI yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar kecabangan Infanteri ".

Ditambahkannya, " Sebagai Prajurit Infanteri kalian harus dapat meningkatkan profesionalisme keprajuritan dengan melestarikan budaya belajar dan berlatih guna mewujudkan kesiapan operasional satuan ".
Danrindam III/Siliwangi Kolonel Inf Indarto Kusnohadi, S.IP, S.H, M.A, M.H, berpesan, " ingat apa yang ada didada kirimu bertulisan TNI AD,  huruf " N " yang berarti Nasional dengan arti bahwa 138 orang ini siap ditempatkan diseluruh Indonesia  dan siap ditempatkan dimana saja ".

Akhirnya, mantapkan etika keprajuritan, hindari pelanggaran sekecil apapun yang dapat mencoreng dan  merugikan nama baik satuan, keluarga dan diri pribadi," harapnya.
(Pendam III/Siliwangi).







By: Hendra

Tuesday, December 4, 2018

Wakasad Memberi Ceramah Dan Pembekalan Kepada Pasis Dikreg XLV TA. 2018

Bandung,- Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, S.Sos, M.Si memberikan ceramah dan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Dikreg XLV Tahun 2018 bertempat di Mako Sesko TNI Jalan R.A.A Martanegara Bandung, Selasa (4/12).

Kegiatan ini diikuti 150 orang Pasis yang terdiri dari 59 orang AD, 42 orang AL, 38 orang AU, 6 orang Kepolisian dan 5 orang dari negara sahabat yaitu Malaysia, Singapore, India, Australia dan Madagaskar.

Mengawali kegiatan tersebut, Dirbinjemen Sesko TNI Brigjen TNI Dwiyanto terlebih dahulu memberikan sambutannya sekaligus menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, S.Sos, M.Si dan Dansesko TNI Laksda TNI Dedi Muhibah Pribadi, S.H, MAP atas kesediaannya untuk memenuhi undangan Lembaga untuk memberikan ceramah kepada Pasis Dikreg XLV Sesko TNI TA. 2018.

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, S.Sos, M.Si pada ceramahnya menyampaikan tentang kebijakan dan strategi pembinaan Angkatan Darat dalam menghadapi arus perubahan di zaman sekarang.

" Materi ini sangat penting dan sangat relevan mengingat kita sekarang berada ditengah tingginya dinamika lingkungan strategis baik regional maupun Internasional, " ulasnya.

Ditambahkannya, " arus perubahan yang demikian cepat dapat mengancam kedaulatan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dimana situasi tersebut menuntut adanya sinergi dan interoperability dari seluruh komponen pertahanan guna mewujudkan kekuatan pertahanan yang solid dan memiliki daya tangkal yang kuat terhadap setiap ancaman terutama yang bersifat multidimensional ".

Ancaman yang akan kita hadapi bersama di TNI AD tentang kebijakan dan strategis pembinaan kekuatan serta manajemen internal yang dilaksanakan dilingkungan AD.

Bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan baik ditingkat regional maupun global, kita dikelilingi oleh kekuatan-kekuatan besar yang terus berpacu untuk mempertahankan ekonomi, teknologi dan informasi serta dibidang komunikasi juga telah menempatkan Negara kita sebagai sasaran Cyber.

Berdasarkan laporan Indonesia Cyber Security Report tahun 2018, serangan cyber telah mencapai kurang lebih 205,6 juta serangan di tahun 2017, dan angka tersebut diprediksi akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

Selain itu adanya paham-paham radikal yang menyebar melalui jaringan internet dan media sosial, sementara itu kita juga mengikuti perkembangan issu perang dagang antara Amerika dan Cina yang membawa dampak pada kelesuan ekonomi global termasuk didalamnya juga negara Indonesia.

" Saat ini TNI masih belum proporsional dihadapkan pada kondisi geografi Indonesia sebagai negara kepulauan. Sebagai negara kepulauan, sebagian besar gelar kekuatan masih terpusat di Jawa dan Sumatera, sementara di wilayah Indonesia Tengah dan bagian Timur Sulawesi, Papua, NTB dan NTT juga belum merata dan belum lengkap, " ungkapnya.

" Dalam menghadapi berbagai ancaman dan tugas, TNI menyusun kebijakan dan strategi pembinaan kekuatan yang didalamnya meliputi bidang pembinaan, organisasi, personil materil, fasilitas pendidikan latihan dan tentunya adalah doktrin, " lanjutnya.

" Perubahan minset dan culture yang bersifat melayani guna mendapatkan hasil yang baik didalam pelaksanaan tugas terutama pada lingkungan kompetisi sederhana dan bebas dari korupsi, " jelasnya.

Akhirnya, " apa yang sudah didapat para Pasis di Sesko TNI ini, agar di implementasikan didalam melaksanakan tugas sehari-hari, " harap Wakasad.
(Pendam III/Siliwangi).








By: Hendra