Tuesday, March 30, 2021

Laporkan  Pungli, Oded : Masyarakat Jangan Segan





Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial meminta masyarakat agar tak segan melaporkan apabila menemukan praktik Pemungutan Liar (Pungli) oleh aparat Pemerintah Kota (Pemkot). Utamanya, dalam rangka pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, Senin (30/03). 

Hal ini disampaikan langsung oleh Oded kepada masyarakat yang sedang mengurus administrasi di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung. 

"Saya ingin memastikan bapak dan ibu saudara sekalian di sini mendapatkan pelayangan yang terbaik. Saya juga mewanti-wanti jangan sampai ada pungli. Kalau masih ada, jangan sungkan melapor ka Mang Oded," ucap Oded. 

Oded bersyukur saat ini keluhan masyarakat terkait layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil relatih terus berkurang. Dia memastikan semua layanan dari Disdukcapil diberikan secara gratis. 

“Karena kan dari kita gratis, tapi karena kita kerja sama dengan PT Pos Indonesia itu di luar kita. Kalau mereka mau ambil sendiri ya gratis,” jelasnya. 

Selain dengan PT. Pos Indonesia, Oded mengungkapkan dalam waktu dekat ini Disdukcapil juga akan kembali membuat inovasi untuk mempermudah layanan pengantaran. Yakni, bekerjasama dengan salah satu perusahaan angkutan daring. 

“Jadi nanti di aplikasi itu secara online masyarakat bisa milih, mau diambil langsung, pakai PT. Pos atau mau diantar oleh GoJek,” tegasnya. 

Setelah memeriksa proses layanan kepada masyarakat, Oded lantas mengumpulkan sejumlah pejabat struktural Disdukcapil. Dia memberikan sejumlah arahan kepada para pejabat Disdukcapil guna terus meningkatkan kinerjanya. 

Karena, sambung Oded, peran Disdukcapil bukan hanya sebatas mengurus keperluan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil saja tetapi jugasebagai penyedia data yang akurat sebagai pendukung utama untuk menopang pembangunan di Kota Bandung. 

“Disdukcapil ini merupakan bagian OPD yang memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) luar biasa. Karena harus mampu berupaya menyuguhkan database kependudukan yang akurat sebagai modal dasar pembangunan. Sebuah kota tanpa data kependudukan yang akurat maka proses pembangunan outputnya pasti tidak optimal,” bebernya. 

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muchtar mengungkapkan saat ini pihaknya sudah memiliki 15 inovasi guna memudahkan layanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil bagi masyarakat. Kemudian salah satu tambahannya yakni kerja sama pengantaran bersama perusahaan angkutan daring. 

“Tanggal 6 (April, 2021) akan ditambah dua inovasi terkait dengan penyampaian data KTP akan kerjasama PT Pos dan GoJek. Di aplikasi Salaman fitur akan dilengkapi, masyarakat diberi pilihan apakah diambil di gerai atau diantar oleh PT. Pos, termasuk ada menu diantarkan oleh GoJek,” kata Tatang. 

Di samping itu, lanjut Tatang, terkait optimalisasi layanan ini Disdukcapil Kota Bandung akan bekerja sama dengan perusahaan perbankan terkait penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA).  

“Kemudian yang kedua kerja sama terkait dengan perbankan. KIA melalui perbankan akan diakses kemudahan penerbitannya. Karena perbankan memiliki kepentingan untuk data tabungan junior,” katanya. (Red)

SDM Berkualitas, Oded : Sistem Merit Harus Maksimal


Bandung, Matainvestigasi.com - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial berharap, penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis sitem merit segera teraplikasikan dengan baik di Kota Bandung. Sehingga tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin komprehensif dan berintegritas, Senin (29/03). 

Pernyataan ini Oded sampaikan saat membuka Sosialisasi Kebijakan Penerapan Manajemen Talenta ASN Berbasis Sistem Merit di lingkungan Pemerintah Kota Bandung secara daring dari Pendopo Kota Bandung. 

Oded menuturkan, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam ruang lingkup pekerjaan, Oded berharap, sitem merit mampu mendokumentasikan rekam jejak kinerja ASN Pemkot Bandung secara lebih objektif. 

"Saya harap bisa terus melakukan. Khususnya BKPP dan jajaran sebagai leading sektor ini terus mengembangkannya. Sehingga pada akhirnya bisa mampu menghadirkan SDM ASN Kota Bandung yang betul-betul berkualitas. Karena prosesnya transparan dan akuntabel jauh dari sifat-sifat subjektif," ucap Oded. 

Sebagai pimpinan, Oded juga bisa menerawang lebih dalam terhadap kinerja para ASN Pemkot Bandung. Karena dengan sistem merit ini memberikan data yang semakin akurat dari lapangan.  

"Dalam Alquran ini setiap manusia memiliki potensinya masing-masing. Justru yang jadi persoalan dari potensi ini baik ataupun buruk dapat terekam. Jejak rekor ASN dari pejabat sampai strukturalnya jelas masuk laporannya ke saya," tegasnya  

Oded juga menilai, dengan adanya manajemen talenta berbasis sitem merit ini dipastikan lebih transparan. Sehingga tidak ada lagi yang disembunyikan. Sehingga setiap kompetensi ataupun kapasitas dan rekam jejak kekurangan ASN pun jelas terpetakan. 

"Kita sedang menuju ke arah yang lebih objektif dan terbuka. Kalau konsepnya masih kucing-kucingan maka nanti akhirnya akan kucing-kucingan," ujarnya. 

Meski begitu, Oded menekankan hal yang paling penting adalah terciptanya kesadaran dari setiap ASN untuk memberikan kinerja terbaiknya. Karena SDM unggulan terbentuk secara kuat dari komitmen masing-masing pegawai untuk memegang teguh integritas dalam bekerja. 

"Terakhir saya titip pesan sistem itu hanya alat, tapi kalau punya kesadaran bersama untuk menghadirkan SDM yang berkulitas dan berintegritas ini, sitem ini sudah tidak perlu," katanya. (Red)

Camat Cimenyan dan Kades Mekarsaluyu Kaget Puting Beliung Sambar Wilayahnya, Ahmad Rizki : Biasanya Puting Beliung Gak Lewat Sini

Kab Bandung, Warnus - Akibat Angin Puting Beliung amuk beberapa rumah warga dan fasilitas umum di Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan warga terdampak sibuk beberes dan menunggu bantuan dari pihak - pihak terkait. Selaku Kepala Desa Ayi Miharja atau yang akrap disapa (apih) tampak murung diruangannya, dan berpikir untuk solusi agar ini cepat berlalu, bersamaan itu pula Camat Cimenyan Ahmad Rizki N juga tampak lesu, Senin (29/03). 

Ayi Miharja mengatakan "saat ini musibah berat yang melanda wilayahnya, bayangkan banyak rumah warga yang hancur tersapu puting beliung, juga ada korban warga kita dua luka berat dan 6 luka ringan sudah ada di rumah, sementara yang luka berat di rawat di rumah sakit hasan sadikin dan ada juga di santo yusup, kantor desa juga tak luput di sambar, sehingga pelayanan publik jadi tergannggu "ucapnya. 

Dirinya menambahkan, "untuk saat ini kita prioritaskan bantuan untuk warga dan jangan banyak tanya - tanya dulu, karena banyak mendata saja warga bisa ngomel, karena yang di butuhkan itu bantuan saat ini, sambil berjalan pendataannya, maklum saja bila bencana seperti ini cendrung sensitif, saya juga sampai tidak bisa tidur, karena tanggung jawab pada warga terkait situasi seperti ini, warga juga diinvanisir masing - masing Rt "tuturnya. 

Ahmad Rizki Camat Cimenyan menjelaskan "saya kaget angin puting beliung lewat jalur sini, dan itu tidak biasanya karena setau saya ada jalurnya yang biasa dia lewati. Ketika saya mendengar musibah ini saya langsung berkordinasi dengan wilayah, khususnya kades mekarsaluyu untuk mengetahui detail korban warga terdampak, saya juga berkordinasi denga dinas dan pimpinan untuk segera, dampak rumah rusak 185 desa mekarsaluyu 150 desa cimenyan. 

Bpbd dan disperkimtan harus assesment dulu untuk memastikan rumah rusak ringan, sedang dan berat. Dalam kontek bencana ini semua harus ada yang ngurus, untuk saat ini juga masih lakukan kordinasi dalam menyiapkan data lebih lengkap lagi untuk masuk dalam program baik rekontruksi dan butuh ketenangan juga, jangan sampai masyarakat di korbankan akibat terburu - buru. 

Angin puting beliung biasanya lewat jalur desa cimenyan, daerah cartil dan itu sudah beberapa kali, jadi sudah terbiasa lewat jalur sana. Ini betul - betul musibah, bila ada dampak dari pembangunan kan sudah dari dulu, apa lagi dago resort sudah berjalan sebelum saya ada di sini, hanya saja dago resort saat ini belum ada kontribusi atau perhatiannya pada lingkungan terdampak, semoga saja mereka segera menurunkan bantuan, kita juga sedang lakukan komunikasi dan surat menyurat untuk dana desa bisa di pakai dalam pembangunan ini "tegas camat. (Chox)

Monday, March 29, 2021

Desa Mekarsaluyu Luluh Lantah Akibat Angin Puting Beliung, Juwita : Dinas Jangan Sibuk Minta Data, Action Saja Dulu


Kab Bandung, Warnus - Peninggalan Jejak Luluh Lantahnya di lokasi Desa Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan sangat terasa dan jelas sekali, mengingat musibah tersebut menghancurkan beberapa wilayah yang ada. Tampak jelas di lokasi cukup porak poranda dan sibuk bebenah, baik dari kepolisian dan pemerintah setempat, Senin (29/03). 

Juwita selaku Dewan DPRD Kab Bandung Komisi D mengatakan "saya selaku putra daerah sangat miris melihat kejadian ini, namun saya berharap pihak terkait spontan dan mau turun langsung ke lokasi, tidak harus minta data by data terus, karena masyarakat terdampak sangat butuh bantuan berupa makanan, baju dan obat-obatan, sambil mendata di lapangan, dan jangan ada pemanfaatan dalam situasi seperti sekarang "ungkapnya. 

"Saya sendiri tahu kemarin saat kejadian pukul 3 sore, bahwa ada musibah angin puting beliung, bahkan sekretariat kami (PDIP) juga kena, kita sedang lakukan pendataan susulan dan menyiapkan bantuan berupa nasi bungkus 100 orang seadanya dulu, dan akan buat juga dapur umum buat korban, jadi kita action saja dulu, gak harus ribut data data terus, saya juga sudah komunikasikan dinas terkait termasuk bupati terpilih (DS) "ucapnya. 

Kompol Sumi selaku Kapolsek Cimenyan juga tampak sibuk, "selaku kapolsek jelas saya akan memastikan wilayah ini aman dari hal - hal yang tidak di inginkan, dan warga juga harus waspada jangan sampai ada barang yang berpindah tangan karena memanfaatkan situasi ini, dari brimob juga sudah bangun tenda yang nantinya untuk warga bila memerlukan, intinya kita siaga "tegasnya. (Chox)

Saturday, March 27, 2021

Doktor HC Doni Monardo Selarik Kisah yang Terpendam dan Testimoni Purn Brigjen TNI Yudi Zanibar, Jangan Sampai Maung Jadi Meong

Pagi ini, Sabtu 27 Maret 2021, Letjen TNI Doni Monardo dianugerahi gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari IPB University, Bogor. Narasi berikut ini adalah selarik kisah yang terpendam, di balik anugerah tersebut.

Isinya,  kesaksian  testimoni sejumlah tokoh yang terlibat dalam kiprah Doni memperbaiki ekosistem, di mana pun bertugas.

Salah satunya testimoni Brigjen TNI (Purn) Yudi Zanibar yang penah menjabat Dansektor 6 berpangkat kolonel saat itu. Sebagai saksi dan pelaku tentunya beliau sangat paham situasi citarum yang sempat menjadi sorotan dunia. Pada saat memberi pengarahan kepada seluruh jajaran di Kodam Siliwangi, Doni memulai dengan mengangkat moral prajurit tentang kebesaran nama Siliwangi, Sabtu (27/03).

Satuan teritori ini sangat harum dalam goresan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam banyak operasi penumpasan pasukan Siliwangi selalu punya andil.

Kesatuan dengan simbol harimau ini sangat disegani. Masyakat Sunda menyebut harimau sebagai ‘maung’. Doni lalu menyodorkan pokok persoalan. “Percuma kita punya prestasi besar, jika kita tidak mampu menyelesaikan persoalan di depan mata, yakni Sungai Citarum yang sudah dijuluki sebagai sungai terkotor di dunia. Sementara, ia berada di teritori Siliwangi. Jangan sampai maung berubah jadi meong!” seru Doni Monardo, yang seketika menyentak kesadaran prajurit.

Brigjen TNI Yudi Zanibar adalah salah satu saksi. “Waktu itu pangkat saya kolonel. Saya ingat persis ketika pak Doni memotivasi prajurit untuk bergerak menuntaskan persoalan Citarum,” ujar jenderal bintang satu ini.

Yudi dan Doni, kebetulan teman satu angkatan. Keduanya sama-sama Angkatan 1985 Akmil Magelang. Sejak masih bersama-sama di kaki gunung Tidar, Yudi melihat Doni berbeda dari teman seangkatan yang lain. “Beda secara fisik, akademik, maupun kepribadian. Dia di atas rata-rata teman seangkatan,” ujar Yudi.

Atas motivasi Doni, Yudi pun ikut terbakar semangatnya untuk mengatasi problem Citarum. Saat ini, ia merasa sangat bersyukur bisa ikut terlibat dalam program Citarum Harum yang digulirkan Doni Monardo, sewaktu menjabat Pangdam III/Siliwangi.

Adalah Yudi yang menyimpan kisah tak terungkap, bahwa kepedulian Doni Monardo terhadap Sungai Citarum, ternyata sudah ada sebelum menjabat Pangdam III/Siliwangi.

“Sebagai teman satu Angkatan, kami sering say hello lewat telepon. Jadi, suatu hari beliau menelepon saya. Tiba-tiba dia bertanya, ‘Yud, kamu di mana?’ Ketika itu saya di Kodam Siliwangi. Lantas beliau mengatakan, ‘kalau saya jadi Pangdam Siliwangi, kamu saya suruh tidur di pinggir Citarum sampai sungai itu bersih’. Saya tidak menyangka, tidak lama kemudian beliau benar-benar pindah tugas dari Pangdam XVI/Pattimura ke Pangdam III/Siliwangi,” ujarnya.

Benar saja, setelah menjabat Pangdam III/Siliwangi, Doni Monardo langsung menangani Citarum. “Sejak masuk langsung bekerja. Tidak kenal tanggal merah. Sabtu-Minggu dan hari libur nasional kami tetap diperintahkan bekerja. Pak Doni mengundang semua pihak untuk datang. Selama 40 hari terus menerus, beliau mengundang para pihak hanya untuk didengar masukan-masukannya seputar Ciliwung. Pak Doni hanya menjadi pendengar yang baik,” tambahnya.

Pada saat itu, program penanggulangan pencemaran sungai Citarum sebenarnya sudah ada, tetapi terus terang, tidak optimal, bahkan kemudian dilansir media internasional, yang menyebutkan bahwa Sungai Citarum menjadi salah satu sungai terkotor di dunia. “Konsep awal pak Doni mengatasi Citarum adalah melibatkan semua orang. Mengajak semua pihak, dan itu yang beliau jalankan secara konsisten,” ujar Yudi.

Apa yang dilakukan Doni, dinilai Yudi sebagai sebuah tindakan menyatukan hati dalam satu komando. “Istilah ‘satu komando’ sangat sering saya dengar. Bedanya, pak Doni benar-benar melaksanakan di lapangan. Ia menyatukan hati semua pihak dalam satu komando,” kata Yudi pula.

Berbekal masukan berbagai pihak, Doni pun mendapat gambaran secara utuh. Semua disentuh hatinya oleh Doni dengan rasa keprihatinan serta kesadaran yang mendasar bahwa Sungai Citarum harus diselamatkan secara bersama-sama. “Jadi, yang namanya sinergi tidak hanya lip service atau hanya tulisan di atas kertas, tapi diwujudnyatakan dalam praktek sehari-hari,” tegasnya.

Yudi Zanibar menambahkan, “Sebagai pamen di Kodam III/Siliwangi, saya ditugaskan menjadi Komandan Sektor 6. Saya dan prajurit ditugaskan tidur bersama masyarakat di sektor yang kami bina. Kami meninggalkan keluarga untuk hidup bersama masyarakat di bantaran sungai. Menyelami kehidupan sehari-hari mereka. Menyelami sikap dan pola pikir mereka terhadap keberadaan Citarum, lalu bersama-sama mengajak berubah. Pak Doni menyebutnya perubahan perilaku. Awalnya dari yang membuang sampah terang-terangan, menjadi buang sampah sembunyi-sembunyi. Kemudian dari yang buang sampah sembunyi-sembunyi, menjadi malu untuk membuang sampah ke sungai. Dari rasa malu membuang sampah ke sungai, lama-lama tergerak hatinya untuk ikut menjaga kebersihan sungai Citarum,” papar Yudi. (Red)

BKPP Harus Berkualitas Jadi Dapur Pemkot




Bandung, Warnus - Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung merupakan "dapurnya" Pemerintah Kota Bandung. Oleh karenanya, harus dapat menghadirkan sisi kualitas, termasuk pada Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN), Sabtu (27/03). 

Hal itu diungkapkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial saat memberikan Tausyiah dan Arahan secara Virtual pada Acara Pembinaan Pegawai BKPP Kota Bandung, di Pendopo Kota Bandung, Jumat 26 Maret 2021. 

Menurut Oded, kualitas ASN yang diinginkannya tersebut akan sangat ditentukan oleh BKPP. Untuk itu, kualitas BKPP juga harus baik. 

"Ketika BKPP kualitasnya baik, insyaallah saya yakin SDM ASN di Kota Bandung itu berkualitas. Saya harap acara ini merupakan upaya dari Pak Kaban dan jajaran untuk menghadirkan SDM berkualitas," katanya. 

"Tandanya ASN punya kompetensi, baik kompetensi secara moralitas, skill atau kemampuan yang harus dimiliki. Karena begitu banyak tugas fungsi BKPP ini, karena OPD yang mengelola seluruh ASN di Kota Bandung," lanjutnya. 

Oded berpesan BKPP harus bisa menghadirkan SDM yang mengerti akan hak dan kewajibannya. BKPP harus bisa memberikan contoh untuk organisasi perangkat daerah (OPD) yang lain di Kota Bandung. 

"Saya masih mendengar ada ASN yang hanya tahu haknya saja, tapi kewajiban pura-pura tidak mengerti. Padahal hak dan kewajiban harus sama-sama diperhatikan oleh kita. Contohnya saat terjadi telat TKD, itu contoh kecil di lapangan," ucapnya. 

Selain itu, Oded mengungkapkan, tanda sebuah organisasi berkualitas  yaitu semua anggotanya mampu membangun kebersamaan. Itu memang tidak sederhana untuk diwujudkan. 

"Hati-hati urusan kebersamaan ini keliatannya sepele. Kebersamaan dan kesederhanaan itu penting untuk dihadirkan, khsususnya di BKPP karena sebagai ujung tombak terdepan dalam membangun ASN di Kota Bandung," katanya. 

Ia pun menganalogikan kebersamaan itu seperti sebuah mobil. Kalau ada kerusakan pentil yang karena memiliki ukuran kecil disepelekan, mobil tersebut tidak bisa berjalan. 

"Kita tidak boleh menganggap sepele hal-hal yang kecil. Apalagi menyepelekan potensi yang ada di BKPP, sekecil apa pun itu," ujarnya. 

"Maka saya harap mari kita membangun kebersamaan dengan cara dimulai dari atasan yang menghargai ke bawah, anggota atau stafnya. Dan apabila dari atas mampu menghadirkan itu harus direspon positif oleh anggota, rasa hormat ke atas," lanjutnya. 

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, kegiatan ini merupakakan penguatan budaya organisasi yang ada di dalam manajemen SDM. 

Salah satunya, dengan kegiatan outbound. Karena hal tersebut juga di dalam budaya organisasi memang menjadi cara tersendiri untuk menghadirkan kebersamaan. 

"Karena dalam bekerja, kita memang harus memiliki rasa harmoni, rasa kebersamaan, kemudian kita juga jaga komunikasi yang baik," katanya. 

"Saya juga mewanti-wanti, kegiatan tersebut untuk selalu menjaga protokol kesehatan," lanjutnya. 

Selain itu, Adi berharap organisasi yang dipimpinnya saat ini mampu melahirkan ASN yang unggul di Kota Bandung dan memberikan pelayanan publik sebaik-baiknya. 

"Kami dari segenap jajaran BKPP akan sekuat tenaga mendukung Pak Wali, untuk melahirkan ASN unggul dan tentunya dalam memberikan pelayanan kepada publik sebaik-baiknya sesuai dengan visi dan misi yang diusung pak Wali," imbuhnya. (Red)

Friday, March 26, 2021

Lantik Pengurus Baru Baznas, Oded :Tumbuhkan Kepercayaan Pada Masyarakat


Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M Danial melantik sekaligus mengambil sumpah dan janji pengurus baru Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Bandung periode 2021-2026 di Kantor Baznas, Jalan Wastukancana, Jumat (26/03). 

Mereka yang dilantik adalah Akhmad Roziqin sebagai Ketua Baznas Kota Bandung, Arif Nurrakhman menjabat Wakil Ketua Bidang Pengumpulan, serta Irfan Farid Taufik sebagai Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.  

Kemudian, Dudit Setiadi sebagai Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, serta yang terakhir adalah Arif Ramdani sebagai Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia, Administrasi dan Umum. 

Dengan hadirnya kepengurusan baru, Oded berharap, mampu membawa perubahan yang membuat Baznas lebih tumbuh dan berkembang. Sebagaimana makna zakat yakni membersihkan, juga diharapkan dapat menumbuhkembangkan perekonomian warga Kota Bandung. 

Untuk itu, Oded meminta profesionalitas serta kehati-hatian dalam pengelolaan zakat harus lebih diutamakan para pengurus baru Baznas Kota Bandung. 

"Amil Zakat itu yang punya tanggung jawab bekerja, hati-hati jangan terjebak menjadi ambilin. Maka harus melaksanakan tugas pokok fungsi pengelolaan zakat agar tumbuh dan berkembang," pintanya. 

"Jangan disia-siakan dengan cara semakin melemahnya kepercayaan para muzakki kepada kita. Tetapi harus menumbuhkan kepercayaan dari rakyat kepada institusi," imbuhnya. 

Usai dilantik, Ketua Baznas Kota Bandung, Akhmad Roziqin mengatakan, ia beserta pengurus lainnya berkomitmen akan bekerja dengan mengedepankan tiga aspek. Yaitu profesionalitas, integritas, dan kepercayaan. 

"Sesuai arahan dari Walikota, beliau menekankan kepercayaan. Karena betapa pentingnya kepercayaan dari para muzakki. Kita sudah merencanakan bagaimana kita meningkatkan kepercayaan publik kepada Baznas, sehingga nanti berzakat bukan karena kewajiban tetapi kesadaran," terangnya. 

Selain lebih mengoptimalkan pengumpulan zakat di Kota Bandung, pihaknya juga akan lebih mengoptimalkan pengumpulan melalui infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. 

Dengan begitu, diharapkan Baznas bisa memberi manfaat dan membantu perekonomian warga Kota Bandung. 

"Agar nanti ketika distribusi dan pendayagunaan bukan saja ke 8 asnaf, mungkin saja ke hal-hal yang sifatnya pengembangan produktivitas umat muslim di Kota Bandung," harapnya. 

"Tapi yang paling penting bagaimana peran kontributif Baznas terutama dalam konteks mengentaskan kemiskinan," tuturnya. (Red)