Tuesday, June 15, 2021

Ema Soroti Perilaku Siswa, Sekolah Paham Aturan Main PTMT

Bandung, Warnus - Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menilai sejumlah sekolah telah memahami persyaratan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), Senin (14/06). 


Penilaian Ema tersebut berdasarkan hasil peninjauan ke sejumlah sekolah yang melaksanakan uji coba PTMT. Termasuk saat ia meninjau SMPN 43 Kota Bandung dan ke TK dan SMP Assalam Kota Bandung, Senin 14 Juni 2021. 


Menurutnya, para guru bersama Kepala Sekolah telah memahami alur pada saat siswa datang, hingga pada saat pulang. 


"Kebetulan ini (di SMPN 43) levelnya SMP jadi yang ada itu kelas 7,8, kalau 9 kan sudah keluar mau masuk ke kelas 10. Mereka sudah mengatur bagaimana pintu kedatangan atau alur kedatangan dan juga alur kepulangan dan mereka sudah tahu bahwa sesuai dengan ketentuannya," katanya. 


"Apabila nanti pelaksanaan PTMT maka maksimum dari kapasitas ruang dan dari jumlah siswa yang ada itu hanya 25 persen. Jadi misalnya rata-rata di sini per kelasnya, ada 32 siswa artinya itu maksimum hanya 8 orang," lanjutnya. 


Selain itu, siswa maksimum mendapatkan dua mata pelajaran dengan masing-masing 1 jam. Kemudian tidak ada waktu untuk istirahat, dan kantin tidak boleh buka. 


"Jadi mereka semua, kebiasaan jajan dan lain sebagainya tidak ada. Mereka rata-rata sudah membawa makanan dan minuman sendiri. Bahkan tadi saya cek mereka rata-rata sudah membawa hand sanitizer sendiri," ucap Ema. 


"Artinya informasi dan edukasi ke siswanya ini sudah berjalan cukup baik. Hanya yang jadi kendala umum adalah ternyata masih ada 30 persen siswa yang masih menggunakan jasa transportasi umum," katanya. 


"Perilaku inilah yang harus kita waspadai. Karena kita tidak tahu perilaku para siswa atau layanan di transportasi umum seperti apa. Tidak semua orang tua juga memiliki alat transportasi. Mungkin karena persoalan waktu, sibuk, tidak ada waktu mengantar anak," imbuhnya. 


Ema pun mengingatkan kepada para guru agar dapat mengawasi ketat terhadap siswa jika PTMT ini dilaksanakan. Sehingga jangan sampai dibiarkan terlalu bebas saat di sekolah. 


"Bahkan tadi saya melihat siswa mau toilet pun diantar. Jangan sampai nanti mereka misalnya arahnya tidak sesuai dengan kepentingan," katanya. 


"Begitu pun dalam proses pulang makanya kami mintakan 1-2 menit itu yang namanya pendidikan 5M harus disampaikan, perilaku mereka datang dan pergi tidak boleh ada ruang kesempatan mereka bermain. Karena dengan alasan sudah lama tidak bertemu dengan teman dan sebagainya." Lanjutnya. 


"Ada kerinduan, kemudian belok kiri belok kanan, bahkan ke mana pun, ini yang membahayakan. Karena tiba-tiba mereka tanpa sadar bergandengan tangan dan lain sebagainya Itu yang tentunya harus diingatkan," katanya. 


Ema menilai, secara umum sekolah sudah memahami apabila PTMT. Tapi melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini tetap harus waspada. 


"Secara umum, mereka sudah memahami apabila PTMT itu nanti akan diambil oleh Pak Walikota. Tapi saya katakan bahwa kalau melihat situasi dan kondisi pandemi saat ini Bandung sedang dalam kondisi harus waspada Tinggi," katanya. 


"Karena kondisinya sekarang (kasus Covid-19) baik kumulatif termasuk aktif termasuk juga BOR kita ini semuanya sedang bergerak dan sedang mengkhawatirkan," ungkapnya. 


Ema mengatakan, angka positif aktif sebanyak 1.118 kasus. Sedangkan keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) mendekati angka 89 persen.  


"Jadi hampir semua rumah sakit sekarang ini okupansinya terjadi peningkatan. Kita sedang terus menambah tempat tidur di seluruh rumah sakit rujukan yang ada di kota Bandung," katanya. (Red)

Rakortas Arahan Presiden, Oded Mengikuti

Bandung, Warnus - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang juga menjabat Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 Kota Bandung mengingatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus memperkuat pola kerja sama, Senin (14/06). 


Hal itu sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) melalui Video Confrence dengan Presiden RI, Joko Widodo terkait Penanganan Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro (PPKM Mikro). 


Oded mengikuti rapat secara virtual didampingi Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara di Pendopo Kota Bandung, Minggu 13 Juni 2021. 


Menurut Oded, Jokowi mengingatkan kepada 4 Provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta beberapa Kabupaten/Kota termasuk Kota Bandung. 


"Arahan pak Presiden, kita diminta harus meningkatkan pola kerjasama dengan Forkopimda. Bahkan sampai dengan Forkopimcam bersama Danramil, Kapolsek, termasuk dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus ditingkatkan," katanya. 


Kedua, Presiden juga mewanti-wanti agar 3T yakni Testing, Tracing, dan Treatment harus terus dilakukan.  


"Alhamdulillah Kota Bandung sampai hari ini konsisten (melakukan 3T). Insyaallah kita cukup baik saya kira," ucap Oded. 


Terkait PPKM Mikro, Oded menilai Kota Bandung sudah 'on the track' dan hanya terus mengawal dan memantaunya sampai ke tingkat RT. 


"Pola kerja sama kita (dalam PPKM Mikro) itu harus betul-betul diperkuat, Satgas di tingkat Kota dengan Kecamatan, sampai ke tingkat RT RW," katanya. 


Sedangkan terkait rumah sakit, dari sisi Bed Occupancy Rate (BOR), Jokowi pun mengarahkan agar memperbanyak tempat tidur di rumah sakit. 


"Kota Bandung memang walau pun sudah di angka 85 persen, tapi yang terbanyak itu yang (warga) dari luar Kota Bandung sebanyak 56 persen," katanya. 


Sedangkan tentang vaksinasi, Jokowi juga meminta percepatan. Oded menyebut, Jokowi meminta agar vaksin tidak distok. 


"Kemudian tentang PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas), tadi disampaikan oleh Pak Menko bahwa itu akan dievaluasi," katanya. 


"Termasuk sentra ekonomi juga harus jadi pertimbangan. Walau pun tentu saja kita harus mempertimbangkan dengan dampak pada kurva yang terjadi dari sisi kesehatan," ucap Oded. (Red)

Bangun Inovasi Era Digital, Oded Ajak Gen Z Jawab Tantangan Masa Depan


Bandung, Warnus - Teknologi digital merupakan suatu keniscayaan yang tidak bisa lepas dari kehidupan saat ini. Hal itu juga menjadi tantangan Kota Bandung menghadapi masa depan, Senin (14/06). 


Oleh karenanya, Kota Bandung memerlukan peran generasi muda khusunya generasi Z agar perkembangan digital saat ini bisa menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat dan membawa kemajuan bagi Kota Bandung. 


Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial pada saat membuka Webinar Nasional Literatalks 2.0 2021 di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 12 Juni 2021. 


“Kita harus terus membangun inovasi kebaikan dan gagasan yang positif dan konstruktif di antara manusia dalam rangka menyambut masa depan bersama,” kata Oded. 


Oleh karenanya, Ia berharap, kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi generasi muda Kota Bandung dalam menjawab tantangan masa depan utamanya di masa pandemi saat ini.  


“Semoga para generasi muda ini bisa mendapatkan sebuah inspirasi baru dalam membuat inovasi digital guna melawan tantangan masa pandemi,” tuturnya. 


Namun di luar itu, Oded mengungkapkan, ada 2 hal yang harus dihadirkan dalam kehidupan jika ingin sukses. Pertama, menjaga hubungan baik dengan Allah SWT melalui ibadah.  


Kedua, membangun inovasi kebaikan sesama manusia. 


“Membangun hubungan dengan Allah SWT yang sangat kuat dan harmonis melalui ibadah dan pengabdian kita,” kata Oded. 


Oded pun mrmgapresiasi acara yang diinisasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung tersebut. 


Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung, Tedy Rusmawan menyampaikan, literasi saat ini tidak hanya terbatas pada membaca, menulis dan menghitung saja. Namun lebih dari itu harus terus ditingkatkan. 


Tedy mengatakan, ada 4 hal yang harus dilakukan dalam memenangi persaingan di era digital ini, yakni optimisme, keseriusan, inovasi dan networking. 


“Harus menghadirkan optimisme, harus serius (fokus), terus berinovasi, dan memperluas networking sebagi modal dasar membangun kolaborasi,” kata Tedy. 


Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Yayan A. Brilliyana mengatakan, untuk membangun Kota Bandung sebagai pionir smart city tentu tidak bisa berjalan sendiri. 


Menurutnya, dalam memanfaatkan keterbatasan sumber daya diperlukan kolaborasi dan dukungan yang melibatkan banyak pihak. 


“Harus menggandeng masyarakatnya, para gen Z, akademisi dan sebagainya, sehingga mudah-mudahan Bandung sebagai kota yang smart bisa terwujud dan terlaksana dengan cepat,” ujarnya. 


Perlu diketahui Webinar tersebut diikuti oleh 883 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari para pelaku UMKM juga para generasi Z. (Red)

Monday, June 7, 2021

Dansektor 19 Jelaskan Tentang Giat Pengerukan Sungai di Rengasdengklok, Widodo : Kasian Dengan Masyarakat Kena Banjir




Kab Karawang, Warnus - Pengerukan Sungai Rengasdengklok Dansektor 19 Kol CHB Widodo memberikan ruang untuk diskusi jawaban akan giat pengerukan sungai skala besar dengan melibatkan armada dump truck dan pick up kecil dalam pengangkutannya, Senin (07/06). 

Widodo selaku Dansektor 19 menjelaskan "saya yang bertanggung jawab di sektor 19 bukan bungkam, tapi memang kita tidak ketemu, di karenakan saat rekan media hadir saya ada kesibukan di luar, masih tentang citarum juga, hari minggu 6 juni 2021 saya berikan penjelasan. 

Tolong jangan di bilang bungkam, jujur saya kasian melihat masyarakat mas bila banjir daerah itu cukup luar biasa, apa lagi kemarin kita semua satgas sibuk di lapangan akibat bencana banjir kemarin, itu juga menjadi tugad dan tanggung jawab kita selaku satgas citarum "ucap widodo. 

"Terkait urugan yang di maksud, kita tidak ada niat memperkaya diri, tapi memang giat tersebut atas permintaan warga dan kepala desanya, dan kita kebetulan ada rekanan marcel yang sanggup mengerjakan tanggul sungai. 

"Kita kan tidak memiliki anggaran lebih dalam mengerjakan semua itu, dengan adanya pihak ke tiga yah merasa terbantu lah dari alat berat dan armada, yang terpenting warga sekitar jangan sampai terendam banjir, bayangkan bila sebelumnya ini tidak di lakukan, tentu banjir kemarin lebih parah daerah tersebut "ungkap widodo. 

Danki Supriyanto menambahkan "saya kebetulan memang ada giat membuat taman di lokasi sebelahnya, dan alhamdullilah kita dapat dukungan dana CSR dari kujang, mungkin karena semua sibuk jadi salah komunikasi mas "jelasnya. 

Pegawai Harian BBWS Ade angkat bicara "dalam giat tersebit kita juga selalu mepaporkan ke BBWS, kalau dulu sama pa yayat. Kegiatan ini juga BBWS tahu karena ada di OP 1, dan memang tidak ada anggarannya "kata ade. (Chox)

Tuesday, May 11, 2021

Dansektor 1 Pastikan Icon Cisanti Terbangun, Purwadi : Dicitarum Harus Kerja Ikhlas dan Cerdas





Kab Bandung, Warnus - Situ Cisanti sebagai hulu dari program citarum pusat memang selayaknya harus berfungsi dengan baik. Situ Cisanti terletak di Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari dengan panorama alam yang asri dengan ketinggian sekitar 2000 Mdpl diatas permukaan laut, dan ada 7 mata air. Cisanti sempat hilang pamornya, karena kurang maksimal dalam merawat dan menjaganya, Selasa (11/05). 

Saat ini cisanti mengalami perubahan yang tampak signifikan semenjak di tangani oleh Kol Kav Purwadi selaku Dansektor 1 di Hulu Cisanti. Sentuhannya dikit sedikit merubah image sejak awal masuk gerbang cisanti, dan tidak pernah merosot prajurit satgas citarum sektor 1 gencar lakukan pembenahan di setiap subsektor dengan Komando Kol Kav Purwadi saat ini. 

Purwadi mengatakan "sebagai prajurit yang di tugaskan kita harus siap meski ini bukan perang senjata melawan musuh, saat ini kita perang di lingkungan, untuk merubah yang tadinya rusak menjadi baik. Karena kita di tugaskan di citarum harum yang fungsinya memperbaiki lingkungan yang sebelumnya rusak akibat sampah, limbah, dan perubahan alih fungsi lahan. 

"Kita juga bertugas menyadarkan masayarakat untuk peduli pada linglungannya, karena itu juga penting "pungkasnya. 

Dalam bekerja di citarum, saya tekankan "kerja cerdas kerja ikhlas dan bersama kita bisa itu yang penting. 

Dan di cisanti ini saya juga kaget tidak ada pohon tarum satupun, padahal itukan icon untuk citarum harum. Akhirnya saya lakukan pembibitan 500 bibit pohon tarum dan kacang brazil (akademiah). Merekrut orang juga tidak mudah untuk bekerja di citarum, saat ini kerja keras membangun dan merubah semua. 

Satu lagi, karena ini tempat wisata maka coba kita wisata ini harus lebih bisa di kenal bukan hanya domestik saja, tapi bila perlu Nasional atau Dunialah. Kita banyak kerjakan sedimen di mata air yang dulu kurang diperhatikan, kita lakukan pelan-pelan tapi past. Bisa di lihat saat ini, kita rubah semua meski saya baru beberapa bulan di sini. 

"Bibit Kina juga akan kita buat, dan saung Edukasi juga akan kita bangun, jadi wisata edukasi "tutup purwadi. (Chox)

Tuesday, May 4, 2021

Prasasti Dewi Sartika Diresmikan, Oded : Berharap Generasi Muda Tangkap Pesan Pahlawan




Bandung, Warnus - Raden Dewi Sartika merupakan sosok pahlawan nasional perintis pendidikan untuk kaum perempuan Indonesia. Pada tahun 1904 tepatnya 16 Januari, Dewi Sartika pun berhasil mendirikan Sakola Isteri pertama di Bandung, Senin (03/05). 


Saat ini, sekolah yang terletak di Jalan Kautamaan Isteri No.12 Kota Bandung tersebut telah ditetapkan pemerintah sebagai situs sejarah serta menjadi SD Swasta Dewi Sartika dan SMP Swasta Dewi Sartika. 


Tak hanya itu, jasa dan perjuangannya memajukan pendidikan perempuan membuat sosok Dewi Sartika kembali mendapatkan penghargaan. Namanya telah lama digunakan sebagai nama Jalan dan Taman di Kota Bandung.  


Di Taman Dewi Sartika itulah, terdapat sebuah patung perempuan yang letaknya berada di tengah-tengah taman dan menjadi ikon dari taman tersebut.  


Namun karena tanpa dilengkapi prasasti, sebelumnya banyak masyarakat tak mengetahui siapa sosok dibalik patung tersebut.  


Akhirnya, Pemerintah Kota Bandung merenovasi dengan menambahkan prasasti berisi gagasan pengajaran dari Raden Dewi Sartika. 


Masih dalam momen peringatan Hari Pendidikan Nasional, Wali Kota Bandung, Oded M Danial meresmikan prasasti patung Dewi Sartika. 


"Kita dituntut untuk mereview, di tataran Sunda kita punya seorang inohong (tokoh) pendidikan yang sangat luar biasa. Jadi yang datang tidak hanya sekedar melihat, tetapi mereka bisa mengetahui dengan membaca pesan-pesan penting dari beliau," tutur Oded usai meresmikan. 


Menurut Oded, sosok Dewi Sartika bukan hanya sekedar tokoh pendidikan, melainkan dengan gagasan yang dimilikinya ia mampu melawan penjajah dan akhirnya berhasil mendapat penghargaan Bintang Emas dari pemerintah Hindia Belanda pada masa itu. 


Oleh karenanya, Oded meminta kepada generasi muda untuk meneruskan perjuangan Dewi Sartika dalam membangun pendidikan karakter. Sehingga bisa menjadi pribadi bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang banyak. 


"Melawan penjajah bukan hanya sekedar oleh fisik dan senjata saja, tapi dia memiliki gagasan yang luar biasa, melawan penjajah yaitu membangun pendidikan karakter," tuturnya. 


"Pendidikan karakter harus terus ditumbuhkan, karena dengan karakteristik, bangsa ini menjadi bangsa yang kuat," imbuhnya. 


Di tempat sama, Ketua Yayasan Awika (Ahli Waris Pahlawan Nasional Dewi Sartika), Dini Dewi Krisna berharap, adanya prasasti bisa memberi pengetahuan kepada pengunjung. Sehingga mereka bisa mencontoh sosok Dewi Sartika. 


"Prasasti ini bukan hanya sebagai lambang tapi sebagai contoh, perjuangan ibu Dewi Sartika untuk diikuti oleh generasi penerus. Karena di umur 9 tahun beliau membantu perempuan untuk pintar dan berhasil mendirikan sekolah di masa penjajahan Belanda," kenang Dini yang juga Cucu dari Dewi Sartika. 


Sementara itu, Iwan Kurniawan, Cicit Dewi Sartika meminta khususnya kepada warga Bandung untuk sama-sama merawat dan menjaga prasasti agar tidak ada aksi vandalisme maupun pencurian. Karena, prasasti merupakan aset bersama milik warga Bandung. 


"Secara umum, apa yang ditulis di sana, keluarga sudah menyepakati untuk ditampilkan di area Balai Kota untuk dinikmati sebagai edukasi publik," tutur Iwan. 


"Kami dari keluarga ingin sosok ibu Dewi Sartika lebih banyak dikenal oleh generasi muda, profil Ibu Dewi Sartika bisa menjadi panutan bagi kita semua," tuturnya. (Red)

Aturan Pengetatan Larangan Mudik




Bandung, Warnus - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah menetapkan masa berlaku aturan pelarangan jelang mudik lebaran. Yaitu mulai Kamis 22 April 2021 ini hingga sampai 24 Mei 2021 mendatang, Senin (03/05). 


Hal itu ditetapkan melalui Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 itu diteken oleh Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo pada 21 April 2021 lalu. 


Sedangkan masa peniadaan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021 sesuai surat edaran satuan tugas penanganan Covid-19 nomor 13 tahun 2021. 


Untuk itu, ada sejumlah hal yang perlu diketahui oleh warga Kota Bandung terkait larangan mudik. 


Berikut aturan SE Satgas terkait larangan mudik lebaran: 


A. Setiap pelaku perjalanan dalam negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April - 5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 - 24 Mei 2021) wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut: 


1. Penumpang pesawat domestik dan kereta api; wajib menunjukkan surat negatif Covid-19 melalui tes swab PCR atau rapid tes antigen yang berlaku 1x24 jam, atau hasil negatif tes GeNose C19 secara langsung di Bandara atau Stasiun sebelum keberangkatan, serta mengisi e-HAC Indonesia. 


2. Penumpang transportasi laut dan penyeberangan laut; wajib menunjukkan surat negatif Covid-19 melalui tes swab PCR atau rapid tes antigen yang berlaku 1x24 jam, atau hasil negatif tes GeNose secara langsung di Bandara sebelum keberangkatan, serta mengisi e-HAC Indonesia. 


3. Penumpang transportasi umum dan kendaraan pribadi akan diperiksa surat negatif Covid-19 di tengah perjalanan, jika tidak ada maka dilakukan tes antigen atau GeNose C19 acak oleh petugas di lapangan. 


B. Perjalanan pada masa larangan mudik 6-17 Mei 2021 hanya diizinkan bagi kendaraan pelayanan distribusi logistik dan pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak atau non-mudik dengan mengantongi Surat Izin Keluar Masuk. 


Mereka yang harus mengantongi izin SIKM antara lain, kerja perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau duka, ibu hamil dan satu pendampingnya, persalinan dan dua pendampingnya. 


Perlu diketahui, setiap pelanggar terhadap SE Nomor 13 Tahun 2021 akan dikenai sanksi berupa denda, sanksi sosial, kurungan dan/tay pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (Red)