Wednesday, September 8, 2021

Tiga Sungai Jadi Prioritas Normalisasi, Pemkot Bandung dan BBWS Sepakat


Bandung, Warnus - Pemkot dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum terus berkolaborasi untuk menormalisasi sejumlah sungai yang melewati Kota Bandung, Selasa (07/08). 


Hal itu agar sungai-sungai di Kota Bandung kembali bersih dan bisa mencegah banjir. Beberapa di antaranya telah disepakati 3 aliran sungai yang melintasi jalan Sukamaju (Pasteur), sungai Cibodas, Cidurian dan Cisaranten.  


“Ada tiga lokasi yang disepakti diprioritaskan. Berada di jalan Pasteur-Sukamaju, Cibodas-Cidurian dan Cisaranten. Jadi lebih normalisasi sungai dan penataan tepian sungainya,” ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai bersilaturahmi dengan Kepala BBWS Citarum, Bastari di Kantor BBWS Citarum, Senin 6 September 2021.  


Yana menuturkan, selain 3 prioritas itu, beberapa normalisasi sungai pun masih berjalan.  


“Baru tiga ini (prioritas), yang lainnya masih berjalan di beberapa titik,” tuturnya.  


Salah satu kontribusi Pemerintah Kota Bandung dalam normalisasi sungai di antaranya membantu warga membongkar bangunan yang berada di daerah alisan sungai. 


“Pemkot Bandung bantu bongkar juga penertiban,” tutur Yana. 


Ia mengungkapkan, di masa pandemi Covid-19 ini, Pemkot Bandung memang terpaksa melakukan "refocusing" anggaran. Olah karenanya, perlu kolaborasi agar penataan sungai tetap terus berlangsung. 


“Kita sadar ada refocusing anggaran. Kita sepakat swakelola agar dapat dirasakan manfaatnya,” tutur yana. 


Sementara itu, Kepala BBWS Citarum, Bastari menegaskan, siap berkolaborasi dengan Pemkot Bandung untuk menyukseskan prioritas yang sudah disepakati.  


“Tentunya kami akan berkolaborasi 3 prioritas penanganan sungai di Bandung,” tuturnya.  


Ia berkomitmen untuk bersama-sama menangani banjir dan normalisasi sungai. Salah satunya penataan kawasan daerah aliran sungai. 


“Bersama kita atasi masalah banjir dan penataan kawasan. Kita juga siap mendukung Pemkot Bandung untuk terus berkoordinasi," ujarnya. (Red)

Hari Pertama PTM Bandung Berjalan Lancar


Bandung, Warnus - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung menyatakan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kota Bandung berjalan lancar, Rabu (08/09). 


Hal itu tergambar pada pelaksanaan PTM di SMP-SMA PGII Kota Bandung dan SD Ar Rafi, Rabu 8 September 2021. Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kota Bandung memantau langsung pelaksanaan PTM di dua sekolah tersebut. 


Seperti diketahui, 330 Sekolah dari semua jenjang pendidikan dinyatakan lolos verifikasi dan bisa melakukan PTM yang dimulai pada 8 September 2021 dengan kapasitas yang masih terbatas atau dilakukan secara hybrid (PTM dan Pembelajaran Jarak Jauh). 


Dari hasil pantauan, Ema menilai secara keseluruhan, pelaksanaan PTM di sekolah tersebut sudah sesuai dengan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. 


Siswa yang diizinkan mengikuti PTM diatur secara terbatas 20-50 persen dari kapasitas kelas. Semua saling bergiliran tergantung kebijakan sekolah masing-masing.  


Sarana-prasarana atau fasilitas daya dukung kesehatan dalam rangka PTM di masa pandemi pun telah dipenuhi. 


"Rata-rata 30-40 persen dari ruang kapasitas kelas yang dipergunakan. Kemudian dalam waktu yang bersamaan yang masih melaksanakan PJJ (pembelajaran jarak jauh) juga terakomodasi secara maksimal. Rata-rata (di PGII) ada 16 orang 1 kelas dari 32 orang, sisanya melalui daring," ucapnya. 


Ema mengakui masih ada orang tua dari peserta didik yang belum mengizinkan untuk PTM. Namun Ia berpesan kepada sekolah, hak peserta didik tersebut harus dipenuhi 100 persen, sehingga kualitas pembelajaran harus sama. 


"Berbicara substansi dan kualitas mata pelajaran yang diserahkan itu harus sama. Mereka besoknya bergiliran (mengikuti PTM), kecuali yang orang tuanya belum setuju, itu juga menjadi hak mereka. Kita hargai karena tidak ada unsur pemaksaan," katanya. 


Pada pelaksanaan PTM ini, Ema menyampaikan, sekolah bersama Satgas harus mengevaluasinya. Bahkan Dinas Pendidikan harus setiap hari memantau pelaksanaan PTM. Hal itu agar komitmen dan disiplin protokol kesehatan tetap terjaga. 


"Kalau ada pelanggaran, pertama kita beri peringatan. Kalau membandel pelanggaran kedua atau ketiga kita eksekusi dengan kebijakan bisa tutup lagi (pelaksanaan PTM-nya) kembali ke PJJ," tegasnya. 


Sedangkan untuk sekolah yang belum melaksanakan PTM, Ema masih menunggu hasil dari tim verifikator yang saat ini masih memverifikasi 1.692 sekolah lainnya. 


"Saya punya keyakinan (sekolah yang melaksanakan PTM) pasti bertambah. Dalam waktu yang bersamaan sebetulnya satgas yang lain, kemudian Satgas di kecamatan itu bergerak. Bahkan kemarin kami sudah sepakat bahwa nanti semua SKPD ini komandannya Pak Kadisdik yang mengoordinasikan," katanya. 


Selain itu, Ema juga mewanti-wanti para Pendidik dan Tenaga Kependidikan agar dapat memberikan contoh yang baik kepada peserta didik, seperti mematuhi protokol kesehatan. 


"Jangan sampai gurunya tidak sadar seperti mengobrol dengan bergerombol atau berkerumun (tidak mematuhi protokol kesehatan). Satgas juga harus mobile setiap sudut melakukan pengecekan," pesannya  


Sementara itu, Kepala SMP PGII Kota Bandung, Irwan Andriawan mengatakan, siswa yang mengikuti PTM di kelas berjumlah sekitar 30 persen dari kapasitas. Meski sudah dizinkan sampai 50 persen, tetapi pihaknya akan melakukan secara bertahap. 


"Jadi kita bergilir agar semua merasakan proses PTM. Sesudah melihat kondisi, kita akan menghadirkan sesuai instruksi pemerintah 50 persen. Kita bergiliran dengan nomor absen misal 1-10, besoknya 11- 20," katanya. 


Menurut Irwan, 93 persen orang tua siswa telah menyetujui dan mendukung PTM. Hal itu terlihat dari 85 persen siswa SMP PGII yang telah melakukan vaksinasi Covid-19. 


"Artinya orang tua antusias mendukung pelaksanaan PTM. Kita lakukan 2 jam untuk proses pembelajaran. Jadwal siswa yang masuk dan pulang juga berbeda," katanya. 


"Seperti kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, kelas 8 masuk 07.30 WIB, dan kelas 9 masuk pukul 08.00 WIB. Jadi pulangnya akan berbeda juga," imbuhnya.  


Ia juga mengungkapkan, hasil pendataan, sebagian besar siswa diantar-jemput. 


Sementara itu, Wakil Kepala SD Ar Rafi' Iis Siti Aisah mengaku antuasiasme orang tua dan murid di sekolahnya tersebut sangat tinggi. Ini terbukti saat sosialisasi PTM, hampir seluruh orang tua mengikuti sosialisasi dalam zoom meeting. 


"Meskipun ada juga yang tidak mengizinkan, alasannya ada yang anaknya punya komorbid seperti asma. (Untuk memastikan kesehatan) sehari sebelumnya kita share google form untuk mendata apakah anak tersebut sebelumnya pernah bepergian, kontak fisik dengan penderita Covid-19, atau memiliki penyakit bawaan," katanya. (Red)

Guru Harus Interaktif Pada Siswa Canggung Hari Pertama PTM


Bandung, Warnus - Sebanyak 330 Sekolah di Kota Bandung telah diiznkan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai 8 September 2021. Sedangkan sekolah lainnya masih harus diverifikasi agar dapat menggelar PTM, Rabu (08/09). 


Pada pantauan hari pertama PTM terbatas di SMP-SMA PGII dan SD Ar Rafi', para peserta didik masih canggung dan kaku saat bertemu teman sekelas dan Guru di ruangan kelas. 


Bahkan, untuk mencairkan suasana tersebut, salah seorang Guru di SMP PGII, yakni Egi Arif Rahman harus melakukan "ice breaking". 


"Kesulitan hari pertama ini mengkondisikan anak, karena yang di kelas dengan yang di rumah pasti berbeda dari kesiapan dan yang lainnya," katanya. 


"Anak yang baru masuk sekarang saya juga kaget. Mereka kaku karena sudah lama (tidak bertemu) mungkin yah. Yang biasanya aktif itu kaku," ungkapnya. 


"Tapi saya coba bangun lagi, sekitar 30 menit dia mulai terbiasa," ucap Egi yang mengajar Pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. 


Egi mengakui, saat PTM terbatas ini para guru harus lebih interaktif saat memberikan pelajaran. Ia pun menerapkan metode "enjoyfull learning" agar anak-anak yang berada di kelasnya bisa merasa nyaman. 


"Kalau di google classroom yang daring, mereka masih oke saja. Nah yang tadi baru masuk sepertinya memang agak kaget. (Saat di kelas) kita pakai layar komputer agar yang di rumah juga bisa melihat ke saya, jadi yang di kelas dan di rumah ada eye contact," imbuhnya. 


Salah seorang siswa SMP PGII, Azka Saniy juga mengakui hal tersebut. Namun saat mengikuti PTM ia merasa bisa lebih menangkap pelajaran dari guru.  


Azka yang saat ini berada di kelas 9, sebelumnya mengikuti PTM terakhir saat kelas 7. 


"Bedanya kalau online, bisa malas-malasan. Kan bisa saja tidak menyalakan kamera, kita tiduran. Sedangkan di kelas tidak bisa. Lebih bisa menangkap (pelajaran) juga kalau ketemu langsung," ucap Azka yang saat ini berada di Kelas 9. 


Menurut Azka, orang tuanya menyetujui untuk mengikuti PTM. Ia pun membawa bekal untuk makan, hand sanitizer dan memakai masker sebagai alat pelindung diri saat pandemi Covid-19 ini. 


Di lain tempat, yakni di SD Ar Rafi', Wakil Kepala Sekolah, IIs Siti Aisah mengungkapkan hal serupa. Respon para peserta didik terlihat lebih canggung saat bertemu teman-temannya seolah-olah seperti menjadi murid baru lagi. 


"Karena hampir dua tahun tidak bertemu, seolah-olah seperti murid baru lagi. Sebenarnya harapan mereka itu bisa main bola misalnya bersama teman-teman," ucapnya. 


"Tetapi karena pandemi seperti ini, mungkin hal yang seperti berinteraksi dengan temannya tidak bisa dilaksanakan secara maksimal. Hanya bertemu di kelas saja," lanjutnya. 


Oleh karena itu, Iis mengaku pada hari pertama PTM terbatas ini, sekolah tidak memberikan materi pembelajaran. Namun lebih ke arah pemberian motivasi dan arahan menjaga pola hidup sehat. 


"Jadi anak-anak tidak dibuat 'shock' ketika harus masuk ke sekolah lagi," ucap Iis. (Red)

Wisata Kota Bandung Boleh Beroperasi Meski Zona Kuning

Bandung, Warnus - Turunnya kasus Covid-19 membuat level kewaspadaan Kota Bandung turun dari zona risiko tinggi (zona oranye) ke zona risiko rendah (zona kuning) dengan skor 2,54. Selain itu Positivity Rate berada di angka 1,77, dan Bed Occupancy Rate (BOR) di angka 19,16 persen, Rabu (08/09). 


Beberapa sektor juga telah memperoleh relaksasi atau pelonggaran yang disesuaikan dengan aturan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali. 


Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial menyampaikan kondisi saat ini di Kota Bandung cukup menggembirakan karena sudah bergeser ke zona kuning atau risiko rendah. 


Karena hal tersebut, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas sudah mulai dilaksanakan di 330 Sekolah, namun dengan catatan dipastikan memiliki kesiapan dan pengawasan dari Satgas Penanganan Covid-19 dan leading sektor Dinas Pendidikan. 


"Berdasarkan aspirasi, di perhotelan ada MICE (Meeting, Incentive, Conference dan Exhibition) itu akan kita berikan relaksasi, juga Kebun Binatang, tempat olahraga outdoor," katanya usai Rapat Terbatas bersama Forkopimda di Ruang Tengah Balai Kota Bandung. 


Selain itu, Kiara Artha Park, Trans Studio Bandung, dan Saung Angklung Udjo juga sudah boleh beroperasi. Sedangkan untuk resepsi pernikahan diperbolehkan dengan jumlah tamu 20 orang per sesi. 


Namun Oded mengingatkan, meski telah memperoleh relaksasi, pada prinsipnya pengelola tempat dan pengunjungnya harus disiplin dengan protokol kesehatan demi menjaga situasi dan kondisi saat ini. 


Oded mengaku, akan segera mengatur terkait kapasitas, jam operasional, hingga usia pengunjung yang boleh memasuki beberapa tempat yang diberikan relaksasi tersebut. Sedangkan tempat yang lain akan dilakukan secara bertahap. 


"Dine in di dalam gedung sudah boleh, waktu makannya 1 jam, kapasitasnya masih 25 persen. Kalau pengunjung usia 12 tahun ke bawah nanti akan diatur kembali, karena kita tetap sejalan dengan Inmendagri," katanya. 


Terkait mobilitas masyarakat, penerapan ganjil-genap di gerbang tol menuju ke Kota Bandung akan tetap berlaku tiap akhir pekan. 


"Tadi laporan dari Pak Kapolrestabes akan tetap dilanjut sampai ada instruksi dari Kapolda. Tadi disampaikan dampak positifnya bisa mengurangi sampai 20 persen," katanya. 


"Karena sudah mulai longgar, kemarin saya melihat langsung kondisi di beberapa lokasi seperti Cilaki itu luar biasa. Makanya ganjil-genap akan terus konsisten. Petugas di lapangan juga diperkuat," lanjutnya. 


Oded menambahkan meski pun kasus Covid-19 menurun, Tracing, Testing, dan Treatment (3T) akan terus dilakukan karena hal tersebut yang menjaga indikator Kota Bandung agar terus melandai. 


"3T tetap berjalan dan harus terus kita lakukan. Karena indikatornya di situ. Bisa jadi bom waktu atau tidak itu dari situ," ucapnya. 


"Vaksinasi pun hari ini sudah mencapai 69 persen. Artinya target 70 persen untuk bulan September optimis bisa terlampaui," imbuhnya. 


Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, beberapa tempat seperti tempat olahraga outdoor akan segera dibahas untuk diatur terkait kapasitas dan aturan lainnya. 


"Nanti akan diatur, seperti jumlah orang misalnya tidak 50 persen kapasitas. Karena misalnya di Sabuga kapasitas 10.000 orang berarti 5.000 orang di sana, kan tidak akan begitu. Tapi dibatasi untuk 200 orang. Dan lama olahraga akan diatur juga, misalnya hanya untuk satu setengah jam," katanya. 


Sedangkan terkait Kebun Binatang dan tempat wisata lain, Ema juga akan mengatur usia berapa yang diperbolehkan masuk sebagai pengunjung. Karena masuk ke pusat perbelanjaan pun anak usia 12 tahun kebawah masih belum diperbolehkan. 


"Acara musik, pameran, dan kegiatan lain yang akan mengundang kerumunan juga masih belum diperbolehkan. Tapi kalau musik di cafe untuk menghibur itu tidak ada masalah, itu istilahnya compliment," ucap Ema. (Red)

Oded Menghimbau Orang Tua Perhatikan Putra Putrinya Saat PTMT




Bandung, Warnus - Oded M. Danial memohon para orang tua siswa untuk memperhatikan putra-putrinya yang akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Khususnya terkait protokol kesehatan agar putra-putrinya bisa terhindar dari Covid-19, Rabu (08/09). 


"Mari tingkatkan kewaspadaan diri dengan terus melaksanakan prokes (protokol kesehatan) untuk mencegah Covid-19," ujar Oded terkait telah dimulainya PTMT di Kota Bandung. 


Oded mengungkapkan, PTMT di Kota Bandung sudah dapat dimulai seiring dengan menurunnya level risiko penularan Covid-19 di Kota Bandung. 


Saat ini, Kota Bandung berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri, maka daerah yang berstatus Level 3 dapat menggelar PTMT. 


Kendati demikian, Oded mengatakan, PTMT di Kota Bandung akan dilaksanakan secara bertahap. Hal itu untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana sekolah. Sekolah harus betul-betul siap melaksanakan PTMT. 


Karena menurutnya, keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga pendidikan, dan keluarga menjadi prioritas utama pelaksanaan PTMT di Kota Bandung. 


"Saya juga berharap, warga Kota Bandung tidak euforia dengan penurunan status PPKM. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tutur Oded. 


Oded mengatakan, PTMT bukan sebuah kewajiban. Jika ada orang tua yang tidak mengizinkan putra-putrinya mengikuti PTMT maka akan tetap dilayani secara daring (Pempelajaran Jarak Jauh). 


"Bapak ibu orang tua peserta didik tak perlu khawatir. Semua siswa akan tetap terlayani meski tidak mengikuti PTMT," katanya. 


Di luar itu, Oded juga telah menginstruksikan kepada Satgas kewilayahan, puskesmas, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meninjau langsung pelaksanaan PTMT di sekolah. Sehingga pelaksanaan PTMT bisa berjalan sesuai rencana. 


"Terima kasih atas partisipasi seluruh warga Kota Bandung untuk terus menjaga prokes mencegah Covid-19," tutur Oded. (Red)

Thursday, September 2, 2021

Program Strategi Bidang Pertanahan, Pemkot Bandung Kolaborasi dengan BPN



Bandung, Warnus - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus bersinergi untuk memberiku pelayanan publik yang maksimal bagi masyarakat, Kamis (02/09). 

Khususnya bidang pertanahan, Pemkot Bandung dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyinergikan sekaligus berkolaborasi kebijakan dan strategi pelaksanaan program.  

Salah satunya, Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang merupakan kegiatan pendaftaran secara serentak meliput objek pendaftaran tanah yang belum terdaftar dalam satu wilayah kelurahan atau desa.  

Selain itu, bertujuan untuk pemetakan seluruh objek pendaftaran tanah yang sudah didaftar dalam rangka menghimpun dan menyediakan informasi lengkap mengenai bidang tanah.  

"Ada program PTSL itu tentunya memberikan kemudahan dan manfaat besar bagi pemerintah kota maupun masyarakat," tutur Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana usai menghadiri acara Sinergitas Kebijakan dan Strategi Pelaksanaan Program Strategi Nasional di Provinsi Jawa Barat, di Hotel Pullman Bandung, Rabu 1 September 2021.  

Yana menerangkan, dengan dasar tersebut banyak keuntungan yang didapat. Seperti menambah jumlah bidang tanah yang terdaftar.  

Termasuk memperbaiki data bidang tanah yang sudah bersertifikat serta menyelesaikan sengketa atau permasalahan yang ada.  

"Dengan dasar ini banyak keuntungan yang di dapat termasuk kepastian luas, harga dan sebagainya," ujar Yana.  

Ia mengatakan, Pemkot Bandung terus bersinergi untuk kebijakan ini yang bermanfaat juga bagi masyarakat. 

"Pastinya, sinergitas dan kolaborasi yang baik kita jalankan," tegasnya.  

Sementara itu, menurut Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat, Dalu Agung Darmawan menerangkan, sinergitas kebijakan salah satunya PTSL menjadi penting karena memberikan dampak positif yang besar.  

"Sengketa pertanahan berkurang juga mendukung one map policy peta skala besar sampai 1:1.000," bebernya.  

Selain itu, ia mengatakan, bisa menyelesaikan permasalahan batas administrasi desa atau kelurahan dan pastinya mendukung program strategis nasional untuk pengadaan tanah bagi kepentingan umum.  

"Ini juga dapat menghasilkan penerimaan pajak melalui PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), PPh (Pajak Penghasilan), maupun BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan)," tuturnya.  

Ia mengatakan, data capaian PTSL hingga tahun 2020 mencapai 2.878.391 bidang. Sementara target tahun 2021 yaitu 1.579.000 bidang.  

"Sertifikat tanah yang terbit sampai dengan bukan Agustus 540.809 bidang atau 34,69 persen dan yang belum 1.038.191 bidang atau 65,31 persen," jelasnya. (Red)

Friday, August 13, 2021

Petugas Kepolisian di Samsat Baleendah, Tertibkan Kerumunan menjadi tertib antrian guna Kelancaran Pelayanan Publik Dan Memutus Rantai Penularan Covid-19.




Kab. Bandung, WARNUS – Jumat, 13/8/2021, pukul 08.00 WIB Samsat Baleendah lakukan penertiban kerumunan menjadi antrian tertib, dan himbauan agar tetap menjaga jarak satu dengan yang lain, tetap memakai masker dan memakai handsanitizer guna memutur mata rantai penularan covid 19.

Tidak mudah memberi pengertian kepada masyarakat karena masing-masing memiliki persepsi terkait dengan penyebaran virus covid 19, namun disisi lain apparat penegak hokum wajib memberi contoh dan teladan bagi masyarakat untuk menerapkan protokoler kesehatan. Dengan ini pihak kepolisian yang bertugas di samsat baleendah menerapkan protocol kesehatan secara ketat dan membuat antrian menjadi lebih tertib menghindari kerumunan yang tak terhindarkan.

Slogan yang di sandang instansi kepolisian sebagai pengayom masyarakat, harus tercipta secara nyata, tampak jelas di hadapan media para anggota memberi pelayanan yang prima, ramah dan humanis kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan di samsat baleendah.

Dihadapan media,  Aiptu Zaenal Mustopa dan Bripka muhamad Anwar mengatakan “ kami sebagai petugas di samsat baleendah mengupayakan pelayanan prima dalam membantu maskarakat sekitar terkait taat pajak kendaraan dan lainnya, terlebih kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap menerapkan protocol kesehatan demi terputusnya mata rantai penularan covid 19, mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini bisa di terima oleh masyarakat dan merekapun paham tugas kami sebagai petugas”. Ucapnya.

Penertiban berjalan kondusif dan pelayanan para petugas di samsat baleendah berjalan lancar. Diharapkan penertiban ini berjalan berkesinambungan selama pandemic covid masih ada sehingga tidak menimbulkan sensitifitas dan kecemburuan sosial bagi pihak-pihak tertentu.