Saturday, July 9, 2022

Sidak ke Lokasi Pergudangan, Sektor 6 Satgas Citarum Temukan Ratusan Karung Limbah Plastik PT MAP

 

BANDUNG – Terletak di kawasan Industri Pergudangan De Prima Terra Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Sektor 6 Satgas Citarum Harum melakukan Sidak Gudang-gudang milik perusahaan industri.

Petugas TNI dari Sektor 6 juga melakukan pendataan mengenai peruntukan gudang-gudang tersebut.

Berdasarkan pentauan dilokasi, Satgas Citarum Sektor 6 menemukan gudang milik PT Multi Adira Plasindo (MAP) yang menyimpan puluhan karung limbah gilingan plastik.

Sidak yang dipimpin langsung oleh Peltu Ade Nursaiman itu, disimpulkan bahwa kawasan pergudangan di De Prima Tegalluar terdapat 200 tempat yang dijadikan pergudangan oleh perusahaan Industri.

Kendati begitu, ketika dilakukan monitoring, kawasan gudang tersebut kondisinya sangat kumuh dan banyak ceceran minyak diselokan. Terutama sampah plastik banyak berserakan.

“Saya juga melihat kawasan yang luas ini sangat kotor, ada seperti minyak lemak dan bercak lainnya, terutama sampah plastik sisa makanan dan pengendapan lumpur sedimentasi yang cukup tinggi” ungkap Ade.

Ketika melakuan sidak di gudang milik PT MAP yang bergerak dipengelolaan limbah plastik, kondisinya sangat tidak terawat dan berdebu.

Selain itu, hasil pembuangan dari proses pembersihan limbah plastik, tidak memiliki pengelolaan limbah. Padahal sangat jelas limbah plastik ini mengandung karbon. Apalagi limbah plastik ini berasal dari kabel-kabel bekas.

‘’Jadi sidak kali ini, Satgas Sektor 6 melakuan monitoring untuk mengingatkan kepada perusahaan-persusahaan yang memiliki gudang agar menjaga lingkungan,’’Kata Ade.

Selain itu, lanjut Ade, monitoring dilakukan agar perusahaan yang memiliki gudang tidak membuang limbahnya ke aliran sungai. Jika teguran ini diindahkan maka pihaknya tidak segan-segan untuk menindak.

Mendapat teguran dari Satgas Citarum Sektor 6. Perwakilan PT MAP yang bernama Michel mengaku, bahwa gudang penyimpanan limbah kabel plastik merupakan bahan baku untuk diolah kembali.

Limbah olahan kabel plastik ini sudah melalui proses penggilingan dengan berbentuk serbuk dan mudah terbawa angin.

Dia mengaku, pernah dikomplain oleh masyarakat karena sebuk limbah olahan membuat lingkungan sekitar berdebu. Namun, pergudangan miliknya sudah diperbaiki dengan menutup rapat seluruh ventilasi.

“ini debu karbon hitam yang banyak numpuk di produksi, dan itu bisa di pakai. Dulu memang debunya keluar dan pernah di komplen, namun saat ini kita tutup agar debu karbon tidak terbang ke luar, “ucapnya.

Sementara itu, untuk air cucian dan gilingan limbah kabel plastik ditampung terlebih dahulu dan dimasukan ke dalam drum dan dikirim ketempat pengelolaan IPAL.

‘’Jadi disimpan dulu di drum lalu di angkut mobil pick up keluar, kadang 1 bulan sekali, dan yang di tempat produksi yang sudah memiliki IPAL,’’ ujarnya.

‘’Untuk air yang terbawa keluar cuma dikit, dan itu air bilasan kabel plastik saja, karyawan pun sudah pernah kita kasih K3, minimal masker, namun mereka terbiasa kerja seperti itu, pakai masker katanya engap, “tambahnya lagi.

Sektor 6 Sidak dan Pendataan, PT MAP Diduga Bisa Cemari Lingkungan, DLH Diminta Cek Bersama

 

Kab Bandung, Warnus – Kawasan Industri De Prima Terra Tegalluar Bojongsoang di data Satgas Citarum Harum Sektor 6. Kawasan yang dulunya pergudangan berganti menjadi industri, dalam giatnya satgas citarum melakukan sidak sekaligus pendataan pabrik atau gudang yang ada di dalam kawasan tersebut, Kamis (07/07).

Tampak di lokasi Kawasan Industri Peltu Ade Nursaiman bersama jajaran sedang melakukan sidak dan pendataan yang menjadi teritorial sektor 6. Satgas citarum melakukan monitoring di dalam kawasan, dan salah satunya pabrik gilingan plastik Limbah Kabel Pt. Multi Adira Plasindo (MAP).

Menurut Peltu Ade Nursaiman yang menjadi suara Dansektor 6 Kol Arh M. Zaini mengatakan, “kawasan industri ini bukan hanya satu pabrik, tetapi sekitar 200 Pabrik atau gudang, berdasarkan informasi dari pihak pengelola kawasan industri de prima terra.

“Saya juga melihat kawasan yang luas ini sangat kotor dan kumuh, tampak paritnya penuh sampah dan juga ada sebagian seperti minyak lemak dan bercak lainnya, terutama sampah plastik sisa makanan dan pengendapan lumpur sedimentasi yang cukup tinggi” ungkap Ade.

Kita juga, lanjut peltu ade, “meninjau masuk Pt. MAP yang bergerak di bidang gilingan plastik kabel, yang dulu juga pernah kita sidak, di ketahui Pt MAP sangat kotor dengan banyaknya debu karbon sisa penggilingan kabel plastik, belum lagi hasil dari cucian plastik, yang sempat limbah cuciannya keluar masuk aliran parit beberapa waktu lalu.

Hari ini, kita kembali melakukan monitoring agar hal-hal yang sifatnya berpotensi mencemari sungai dan lingkungan, pelaku industri harus melakukan evaluasi maksimal agar tidak mencemarkan lingkungan dari hasil olahan limbahnya.

Michel perwakilan dari Pt MAP menjelaskan, “ini debu karbon hitam yang banyak numpuk di produksi, dan itu bisa di pakai. Dulu memang debunya keluar dan pernah di komplen, namun saat ini kita tutup agar debu karbon tidak terbang ke luar, “ucapnya.

“Air cucian dan gilingan limbah kabel plastik yang masuk di drum memang di angkut mobil pick up keluar, kadang 1 bulan sekali, dan yang di tempat produksi ada ipalnya, air tang terbawa keluar cuma dikit, dan itu air bilasan kabel plastik saja, karyawan sudah pernah kita kasih K3, minimal masker, namun mereka terbiasa kerja seperti itu saja, pakai masker katanya engap, “kata michel. (Red)

Friday, June 10, 2022

Kolaborasi Satgas Citarum Harum Sektor 6 dan Kapolsek Baleendah Beserta Jajarannya Dalam Giat Pembugarkan Tugu Juang Baleendah.

 





Kab. Bandung. Wartanusantara Jabar – satgas citarum harum sektor berkolaborasi dengan Kapolsek Baleendah beserta jajarannya, laksanakan pembugaran tugu juang baleendah dalam hal ini membersihan dan merapikan sekitar Tugu juang di Baleendah kab. Bandung.

Kolaborasi kepedulian antara TNI dan Polri patut diapresiasi guna memberikan stimulus langsung terhadap warga sekitar tugu juang Baleendah untuk menjaga kelestarian ikon sejarah yang masih ada di wilayah Baleendah, kab. Bandung.

Kegiatan TNI POLRI ini didukung penuh oleh semua ketua RW se baleendah, Babinsa baleendah, babinkamtibmas, pihak kecamatan baleendah dan beberapa kelompok masyarakat yang tergabung dalan sebuah komunitas, paguyuban sunda dan LSM, mereka ikut membersihkan rerumputan dan sampah yang kemudian diangkut langsung ke tempat pembuangan yang semestinya, dalam hal ini mereka ikut peduli dan meringankan kegiatan TNI dan POLRI. 

Kompol Sungkowo selaku Kapolsek Baleendah mengatakan : “kami dari pihak polsek Baleendah dan dari TNI satgas citarum harum sektor 6, bukan sekedar memperingati hari bayangkara yang ke 76, terlebih kami memberi stimulus kepada warga sekitar untuk menjaga dan melestarikan ikon sejarah yang ada disini. Saya selaku kapolsek baleendah mengucapkan terimakasih tanpa kecuali untuk sumbangsih tenaga dari setiap orang yang ambil bagian dalam kegiatan hari ini. Ujarnya.” 

Enjas sebagai komandan sub 07 Baleendah sektor 6 mengatakan, “saya selaku komandan sub 07 sektor 6 baleendah, sangat menghargai sekali dengan adanya kolaborasi antara TNI dan POLRI yang siap terjun langsung ke lapangan, untuk memberikan stimulus kepada warga yang menyaksikan giat ini. Tujuannya ya supaya mereka juga memiliki kepedulian yang sama untuk menjaga kebersihan terutamanya disini kan ada tugu juang sebagai ikon sejarah yang ada di baleendah. Sewajarnya warga sekitar juga bisa menjaga dan melestarikannya. Tanpa mengesampingkan tugas dan fungsi kami TNI – POLRI, hal kecil seperti kepedulian terhadap kebersihan ini perlu sosialisasikan dan direalisasikan secara nyata”. Ujarnya.

Dadik selaku Babinsa wilayah Baleendah, menyambung pembicaraan “ sosialisasi-sosialisasi seperti ini yang memang seharusnya terus dilakukan, jika hanya dalam bentuk dialog saja ya sulit untuk menerapkan dan sulit juga untuk memberi stimulus kepada warga, disamping mungkin SDM yang kurang memadai, kepeduliannyapun sangat minim. Giat seperti ini yang mungkin bisa secara langsung memberi stimulus kepada warga untuk terjun langsung, atau ikut serta dalam berbagai kegiatan seperti yang sedang kita lakukan sekarang. Sebagai bukti nyata ada saja warga yang ikut serta meski mereka tergabung dalam sebuah kelompok-kelompok tertentu. Tapi esensinya adalah kepedulian mereka nyata kami saksikan bisa bersama2 dengan TNI POLRI dalam giat hari ini”. Ujarnya.

Tuesday, May 31, 2022

Komandan Sektor 6 Citarum Harum Kol. Arh Mohamad Zaini, S.I.P., M.Sos : Hadiri dan Sosialisasikan Terkait Program Citarum Harum Dalam Acara Pagelaran Budaya dan Adat Istiadat Sunda







Kab. Bandung. Wartanusantara Jabar - Komandan sektor 6 citarum harum  Kol. Arh Mohamad Zaini,S.I.P., M.Sos menghadiri pagelaran budaya dan adat istiadat sunda dan sekaligus mensosialisasikan terkait citarum harum kepada warga mekarsari RT 07/23 Baleendah kab. Bandung.

Kehadirannya memberikan motifasi baik untuk masing2 individu sundanis untuk terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya sebagai warisan para Leluhur orang sunda.

Kehadirannya ditengah-tengah pagelaran budaya sunda tersebut, beliau di undang keatas podium untuk menyampaikan beberapa hal penting yang perlu di ketahui oleh warga setempat.

Mohamad Zaini mengatakan : “selayaknya sebagai individu sundanis perlu menjaga dan melestarikan budayanya sebagai warisan para leluhur atau para pendahulunya, sebagai individu yang memegang erat adat dan budaya perlu juga memberikan stimulus kepada sesamanya untuk melestarikan budaya sunda yang menjadi salah satu dari sekian banyaknya asset budaya di Indonesia”. Selanjutnya, Dalam hal ini saya selaku komandan sektor 6 citarum harum tak lupa juga mengingatkan kepada kita semua untuk menjaga lingkungan untuk tetap baik, alangkah baiknya jika hal ini menjadi budaya kita sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dari segala hal yang mencemarkan. Budaya kepedulian terhadap lingkungan inipun sepertinya mulai pudar, disinilah kita hadir untuk memberikan stimulus kepada setiap individu untuk membudayakan kelestarian lingkungan. Ujarnya.”

Pagelaran budaya sunda saat itu dihadiri oleh banyak eleman dari berbagai padepokan/perguruan khas sunda, serta paguyuban kasundaan.


Enjas sebagai komandan sub 07 Baleendah sektor 6 mengatakan, “sya sangat mendukung acara pagelaran budaya adat sunda, karena dengan mereka menjaga dan melestarikan adat dan budaya sunda ini bisa mempererat tali persaudaraan dan disisi lain kami selaku satgas citarum harum sektor 6 menghadiri undangan dan memberi sosialisasi terkait dengan program citarum harum sesuai dengan program kenegaraan yang diatur dalam Perpres”. Ujarnya.

Salah satu pemilik padepokan yang sering di sebut dengan abah dedy mengutarakan “ kami mewakili suku sunda berupaya menjaga dan melestarikan budaya dan adat istiadat sunda, kalo bukan kita ya siapa lagi, karena jatidiri sunda sejatinya adalah pewaris adat dan budaya dari para pendahulu. Disini kami juga mengundang komandan sektor 6 untuk menghadiri dan menyampaikan beberapa poin penting mengenai kepedulian menjaga adat dan budaya serta kebudayaan menjaga dan melestarikan lingkungan”. Ujarnya.

Thursday, March 17, 2022

HRD CV Sungai Indah Majalaya Diduga Lecehkan Karyawannya, Beni FM Pabrik Coba Tutupi Masalah

Kab Bandung, Warta Nusantara Jabar - Seorang karyawan remaja putri alami takut dan trauma pasalnya mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari atasan pabrik Cv. Sungai Indah yang berlokasi di Jl. Raya Laswi No.124, Padamulya, Kecamatan Majalaya. Diduga korban (22) tahun mendapatkan perlakuan pelecehan (asusila) dari HRD berinisial SN sebagai atasannya, Kamis (17/03). 

Kronologisnya, Bahwa atasan nya yang berjabatan HRD berinisial (SN) melakukan pelecehan seksual terhadap bawahannya bunga. Tindakan tersebut sudah sering terjadi, namun pihak korbanya tak berani bercerita kepada keluarganya, dengan ancaman atau beralasan bahwa ini adalah pekerjaan. 

Menurut keterangan korban, sebut saja bunga menjelaskan, "mungkin awal-awal saya menganggap itu adalah candaan, namun seiring berjalanya waktu yang lama dia semakin berani. 

Saya diperlakukan kurang pantas dengan cara SN memegang bokong saya, dan saya juga diminta untuk menemani dia keluar atau jalan ke suatu tempat, bahkan saya juga di minta untuk ajari dia bahasa inggris (les), dan kadang pulang larut, namun dirinya sering merayu saya, padahal saya sudah punya kekasih (tunangan), "ungkap bunga. 

"Padahal dia sudah tau saya sudah punya pasangan, dan dia juga sudah beristri, namun tetap saja selalu menggoda saya, bahkan sentuh-sentuh saya dan pernah berusaha memeluk saya, saya jadi takut. Ditambah lagi ada ejekan pada tunangan saya dengan kata-kata yang kurang pantas, lalu hal ini saya adukan pada orang tua saya dan tunangan saya. 

Pihak keluarga korban pun langsung menuju ke pabrik tersebut untuk meng Konfirmasi. Setelahnya, Pihak dari pelaku tersebut pun tak berani mununjukan dirinya, dan hanya diwakili oleh Beni selaku Jabatan yang tertinggi. 

Saat di konfirmasi langsung dan di saksikan aparat setempat Bhabinkamtibmas dan Babinsa wilayah dan beberapa keamanan security pabrik yang bersangkutan tidak hadir, padahal pihak korban hanya ingin minta penjelasan dan juga minta pertanggung jawabkan atas dugaan pelecehan. 

Bunga menambahkan, mulai dari pegang-pegang tangan, pegang kepala, mengelus pipi, rambut, dan yang buat saya memuncak dia memegang pantat saya, sampe ngajak main dan liburan ke pantai berdua" Ucapnya. 

Pihak korban pun menanyakan dimana keberadaan (SN) agar situasi dan kondisi pun tak memanas dengan adanya keterangan yang jelas. 

"Saya tanya dimana keberadaan orang ini (SN), jangan mencoba untuk melindungi atau menyembunyikan nya, ini masalah harga diri yah, jangan di sepelekan" Ucap (HN) Tunangan dari korban. 

Beni pun mengatakan "sebelumnya saya hadir dengan memakai nama perusahaan dan bukan nama pribadi, Saya tidak tahu, kayanya diluar, Karna belum menemuinya sama sekali hari ini. 

Dan Korban pun memberitahu kepada keluarganya bahwa pelaku sedang ada di dalam pabrik, dan Beni sedang berbohong mencoba untuk melindunginya. 

Lalu tunangan dari sang korban pun menanyakan kembali, "Dimana pria ini, jika kamu berbohong dan mencoba melindunginya, kamu akan ikut imbasnya" 

"Baik saya akan jujur, iyah (SN) memang berada di dalam pabrik, maaf saya berbohong, karena ini menyangkut nama baik perusahaan juga, "ujar Beni. 

Situasi pun semakin memuncak, Pihak korban menghindari adanya tindakan yang tidak diduga nantinya, dan melanjutkan tindakan kepada kepolisian dan menyerahkan untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut. (Red)

Monday, January 3, 2022

Larangan Eksport Batubara Untuk Bangkitkan Sektor Angkutan Laut Domestik



Jakarta, Warnus - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengeluarkan surat Nomor B- 1605/MB.05/DJB.B/2021 tanggal 31 Desember 2021, tentang hal Pemenuhan Kebutuhan Batubara untuk Kelistrikan Umum. Diikuti dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara juga mengeluarkan surat  Nomor B- 1611/MB.05/DJB.B/2021 tanggal 31 Desember 2021, tentang hal Pelarangan Penjualan Batubara ke Luar Negeri, Senin (03/01). 

Surat yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM terkait pelarangan sementara ekspor batu bara itu juga diperkuat dengan dikeluarkannya surat dari Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada tanggal yang sama yaitu 31 Desember 2021. Surat dengan Nomor UM.006/25/20/DA-2021 tersebut berisikan pelarangan sementara pengapalan ekspor muatan batu bara tersebut. 

Surat ditujukan kepada para Direktur Utama Perusahaan Angkutan Laut Nasional dan para Direktur Utama Perusahaan Nasional Keagenan Kapal untuk tidak melayani pengapalan muatan batu bara yang akan diekspor dengan kapal yang dimiliki/dioperasikan dan/atau diageni selama periode 1 Januari s.d. 31 Januari 2022. 

Surat pelarangan sementara ekspor batubara mendapat tanggapan positif dari Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M. Mar, Pengamat Maritim dan Pengurus dari Dewan Pimpinan Pusat Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI). 

"Semua pihak harus bisa memahami dan mematuhi apa yang dilakukan oleh pemerintah untuk pelarangan ekspor sementara batubara," katanya kepada media di Jakarta. 

"Apalagi ini untuk mendukung ketahanan energi nasional. Berdasarkan Pasal 1 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, yang dimaksud dengan ketahanan energi adalah suatu kondisi terjaminnya ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi pada harga yang terjangkau dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap lingkungan hidup," sambung Capt. Hakeng yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pertambangan di Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI). 

Disamping mendukung ketahanan energi, langkah yang diambil Pemerintah juga akan menghidupkan kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan transportasi angkutan laut, terutama bagi Kapal-kapal pengangkut batubara ke berbagai daerah pertambangan batubara di Indonesia dengan tujuan ke pelabuhan yang terdekat dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap PT PLN. 

"Saya memberikan suport terhadap langkah Menteri ESDM dengan menghentikan pengapalan batubara untuk ekspor saat ini. Saya juga mendukung, karena secara tidak langsung akan menggerakan perekonomian lokal terutama di sektor maritim, "ucapnya. 

Karena dengan begitu, utilisasi kapal-kapal pengangkut batubara di dalam negeri bisa lebih dimaksimalkan. Saya melihatnya sebagai sebuah stimulus dan kado tahun baru bagi Pengusaha Kapal Domestik di Indonesia dari Pemerintah, terutama bila dikaitkan dengan efek Pandemi Covid-19 yang masih dirasakan oleh para Pengusaha," ujar Capt. Hakeng. 

Capt. Hakeng juga meminta kebijakan ini bisa lebih tegas lagi, apalagi Pemerintah sebetulnya telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 139.K/HK.02/MEM.B/2021 yang mengatur lebih spesifik tentang kewajiban pemenuhan batubara untuk kebutuhan dalam negeri, yaitu minimal 25% dari rencana produksi yang disetujui dan harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum sebesar US$70 per metrik ton. 

"Untuk itu Pemerintah perlu menegaskan kepada pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau IUP Khusus tahap kegiatan Operasi Produksi untuk patuh terhadap pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri, "paparnya. 

Jika Kepmen itu dipatuhi, maka pengangkutan batubara melalui laut bisa terus berjalan secara berkesinambungan. Pengusaha angkutan laut dalam negeri juga dapat bertahan karena armadanya beroperasi dan memberi efek juga ke para pelaut yang bekerja di kapal-kapal tersebut. Ingat, kepentingan nasional harus lebih diutamakan. Berapa pun nilainya, ketahanan energi nasional harus diutamakan," tegas Capt. Hakeng. 

Dirinya juga mendukung ketegasan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Hubungan Laut. "Langkah Hubla dengan meminta para Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama, para Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, para Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, dan para Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan untuk tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal pengangkut batubara ekspor sangat tepat. 

"Pihak-pihak tersebut agar memantau pergerakan kapal pengangkut batubara ekspor. Apabila ada yang melanggar aturan larangan ekspor batubara sementara ini harus ditindak tegas," kata Capt. Hakeng. (Red)

Sunday, December 26, 2021

Tekan Penyalahgunaan Narkoba, BNN : Kota Bandung Dianggap Berhasil


Bandung, Warnus - Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada Kota Bandung sebagai salah satu Kota yang berhasil dalam tangani penyalahgunaan narkoba di wilayahnya, Sabtu (25/12). 

Hal ini dibuktikan dengan pemberian penghargaan kepada para Pimpinan daerah Kota Bandung atas peran aktifnya dalam memfasilitasi implementasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GNPN) di Kota Bandung. 

Penghargaan ini diserahkan  oleh Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol, Drs. Sufyan Syarif kepada Mantan Wali Kota Bandung, Alm. Oded M. Danial, Plt. Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna. 

Atas penghargaan tersebut, Yana mengungkapkan rasa terima kasihnya. Hal ini menunjukan segala ikhtiar Pemkot Bandung mengatasi permasalahan narkoba kian membaik. 

“Meskipun penghargaan ini bukan merupakan suatu tujuan, namun hal ini menunjukan bahwa apa yang kita lakukan sudah ada dalam jalur yang benar juga momentum ini harus terus kita tingkatkan. Sehingga cita cita Kota Bandung bersih dari narkoba dapat terwujud” Ungkap Yana pada saat menerima penghargaan P4GNPN di Balai Kota Bandung, Jumat, 24 Desember 2021. 

Sementara itu, Deputi Pencegahan BNN, Irjen Pol, Drs. Sufyan Syarif  menjelaskan, Kota Bandung adalah salah satu Kota yang berhak mendapatkan apresiasi dari BNN. Hal itu karena para pimpinan daerahnya aktif mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba secara komprehensif. 

“Kota Bandung merupakan salah satu Kota di Provinsi Jawa Barat yang dijadikan tolak ukur juga percontohan dalam penanggulangan narkoba secara komprehensif. Tidak hanya dalam upaya penindakan saja namun hingga kepada upaya penyembuhan dan rehabilitasi para pengguna,” kata Suyfan. 

Ia menjelaskan, upaya komprehensif ini dikaitkan dengan keterlibatan seluruh stakeholder juga masyarakat yang secara bersama sama meregulasi, melatih, mencegah, merehabilitasi, dan memberantas narkoba yang salah satunya tercermin dalam pemberlakuan IBM (Intervensi Berebasi Masyarakat) yang terdapat dalam program Kelurahan/Desa Bersih Narkoba. 

“Di masa pandemi, secara nasional peredaran narkoba dapat dikatakan meningkat. Salah satu penyebabnya adalah tingkat stres masyarakat dalam menghadapi kondisi yang terjadi. Sehingga jumlah penyalahgunaan narkoba meningkat justru bukan berasal dari tempat-tempat hiburan melainkan justru pada level keluarga,” ungkapnya. 

Senada dengan Sufyan, Istri Mantan Wali Kota Bandung, Siti Muntamah Oded juga menyerukan pentingnya fungsi kekokohan dan ketahanan keluarga sebagai border awal dalam mencegah sekaligus memberantas penyalahgunaan narkoba. 

“Sebagai Kota besar, Kota Bandung sangat serius dalam memerangi narkoba. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung yang terus melakukan penanggulangan ke level yang paling kecil yaitu keluarga,” ucap Siti. 

Ia mengatakan, Kota Bandung merupakan Kota yang sangat padat sehingga memudahkan jalur masuknya bagi penyalahgunaan narkoba ke lingkungan lingkungan terkecil.  

Oleh karena itu pengelolaan dan pengawasan dan edukasi aktivitas-aktivitas masyarakat sangat penting.  

Berikut ini para penerima penghargaan dari BNN Jabar: 

1.  Ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT. M.M

2. Dandim 0618/BS, Kol Inf. Sapta Budhi Purnama

3. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol. H. Aswin Sipayung, S.I.K., M.H.

4. Kepala Kejaksaan Negeri Tinggi Kota Bandung, Muhammad Iwa Suwia Pribawa, S.H.

5. Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial, S.IP., M.H.

6. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan politik Kota Bandung, Drs. H. Bambang Sukardi, M.Si.

7.  Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung, AKBP Ricky Hendarsyah, S.H. 

(Red)