Friday, March 26, 2021

Kolaborasi Kuat Semakin Terealisasi Antara Komandan Sektor 6 Citarum Harum Dengan Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung, Menjaga Kelestarian Sungai Citarum Harum.

Kab Bandung, Warnus – Sinergitas kuat antara komandan sektor 6 citarum harum Kolonel Arh Didik Suswandi , S.Sos, dengan Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung dalam rangka mensukseskan program kelestarian sungai citarum. Program kelestarian sungai citarum ini kemudian dilakukan secara simbolis dengan total penaburan ikan 7 kwintal benih ikan, yang berlokasi di kolam retensi cieunteng baleendah dayeuhkolot sektor 6, Kamis (25/03).

Kolonel Arh Didik Suswandi , S.Sos mengungkapkan “hari ini sya berterimakasih kepada Kadis Perikanan Kabupaten Bandung atau dinas terkait yang telah berkontribusi langsung dan mendukung penuh kegiatan Sektor 6. Untuk mewujudkan pencapaian dari sebuah program kecil atau besar, akan lebih mudah kita capai apabila kita sama-sama ber iman kepada yang Maha Kuasa, bergandeng tangan, bekerja dengan hati, melaksanakan dengan tanggungjawab, dedikasi yang kuat, komunikasi yang baik, insyaalloh akan tercapai atas izinNya”. Ungkapnya.

Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung memberikan dukungan penuh dengan program Citarum Harum Sektor 6 bahkan memberikan kontribusi sebagai dukungan langsung,

saya sangat senang bisa menghadiri kegiatan penaburan benih ikan di kolam retensi ini secara bersamaan dengan para satgas Citarum Harum Sektor 6 yang di komandani oleh Kolonel Didik. Saya secara pribadi sangat mengapresiasi dengan adanya program citarum harum ini sangat baik, maka kami akan mendukung dan mengupayakan apapun yang bisa kami bantu, kami akan mendukung, karena ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini saja, namun perlu di ingat apa yang kita lakukan ini untuk anak cucu kita kelak”. Ujarnya.

Peltu Ade menanggapi “ kami mewakili satgas citarum harum juga sangat berterimakasih atas dukungan dari Kadis Perikanan, yang sudah berdaya upaya mendukung berjalannya setiap program citarum harum sektor 6, semoga keterlibatan setiap dinas bisa semakin kuat, menjaga sinergitas dengan baik sehingga satu tujuan lebih mudah terealisasikan dan kedepannya juga bisa lebih mendukung dengan program-program lanjutan dari citarum harum sektor 6 ”. Pungkasnya.

Sinergitas Dan Kolaborasi Apik Menghasilkan Pencapaian Terbaik. Sektor 6 Citarum Harum Upayakan Pencapaian Terbaik Merkipun Sudah Melampaui Target.




Kab Bandung, Warnus – Kolaborasi apik antara komandan sektor 6 citarum harum Kolonel arh Didik Suswandi , S.Sos, seluruh jajaran Kodam III/Slw yang di pimpin langsung oleh Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pangan dan perikanan kabupaten bandung dalam rangka mensukseskan program kelestarian sungai citarum. Program kelestarian sungai citarum ini kemudian dilakukan secara simbolis dengan penaburan ikan 7 kwintal benih ikan dari dinas perikanan, dan dari satuan kpdam 3 jumlahnya 3,5 kwintal yang berlokasi di kolam retensi cieunteng baleendah dayeuhkolot sektor 6, Kamis (25/03).

Penaburan ikan tersebut bersamaan dengan dilaksanakannya Apel Dansat Tersebar jajaran Kodam III/Siliwangi yang dihadiri oleh Irdam III/Slw Brigjen TNI Asep Saripudin, para Asisten Kasdam III/Slw, para Danrem, para Kabalakdam III/Slw dan para Komandan Satuan di jajaran Kodam III/Slw dan hadir juga Ishak sebagai Kadis Perikanan Kabupaten Bandung.

Kolonel arh Didik Suswandi , S.Sos mengatakan “ saat ini kami semua satgas citarum harum sektor 6 dengan jajaran Kodam III/Siliwangi dan juga kadis perikanan melaksanakan penaburan ikan di kolam retensi sektor 6 dan apel Damsat”. Ungkapnya.

Lanjutnya “segala program yang ada di citarum harum akan lebih mudah terlaksana dan tercapai ketika kita memiliki sinergitas yang kuat dengan masyarakat, dan dengan dinas-dinas yang ada kaitannya dengan lingkungan, sungai citarum saat ini dianggap sudah melampaui target tang di tentukan, namun bukan berarti kita sekarang berleha-leha dengan pencapaian ini, justru kita saat ini kita sedang berpikir dan terus berupaya dari pencapaian saat ini bisa kita kembangkan lagi, namun sekali lagi, program-program yang disusun untuk sungai citarum harum membutuhkan sinergitas yang kuat untuk mewujudkan pencapaian yang lebih baik lagi”. Ujarnya.

Peltu Ade mengatakan “kami dari sektor 6 citarum harum memang mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan, penanganan sampah, pengolahan sampah dan lain-lain, terlebih juga kami sektor 6 mengajak kepada dinas-dinas terkait untuk membuka mata dan telinga, artinya ada perhatian khusus dengan daerah aliran sungai, karena sungai bisa menjadi sumber kehidupan dan bisa menjadi sumber malapetaka, itu tergantung bagaimana kita memperlakukan daerah aliran sungai”. Tegasnya.

Selanjutnya “ dalam hal ini kami sektor 6 mengucapkan terimakasih kepada bapak Kadis Perikanan yang sudah bersinergi kuat dengan kami, bahkan sudah berkontribusi secara langsung dengan memberi benih-benih ikan sehingga terkumpul menjadi 7 kwintal benih ikan yang kemudian di taburkan secara bersama-sama”. Jelasnya.

Atep Dedi Kurnia SP., MM. Kadis Ketahanan pagan dan perikanan kabupaten bandung mengatakan “ terimakasih kepada Dansektor 6, kami sangat senang sudah bisa berkontribusi secara langsung dengan memberi benih2 ikan untuk di tebar di kolam retensi dalam rangka program kelestarian sungai, dan semoga sinergitas yang sudah kita bangun ini bisa semakin kuat sehingga apapun program citarum harum ini bisa berjalan secara maksimal dengan hasil yang sangat memuaskan”. Ungkapnya.

Apel Dansat juga memperkenalkan pengetahuan tentang kesehatan agar prajurit menjaga kesehatan dan mengenali gejala penyakitnya, agar bisa di antisipasi sejak dini, dan sebagai prajurit harus menjaga kesehatan dan kebugaran dengan berolah raga.

Pangdam III/Siliwangi berpesan “dengan kondisi Citarum yang sudah membaik seperti sekarang ini, diharapkan para penggiat usaha dan masyarakat juga ikut peduli dengan lingkungannya dengan cara jangan membuang limbah dan sampah sembarangan ke Sungai Citarum, “ucap Kapendam.

Ia juga mengatakan,” ini sebagai wujud kepedulian Pangdam III/Siliwangi terhadap lingkungan, beliau konsen untuk mengembalikan ekosistem diwilayah sungai citarum ini kembali seperti semula. Apalagi kondisi sungai Citarum saat ini kondisinya sudah membaik, ikan saja sudah bisa hidup“. Jelasnya.

Wednesday, March 24, 2021

Siapkan Ribuan Tambahan Vaksinasi, Pemkot Genjot Ekonomi Saat Ramadhan

Bandung, Warnus - Wakil Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana terus mendorong akselerasi pemberian vaksin, Rabu (24/03).  


Dalam waktu dekat, tambahan quota vaksin untuk pegawai mal dan ritel akan mendapat tambahan sebanyak 4.000 dosis. 


Yana menegaskan, dukungan untuk vaksinasi di mal dan ritel ini sebagai upaya untuk mempercepat terbangunnya kekebalan kelompok. Sehingga, turut menggenjot usaha pemulihan ekonomi di Kota Bandung.



“Mudah mudahan makin banyak orang yang divaksin nanti bersama penyintas membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Insyaallah secara teori itu mempercepat penyelesaian pandemi covid-19 sehingga ekonomi bisa berjalan,” ucap Yana usai meninjau vaksinasi di TSM Bandung. 


Penyuntikan vaksin di TSM ini merupakan pemberian dosis kedua bagi para pegawai mal. Namun, tidak hanya bagi pegawai TSM saja, melainkan sebanyak 300 dosis diberikan kepada pegawai dari beberapa mal di Kota Bandung. 


Mengingat bulan Ramadan segera tiba, Yana menuturkan, pemberian vaksin bagi pelaku ekonomi di mal dan retail ini diperlukan.  


Sebab, aktivitas masyarakat diprediksi meningkat untuk mencari kebutuhan dari sejak menjelang Ramadan hingga Idulfitri. 


“Alhamdulillah kerja sama semua pihak untuk mempercepat proses vaksinasi kepada semua orang yang ditargetkan. Ini target kedua para pelaku ekonomi. Alhamdulillah berjalan baik sesuai target sesuai ketersediaan vaksin,” ujarnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah berterima kasih kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung atas kerja samanya menerima permohonan yang diusulkan untuk menambah kuota vaksin bagi pegawai mal dan ritel. 


Elly mengungkapkan dari data yang diterimanya di Kota Bandung ini tercatat sekitar 12 ribu orang pegawai mal. Mereka terdiri dari penjaga tenant dan Sumber Daya Manusia (SDM) mal. Serta 22 ribu pegawai terdata di berbagai perusahaan ritel di Kota Bandung. 


“Setelah berkoordinasi dengan dinas kesehatan, alhamdulillah kami mendapat alokasi tambahan vaksin untuk 2.000 dosis di mal dan 2.000 dosis di ritel,” kata Elly. 


Elly kembali menegaskan, vaksinasi bagi pegawai mal dan ritel ini sebagai antisipasi menjelang Ramadan dan Idulfitri. Sebab, jumlah kunjungan masyarakat tercatat selalu meningkat. 


Terlebih, sambung Elly, Ramadan 2021 ini menjadi tahun pertama bagi mal untuk beroperasi selama pandemi Covid-19. Untuk itu pihaknya akan berupaya agar penyuntikan vaksin tambahan bisa digelar pekan depan. 


“Untuk yang tambahan alokasi vaksin mulai minggu depan rencananya akan dimulai dosis kesatu di Ballroom Aryaduta. Rencananya, kalau memungkinkan 1.000 per hari jadi bisa selesai 2 hari,” ujarnya. 


Selain pegawai mal dan ritel, Elly juga sekaligus mengajukan permohonan tambahan kuota vaksin untuk para pedagang pasar tradisional. Jumlah yang diajukan pun sama, yakni sebanyak 2.000 dosis. 


Terkait hal ini, Direktur Utama Perumda Pasar Juara Bandung, Herry Hermawan masih terus berkoordinasi bersama Dinkes.  


Saat ini, pihaknya masih mengoptimalkan jatah sebanyak 1.700 vaksin untuk menyasar pelaku ekonomi di pasar tradisional. 


“Besok (Kamis, 25 Maret 2021) kita juga akan adakan penyuntikan vaksin di Pasar ITC. Itu gabungan bersama Pasar Cikapundung. Sebelumnya sudah lebih dari 700 dosis vaksin sudah diberikan di Pasar Sederhana, Baltos, Pasar Baru dan Kosambi,” ungkap Herry. (Red)

Usul Ketua DPRD Stilasi BLA Jadi Wisata Edukasi

Bandung, Warnus - Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan mengusulkan agar 10 stilasi jejak Bandung Lautan Api menjadi wisata edukasi. Hal itu dilontarkannya usai mengikuti upacara Peringatan Bandung Lautan Api di Balai Kota Bandung, Rabu (24/03) 


“Saya mendorong untuk direvitalisasi. Jadi bukan hanya monumen saja, harus ada edukasinya. Kami (DPRD) mohon agar ada tambahan edukasi,” pintanya. 


Menurutnya, 10 stilasi bisa menjadi objek wisata sejarah. Ia juga menyarankan untuk dibuatkan jalur sepeda agar masyarakat maupun wisatawan mengetahui kawasan itu.  


“Agar warga Bandung mengetahui sejarah. Jadikan wisata sejarah dengan membuat jalur sepeda,” usulnya. 


“Jalur sepeda bisa kerja sama dengan hotel, sehingga ada kenangan dengan objek wisata sejarah Bandung Lautan Api,” tambah Tedy. 


Menurutnya, budaya sepeda di masa pandemi ini menjadi daya tarik. Ia katakan, titik yang ada pada stilasi itu menjadi jalur wisata.  


“Budaya sepada akan menjadi destinasi menarik. Titik itu kita jadikan objek atau wisata, bahkan bisa jadi event atau lomba gerak jalan,” jelas Tedy.  


Perlu diketahui, untuk memperingati jejak-jejak peristiwa Bandung Lautan Api yang bersejarah, Bandung Heritage bekerja sama dengan sejumlah pihak pada 1997 membuat 10 stilasi.  


Tak hanya persitiwa Bandung Lautan Api, stilasi tersebut juga menunjukkan tempat-tempat yang berkaitan dengan perjuangan merebut kemerdekaan. 


Stilasi-stilasi tersebut di antaranya penanda tempat pertama kalinya pembacaan teks proklamasi oleh rakyat Bandung, lokasi persitiwa perobekan bendera Belanda maupun markas para pejuang Bandung Lautan Api. 


Sebanyak 10 stilasi Bandung Lautan Api tersebut berada di Jalan Ir H. Juanda - Sultan Agung, Jalan Braga, Jalan Asia-Afrika, Jalan Simpang, SD Dewi Sartika, Jalan Ciguriang. 


Sedangkan empat stilasi lainnya berada di belakang Kampus Unpas, Jalan Jembatan baru, Jalan Asmi, dan Gereja Gloria. (Red)

Titik Penutupan Jalan Akan Disesuaikan Dengan Relaksasi Ekonomi


Bandung, Warnus - Sebagai upaya mendongkrak roda perekonomian di Kota Bandung, kebijakan penutupan jalan di sejumlah lokasi akan diubah. Yakni menyesuaikan dengan jam operasional bidang yang diberi relalsasi, Selasa (23/03) 


Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan langkah ini disepakati demi memberikan ruang bagi pelaku ekonomi. Namun, pengendalian dengan penutupan jalan tetap dilakukan hanya saja waktu mulainya yang disesuaikan. 


“Tentang aspirasi dari masyarakat tentang buka tutup jam operasional, dari pelaku ekonomi disamakan antara jam tutup jalan disesuaikan dengan jam operasional,” ucap Oded usai memimpin rapat terbatas bersama Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung secara daring dari Pendopo Kota Bandung. 


Untuk detail pelaksanaan kebijakan terbaru ini, lanjut Oded, akan dibahas oleh tim teknis. Sekaligus menampung informasi dari lapangan tentang jalan yang penutupannya disesuaikan dengan jam operasional. 


Sebab, Oded menyatakan tidak semua tempat bakal disesuaikan. Beberapa di antaranya tetap dipertahankan jadwal penutupan jalan seperti semula yakni dimulai pukul 18.00 WIB. 


“Nanti secara proporsional tim di lapangan yang akan melihat,” tegasnya. 


Sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 28 Tahun 2021, jam operasional sector ekonomi paling malam tutup pukul 21.00 WIB. Di antaranya, restoran, rumah makan, cafe, ritel dan pusat perbelanjaan atau mal. 


Menanggapi kebijakan ini, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna segera mengoordinasikan bersama dinas teknis. Termasuk bersama Polrestabes Bandung untuk detail pelaksanaannya. 


“Tadi yang sudah disepakati adalah perubahan mengenai penutupan jalan. Bahwa akan disesuaikan dengan jam operasional kegiatan usaha. Nanti ada tindak lanjut dari kawan-kawan kepolisian juga,” tutur Ema. 


Terkait jam operasional, Ema mengungkapkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung juga bakal mengkaji aspirasi dari pelaku usaha kuliner. Yakni adanya usulan untuk penambahan jam operasional khusus di bulan Ramadan. 


Menurut Ema, usulan dari para pelaku usaha kuliner ini menginginkan agar jam operasional bisa diperpanjang menjadi lebih malam. Alasannya, mengingat di sebelum jam 21.00 masih padat dengan aktivitas keagamaan. 


“Ada aspirasi dari dunia kuliner mereka ingin jam operasional dinaikan, bahkan kalau bisa sampai jam 24.00 WIB. Ini sebetulnya aspirasi sangat logis. Karena sekarang dibuka sampai pukul 21.00 WIB, orang masih tarawih. Ini masih sedang dalam proses pembahasan belum jadi kebijakan,” terangnya. 


Ema akan mengkaji usulan tersebut secara mendalam. Sebagai pertimbangannya, yakni sebagai upaya untuk pemulihan ekonomi. Namun dengan catatan tetap mengutamakan protokol kesehatan. 


“Ini sangat logis apabila kita ingin mencari titik keseimbangan antara optimalisasi penanganan pandemi Covid-19. Kita juga secara bertahap memberikan daya dorong untuk recovery pemulihan ekonomi,” katanya. (Red)

Hari Air Sedunia, Sadar Diri Untuk Hargai Air Sebagai Sumber Kehidupan


Bandung, Warnus - Peringatan Hari Air Sedunia menegaskan kembali bahwa tindakan air dan sanitasi adalah kunci untuk pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan, Selasa (23/03). 


Dunia sedang memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) pada hari Senin, 22 Maret 2021. Tema kali ini Valuing Water atau menghargai air. 


“Seburuk apapun kualitas air, secara teknologi dipastikan dapat dilakukan upaya-upaya untuk menjadi lebih baik atau bersih. Tapi semakin buruk semakin banyak SDM yang dibutuhkan, bahan kimia lebih banyak, listrik lebih banyak dan hal lain,” ujar Dirut PDAM Tirtawening, Sonny Salimi pada kegiatan Bandung Menjawab di Balai Kota Bandung. 


"Artinya, ketika kualitas air menjadi buruk, bukan hanya kita yang terdampak. Kita tidak hidup di dunia tidak sendirian, ada makhluk lain," imbuhnya. 


Ia mendorong kepada masyarakat untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga maupun menggunakan air.  


“Kita terus dorong agar orang bertanggung jawab untuk menjaga air dan menjaga lingkungan,” tuturnya.  


Mengingat kebutuhan air secara riil untuk 2,5 juta penduduk yakni 6.000 liter per detik, Sonny mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan air sebaik mungkin.  


Sedangkan proyeksi kebutuhan air PDAM Tirtawening Kota Bandung pada 2021 yaitu kapasitas air sebesar 3.500 liter per detik. 


“PDAM mampu mengolah air 2.500 liter per detik. Namun kebutuhan riil sesuai dengan teori, membutuhkan air baku sebanyak 6.000 liter per detik. Masih ada gap 3.500 liter per detik,” jelasnya.  


Sebagai upaya, PDAM Tirtawening tengah menjalin kerja sama dengan Perum Jasa Tirta II (PJT 2) untuk penyediaan air curah berasal dari Waduk Saguling. Kerja sama ini juga bertujuan untuk mengantisipasi ketersediaan air di masa yang akan datang. 


Rencananya, pembanguan tuntas pada tahun 2023 dengan jarak sekitar 15-16 KM. Air yang bersumber dari Curug Jompong ini bisa langsung didistribusikan PDAM Kota Bandung kepada masyarakat. 


“Mudah-mudahan awal 2022 proyek ini bisa laksanakan, tentunya dapat menambah cangkupan pelayanan kita,”tuturnya.  


Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Pencemaran Lingkungan dan Dampak Perubahan Iklim, Deti Damayanti menyampaikan, pencemaran yang terbesar disebabkan oleh air moderestik. Sehingga masyarakat memegang peranan penting dalam menjaga kualitas air dan lingkungan. 


“Kita ada program dari Kementrian Lingkungan Hidup yaitu program iklim. Salah satunya menjaga kualitas air dan upaya-upaya untuk menghemat air dan menjaga kualitas air,”tuturnya. 


Di Kota Bandung, kata Deti, sudah banyak kampung iklim yang terdaftar. Ia optimis masyarakat mampu menjaga lingkungan.  


“Sampai 2020 ada 10 kampung iklim, 4 proklim utama dan 6 proklim madya. Di antaranya Cibunut, Mandalajati, Arcamanik, dan Sukaluyu (Proklim utama). Kalau ini digerakan, insyaallah masyarakat bisa mengelola iklim,” jelasnya. (Red)

Monday, March 22, 2021

Promosi Pariwisata Kota Bandung, Disbudpar dan H3B Kolaborasi





Bandung, Warnus - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung dengan Himpunan Humas Hotel Bandung (H3B) siap berkolaborasi untuk promosikan Kota Bandung, Senin (22/03). 

Di masa pandemi Covid-19 ini, meskipun kegiatan terbatas, namun semangat untuk meningkatkan pariwisata Kota Bandung masih gencar.  

"Selain mempromosikan hotelnya (H3B) juga promosikan Kota Bandungnya. Karena kalau wisatawannya tidak banyak, ya hotelnya juga sepi," tutur Kepala Disbudpar Kota Bandung, Dewi Kaniasari pada acara Pertunjukan Musik di Saung Angklung Udjo, Minggu 21 Maret 2021.  

Menurutnya, Pemkot Bandung tidak bisa berpromosi sendiri. Perlu kolaborasi dengan pihak lain. Sehingga promosi akan lebih masif dan dapat mendatangkan wisatawan ke Kota Bandung.  

Tak hanya itu, Kenny mengaku akan menggandeng Badan Promosi Pariwisata Jawa Barat. Kegiatan promosi tersebut rencananya akan dilakukan secara virtual kepada para wisatawan dari Malaysia dan Singapura.  

"Selanjutnya promosi akan kita lakukan paling dekat 24 Maret saya beserta Badan Promosi Pariwisata Jabar akan melakukan promosi virtual," akunya. 

"Kita akan maintenance terus agar wisatawan Singapura dan Malaysia tidak lupa terhadap Kota Bandung," jelasnya.  

Untuk tahun 2021, lanjut Kenny akan menyelengarakan acara besar. Ia berharap H3B bisa membantu dalam mempromosikannya. 

"Paling dekat bulan Juni yaitu Asia Afrika Festival, itu sudah diakui oleh Menparekraf dan Mendikbud. Sudah dipromosikan gubernur kepada para duta besar," katanya. 

Meskipun pertunjukan budaya masih 30 persen, ia terus mengampanyekan protokol kesehatan. Sehingga ke depannya pariwisata di Kota Bandung bisa dinikamati oleh semua wisatawan.  

"Kita kampanye terus tentang prokes dan juga mengenai relaksasi ekonomi. Salah satunya pertunjukkan seni budaya sudah boleh meskipun masih 30 persen," ujarnya.  

Sementara itu, Ketua H3B, Rikky Sugiarto mengatakan, selain perhotelan, tujuan promosi H3B untuk meningkatkan pariwisata Kota Bandung.  

"Goal-nya adalah stimulan pariwisata Kota Bandung bangkit lagi," ujarnya. 

Kegiatan selanjutnya, kata Rikky selain agenda rutin workshop dan berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Kota Bandung.  

Kali ini himpunan kehumasan hotel tersebut mengadakan acara di Saung Angklung Udjo. Pasalnya untuk meningkatkan kembali eksistensi budaya seni sekaligus seniman yang berada di Kota Bandung. (Red)