Thursday, February 18, 2021

Pasar Bebas Plastik Ramah Lingkungan, Kosambi dan Cihapit Jadi Percontohan





Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menggelorakan Pasar Bebas Plastik dan Ramah Lingkungan. Sebagai proyek percontohannya, program ini mulai diterapkan secara perdana di Pasar Kosambi dan Pasar Cihapit, Kamis (18/02). 


Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulayana menyatakan, program Pasar Bebas Plastik dan Ramah Lingkungan merupakan upaya Pemkot Bandung dalam menekan produksi sampah.  


Program ini sekaligus menekan dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh timbulan sampah plastik. 


"Kita harap menjadi kebiasaan warga untuk tidak menggunakan plastik lagi. Karena jadi jauh lebih ekonomis dengan tas yang bisa dipakai berulang-ulang," ucap Yana di Pasar Kosambi. 


Yana memaparkan, Pemkot Bandung sudah lebih dulu mengeluarkan regulasi Peraturan Walikota (Perwal) nomor 37 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 17 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.  


Sehingga, sambung Yana, program Pasar Bebas Plastik dan Ramah Lingkungan menjadi langkah konkret Pemkot Bandung untuk menekan timbulan sampah plastik.  


Untuk itu, ia berharap, gerakan ini sudah bisa diterapkan oleh seluruh pedagang Pasar Kosambi dan Pasar Cihapit. 


Yana juga tak lupa ikut mengapresiasi sejumlah pedagang di Pasar Kosambi, khususnya di sekitar area Hallway yang sudah tidak lagi menggunakan kantong plastik.  


"Alternatifnya banyak dari bahan ramah lingkungan, atau pakai totebag atau goodie bag yang bisa dipakai berulang-ulang. Di sini (Hallway Pasar Kosambi) semua sudah bisa karena ini jadi percontohan pengurangn plastik," terangnya. 


Pada kesempatan tersebut, Pemkot Bandung juga turut menyampaikan piagam ucapan terima kasih kepada sejunlah pengusaha yang mendukung program pengurangan kantong plastik di Kota Bandung.  


"Nanti akan dirumuskan siapa yang dikasih insentif dan siapa yang dikasih disentif. Karena untuk rangsangan ajakan ini orang juga harus dikasih insentif," ujarnya. 


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kamalia Purbani memastikan bakal terus mendampingi para pedagang untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai. 


"Kita akan monitor dan didampingi. Kami kerja sama dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP). Kita edukasi pedagang-pedagang," jelas Kamalia. 


Kamalia juga menggandeng Perumda Pasar Juara untuk bisa mendorong dengan mengeluarkan edaran di masing-masing pasar. Yakni menganjurkan pedagang agar menggunakan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan. 


"Kerja sama dengan kepala pasar untuk mendorong agar membuat surat edaran kepada seluruh pedagang. Kita juga mendorong agar tidak lagi memakai kantong keresek sekali pakai, karena cenderung dibuang ke mana saja dan berbahaya bagi lingkungan," ungkapnya. 


Sedangkan Koordinator Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), Rahyang Nusantara mengungkapkan, pihaknya merupakan patner kerja Pemkot Bandung dalam memberikan masukan akademis dan masukan teknia terkait pengurangan teknis.  


Selain menyasar perusahaan retail, melalui gerakan ini sekarnag juga menyasar ke pasra tradisional. 


"Ke depan kita akan dorong jasa antar makanan daring dan toko online agar bisa melakukan hal yang sama," kata Rahyang. 


Rahyang menuturkan, dalam kampanye pengurangan kantong plastik ini Pemkot Bandung sudah melakukan langkah yang tepat dengan membuat regulasi. 


Kemudian dilanjutkan monitoring dan pendampingan. Namun, kesuksesan program ini juga perlu ditopang oleh para pelaku usaha di lapangan. 


"Tujuan besarnya adalah perubahan secara sistemik, sehingga tidak cukup hanya edukasi tetapi membuat sistem atau prosedur di lapangan," katanya. 


"Misalnya di toko modern bagaimana bisa mengurangi konsumsi kantong plastik. Salah satunya adalah kantong plastik berbayar dan kasir menanyakan bawa kantong belanja atau tidak," tuturnya. (Red)

Proyek Dago Pakar Diduga Tabrak Aturan Zonasi dan Mengancam KBU, Pemrov Jangan Mandul Mana Perannya



Kab Bandung, Warnus - Perluasan proyek perumahan Pt. Dago Pakar yang berlokasi di Mekarsaluyu Kecamatan Cimenyan termasuk Kawasan Bandung Utara (KBU), di nilai tidak sesuai peruntukan. Padahal pembangunan KBU harus seauai Zonasi di atur Perda No2 Tahun 2016 pembangunanya harus melalui kajian-kajian, karena menjadi bagian wilayah sesar lembang yang rentan bencana, Selasa (16/02). 


Saat ditemui langsung Karjono menjelaskan "bahwa kita pengembang dago resort jelas sudah punya izin lengkap, karena perizinannya sudah lama dan menjadi satu bagian, jadi kita sudah punya IMB untuk membangun, mana mungkin kita berani membangun bila tidak punya izin "ucapnya di kantor pemasaran dago permai II no 52. 


Terkait aturan zonasi, masih kata karjono "saya tidak paham, tapi nanti orang legal yang akan jelaskan, karena semua dia yang urus kesana kemari, yang saya tahu kita sudah lengkap dokumen perizinannya makanya kita bangun. Lebih jelasnya dengan pihal legal saja "tuturnya. 


Sebelumnya lokasi tersebut menjadi ikon penanaman pohon seperti yang di harapkan dan cita-cita Citarum Harum seperti apa yang di gagaskan Letjen Doni Monardo saat menjabat Pangdam III/Slw dengan terbitnya Perpres No15 Tahun 2018, yang saat ini berkiprah di BNPB. (Chox)

Waspada Narkoba Bisa Siapa Saja, Oded : Minta  Warga Jaga Keluarga



Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial prihatin atas tertangkapnya Kapolsek Astana Anyar beserta belasan anggotanya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, Kamis (18/02). 


Oded yakin, Polri pasti memiliki aturan dan sanksi bagi anggotanya yang melanggar. Prihatin saya," ujar Oded di Kantor LPM Kota Bandung. 


"Institusi kepolisian punya aturan dan memberikan sanksi sesuai aturan itu," tegas Oded.  


Menurut Oded, ini pelajaran bagi semua warga Kota Bandung. Siapa saja bisa terpapar narkoba. Oleh karenanya, warga Kota Bandung harus menjaga lingkungannya. 


"Lingkungan terkecil yaitu keluarga harus menjadi benteng pertahanan dari narkoba. Kita jaga keluarga kita dari ancaman bahaya narkoba," imbau Oded. 


Dari siaran pers Polda Jabar, Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri juga menyayangkan kasus tersebut. 


Menurutnya, penyidik masih terus memeriksa sejumlah oknum yang diduga terlibat kasus narkoba tersebut. 


Tak hanya itu, Ia juga telah mencopot Kompol YP dari jabatannya sebagai Kapolsek Astanaanyar. (Red)

Alat Pembunuh Virus Bengpuspal Puspalad TNI AD Untuk Pemkot Bandung



Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerima bantuan satu buah alat pembunuh virus dan bakteri yang bernama Blower Ultraviolet C atau Blower UVC dari Bengkel Pusat Peralatan (Bengpuspal) Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad TNI AD), Kamis (18/02). 


Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial dari Kepala Bengpuspal Puspalad, Kolonel CPL Octovianus Oscar di Pendopo Kota Bandung. 


Blower UVC merupakan alat yang digunakan untuk memfilter udara yang masuk ke dalam ruangan.  


Caranya, udara akan di sedot masuk kemudian akan di filter menggunakan cahaya ultraviolet, sehingga udara yang keluar akan menjadi lebih bersih dan lebih segar. 


Atas bantuan tersebut, Oded mengapresiasi inovasi yang telah dihasilkan oleh Bengpuspal Puspalad TNI AD. Menurutnya, inovasi tersebut tentu dibutuhkan disituasi seperti ini. 


"Rencananya akan di pasang ruang rapat, kalau bagus pasti ini dibutuhkan untuk diruangan-ruangan rapat apalagi kondisi seperti ini," tuturnya. 


Di tempat sama, Kabengpuspal Puspalad, Kolonel CPL Octavianus Oscar mengatakan, cara kerja Blower UCV yaitu seperti AC, dengan hanya membutuhkan listrik 30 watt saja, alat tersebut mampu memfilter udara hingga luas ruangan 45 meter persegi.  


"Bisa digunakan untuk diruangan untuk membunuh virus dan kuman yang ada, dan aman baik untuk manusia maupun untuk hewan," terangnya. (Red)

Teken Kerjasama Lemdiklat Polri dan Pemkot Bandung, Tingkatkan SDM



Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pusdikmin Lemdiklat Polri menandatangani kerja sama di bidang pelatihan sumber daya manusia, Kamis (18/02). 


Penandatanganan kerja sama disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yang Mulyana di Ruang Rapat Wakil Wali Kota. 


Lewat kerja sama ini, Pemkot Bandung dan Pusdikmin Lemdiklat Polri melaksanakan pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) dan pelatihan dasar (latsar) bagi CPNS Pemkot Bandung yang baru dilantik 27 Januari 2021 lalu. 


Atas hal tersebut, Yana mengatakan, membangun Kota Bandung harus dengan sumber daya manusia yang baik. Dengan adanya kerja sama ini dapat mengembangangkan dan meningkatkan kompetensi SDM Pemkot Bandung. 


“Selama ini sudah terjalin hubungan baik antara Pusdikmin Lemdiklat Polri dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan kami menyadari dalam membangun kota itu harus dengan sumber daya manusia yang baik. Pusdikmin Lemdiklat Polri ini punya kemampuan untuk membantu temen temen kami di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam mengembangkan dan meningkatkan kompetensinya," ucap Yana. 


Menurutnya, semakin banyak SDM yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi akan semakin baik hasilnya khususnya bagi Pemkot Bandung. 


“Saya mempunyai keyakinan bahwa SDM ini memang harus ditingkatkan kompetensinya, intinya semakin banyak teman teman yang mendapatkan kesempatan ikut program disana kan tentunya akan menjadi semakin baik," kata Yana. 


Kepala BKPP Kota Bandung, Adi Junjunan mengungkapkan, Pemkot Bandung juga telah bekerja sama dengan lembaga lain. Di antaranya, BPSDM Provinsi Jabar, BPSDM Kementerian Dalam Negeri dan Lembaga Adminitrasi Negara. 


“Sebelumnya pada tahun 2010 sudah dilakukan MoU. Namun perjanjian kerja sama (PKS) baru dilakukan di tahun 2021. Selain dengan Pusdikmin Lemdiklat Polri kita bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Jabar, BPSDM Kementerian Dalam Negeri dan (LAN) terkait penyelenggaran pendidikan dan pelatihan bagi ASN, “ tuturnya. 


Sedangkan Kepala Lemdiklat Pusdikmin Polri, Kombes Taufik Supriyadi mengungkapkan, lembaganya telah memiliki sertifikat dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).  


“Kita dipercaya oleh Pemkot Bandung untuk menjadi salah satu lembaga diklat yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pengembangan bagi ASN dan Polri karena memiliki sertifikasi dari LAN," jelasnya. 


"Kami mampu dan teruji untuk mendidik ASN dan anggota Polri agar dapat menjawab tantangan ke depan serta membekali peserta didik agar memiliki kompetensi hasil didik sesuai dengan ekspektasi masyarakat," ujarnya. (Red)

Wilayah Harus Siap Sebelum Ajukan PSBM



Bandung, Warnus - Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ema Sumarna mengingatkan seluruh unsur kewilayahan untuk memperhatikan kesiapan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), Kamis (18/02). 


Pasalnya, PSBM kali ini harus mengutamakan pengajuan dari wilayah atau "buttom up". Sehingga semua sarana dan prasarananya harus disiapkan wilayah. 


"Daya dukung fasilitas itu harus memadai," ujarnya di sela- sela meninjau Kecamatan Lengkong, Rabu 17 Februari 2021.  


"PSBM itu bottom up, makanya komitmen dulu di wilayah sebelum mengajukan," tambahannya. 


Ema mengatakan, setiap wilayah idealnya memiliki tempat isolasi mandiri dan posko.  


"Di masing-masing wilayah idealnya ada isoman, intinya memenuhi standar kesehatan," katanya. 


Tak hanya sarana, ia menegaskan, semua unsur harus ikut mengawasi pelaksanaan PSBM. 


"Pengawasan ini harus semua turun. Paritisipasi masyarakat penting," tuturnya. (Red)

Kolaborasi Untuk Kebaikan, Oded Imbau Ormas Berbasis Kepemudaan dan Otomotif



Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyerukan kepada seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang berbasis kepemudaan untuk tetap produktif berkarya, Kamis (18/02). 


Organisasinya harus bisa mengarahkan anggotanya berkreasi dan berkolaborasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjalankan program pembangunan. 


Hal ini Oded ungkapkan saat bertemu dengan Ketua XTC Jawa Barat, Dicky Fauzia Rachman di Balai Kota Bandung, Rabu, 17 Februari 2021. 


Dalam pertemuan tersebut Oded menitipkan agar XTC harus bisa bertransformasi. Tak hanya sebagai wadah krativitas anak muda, tetapi juga mampu turut menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat. 


“Saya titip pesen jaga kredibilitas pemuda dan marwah pemuda khususnya XTC. Agar di mata masyarakat menilai XTC adalah komunitas anak muda yang siap berkolaborasi dalam kebaikan-kebaikan,” kata Oded. 


Dalam kesempatan ini, Dicky yang baru saja terpilih sebagai ketua XTC Jawa Barat periode 2021-2026 sekalilgus menghaturkan permohonan maaf kepada masyarakat Kota Bandung, berkenaan kejadian yang sempat heboh beberapa waktu lalu.  


Pria yang akrab disapa Dicky Beje ini mengungangkap, adanya laporan dari masyarakat terhadap sekelompok orang yang terlihat konvoi di jalanan telah ditindaklanjuti. Bahkan dia bersama jajaran pengurus secara sigap langsung memberikan teguran keras kepada anggotanya yang terlibat. 


Dicky sedikit mengulas bahwa peristiwa tersebut terjadi di luar monitor pengurus. Sebab, kala itu, para pengurus tengah fokus melakukan musyawarah daerah. 


Peserta musyawarah juga dibatasi mengingat masih dalam situasi pandemi Covid-19 di Kota Bandung. 


“Mungkin kemarin kita sedang ada kegiatan di Grand Pasundan melakukan musyawarah daerah XTC Jawa Barat. Pas acara, ada beberapa anggota yang melakukan euphoria berlebihan," akunya. 


"Kita dari organisasi, alhamdulillah sudah menegur orang-orang tersebut agar tidak melakukan hal serupa di Kota Bandung. Karena akhirnya ada masyarakat yang tidak enak,” bebernya. 


Di samping menjadi bahan evaluasi, kejadian tersebut menjadi pemacu bagi Dicky untuk menjalankan programnya bersama XTC Jawa Barat. Yakni membawa perubahan signifikan menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memberikan dampak positif. 


Dicky tidak memungkiri apabila perubahan XTC menjadi sebuah ormas berbasis kepemudaan belum sepenuhnya diterima oleh seluruh anggota. Mengingat masih minimnya pemahaman terhadap makna keorganisasian dan peran pentingnya di tengah masyarakat. 


“Visi saya sebenarnya mempersatukan. Karena sudah banyak yang terpisah. Asalnya kita klub motor dan jadi organisasi ada yang suka dan tidak suka. Saya akan rangkul semuanya yang ada di elemen mengatasnamakan agar komando jelas dari hulu ke hilir bisa terarah,” jelasnya. 


Untuk itu, Dicky akan melakukan pendekatan dengan berbasis minat dan potensi XTC di masing-masing daerah. Baik itu sebagai ormas, keluarga ataupun tetap berkecimpung menekuni dunia otomotif agar lebih terarah secara positif. 


“Yang suka dengan klub motornya akan saya arahkan ke IMI Jabar. Di keluarga besarnya akan saya arahkan bagaimana bersilaturahmi yang bisa berdampak terhadap masyarakat. Di ormas, saya edukasi tentang nilai, pandangan dari anggota terhadap organisasi ataupun pemimpin agar pemahaman di organisasi matang,” bebernya. 


Lebih lanjut Dicky juga mengajak kepada semua anggota XTC seluruh Indonesia dan Jawa Barat khususnya agar bisa berpartisipasi menjaga daerahnya masing-masing tetap kondusif. Kemudian menjalin lebih banyak kolaborasi bersama masyarakat untuk membuat berbagai kegiatan yang bermanfaat. 


Ajakan serupa juga dilontarkan Dicky untuk seluruh ormas yang berbasis kepemudaan ataupun otomotif agar senantiasa berkontribusi bagi masyarakat. Terlebih di suasana pandemi Covid-19 yang saat ini memerlukan kolaborasi dari banyak pihak. 


“Buat organisasi serupa kita harus bisa menjaga ketertiban lalu lintas dan ketentraman kota yang kita cintai ini. Akhirnya kita saling menjaga dan mengingatkan agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan masyarakat,” ungkapnya. 


“Karena sekarang di masa pandemi gara-gara tidak ada tilang ini jadi seenaknya. Walaupun polisi tidak fokus penilangan tapi kita harus mengerti. Kalau lalu lintas di jalan, yang celaka bukan hanya kita tapi ada orang lain juga,” tututnya. (Red)